ASUS E202 Si Trendi Solusi Komputasi Sehari-Hari



"Life really does begin at forty, up until then you are just doing research"
Dulu, saya tak sepenuhnya sependapat dengan quote itu. Saat lebih muda (sekarang juga masih sih yaa, haha), saya anggap ungkapan jika hidup dimulai dari umur empat puluh tahun itu mengada-ada. Gimana nggak coba, memangnya 39 tahun sebelumnya kita kemana dan ngapain saja? πŸ™ˆ

Tapi ternyata, tanpa rencana, saya memutuskan hal yang sama. Tahun lalu, pas di usia empat puluh, saya meneguhkan niat untuk menekuni hobi menulis yang sebelumnya pernah terkikis. Dasarnya, karena kegagalan menggeluti bidang lain yang hasilnya jauh dari harapan. Mencoba kursus memasak, eh pas dipraktekkan sendiri hasilnya nggak terlalu enak! Lalu, kursus menjahit baju, kok saya nggak nyambung-nyambung ya waktu diajarin Bu Guru. Bikin kerajinan tangan juga sama, yang lain sudah praktik tiga, saya nggak kelar satu pun juga. Hadeeh! Sampai-sampai di situ kadang saya merasa sedih. Padahal saya hanya ingin menjadi ibu rumah tangga yang produktif dan kreatif. Hiks! (lebay dikit..)

Akhirnya, saya membulatkan tekad sebulat tahu bulat untuk menjadi penulis saja. Hobi yang sejak kecil timbul tenggelam hingga nyaris karam. Saya pun ikut training kepenulisan, bergabung ke komunitas pegiat literasi, mengikuti lomba, mengirimkan tulisan ke media dan mengaktifkan blog pribadi yang sudah dibuat jauh hari tapi tak pernah ditulisi. Alhamdulillah, belum setahun, saya bisa memenangi lomba, tulisan bisa mejeng di media dan blog mulai ramai didatangi pembaca. Jangan ditanya senangnya! Meski makin berumur, bukan berarti uzur! Semangat menghebat harus makin kuat!

Dan, hasil pun mulai tergenggam tangan (maksudnya dapat transferan...uhuk). Tapi, saya masih ingin lebih lagi menggali potensi. Apalagi waktu luang akan lebih banyak lagi nanti. Karena anak-anak makin besar dan pulang sekolahnya jadi lebih siang. Maklum sebagai ibu rumah tangga sejati, kegiatan saya ya jadi ojekers-antar jemput anak sekolah/les, masak dan bebenah rumah. Saat semua kelar, saya bisa kembali ke laptop, kan? Yeeayyy!

Namun sayang, angan-angan masih jauh dari harapan. Pasalnya, notebook yang saya pakai sekarang ini sudah lolita (Lo, lebih lima tahun). Pakainya pun sharing bertiga dengan anak-anak saya. Meski mereka punya gawai pribadi, tapi kalau lagi keki lihat Ibunya hepi di depan lepi, jadi minta pinjam notebook ini. Hadeeeh, kalau terus begini kapan bisa cepat terwujud mimpi? Hiks! (ini serius, malah dua riusπŸ˜€)

Diam-diam saya pun menambahkan wish list dalam doa harian. Semoga dalam waktu dekat saya punya notebook pribadi yang bisa saya kuasai sendiri kapanpun dan dimanapun. Biar nggak dibajak lagi sama anak-anak! (Hmm, kalimat di paragraf ini mengandung kata-kata kekerasan, mohon jangan dipraktekkan!)

Akhirnya saya pun berburu info tentang notebook yang sesuai dengan aktifitas saya yang segudang #halah (maksudnya, tiap hari bolak-balik ke gudang buat simpan dan balikin sapu, kemoceng, ember...kwkwkw)

Memang cari infonya kemana? Aduh, sekarang sih gampang! Nggak perlu jauh-jauh ke Mangga Dua. Khawatirnya sudah ngoyo kesana, menerobos lalu lintas yang yaa ampyuuun macetnya, eeh malah tergoda beli yang lainnya. Hhhh, bisa-bisa batal rencana!

