Cerpen ini memenangi juara II Lomba Cerpen Islami bertema Ramadhan yang dihelat IMSA (Indonesian Muslim Society in America) pada tahun 2010  ~ imsa(dot)us/

CANANG SARI



Image result for canang sari


"Emak…Mak Idah,” suara Luh Kerti terdengar memanggil namaku.
“Masuk..Luh, Mak di dapur ,” sahutku sambil berjalan ke ruang depan menemuinya.
“Mak, ini uangnya,” diangsurkannya selembar dua puluh ribuan ke tanganku.
Suksma Luh.Bawa saja, pakailah untuk beli susu si Komang.”
“Ah..tak usah Mak, “ elaknya. “Mak sudah sering bantu saya, Mak pakai saja.”
Sing Kenken. Anak-anak butuh makanan sehat. Bawa saja! Aku masih ada uang,” ujarku sambil mengelus kepala anaknya yang berusia empat tahun.
“Suksma Mak’” . Mata Luh Kerti basah.
Melihatnya, mengingatkanku pada Meme Luh Kerti, almarhum Mbok Wayan.
***
Bermula dari suatu pagi buta di bulan Ramadan, saat Azan Subuh pun belum bergema. Ramai orang datang dari arah pantai sambil berkabar, “Kapal Gus Merta tenggelam!” Bergegas pintu-pintu rumah terbuka, riuh rendah perempuan-perempuan bersuara, jerit terdengar, isak tangis membelah gelap. Ada sembilan awak kapal, terombang-ambing badai, dihantam kerasnya ombak, yang mengantarkan mereka ke haribaan-Nya. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ! Hanya dua orang yang selamat. Duka mendera tujuh perempuan yang mematung, dengan bayi di gendongan dan buah hati di gandeng tangan, tak mengira kini harus  hidup tanpa suami lagi. Dan, aku ada diantara mereka. Dengan dua orang balita, termangu tanpa air mata. Saatnya telah tiba,  lelakiku telah kembali pada pemiliknya. Kusadar, betapa sesungguhnya semua yang datang dari Allah  akan kembali kepada Allah.
Siang itu pun kesibukan  berawal. Warga kampung berkumpul di masjid As-Syuhada. Baik warga Muslim maupun Hindu semua datang. Para lelaki sibuk menyiapkan tempat takziah. Kaum perempuan meredakan tangis anak dan ibunya.  Tak banyak bicara Sholat Ghaib didirikan untuk empat Muslim yang meninggal.  Doa-doa dilantunkan, ayat suci membahana menyibak riuh rendah suara bocah yang tak sadar mereka telah kehilangan ayah. Lalu, malam itu ada anak-anak yatim bertanya dimana gerangan ayahnya. Ada ibu yang menjawab dengan senyum bahwa Insya Allah kelak mereka akan berkumpul kembali di surga.
Esoknya, kesibukan berpindah ke bale banjar. Persiapan upacara yang akan diadakan untuk tiga lelaki  Hindu yang turut menjadi korban. Warga Hindu bahu membahu menyiapkan berbagai keperluan upacara. Kaum Muslim ikhlas membantu sebisanya.
Langit hitam sekelam duka warga Kampung Bugis.
***
Kampung Bugis  berada  di Pulau Serangan, beberapa kilometer sisi Selatan Denpasar. Sejak tiga abad lampau, leluhurku telah bermukim disini. Dari Bugis, dengan tangguh mereka mengarungi lautan, sampai mendarat di pantai kerajaan Badung. Syeikh Haji Mukmin, begitu sosok pimpinannya yang akhirnya diijinkan tinggal di Pulau Serangan oleh Raja Badung. Mereka pun berketurunan dan tetap meyakini agama Islam. Sejak saat itu, warga Muslim hidup di tengah-tengah perkampungan warga Hindu. Hampir tak ada beda antara rumah kami dan mereka, hanya saja ada sanggah/merajan di halaman rumah mereka yang tak kami punya. Di tengah kampung  berdiri masjid Asy-Syuhada. Dulunya hanyalah bangunan musholla yang sederhana Bergotong royong semua warga membangunnya hingga jadi bangunan masjid yang lebih besar.
Sejak kecil aku diajarkan menghormati teman-temanku yang beragama Hindu. Mereka menyebut kami nyama selam. Sehari-hari jika ada kemalangan, acara pernikahan,  atau kegiatan banjar yang lain kami bersama-sama mengerjakannya. Mereka  akan menolong saat kami mempersiapkan ketupat dan penganan khas hari raya Idul Fitri. Pun, ikut bekerja saat ada penyembelihan hewan Qurban di masjid. Sementara, kadangkala kami juga membuat canang sari sambil berbincang, bersenda gurau bersama para ibu dan gadis-gadis. Meski kami tak pernah tahu pasti apa arti masing-masing sesaji itu. Adapula  tradisi ngejot yangmempererat tali persaudaraan kami.  Walau begitu, selalu terngiang di benakku ajaran Mak Zainab, guru mengaji  di masjid, Lakum dinukum waliyadin, untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.  Harmonis kami hidup berdampingan dengan keyakinan kebenaran agama masing-masing.
***
Selepas Tarawih, Haji Umar memberitahu  keempat perempuan yang suaminya jadi korban, tentang bantuan untuk meringankan beban mereka.  Aku diminta membantu Mak Zainab mengajar anak-anak mengaji di masjid. setiap selepas Maghrib. Setiap bulan aku akan mendapatkan beras. Juga, kami berempat ditawari  menyortir ikan di tempat pengepulan ikan milik beliau. Memang kami  takkan memperoleh imbalan uang, tapi kami mendapatkan upah ikan segar yang boleh dibawa pulang ataupun dijual lagi. Alhamdulillah! Betapa teladan Rasulullah  sebagai Abul Yatama benar-benar dicontoh oleh imam masjid kami itu.
Suatu siang saat pulang menyortir ikan, tetanggaku Mbok  Wayan menawariku singgah. Saat itu ia sedang membuat canang. Sehari-hari dia memang berjualan canang di pasar .Sembari berbincang tanganku pun bekerja membantunya. Aku serut daun janur, kubuat bentuk segi empat, kutaruh porosan, seiris pisang, seiris tebu, borehkekiping, dan terakhir kububuhi bunga beraneka warna, putih,kuning,merah,hijau. Saat melihat kebisaanku, Mbok Wayan pun menawariku untuk membuat canang  di rumah, nanti dia yang membelikan bahan-bahan dan yang akan menjualnya di pasar.
