Lipstik Tahan Lama yang Pas Buat Kita-Kita




Sejak lama lipstik jenis matte diburu oleh kaum hawa lantaran lebih tahan lama dipakainya. Apalagi mereka yang dalam keseharian memang kudu berias rapi jali, lipstik matte ini membuat pemakainya tak perlu wara-wiri ke toilet untuk sekedar merapikan dandanan. Dulu, varian ini kadang bikin nggak nyaman lantaran kesan berat melekat di bibir hingga mulut berasa tebal, kaku dan tak menyatu. Namun kini, jenis matte yang beredar di pasaran sudah dikembangkan hingga terasa ringan saat diaplikasikan ke bibir. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

Ya, Wardah sebagai salah satu kosmetik brand lokal memang tak ketinggalan ikut meramaikan pasar. Lewat Wardah Ecxlusive Matte Lip Cream inilah Wardah menjawab keinginan perempuan Indonesia akan lipstik tahan lama yang pas buat mereka. Produk yang telah dipasarkan lebih dari setahun ini telah berhasil mengambil hati para pembeli hingga kadang sampai susah dicari.

Lalu apa yang membuat Wardah Ecxlusive Matte Lip Cream menjadi pilihan tepat buat perempuan Indonesia yang hebat?

Kemasan


Image result for wardah exclusive matte lip cream

Lipstik ini terkemas cantik, berbungkus kotak yang sewarna dengan lipstiknya hingga memudahkan kita mengenali warna yang kita suka. Ukurannya sedang saja sehingga pas dimasukkan ke tas. Aplikator yang menempel di tutup lipstiknya memudahkan pengguna saat mengaplikasikan ke bibirnya.

Tekstur



Saat awal diaplikasikan Wardah Ecxlusive Matte Lip Cream ini akan terasa creamy dan basah. Tapi, tak butuh lama untuk mengeringkannya. Dan, teksturnya ringan juga nyaman di bibir kita, hingga tidak terasa tebal ataupun kaku saat memakainya.

Warna

Image result for wardah exclusive matte lip cream


Image result for wardah exclusive matte lip cream


Wardah Exclusive Matte Lip Cream menyediakan 15 aneka warna yang bisa jadi pilihan kita, yaitu :

01 Red-Dicted
Warna merah menyala yang saat diaplikasikan pada pemilik kulit sawo matang akan membuat kulitnya terlihat lebih segar dan cemerlang.

02 Fuschionately
Warna fuschianya sempurna, khususnya bagi yang warna bibirnya cenderung gelap,

03 See You Latte
Tepat untuk si kuning langsat karena menghasilkan efek "pucat".

04 Pink Me
Pink yang tidak terlalu tua warnanya sehingga memberikan efek cerah pada wajah.

05 Speachless
Untuk yang berkulit cenderung gelap sebaiknya tidak memilih warna ini karena wajah akan berkesan kusam.

06 Feeling Red
Warna merah cabe rawit yang memberikan efek kulit lebih terang.

07 Hello Ruby
Memberikan efek kulit yang lebih putih dan bersih.

08 Pinkcredible
Warna pink tua yang sesuai diterapkan untuk tampilan casual saat keseharian.

09 Mauve On
Warna pink yang jika diterapkan akan berefek muka lebih terang dan cemerlang.

10 Berry Pretty
Warna ungu muda yang akan memberi efek nude pada si pengguna.

11 Oh So Nude
Warna nude yang tercipta cocok bagi semua warna kulit perempuan Indonesia.

12 Plum It Up
Warna pink tuanya bisa jadi pilihan lantaran memberikan kesan elegan.

13 Fruit Punch
Warna coklat nudenya layak untuk dicoba

14 My Honey Bee
Warna pink yang cenderung ke peach

15 Pinky Plumise
Warna pinknya hampir sama dengan nomor 9 hanya saja lebih tua

Nah, lima belas pilihan warna menawan tadi bisa jadi rujukan untuk tampilan keseharian. Apalagi formula wardah Exclusive Matte Lip Cream ini transferproof, pigmented dan smudgeproof.

Tahan Lama

Saya memakai " 10 ~ Berry Pretty"

Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini tahan lama dan mampu bertahan sekitar 4-8 jam saat digunakan. Jika ingin menghapusnya cukup pakai make up removal atau micellar water. Aplikasikan dan diamkan sejenak baru bersihkan.