Mendingan, klik saja, hunting, browsing, comparing sembari singing-singing dengan didasari beberapa spesifikasi. Sebenarnya nggak muluk-muluk kriterianya. Wong dasarnya saya hanya tipe pengguna bukan pakarnya. Tapi, boleh dong punya kriteria sebelum memutuskan membelinya. Biar nggak ada sesal di kemudian hari, ya kan?πŸ˜‰

Baiklah berikut saya bocorkan pertimbangan pemilihan notebook ala saya:

Sesuaikan Kebutuhan 

Pertama, sesuaikan kebutuhan. Mengapa? Karena jenis notebook yang dibutuhkan tiap orang itu berbeda, tergantung pemakaiannya untuk apa. Misalnya, di rumah saya saja, si Bapake notebook-nya gede, yang nentengnya, Audzubillah beratnya! Kenapa dia pilih yang itu? Ya karena tuntutan pekerjaan. Lha gimana, saat mudik pun kadang dia dimintai laporan keuangan (siapa juga suruh jadi akuntan yaa, selalu dikejar-kejar untuk ngitung duit orang melulu, xixixi). Jadi, Bapake butuh notebook yang high performance untuk menggantikan fungsi Personal Computer (PC). Kalau saya dan kamu (iyaaa..kamu) yang beban kerjaannya nggak sekomplet itu, ya nggak perlu! Mending ambil yang ultraportable atau midweight yang standar, tapi mumpuni dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pilih saja notebook yang bikin kita bisa menggunakannya, dimanapun dan kapanpun, tanpa kerepotan sedikitpun.

Pertimbangkan Kenyamanan 

Kedua, pertimbangkan kenyamanan. Contohnya, kalau notebooknya segede gaban pastilah nggak bakal bisa masuk ke dalam tas kesayangan. Ujung-ujungnya jadi bawa tentengan. Ribet, kan! Mendingan pilih notebook yang simpel, ukurannya nggak bikin sebel, tapi layarnya fleksibel, hingga kerjaan bisa cutel. Hohoho...!
Juga, biar nyaman, perhatikan pula masa aktifnya. Notebook yang baterainya tahan sampai jam-jaman, akan jadi suatu kebutuhan. Terutama bagi yang seharian kesana-sini. Selama ini, saya kadang enggan bawa-bawa notebook karena baterainya lemah (mungkin dia lelah!). Sering saat nunggu anak, sebelum ketak-ketik harus lirak-lirik, ada nggak colokan di seputaran. Hhhh! Coba ada yang awet baterainya yaaa, biar saya bisa pakai lebih lama!

Periksa Harga dan Layanan Purna Jualnya 

Ketiga, sebagai emak-emak yang beda harga seribu di minimarket yang ini dibandingkan yang itu, sering dianggap penting, faktor harga, pasti jadi kriteria juga. Karena, kalau harganya di kisaran yang diharapkan, sisa dananya kan bisa untuk kebutuhan yang lain. Juga tak lupa pastikan, apakah kita juga akan mendapatkan layanan purna jual yang membuat kita mudah mencari service center dan mendapatkan jaminan pemakaian selama rentang waktu tertentu.

"Jadi, kesimpulannya, pilihlah notebook yang berkualitas optimal dengan harga minimal!"

(Hhhh, dasar memang emak-emak, maunya enak tapi enggan keluar duit banyak! Kwkwkwk ...πŸ˜‚)

Nah, pertanyaannya adalah, memang ada  gitu notebook yang sesuai kriteria itu? Dan, tadaaa... ternyata adaaa! Dialah... ASUS E202 !!!


Ya, ASUS E202 si trendi solusi komputasi sehari-hari! Masa sih? Lha, kamu nggak percaya? Baiklah mari saya bisikin informasinya. Simak yaaa! Yuk mariiii :


Tahu nggak, ASUS E202 itu didesain untuk selalu siap dipakai kapanpun dan dimanapun. Beneran? Ya iyaa! Bobotnya saja ringan banget euuy! Hanya 1,21 kg! Hingga nggak perlu keluar tenaga ekstra untuk membawanya. Belum lagi dimensinya, nggak lebih dari lebar kertas berukuran A4 lho! Tepatnya 193 x 297 mm (11,6 inchi). Pasti bisa masuk ke tas kesayangan dan siap menemani saya kemana-mana. Heuheu...asyiknya!




Saat deadline sudah mepet, pikiran nggak boleh cupet! Harus dibawa hepi kerjanya. Caranya? Antara lain pilih warna favorit untuk notebook kita. Karena warna bisa memengaruhi emosi jiwa. Misalnya, warna merah akan meningkatkan sirkulasi darah dan menciptakan perasaan gembira. Biru tua bisa merangsang kejernihan pikiran. Biru muda akan membantu konsentrasi. Sedangkan warna putih akan memberikan aura kebebasan dan keterbukaan. Cocok sekali dengan pilihan warna ASUS E202. Ada  Silk WhiteDark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Ekspresikan diri lewat pilihan warna ini. Kalau saya sih bermimpi punya yang Silk White. Hmm, putih lembut, selembut hati. Hahayy! Semoga Tuhan mendengar doa saya ya, haha! Amin! Kalau kamu, suka warna apa, Sis?