Begitulah, tiap pagi aku bekerja menyortir ikan di tempat Haji Umar, selepas Maghrib mengajar mengaji anak-anak, dan di senggang waktu itu, di rumah aku membuat canang. Hari demi hari, Ramadan datang dan pergi, Alhamdulillah masih ada rejeki untuk anak-anakku. Beras yang kudapatkan dari masjid cukup untuk kami makan, ikan segar yang kuperoleh bisa aku masak, kadang aku asinkan, atau aku jual jika berlebih. Untuk membeli keperluan lain aku dapat uang dari hasil berjualan  canang. Bertahun-tahun sampai mbok Wayan  tak lagi berjualan dan digantikan anaknya, Luh Kerti..Si Hasan dan si Husin pun bisa terus sekolah. Hal yang jarang bisa didapatkan anak-anak di pulau ini. Mereka membantuku mencari uang dengan menjual cenderamata dan jaje pada wisatawan di Taman Penyu Kadangkala mereka juga mencari ikan di pesisir. Setamat SMA mereka melanjutkan kuliah di kota  Yogyakarta sambil bekerja. Sedikit-sedikit aku masih bisa mengirimkan uang, selebihnya mereka berdua mencari sendiri biayanya. Aku memang mendidik mereka untuk  gigih dalam mencari ilmu karena ia merupakan kemuliaan dunia akhirat dan pahala yang terus menerus sampai hari kiamat. Kuminta mereka selalu berpedoman pada firman Allah SWT  bahwa“ Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan  beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” dan selalu ingat pada sabda Rasulullah SAW bahwa  Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
***
Hari ke dua puluh enam Ramadan 1425 H. Entah kenapa pagi  ini, langkah kakiku mengarah kearah pantai. Ada rindu yang menggelegak. Kenangan semasa bocah, bermain di pasir pantai yang kuning keemasan, berkilau diterpa sinar surya. Menebak-nebak bersama sekumpulan teman, di bawah pasir yang manakah induk penyu menyimpan telor-telornya. Meski begitu, kami takkan pernah mengusik kedamaian telor-telor itu. Betapa senang hati, saat melihat mereka menetas dan berbaris menuju arah pantai untuk menjadi penyu dewasa yang kelak akan memulai lagi lingkaran hidup yang sama. Entahlah, sejak penyu banyak diburu,dijual untuk dimakan dagingnya, kulitnya dijadikan souvenir, atau telor-telornya diambil dengan alasan untuk ditangkarkan,  semua kenangan itu tinggal cerita saja Mereka telah enggan berlabuh disini. Pulau Penyu ini sudah tak punya penyu lagi. Astaghfirullah! Betapa kejamnya kami ya Allah!
Terbayang pula saat ratusan pamedek  menyeberang dari Denpasar ke Serangan, dalam barisan jukung, yang kadangkala saat air laut surut, mereka  harus turun dan berjalan sepanjang dua kilometer melewati semak belukar, menyusuri hutan bakau menuju Pura Sakenan saat piodalan agung yang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Sejak ada jalan yang menghubungkan Pulau Bali dan Pulau Serangan, luntur sudah tradisi iring-iringan itu.
Aku terus berjalan di tepian pantai.,.kakiku merindukan  pasir yang lembut. Mataku mengenang indahnya alam, tapi..saat ini sejauh mata memandang hanya hamparan gurun kapur putih yang menyilaukan mata. Reklamasi yang terbengkalai, telah membunuh semua kenangan pantaiku yang indah. Endapan lumpur dan sampah membuat para lelaki di pulau ini kesulitan mencari ikan di pesisir, juga beternak ikan hias.  Membuat mereka tak punya pilihan lain dengan mengusik terumbu karang tempat berbagai makhluk yang hidup di laut yang semasa kecil bisa kami nikmati hanya dengan melihat dari atas jukung. Sekarang, semua itu musnah, rusak.  Masya Allah!
Kulemparkan pandangan ke laut lepas, teringat berpuluh tahun silam saat Ramadhan juga, suamiku meregang nyawa di tengah badai yang menghantam kapalnya. Ah, betapa cepat waktu berlalu, anak-anakku telah mandiri dengan keluarga mereka. Si sulung  tinggal di Medan, si bungsu berada di Semarang.Tiap lebaran mereka menjengukku Satu waktu mereka membujukku untuk tinggal bersama mereka. Aku menolaknya. Aku masih sehat, masih sanggup mengajar mengaji, pun membuat canang. Inilah yang diributkan Hasan dan Husin. Mereka bilang kenapa harus mencari uang dari membuat canang, sesajen yang bertentangan dengan syariat Islam. Untuk hal ini aku turuti pendapat mereka. Mereka berdua akan mengirimkan uang untuk biaya hidupku. Tapi, aku tak mau hanya berdiam diri saja. Bersamaan sepinya tangkapan nelayan,Luh Kerti mengajakku membantunya memasak untuk warung ikan tongkol dan tuna  bakar yang dijajakannya di dekat pos masuk pulau. Aku memasak sayur bulung, beberapa jaje Bali, dan kerupuk kulit ikan tuna. Tiap pagi, sepulang dari berjualan canang, Luh mengambil hasil masakanku. Sebenarnya , lagi-lagi anak-anak memprotesku. Tapi aku bersikukuh, aku masih kuat bekerja, karena aku masih ingin membantu sesamaku. Aku masih ingin berzakat, infaq, sedekah dari hasil keringatku sendiri.  Selain itu, aku tak mau jadi pikun dan sakit karena hanya duduk berdiam diri saja. Untunglah, untuk alasan tersebut anak-anakku mau mengerti.
***
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuuh. Sholat malam aku lanjutkan dengan Sholat  Witir.  Malam dua puluh tujuh Ramadan yang tenang dan hening. Aku bersujud memohon ampunan atas semua dosa..Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanni .Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau senang memaafkan kesalahan, maka maafkanlah aku.Kupujikan syukur atas dikabulkannya berbagai pinta. Istighfar tak henti kubisikkan. Zikir kurangkai panjang. Saat khusyu menguasai diri, terasa ringan hati ini seperti tak ada beban. Juga, tiada rasa sakit di badan yang belakangan sering menyerang.  Aku merasa bagai tak berjarak dengan-Nya.
***
Suasana pagi hari itu di Kampung Bugis tenang. Mentari  tak tersebar sinarnya, pun tidak menyilaukan. Bergegas dua wanita paruh baya berjalan ke rumah Mak Idah. Terheran kenapa ia tak datang ke masjid Subuh tadi. Mungkinkah ia tiba-tiba sakit ataukah ketiduran tanpa mendengar suara Azan. Meski yang terakhir hampir mustahil adanya. Mengingat  Idah hampir tak pernah melewatkan Sholat Subuh berjamaah  di Masjid.
Masuk lewat pintu dapur yang terbuka, di kamar tidur mereka menjumpai sesosok wanita         masih mengenakan mukena, Nampak dalam posisi setengah bersujud dengan senyum dan mata terkatup, tak bernyawa lagi. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun!
***
Keterangan:
Canang Sari : sesajen sehari-hari dalam persembahyangan umat Hindu Bali
Suksma : terimakasih
Sing kenken : tidak apa-apa
Mbok : kakak   ; Meme : ibu 
Nyama selam : saudara Islam
Sanggah/merajan : tempat pemujaan satu keluarga inti
Piodalan agung : upacara besar
Ngejot : tradisi mengirim makanan dari tetangga Muslim ke non-Muslim dansebaliknya
Porosan : sebentuk kecil daun janur kering yang berisi kapur putih
Boreh : sejenis bubuk berbau wangi
Kekiping : sejenis kue dari ketan yang kecil dan tipis
Pamedek : umat yang akan bersembahyang
Jaje : kue                 
Bulung : sayur dari rumput laut

