Anaknya yang Ujian, Ibunya yang Nyut-nyutan


kiri ; kindergarten / kanan ; SD kelas 6


Entah cuma saya atau juga Ibu-ibu di luar sana ya? Tiap kali anak-anak ujian, perasaan nggak tenang😌, padahal anaknya malah santai kayak di pantai ..😁

Ini baru Ujian Sekolah (US) SD, lo! Bagaimana kalau pas SMP, dan seterusnya yaaa hahaha..πŸ˜€

Seperti hari ini, jadwalnya ujian praktik Bahasa Indonesia. Dengan materi bikin surat pribadi. Tema akan ditentukan dengan sistem kocokan.

Nah, untuk persiapan, kemarin di rumah, dimintalah si Mas menulis sesuai temanya untuk latihan. Ternyata, susaaaahnyaaa!!πŸ™ˆ

Padahal Ibuknya nulis satu halaman cuma butuh waktu sebentar, eh dia bermenit-menit satu kalimat pun tak keluar.πŸ˜™

Hihihi...Emosi dan darah tinggi bisa menghampiri kalau lagi begini!πŸ™‰πŸ˜‚

Aah, tapi ternyata ada yang salahπŸ™Š

Saya mungkin terlalu menuntut dia sempurna dalam segalanya. Pinginnya Matematika pintar, Bahasa Indonesia juga lancar. Saya lupa, tiap anak punya kemampuan berbeda. Ada lebih dan kurangnya.

Saya maunya nilai Bahasa Indonesianya sebagus Matematika. Saya lupa dia memang lebih unggul saat mengolah angka dibandingkan kata-kata.

Saya harap dia mengikuti kebisaan saya. Saya tak ingat, dia bisa jadi lebih menyamai talenta Bapaknya.

Dan, saya lupa kalau Bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang dikenalnya saat awal bersekolah. Karena dia saat TK di Amerika hingga harus belajar Bahasa Indonesia lagi saat masuk SD di Jakarta dengan susah payah.

Hmmmm... jangan seperti saya ya Ibu-ibu semua. 😘

Biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai keunikan dirinya. Karena perbedaan keunikan setiap pribadi tak hanya sekedar sebagai pembeda dengan pribadi lainnya. Tapi, berkaitan dengan visi dan misi yang diemban seorang insan saat diciptakan. Sebab Allah menciptakan manusia untuk menunaikan visi misi di bumi sesuai dengan takdirnya sendiri-sendiri.πŸ˜πŸ˜‡


Sate Maranggi 




(Karena tanggal muda, kita bikin Sate Maranggi saja..)
upsss..πŸ™Š

Ada yang masih tanggal tua yaa rekeningnya? 
Maafkan kalau begitu...

Tunggu, bikinnya nanti saja hari Sabtu, atau lain waktu!

Hmmmm, pernah makan atau dengar Sate Maranggi, kan? 
Buat yang mudik dari Jakarta lewat jalur Pantura, akan banyak menemui sate ini dijual.

Selain itu, sate khas Purwakarta ini juga sudah tersedia di pusat-pusat perbelanjaan atau rumah makan di berbagai kota di Indonesia.

Rasa satenya terkenal empuk dengan bumbu yang meresap, hasil dari proses perendaman sebelum sate dibakar.

Variasi daging yang dipakai adalah daging sapi, kambing dan ayam.

Hanya saja harganya memang cukup mahal, apalagi untuk sate daging sapinya. Sekitar 40 ribu/porsi.

Baiklah...yuks, kita coba bikin sendiri! 


daging, bumbu, sambal kecap, sate maranggi


Sate Maranggi

(untuk 40 tusuk)

Bahan :

✅1/2 kg daging sapi
✅5 butir bawang merah
✅5 butir bawang putih
✅1 sdm ketumbar
✅1 sdt merica
✅1 ruas jahe
✅1 ruas lengkuas
✅ Garam, kecap manis, air asam jawa secukupnya
✅ Daun pepaya...remas-remas yaaa
✅ Tusuk sate

Sambal Kecap

Rajang cabe rawit dan potong kecil tomat, tambahkan kecap manis dan ...cuka jika suka

Cara Membuat :

⭕ Daging dipotong dadu, bungkus dalam daun pepaya, diamkan 30 menit
⭕ Haluskan semua bumbu
⭕ Rendam daging yang sudah didiamkan tadi ke dalam bumbu selama 30 menit
⭕ Tusukkan daging di tusuk sate, bakar sampai matang 
⭕ Sajikan bersama sambal kecap