Harga

Saya pakai "07~Hello Ruby"

Untuk harga, Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini sangat terjangkau dibandingkan produk sejenis yaitu hanya Rp 47.500,-. Tuh, pas di kantong kan yaaa!

Akhirnya, secara keseluruhan Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini memang worth it. Karena kemasan cantiknya, teksturnya, ragam pilihan warnanya, tahan lama dipakainya, terjangkau harganya dan halal komposisinya.

Hanya saja memang kadang bikin bibir jadi terasa kering. Untuk menyiasatinya, gunakan Wardah Lip Balm atau Lip Gloss sebelum mengaplikasikannya agar tekstur bibir lebih lembab.

Nah, buat yang suka dengan lipstik tahan lama, Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini memang pas buat kita-kita. Jadi, tunggu apa lagi, yuk dicoba!💋

Imunisasi Measles Rubella 

Perlu Nggak Ya?




Persalinan ketiga saya berlangsung secara sesar karena diagnosa plasenta previa. Sebelumnya, selama hamil saya sempat rawat inap dua kali di rumah sakit lantaran terjadi pendarahan. Selain itu, pertimbangan dokter untuk tindakan sesar adalah status kehamilan pertama saya dimana anak lahir dan meninggal 13 hari sesudahnya. Meski, saya sempat berusaha mencari second opinion untuk hal ini. Dan ternyata di dokter kandungan yang kedua juga menyatakan diagnosa dan saran yang sama jika sesar adalah tindakan yang tepat nantinya.

Dua bulan setelah melahirkan, saya dan anak-anak berangkat ikut Bapaknya untuk sekolah ke Amerika. Sesampainya di sana yang pertama saya cari adalah informasi tentang imunisasi. Karena saya ingin melengkapi imunisasi si Adik sampai usia wajib seperti kakaknya dulu. 

Setelah tanya kiri kanan pada teman-teman Indonesia yang tinggal di sana, saya dapat info kalau ada bis imunisasi keliling gratis (Care Mobile) yang difasilitasi negara bagian Louisiana (pemerintah kota New Orleans bekerja sama dengan pihak swasta), untuk sesiapa yang memerlukannya. Syaratnya gampang, bawa rekap data imunisasi sebelumnya, nunggu panggilan, dilayani dan...pulang!

Bis imunisasi gratis Greater New Orleans
Layanan ini berlaku untuk bayi baru lahir - anak usia 18 tahun, tanpa ditanya apakah warga negara atau bukan serta ditangani langsung oleh dokter. Vaksinnya -saat itu- meliputi: DTP, OPV, MMR, Hib, Hep A, Hep B, Varicella, Rotavirus, Influenza, Pneumo dan Novel Influenza. Semua gratisss, bahkan pulangnya anak-anak dibekali permen, stiker atau mainan. Semua data selanjutnya akan tersimpan pada akun si anak dan akan diperbarui saat pemberian vaksin berikutnya. Data kelengkapan imunisasi ini akan menjadi persyaratan untuk pendaftaran sekolah di Amerika. Mengapa sedemikian pentingnya? Karena mereka memegang keyakinan bahwa antisipasi lebih murah biayanya daripada mengobati. Jika anak sudah diimunisasi berarti akan punya tingkat kekebalan lebih tinggi yang tidak hanya akan melindungi dirinya sendiri tapi juga orang di sekitarnya. Apalagi usia anak-anak lebih rentan terkena penyakit karena daya tahan tubuh yang masih rendah dibandingkan usia dewasa. Itulah sebabnya, pemerintah di sana sangat peduli dengan program imunisasi seperti ini.

Layanan imunisasi yang saat ini diberikan

Selama dua tahun di sana, akhirnya si Mas dan Adik rutin saya ajak ke parkiran Mal dekat rumah, tempat bis ini terjadwal melayani. Saya akan cek di situs resmi layanan bis ini untuk jadwal lengkapnya. Tak lupa memeriksa apakah sudah waktunya anak-anak kembali untuk jadwal vaksin berikutnya. Alhamdulillah mereka sehat-sehat selama di sana sampai saat ini.

Jadwal tempat layanan

Nah, berkaitan dengan pro kontra program imunisasi Measles Rubella yang dicanangkan pemerintah Indonesia pada bulan Agustus dan September nanti, sebenarnya vaksin MR ini perlu nggak ya?
Kalau menurut saya sih, lebih baik pertimbangkan saja baik buruknya, lebih banyak yang mana.