Menasihati Tanpa Menggurui

Image result for nasihat



Istri : “ Ayah, sudah lah, berhenti merokok! Sayangi diri sendiri dong! Nanti jadi penyakitan! Sayang juga uangnya! Ayolah, uang rokoknya kan bisa ditabung untuk biaya sekolah anak-anak nanti!”

Suami :” Ah, yang enggak ngrokok saja bisa sakit, Bunda! Sama saja! Kalo soal uang, Jangan khawatir, anak itu sudah bawa rejekinya masing-masing. Enggak ada hubungannya sama rokok!”

Istri:”@#$%& !! Astaghfirullah!

Ada kebiasaan buruk yang dilakukan pasangan kita, yang disadari atau tidak dampaknya akan merugikan diri mereka sendiri juga keluarga. Lalu, bagaimana cara menasihati pasangan tanpa berkesan mengguruinya.

1. Cara Bicara

Pelajari cara yang tepat untuk berbicara ketika orang yang kita cintai mengabaikan diri sendiri. Bukan langsung menyalahkan, karena biasanya mereka punya alasan pembenaran. Bicaralah dengan lembut tapi tegas. Tetap dengan kepala dingin. Hindari nada marah agar tidak berakhir dengan pertengkaran.

2. Saat yang Tepat

Pilihlah waktu yang tepat untuk sebuah nasihat. Jangan saat istri sedang sibuk di dapur, suami menegur akan banyaknya arisan mahmud (mamah muda) yang diikuti. Alih-alih nasihatnya dituruti, bisa jadi tidak seutuhnya didengarkan. Karena perhatian terbagi dengan kesibukan. Jadi, coba bicarakan saat sedang berdua di kamar atau selipi pesan kala berbincang sambil ngemil kudapan.

3. Tempat yang Tepat

Hindari menasihati di depan anak, orang lain, apalagi di depan banyak orang. Karena bisa mempermalukan pasangan yang ujung-ujungnya memicu perselisihan.

4. Jangan Bosan

Sabar dan terus ingatkan! Tak ada kata bosan dalam kamus wejangan. Misalnya, suami sering lupa diri kalau berkaitan dengan hobi. Segala pernak-perniknya dibeli. Kegiatan komunitas hobi tidak pernah absen diikuti. Kalau menurut istri sudah kelewatan, sampaikan keberatan! Ingatkan, waktu untuk keluarga itu yang utama. Juga, biaya untuk masa depan keluarga harus dinomorsatukan. Jadi, jangan bosan untuk mengingatkan!

5. Libatkan Keluarga Dekat

Jika dinasihati pasangan tak mempan, minta tolong pada orang tua, saudara atau teman dekatnya. Jika istri gila belanja, ini itu dibeli, dari baju sampai wadah plastik bertumpuk di lemari. Kalau jalan-jalan ada saja barang baru yang dibawa pulang. Belum lagi belanja online yang bikin tak perlu susah payah ke pusat perbelanjaan. Diingatkan tak menghiraukan. Kalau istri dekat dengan ibunya, minta tolong beliau untuk dinasihati.

6. Hargai Usahanya

Pertama berkurang jumlahnya, dari sebungkus rokok sehari menjadi setengahnya. Beberapa bulan kemudian tinggal sebatang dua batang. Lama-lama jadi tidak merokok. Hargai dan dukung terus usahanya. Karena merubah kebiasaan itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

7. Panjatkan Doa

Kita berkewajiban mengingatkan pada kebaikan, akan tetapi Allah yang berkuasa untuk memberi petunjuk ke arah kebenaran. Jadi, teruslah berdoa, agar Allah membuka pintu hati pasangan sehingga kebiasaan buruknya akan ditinggalkan.



Berikut Ini Tindakan Suami yang Mencerminkan Rasa Sayang Pada IstriImage result


Hmmm, ingin rasanya seperti Aisyah, yang dipanggil Rasulullah dengan panggilan mesra Humaira (yang kemerah-merahan pipinya). Atau seperti sinetron di TV, bilang Sayang, Honey, Aku Cinta Kamu. Lha ini, punya suami ngga ada romantisnya sama sekali. Hhh, sebenarnya, dia sayang ngga sih sama aku?”

Allah menciptakan perempuan dan laki-laki dengan segala beda yang ada. Salah satunya adalah dalam hal emosi. Perempuan memiliki sistem limbik (struktur otak yang mendukung fungsi emosi, perilaku, memori jangka panjang dan penciuman) yang lebih besar dari laki-laki. Ini membuat perempuan lebih mudah terpengaruh oleh pikiran dan perasaan serta lebih baik dalam mengungkapkannya. Tak heran jika perempuan bisa berhubungan secara mendalam dengan orang yang mereka sayangi.

Selain itu, dua bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa terbukti lebih besar pada perempuan dibandingkan laki-laki. Sehingga dalam keseharian perempuan cenderung lebih emosional dan terbuka, dibandingkan dengan laki-laki yang lebih memilih menutup diri.