ASUS E202 memang kelihatan tipis dan ringan. Tapi, meski tampilannya sederhana, jangan remehkan kelengkapannya. Karena, ASUS E202 dipepaki beberapa USB port (Universal Serial Bus yang menghubungkan notebook ke perangkat tambahan seperti mouse, kamera digital, printer, dan lain-lain), sebuah micro HDMI port (High Definition Multimedia Interface) dan slot MicroSD  (kartu memori untuk perangkat portable yang dikembangkan SD Card Association). Oh ya tipe USB 3.1 type C di ASUS E202 ini sangat menghemat waktu, karena dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya. Dan, kecepatan transfernya pun lebih cepat 11 kali dibandingkan dengan USB 2.0

Baterai. Ini yang bikin saya kesengsem sama ASUS E202, baterainya tahan lamaaa! Bisa sampai 8 jam tahannya! Terbayang sudah, setelah di rumah dipakai beberapa jam, saat nunggu bel pulang sekolah bisa sejam, lalu di tempat les renang sejam lagi. Terus kalau lagi cari inspirasi sambil antar anak main-main, bisa ke Taman Cattleya atau Ruang Terbuka Ramah Anak Kalijodo. Siapa tahu dengan lihat bunga-bunga, di tengah hembusan angin semilir, ide menulis akan mengalir. Waduuh, ASUS E202, mupeng saya euy!


Touchpad dengan akurasi tinggi pada ASUS E202 sangat responsif sehingga membuat kita merasakan sensasi laiknya menggunakan layar ponsel pintar. Ukurannya saja 36% lebih besar dibandingkan dengan touchpad pada notebook sejenis. Wow! Jadi meski notebooknya mungil tapi touchpadnya nggak nyempil! Hingga jari-jari kita pun dijamin leluasa menggunakannya sehingga makin nyaman bekerja. Yuk, mainkan, Gan !


Kepikir nggak, kalau notebooknya mungil, jangan-jangan keyboardnya kecil dan jaraknya rapet, bikin mata jadi sepet? Eh, tapi ternyata ASUS E202 tidak begitu. Desain keyboardnya one-piecce chiclet keyboardnya. Jarak antara satu dan lainnya 1,66 mm. Membuat siapapun, baik yang jarinya lentik cantik maupun bulat padat bisa memainkan dan nyaman menggunakan. Bahkan seri ini diciptakan tahan sampai 10 juta pengetikan ! Kereeeen!



Pernah nggak ketemu orang yang notebooknya mengeluarkan suara membahana hingga mengganggu orang di sekitarnya? Apalagi di ruangan yang ketenangan diharuskan. Seperti perpustakaan, saat pertemuan, atau ketika ada ujian. Sampai mikir, itu notebook apa pompa air?😁 Nah, ASUS E202 ini diciptakan dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah, sehingga tak akan mengganggu teman di kiri kanan. Fanless Design yang memukau! 


Untuk membuat blogpost yang keren, review produk yang oke, foto yang kece dan video yang t-o-p-b-g-t, tentu perlu survey. Berselancar di dunia maya pun jadi kebutuhan utama, Hingga gawai yang punya kemampuan berselancar dengan cepat pun menjadi syarat.

Nah, ASUS E202 menjawabnya dengan teknologi terbaru 802.11ac yang kecepatannya hampir tiga kali lipat dari 802.11n. Pas banget buat browsing, download juga streaming video. Jadi ASUS E202 itu anti lemot lho!


Processor sebagai otak notebook, bertugas menjalankan perintah yang dimasukkan. Jenis processor menjadi faktor penting karena akan memengaruhi proses kecepatan kinerja. Dan, ASUS mempersenjatai notebook seri E202 ini dengan Intel Processor yang terbaik, tangguh dan hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam. Performa yang berkualitas prima, siap melibas beragam kegiatan komputasi sehari-hari. Sehingga membuat pekerjaan lebih lancar dan cepat kelar. (Ah, jadi nggak sabar πŸ˜‹)


Tulisan yang dilengkapi gambar dan video berkualitas tentu menjadi keharusan, karena akan menambah kelengkapan materi yang ingin disampaikan.
Ternyata ASUS E202 telah dipepaki dengan teknologi ASUS Splendid dengan system Vivid dimana akurasi warna secara otomatis akan disesuaikan dengan display setting optimal. Jadi jangan heran jika hasilnya nanti akan lebih kaya warna dan lebih dalam tingkatannya. Tampilan foto dan video  pun menjadi prima dan menyejukkan mata.


