Jangan Terlalu Berhemat untuk Hal-hal Berikut Ini



Jangan Terlalu Berhemat untuk Hal-hal Berikut Ini
Sahabat Ummi, Allah memperingatkan kita untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran secara bijaksana, dalam artian tidak berlebihan/boros dan tidak juga kekurangan/kikir, sebagaimana dalam firman-Nya :

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al Furqan 67)

Disebut berlebihan/boros, jika kita membelanjakan harta untuk hal yang sia-sia, dan bukan untuk jalan kebaikan. Ingat, Allah tidak menyukai orang-orang yang boros :

“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS Al Isra’ 26-27)
Menjauhi sifat boros bisa dilakukan dengan membiasakan sikap berhati-hati dalam pengeluaran serta cermat dan hemat dalam membelanjakan penghasilan. Dengan berhemat kita akan terbebas dari rasa was-was akan masalah keuangan, bisa punya tabungan dan lebih percaya diri menghadapi masa depan.

Jadi, berhemat itu tindakan yang tepat, tapi jangan terlalu berhemat untuk hal-hal berikut ini :

1. Berbuat Baik pada Orang Tua

Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar. Rasulullah bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia, “Shalat tepat pada waktunya, berbuat baik kepada kedua orang tua, jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan berbuat baik/berbakti pada orang tua antara lain : dikabulkannya doa, dihapuskannya dosa besar, ditambahkan rejeki yang berkah, rida Allah adalah rida orang tua, diterimanya amal dan kelak dikaruniai anak-anak yang berbakti.

Maka tak usah terlalu berhemat saat berbakti pada orang tua, dengan mencukupi kebutuhannya, mengunjunginya atau membelikan hadiah yang indah.

 2. Sedekah

Sedekah mempunyai banyak manfaat antara lain membuka pintu rejeki, menolak bala, memanjangkan usia, mengangkat penyakit, mendekatkan terwujudnya hajat dan sebagai penyelamat saat hari kiamat. Karena itu, tak perlu kelewat berhemat saat bersedekah.

Seorang suami bisa sedekah lewat nafkah yang diberikan pada istri dan anak-anaknya yang bernilai wajib dan harus diutamakan. Selain itu sedekah juga diutamakan untuk kerabat yang memendam permusuhan dan bisa diberikan pula ke berbagai pihak yang berhak.

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

3. Kesehatan

Sehat itu murah, sakit itu mahal. Begitu kata orang. Sakit bisa membutuhkan banyak biaya. Karena itu menjaga kesehatan lebih utama. Sehingga, tak harus terlampau berhemat untuk perawatan kesehatan kita, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Jangan sayang keluar uang saat membeli makanan yang sehat, membeli peralatan olahraga yang tepat, alat dan bahan kebersihan diri dan rumah, membiayai hobi, dan bepergian untuk liburan demi kesehatan rohani.

4. Pendidikan

Pendidikan akan mengoptimalkan talenta, meningkatkan kreativitas dan produktivitas, menambah pengalaman, meningkatkan taraf hidup dan mencapai aktualisasi diri. Betapa pentingnya pendidikan bagi tumbuh dan berkembangnya seorang insan. Sebab itu, tak perlu kelewat berhemat untuk berburu ilmu, misalnya jika akan melanjutkan sekolah, mengikuti pelatihan di bidang yang sesuai kemampuan, membeli buku atau mengikuti seminar pengembangan diri.

5. Menabung

Rasulullah bersabda:

 “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan dengan pertengahan dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga pada hari ia miskin dan membutuhkannya.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Jadi, menabung yang dimaksud dalam Islam: menabung = penghasilan (yang halal dan baik) -  pengeluaran (yang hemat)

Menabung bertujuan untuk mempersiapkan masa depan, berjaga-jaga jika ada kesulitan datang di masa mendatang dan sebagai warisan yang diberikan untuk generasi penerus kita.

Karena itu tak usah terlalu berhemat saat ada rejeki lebih. Tabunglah dalam bentuk emas, tanah, rumah atau untuk modal usaha demi masa depan kita.

ummi-online , 30 Oktober 2016
Referensi: berbagai sumber / Ilustrasi: Google / Penulis: Dian Restu Agustina



No comments:

Post a Comment