Nah, untuk para istri yang mendambakan kata-kata mesra, pujian sayang, kalimat cinta dari bibir suaminya, tak perlu risau. Hal-hal yang dilakukan suami berikut ini sudah setara dengan itu semua. Karena, laki-laki biasanya menggunakan bahasa cinta yang berbeda dibandingkan dengan perempuan.


1. Menatap Mata
Saat berada di dekat Anda atau sedang berbincang berdua, suami menatap mata Anda. Sebuah tindakan sederhana memang, tapi itu sudah membuktikan ia memedulikan keberadaan Anda disisinya.

2. Senyuman
Sebuah senyuman penuh makna bisa mewakili beribu ungkapan cinta.

3. Mendengarkan
Saat istri bicara, suami mendengarkan dan memerhatikan apa yang dikatakan. Kelihatan sepele, tapi menjadi pendengar yang baik bagi makhluk bernama perempuan, yang konon menurut penelitian bisa berbicara sebanyak 20 ribu kata/hari, adalah hal yang patut dihargai.

4. Lewat Sentuhan
Mungkin suami tak memuji Anda seperti di tayangan drama Korea, tapi yakinlah tepukan di bahu,  usapan tangan di kepala, atau elusan di tangan sudah sama nilainya.

5. Hangatnya Pelukan
Saat istri mencurahkan isi hati, mungkin tak ada kata yang dituturkan suami, hanya pelukan hangat yang menenangkan. Sungguh, kata-kata jadi tak ada artinya.

6. Menggandeng Tangan
Suami menggandeng tangan istri di depan umum bukan hanya naluri alami laki-laki yang menjadi pelindung bagi perempuan tapi juga bukti untuk menegaskan pada orang lain bahwa Anda adalah miliknya seorang.

7. Memberi Dukungan
Suami yang memberi keleluasan bagi istri untuk terus mengembangkan potensi yang dimilki, mendukungnya, memfasilitasi, itu semua sepadan dengan segepok rayuan.

8. Memberi Bantuan
Mengasuh anak di akhir pekan, menyeduh susu untuk si kecil saat terjaga di tengah malam atau membuat makan malam saat istri sedang tidak enak badan. Sungguh, tindakan yang serupa dengan manisnya kalimat cinta.

9. Memberi Pujian
Suami dengan bangga memuji masakan buatan Anda yang disajikan di depan tamu yang datang, tentu sepadan dengan rasa kasih yang tak terucapkan.

10. Memberi Hadiah
Tidak harus barang mewah. Saat suami pulang kerja bawa martabak telor kesukaan Anda. Atau, ketika dinas keluar kota  ia bawa oleh-oleh bahan batik yang cocok dibikin gamis yang menarik. Sudahlah, tak usah ragu, itu sama dengan kalimat “Aku Mencintaimu”

Jadi, jangan galau lagi ya para istri..!๐Ÿ˜๐Ÿ˜




Banyak Jalan Menuju Roma (Part 5 - The Final)

-----in detail : Roma------


Benvenuti a Roma !

Colloseo


Kamis, 24 Sept 2015 pukul 6 pagi kami sudah berada di TGV (Train a Grande Vitesse) menempuh rute Paris-Milano sejauh 850 km selama 7 jam. Pindah kereta di stasiun Milan Porta Garibaldi, ke rute Milan-Roma sejauh 582 km selama 3 jam. Saat transfer ke kereta Frecciarossa ( Italian high-speed train) ini, kami sempat lari-lari, hampir ketinggalan, karena waktu transfer yang mepet. Nyaris saja! Syukur, ada delay di next train tersebut.

Sepanjang Paris-Milan kami disuguhi pemandangan rumah-rumah pertanian yang adem, air terjun tepat di samping rel kereta, hutan yang terjaga di lereng pegunungan dengan puncak gunung yang tertutup putihnya salju, danau dengan air berkilau...Wow,what a lovely scenery!

Begitu masuk wilayah Italia, penampakan pun berbeda, yang tampak adalah barisan ladang gandum yang sekilas mirip persawahan padi di sepanjang rute KA Jakarta-Kediri.

Sampailah kami di Roma. Begitu keluar dari stasiun terhenyak sejenak.Nggak beda jauh dengan suasana stasiun Pasar Senen Jakarta..ruwet dan ribet. Begitulah, karena Roma belum memiliki jaringan moda transportasi massal yang menjangkau penjuru area, membuat kendaraan pribadi pun mendominasi..Mobil numpuk di jalanan.Macet! Roma dengan begitu banyak warisan budaya yang dimilikinya, memang dijaga agar pembangunan yang dilakukan tidak merusak cagar budaya yang ada.

A friend of mine said : after Paris, Rome looks like nothing! Hihihi ternyata benar.

Kami menginap di Diamond apartment, unit di lantai dasar, the largest one, fully furnished by Ikea ( saya jadi ngences tingkat dewa!) Ada wifi plus laptop. Bumbu dapur disiapin juga. Sorenya kami groceries dan benar (sesuai info) harga barang lebih murah daripada 3 kota sebelumnya.

Esoknya, kami beli tiket hop on hop off citysightseeing Roma untuk 2 hari. Pertama ke Colosseo. Stadion yang menjadi saksi bisu kematian ribuan tahanan dan binatang yg diadu di arena gladiator Flavian Amphitheater. Di tengah sorak sorai 50 rb penonton yang menempati tempat sesuai dengan status sosialnya. Bentuk, struktur dan arsitektur bangunannya benar-benar mengagumkan.Tak jauh dari Colosseo, ada Foro Romano, reruntuhan sejumlah bangunan pemerintahan kuno di pusat kota Roma yang merupakan alun-alun/pasar jantung aktivitas perdagangan. Tempat ini disebut sebagai tempat pertemuan paling ramai sepanjang sejarah dunia.

Hari pun kami tutup dengan menikmati es krim khas Italia, Gelato yang terasa lebih padat daripada es krim dengan tekstur lebih halus dan rasa susu yang kuat. Delizioso๐Ÿ˜‹.

Sabtu yang cerah, kami pun melangkah ke San Pietro in Vaticano, basilika utama umat Katolik di Vatikan, yang merupakan gereja terbesar yang pernah dibangun di dunia, seluas 23 ribu m2 dengan kapasitas 60 ribu orang. Basilika ini merupakan tempat pemakaman St Petrus dan Paus lainnya. Umat yang ingin masuk ribuan dengan antrian yang sangat panjang. Kami pun mengunjungi Musei Vaticani, sebuah kumpulan museum yang menyimpan koleksi kaya Gereja Katolik Roma. Pengunjungnya padat merayap, untuk mengagumi hasil karya lukis/patung, pun yang ingin beribadah di Sistine Chapel.

