Puasa, Maunya Kurus, tapi Berat Malah Tambah Terus!


Image result for puasa dan berat badan

Banyak orang terutama perempuan, seperti saya, yang berkeinginan seusai Ramadan bisa turun berat badan. Impian ini didasari, lantaran saat Ramadan waktu makan berkurang jadi dua kali. Tapi kenyataannya hanya waktu makannya saja yang berubah. Sementara jumlah makanan yang dikonsumsi seringkali malah bertambah. πŸ˜–

Bagaimana tidak, sehari-hari belum tentu makan kolak, saat buka puasa semua pepak. Kolak, kue talam, pisang goreng, es kelapa…wow, semua enak! Itu baru pembuka, belum menu utama! Mulai dari gulai ikan, opor ayam, tempe bacem, kacang teri, ..aaah, jadi lupa diri! Apalagi waktu ada acara buka puasa bersama yang lebih komplit menunya. Jadilah semua diembat tanpa peduli lagi berat πŸ˜€

Selain porsi makan yang meninggi, puasa seringkali jadi alasan untuk malas-malasan. Sehingga kita enggan menggerakkan badan. Padahal olahraga ringan masih bisa dilakukan. Apalagi kalau sudah kekenyangan, bawaannya mau merem saja. Hingga makin menumpuklah kalori di diri lantaran tak dibakar untuk energi. Tak heran, berat badan pun kian melambung dari hari ke hari.😌

Jadi bagaimana ya? Ayo kita koreksi lagi pola makan saat Ramadan dengan beberapa cara berikut ini:

1. Pikirkan Baru Makan

Sebelum mengambil pikirkan dulu, pilih yang perlu dan makan salah satu. 

2. Minum Cukup

Minum air sesuai kebutuhan sesudah buka puasa sampai saat sahur tiba. Minum yang cukup akan menghindari keinginan untuk makan lagi.. dan lagi.. dan lagi.

3. Kunyah Perlahan

Kunyah makanan secara perlahan untuk membantu pencernaan dan merasa lebih kenyang. 

4. Gula Secukupnya

Memang disunahkan berbuka itu dengan makanan yang manis. Tapi kalau berlebihan, timbunan kalori pun akan tersimpan di badan. Hindari penambahan gula lagi pada makanan/minuman, misalnya buat jus buah tanpa gula dan sayur segar/salad hindari sausnya, 

5. Sayuran Berkuah

Sup, sayur asam, sayur bayam dan sayur berkuah lainnya (tanpa santan) bisa dimakan di depan agar merasa kenyang duluan.

6. Sisihkan Lemak

Sisihkan bagian yang berlemak pada daging/ayam, pilih susu rendah lemak dan kurangi penggunaan santan pada masakan.

7. Kurangi Gorengan

Pisang goreng, risol, tahu isi,..saat Ramadan benar-benar menggoda iman. Tapi ambil satu atau dua saja, ya. Juga, olah makanan yang lainnya dengan mengukus, memanggang atau membakarnya daripada menggorengnya.

8. Gerakkan Badan

Selesai buka puasa jalan kaki ke masjid untuk Tarawih, jalan pagi sesudah sahur di sekitar perumahan atau senam ringan di halaman, agar kalori terbakar.


Oke, coba saja ya cara-caranya dan semoga berat badan tak bertambah seusai Ramadan. Aamiin 😍


Ngopi Saat Bulan Puasa? Boleh Tidak, ya?


Image result for secangkir kopi


Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas menyenangkan bagi banyak orang. Kopi dengan aroma dan rasa khasnya mampu menjadi stimulan alami yang akan meningkatkan rasa kewaspadaan, meredakan kantuk dan kelelahan serta membantu kita bersiap untuk aktivitas berikutnya. Selain itu, kopi juga banyak mengandung antioksidan yang bermanfaat mencegah pembentukan radikal bebas. 

