Kado di Hari Ibu



Hari ini judulnya cuti. Pagi diawali dengan dua ucapan, tulisan tangan dari dua kesayangan๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ฆ. Lalu ada pesan singkat jelas padat dari pasangan dunia akhirat ๐Ÿ’‘๐Ÿ˜€

Lanjut ikut Nova City Tour with Trans Jakarta. Persembahan Tabloid Nova - Sahabat Wanita Inspirasi Keluarga, untuk pembaca setianya. Para Ibu yang istimewa, sehari bergembira bersama dengan tanpa dipungut biaya.๐Ÿ˜Š

Berawal saat dua hari yang lalu ditelpon Nova, ditawari untuk ikutan. Dan, karena anak-anak dah kelar ujian, jadi "cuti " bisa diajukan๐Ÿ˜€.

Acaranya seru! Kumpul di base camp Nova di Kompas Gramedia, Kebon Jeruk. Lalu naik bis Trans Jakarta Pink - khusus untuk wanita, turun di halte Balai Kota. Trip pertama ke Museum Nasional (Museum Gajah). Museumnya bagus/modern, murah tiketnya(5 ribu Rupiah saja) dan lengkap koleksinya. Bisa jadi referensi untuk liburan keluarga di Jakarta. Bangunan yang dikunjungi adalah bangunan baru. Bangunan lama mulai Januari 2017 akan ditutup sementara karena ada revitalisasi. Karena sudah ada yang mulai libur sekolah. Jadi, museum ini ramai pengunjung kemarin. Ada juga rombongan wisatawan mancanegara yang ingin menikmati koleksi sejarah bangsa ini. ๐Ÿšƒ๐Ÿฃ

Ada empat lantai ruang pamer yang kami kunjungi. Mulai dari lantai 1 yang memperlihatkan sejarah manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Replika manusia purba, gua tempat tinggalnya, dan replika makamnya. Juga ada urutan penemuannya. Di lantai yang sama juga ada atrium tempat diadakannya latihan menari setiap hari Sabtu Pagi juga ada pertunjukan cara membatik setiap hari. Di lantai dua dan tiga ada berbagai prasasti atau replikanya. Seperti Prasasti dari Kerajaan Kutai, Kerajaan Tarumanegara, Prasasti Batu Besar, Nekara alat pemanggil hujan dari NTT dan senapan panjang peninggalan Perang Padri. Di lantai empat ada regalia/ peninggalan turun temurun kerajaan di Indonesia. Jam buka Museum Selasa-Minggu. Untuk Selasa-Jumat buka dari 08.00-16.00. Sedangkan Sabtu-Minggu 08.00-17.00. Setiap Senin dan hari besar nasional tutup. 

Selanjutnya kami belajar membuat bunga dari kain perca untuk aksesoris - bros, bando, kalung - dengan memanfaatkan limbah di sekitar kita. Tutorial disampaikan oleh Ibu Ratnawati Sutedjo, yang punya pelatihan dan menciptakan lapangan kerja untuk penyandang disabilitas. Beliau adalah pemilik dan pendiri yayasan Precious One. Cantik sekali hiasan bunga yang dibuat sendiri. Bisa menginspirasi ibu-ibu untuk mendaur ulang limbah kain, mengisi waktu luang bahkan bisa jadi peluang untuk mendulang uang.๐Ÿ’ฎ๐ŸŒน

Setelah rehat untuk Ishoma, acara disambung tur keliling kota Jakarta. Naik bis tingkat gratis  City Tour, milik pemprov DKI Jakarta, dari depan Museum Nasional. Tujuannya Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta) di Kota Tua. Bisnya keren dan ada guide yang komplit ceritanya! Jadi tau deh sejarah Jakarta!Yeaay! Seperti, kenapa dinamakan Glodok, ternyata dulu daerah tersebut adalah Gelodog/teras/pintu masuk kerajaan Sunda Kelapa. Lalu kawasan Harmoni, diambil dari nama Harmoni, sebuah tempat hiburan khusus untuk kaum kaya Hindia Belanda. Dimana di halamannya ada tulisan "Dilarang masuk untuk pribumi dan anjing". Ada juga cerita tentang Menara BTN yang disebut Pos Jaga Monyet. Karena kawasan itu dulu adalah hutan belantara yang banyak monyetnya sehingga harus dijaga. 