Yang jelas, bukankah anak-anak kita berhak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas? Jadi, kenapa tidak kita lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi?

Oh ya untuk informasi saja, anak pertama saya terlahir kurang sempurna (cacat) dan hanya berumur 13 hari saja, meski tidak tahu pasti sebabnya, mungkin saja saat hamil trimester pertama saya terinfeksi Rubella, siapa sangka?...yuk, cegah penularannya!

Berikut tambahan informasi tentang apa Measles Rubella / Campak Rubella :

Sumber : Kementerian Kesehatan RI / Ikatan Dokter Anak Indonesia / Status FB Dokter Rahaenul Bahraen.

PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR

Apakah penyakit Campak Rubella?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

Apa bahaya dari penyakit ini?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Apakah vaksin MR?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

Apakah Vaksin MR aman?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016. 

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Nah....Akhirnya terjawab sudah. Imunisasi Measles Rubella itu perlu nggak yaaa? Tentu perlu pemirsaaa!!

Jadi jaangan lupa ya, untuk yang punya putra-putri di rentang usia yang disebutkan, bulan Agustus-September jadwal imunisasi MR-nya! Sampai jumpaaa!💖

Salam,

Dian



Rupa-Rupa Tips lebaran



No automatic alt text available.


*Jadi runner-up writing competition yang dihelat Ruparupa

“Libur telah tiba…libur telah tiba…hatiku gembira…hore..horee”

Lagu dari penyanyi cilik Tasya ini benar-benar mewakili perasaan hati saat menyambut liburan lebaran yang datang sebentar lagi. Ah, siapa juga yang nggak senang liburan yaaa… 

Setelah sekian waktu berkegiatan, sibuk dengan rutinitas pekerjaan, giat belajar atau repot mengurus banyak hal, rehat singkat tentunya diperlukan untuk menyegarkan kembali badan dan pikiran.

Ya, berdasarkan berbagai penelitian, liburan yang identik dengan acara aktifitas berjalan kaki ke tempat sanak saudara ataupun tempat wisata, akan membuat kesehatan badan kita lebih terjaga. Meski di keseharian kita mungkin melakukan kegiatan yang sama, tapi karena saat liburan hati kita sedang senang maka akan memicu sistem imun bekerja dengan lebih baik. 

Lingkungan baru yang menyenangkan juga dapat meningkatkan kadar sel darah putih untuk mencegah terjadinya infeksi tubuh. Selain itu, berlibur juga baik bagi kesehatan jantung karena dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh stres. Sedangkan untuk kesehatan mental, liburan akan menciptakan emosi positif yang berdampak baik bagi keseimbangan jiwa.

Nah, lantaran liburan punya banyak manfaat, sepatutnya kita mengagendakannya secara berkala. Meski liburan sering diidentikkan dengan buang-buang uang karena harus mengeluarkan dana untuk transportasi, akomodasi atau oleh-oleh itu ini. Tapi, jika kita sudah siapkan jauh-jauh hari pasti tak akan merasa terbebani lagi. Seperti liburan lebaran kali ini.

Lalu apa saja yang harus disiapkan saat akan liburan lebaran? Saya punya info menarik tentang tips lebaran yang seru dan menyenangkan dan bisa didapatkan di ruparupa(dot)com

Ruparupa adalah one stop online shopping produk Ace Hardware, Informa, Toys Kingdom dan produk Kawan Lama grup lainnya. Ruparupa ada untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern akan kemudahan berbelanja kapanpun dan dimanapun kita menginginkannya. Pilihan beragam barang yang ditawarkan beserta berbagai kemudahan diantaranya : gratis ongkir area Jabodetabek (syarat dan ketentuan berlaku), kemudahan pembayaran (debit/kredit/virtual account/cicilan 0%), kemudahan proses penukaran dan pengembalian produk, pelayanan purna jual dan store pick up service (di store ACE/Informa). 

Nah, berikut ini tips liburan lebaran yang seru dan menyenangkan. Let’s check them out !