Next, ke Fontana di Trevi, air mancur yang termashyur karena tradisi lempar koin. Tradisinya tiga kali lempar koin , yang pertama jika berharap ingin kembali ke Roma,kedua untuk asa cinta anda,dan ketiga agar pernikahan awet selamanya. Koin yang terkumpul perhari bisa 3000 euro. Wow! Semua akan disumbangkan ke Palang Merah Internasional.Tetapi, karena saat itu Fontana de Trevi sedang direnovasi, batal deh saya nyumbang ke PMI hihi..๐Ÿ˜‚

Lanjut menyusuri downtown seraya mengenang sejarah kekaisaran Romawi yang bertahan paling lama sepanjang sejarah (27 SM- 1453). Sayangnya peninggalan yang tersisa tak sebanyak yang saya bayangkan. Bisa jadi peperangan atau bencana alam menghancurkannya. Bangunan-bangunan baru pun kadang tak diselaraskan dengan arsitektur lama yang masih ada di sekitarnya.

The religious, historical,architectural reasons is the reasons why Rome is still the center of civilized world.

Finally, All roads lead to Rome : different paths can take one to the same goal !

Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk meraih impian kita! Sepanjang ada asa, usaha, doa, yakinlah kita bisa mencapainya!

Ciao !

*Alhamdulillah, kami sampai di Jkt dengan selamat...Minggu 27 Sept 2015. Siap menuju babak baru...The next chapter is always more interesting than the last one. Insya Allah


Roman Calendar

Mvsei Vaticani



Gelato! Delizioso!



St Peter's Basilica



Banyak Jalan Menuju Roma (part 4)

----- in detail : Paris --------


Bienvenue a Paris !

Antri mau foto sama Monalisa


Barcelona-Paris jauhnya 1073 km. Kami tempuh dengan TGV (French high speed train) selama 6 jam sampai di stasiun Paris Gare du Lyon. Kereta ini double decker/bertingkat.

Sampai di apartemen, cuma ambil kunci di mailbox (beda dengan yang di Madrid dan Barcelona, kuncinya diserahkan oleh staf pengelola apartemen). Kami di luar pintu hampir setengah jam karena ngga bisa cara buka pintu ---Katroook bangets ๐Ÿ˜. Sampai ada penghuni yang lain datang dan membantu dan ternyata ada triknya..hihi. The smaller one than before, di lantai 3 dan ngga ada lift, jadi lumayan juga naik turunnya.

Pertama ke Tour Eiffel, hanya walking distance dari apartemen. Rencananya mau langsung beli tiket to the top. Tapi begitu lihat antrian yang mengular naga panjangnya bukan kepalang...Batal! Karena sudah hampir malam. Sambil jalan pulang lewat dulu Les Invalides - museum/makam untuk menghormati tokoh militer bangsa seperti Napoleon Bonaparte.

Esoknya kita ke Versailles yang berjarak 41km dengan RER - kereta antar kota. Mengunjungi Chateau de Versailles- istana King Louis XVI and his famous wife Marie-Antoinette. Raja terakhir sebelum revolusi Prancis. Sayangnya saat ini sedang ada renovasi jadi bagian dalam istana ditutup mulai 9 Juni-1 Nov 2015. Tapi tak perlu kecewa karena bagian luarnya pun memukau. Ada eksibisi artwork hasil karya sculptor ternama Perancis yang keturunan India, Anish Kapoor. Area istananya seluas 800 ha, ada 200 ribu pohon, 50 fountain..dan lain-lain. Adalah kompleks istana terluas di dunia.

Next, Notre Dame - cathedral with gothic style yang berdiri sejak 1345. Then, National Pantheon..Dulunya gereja lalu difungsikan sebagai makam National Heroes sesuai motto di depan bangunan " to great men, the grateful homeland". Yang dimakamkan disini antara lain Braille,Pierre & Marie Curie,dan lain-lain. Selain itu disini ada Foucault Pendulum yang terus bergerak sendiri sesuai dengan rotasi bumi.

Hari ketiga sejak pagi mendung kelabu menghiasi langit Paris, gerimis, suhu 10 C..brrr..Kami berkunjung ke Louvre Musee, ingin ketemu mbak Monalisa. 

Eh, sampai sana, closed every Tuesday (hihihi..So, please remember check the opening hours before you come).

Lanjut jalan! Kami pose dulu di Arc de Triomphe de Carousel..Melewati Jardin des Tuileries taman yang menghubungkan Louvre dengan Place de la Concorde..It's playground time for the kids.

Next, Arc de Triomphe de l'toile. Monumen setinggi 50 m sebagai peringatan untuk pejuang Revolusi Perancis yang namanya tertulis di sisi sisi dinding. Untuk mencapai bagian atas bisa menaiki tangga untuk menikmati panorama Paris. Di dasar monumen ada makam pahlawan tak dikenal yang dikenang dengan mendirikan sudut Eternal Flame/api abadi.

Kami lanjutkan dengan menyusuri the world's most beautiful avenue: Avenue des Champs-Elysees sepanjang 2 km dan lebar 70 m. Deretan luxury shops, theatres,cafes. Just window shopping! Mau masuk, kabuuur!! Baca nama tokonya aja dah ngga kebayang harganya (LV,Hermes,Cartier,dll)

Jalan sampai ke Grand Palais dan Sacre Coeur sebuah cathedral di atas bukit di Paris.

Hari ketiga kami mruput pagi-pagi ke Tour Eiffel. Antriiinyooo ! Meski lebih okelah daripada yang kemarin. Ke puncaknya dengan lift meski ada pengunjung yang memilih menaiki 704 anak tangga .Wow! You can enjoy panoramic view over Paris from 1st, 2nd, and top floor. Spectacular view!

Di atas ada juga restoran & souvenir shops. Saat malam hari Tour Eiffel akan diselimuti lautan kelap kelip warna warni cahaya berpijar...shines over Paris!