Setiap harinya, tubuh kita terkena gempuran berbagai hal berbahaya, yang menyebabkan radikal bebas berkeliaran di badan. Sehingga penting adanya mengonsumsi makanan/minuman yang kaya antioksidan, yang akan membantu tubuh melawan berbagai penyakit yang datang. Meski banyak makanan/minuman yang juga mengandung antioksidan, tapi konsumsi kopi harian setiap orang ternyata cukup tinggi. Sehingga menjadikan kopi sebagai salah satu sumber asupan antioksidan utama.

Ketika Ramadan tiba, pola makan pun berbeda termasuk ritual minum kopinya. Bisa jadi orang yang terbiasa ngopi akan merasa cepat lelah atau bahkan pusing kepala gara-gara tak meminumnya. Sebagian orang sama sekali tak ngopi lagi karena khawatir kafeinnya memengaruhi pencernaan selama puasa Ramadan. 

Lalu bagaimana, haruskah berhenti ngopi saat puasa? Coba siasati dengan cara berikut ini :

Ngopi Setelah Buka Puasa

Hindari kopi sebagai makanan pembuka puasa. Kandungan kafein pada kopi akan menyebabkan terlepasnya cairan lambung di saat perut sedang kosong. Hingga perut bisa perih dan mual karena naiknya asam lambung. Berbukalah dulu dengan kurma atau makanan mengandung gula lainnya. Dan, secangkir kopi bisa diminum setelah selesai makanan utama. Minumnya bisa sebelum solat Tarawih atau sesudahnya. Agar mata yang biasanya sulit terbuka karena perut kekenyangan, bisa terjaga dan siap lagi untuk ibadah berikutnya.

Kurangi Kopi di Malam Hari

Yang terbiasa ngopi di malam hari, lebih baik saat Ramadan dikurangi. Kafein menjelang tidur malam akan membuat istirahat tak lelap. Padahal beberapa jam kemudian kita sudah harus bangun untuk makan sahur. Bisa-bisa kualitas tidur kita berkurang karena minum kopi. Coba ganti kopi dengan secangkir teh herbal yang akan menyehatkan dan menenangkan badan. Atau pilih saja kopi yang kadar kafeinnya rendah.

Ngopi Setelah Makan Sahur

Selepas makan sahur nikmati lagi secangkir kopi untuk menyiapkan diri beraktifitas sepanjang hari.

Nah, jadi tak perlu galau nggak bisa ngopi saat menunaikan puasa Ramadan. Yang paling penting, kita tahu waktu meminumnya. Juga, jaga asupan makanan/minuman yang sehat dan seimbang hingga tubuh kuat untuk menjalani hari puasa yang panjang. Insya Allah ^^




3 Cara Tercepat Mendapatkan Dana Darurat


Tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit. Kabar mendadak dari keluarga besar yang membutuhkan uluran tangan. Atau, ada keperluan keluarga tiba-tiba yang memerlukan dana segera. Sementara uang yang ada di rekening jumlahnya hanya cukup untuk pengeluaran harian saja. Atau, dana tunai sudah terlanjur didepositokan. Mungkin juga sebagian besar tabungan berwujud investasi yang sifatnya tak mudah dicairkan. Padahal dananya dibutuhkan sekarang. Mau berhutang? Hutang punya banyak risiko yang harus dipikirkan ulang. Lalu harus bagaimana?
Berikut ini 3 cara tercepat untuk mendapatkan dana darurat :

✔ Gadai Barang

Tahu nggak kenapa orang tua kita dulu menyimpan uang dalam bentuk benda berharga, seperti emas daripada kendaraan atau benda mewah lainnya? Karena saat dibutuhkan, emas bisa dengan cepat digadaikan. Prosesnya yang mudah membuat orang menjatuhkan gadai sebagai pilhan pertama saat membutuhkan uang segera. Tapi, kita juga harus hati-hati. Pikirkan sebelumnya apakah kita mampu menebusnya saat jatuh temponya tiba. Juga, pilih tempat pegadaian yang aman. Lebih baik lagi jika berinvestasi dalam bentuk logam mulia (emas batangan) bukan perhiasan. Sebab, harganya akan mengikuti harga pasar dan tak ada potongan. Sedangkan emas bewujud perhiasan akan terkena potongan jasa pembuatan, hingga nilai yang kita terima akan berkurang.