Perhitungan biaya :

Daging sapi 60 ribu + Bumbu  20 ribu = 80 ribu
Hasil 4 porsi , jadi biaya @20 ribu/porsi

Selamat Mencoba😍

Dian Restu Agustina

Piknik ke Taman Cattleya yang Cantik


RTH Cattleya

(What? Lagi? Ke Taman? Iyaaaa, kan cari tempat gratisan! 😝)

Libur Nyepi, pikniknya dekat-dekat sini....Ke Taman Cattleya atau sering disebut Taman Tomang. Letaknya di dekat perempatan Tomang menuju ke jalan tol Jakarta-Tangerang. Tepatnya di jalan S Parman, di seberang Mal Taman Anggrek/Mal Central Park. Posisinya sih agak tersembunyi. Kalau dari arah perempatan Tomang berada di sudut kiri.

Sebelum menjadi taman, daerah ini merupakan pemukiman kumuh yang dibebaskan secara bertahap oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2001. Dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau di Jakarta. Desain tamannya sendiri adalah hasil sayembara yang diselenggarakan oleh pemprov DKI Jakarta. Dan, akhirnya setelah melalui berbagai proses, taman diresmikan pada 1 Desember 2007.

Begitu memasuki gerbang taman, suasana apik, bersih dan terawat langsung terlihat. Taman ini termasuk yang berkategori bersih dibandingkan dengan taman lainnya di Jakarta. Dikelilingi oleh fly over menuju jalan tol dan deretan bangunan/apartemen yang menjulang. Dilengkapi tempat parkir kendaraan di bahu kiri jalan masuk ke taman dan di bagian tengahnya.

RTH Cattleya
Taman Cattleya berlatar belakang Apartemen Taman Anggrek dan Central Park

Cattleya diambil dari nama salah satu jenis bunga Anggrek. Saat masuk membuat saya celingak-celinguk mencari anggreknya. Tetapi ternyata tak ada Anggrek yang ditanam di taman ini. Yang ada, pohon-pohon rindang dan berbagai jenis bunga yang indah dan terawat di area seluas 3 hektar.

Berdasarkan data dari pengelola, terdapat sekitar 1000 pohon dari jenis Trembesi, Jakaranda, Kecrutan, Beringin, Yangliu, Glodokan Tiang, dan lainnya. Selain itu ada area tanaman hias yang menempati lahan hampir 1 hektar. 

Salah satu jenis Anggrek Cattleya
Lalu kenapa diberi nama Cattleya? 

Di era Ibu Tien Soeharto, kawasan ini adalah kebun anggrek yang luas, sebelum dipindahkan semua koleksinya ke Taman Mini Indonesia Indah. Nak karena sekarang di tempat yang sama menjadi RTH maka duberi nama Taman Cattleya Sementara bangunan di seberangnya, bernama Mal Taman Anggrek. 

RTH Cattleya
Pohon-pohon di taman

RTH Cattleya
Bunga Kana
Masuk ke lokasi taman, tidak dipungut bayaran. Dan, taman dibuka dari pukul 7 pagi sampai 9 malam. Tersedia juga jogging track yang rapi sebagai arena berlari atau sekedar berjalan kaki. Juga ada outdoor gym untuk menyehatkan jasmani.

RTH Cattleya
outdoor gym

Taman dilengkapi dengan danau buatan yang dikelilingi rerumputan hijau menghampar. Juga bangku-bangku yang bisa dipakai rehat singkat. Tempat yang sesuai untuk dipakai ngadem, menyepi dari hiruk pikuk Jakarta.

RTH Cattleya
bangku taman

RTH Cattleya
bangku taman

Di bagian tengah taman terdapat Rumah Komposting. Tempat pengolahan sampah menjadi kompos. Tersedianya pula tempat sampah yang lucu-lucu yang tersebar di seluruh sudut taman. Sampah yang ada diolah sendiri yang kemudian dipakai untuk memupuk tanaman di sana. Sebuah cara yang efektif untuk menghemat biaya perawatan taman. 

Pengolahan Sampah

Rumah Komposting

Pengunjung taman bisa datang untuk berolahraga, menemani buah hati bermain sepeda, berjalan - jalan menikmati segarnya udara, berkreasi bersama komunitas fotografi atau sekedar bercengkerama dengan keluarga. 