Ada lagi cerita tentang sungai yang memanjang dari Juanda ke Glodok. Yang sebenarnya adalah kanal, sepanjang 3 km dan lebar asal 15 m. Sekarang sebagian sudah diurug dan berubah fungsi jadi jalan, jadi lebarnya tinggal 5 m saja. (Pantesan, jadi banjir Jakarta ya - salah satu sebabnya mungkin ini) . Lalu Gedung Arsip, dulunya adalah Rumah Dinas Gubernur VOC. Dan, masih banyak cerita menarik lainnya.๐ŸŽ‹๐Ÿ‘

Museum Fatahillah menyimpan cerita/benda bersejarah kota Jakarta. Ada bekas penjara bawah tanah untuk tahanan pria dan wanita, pedang pancung, meja kursi untuk rapat kaum pejabat Hindia Belanda, prasasti dan lain-lain, peninggalan dari jaman Fatahillah sampai masa penjajahan Belanda. Jam buka Selasa - Kamis 08.30 - 14.30 Jumat 08.30- 11.30 Sabtu 08.30-13.10 Minggu 08.30-14.30 Senin dan hari besar nasional tutup.๐Ÿ‘

Akhirnya perjalanan berujung dengan kembali ke base camp Nova. Lalu, pulang ke rumah dengan tentengan hadiah.๐Ÿ˜€๐ŸŽ (Thanks๐Ÿ˜)

Hari Ibuku yang haru biru. Terima kasih untuk semua ucapan indahnya.
Selamat Hari Ibu untuk semua.
Semoga kita semua bisa jadi Ibu yang lebih baik lagi untuk keluarga, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Aamiin๐Ÿ’ช๐Ÿƒ๐Ÿ‘ฉ

Ucapan dari kesayangan


Di depan Museum Nasional





Bis Tingkat City Tour Jakarta...keren!


Bertemu teman baru....


Ibu Ratnawati Sutedjo

Prasasti Ciareuteun

Timbangan Banjar : sisi kiri anak yang dikhitan, kanan berat souvenir

Fosil manusia purba




Maket Gereja Belanda

Meja bundar dari 1 lingkaran pohon jati. Diameter 2,5 m

Brankas uang jaman Hindia Belanda

Pedang Pancung

Raja pertama Belanda

Rombongan NOVA City Tour with Trans Jakarta

Penjara bawah tanah untuk wanita, tinggi hanya 110 cm, dan selalu becek lantainya

Ingin Tahu Hal Baru 




Dulu, sebelum pernah tinggal di negeri empat musim, saya selalu ingin tahu rasa dinginnya salju. Tapi, apa daya ternyata saya tinggal di Louisiana yang berada di sisi Selatan benua Amerika yang tak ada saljunya. ๐ŸŒŽ⛄

Memburu rasa ingin tahu, saat itu, saya dan keluarga, pun melakukan perjalanan ke daerah yang bersalju. Disana, saat nampak saljunya, tak sabar memegang dan merasakan sensasi ademnya...Dan, akhirnya dengan penuh perjuangan, terbayar kontan rasa penasaran. Alhamdulillah๐ŸŽŠ๐ŸŽ‰

Setahun belakangan suami dan saya menjawab rasa ingin tahu dengan mencoba belajar hal baru. Suami saya berlatih piano, dari yang tidak bisa sama sekali, belajar dari nol bareng anak-anak yang mungkin masih ngompol. Lantaran kemauan besar diiringi rutin latihan, akhirnya rasa ingin tahunya terlampiaskan. Dan, rangkaian nada lewat piano pun bisa dimainkan. 

Saya, yang merasa sok bisa menulis, terus berlatih merangkai kata baris demi baris. Menambah wawasan untuk bahan tulisan dari berbagai bacaan. Bergabung dengan komunitas dan mengikuti beragam pelatihan kepenulisan. Yang semuanya itu saya lakukan untuk menjawab rasa penasaran. 

Rasa ingin tahu akan membuat kita mencoba hal-hal baru. Yang belum pernah kita rasa sebelumnya. Yang selama ini hanya menghiasi mimpi. Yang jadi angan-angan sejak kapan-kapan. Yang dicita-citakan dan belum kesampaian.๐Ÿ’ญ๐Ÿ˜’

Mau tahu cara menyetir mobil, memacu kita berlatih sampai terampil. Saat ingin lancar berbahasa asing, kita jadi rajin browsing. Bikin kue keringnya mau lihai, praktek terus sampai piawai.๐Ÿ’ช๐Ÿ‘

Pupuk terus rasa ingin tahumu. Cobalah hal-hal baru. Keluar dari zona nyamanmu. Lihat keluar sana, agar pikiran terbuka. Belajarlah pada siapa saja, ilmu baru yang berguna. Karena Allah mewajibkan kita terus belajar, sampai tiba saatnya pulang.๐Ÿ˜‰๐Ÿ™

Belanja dengan Bijaksana ๐Ÿ‘š๐Ÿ‘–๐Ÿ‘



Image result for belanja dengan bijaksana

Saya memilih untuk belanja dengan bijaksana. Kalau memang di warung tetangga ada - ya beli disana, jika ternyata tak tersedia, bisa beli di tetangga dunia maya, atau di tempat lain yang menjualnya (asal ada uangnya๐Ÿ˜‚).