✔ Jual Barang



Benda-benda di rumah yang kondisinya masih bagus bisa dijual untuk mendapatkan tambahan rupiah yang diinginkan. Semakin besar nilai benda akan makin banyak hasil penjualannya. Kita bisa membawa laptop, HP lama, kamera, sepeda, TV, ke toko yang menjual dan membeli barang bekas. Atau lewat aplikasi jual beli online yang banyak tersedia kini. Tinggal klik, menyertakan foto dan kualifikasi barangnya, janjian dengan pembelinya, dan dapat uangnya! Tapi ingat, harus berhati-hati dengan maraknya penipuan yang sering terjadi lewat aplikasi online ini. Jangan sembarangan bertemu dengan calon pembeli. Lebih baik janjian di tempat keramaian dan ajaklah teman.

✔ Garage Sale



Mungkin di daerah belum umum mengadakan acara seperti ini. Tapi di kota-kota besar sudah mulai banyak diadakan. Sebelumnya, kumpulkan dulu barang-barang milik kita yang layak jual. Toh, daripada tak terpakai/jarang digunakan lebih baik dijual agar menghasilkan uang. Tentukan harga barang dan cantumkan label harganya. Jadwalkan waktu dan siapkan brosur untuk ditempelkan di papan pos sekitar perumahan. Mintalah ijin dulu pada pengurus lingkungan atau satpam perumahan. Buatlah petunjuk arah menuju rumah/tempat garage sale diadakan. Nah, saat hari H bersiaplah untuk mendulang rupiah. Agar banyak macam dan jumlah barangnya, kamu bisa juga mengajak tetangga atau teman untuk ikut serta. Adakan di balai pertemuan warga. Tentunya makin ramai yang datang akan makin banyak terjual barang.

Jadi, saat mendapati situasi yang mengharuskan diri berpikir cepat untuk mendapatkan dana darurat, 3 cara tersebut bisa bisa jadi pilihan untuk mendapatkan rupiah yang dibutuhkan. Tapi ingat, solusi ini hanya sementara saja sifatnya. Ke depannya, kita mesti lebih berhati-hati mengelola keuangan, hingga saat tiba-tiba butuh dana darurat kita tak akan kebingungan.




Cara Atasi Kesepian Saat Harus Menjalani Ramadhan Sendirian



Ramadhan identik dengan kebersamaan bareng keluarga, teman dan handai taulan. Ibadah yang biasanya dijalankan sendirian, saat Ramadan akan dilaksanakan berbarengan. Kalau dulu makan terburu-buru, sekarang jadi meluangkan waktu untuk berbuka atau makan sahur bersama keluarga tercinta. Jika sholat wajib seringnya dikerjakan sendirian, saat Ramadhan jadi ditunaikan secara berjamaah dengan saudara, rekan kerja atau tetangga. Kebersamaan selama sebulan penuh yang begitu indah di bulan penuh berkah.

Tapi, sayangnya ada diantara kita yang tak bisa mengecap keberuntungan itu. Lantaran kegiatan atau pekerjaan, Ramadhan mesti dijalani jauh dari keluarga dan sanak saudara. Sehingga membuat kesepian datang mendera. Meski sebenarnya. Tak perlu merasa demikian. Karena sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara. 

Nah, berikut cara agar tak merasa kesepian meski sedang menjalani Ramadhan sendirian :

1. Nikmati Kesendirian

Ramadhan saat yang tepat untuk mendekatkan diri pada Allah. Jadi, nikmati saat sendiri dengan berkonsentrasi meningkatkan iman dan takwa pada-Nya. Sendiri berarti bisa menambah ibadah juga ekstra berdoa. Baca buku-buku agama, mengaji Quran dan tafsirnya atau mendengarkan ceramah yang akan menguatkan iman. Berpalinglah hanya pada-Nya, yang selalu ada saat tak ada sesiapa di sisi kita.

