Posts

Showing posts from December, 2016
Image
Kado di Hari Ibu
Hari ini judulnya cuti. Pagi diawali dengan dua ucapan, tulisan tangan dari dua kesayanganπŸ‘¦πŸ‘¦. Lalu ada pesan singkat jelas padat dari pasangan dunia akhirat πŸ’‘πŸ˜€
Lanjut ikut Nova City Tour with Trans Jakarta. Persembahan Tabloid Nova - Sahabat Wanita Inspirasi Keluarga, untuk pembaca setianya. Para Ibu yang istimewa, sehari bergembira bersama dengan tanpa dipungut biaya.😊
Berawal saat dua hari yang lalu ditelpon Nova, ditawari untuk ikutan. Dan, karena anak-anak dah kelar ujian, jadi "cuti " bisa diajukanπŸ˜€.
Acaranya seru! Kumpul di base camp Nova di Kompas Gramedia, Kebon Jeruk. Lalu naik bis Trans Jakarta Pink - khusus untuk wanita, turun di halte Balai Kota. Trip pertama ke Museum Nasional (Museum Gajah). Museumnya bagus/modern, murah tiketnya(5 ribu Rupiah saja) dan lengkap koleksinya. Bisa jadi referensi untuk liburan keluarga di Jakarta. Bangunan yang dikunjungi adalah bangunan baru. Bangunan lama mulai Januari 2017 akan ditutup sementara karena ada…
Image
Ingin Tahu Hal Baru


Dulu, sebelum pernah tinggal di negeri empat musim, saya selalu ingin tahu rasa dinginnya salju. Tapi, apa daya ternyata saya tinggal di Louisiana yang berada di sisi Selatan benua Amerika yang tak ada saljunya. 🌎⛄
Memburu rasa ingin tahu, saat itu, saya dan keluarga, pun melakukan perjalanan ke daerah yang bersalju. Disana, saat nampak saljunya, tak sabar memegang dan merasakan sensasi ademnya...Dan, akhirnya dengan penuh perjuangan, terbayar kontan rasa penasaran. AlhamdulillahπŸŽŠπŸŽ‰
Setahun belakangan suami dan saya menjawab rasa ingin tahu dengan mencoba belajar hal baru. Suami saya berlatih piano, dari yang tidak bisa sama sekali, belajar dari nol bareng anak-anak yang mungkin masih ngompol. Lantaran kemauan besar diiringi rutin latihan, akhirnya rasa ingin tahunya terlampiaskan. Dan, rangkaian nada lewat piano pun bisa dimainkan. 
Saya, yang merasa sok bisa menulis, terus berlatih merangkai kata baris demi baris. Menambah wawasan untuk bahan tulisan dari berbagai …
Image
Belanja dengan BijaksanaπŸ‘šπŸ‘–πŸ‘


Saya memilih untuk belanja dengan bijaksana. Kalau memang di warung tetangga ada - ya beli disana, jika ternyata tak tersedia, bisa beli di tetangga dunia maya, atau di tempat lain yang menjualnya (asal ada uangnyaπŸ˜‚).
Saat sosial media meraja, pengertian "tetangga" memang berkembang.Tetangga bukan hanya orang yang tinggal di dekat rumah kita saja, tapi bertambah dengan orang yang ada di daftar "Teman" akun sosmed kita. πŸ‘πŸ“±
Nah, berarti kita pun bisa membeli dari tetangga sosmed kita, jika barang yang kita butuhkan ada.πŸ‘“πŸ‘œπŸ‘•
Coba lihat teman yang sering menghiasi akunnya dengan beragam barang atau makanan menarik dengan harga ciamik. Kalau tertarik, tinggal klik - inbox an - transfer uang - barang datang - teman riang - kita senang .πŸ‘πŸ’ƒπŸ˜
Bukan hanya barang, banyak teman kita yang menawarkan jasa. Jika kita perlu, kenapa tidak kita kontak dulu. Ada yang terima jasa konstruksi, sewa mobil, les private, training online, service listrik at…
Image
Percaya, Saya Bisa ! πŸ’ͺπŸƒπŸ‘



Saya adalah penderita Acrophobia atau takut pada ketinggian. Jika berada di tempat dengan ketinggian tertentu, saya bisa merasa tegang, mual, pusing, berkeringat dingin dan jantung deg-degan ( kayak ketemu mantan..😝 πŸ˜‚ )#hahaha
Jika berada di ujung tangga lantai dua dan harus melihat ke dasar tangga di lantai satu, sudah bikin napas saya tak tentu #hiks 😱😭
Tapi itu dulu. Sekarang saya jauh lebih baik dari itu. Mau tau siapa yang membantu ? #Ibu !πŸ˜πŸ‘΅πŸ˜˜
Waktu kecil kami pergi ke rumah kerabat yang berlantai dua. Saya takut naik tangganya. Saya digandeng Ibu cuma sampai di tengahnya karena keringat dingin mulai terasa. Beliau lalu mengajak turun dan tidak memaksa. πŸ’–
Untuk menaklukkan puncak Candi Borobudur pun saya sampai harus butuh waktu 6 kali kunjungan. Kelas 2 SMP, Ibu menggandeng saya di tangga, menuju puncak stupa sambil terus menyemangati :
" Ayo, nyawang o nduwur ae, tujuan e kae, stupa sing gede dewe, ora usah noleh nyang ngisor neh!"
("…
Image
Ingat, Kamu Perempuan Hebat !