ASUS E202 memiliki touchpad dengan teknologi ASUS Smart Gesture. Ini akan membantu kita bekerja optimal tanpa perlu perangkat mouse tambahan. Hingga membuatnya lebih powerful dan berteknologi tinggi. Penggunaannya bisa dengan tiga cara dengan efek yang berbeda-beda:
Satu Jari : Select (tap to select), Active (double tap to active), Drag (double tap-hold-drag)
Dua Jari : Show Pop Up Menu (tap to show up menu), Scroll (swipe horizontally/vertically), Zoom (pinch to zoom in/out), Rotate (rotate two fingers clockwise/counter clockwise)
Tiga Jari : Navigasi Page (swipe left/right), Show navigate/running application (swipe up), Show desktop (swipe down). Praktis bukan?


ASUS memang sudah jadi brand andalan dan pilihan lantaran ketersediaan ASUS cloud service yang mendukung secara menyeluruh kegiatan online era ini. Hal ini membuat kapan saja dan dimana saja kita berada, data bisa diakses dengan mudah. Ketersedian ASUS WebStorage juga membuat kita mudah mensikronisasi semua data baik file presentasi, foto-foto pribadi dan konten multimedia lainnya. Ditawarkan 16GB WebStorage gratis untuk satu tahun dalam setiap pembelian ASUS E202. Ngiler nggak, Bro? Hohoho....


Kalau lagi streaming video atau dengar musik kadang suara yang dihasilkan notebook itu pecah. Apalagi saat volumenya ditambah, jadi nggak halus suaranya dan bikin nggak nyaman di telinga. Adanya teknologi ASUS SonicMaster yang berkolaborasi dengan Golden Ear Team pada ASUS E202, menjadikan teknik engineering yang tepat dengan sofware yang difungsikan untuk mengantar suara berbeda dibanding notebook yang telah ada. Sehingga meski diputar pada volume tinggi, hasil suara lebih dalam dan tetap jernih. Jadi terdengar nyaman di telinga!



Untuk mendengarkan musik atau menyetel video, kita perlu speaker berkualitas prima dan nggak bikin pekak telinga. Fitur dual speaker terbaik ada pada ASUS E202 dengan posisi speaker yang menghadap ke depan kita. Membuat kita bisa menikmati setiap hentakan musik dan tontonan gambar yang apik dengan asyiiiik!




Yoooo, Bro, Sis, Gan, itulah fitur sempurna ASUS E202 yang bikin mulut saya makin ternganga...(ups, awas lalaaaaat!!)

Jadi gimana? Haaa? Kamu masih ragu-ragu juga? Baiklah, ayooo kita periksa spesifikasi lengkapnya yaaaa:

Spesifikasi ASUS E202


Prosesor : Intel® Celeron® Dual-Core N3050 Processor, 2.16 GHz 

Sistem Operasi : DOS, Windows 10 

Chipset : Integrated Intel® CPU 

Memori : DDR3L 1600 MHz SDRAM, OnBoard Memory , OnBoard Memory 2 GB

Display : 11.6" 16:10 HD (1366x768) 

Grafis : Integrated Intel® HD Graphics (Pentium & Celeron) 

Storage :  7mm SATA3 , 500GB HDD 

Card Reader : card reader (Micro SD ) 

Kamera : HD Web Camera 

Networking : Terintegrasi 802.11 ac , Built-in Bluetooth™ V4.0 

Interface :
1 x Headphone-out jack (Audio-in Combo)

1 x USB 3.0 port(s)

1 x USB 2.0 port(s)

1 x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps)

1 x micro HDMI 
 
Audio : Built-in Speakers And Digital Array Microphone 

Baterai : 3Cells 48 Whrs Polymer Battery 

Adaptor Daya
Output :
19 V DC, A, 33 W
Input :
100 -240 V AC, 50/60 Hz universal 

Jaminan : 1 tahun garansi hardware global. *berbeda di setiap negara

Nah, sudah komplet infonya! ASUS E202 memang pilihan bernas agar sehari-hari kamu dan saya makin produktif dan kreatif menjalani berbagai aktifitas.