2. Datangi Masjid 

Saat Ramadhan banyak kegiatan diadakan di masjid atau komunitas muslim di sekitar kita. Datangi dan cari informasi tentang aktifitas apa saja yang dihelat. Bergabunglah saat sholat wajib berjamaah, buka puasa, sholat tarawih, atau tadarus. Selain akan mendapat pahala ekstra tentu membuat kita jadi punya teman baru di tempat itu.

3. Menjadi Relawan

Agar tak merasa kesepian, coba sedekahkan waktu dan tenaga dengan menjadi relawan di masjid atau komunitas muslim yang ada. Bisa saja mereka memerlukan tenaga tambahan saat menyiapkan hidangan buka puasa, membersihkan area masjid atau mengawal anak-anak tadarusan. Berkah dapat, saudara baru pun mendekat.

4. Hidangan Andalan

Siapkan sajian khas buka puasa dari daerah kita dan hantarkan ke tetangga atau teman. Atau, bawa ke masjid yang mengadakan acara buka puasa bersama. Selain untuk mengenalkan diri dan asal daerah, berkahpun Insya Allah akan berlimpah.

5. Berbagi Ilmu

Jika kita memiliki kompetensi untuk berbagi ilmu, cari tahu pada pengurus masjid apa yang bisa dibantu. Adakah kelas menulis untuk remaja untuk produktif di bulan puasa, atau berbagi ketrampilan kreatif untuk anak atau orang tua. Jika kita punya latar belakang agama, kenapa tidak menawarkan diri menjadi salah satu penceramah di kegiatan dakwah. Mungkin dengan mengisi tausiah selepas Subuh berjamaah atau waktu sholat lainnya.


Sendirian tak berarti sama dengan kesepian. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Saat kita bisa membaur dan melebur dengan sesama dimanapun kita berada, sepi pun bisa tak berasa. Ingat, bisa saja ada orang yang merasa kesepian padahal ia berada di tengah keramaian. Sendiri itu hanya fisiknya saja. Jika kita selalu merasa Allah beserta kita, tak akan ada lagi kesunyian yang dirasakan. Insya Allah.





Hati-hati Memelihara Hati



“Jam berapa di situ? Sudah makan belum? Apa kabar? Sehat-sehat, kan?“ 

“Jam 1. Sudah. Ya, sehat!”

Itulah percakapan keseharian antara suami dan saya, selama 2014-2016. Saat dia berada jauh dari rumah untuk mencari nafkah di Hassi Messaoud (hmmm, sepanjang hidup si nafkah ini dicari melulu, nggak ketemu-ketemu yaa.. 😁 ).


Saya, ibu yang baik, rajin dan tidak sombong,😍 Eh maksudnya, ibu rumah tangga yang biasa mengurus sendiri keperluan suami dan dua anak kami. Jadi, ketika suami tak ada di sisi, kekhawatiran saya pun menjadi-jadi. Hati terasa gundah, pikiran resah, mata pun berkaca-kaca basah (lebay...πŸ™ˆ). Pasalnya, suami dimutasi oleh perusahaan tempatnya bekerja, dari Jakarta ke Hassi Messaoud, Algeria (Aljazair). Meski ini bukan LDR yang pertama kali, tapi karena paling jauh tempatnya, galaunya lebih terasa.