Jangan sepelekan ~ perempuan rumahan ~ yang biasanya dasteran ~ karena sekalinya ke kondangan ~ bisa bikin kamu kliyengan! 
Pernah diabaikan? Dianggap tidak ada? Diremehkan oleh orang terdekat, terutama pasangan?😒
Jangan kecil hati! Mungkin yang lupa kalau kamu ada di sebelahnya, sedang amnesia. Jika kamu tetap mengingatnya dimana pun kamu berada, dan dia tidak berlaku sebaliknya. Bersyukurlah, berarti ingatanmu belum lelah #Alhamdulillah πŸ‘πŸ˜‰
Jangan pernah merasa kamu bukan siapa-siapa! Suami yang makin jaya karirnya, tambah lancar rejekinya, lebih kinclong sampe bikin perempuan lain terbengong-bengong. Pasti itu karena doa yang kamu pinta pada Yang Maha Kuasa. Tentu itu berkat dukunganmu saat dia jatuh dan tersedu. Yakinlah semua terjadi karena kamu mengurusi suami lebih dari diri sendiri. #HmmmmπŸ‘ŒπŸ˜†
Jangan pedulikan cibiran, tentang apa sih yang bisa kamu lakukan! Lihat anak-anakmu. Yang tumbuh sehat karena kamu rawat. Yang pintar karena kamu ajar. Ya…
Image
Subur = Makmur ?




Sebentar lagi, saat pulang kampung, saya harus siap dihujani komentar yang sama : " Kok kuruuu eram!" (kok kurus sekali) 😁

Lalu akan berlanjut dengan kalimat seperti : "Ojo kuru-kuru, Rodok dilemokne ben seger, Wis makmur i kudune awake subur..dll, dst !"(Jangan terlalu kurus, Gemukin sedikit lah biar segar, Kalo udah makmur harusnya badannya subur....)
#glodaggg ( Alhamdulillah ada yg doain makmur, Aamiin 😍 )


*Memang serba salah yaa, gemuk dikomentari, kurus dinasihati..terus pas e piye ?* πŸ˜·πŸ˜”πŸ˜‚


Saat baru menikah, berat badan saya 47 kg. Selama 3 kali hamil-melahirkan-menyusui ( FYI : anak pertama saya meninggal saat umur 13 hari), berat badan sempat naik ke angka 60 kg. Biasanya setelah beberapa bulan lahiran, akan balik ke angka semula. Seperti hari ini, setelah 14 tahun berlalu, berat saya cuma naik tipis, jadi 48 kg...( sebenarnya dikasih makan nggak sih sama suami hihihi)πŸ˜‚πŸ˜


Saya jadi bertanya-tanya, benarkah bahwa subur itu sama dengan makmur?…
Image
When Feeling Bad is not Enough

Aceh diguncang gempa. Ratusan orang tewas, terluka dan kehilangan harta benda. Suriah diguncang perang yang tak berkesudahan. Membuat ratusan ribu nyawa melayang, jutaan orang mengungsi dan beberapa kotanya beranjak mati.😭

Bencana seringkali terjadi di sekitar kita. Baik itu bencana alam maupun kemanusiaan. Kita ingin sekali membantu tapi apa daya jarak dan waktu tak mengijinkannya. Jadi harus bagaimana yaa? 

1. Cari informasi tentang lokasi dan keadaan terkini dari media yang terpercaya (karena banyak yang ngawur beritanya).πŸ”πŸ’»πŸ“Ί

2. Pertimbangkan bantuan apa yang tepat untuk diberikan. Kalau kita dekat, bisa langsung dibawa ke tempat. Bawa barang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan pengungsi. Seperti : baju dalam, alat sholat, peralatan mandi, makanan siap santap, popok sekali pakai, atau baju bayi.🚼🍱

3. Relawan. Jika kita seorang profesional dan bisa menjadi relawan, daftarkan diri pada organisasi resmi yang bisa menjembatani. Apakah itu petugas medi…
Image
Hutang yang Tak Kunjung Padam


