Ketika Hobi Merenggangkan Hubungan Pasutri



Image result for Ketika Hobi Merenggangkan Hubungan PasutriSahabat Ummi, hobi merupakan kegiatan di waktu luang yang dilakukan untuk memenuhi keinginan, menenangkan pikiran dan mendapatkan kesenangan. Setiap orang bisa memiliki hobi yang berlainan tergantung pada ketertarikan masing-masing. 


Demikian juga pasutri, sebagai dua individu yang berbeda, bisa jadi memiliki hobi yang tak sama. Sehingga dibutuhkan saling pengertian saat pasangan sedang menekuni hobinya. Masalahnya, kadangkala hobi ditekuni secara berlebihan sampai menyita waktu dan menghabiskan uang, yang akhirnya memicu perselisihan dan bisa merenggangkan hubungan.

Lalu, bagaimana agar hobi tidak merenggangkan hubungan pasutri?

1.Tak Kenal Maka Tak Sayang

Suami gila bola. Jika sedang ada jadwal pertandingan siaran langsung, ia akan di depan TV semalaman sampai lupa istrinya. Belum lagi janjian nobar sama teman-teman, yang bisa membuat istri merasa dikucilkan. Daripada istri keki, tak ada salahnya kenali hobi suami. Baca atau tonton media tentang info seputar sepak bola, lalu jadikan bahan cerita saat ngopi berdua. Atau saat akhir pekan, buatkan camilan dan temani dia begadang.  Dengan mengenali,  istri pun jadi memaklumi dan menikmati hobi suami.

2.Kompromi

Ambil jalan tengah atau kesepakatan dengan pasangan. Misalnya suami boleh bergabung dengan komunitas sepedanya untuk road bike pada minggu pertama dalam tiap bulan, sedangkan di minggu ketiga, giliran istri yang mengikuti kursus kue/masakan. Minggu lainnya adalah waktu berkegiatan seluruh keluarga. Sehingga, keduanya senang dan anak-anak pun tak terabaikan.

3.Beri Dukungan

Istri hobi koleksi tanaman hias, sukanya beli tanaman baru. Dukung saja, toh bisa memperindah rumah, pun siapa tahu jika sudah dirawat dan tumbuh besar, bisa dijual dengan harga yang menggiurkan.

 4.Komunikasi

Tak ada salahnya kasih tahu pasangan dulu saat akan membeli sesuatu yang berkaitan dengan hobimu. Jangan sampai suami pulang bawa tentengan beberapa CD game di tangan, padahal tadi malam baru pesan ke istri kalau bulan depan mesti menghemat pengeluaran.

5.Toleransi

Terima saja  hobi pasangan asalkan tidak berlebihan waktu yang dihabiskan, tidak membahayakan diri dan kesehatan, tidak melanggar ajaran agama dan norma, tidak mengganggu keuangan dan tidak mengabaikan kewajiban.

6.Kembangkan Hobi Sendiri

Daripada kesal karena diacuhkan pasangan yang lagi asyik dengan hobinya, lebih baik kembangkan hobi sendiri. Jadi, saat suami sibuk mengutak-atik motornya, istri bisa menyelesaikan tulisan satu artikel , melanjutkan baca buku yang masih tertunda, sukses mencoba resep kue hasil kursus minggu lalu atau kelar membuat sebuah tas sulaman pita.

7.Tentukan Prioritas

Ingat bahwa kita adalah orang dewasa yang punya kewajiban dan tanggung jawab. Tak ada larangan untuk menekuni hobi asalkan bisa atur waktu dan buat prioritas. Jangan sampai saat anak sedang sakit, suami tetap lanjut ikut acara kopi darat dengan komunitas fotografinya. Atau istri yang hobi arisan kesana-sini dengan alasan sosialisasi sampai keluarga lupa diurusi. 

8.Berbagi Hobi

Suami hobi lari, daripada istri mager/malas gerak di rumah, kenapa tidak ikut tekuni. Sehat dapat, romansa pun makin erat.

9.Beri Kebebasan

Hobi punya banyak manfaat antara lain sebagai sarana aktualisasi diri, peredam stres, wadah silaturahim, bermanfaat bagi kesehatan, dan  sebagai sumber pendapatan. Jadi, tidak ada salahnya kita berikan pasangan, kebebasan (yang bertanggung jawab) untuk menekuni hobi.

10.Jadikan Peluang

Hobi otomotif suami, bisa dikembangkan jadi peluang usaha jual beli spare part, jasa servis atau jual beli motor/mobil bekas. Atau jika istri hobi menulis, sementara suami jago komputer, bisa kolaborasi bikin blog atau situs belanja online. Jadi, hati senang, uang pun di tangan!

ummi-online , 26 Oktober 2016
Referensi: berbagai sumber / Ilustrasi: Google / Penulis: Dian Restu Agustina



No comments:

Post a Comment