1. Tujuan Liburan

Pertama kali pasti, tentukan dulu tujuan liburan lebaran kali ini. Sesuaikan tujuan dengan besaran dana dan waktu yang dialokasikan. Apakah akan mudik ke kampung halaman, pergi ke tempat wisata, kunjungan ke tempat keagamaan, atau ketiga-tiganya, mudik sekaligus berwisata. Kenapa tidak? Sekali mendayung, dua tiga pulau bisa terlampaui! Mumpung mudik, sekalian main ke tempat wisata di sekitarnya yang unik dan menarik. Duh, senangnya!


2. Kendaraan

Setelah tujuan, kemudian tentukan moda transportasi apa yang akan digunakan. Apakah menggunakan kendaraan umum (pesawat, kapal laut, kereta api, bus) atau memakai kendaraan pribadi. Jika memakai transportasi umum, pemesanan tiket bisa lewat agen perjalanan atau melalui aplikasi online yang menyediakan berbagai pilihan dengan kisaran tarif yang bisa kita sesuaikan dengan dana yang ada. Sebagai catatan, lebih baik pemesanan dilakukan jauh hari sebelumnya, mengingat ketersediaan tempat dan biaya. Karena biasanya makin dekat liburan makin susah dapat tiketnya juga mahal tarifnya. 

Kalau memilih kendaraan pribadi, lakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh terlebih dahulu di bengkel, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama di perjalanan seperti ban bocor, mesin panas, mobil mogok, dan lain-lain. Lebih baik juga sediakan peralatan darurat kendaraan yakni dongkrak/kunci roda, kabel jumper, tali derek dan kotak perkakas. Jangan lupa aksesoris pelengkap yang mendukung kenyamanan selama berkendara, seperti tempat penyimpanan, tempat sampah juga pengharum mobil. 



3. Penginapan 

Lalu, pesan penginapan jika perlu. Kecuali jika memang akan menginap di rumah orang tua/saudara. Pemesanan penginapan bisa melalui aplikasi yang kini makin mudah didapati dengan harga yang bervariasi. Pastikan mengecek kesesuaian penginapan yang diambil dengan kebutuhan. Hingga kita bisa beristirahat dengan nyaman selama liburan. Untuk yang menginap di hotel, berikut ada penawaran voucher diskon hotel dan pesawat (syarat dan ketentuan berlaku)


4. Barang Bawaan

Liburan pasti bawa barang-barang pribadi dong yaaa…Biar nggak perlu beli-beli lagi di sana. Untuk itu, bawa barang yang sesuai dengan tujuan. Jangan sampai niat berlibur di pantai yang dibawa malah jaket dan selimut tebal, bukannya kacamata hitam, topi dan baju renang. Kalau berliburnya bersama anak-anak, barang bawaan mungkin jadi lebih banyak. Siapkan keperluan mereka dulu. Bawakan mainan kesayangan yang akan menghibur sepanjang perjalanan, buku cerita yang lucu atau buku gambar dan krayon untuk mengisi waktu saat menunggu.



Barang sudah...Hmm, bingung mau dibawa pakai apa barangnya? Sudah ada kopernya belum? Kalau belum, berbagai jenis koper ini bisa jadi pilihan. Oh ya, saat memilih koper perhatikan : jenis kopernya, jumlah roda, model handle, sistem penguncian dan ukurannya. 



5. Bingkisan Lebaran

Sudah siap pergi liburan, sudahkah bingkisan lebaran disiapkan? Lebaran saatnya silaturahmi, merupakan momen yang tepat untuk berbagi. Bingkisan untuk keluarga, kolega juga sanak saudara tentu akan berkesan di hati. Beragam pilihan dari makanan hingga keperluan sehari-hari bisa kita jadikan bingkisan lebaran. Sesuaikan dengan dana dan ditujukan pada siapa bingkisannya. Kalau mau tahan lama, daripada makanan, benda bisa jadi pilihan. Untuk Ibu Mertua, mungkin tea set yang cantik bisa jadi pilihan unik. Buat kolega yang masih lajang, chef’s simple set tentu akan membuatnya senang. 




6. Keamanan Rumah

Semua sudah siap…Ready, Set, ....!! Eitsss, tunggu dulu, sebelum berangkat, pastikan rumah aman saat ditinggalkan. Ingat untuk menginformasikan ke pengurus RT/satuan pengamanan lingkungan kalau rumah kita dalam keadaan kosong selama sekian hari. Sehingga rumah kita dalam pengawasan mereka. Selain itu antisipasi keamanan antara lain dengan: melengkapi pintu dengan kunci/gembok bermutu, memasang cctv, menyimpan barang berharga di brankas, memasang alarm rumah, memakai lampu sensor/timer, melepaskan colokan listrik dan melepas selang tabung gas.