Saat sosial media meraja, pengertian "tetangga" memang berkembang.Tetangga bukan hanya orang yang tinggal di dekat rumah kita saja, tapi bertambah dengan orang yang ada di daftar "Teman" akun sosmed kita. ๐Ÿก๐Ÿ“ฑ

Nah, berarti kita pun bisa membeli dari tetangga sosmed kita, jika barang yang kita butuhkan ada.๐Ÿ‘“๐Ÿ‘œ๐Ÿ‘•

Coba lihat teman yang sering menghiasi akunnya dengan beragam barang atau makanan menarik dengan harga ciamik. Kalau tertarik, tinggal klik - inbox an - transfer uang - barang datang - teman riang - kita senang .๐Ÿ‘๐Ÿ’ƒ๐Ÿ˜

Bukan hanya barang, banyak teman kita yang menawarkan jasa. Jika kita perlu, kenapa tidak kita kontak dulu. Ada yang terima jasa konstruksi, sewa mobil, les private, training online, service listrik atau jasa penulisan (seperti saya ... hahaha๐Ÿ˜‚). ๐Ÿ ๐Ÿš—๐Ÿ’ป

Namun, berbelanja pada tetangga dunia maya pun perlu etika :

1. Hindari menawar harga dengan mati-matian atau berharap mendapat diskon gede-gedean. Jangan mentang-mentang adik ipar, terus minta beli 1 gratis 1 (kecuali kalau dia jual sepatu - pasti kita dapat satu biji + gratis satu biji) Ingat mereka penjual bukan badan amal.๐Ÿ˜

2. Membeli pada mereka berarti menyambung silaturahmi. Yang sudah bertahun-tahun ngga reuni jadi bisa saling mengunjungi (meski uang/ barangnya yang reuni duluan dan orangnya belakangan ๐Ÿ˜€)

3. Berbelanja ke mereka artinya ikut mensukseskan program pemberdayaan masyarakat/usaha kecil menengah/wirausaha mandiri. ๐Ÿ˜‰๐Ÿ’ช

4. Sedangkan, untuk penjual pun ada etikanya. Jangan karena yang beli teman, kirim barang kelamaan, terima kasihnya kelupaan, atau gegara nggak enak ati- padahal nggak ikhlas - tetep kasih diskonan๐Ÿ˜€๐Ÿ˜ท

5. Kalau di warung tetangga barang yang dicari tak ada, tetangga sosmed pun tak punya, hak kita sebagai pembeli untuk berbelanja di mana saja, asal dengan bijaksana ( misal : utamakan produksi negeri sendiri, kalo punya uang ya belanja, kalo nggak ya hutang dulu saja..ups maksudnya tunda saja ๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜Ž)

Percaya, Saya Bisa ! ๐Ÿ’ช๐Ÿƒ๐Ÿ‘



Image result for acrophobia


Saya adalah penderita Acrophobia atau takut pada ketinggian. Jika berada di tempat dengan ketinggian tertentu, saya bisa merasa tegang, mual, pusing, berkeringat dingin dan jantung deg-degan ( kayak ketemu mantan..๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜‚ ) #hahaha

Jika berada di ujung tangga lantai dua dan harus melihat ke dasar tangga di lantai satu, sudah bikin napas saya tak tentu #hiks ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ญ

Tapi itu dulu. Sekarang saya jauh lebih baik dari itu. Mau tau siapa yang membantu ? #Ibu !๐Ÿ˜๐Ÿ‘ต๐Ÿ˜˜

Waktu kecil kami pergi ke rumah kerabat yang berlantai dua. Saya takut naik tangganya. Saya digandeng Ibu cuma sampai di tengahnya karena keringat dingin mulai terasa. Beliau lalu mengajak turun dan tidak memaksa. ๐Ÿ’–

Untuk menaklukkan puncak Candi Borobudur pun saya sampai harus butuh waktu 6 kali kunjungan. Kelas 2 SMP, Ibu menggandeng saya di tangga, menuju puncak stupa sambil terus menyemangati :

" Ayo, nyawang o nduwur ae, tujuan e kae, stupa sing gede dewe, ora usah noleh nyang ngisor neh!"

("Ayo, lihatlah ke depan, tujuannya itu, stupa terbesar, tidak usah lihat ke bawah lagi!") #Bismillah

Dan, akhirnya saya bisa sampai ke puncaknya! #Alhamdulillah

Sejak itu rasa takut saya pada ketinggian makin memudar. Fokus pada tujuan memang harus jadi pegangan agar hati tak gentar.๐Ÿ‘๐Ÿ˜‰

Sama halnya dalam kehidupan. Kita seringkali menilai diri tak sanggup menjalani. Padahal sebenarnya kita mampu. Atau bahkan bisa lebih dari itu. #Yakin๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‰

Kita takut mencoba padahal kita bisa. Kita merasa gagal sedangkan usaha belum total. Kita terlalu meremehkan diri padahal banyak potensi belum tergali. Kita maunya kerjain semua sehingga lupa fokus pada tujuan semula. Kita kebanyakan rehat sedangkan orang lain sudah hebat. Kita lebih sering bilang ntar dulu daripada terus maju. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ท

Aah, tapi itu dulu. Mulai sekarang kita bilang : " Percaya, Saya Bisa!"๐Ÿƒ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜Ž

Ingat, Kamu Perempuan Hebat !



๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜€Jangan sepelekan ~ Perempuan rumahan ~ yang biasanya dasteran ~ karena sekalinya ke kondangan ~ bisa bikin kamu kliyengan! ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜€

Pernah diabaikan? Dianggap tidak ada? Diremehkan oleh orang terdekat terutama pasangan?๐Ÿ˜ข

Jangan kecil hati! Mungkin yang lupa kalau kamu ada di sebelahnya, sedang amnesia. Jika kamu tetap mengingatnya dimana pun kamu berada, dan dia tidak berlaku sebaliknya. Bersyukurlah, berarti ingatanmu belum lelah #Alhamdulillah ๐Ÿ‘๐Ÿ˜‰

Jangan pernah merasa kamu bukan siapa-siapa! Suami yang makin jaya karirnya, tambah lancar rejekinya, lebih kinclong sampe bikin perempuan lain terbengong-bengong. Pasti itu karena doa yang kamu pinta pada Yang Maha Kuasa. Tentu itu berkat dukunganmu saat dia jatuh dan tersedu. Yakinlah semua terjadi karena kamu mengurusi suami lebih dari diri sendiri. #Hmmmm๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜†

Jangan pedulikan cibiran, tentang apa sih yang bisa kamu lakukan! Lihat anak-anakmu. Yang tumbuh sehat karena kamu rawat. Yang pintar karena kamu ajar. Yang jadi anak baik karena kamu didik. #Wow ๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘

Jangan hiraukan jika ada yang mengatakan kerjamu di rumah hanya tidur-tiduran. Coba renungkan saat akan beranjak ke peraduan. Apa saja yang telah seharian kamu kerjakan. Rumah rapi tak berantakan. Selalu ada makanan di meja makan. Suami dan anak terurus tak terabaikan. #Yesss๐Ÿ˜‹

Tetap dengar omongan yang menyakitkan hatimu? Mereka pasti tak tahu sumbangsihmu untuk keuangan keluargamu. Kamu yang mengatur uang bulanan agar cukup untuk ini itu. Pun ada yang jualan dan kerja sampingan untuk menambah penghasilan.#Hebat ๐Ÿ˜‰

Jadi usir risau dan galau! Ingat, kamu Perempuan Hebat! Sungguh, kamu Ibu Tangguh! Jalani saja peranmu sebaik-baiknya! Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.๐Ÿ˜˜๐Ÿ’

Subur = Makmur ?






Sebentar lagi, saat pulang kampung, saya harus siap dihujani komentar yang sama : " Kok kuruuu eram!" (kok kurus sekali) ๐Ÿ˜

Lalu akan berlanjut dengan kalimat seperti : "Ojo kuru-kuru, Rodok dilemokne ben seger, Wis makmur i kudune awake subur..dll, dst !"(Jangan terlalu kurus, Gemukin sedikit lah biar segar, Kalo udah makmur harusnya badannya subur....)
#glodaggg ( Alhamdulillah ada yg doain makmur, Aamiin ๐Ÿ˜ )


*Memang serba salah yaa, gemuk dikomentari, kurus dinasihati..terus pas e piye ?* ๐Ÿ˜ท๐Ÿ˜”๐Ÿ˜‚


Saat baru menikah, berat badan saya 47 kg. Selama 3 kali hamil-melahirkan-menyusui ( FYI : anak pertama saya meninggal saat umur 13 hari), berat badan sempat naik ke angka 60 kg. Biasanya setelah beberapa bulan lahiran, akan balik ke angka semula. Seperti hari ini, setelah 14 tahun berlalu, berat saya cuma naik tipis, jadi 48 kg...( sebenarnya dikasih makan nggak sih sama suami hihihi)๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜


Saya jadi bertanya-tanya, benarkah bahwa subur itu sama dengan makmur? Atau bahwa makmur itu harus subur?


1. NGGAK SAMA. Buktinya Pakdhe Jokowi badannya segitu-gitu saja. Paklik Mark Z juga sama. Kalo subur ya subur saja. Makmur? Nanti dulu. Bisa jadi dia makmur hati, artinya dia woles aja dengan hidupnya --> dinikmati - dijalani - disyukuri. Jadi meski belum makmur materi, dia nggak terlalu ambil hati #eaaaa ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ’ช


2. NGGAK USAH dipikirin kalau Anda saat ini subur duluan meski belum makmur beneran. Kalo ada yg nyindir : "Makmur bener sekarang!" Bilang Alhamdulillah dan Aamiin-in aja! Karena itu adalah sebuah doa agar pundi-pundi kemakmuran menghampiri kita #yeaay ๐Ÿ‘๐Ÿ™


3. NGGAK PERLU kecil hati kalau Anda senasib dengan saya. Kurus-kurus cabe rawit. Sekali ngletus rasanya menggigit. Ngga perlu iri hati kalau Anda berbeda nasib dengan saya. Meski subur yang penting tetap bersyukur. Memang begitulah hidup : Allah yang takdir-in, kita yang jalanin, teman sosmed yang komentarin. #haha ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜˜


4. Subur tidak sama dengan Makmur : Karena mereka adalah 2 orang yang berbeda #selesai ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘…



When Feeling Bad is not Enough



Aceh diguncang gempa. Ratusan orang tewas, terluka dan kehilangan harta benda. Suriah diguncang perang yang tak berkesudahan. Membuat ratusan ribu nyawa melayang, jutaan orang mengungsi dan beberapa kotanya beranjak mati.๐Ÿ˜ญ


Bencana seringkali terjadi di sekitar kita. Baik itu bencana alam maupun kemanusiaan. Kita ingin sekali membantu tapi apa daya jarak dan waktu tak mengijinkannya. Jadi harus bagaimana yaa? 