Next, Louvre! Menepati janji mengunjungi mbak Monalisa. Antri security screening sejam lebih, gratis masuk untuk anak di bawah 18 tahun. Ramee banget! Pantesan dibilang sebagai the world's most visited museum. Ada 400 ribu lebih object dan artwork yang dipamerkan. Yang paling heboh teteup karya Leonardo da Vinci - Monalisa yang disebut sebagai karya seni paling banyak dikunjungi, ditulis, dinyanyikan dan diparodikan. Tentu jangan lupa berpose di depan Piramida Louvre.

Finally, Paris kami akhiri dengan walking tour ke monumen Basstille-sebuah tempat pertunjukan opera, Akademi Musik L'Opera dan Madeleine-cathedral berbentuk parthenon Yunani.

Paris was a museum displaying exactly itself. Kiri kanan depan belakang begitu banyak spot berasitektur indah yang memanjakan mata. Meski ada tambahan/bangunan baru tapi konsep tetap senada dengan bangunan/karya arsitektur yang dibangun berabad silam. Paris is always a good idea, so don't miss it!

Bonjour Madame/Monsieur/Mademoiselle...๐Ÿ˜‰

# Au revoir

*to be continued


Louvre Musee


Pendulum, Place du Pantheon


Champs Elysees

Eiffel Tower

Paris Gare du Lyon
















Banyak Jalan Menuju Roma (Part 2)

-------in detail : Madrid--------

*Bienvenidos a Madrid*

Estadio Santiago Bernabeu, Madrid


Sebelum deal bertemu di Barajas Airport, suami sempat ragu, apa saya bisa Jakarta-Madrid bawa 2 anak  +barang bawaan. Hah?mosok ngga bisa..Lha wong selama ditinggal kerja di Hassi saya biasa cuma bertiga sama anak-anak di rumah (ada ART datang pagi pulang siang). Jauh dari sanak saudara, urus anak sendiri.. Ya ngojek, ya nyopir, juga benerin genteng bocor (telpon tukang biar benerin maksudnya๐Ÿ˜),kok diragukan gimana..

Tapi ternyata my hubby bukan meremehkan kemampuan saya, hanya khawatir saat saya melewati screening imigrasi. Gimana tidak, paspor saya masih polos alias tak banyak warna-warni stempel. Beda dengan paspor suami yang sudah berwarna warni bagai pelangi - stempel imigrasinya. 

Tapi, kalau pakai acara jemput saya dan anak-anak tentunya buang-buang waktu, tenaga dan biaya. Ok, meeting point tetap Barajas on one condition : saya dikirimi email dokumen penunjang seperti rekening koran terakhir, konfirmasi reservasi tempat menginap di Madrid, copy paspor suami,dan lain-lain (hadeh 1 map, nambah isi ransel aja).

Hari H : Qatar airways Jakarta-Doha take off pukul 00.20. Naik taksi dari rumah sambil bujuk si kecil biar ngga ngantuk dulu. Pesawat diisi 2/3 penumpang jamaah haji ONH Plus. Hampir 9 jam terbang. Transit di Doha 4 jam. Syukurnya ada free wifi complimentary di Doha Hamad airport. Banyak playground juga. Lanjut Doha-Madrid. Sejak di ruang tunggu sudah dihujani tatapan mata penumpang lain. Karena saya satu-satunya yang pake kerudung.

Doha-Madrid sekitar 8 jam terbang.Sampailah di Barajas. Langsung kagum, bandaranya bagus dengan desain modern.

Saat screening imigrasi, antrian mengular panjaaang. Saat tiba,langsung disamperin officer "M'am are you with the kids? Come on! ..--Asyik,skip the line, langsung disuruh ke depan loket. Petugas imigrasi ngecek paspor saya, mukanya agak bingung lihat saya kecil mungil centil + bawa anak - bertiga kucel ngruwel. Mungkin pikirnya ini wisatawan atau pengungsi ya ๐Ÿ˜‚Terus nanya "Where r u going?' Madrid (saya pede jawabnya, sambil tangan siap-siap mau keluarin map). Eh..langsung, oke..go on!

Saat ambil bagasi, suami sudah nunggu karena datang 1 jam lebih awal. Horee.!! Langsung beli day pass metro/bus/train. Dan, meluncur ke Apartementos Gran Via. Gedungnya 6 lantai, ada sekitar 20 unit, beberapa disewakan daily. Dapat di lantai 3 dan ada lift. Apartemen 1 bedroom+sofa bed utk extra, full kitchen set, peralatan masak/makan, washing machine, free wifi+mini bar (water,coke,wine,beer๐Ÿ˜€)

Taruh barang, mandi, langsung ke Atocha railway station, karena Eurail pass+ticket perlu di stempel sebelum bisa dipakai. Ternyata disini prosesnya perlu 2 jam lebih, ngga one desk service. Jadwal jadi mundur. Ke Museo del Prado dan Santiago Bernabeu Stadium jadi kemalaman. Istirahat semalam, besoknya belum sunrise sudah berangkat walking tour ke Plaza de Espana, Templo de Debod, Palacio Real, Puerta del Sol, Parque del Buen Retiro, Puerta del Alcala...Rata-rata walking distances. Sempat juga naik turun bis keliling downtown.

Notes : Madrid has famous nickname Sun Drenched - Wild Land coz a lot of interesting places and amazing spots, the culture, the beauty of the buildings, gardens...Absolutely right! ๐Ÿ˜‰

# Adios Madrid

*to be continued
Doha Airport

Madrid Centro Map


Royal Palace of Madrid







Banyak Jalan Menuju Roma (Part 3)

------ in detail : Barcelona -------

Benvinguts a Barcelona !

Bike for Rent, Barcelona


Madrid - Barcelona berjarak 621 km yang dapat ditempuh dengan Renfe AVE (Spanish high speed train) dalam waktu kurang dari 3 jam.Keretanya keren! Rutenya: Madrid Puerta de Atocha-Zaragoza Delicias-Lieida-Camp de Terragona-Barcelona Sants.

Sesampainya di Barcelona, kami langsung meluncur ke Room305BCN, apartemen tempat menginap.Bangunannya ada 4 lantai - kami dapat unit yang di lantai 1. Lebih luas dari yang di Madrid, ada 1 master bedroom,2 twin bed, full kitchen set, dining room, washer,dan balkon belakang untuk tempat jemuran.Malamnya, groceries time sambil jalan di sekitar apartemen. Sesudah belanja makanan ini itu, ternyata ngga dikasih tas/plastik belanjaan. Pembeli membawa sendiri trolley bag atau membeli tas tenteng yang dijual disitu,untuk mengurangi pemakaian plastik. Program ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat sampah besar- yang berwarna sesuai jenis sampahnya. Sampah organik, kertas, kaca, plastik dipisahkan. Tempat sampah ini tersedia di semua sudut jalan dan akan diambil oleh dumptruck saat tengah malam.