Pohon-pohon rindang

Jadi, piknik cantik tak harus bikin dompet tercekik. Cukup bawa bekal makanan, buku bacaan, sepeda juga mainan, lalu pergi ke taman.

berjalan-jalan

Tapi ingat, sebagai pengunjung, kita juga harus ikut merawat. Buanglah sampah pada tempatnya, jangan rusak fasilitas yang ada dan hormati pengunjung lainnya.

Papan petunjuk dan tempat sampah

RTH Cattleya
di depan danau buatan

Nah, yang di Jakarta dan sekitarnya, silakan singgah di Taman Cattleya, taman yang bersih dan nyaman di tengah sesaknya kota Jakarta.😍




Halo Kalijodo! 

RTH Kalijodo

Setelah kehebohan berita tentang Kalijodo beberapa waktu silam, hari Minggu, 19 Maret yang lalu,  akhirnya saya berkesempatan mengunjungi RTH/RPTRA Kalijodo.

Sebuah kawasan hitam yang telah berubah dalam wajah baru menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) / Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Info dari berita yang wara-wiri, areanya dibangun di atas tanah negara, oleh anak usaha Sinarmas Group, PT Bumi Serpong Damai Tbk. Melalui pembiayaan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan perkiraan nilai mencapai 20 miliar. Wow!

Lokasi RTH Kalijodo ini di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat. Diapit oleh Kali Angke dan Kanal Banjir Barat.

RTH Kalijodo

Memasuki lokasi kita akan sampai di pintu masuk yang ditandai bangunan tinggi bertuliskan nama tempat di sisi kanan pintu gerbang. Dari sini langsung menuju ke arah tempat parkir yang memanjang di kiri dan kanan. Masuknya tidak dipungut biaya, hanya membayar biaya parkir untuk motor Rp 2.000,00 dan mobil Rp 5.000,00 saja.

RTH Kalijodo
Lapangan futsal, playground, bmx/skateboard track

Fasilitas di bagian depan ada lapangan futsal, area bermain/playground dan toko ukm/PKK. Nampak di sini anak-anak yang sedang bermain dengan gembira. Bahkan berdesak-desakan mengantri di area bermainnya. Sementara, toko PKK masih belum buka, mungkin karena memang pembangunan Kalijodo ini belumlah tuntas.

Setelah melewati tangga ada, dinding lukisan mural yang bisa dipakai untuk foto selfie. Di depannya ada gazebo berukuran luas untuk tempat duduk santai. Menyatu dengan gazebo tersedia mushola dan toilet yang ber-AC. Sementara di sisinya ada sebuah area bermain anak berupa rumah balon.

RTH Kalijodo
Rumah balon, gazebo, area parkir, jogging track
Di bagian tengah area ada skateboard/BMX park, outdoor gym dan jogging track. 

Oh ya, di bagian tengah ini ada ruang terbuka yang pada waktu tertentu menghelat acara gratis untuk pengunjung seperti pertunjukkan live music atau berbagai perlombaan.

Selain fasilitas dari pengelola yang semua tanpa biaya, ada pula hiburan anak berbayar yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Seperti sewa skuter/sepeda/mobil-mobilan, foto dengan badut, naik kuda, dan lainnya. Ada yang bayar seikhlasnya, ada pula yang berbiaya sewa Rp 5.000 - Rp15.000/15 menit. Dan, si Mas dan si Adik pun mencoba berbagai hiburan ini. Murah meriah!

Untuk pengunjungnya selain penduduk sekitar, juga dari tempat yang jauh (seperti saya, 15 km dari rumah kesini, jauh juga kan...). Buktinya saya melihat beberapa rombongan bis wisata berplat nomor daerah ketika berkunjung ke sana.

Parkir meter(belum berfungsi), petunjuk/papan peringatan
Ah, senangnya melihat anak-anak yang bermain dengan gembira.

Semoga makin banyak lagi didirikan tempat bermain anak(RTH/RPTRA) seperti ini di tempat lainnya. Sehingga anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi anak yang sehat, ceria, pintar, dan penuh semangat meraih masa depan. Aamiin πŸ˜‡

Petunjuk dan Papan Peringatan


Resep Pempek Palembang KW



*Bukan Ori, karena pempek tenggiri ini dibuat oleh orang Kediri! 😁

Baiklah, karena punya ikan tenggiri, kita bikin pempek saja yaaa....

