Posts

Showing posts from May, 2017
Image
Puasa, Maunya Kurus, tapi Berat Malah Tambah Terus!

Banyak orang terutama perempuan, seperti saya, yang berkeinginan seusai Ramadan bisa turun berat badan. Impian ini didasari, lantaran saat Ramadan waktu makan berkurang jadi dua kali. Tapi kenyataannya hanya waktu makannya saja yang berubah. Sementara jumlah makanan yang dikonsumsi seringkali malah bertambah. πŸ˜–
Bagaimana tidak, sehari-hari belum tentu makan kolak, saat buka puasa semua pepak. Kolak, kue talam, pisang goreng, es kelapa…wow, semua enak! Itu baru pembuka, belum menu utama! Mulai dari gulai ikan, opor ayam, tempe bacem, kacang teri, ..aaah, jadi lupa diri! Apalagi waktu ada acara buka puasa bersama yang lebih komplit menunya. Jadilah semua diembat tanpa peduli lagi berat πŸ˜€
Selain porsi makan yang meninggi, puasa seringkali jadi alasan untuk malas-malasan. Sehingga kita enggan menggerakkan badan. Padahal olahraga ringan masih bisa dilakukan. Apalagi kalau sudah kekenyangan, bawaannya mau merem saja. Hingga makin menumpu…
Image
Ngopi Saat Bulan Puasa? Boleh Tidak, ya?


Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas menyenangkan bagi banyak orang. Kopi dengan aroma dan rasa khasnya mampu menjadi stimulan alami yang akan meningkatkan rasa kewaspadaan, meredakan kantuk dan kelelahan serta membantu kita bersiap untuk aktivitas berikutnya. Selain itu, kopi juga banyak mengandung antioksidan yang bermanfaat mencegah pembentukan radikal bebas. 
Setiap harinya, tubuh kita terkena gempuran berbagai hal berbahaya, yang menyebabkan radikal bebas berkeliaran di badan. Sehingga penting adanya mengonsumsi makanan/minuman yang kaya antioksidan, yang akan membantu tubuh melawan berbagai penyakit yang datang. Meski banyak makanan/minuman yang juga mengandung antioksidan, tapi konsumsi kopi harian setiap orang ternyata cukup tinggi. Sehingga menjadikan kopi sebagai salah satu sumber asupan antioksidan utama.
Ketika Ramadan tiba, pola makan pun berbeda termasuk ritual minum kopinya. Bisa jadi orang yang terbiasa ngopi akan meras…
Image
3 Cara Tercepat Mendapatkan Dana Darurat
Tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit. Kabar mendadak dari keluarga besar yang membutuhkan uluran tangan. Atau, ada keperluan keluarga tiba-tiba yang memerlukan dana segera. Sementara uang yang ada di rekening jumlahnya hanya cukup untuk pengeluaran harian saja. Atau, dana tunai sudah terlanjur didepositokan. Mungkin juga sebagian besar tabungan berwujud investasi yang sifatnya tak mudah dicairkan. Padahal dananya dibutuhkan sekarang. Mau berhutang? Hutang punya banyak risiko yang harus dipikirkan ulang. Lalu harus bagaimana? Berikut ini 3 cara tercepat untuk mendapatkan dana darurat :

✔ Gadai Barang

Tahu nggak kenapa orang tua kita dulu menyimpan uang dalam bentuk benda berharga, seperti emas daripada kendaraan atau benda mewah lainnya? Karena saat dibutuhkan, emas bisa dengan cepat digadaikan. Prosesnya yang mudah membuat orang menjatuhkan gadai sebagai pilhan pertama saat membutuhkan uang segera. Tapi, kita juga harus hati-hati. Pikirkan s…
Image
Cara Atasi Kesepian Saat Harus Menjalani Ramadhan Sendirian

Ramadhan identik dengan kebersamaan bareng keluarga, teman dan handai taulan. Ibadah yang biasanya dijalankan sendirian, saat Ramadan akan dilaksanakan berbarengan. Kalau dulu makan terburu-buru, sekarang jadi meluangkan waktu untuk berbuka atau makan sahur bersama keluarga tercinta. Jika sholat wajib seringnya dikerjakan sendirian, saat Ramadhan jadi ditunaikan secara berjamaah dengan saudara, rekan kerja atau tetangga. Kebersamaan selama sebulan penuh yang begitu indah di bulan penuh berkah.
Tapi, sayangnya ada diantara kita yang tak bisa mengecap keberuntungan itu. Lantaran kegiatan atau pekerjaan, Ramadhan mesti dijalani jauh dari keluarga dan sanak saudara. Sehingga membuat kesepian datang mendera. Meski sebenarnya. Tak perlu merasa demikian. Karena sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara. 
Nah, berikut cara agar tak merasa kesepian meski sedang menjalani Ramadhan sendirian :
1. Nikmati Kesendirian
Ramadhan saat y…
Image
Hati-hati Memelihara Hati

“Jam berapa di situ? Sudah makan belum? Apa kabar? Sehat-sehat, kan?“
“Jam 1. Sudah. Ya, sehat!”
Itulah percakapan keseharian antara suami dan saya, selama 2014-2016. Saat dia berada jauh dari rumah untuk mencari nafkah di Hassi Messaoud (hmmm, sepanjang hidup si nafkah ini dicari melulu, nggak ketemu-ketemu yaa.. 😁 ).

Saya, ibu yang baik, rajin dan tidak sombong,😍 Eh maksudnya, ibu rumah tangga yang biasa mengurus sendiri keperluan suami dan dua anak kami. Jadi, ketika suami tak ada di sisi, kekhawatiran saya pun menjadi-jadi. Hati terasa gundah, pikiran resah, mata pun berkaca-kaca basah (lebay...πŸ™ˆ). Pasalnya, suami dimutasi oleh perusahaan tempatnya bekerja, dari Jakarta ke Hassi Messaoud, Algeria (Aljazair). Meski ini bukan LDR yang pertama kali, tapi karena paling jauh tempatnya, galaunya lebih terasa.


Algeria? Iya!πŸ˜‰Tepatnya di kilang minyak, di gurun Sahara, Afrika. Sistem kerjanya shift, empat minggu bekerja di sana, empat minggu berikutnya pulang ke…
Image
Rumah Nyaman Hidup Tenang
"Home is where your story begins. It’s not a place, it’s a feeling!!"
Setelah seharian berada di luar rumah untuk berkegiatan, pulang adalah satu hal yang paling kita nantikan. Yang kita rindu bukan melulu penampakan rumah yang menarik, teras yang tertata apik atau sebuah taman yang cantik. Bukan juga warna catnya yang menyejukkan, pencahayaannya yang menenangkan atau pernak-pernik yang unik. Karena apapun bentuk hunian kita, bukan wujudnya yang utama. Tapi rasa nyaman saat mendiami, itu yang lebih berarti. Jadi, barang mahal bukanlah ukuran. Yang penting sesuaikan dengan kepribadian. Toh, memperindah rumah bukanlah untuk menyenangkan orang yang datang, karena yang terpenting adalah kenyamanan hati penghuni . 
Lalu, bagaimana menciptakan sebuah rumah nyaman yang bisa memenuhi kebutuhan atau the#HelpfulPlacebagi penghuni? Berikut ini kiat-kiat saya:
1. Pohon rindang, hati tenang  Tanamlah pepohonan di sekitar rumah sebagai peneduh, pemasok udara b…