Algeria? Iya!πŸ˜‰Tepatnya di kilang minyak, di gurun Sahara, Afrika. Sistem kerjanya shift, empat minggu bekerja di sana, empat minggu berikutnya pulang ke di Indonesia. Jam kerjanya pukul 7 pagi hingga 7 malam, dari Senin sampai Minggu. Dan, di sana tidak diijinkan kemana-mana, hanya di camp saja. (hmm, sepertinya membosankan yaaa?)😬

Jadilah dia wara-wiri, sebulan di Jakarta dan sebulan di Hassi. Termasuk menempuh perjalanan Jakarta-Hassi selama 24 jam (tergantung cuaca). Rutenya: Jakarta-Doha-Algiers-Hassi (transit di Doha 2 jam dan di Algiers 2 jam/lebih). Kelihatannya menyenangkan, tapi ternyata, yang melakoni justru bilang : bosan! 😁

Ribet, kan? Memang, tapi demi sesuap nasi dan secangkir kopi buat anak istri, dia katanya ikhlas menjalani.πŸ˜†

Nah, awal dari kerisauan saya adalah saat tahu kalau dia mimisan ketika sedang dalam perjalanan. Setelah beberapa hari di sana, dia juga malas makan dan merasa nggak enak badan. Alasannya, ragam makanan yang disediakan itu-itu saja. Masakan ala Timur Tengah yang hambar. Menu utamanya daging, ayam atau ikan yang disajikan dalam ukuran besar dan minim sayuran. Juga, tak ada tahu, tempe apalagi cabe. (Membayangkan saja saya jadi ikut bete! hiks).

Akhirnya, jam makan pun kacau balau. Tidur jadi tak teratur. Pola tubuh pun berantakan, hingga mengganggu kesehatan.

Dia juga mati gaya karena tak ada hiburan. Biasanya sepulang kerja, dia bisa bercanda dengan dua jagoannya. Kini, bengong sendiri di depan tivi yang acaranya nggak menarik sama sekali. Koneksi internet yang jadi harapan sebagai hiburan pun kadang kuat sinyalnya, lebih sering teklok hingga bikin hati gondok. Belum lagi saat akhir pekan yang dulunya jalan-jalan, sekarang harus bekerja dan hanya melihat pemandangan padang pasir saja. Apalagi jika badai pasirnya datang. Mengerikan! Meski tak ada keluhan yang diucapkan, mendengar ceritanya bikin perasaan saya nggak karuan. Saya hanya bisa menyarankan agar sabar. Juga menghibur agar tak lupa bersyukur, karena bisa bekerja di luar negeri yang mungkin bagi orang lain menjadi mimpi. Bukankah filosofi Jawa bilang, kalau hidup itu sawang sinawang? Apa yang sedang kita genggam bisa saja merupakan impian sesorang, sementara kita justru mengharapkan apa yang dimilikinya?

Saat kepulangan berikutnya, saya membawakan bekal lauk kering khas Indonesia untuk penambah selera makan di sana. Saya siapkan beragam sambal kemasan botol yang siap makan, abon, sambal pecel, dan lainnya. Sesampai di sana, dia bercerita kalau bekal itu membuatnya semangat makan. Apalagi, sesekali dia bisa mengunjungi tempat wisata di Hassi, meski sebentar saja (untuk tenaga kerja asing, demi keselamatan, memang ruang geraknya dibatasi). Dan, berita baik ini, membuat saya lega sekali.

Sampai satu waktu, dia mengeluh merasa nggak enak perut. Sepertinya, lambungnya mulai protes dengan jenis makanan yang dikonsumsi. Badan juga sering drop. Dulu, dia selalu makan tepat waktu, istirahat cukup dan olahraga 4 kali seminggu. Selama di Hassi, polanya berganti. Karena perbedaan waktu Hassi dan Jakarta, maka jam makan pun berbeda. Olahraga juga seadanya dan sesempatnya. Ditambah tingkat stres yang tinggi membuat asam lambung pun naik dan naik lagi. 

Kekhawatiran saya pada puncaknya saat dia sakit, dan harus menemui dokter di camp. Saya sedih, karena tak bisa merawatnya. Syukurnya, kata dokter tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya, disarankan agar lebih menjaga kesehatan dan mengelola pikiran.

