Inilah 10 Tanda Anda Kurang Piknik dan Solusinya


“Aku kayaknya kurang piknik deh!”

Kalimat di atas mungkin sering anda dengar, diucapkan oleh pasangan, sahabat, rekan kerja, keluarga atau mungkin anda sendiri yang mengatakannya.

Pekerjaan rumah tangga yang tak berkesudahan, tenggat waktu yang hampir berakhir padahal laporan belum kelar, tumpukan file di meja kerja yang seperti tak berkurang meski sudah dikerjakan atau beberapa prospek yang nyaris deal tapi ternyata batal. Beban kerja seperti inilah yang  membuat kita merasa cemas, galau dan takut  yang bisa berujung pada stres. Untuk kondisi tersebut sepertinya idiom “kurang piknik” memang cocok untuk disandang.

Tanda-tanda anda sedang “kurang piknik” antara lain:

  1. Lebih sensitif : hal sepele jadi besar, semua diambil hati, baper/bawa perasaan.
  2. Badan terasa sakit semua tanpa sebab : pinggang pegal, kepala pusing,  nyeri otot, cepat penat.
  3. Susah/kurang nyenyak tidur.
  4. Banyak yang bertanya “Kamu sakit ya?” : karena wajah anda yang tegang, muka ditekuk, mulut cemberut, tak ada senyuman.
  5. Kurang konsentrasi dan fokus :  masakan gosong, lupa kasih garam, salah kirim email, lupa janji.
  6. Ditanya apa, jawabnya apa (ngga nyambung).
  7. Lupa cara tertawa : diajak bercanda ngga bisa
  8. Tidak sabar : lampu merah masih menyala, anda sudah mengklakson mobil di depan anda.
  9. Senang menyendiri/jarang silaturahim : jarang datang ke undangan, berkunjung ke saudara atau main ke tetangga.
  10. Kurang kreatif dan produktif : tidak ada hal baru yang kita kerjakan, pekerjaan lambat selesai.

Jika anda mengalami tanda-tanda tersebut, jalan keluarnya tidak harus selalu “pergi piknik”, cobalah solusi berikut ini :

1.Kerjakan Shalat 

Lagi galau? Ambillah air wudhu, lalu shalat. Shalat fardhu jika masuk waktu shalatnya, atau shalat sunnah, misalnya shalat Dhuha untuk memohon pada Allah akan kelapangan rezeki, shalat Hajat untuk permohonan agar hajat kita tercapai, shalat Istikharah untuk meminta petunjuk pilihan terbaik mana yang harus diambil, shalat Taubat untuk memohon ampunan atas dosa-dosa, dan lain-lain. Lalu, lengkapi shalat dengan membaca ayat-ayat suci Al-Quran.

Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' “(QS. Al Baqarah 45)

Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW apabila dirundung persoalan hidup, beliau segera mengerjakan shalat.” (HR Ahmad).

2. Istirahat

Istirahat yang paling baik adalah tidur. Meski begitu, rehat sejenak dengan membaca buku favorit anda sembari menikmati secangkir teh hangat pun bisa membantu. Atau sekedar duduk santai menikmati camilan kesukaan sambil membebaskan pikiran, berusaha berpikir positif, mengingat segala nikmat Allah, selalu bersyukur agar kita tidak jadi kufur.

Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan “ (QS Ar-Rahman 13)

3. Berzikir

Merasa resah, gelisah, gundah? Berzikirlah!

Mereka adalah orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Al Ra’d 28)

Tiadalah orang-orang duduk berdzikir kepada Allah melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat menyelimuti mereka, ketenangan diturunkan kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka kepada para malaikat yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim dan At-Turmudzi)

4. Tekuni Hobi

Sedang suntuk? Hobi bisa jadi solusi! Jika hobi menulis, coba bikin artikel, dan bagilah ilmu anda pada sesama. Kalau hobi futsal, segera hubungi teman latihan dan tentukan jadwal! Atau mungkin suka merajut, buatlah satu tas rajutan dan hadiahkan untuk saudara saat ke rumahnya. Boleh juga bikin kue kesukaan dan sedekahkan untuk yang membutuhkan. 

5. Silaturahim

Silaturahim bermanfaat dunia akhirat. Luangkan waktu untuk pulang kampung menjenguk orang tua, atau berkunjung ke saudara dan kerabat terdekat.

Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia bersilaturahim “(HR Bukhari)

6. Berlibur

Dan, karena anda “kurang piknik”, maka anda “butuh piknik”! Pergilah keluar rumah, luar kota, kemana saja! Bisa ke taman terdekat, ke pantai, ke kebun raya atau tempat wisata lainnya. Itu akan mempertebal rasa syukur pada Allah, menjaga keharmonisan keluarga, menjadikan kita menghargai perbedaan dengan sesama dan meningkatkan kepedulian pada lingkungan. Cara ini efektif untuk menghilangkan kegalauan, karena dengan berganti tempat dan suasana, maka hati akan tenang, terhibur dan melupakan kegelisahan. 

Jadi, jalani, nikmati, syukuri hidup ini dan jangan lupa piknik!

ummi-online , 6 Oktober 2016
Referensi: berbagai sumber / Ilustrasi:Google / Penulis: Dian Restu Agustina

No comments:

Post a Comment