Pempek

Bahan : 
  • 500 gram ikan tenggiri
  • 100 gram tepung terigu
  • 150 gram tepung kanji
  • 5 siung bawang putih
  • 1 butir telur
  • Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat :

✅ Kerok ikan tenggiri, haluskan! Ikan bisa diganti dengan ikan belida, gabus, parang-parang, kakap, tuna, dan lainnya. Asal yang banyak daging ikannya, bukan lemaknya.

✅ Bikin bubur tepung terigu. Caranya : tepung terigu, air, garam, gula, bawang putih halus, dimasak sampai menjadi bubur.

✅ Campurkan adonan ikan, bubur tepung, tepung kanji, uleni hingga kalis.

✅ Bentuk kapal selam, mirip bentuk pastel (bukan kapal terbang yaaa-susaaahπŸ˜€), lenjeran(lonjong) dan bulat. Yang kapal selam isi dengan telur.

✅ Rebus di air mendidih sampai mengambang.

✅ Goreng saat hendak disajikan.

Cuko 

Bahan :
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdm ebi
  • 10 biji cabe rawit ( tergantung selera)
  • 1 sdm asam jawa
  • 2 buah gula merah
Cara Membuat :

Rebus bawang putih halus, ebi halus, cabe halus, gula merah halus, asam jawa halus, lalu saring.....(Setelah makan ini bakal halus hati , lembut budiπŸ’)

Sajikan : pempek+cuko+mentimun..πŸ’

Oh ya, berharaplah agar hujan, karena enaaaak dimakan saat kedinginan. πŸ˜‚

Selamat Mencoba.πŸ‘‹πŸ˜

Berakhir Pekan di Setu Babakan




(*Setu=danau)

Sebenarnya, libur akhir pekan dan Nyepi ini pengennya pergi kemana gitu.. Tapi, karena hari Rabu nanti, si Mas sudah ujian praktik kelas 6, akhirnya tahan diri dulu..

Selama ini, karena bersekolah di wilayah DKI Jakarta, anak-anak mendapat pelajaran muatan lokal PLBJ (Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta). Nah, biar lebih mengerti tentang budaya Betawi-sebagai suku asli sini, Setu Babakan bisa jadi pilihan untuk dikunjungi.

Setu Babakan adalah danau buatan seluas 30 ha yang terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Merupakan area resapan, ruang terbuka hijau sekaligus menjadi pusat perkampungan dan pelestarian budaya Betawi.

Pintu masuk ke kawasan ini ada di beberapa titik. Masuknya gratis, hanya dikenakan biaya parkir saja (motor 2 ribu/mobil 5 ribu)

teduh tempatnya
Setu Babakan dikelilingi pohon jamblang, kecapi, cempedak, jengkol, dan beberapa pohon langka lainnya. Hingga adem suasananya, cocok untuk main sepeda air, duduk-duduk menyewa tikar sambil menikmati bekal makanan dan menyewa kuda atau naik delman(biaya sewanya 5 - 20 ribu).

sepeda air

delman, sepeda air, pusat makanan

Bisa juga memesan makanan khas Betawi yang tersedia seperti toge goreng, kerak telor, soto betawi, rujak bebek dan tak lupa bir pletok. Minuman khas Betawi yang meski bernama bir tapi non alkohol karena terbuat dari secang, jahe, kapulaga, gula dan campuran rempah-rempah lainnya(harga makanan/minuman sekitar 10 - 20 ribu).


aneka pilihan makanan dan minuman

makan soto betawi dan soto mie...yummie
Setelah kenyang makan, lanjut menikmati wisata budaya yang disajikan, berupa rumah-rumah khas Betawi. Area juga dilengkapi panggung untuk pentas kesenian Betawi seperti Lenong, Gambang Kromong, Tanjidor. Selain itu juga ada pelatihan kesenian Betawi. Seperti tiap Minggu pagi ada anak-anak yang sedang berlatih Pencak Silat dan menari.


Puas berwisata budaya, jangan lupa berbagai oleh-oleh pun ada, misalnya dodol Betawi, tape uli, sagon, kembang goyang, biji ketapang dan lainnya. Juga baju khas Betawi yaitu baju Sadariah, baju Kurung, baju Ujung Serong, kaos bergambar tokoh Betawi, dan miniatur ondel-ondel (harga 10-100 rb).

oleh-oleh

Nah, ceritanye sekian dulu ye. Aye tutup dengan berpantun :

Ke Setu Babakan kita berwisata
Sambil belajar tentang Betawi
Mari lestarikan budaya Indonesia
Kalau bukan kita...siapa lagi