Ketika pulang ke Jakarta, saya menegaskan tentang kesanggupannya untuk bertahan di sana. Dia bilang sih, nggak apa-apa. Dia hanya minta dibawakan makanan/minuman yang membuat badan bisa enakan, mengembalikan selera makan dan  nggak gampang keletihan. Terus terang dari gejalanya. saya sempat khawatir, jika ada apa-apa dengan hati/livernya. Mengingat kakak ipar saya yang punya ritme kerja serupa (bekerja shift di sebuah jaringan hotel ternama di Indonesia), beberapa waktu sebelumnya terkena penyakit hati atau Hepatitis. Aduh, jangan sampai lah ya..!

Penyakit Hati? Iya, hati, organ vital pada tubuh manusia yang berfungsi menawarkan dan menetralisir racun, mengatur sirkulasi hormon, mengatur komposisi darah, menyimpan energi dan memproduksi albumin, protein, empedu dan trigleserida. Gejala penyakitnya: kelelahan, kurang selera makan, perut kembung, mual, kemih coklat dan tinja pucat. Penyebabnya: pola hidup tak sehat, kecanduan alkohol/obat, infeksi virus/bakteri, bawaan lahir, tertular dari penderita lainnya atau tidak menjaga kebersihan alat makan/minum. Hm, berarti kita musti memelihara hati, mengingat pentingnya organ ini! Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Kembali ke keluhan suami yang saya kira terkena penyakit hati. Tetiba saya jadi teringat Ibu. Ibu punya banyak tanaman rempah yang ditanam di belakang rumah. Biasanya umbi, daun atau batangnya dipakai untuk bumbu masakan dan obat tradisional. Ada kunyit, jahe, kencur, lengkuas, serai dan temulawak. Dulu, saat saya sedang menstruasi, Ibu akan membuatkan seduhan kunyit asam untuk mengurangi rasa nyeri. Jika ada yang sakit perut, kembung/sebah dan sering lelah, Ibu akan mengambil satu rimpang

 temulawak / Curcuma Xanthorrhiza Rhizoma

lalu mengirisnya tipis, kemudian merebusnya dalam 2 gelas air. Setelah disaring dan dingin, diminumlah sari temulawak tadi. Kalau teratur, rasa tak enak pada lambung akan kabur, badan pun jadi segar dan bugar.

Saya akhirnya mencoba resep yang sama untuknya. Selama pulang di Jakarta, saya buatkan minuman temulawak untuk suami tercinta. Beberapa hari meminumnya, katanya perut jadi lebih lega, nggak kembung dan mual lagi. Capeknya bubar dan badan terasa lebih segar. Hm, sempat curiga sih. Jangan-jangan dia mendingan karena sedang ada di dekat saya. Kan, saya orangnya membawa angin segar pada orang yang di sekitar (uhuyy…😊). Tapi, katanya betulan, nggak bohong! Duh, senangnya! Bahkan saya pun ikutan meminumnya, setelah tahu, manfaat temulawak ternyata, o-em-ji…banyak!!

sumber : majalah Intisari
Khasiat temulawak diantaranya, bisa menjaga kesehatan hati, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga pencernaan/fungsi lambung, menurunkan lemak darah, meningkatkan nafsu makan, mencegah kanker, anti inflamasi, menghaluskan kulit dan mengurangi radang sendi. Gila, banyak sekali manfaat tanaman asli Indonesia ini! Bahkan, seharusnya, jika Korea bangga dengan gingsengnya, Indonesia bisa membanggakan temulawaknya. Dan, leluhur kita telah memanfaatkannya sesuai kearifan lokal masing-masing daerah dengan cara yang sederhana. Hebat, ya! Tetiba pula, kulit kinclong sudah terbayang di depan mata saya. Hahaha…Eits, sebentar! Kebetulan nih, ada manfaat yang pas juga buat anak saya, yang susaaaaah benar makannya. Iya, temulawak bisa membantu meningkatkan nafsu makan. Wah, lengkap sudah buat orang serumah! Tapi, masalah belum selesai. Lalu, bagaimana saat balik ke Hassi nanti? Masa mau bawa-bawa temulawak segar di bagasi? Eng,ing, eng! Hhh, pening lagi!πŸ˜•

Sampai satu waktu, saat belanja kebutuhan bulanan di supermarket, saya mendapati Herbadrink Sari Temulawak. Lha, ini yang saya cari…ngapain repot-repot mesti bawa temulawak asli ke luar negeri…hihihi. Hm, produk dari Konimex pula, yang tak perlu lagi diragukan kualitasnya karena sudah 50 tahun ikut menyehatkan bangsa Indonesia.