1. Cari informasi tentang lokasi dan keadaan terkini dari media yang terpercaya (karena banyak yang ngawur beritanya).๐Ÿ”๐Ÿ’ป๐Ÿ“บ


2. Pertimbangkan bantuan apa yang tepat untuk diberikan. Kalau kita dekat, bisa langsung dibawa ke tempat. Bawa barang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan pengungsi. Seperti : baju dalam, alat sholat, peralatan mandi, makanan siap santap, popok sekali pakai, atau baju bayi.๐Ÿšผ๐Ÿฑ


3. Relawan. Jika kita seorang profesional dan bisa menjadi relawan, daftarkan diri pada organisasi resmi yang bisa menjembatani. Apakah itu petugas medis, guru, pendongeng anak, psikolog atau fotografer.๐Ÿ“ท๐Ÿ’‰


4. Bantuan uang adalah yang paling efektif untuk diberikan. Salurkan kepedulian kita lewat organisasi resmi yang memang menyalurkan bantuan ke korban. Hati-hati karena banyak lembaga bantuan yang abal-abal. Sumbangkan lewat badan resmi misalnya PMI, UNICEF atau lembaga kemanusian independen yang kredibel. Sekarang mau menyumbang itu gampang. Bisa lewat transfer bank, donasi online (tinggal klik-masukkan jenis pembayaran yang dipilih-selesai), sumbangan tunai di konter lembaga yg dibuka di pusat perbelanjaan atau jemput donasi (tinggal SMS nanti donasi diambil petugas). Berapapun bantuan kita, akan meringankan penderitaan korban.๐Ÿ’ท๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ต๐Ÿ’ณ


5. Sebarkan! Ajak saudara dan teman dalam gerakan kemanusian. Lebih banyak yang peduli akan lebih baik lagi. Tapi jangan asal menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Pikir sebelum share!๐Ÿ’๐Ÿ‘ด๐Ÿ‘ฑ๐Ÿ‘ฎ


6. Doa. Mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran. Mohon Allah SWT menjauhkan dari segala bencana dan mengakhirkan peperangan. Juga agar semua pihak yang berkepentingan terbuka mata dan hatinya bahwa perang hanyalah sebuah kesia-siaan.๐Ÿ™๐Ÿ’–

Hutang yang Tak Kunjung Padam


Image result for hutang


Sesudah menikah, saya pindah mengikuti suami dan tinggal di rumah dinas, fasilitas dari perusahaan tempatnya bekerja. Saya keluar dari pekerjaan dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Saat itu kami berdua memulai hidup dari nol. Modal awal kami hanya beberapa perabot rumah tangga dan sebuah sepeda. Sederhana tapi bahagia.๐Ÿ˜

Kok tidak mencicil motor atau mobil? Jawabannya : karena kami berdua tipe yang takut berhutang. Hutang menurut kami, bisa membuat tidur tak lelap, makan pun tak lahap. Jadi, kami pun bersabar, menabung sampai sebuah motor pun bisa terbeli. Meski saat itu, mobil tetangga begitu menggoda, tapi kami berusaha menutup mata dan berpegang teguh pada keyakinan semula.

Lalu, sebuah rumah milik sendiri, kami cantumkan di daftar mimpi tertinggi. Dan itu terwujud beberapa tahun kemudian, saat harus pindah ke ibukota, dan tak ada lagi fasilitas rumah dinas. Tapi, ternyata tabungan yang digadang-gadang bisa ditukar dengan rumah impian, apa daya tak mencukupi. Jumlahnya hanya bisa menutupi uang muka saja (bahkan masih kurang). Akhirnya dengan berat hati kami pun terpaksa berhutang. Dengan satu janji, saat ada uang, hutang akan segera dilunasi.

Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkan niat kami. Suami mendapat bea siswa sekolah di Amerika. Di sana, kami meneguhkan hati, menyisihkan uang untuk dua tujuan utama : bayar hutang dan.... jalan-jalan! (mumpung lagi di sana, kapan lagi ada kesempatan๐Ÿ˜‚) Akhirnya, begitu pulang ke tanah air, hutang bisa terbayar. Meski begitu, sampai sekarang, prinsip menghindari hutang masih tetap kami pegang.