Hhhh, saat nulis ini saja, saya sambil komat-kamit berdoa. Semoga terkabul keinginan saya punya ASUS E202. Barangnya bagus, mulus, tapi nggak butuh banyak fulus! Sudah gitu desainnya trendi dan bisa jadi solusi komputasi sehari-hari. Sebuah pilihan yang tepat untuk berbagai profesi.

Baiklah, cukup sudah. Kalau ada komentar, saran dan kritikan untuk tulisan ini silakan tinggalkan pesan di kolom komentar. Dan, terimakasih sudah singgah...Muach!!πŸ’™

Salam,

Dian


Catatan :
Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition ASUS E202 Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan by uniekkaswarganti










5 Tips Praktis Menghemat Uang Belanja Agar Tak Lekas Habis




Ayo tunjuk tangan, siapa yang baru gajian atau dapat transferan dari suami eh belum sampai tengah bulan uangnya sudah berkurang lebih dari separuhnya? #cung!! Saya paling duluan...kwkwkwkπŸ˜†

Hmm, kenapa ya, padahal sudah ditentukan jumlahnya harus cukup untuk menutup pengeluaran sampai jatah bulanan berikutnya. Perasaaan bayar ini itu sama seperti bulan-bulan yang lalu. Juga, tak ada keperluan mendadak yang bikin pengeluaran tiba-tiba saja membengkak. Jadi, larinya kemana coba?

Kejadian seperti ini, seringkali kita alami. Uang yang barusan ada di dompet, beberapa waktu saja jumlahnya jadi mepet. Sebenarnya bagaimana cara praktis menghemat uang agar tak lekas habis? Nah, beberapa bulan ini saya mencoba beberapa tips berikut:

πŸ’œ Pertimbangkan Baru Putuskan πŸ’œ
Siapa sih yang nggak bakal tergoda produk yang bertebaran di sosial media dengan embel-embel potongan harga? Apalagi online shopping kini begitu mudahnya, tinggal klik, debit/kredit/transfer, sampai deh barangnya ke rumah kita.
Belum lagi saat nge-mal, mata terkesima dengan cantiknya busana yang dipakai manekin di etalase yang kelihatan begitu menawan. Aha, tergoda jadinya! Memang, penyakit nomor satu bagi sebagian besar orang adalah membeli sesuatu tanpa mempertimbangkan dulu. Hingga saat tiba di rumah baru menyesalinya karena ternyata mahal sekali harganya. Atau, waktu lihat lemari, sudah ada baju dengan warna dan model yang mirip dengan itu. Nyesek!
Nah, saat tergoda sesuatu, ambil jeda dulu (huhuhu). Kalau perlu keluar dari laman/gerai itu. Pertimbangkan sebentar, baru putuskan perlu tidak dibayar.

Tips: hindari install aplikasi marketplace di ponsel kita, agar kita tak mudah mengaksesnya dan akan tergoda.

πŸ’œ Mencoba Bersabar πŸ’œ


Dulu kala, orang membeli sesuatu jika punya uangnya. Mereka menabung sampai uangnya cukup untuk membayarnya. Tapi kini, tanpa uang di tangan, orang seringkali membeli itu ini. Tak ada cukup uang di dompet, kenapa repot-repot, gesek saja kartu kreditnya. Mereka lupa jika kartu kredit itu bukan pengganti uang, tapi pengganti metode pembayaran. Tujuan utamanya agar kita tak kerepotan membawa banyak uang tunai di dalam tas kita, yang tentunya berbahaya. Juga, sekarang orang cenderung menggampangkan berutang sebagai cara untuk mendapatkan barang. Semua maunya dicicil, hingga belum sampai akhir bulan dana tinggal secuil.
Nah, agar tak terjadi hal yang sama, cobalah bersabar jika ingin satu benda. Sisihkan uang dulu, sampai terkumpul sejumlah rupiah untuk membayar itu.

Tips: kalau saya dan suami, sudah lama punya kartu kredit masing-masing satu saja (dari bank yang berbeda), karena memang mau ambil fungsinya, bukan untuk gaya-gayaan semata. Dan, selalu bayar tagihan sesuai nominalnya, bukan besaran bayar minimumnya.


πŸ’œ Bikin dan Perbaiki Sendiri πŸ’œ

Memasak untuk keluarga, membuat sendiri benda yang diperlukan daripada membelinya, dan memperbaiki apa yang dipunyai daripada membeli lagi. Itu antara lain hal yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran. Selain sesuai selera, lebih terjaga kesehatannya, tak perlu membayar jasa perbaikan, sejumlah uang jadi bisa kita sisihkan.

