Sebelum Makan itu Doa Dulu, Bukan Foto Dulu


Sahabat Ummi, makanan telah terhidang di meja. Pegang hape langsung siap posisi kamera. Jepret dari atas, kiri, kanan,  tampak muka dan lanjut jepret sama teman-teman. Pilih foto terbaik, lalu share di semua akun sosial media. Balas komentar sebentar. Kriuuuuk! Perut terasa lapar, langsung tancap, serbu makanan! Dan… lupa doa sebelum makan!

Sahabat Ummi, fenomena itu sudah umum terjadi, bisa kita amati saat kita makan di restoran,dan lain-lain, atau bahkan kita sendiri yang melakoni. Sebenarnya tidak ada larangan untuk melakukannya. Hanya sayangnya, adab makan yang terlupa bisa jadi mengurangi keberkahan makanan kita.

Rasulullah sendiri memberi kita teladan, dalam sebuah riwayat yang menyebutkan tentang sabda Beliau kepada Umar bin Abu Salamah, yang saat itu masih anak-anak, yaitu: “Wahai Anakku, bacalah “Bismillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari )

Dari hadis tersebut bisa diteladani bahwa sebelum makan kita :

1. Membaca Bismillah

Membaca Bismillah sebelum makan bertujuan untuk menghalangi setan ikut bergabung makan bersama kita, sehingga kita akan memperoleh keberkahan dari makanan tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah: 

“Sesungguhnya setan akan ikut menyantap makanan yang tidak diawali dengan membaca bismillah sebelum makan”. (HR. Muslim dan Ahmad)

2. Makan dengan Tangan Kanan

Setan itu makan dengan tangan kiri, jadi kalau tangan kanan anda tetap pegang hape – sementara sendok/garpu di tangan kiri untuk mengambil makanan, berarti anda termasuk… (jawab sendiri yaa!)

Selain itu, Rasulullah biasa menggunakan tangan kanan untuk sebagian besar urusannya yang baik-baik. Sebagaimana hadis Aisyah radhiallahu’anha: “Rasulullah membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya.” (HR. Bukhari)

3. Makan Hidangan yang Ada di Hadapan

Jika makanan dihidangkan di depan masing-masing, kita dilarang mengambil makanan yang berada di hadapan orang lain. Larangan ini mengandung hikmah: merupakan perbuatan kurang sopan, bahkan bisa saja orang lain merasa tidak suka dengan tindakan kita. Kecuali jika sedang berada di jamuan makan bersama, yang hidangannya disajikan berderet di hadapan kita, atau di rumah makan Padang yang beragam makanannya dihidang di meja.

ummi-online , 27 Oktober 2016
Referensi: berbagai sumber / Ilustrasi: Google / Penulis: Dian Restu Agustina

No comments:

Post a Comment