Sesudah menikah, saya pindah mengikuti suami dan tinggal di rumah dinas, fasilitas dari perusahaan tempatnya bekerja. Saya keluar dari pekerjaan dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Saat itu kami berdua memulai hidup dari nol. Modal awal kami hanya beberapa perabot rumah tangga dan sebuah sepeda. Sederhana tapi bahagia.😍
Kok tidak mencicil motor atau mobil? Jawabannya : karena kami berdua tipe yang takut berhutang. Hutang menurut kami, bisa membuat tidur tak lelap, makan pun tak lahap. Jadi, kami pun bersabar, menabung sampai sebuah motor pun bisa terbeli. Meski saat itu, mobil tetangga begitu menggoda, tapi kami berusaha menutup mata dan berpegang teguh pada keyakinan semula.
Lalu, sebuah rumah milik sendiri, kami cantumkan di daftar mimpi tertinggi. Dan itu terwujud beberapa tahun kemudian, saat harus pindah ke ibukota, dan tak ada lagi fasilitas rumah dinas. Tapi, ternyata tabungan yang digadang-gadang bisa ditukar dengan rumah impian, apa daya ta…
Image
Secangkir Kopi ~ Sebaris Mimpi





Suami dan saya berasal dari keluarga yang sederhana. Jangankan untuk keliling dunia, bisa bersekolah saja bagi kami merupakan wujud impian terindah.😍.

Kami berdua sama, enam bersaudara. Suami anak kelima dan saya anak bungsu di keluarga. Orang tua pun sama berprofesi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa aka Guru. Bisa sampai ke strata Sarjana itu sudah merupakan perjuangan mati-matian. Satu yang kami jadikan pedoman, pesan orang tua bahwa warisan terbaik yang bisa ditinggalkan  orang tua untuk anak-anaknya adalah adalah ilmu pengetahuan. Harta melimpah bisa habis dalam sekejap mata. Berbeda dengan ilmu yang akan kita bawa sampai maut menjemput.

Karena itu, berusaha keras adalah jawabannya. Doa di awal usaha sebagai pengingat bahwa Yang Maha Kuasa lah yang punya hak prerogatif untuk menentukan hasilnya. Tugas kita hanya berupaya sekuat tenaga. Tak ada yang bisa mengubah nasib diri selain kita sendiri. Nikmati semua prosesnya, jalani segala riaknya. Seperti …
Image
Liburan Tuntas, Datanglah Si Malas


Libur panjang akhir pekan baru saja melenggang. Ada yang kemarin puas jalan-jalan ke berbagai tempat wisata atau pulang kampung menjenguk orang tua. Sementara yang di rumah saja, seperti saya, puas selonjoran dan bersantai sejenak dari kewajiban.  Ketika libur usai dan rutinitas harus kembali seperti biasa, barulah terasa! Duh, malasnya! Liburnya udahan yaaa? Kok cepet banget..!😁
Bad mood kembali datang. Padahal tiga hari badan dan pikiran sudah diisi ulang. Harusnya fresh malah ngeles..#Huaaaaaaa!! Terus harus bagaimana menyiasatinya?
1.Susah Tidur

Biasanya mendera saat malam terakhir libur. Terbayang esok hari setumpuk pekerjaan telah menanti. Atau banyak janji yang harus ditepati. Tidur jadi tak nyenyak dan mimpi dijamin tak enak.
Atasi hal ini dengan melakukan rutinitas menyenangkan sebelum ke peraduan. Membaca bacaan kesukaan, mengisi teka-teki silang atau menonton film jenaka yang bisa bikin hati gembira. Asalkan tidak tidur kemalaman, karena e…
Image
Ayah, di Bahumu Aku Bersandar

Bapak (Pahlawan Hidupku)
Jalannya tertatih raganya mulai letih Badannya mengurus pipi pun kian tirus Kulit telah berkeriput, giginya hampir puput Mata tak lagi awas, tutur tak jua lampias
Kemudaannya direnggut masa Kegagahannya ditaklukkan kala Kebugarannya dikalahkan lara Kenangannya ditumbangkan lupa
Kita memang jarang punya waktu berdua Kesibukan menyitamu dari pagi hingga senja Tapi tak pernah kau ujar sambat Akan tanggung jawabmu yang berat
Kau hanya ucapkan sebaris kalimat Yang mewalikan beribu amanat Kau cuma menatapku teduh Namun lukaku bisa luruh
Tidaklah harta maupun banda Atau foto bertoga di ruang keluarga Citamu untuk keenam ananda Jadi insan yang berguna bagi sesama
Harap terujar doa terpanjat Semoga Bapak sehat wal afiat Terima kasih telah berkorban jiwa raga Yang Kuasa yang bisa membalasnya


Image
Jumatan di Masjid ~ Parkirnya di GerejaπŸŽ‡