Tips: browsing beragam resep dan coba membuatnya untuk mengurangi frekuensi jajan di luar, bawa bekal makanan ke sekolah/kantor dan recycle/reuse barang di rumah.

πŸ’œ Matikan TV, Sisihkan HP πŸ’œ


Lakukan sesuatu yang berguna di sela waktu. TV dan HP selain membuat biaya energi meninggi juga akan memengaruhi keinginan untuk membeli. Iklan yang berseliweran membuat kita bisa jadi akan tergoda. Coba tambah ilmu dengan membaca buku. Atau, berkebun sayuran di halaman, yang saat panen bisa jadi bahan masakan. Juga, mengajak anak-anak berolahraga ringan untuk hiburan dan kesehatan.

Tips: beli bibit cabe/atau keringkan sendiri biji yang dibuang saat memasak, sebar di pekarangan/pot. Tiga bulan kemudian, butuh cabe tinggal petik sendiri. Tanam juga pohon yang bisa dipetik hasilnya di pekarangan. Kalau saya di rumah dengan lahan terbatas, menanam pohon jeruk purut/limau/nipis, pohon salam, pohon mangga, jambu biji, serai, kunyit dan cabe.

πŸ’œ Bijak Berbelanja πŸ’œ


Siapkan daftar belanjaan sebelumnya, untuk mengantisipasi pembelian yang tak terduga. Beli dalam ukuran besar agar harganya lebih murah. Pilih kualitasnya bukan sekedar lihat merknya. Belanjalah dalam keadaan kenyang. Jadi kalau nge-mal rutenya food court dulu baru supermarket atau gerai lainnya (jangan kebalik yaa πŸ˜„) Karena berdasarkan penelitian, saat lapar perut mata kita juga akan kelaparan, hingga tak mampu menahan godaan. Juga, belilah benda yang sifatnya ekonomis. Misalnya lampu yang hemat energi, barang bekas yang masih berkualitas atau alat olahraga yang praktis. Hingga kita bisa menyisihkan dana dari bijak berbelanja.


Jadi, meski jatah uang bulanan tak ada penambahan, dengan 5 tips praktis tadi uang kita tak akan lekas habis. Tapi, meski demikian kita tetap memerlukan catatan perencanaan keuangan untuk memperkirakan besaran pengeluaran kita setiap bulannya.

Kelihatannya sih sulit yaa? Tapi, tak ada salahnya mencoba, kan?
Saya sampai sekarang juga masih berusaha untuk menerapkannya agar uang bulanan bisa terkelola dengan baik, nggak habis sebelum waktunya dan syukur-syukur ada sisanya...Horeee!

Bosan? Ini 5 Cara Mengatasinya!




"Bosaaaaaaaaaaaan!"

Hhhh..siapa juga yang nggak pernah bosan yaak?😏

Bosan, sebuah kata yang seringkali kita ucapkan saat jenuh melakoni sesuatu hal. Ibu rumah tangga, seperti saya, bosan pada rutinitas keseharian yang itu-itu saja. Seorang pekerja merasa bosan akibat mengerjakan tugas yang sama. Pelajar mengalami kebosanan lantaran tugas sekolah yang bikin hayati makin lelah. Ya, kebosanan memang bisa melanda siapa saja. Tua, muda, apapun profesinya.

Rasa bosan ada, ketika hidup menjadi rutinitas belaka. Dari waktu ke waktu yang dijalani hanya itu. Tak ada yang baru. Hingga membuat kita merasa jemu. Berdasarkan penelitian, jika kebosanan dibiarkan, bisa mengarah pada terjadinya depresi, kegemukan, kegelisahan, emosi meninggi dan menurunnya kemampuan diri. Hiiiiiii mengerikan bukan?😱 Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Nah, berikut ini 5 cara menghilangkan rasa bosan yang bisa kamu coba:

πŸŽ€ Coba Hal Baru πŸŽ€


Agar tak jemu dengan kegiatan lamamu, cobalah sesuatu yang baru. Misalnya, bosan dengan menu harian yang terus diulang-ulang, coba saja resep baru dari internet, majalah atau yang sering di-share teman di sosial media. Siapa sangka hasil masakan kita bisa bikin buah hati makannya nambah dan nambah lagi (asal bukan ibunya yang beratnya nambah dan nambah lagiii...xixixiπŸ˜€)

πŸ’ Rubah Sekelilingmu πŸ’



Kalau ternyata di atas meja kerja ada hiasan, cangkir atau mungkin pigura foto yang sudah lama sekali berada di sana, kenapa tidak diganti baru saja. Atau, kala bosan dengan tatanan perabot rumah, coba rubah! Pindahkan hiasan yang ada di ruang tamu ke ruang keluarga, ubah susunan sofa, beri pigura hasil lukisan tangan si kecil lalu gantungkan di dekat meja kerja....Sesuatu yang baru di sekitarmu itu akan memengaruhi semangatmu.