Herbadrink 
Sari Temulawak

Membantu Memelihara Kesehatan Hati/ Helps To Maintain Healthy Liver

Pas banget! Apalagi dua varian pun tersedia, mau yang pakai gula atau tanpa gula/sugar free. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Ehh, tapi tunggu dulu, saya mesti cek komposisinya. Hm, saya baca dulu...Herbadrink Sari Temulawak adalah minuman herbal yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia dan diproses melalui teknologi modern dan diolah dari bahan-bahan alami pilihan. Komposisinya: ekstrak Curcuma Xanthorrizha Rhizoma 2,2 gram setara dengan 800 mg rimpang segar temulawak, gula dan bahan lainnya hingga 18 gram. Cara penyajiannya simpel sekali. Tinggal melarutkan satu sachet Herbadrink Sari Temulawak ke dalam 150 ml air panas/dingin, sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera. Dan, harganya, Olala..Rp 8. 750/bungkus isi 5 sachet. Aha,..saya syuka..saya syuka! Alami, praktis, harga ekonomis, bikin saya jatuh cinta…!

Singkat cerita, tiap kali kembali ke Hassi, saya membekali suami dengan Herbadrink Sari Temulawak ini. Berkuranglah kekhawatiran saya setelah dia rutin meminumnya. Biasanya, diminum saat jeda pagi atau saat rehat di kamar. Diseduhnya segelas agar penat pun terlepas. Dia juga berusaha untuk mendisiplinkan diri dalam makan dengan asupan berimbang, juga tidur teratur. Dan, mendamaikan pikiran agar tak merasa tertekan selama menunaikan kewajiban. Serta rutin berolahraga ringan di camp. Syukurlah selama di sana, keadaannya sehat-sehat saja. Selanjutnya, ketika kembali ke Jakarta, apakah kebiasaan itu terhenti, pemirsaaa? Tentu tidak! Saya tetap mempunyai stok minuman ini, karena manfaatnya membuat saya tak bisa berpindah ke lain hati. Apalagi saat saya tahu seluk beluk Herbadrink Sari Temulawak yang diulas di http://herbadrinknatural.com/saritemulawak . Makin tambah yakinnya…😍


Kini, untuk mendampingi suami berkegiatan sehari-hari, ada Herbadrink Sari Temulawak  ini. Saya pun tak mau ketinggalan. Karena kalau sudah di depan laptop, menulis itu ini, saya sering lupa diri. Makan telat, istirahat terlewat, dan lupa akan kesehatan badan. Agar tak mudah lelah, saya meminumnya. Karena saya ingin kesehatan hati terpelihara dan mendapatkan manfaat sari temulawak yang lainnya. Juga, bisa menjaga kesehatan belahan hati saya.  Oh ya, kamu juga jangan lupa, hati-hati memelihara hati!

Dan, karena saya sudah membuktikannya, kamu mesti coba juga Herbadrink Sari Temulawak .!😍









Rumah Nyaman Hidup Tenang


"Home is where your story begins. It’s not a place, it’s a feeling!!"

