Jumatan di Masjid ~ Parkirnya di Gereja

πŸŽ‡



Image result for masjid abu bakr al siddique



Selama di Amerika (tahun 2009-2011), saya dan keluarga tinggal di Metairie, Louisiana. Sebuah kota kecil yang masuk wilayah Greater New Orleans dan berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota New Orleans. 
Luas Metairie 60 km2 dan berpenduduk sekitar 130.000 jiwa yang memeluk agama Katolik (41%), Protestan (13%), Islam (0,6%), Jewish(0,6%), sementara sisanya aliran Kristen lain dan yang tidak teridentifikasi agamanya.

Di Metairie hanya ada satu masjid yaitu masjid Abu Bkar Al Siddique yang terletak di 4425 David Dr, Metairie.

Karena keterbatasan daya tampung masjid, saat sholat Jumat, jamaah harus dibagi menjadi dua shift . Shift pertama biasanya dipimpin oleh Imam Masjid dengan urutan : Azan - dua kali kotbah berbahasa Inggris - Sholat. Shift kedua dipimpin oleh Imam yang lain dengan urutan : kotbah berbahasa Inggris - Azan - kotbah berbahasa Arab - Sholat.

Kendala yang lain adalah lahan parkir. Area parkir masjid sangat terbatas. Padahal mayoritas jamaah berkendara dengan mobil (mobil menjadi moda utama transportasi di sana). 

Jamaah biasanya parkir di bahu jalan - di depan rumah penduduk di sekitar masjid (yang hampir semua non-Muslim). 

Selain itu, jamaah juga bisa parkir di halaman gereja yang ada di dekat masjid, yaitu : Power House Church of God, Chinese Presbyterian Church dan Monte de Los Olivos Lutheran Church. Pihak gereja memperbolehkan jamaah Masjid Abu Bkar Al Siddique untuk parkir mobil di halaman/parkiran gereja. Dan, akan ada petugas yang bertugas mengatur dan menjaga mobil yang parkir di sana. 

Hmm, indahnya bertetangga ....^^  Semoga di Indonesia bisa yaaa πŸ˜‰ 




#sekedarberbagi 

#pengalamanpribadi 
#toleransi



Pintu masuk Masjid Abu Bkar Al Siddique ~ Metairie, LA




Power House Church of God ~ Metairie, LA



Image result for chinese presbyterian church , Metairie
Chinese Presbyterian Church ~ Metairie, LA





4 comments:

  1. Gak kebayang rasanya tinggal di daerah minoritas muslim.. 😢 belum pernah keluar "rumah"... Home sweet home... Tapi perbedaan yg damai itu memang benar2 indah.. 😊

    rahmaediary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,benar. Btw, sebenarnya gga seseram yang dibayangkan kok Mbak Rahma. Asalkan kita tidak menjaga jarak, mereka pun akan bersikap sama. Kadang kita keburu menyimpulkan : aduh jangan-jangan...kalau begini gimana..begitu gimana...dll...dst :) Bahkan, sikap ramah seperti saling sapa, malah bagusan di sana daripada di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta.Terima kasih yaa Mbak

      Delete
  2. Subhanallah πŸ’– thank you for sharing mbak. Di saat indo lg panas gini situasi, baca ini jadi sejuk.

    ReplyDelete