πŸ‘ Tantang DirimuπŸ‘ 


Adakalanya kegiatan yang kamu lakukan itu bisa menimbulkan rasa jemu, karena kamu terlena di zona nyamanmu. Kamu merasa baik-baik saja di situasi kini, hingga tak mau menantang diri. Coba lakukan sesuatu yang sebenarnya kamu inginkan tapi tetap kamu simpan. Wujudkan impian itu! Kamu ingin mempelajari bahasa asing, tapi belum-belum sudah merasa itu tak penting. Ayo, pacu diri, kembangkan potensi! Hilangkan rasa bosan dengan keluar dari zona nyaman. Ssst, apalagi mau belajar apapun sekarang gampang kan, beragam online training bisa jadi pilihan. Praktis dan ekonomis.

πŸ‘• Bertemu Teman Baru πŸ‘•


Berjumpa dengan orang yang sama dengan bahasan yang tak jauh beda, bisa membuat rasa bosan melanda. Bergabung ke komunitas offline maupun online, berkenalan dengan kawan anyar di situ dan memulai obrolan hangat dengan mereka. Itu bisa membuat rasa jemu tak lagi mendera. Karena bisa ganti bahasan gosipnya. Upsss!

πŸ’ Rehat Singkat πŸ’



Jika merasa mentok, sebelum gondok, sana istirahat saja! Bosan lihat tumpukan berkas yang tak juga tuntas atau pusing dengan angka-angka yang ada di lembarannya? Pergi saja ke pantry dan nikmati secangkir kopi. Atau, jika hati gundah karena seharian di rumah, coba ke sudut ruang santaimu dan selesaikan rajutanmu. Putar lagu, baca buku favoritmu serta nikmati segelas teh hangat. Rehat singkat akan mengurangi penat dan meredakan kebosanan. Tapi singkat saja yaaa...Kalau kelamaan rehatnya, bisa-bisa banyak tugas kita yang tertunda. Ingat DL...DL...Jangan keseringan jadi Deadliners.πŸ˜‰

Jadi, lain kali saat jemu menerpamu, segera temukan teman atau kegiatan baru. Juga, agar bosan tak lagi datang, cobalah untuk melakukan perubahan pada diri hingga kamu merasa semangat lagi. Ayo, semangaaaat Kakak!! ^^

Nah, kalau kamu, apa yang kamu lakukan untuk mengusir rasa bosan? πŸ’–









Yuk, Intip 5 Rahasia Anti Dehidrasi Saat Puasa!




Halooo...Masih kuat kan puasanya? Nggak sampai dehidrasi, kan yaa? Iya, dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan pada tubuh yang mungkin sekali terjadi saat kita sedang berpuasa. Gejalanya pusing, sakit kepala, kulit kering, mudah mengantuk, cepat lelah dan sembelit. Dan puasa yang mewajibkan kita tidak makan/minum selama lebih kurang 13 jam, membuat gejala ini bisa saja datang. Penyebabnya adalah kurangnya asupan cairan selama berbuka puasa sampai sahur tiba. 

Air memang berfungsi penting bagi manusia karena 60-70% bagian tubuh kita terdiri dari air. Sehingga pengurangan asupan selama Ramadan akan memengaruhi fungsi sel dan saraf tubuh kita. Sehingga hendaknya kita memerhatikan jumlah air yang dikonsumsi untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Lalu adakah rahasia anti dehidrasi saat puasa?

πŸ€ Minum sesuai kebutuhan πŸ€


Masing-masing orang membutuhkan jumlah asupan cairan yang berbeda. Idealnya untuk orang dewasa adalah 8 gelas sehari. Tetapi, jika kita lebih banyak beraktifitas di luar ruangan, lebih baik jumlahnya ditambah.

🌻Sebaiknya air putih saja🌻


Es kelapa, es buah, sirup atau kolak memang segar diminum saat berbuka puasa. Tapi ingat, kesemuanya itu mengandung banyak gula yang membuat kita merasa makin haus saja dan ingin tambah lagi dan lagi.