Hutang, memang seringkali diremehkan dalam keseharian. Banyak sekali dari kita yang berhutang sana-sini bukan untuk kebutuhan utama melainkan untuk memenuhi gaya hidup saja. Belum lunas yang satu, sudah ambil cicilan baru. Padahal penghasilannya tetap segitu-gitu. Ujung-ujungnya hidupnya tak tenang karena dikejar-kejar pemberi hutang. Bahkan keluarga jadi terlantar, lantaran kebutuhan hidup tak terpenuhi, gegara uang musti disetor kesana kemari.

Lalu bagaimana sebenarnya cara yang tepat untuk menyikapi hutang?

1. Pikir Panjang Sebelum Berhutang

Mau itu hutang baju 100 ribu, atau mobil keluarga seharga 100 juta. Dua-duanya sama! Pikirkan matang-matang sebelumnya. Perlu enggak sih dibeli? Cek dulu lemari, jangan-jangan saat sudah di rumah, warna baju yang sama sudah ada tiga. Pun, jika mobil ternyata hanya dipakai sekali waktu, kenapa tidak menyewa saja saat perlu. Pertimbangkan sebelum memutuskan!

2. Cek Dulu Kantongmu

Keluar rumah sebentar, melirik mobil cantik atau motor tipe terbaru yang unyu-unyu. Ketemu teman sudah tukar ponsel teranyar atau tetangga pakai gamis modis yang manis. Duh, pengen! Belum lagi iklan yang bertaburan di sosial media kita. Lalu, brosur penawaran cicilan motor, mobil,  sampai panci,... di pusat perbelanjaan. Semua disertai iming-iming bisa dicicil sekian bulan. Hingga kita tergoda, langsung beli tanpa berpikir ulang lagi. Seharusnya saat membeli mobil, meski sudah punya uang DP-nya, kita harus hitung juga biaya-biaya lainnya. Ingat, bukan hanya cicilan yang harus kita bayar. Kita juga harus mengeluarkan biaya untuk bahan bakar, biaya perawatan, parkir/tol dan pajak kendaraan. Jangan sampai kita keteteran sampai-sampai mengorbankan biaya untuk kesejahteraan keluarga.

3. Jika Hutang Sudah di Tangan

Kalau ternyata sekarang Anda adalah Hutangers (orang yang berhutang), cobalah tinjau ulang keuangan. Hitung besaran pendapatan, pengeluaran dan kewajiban apa saja yang harus dibayarkan. Prioritaskan membayar hutang. Apalagi yang ada embel-embel suku bunga yang tinggi. Tutup mata dan telinga dulu dengan rencana beli barang yang baru. Pertimbangkan menjual aset, jika perlu, untuk membayar hutang dulu. 

4. Lakukan Pembayaran Pada Waktunya

Cicilan bulanan yang lewat dari tanggalnya akan menambah besar jumlah yang harus dibayar bulan berikutnya. Belum lagi denda/penalti bahkan pencabutan kepemilikan oleh kreditor pun bisa dilakukan. Semua karena keterlambatan pembayaran. Juga tinjau kepemilikan kartu kredit Anda. Cukup punya satu kartu saja, misalnya, yang memang dipakai untuk tujuan mempermudah pembayaran. Agar kemana-mana tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Manfaatkan kepraktisan yang ditawarkan. Gunakan dengan bijak. Lakukan pembayaran tagihannya secara penuh pada waktu yang ditentukan. Karena jika hanya pembayaran minimum saja yang dibayar berarti hutang plus bunga yang harus Anda bayar makin meninggi.

5. Cari Tambahan Penghasilan

Biar hutang cepat lunas carilah tambahan penghasilan. Misalnya, daripada mobil jarang dipakai lebih baik disewakan atau dimanfaatkan untuk layanan taksi online. Rupiah datang, hutang berkurang! Atau terima pesanan kue, membuat kerajinan, jualan online, atau apapun, sesuai dengan potensi yang  Anda miliki.

6. Jangan Tambah Hutang Lagi

Belum kelar satu atau dua cicilan, sudah berencana menambah hutang baru? Tuntaskan dulu yang lama! Menambah hutang lagi, sama saja cari perkara. Ubah pola pikir, bahwa hutang adalah satu-satunya solusi akhir. Hindari berhutang! Jangan sampai Anda hidup dengan berpegang pada peribahasa baru, yaitu : "Hutang yang Tak Kunjung Padam!"






Secangkir Kopi ~ Sebaris Mimpi







Suami dan saya berasal dari keluarga yang sederhana. Jangankan untuk keliling dunia, bisa bersekolah saja bagi kami merupakan wujud impian terindah.๐Ÿ˜.

Kami berdua sama, enam bersaudara. Suami anak kelima dan saya anak bungsu di keluarga. Orang tua pun sama berprofesi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa aka Guru. Bisa sampai ke strata Sarjana itu sudah merupakan perjuangan mati-matian. Satu yang kami jadikan pedoman, pesan orang tua bahwa warisan terbaik yang bisa ditinggalkan  orang tua untuk anak-anaknya adalah adalah ilmu pengetahuan. Harta melimpah bisa habis dalam sekejap mata. Berbeda dengan ilmu yang akan kita bawa sampai maut menjemput.