Nah, lengkap sudah! Jadi nggak perlu galau lagi menyambut liburan lebaran ini. Karena Ruparupa menawarkan banyak solusi.



Oh ya satu lagi, untuk pendaftaran member baru akan mendapatkan voucher Rp 50.000,-. Seperti voucher yang saya dapatkan di atas. 
Seru, kan? Jadi tunggu apa lagi. Yuk, ceki-ceki ke ruparupa untuk berbagai pilihan barang menyambut liburan lebaran beserta tipsnya. Selamat menikmati liburan lebaran. Semoga liburannya seru dan menyenangkan, lancar di perjalanan dan kembali lagi ke rumah dengan sehat dan aman. Amin.^^



PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KATA MUTIARA INSPIRATIF RAMADAN & IDUL FITRI

No automatic alt text available.

Salam literasi!

Selamat sore, FAMili. Semoga Anda malam ini tetap dalam keadaan sehat, semangat, dan terus aktif berkarya.


Setelah Tim juri melakukan seleksi hampir 300-an kata mutiara, maka inilah saat yang ditunggu-tunggu, Pengumuman Pemenang Lomba Kata Mutiara Inspiratif bertema "Ramadan dan Idul Fitri."

Setelah membaca, menimbang, menilai kata-kata mutiara terbaik, Tim FAM Indonesia memutuskan nama-nama pemenang sebagai berikut:

JUARA 1

DS. Anwar (Cianjur, Jawa Barat)

Kata mutiara: Ramadan adalah puisi paling indah, bertabur diksi maghfirahdan rima pahala.

JUARA 2

Erina Budi Purwantiningsih (Kediri)

Kata mutiara: Ketika garis tubuh rembulan mulai tampak di bulan penjara nafsu, bersenandunglah! Tiba masa dirimu kembali bersih dan hatimu menuai putih. Jangan beri tanda mati lagi!

JUARA 3

Irawati (Pidie)

Kata mutiara: Jika makan saat sahur adalah bekal tenaga untuk berpuasa, maka membaca adalah bekal kata untuk menulis.

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG!!!

Tim FAM Indonesia juga menetapkan 7 (tujuh) Kata Mutiara Inspiratif Pilihan, yaitu:

1. Dian Restu Agustina (Jakarta Barat)

"Hiduplah seakan Ramadan setiap hari, niscaya tergapai Idul Fitri di akhirat nanti"

2. Denik A Nuramaliya (Malang, Jawa Timur)

Lebaran bukan perkara kejar setoran untuk membeli baju diskonan. Tetapi, Lebaran itu adalah perkara kejar bermaaf-maafan untuk menghapus kekhilafan.

3. Eka Puspitasari ( Bogor, Jawa Barat)

Manisnya takjil saat berbuka akan dikalahkan oleh manisnya iman yang akan dipetik setelah kita menanam kebaikan dan amal saleh diluasnya hamparan ladang-ladang subur bulan Ramadan.

4. Hasan (Gubug, Jawa Tengah)

Kecantikan bulan suci kian berbinar pada wajah-wajah yang basah oleh basuhan air wudlu, di setiap tetesnya 

merupakan aurat yang selalu terjaga


5. Nani Oktaviani (Cilacap)

Jika buku kehidupan belum usai. Dan mata hati masih sampai. Maka Ramadan adalah rindu yang ingin dicapai. Ramadan adalah sajian nikmat bagi pecandu rindu

6. Hijratunnisa (Sleman)

Obral pahala di bulan Ramadan. Penuhi keranjang dengan amal
kebajikan. Perbanyak transaksi dengan-Nya agar berkah di hari
kemenangan.

7. Dina Asia Putri (Tanjungpandan)

Ibaratkan saja Hari Raya Idul Fitri itu jodohmu, jangan pernah tunggu kedatangannya, karena ia pasti akan datang. Persiapkan dan benahi diri agar kau siap saat bertemu. Serta berdoalah agar kau bisa bertemunya sebelum bumi memelukmu.
.