🌡Kurangi konsumsi garam🌡



Garam bersifat mengikat air sehingga konsumsi garam berlebihan bisa membuat kita kehausan. Hindari penambahan garam yang berlebihan pada masakan. Juga kurangi makanan yang banyak mengandung garam, seperti : acar, keju, camilan, daging olahan dan makanan kaleng.

🌲Makan sayuran dan buah-buahan segar🌲


Sayur dan buah segar kaya akan serat dan kandungan air. Makanan berserat membuat tubuh kenyang lebih lama sehingga akan mengurangi rasa haus dan membantu proses pembuangan yang membuat kita terhindar dari sembelit. Kandungan air pada sayur dan buah juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

🍍Minum sedikit tapi sering🍍


Minum langsung dalam jumlah banyak akan membuat perut tak nyaman. Minumlah dalam porsi kecil dan selang-seling dengan waktu makan. Misalnya segelas air saat terbangun sahur dan sesudahnya, segelas saat azan Magrib bergema dan setelah makanan utama, segelas sebelum dan sesudah tarawih, dan minum lagi sebelum beranjak tidur. Pola ini akan mencukupi jumlah kebutuhan air minum dalam sehari.

Nah, jadi tak perlu khawatir lagi :)... Asalkan asupan cairan kita mencukupi, kita bisa bilang “bye..bye dehidrasi”! Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga lancar jaya sampai waktunya berbuka ..^^

Mau Badan Hangat Saat Ramadan? Sup Bisa Jadi Pilihan! Kaya Manfaat Lho!


Yang Muslim masih kuat puasa kan yaaa? Kwkwkw😁
Ya iyalah, harus kuat, kan wajib yaaak...
Nah, apa rencana menu sahur/buka puasanya? Bagaimana kalau semangkuk sup yang hangat? Ya, sup, masakan berkuah, yang berkaldu dan berbumbu dengan aroma khas rempah. Kaldunya bisa dari daging sapi, ayam, kambing atau ikan dan biasanya dilengkapi dengan potongan/irisan dagingnya. Disertakan juga sayuran seperti : wortel, kentang, buncis, kol, tomat, seledri, daun bawang, oyong, sawi atau labu siam. Sup dengan proses pengolahan yang cepat, umumnya disajikan hangat. Sehingga bisa menjadi pilihan menu berbuka puasa yang tepat dan kaya manfaat, karena :

Mudah mengolahnya



Sup mudah diolah dalam satu panci, “simple to prepare, simple to serve”. Tak butuh waktu lama untuk memasaknya, sebelum waktu berbuka puasa dan sahur tiba.

Bisa dimasukkan beragam isian

Bermacam pilihan protein atau sayuran yang bernutrisi tinggi bisa kita tambahkan ke dalam sup.

Murah meriah



Bahan-bahannya sederhana, ada dimana-mana dan terjangkau harganya. Jadi nggak perlu ke supermarket, beli di abang sayur yang lewat depan rumah pun bisa.

Menghangatkan badan


Setelah seharian berpuasa, sup akan menghangatkan perut yang kosong. Sehingga membantu mencegah kembung dan ketidaknyamanan pada lambung.

Sup kaya akan cairan



Sup akan mengisi cairan tubuh yang hilang setelah berpuasa seharian.

Mengandung serat yang sehat


Sayuran dalam sup memenuhi kebutuhan serat tubuh, menjadikan kita terhindar dari konstipasi/sembelit selama berpuasa.

Bergizi tinggi


Bahan isian yang bernutrisi tinggi dan dimakan sekalian dengan air rebusan, membuat terjaganya kandungan protein, vitamin dan mineral.

Mengenyangkan

Makan sup di awal membuat perut kenyang sehingga menghalangi kita mengambil makanan lainnya yang membuat berat badan pun akan terjaga.

Mudah dikunyah



Sup cocok untuk segala usia. Karena dimasak dengan cara direbus, membuat tekstur protein dan sayuran gampang dikunyah dan ditelan. Sup yang berkuah juga sesuai menjadi hidangan bagi anak-anak sampai orang tua.

Kaya rasa


Menghirup uap sup dengan aneka aroma dan rempah akan melancarkan pernapasan. Juga melegakan tenggorokan yang kering setelah berpuasa seharian.

Nah, yuk coba saja berbuka puasa dengan sup kepala ikan, sup sayuran, sup buntut, sup oyong, sup jagung atau yang lainnya yaa. Selain badan jadi hangat kita juga akan mendapat banyak manfaat. Sehingga selama berpuasa bisa tetap sehat dan kuat. Insya Allah. Selamat mencoba yaa^^