Karena itu, berusaha keras adalah jawabannya. Doa di awal usaha sebagai pengingat bahwa Yang Maha Kuasa lah yang punya hak prerogatif untuk menentukan hasilnya. Tugas kita hanya berupaya sekuat tenaga. Tak ada yang bisa mengubah nasib diri selain kita sendiri. Nikmati semua prosesnya, jalani segala riaknya. Seperti saat kita menikmati secangkir kopi. Kadangkala ada rasa pahit bila kopi itu tak bergula. Lain waktu jika kelebihan takaran krimernya jadi hilang keaslian rasa kopinya. Atau kala manisnya gula malah mendominasi rasanya jadi bukan kopi lagi. Begitu juga perjalanan menuju kesuksesan. Jatuh bangun seharusnya membuat kita makin kuat dan hebat.

Alhamdulillah, berkat doa dan usaha, Allah SWT menghadiahi kami, tidak saja dengan mengabulkan, bahkan melebihkan semua impian. Membuat kami merasa bahwa sebenarnya tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa. ๐Ÿ™

Teruslah bermimpi! Jangan pernah berhenti! Teruslah mencari ilmu sampai tutup usiamu. Tambahlah wacana agar wawasanmu makin kaya. Jalin silaturahmi untuk memperpanjang umur dan meluaskan rezeki.๐Ÿ’ž

Dan, yang terpenting segera bangun dari mimpi. Karena mimpi butuh realisasi !๐Ÿ’ช๐Ÿƒ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘



Liburan Tuntas, Datanglah Si Malas



Klenteng Sam Poo Kong ~ Semarang

Libur panjang akhir pekan baru saja melenggang. Ada yang kemarin puas jalan-jalan ke berbagai tempat wisata atau pulang kampung menjenguk orang tua. Sementara yang di rumah saja, seperti saya, puas selonjoran dan bersantai sejenak dari kewajiban. 
Ketika libur usai dan rutinitas harus kembali seperti biasa, barulah terasa! Duh, malasnya! Liburnya udahan yaaa? Kok cepet banget..!๐Ÿ˜

Bad mood kembali datang. Padahal tiga hari badan dan pikiran sudah diisi ulang. Harusnya fresh malah ngeles..#Huaaaaaaa!! Terus harus bagaimana menyiasatinya?

1. Susah Tidur

Biasanya mendera saat malam terakhir libur. Terbayang esok hari setumpuk pekerjaan telah menanti. Atau banyak janji yang harus ditepati. Tidur jadi tak nyenyak dan mimpi dijamin tak enak.

Atasi hal ini dengan melakukan rutinitas menyenangkan sebelum ke peraduan. Membaca bacaan kesukaan, mengisi teka-teki silang atau menonton film jenaka yang bisa bikin hati gembira. Asalkan tidak tidur kemalaman, karena esok hari energi penuh masih dibutuhkan.

2. Bangun Tidur

Aura liburan seringkali masih menghampiri di pagi hari. Rasa enggan tak kunjung hilang. Akhirnya, bad mood pun menjemput!

Sesaat sesudah bangun tidur coba tenangkan diri. Bagi yang Muslim ambil air wudhu dan tegakkan sholat. Atau lakukan meditasi/doa pagi bagi yang beragama lain. Beberapa menit saja agar keluar spirit dari hati terdalam sehingga Anda siap menghadapi hari dengan gagah berani.

3. Tidak Sempat Sarapan

Makan yang paling utama dalam sehari adalah sarapan karena merupakan sumber energi awal bagi badan. Tapi, lantaran buru-buru dikejar waktu, sarapan pun kadang terlupakan.

Siasati dengan sarapan kilat tapi sehat. Pisang, telur orak arik, sereal, roti isi tambah segelas susu, bisa jadi pilihan karena tak perlu waktu lama penyajiannya. Ingat, tidak sarapan bisa memicu Anda menjadi uring-uringan karena kelaparan.

4. Pekerjaan Tak Terselesaikan

Karena masih dalam suasana liburan, akhirnya terbawa ke pekerjaan. Anda merasa pekerjaan begitu lama selesainya. Tumpukan file di meja seperti tak ada habisnya. Pekerjaan rumah tangga sudah dicicil belum kelar juga. Aduh, bagaimana ya?

Di awal, coba Anda susun rencana hari ini apa saja yang akan dilakukan. Dahulukan dulu yang perlu. Yang bisa ditunda dikerjakan nanti saja. Rencana akan membantu Anda merampungkan tugas sesuai prioritas. Dan, akhirnya semua bisa tuntas.

5. Coba Libur Terus, Pasti Enak Yaaa !

Sekembali dari libur panjang akhir pekan, Anda jadi baperan: "Enak benar kalau banyak libur bisa santai macam di pantai!"