Setelah seharian berada di luar rumah untuk berkegiatan, pulang adalah satu hal yang paling kita nantikan. Yang kita rindu bukan melulu penampakan rumah yang menarik, teras yang tertata apik atau sebuah taman yang cantik. Bukan juga warna catnya yang menyejukkan, pencahayaannya yang menenangkan atau pernak-pernik yang unik. Karena apapun bentuk hunian kita, bukan wujudnya yang utama. Tapi rasa nyaman saat mendiami, itu yang lebih berarti. Jadi, barang mahal bukanlah ukuran. Yang penting sesuaikan dengan kepribadian. Toh, memperindah rumah bukanlah untuk menyenangkan orang yang datang, karena yang terpenting adalah kenyamanan hati penghuni . 

Lalu, bagaimana menciptakan sebuah rumah nyaman yang bisa memenuhi kebutuhan atau the #HelpfulPlace bagi penghuni? Berikut ini kiat-kiat saya:

1. Pohon rindang, hati tenang 
Tanamlah pepohonan di sekitar rumah sebagai peneduh, pemasok udara bersih, juga penyimpan cadangan air tanah. Siasati lahan terbatas dengan menanam buah atau bunga di dalam pot. 


2. Rumah terang, jiwa lapang 
Pencahayaan alami akan membuat rumah terang dan tidak lembab. Buka jendela agar sinar matahari bisa masuk dengan leluasa dan sirkulasi udara berjalan sempurna.


3. Gemercik air bikin stres mencair 
Gemercik air di dalam ruangan bisa jadi pilihan untuk meredakan ketegangan pikiran. Letakkan di sudut pribadi tempat kita menekuni hobi. 


4. Peraduan enak bikin tidur nyenyak 
Bantal nyaman, sprei bersih, kamar rapi, akan membuat tidur kita nyenyak dan berhias mimpi. 


5. Griya rancak yang ramah anak 
Bebaskan rumah dari aksesori yang membahayakan buah hati. 


6. Sehat badan, tenang pikiran 
Olahraga tak harus pergi keluar rumah. Lakukan sendiri latihan yang mudah.


7. Kandang aman, hewan nyaman 
Pilih kandang yang nyaman untuk hewan peliharaan, sediakan cukup makanan dan jaga kebersihan.


8. Peralatan memadai, bikin hati damai 
Lakukan sendiri perawatan untuk menghemat biaya, sekaligus berkegiatan bersama keluarga. Miliki peralatan pertukangan untuk memudahkan saat mengerjakan. 


9. Badan sehat, jiwa kuat 
Biasakan anak-anak bergerak, misalnya bersepeda bersama teman sebaya untuk bersosialisasi dan berolahraga. 


10. Dapur lancar, badan bugar 
Pilihlah peralatan memasak yang mempermudah kegiatan di dapur. Agar makanan sehat bisa cepat tersedia, serta hemat waktu, biaya dan tenaga. 


Nah, barang-barang penunjang hunian yang #HelpfulPlace itu, bisa didapatkan di  ACE the #HelpfulPlace alias ACE Hardware.

Kenapa harus  ACE Hardware?

1. Lokasi toko banyak 
 Sehingga memudahkan pilihan.


2. Pelayanan yang profesional 
Sambutan hangat dari para staf yang siap memberi informasi, instalasi, sampai ke proses delivery.

3. Pilihan barang yang lengkap. 
Mulai alat elektronik, perkakas dapur, beragam warna cat, lampu gantung yang unik, furniture indoor maupun outdoor, peralatan berkebun, alat olahraga, sepeda, …Semuanya tersedia! Apalagi dilengkapi dengan 10 days return policy. 



4. Program ACE Rewards 
Member akan mendapatkan point yang bisa dikumpulkan untuk ditukarkan dengan merchandise menarik atau voucher belanja.


5. Kualitas yang bikin puas 
Pokoknya dijamin nggak bakal kecewa dengan kualitas barangnya.

Jadi…tunggu apalagi, kalau mau huniannya #HelpfulPlace, saran saya, cari  barangnya yaaaa ke ....ACE The helpful place.

Oh ya, jika teman-teman punya kiat lainnya, tambahkan di kolom komentar yaaa. Dan, silakan share artikel ini jika dirasa bermanfaat. Terima kasih...😍