SELAMAT KEPADA PENULIS KATA MUTIARA INSPIRATIF PILIHAN!!!

Sebagai tanda apresiasi kepada para pemenang 1, 2 dan 3, FAM Indonesia memberikan hadiah sebagai berikut:

JUARA 1
Paket 4 buku + Voucher pulsa + Piagam Penghargaan

JUARA 2
Paket 3 buku + Voucher pulsa + Piagam Penghargaan

JUARA 3
Paket 2 buku + Voucher pulsa + Piagam Penghargaan

SELURUH PESERTA LOMBA KATA MUTIARA INSPIRATIF MENERIMA PIAGAM PENGHARGAAN FAM INDONESIA

Bagi peserta yang belum beruntung pada kesempatan kali ini, jangan berkecil hati. Terus ikuti event-event kepenulisan FAM Indonesia!

Khusus bagi pemenang, alamat lengkap mohon dikirim via email: adm_famindonesia@yahoo.com.

Pare, 15 Juli 2017
Tim FAM INDONESIA


*Alhamdulillah termasuk 7 terpilih,,,Berikut piagam penghargaannya.
Belum jadi pemenang utama tidaklah mengapa. Bukankah untuk menuju puncak menara perlu melewati satu demi satu anak tangga? Ayo, terus semangat mendakinya...!!💗


Dunia Kata 

Antologi Cerpen Anak Nusantara


No automatic alt text available.


Buku "Dunia Kata" ~ Antologi Cerpen Anak Nusantara.

Penerbit : FAM Publishing
Jalan Mayor Bismo 28, Pare, Kediri, Jawa Timur/ 081259821511/email: aktifmenulis@gmail.com / www(dot)famindonesia(dot)com

Ditulis oleh 14 penulis :

Aisya Alifya Azzahra (Pena Ajaib)
Amrin Tambuse (Melepas Sahabat Sejati)
Andias Abdillah Ridho (Rindu Ayah)
Dian Restu Agustina (Bolu Keju Buatan Ryu)
Eko Januarsyah Putra (Mengejar Senja)
Haya Najma Putiah ( Boneka Catty)
Haya Najma Tsabita (Terima Kasih Ratu)
HM Supriyono (Elena:Kuncup Mawar di Bukit Wabigoon)
Meike Sumeler (Semurni Kasih Ibu)
Mutiara Permata Sari (Siput yang Malang)
Nuha Fidaraini (Impian Seorang Azam)
Resi Susanti (Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya)
Syakira Nabilla Azzahra (Si Kitty Kesayanganku)
Walrina ( Gundu Si Gundul)

Ya, judul Cernak saya : "Bolu Keju Buatan Ryu" ðŸ˜

Bagi sesiapa yang suka menulis fiksi, daripada galau bin mellownya dicurahkan ke status sosial media, lebih baik gabung dan aktif ke komunitas menulis. Diantaranya ada grup FB : Forum Aishiteru Menulis (FAM) Indonesia.

Ada banyak ilmu yang bisa didapatkan. Dan beragam​ lomba penulisan yang tidak dipungut bayaran. Seperti lomba cipta puisi/cerpen/kata mutiara dan lainnya. Gabung aja yaaa...Biar curhatnya bermanfaat, tulis kisahmu, siapa tahu hadiah lomba jadi milikmu. ðŸ‘

FAM juga membuka kesempatan penerbitan buku solo atau antologi puisi/cerpen... tinggal kirim karyamu. Jika layak cetak, jadi deh buku!

Jadi tunggu apalagi, yuk mari gabung ke komunitasnya, ikuti lomba atau tulis bukumu segera yaaaa... 💖










Indonesia Tanah Air Beta




Image




* Surat cinta untuk Emak Pintar se-Indonesia….

Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala, tetap di puja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan Bunda

Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata…

Hai Mak,…

Apa kabar? Pernahkah menyanyikan lagu itu atau mendengarkannya hingga membuat air mata bergulir di pipi? Kalau saya pernah. Saat itu, saya sedang berada jauh dari Indonesia. Merinding rasanya ketika ikut mendendangkannya. Bisa jadi karena suasananya, atau mungkin waktu itu saya sedang merindukan tanah air tercinta. Tapi, jika menilik baris-baris liriknya, memang lagu ciptaan Ismail Marzuki yang berjudul Indonesia Pusaka ini, sukses mengaduk-aduk perasaan kita. Syairnya merupakan pengejawantahan rasa cinta tanah air dan bangsa lewat kata-kata yang sederhana. Mengungkapkan kebanggaan karena terlahir dan dibesarkan di Indonesia, pun tekad menjadikannya tempat berlindung sampai maut menjemput.