Haloooo! Liburan itu perlu biaya. Lha kalau Anda enggak kerja, mau dapat duit dari mana? Ayo, sekarang kerja lagi, cari rejeki,..agar bisa pergi-pergi!๐Ÿ˜Ž


Semangat yaaaa !๐Ÿ˜‰





Ayah, di Bahumu Aku Bersandar


Bapak (Pahlawan Hidupku)

Jalannya tertatih raganya mulai letih
Badannya mengurus pipi pun kian tirus
Kulit telah berkeriput, giginya hampir puput
Mata tak lagi awas, tutur tak jua lampias

Kemudaannya direnggut masa
Kegagahannya ditaklukkan kala
Kebugarannya dikalahkan lara
Kenangannya ditumbangkan lupa

Kita memang jarang punya waktu berdua
Kesibukan menyitamu dari pagi hingga senja
Tapi tak pernah kau ujar sambat
Akan tanggung jawabmu yang berat

Kau hanya ucapkan sebaris kalimat
Yang mewalikan beribu amanat
Kau cuma menatapku teduh
Namun lukaku bisa luruh

Tidaklah harta maupun banda
Atau foto bertoga di ruang keluarga
Citamu untuk keenam ananda
Jadi insan yang berguna bagi sesama

Harap terujar doa terpanjat
Semoga Bapak sehat wal afiat
Terima kasih telah berkorban jiwa raga
Yang Kuasa yang bisa membalasnya




Bapak (Belahan Jiwaku)

Sosok gagah sekala menjaga
Hati tegar senantiasa berlapang dada
Paras teduh tak suah mengeluh
Semangat membaja tak jua mengaduh

Bertaruh jasad dan hayat
Abaikan lelah dan penat
Raga berpeluh bersimbah keringat
Silapkan lara dan lasat

Pergi pagi balik petang
Di sini sering kali disana terkadang
Demi meraih sebuh impian
Keluarga yang berkecukupan

Tak lagi peduli pamrih diri
Lena pula hasrat pribadi
Tekad bulat di hati terpatri
Untuk keraharjaan anak istri

Adakalanya kau diam di sudut ruang
Berlidah kelu hampa memandang
Meski pikiran berjebah ganjalan
Tidaklah kau jadikan beban

Terima kasih telah lila mengemban
Tulus ikhlas melakoni peranan
Semoga Yang Kuasa selalu memberi Bapak perlindungan
Anak istrimu selalu mendoakan






Buku Antologi Puisi berisi 120 karya 60 Penulis Nusantara, diterbitkan oleh FAM (Forum Aktif Menulis) melalui divisi penerbitannya FAM Publishing.

famindonesia(dot)com/terbit : Mei 2015/FB Forum Aktif Menulis

Jumatan di Masjid ~ Parkirnya di Gereja

๐ŸŽ‡



Image result for masjid abu bakr al siddique



Selama di Amerika (tahun 2009-2011), saya dan keluarga tinggal di Metairie, Louisiana. Sebuah kota kecil yang masuk wilayah Greater New Orleans dan berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota New Orleans. 
Luas Metairie 60 km2 dan berpenduduk sekitar 130.000 jiwa yang memeluk agama Katolik (41%), Protestan (13%), Islam (0,6%), Jewish(0,6%), sementara sisanya aliran Kristen lain dan yang tidak teridentifikasi agamanya.

Di Metairie hanya ada satu masjid yaitu masjid Abu Bkar Al Siddique yang terletak di 4425 David Dr, Metairie.

Karena keterbatasan daya tampung masjid, saat sholat Jumat, jamaah harus dibagi menjadi dua shift . Shift pertama biasanya dipimpin oleh Imam Masjid dengan urutan : Azan - dua kali kotbah berbahasa Inggris - Sholat. Shift kedua dipimpin oleh Imam yang lain dengan urutan : kotbah berbahasa Inggris - Azan - kotbah berbahasa Arab - Sholat.

Kendala yang lain adalah lahan parkir. Area parkir masjid sangat terbatas. Padahal mayoritas jamaah berkendara dengan mobil (mobil menjadi moda utama transportasi di sana). 

Jamaah biasanya parkir di bahu jalan - di depan rumah penduduk di sekitar masjid (yang hampir semua non-Muslim). 

Selain itu, jamaah juga bisa parkir di halaman gereja yang ada di dekat masjid, yaitu : Power House Church of God, Chinese Presbyterian Church dan Monte de Los Olivos Lutheran Church. Pihak gereja memperbolehkan jamaah Masjid Abu Bkar Al Siddique untuk parkir mobil di halaman/parkiran gereja. Dan, akan ada petugas yang bertugas mengatur dan menjaga mobil yang parkir di sana. 

Hmm, indahnya bertetangga ....^^  Semoga di Indonesia bisa yaaa ๐Ÿ˜‰ 




#sekedarberbagi 

#pengalamanpribadi 
#toleransi



Pintu masuk Masjid Abu Bkar Al Siddique ~ Metairie, LA




Power House Church of God ~ Metairie, LA



Image result for chinese presbyterian church , Metairie
Chinese Presbyterian Church ~ Metairie, LA