Esoknya kami memulai hari dengan mengunjungi proyek gereja yang belum selesai sejak 1882 - Sagrada Familia (dekat sekali, hanya walking distance dari apartemen). Proyek jenius beraliran Modernisme karya Antoni Gaudi yang sampai saat ini masih dilanjutkan pembangunannya. Diperkirakan selesai pada 2028 dan nantinya bisa menampung 9000 orang jamaah.

Selanjutnya kami membeli tiket Barcelona Bus Turistic. Layanan hop on hop off untuk memudahkan wisatawan berkeliling ke tempat wisata yang ada di Barcelona. Pertama, kami singgah di Parc Guell. Merupakan gabungan antara taman dan bangunan indah berarsitektur khas Antoni Gaudi. Di sini benar-benar padat pengunjung, sampai ada aturan buka tutup, untuk melindungi bangunan yang dibuka sejak 1926 tersebut.

Perjalanan berlanjut ke markas FC Barcelona, Stadion Camp Nou. Stadion terbesar di Eropa dengan daya tampung hampir 100.000 penonton.

Lanjut mengenang kejayaan emas bulutangkis Indonesia oleh pasangan Susi Susanti-Alan Budikusuma di deretan lokasi Summer Oliympics Barcelona 1992.

Barcelona kota yang rapi dan bersih. Di sudut-sudut kota ada sepeda berjejer yang bisa disewa. Dan, ada 100km lebih bike lane di sini.Juga tersedia jaringan metro/bis yang lengkap dan menjangkau penjuru kota.

Barcelonian bicara dalam bahasa Catalan. Bahasa dan budaya Catalonia berbeda dengan bahasa/budaya Spain. Petunjuk informasi di berbagai sudut kota pun dalam 3 bahasa yaitu : Catalan-Spanish-France.

Banyak bangunan berdesain Modernisme dan arsitektur yang membuat decak kagum.

Here in Barcelona, it's the architects who built the buildings that made the city iconic.

Traveler benar-benar dimudahkan dengan berbagai opsi. Ada free walking tour atau official hop on hop off bus dengan harga terjangkau yang mencakup area gunung sampai pantai yang indah.So, that's why people said : Italy has great food and Barcelona has great energy๐Ÿ˜

# Adeu de Barcelona

*to be continued

Camp Nou Stadion, Barcelona

Camp Nou Stadion, Barcelona


Parc Diagonal Mar, Barcelona


La Pedreda, Barcelona




Room305BCN, Barcelona

Banyak Jalan Menuju Roma ( Part 1 ) 

~ Europe Trip 16 - 25 Sept 2015 ~



Templo de Debod, Madrid


Suami saya mutasi ke Hassi Messaoud, Algeria sejak sekitar 2 tahun lalu, sistem kerjanya back to back / rotasi 4x4 (4 minggu di Hassi - 4 minggu di Indonesia). Jadilah dia wira-wiri Jakarta - Hassi. 

Sejak awal dia memang sengaja memakai maskapai Qatar Airways, gabung ke privilege clubnya dan menabung mileage-nya / Qmiles.

Bulan September 2015 adalah bulan terakhir masa tugas disana. Mileage sudah numpuk padahal ada masa validnya. Dihitung-hitung cukup untuk redeem miles for free flight. Sebenarnya bisa redeem miles for shopping. Tapi kami pilih free flight / tiket gratis, karena hobi suami dan saya sama..: Traveling! Ya, "timbang tuku-tuku luwung mlaku-mlaku". Jalan-jalan lebih oke daripada belanja! Coz adventures are the best way to learn.

Sebenarnya saya penasaran juga dengan Algeria. Cuma Algeria memang bukan negara yang aman untuk dikunjungi. Jadi perginya ke negara tetangganya saja( Spanyol, Perancis, Italia)

Kami pun mengurus visa Schengen Spain.

Untuk menghemat waktu,tenaga dan biaya, saya dan anak-anak berangkat dari Jakarta ke Madrid. Dan suami dari Hassi ke Madrid. Jadi kami ketemuan di Barajas Int'l airport di Madrid.

Lalu, petualangan pun dimulai. Kami bepergian ke 4 kota: Madrid, Barcelona, Paris dan Roma. Sebelum berangkat apply dulu Eurail pass dan reserved tiket KA untuk rute kota-kota tersebut. Selama disana kami tinggal di private apartement, dengan alasan tarifnya lebih hemat dibanding dengan di hotel. Memang letaknya di pinggiran kota, tapi experiencing daily life like a local itu menantang. Jadi berasa seperti penduduk yang tinggal di kota tersebut. Juga cocok untuk anak-anak karena berasa seperti di rumah. Bisa light cooking, doing laundry, groceries/belanja bahan makanan untuk isi kulkas juga free wifi.

Rata-rata kami pilih walking tour, naik turun metro/bis, meski ada juga yang ambil hop on-hop off sightseeing biar bisa keliling tempat wisata. Alhamdulillah anak-anak sehat dan senang.Meski kadang Bapak atau Ibu harus gantian gendong si bungsu yang kecapekan/ketiduran.

Traveling with kids apa ngga repot? Tipsnya, biar ngga bosan kita bawa mainan kesukaannya, juga karena di kota-kota tersebut di berbagai penjuru ada playground, kami selalu singgah sebentar agar mereka bisa bermain.Hemat juga, karena naik metro ada potongan harga untuk anak-anak, di bawah 10 tahun tidak dikenakan city tax untuk sewa apartemen, bahkan beberapa lokasi free entrance untuk anak-anak.Dan yang paling senang, kalo bawa anak itu kadang didulukan saat antrian.๐Ÿ˜

Dan, akhirnya Europe adventure kami pun berakhir di Roma dengan sukses. Selama 10 hari berjalan dengan lancar jaya. Alhamdulillah.๐Ÿ˜ƒ


PS : Be a traveler! Pergilah ke luar rumahmu, kotamu, pulaumu. Go somewhere..! Itu akan mempertebal rasa syukurmu pada-Nya, menjadikanmu menghargai berbagai perbedaan dengan sesama dan membuatmu lebih peduli dengan lingkunganmu.

