Setelah Menikah Seharusnya Pasutri Tidak Mengorbankan Hal-Hal Berikut Ini 



Setelah Menikah Seharusnya Pasutri Tidak Mengorbankan Hal-Hal Berikut Ini 
Sahabat Ummi, setelah seseorang menikah pasti banyak yang akan berubah. Mulai dari status, dari lajang menjadi suami atau istri. Lalu, selain sebagai anak laki-laki atau perempuan, juga akan menjadi menantu. Atau, yang  sebelumnya tinggal bersama orang tua, jadi tinggal berdua saja atau dengan orang tua pasangannya. Begitu juga kewajiban dan tanggung jawab seseorang pun akan menyesuaikan setelah ia memasuki bahtera rumah tangga. Sebelum menikah perempuan wajib taat pada orang tuanya, tetapi setelah menikah suaminyalah yang harus ditaati dan dipatuhi dalam batas syariat. Sementara laki-laki, setelah menikah akan memikul tanggung jawab terhadap istrinya.
Namun demikian ada hal-hal yang seharusnya tidak dikorbankan oleh pasutri setelah menikah, yaitu :
1. Karakter Diri
Pasangan bisa jadi punya banyak kesamaan dengan anda, hobi yang serasi, impian yang sejalan, cita-cita yang sekata. Tapi ingat, pasutri tetap dua individu yang unik dan berbeda. Tak perlu memaksa berubah jika ada yang tak sama. Saling menginspirasi hal-hal baik yang dimiliki, dan bertenggang rasa atas segala beda, itu lebih utama.
2. Keluarga Besar dan Teman
Setelah menikah, seorang istri wajib taat dalam perkara yang baik pada suaminya karena jaminannya surga. Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)
Akan tetapi istri juga tak lantas tidak berhak untuk mengunjungi orang tua, keluarga besar atau teman-temannya. Dengan seijin suami, istri bisa pulang kampung menengok orang tuanya, mengunjungi saudaranya atau mendatangi acara bersama teman-temannya. Begitu juga suami, setelah menikah, yang utama wajib berbakti pada ibu dan ayahnya, lalu bertambah dengan bertanggung jawab atas istrinya. Meski begitu, ia masih berhak untuk berkegiatan bersama teman-temannya sesuai batasan agama dan norma. Jadi, pernikahan semestinya bukan menutup jalan silaturahim, tapi sebaliknya akan membuka selebar-lebarnya.
3. Impian Anda
Setelah menikah, banyak mimpi dari suami/istri yang tertulis rapi di diary, akhirnya terkunci dan masuk lemari. Tapi, tidak akan terjadi jika ada komunikasi yang baik antar pasutri. Mungkin suami ingin melanjutkan pendidikan lagi setelah menikah, istri ingin mengambil spesialisasi sesuai ilmu yang dimiliki, atau ada angan-angan keluar kerja dan menjadi wirausaha. Kuncinya sampaikan pada pasangan, siapa tahu mimpi diri sendiri bisa menjelma jadi cita-cita bersama.
Semoga setelah menikah , keberkahan makin melimpahi, ya Sahabat Ummi…^-^

ummi-online , 8 November 2016
Referensi: berbagai sumber / Ilustrasi: Google / Penulis: Dian Restu Agustina


2 comments:

  1. Setelah menikah dan punya anak pekerjaan ditinggalkan dan diganti dgn mengurus rmh dan anak dan sibawa enjoy aja mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak, Jalani dengan ikhlas..Insya Allah berkah akan melimpah :)

      Delete