The world is a book and those who do not travel, read only a page๐Ÿ˜‰

*to be continued
Sagrada Familia, Barcelona



Eiffel Tower, Paris

Forro Romano, Roma







Pakai Kawat Gigi? Enggak Mau Ah!




*Cerpen Anak ini dimuat di harian Kompas edisi Minggu, 8 Februari 2009

Suatu hari saat makan malam..

“Ayah, aku boleh pakai kawat gigi?” tanya Ine kepada Ayah.

“Kawat gigi?” Ayah terlihat bingung. Ibu pun memandang Ine dengan heran.

“Iya Yah, kawat gigi! Teman sekelasku, Fia dan Izi hari ini pakai kawat gigi. Keren dan gaya!”jelas Ine.

“Ine, setahu Ayah kawat gigi bukan untuk gaya, Nak! Pemakaiannya karena disarankan oleh dokter gigi. Jadi tidak boleh sembarangan,” jelas Ayah.

“Benar kata Ayah. Selain itu biasanya orang yang memakai kawat gigi punya masalah dengan susunan giginya. Sedangkan menurut Ibu, gigimu tidak bermasalah. Jadi, kenapa harus pakai kawat gigi?” tambah Ibu.

“Tapi Bu, aku lihat Fia dan Izi juga tidak punya masalah dengan giginya,” sanggah Ine.

“Sudah, sudah begini saja. Besok sepulang sekolah, Ibu ajak kamu ke puskesmas menemui dokter gigi. Di sana kamu bisa bertanya sepuasnya. Biar nanti dokter yang memutuskan kamu perlu memakai kawat gigi atau tidak,” usul Ibu.

“Asyik, siapa tahu dokternya membenarkan kalau aku memang harus pakai kawat gigi,” sambut Ine senang.

“Jangan terlalu berharap, kita lihat apa kata dokter nanti, “ Ibu mengingatkan.

Esoknya Ine dan Ibu pergi ke puskesmas menemui dokter gigi Eti. Beliau dengan ramah mempersilakan Ine dan Ibu duduk.

“Ada yang bisa saya bantu Ine?” tanya dokter Eti.

“Iya Dokter, Ine mau tanya perlu tidak saya pakai kawat gigi?” tanya Ine penasaran.
“Kenapa rupanya Ine, ada keluhan dengan gigimu?”

“Tidak ada Dokter, hanya ada teman saya pakai kawat gigi. Saya ingin tanya apa saya bisa pakai juga.”

“Oh begitu, ayo kita periksa dulu,” ajak Dokter Eti sambil meminta Ine duduk di kursi khusus untuk pasien dokter gigi.

Beberapa saat kemudian, dokter selesai memeriksa. Mereka pun kembali duduk bersama Ibu.

“Ine, sebelum saya jawab perlu tidaknya kamu pakai kawat gigi, saya jelaskan dulu fungsinya yaa.”

“Kawat gigi adalah alat yang dipasang untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak serasi atau menyimpang dari pola normal. Sebelum seseorang dianjurkan memakai kawat gigi, ia harus menjalani pemeriksaan, termasuk pembuatan rontgen foto kepala untuk mendiagnosa perlu tidaknya ia memakai alat bantu tersebut. Sampai di sini cukup jelas Ine?”tanya Dokter Eti.

“Hm iyaa, kelihatannya tidak boleh asal pakai ya Dok?” jawab Ine.

“Ya benar. Temanmu pasti telah menjalani serangkaian pemeriksaan juga,” tegas Dokter Eti.

Ine manggut-manggut mendengarkan.

“Dokter, lalu bagaimana dengan orang yang memakai kawat gigi hanya untuk mengikuti tren?” Ibu pun ingin tahu.

“Ibu, Ine, pemasangan kawat gigi yang tidak semestinya bisa mengakibatkan gigi menjadi tidak harmonis. Bahkan susunannya bisa jadi acak-acakan,”

“ Nah, dari hasil pemeriksaan awal, saya lihat tidak ada masalah dengan susunan gigimu. Bahkan gigimu termasuk kategori sehat, pasti karena kamu rajin merawatnya. Jadi sejauh ini, kamu tidak perlu memakai kawat gigi.”

Ine tersenyum puas dengan penjelasan Dokter Eti.

“Oh ya, memakai kawat gigi itu sebenarnya lebih repot lho,” Dokter Eti menambahkan.

“Repot?” Ine penasaran.

“Ya. Kawat gigi itu ada dua jenis, lepasan dan permanen. Pemakaiannya tergantung pada keadaan gigi geligi dan usia pasien. Jika masalahnya tidak terlalu sulit dan usia masih dalam tahap pertumbuhan maka dipilih yang lepasan. Kawat gigi ini bisa dipasang dan dilepas sendiri. Tentu harus rajin memakainya agar hasil perawatan bisa maksimal. Jelas ngga Ine?”

“ Ya Dok, lalu kalau yang permanen bagaimana?”

“Kawat gigi permanen digunakan untuk kasus yang lebih sulit. Hanya bisa dipasang oleh dokter gigi dan harus dipakai terus-menerus sampai perawatannya selesai. Memakai kawat gigi permanen mengharuskan kita rajin memelihara kesehatan gigi dan mulut. Sikat giginya pun khusus, berbentuk cekung pada bulunya dan ujungnya berbentuk segitiga.”

“Saat membersihkan gigi pun membutuhkan waktu dan perhatian lebih banyak karena harus lebih teliti.Pola makan juga harus teratur, menghindari makanan keras, mengandung gula, menghindari minuman manis dan bersoda. Buah dan sayur pun dipotong untuk sekali suap.”

“Selain itu, anak yang memakai kawat gigi harus rajin kontrol ke dokter gigi. Biaya pemasangannya juga mahal. Jadi, memakai kawat gigi butuh kesabaran juga pengorbanan waktu dan biaya,” Dokter Eti menjelaskan panjang lebar.

Ine tercengang mendengarnya. Hal yang sebelumnya tidak terlintas dalam pikirannya, ternyata pakai kawat gigi tak semudah yang ia bayangkan. Duh, benar-benar merepotkan! Jadi kalau kata dokter tidak perlu, kenapa aku ngotot ingin pakai kawat gigi yaa, batin Ine.

“Bagaimana Ine, masih ingin pakai kawat gigi juga?” goda Ibu membuyarkan lamunan Ine.

“Enggak mau, ah!” sahut Ine buru-buru.

Ibu dan Dokter Eti tertawa mendengarnya.