Nah, pertanyaannya sekarang, masihkah kita punya rasa kebanggaan yang sama? Belum lunturkah cinta kita pada Nusantara? Atau kita malah sudah berpindah ke lain hati, justru sayang pada negeri orang! Seberapa pedulikah kita pada Ibu Pertiwi yang kini sedang bermuram durja, akibat anak cucunya bertikai, saling menyerang, berbantahan sampai tak ingat lagi bahwa kita bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa sama, Indonesia?

Emak, yuk kita kilas balik sebentar! Menengok sejarah bagaimana negeri ini dibangun dengan susah payah. Ada tetesan darah ribuan pahlawan yang berjuang untuk sebuah kemerdekaan. Beribu nyawa rakyat melayang lantaran kerja paksa selama masa penjajahan dan perlawanan menghadapi negara lain yang menduduki bangsa ini. Tak terhitung banyaknya uang melayang untuk mendapatkan sebuah kebebasan. Belum lagi tetesan air mata yang membanjir karena kehilangan keluarga, kerabat, sanak saudara, demi diakuinya negeri ini di muka bumi. Semua itu hendaknya selalu ada di kalbu, agar kita tidak menganggap pengorbanan mereka semu. Jadikan sebagai pemicu semangat bahwa tugas kita semua, kini dan nanti adalah melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa. Dengan cara apa? Tentu, berusaha menjadikan Indonesia lebih baik dari sebelumnya.

Mak, masih ingat nggak, waktu kecil dulu kita diminta menghapalkan sila-sila Pancasila dan pasal-pasal UUD 1945. Sebal nggak kira-kira? Bisa jadi iya! Tapi ternyata, itu adalah salah satu upaya yang dilakukan guru-guru kita untuk menanamkan rasa bangga pada tanah air dan bangsa. Karena kalau bukan kita, rakyat Indonesia sendiri, siapa lagi? Masa orang asing yang harus menghargai? Nah, sekarang bukannya saya mengajak untuk mendidik anak-anak kita dengan cara yang sama seperti kita dulu diajar. Bukan begitu! Tentu kita harus sesuaikan pola asuh dengan zamannya. Anak-anak kita kini (mungkin ada diantara Emak juga), merupakan generasi langgas – atau bahasa kekiniannyamillennial. Sebuah istilah untuk generasi Y yang lahir pada rentang waktu 1980-2000, yang berkarakter bebas dan tidak mau terikat pada sesuatu atau seseorang, dan dibesarkan oleh internet dan piranti cerdas. Tentu, tidaklah tepat kalau disodori melulu materi hapalan tentang nilai-nilai kebangsaan. Sebab, di kiri kanan bertabur godaan mulai dari media sosial, permainan, produk asing, selebritas yang berpolah tak pantas juga teknologi yang kian hari makin tak sanggup kita ikuti. Lalu bagaimana caranya menanamkan nilai kebangsaan pada diri? Apa yang bisa kita lakukan sebagai perempuan yang juga seorang istri, ibu dan bagian dari masyarakat agar negara ini makin jaya bukan sebaliknya makin amburadul saja?

Ini ya Mak, beberapa cara untuk menjawab pertanyaan itu:

Ingat Kodrat

Perempuan, setinggi apa pun sekolahnya, sehebat apa pun jabatannya dan secanggih apapun ilmunya, kodrat utamanya setelah menikah adalah mengurus rumah tangga. Jadi, siapapun, baik ibu bekerja ataupun ibu rumah tangga, semua punya kewajiban yang sama, untuk mendidik anak-anak menjadi generasi mulia penerus bangsa. Sementara, saat ini kenyataannya, ada ibu bekerja yang lebih mementingkan karirnya daripada mengurus anak-anaknya. Ada juga ibu rumah tangga yang seharusnya punya waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan buah hati, tapi malah sibuk dengan kegiatannya sendiri. Jadi jangan salahkan jika anak-anak kita tumbuh dan besar dididik oleh televisi atau internet. Oleh karena itu Mak, sebelum terlanjur, yuk kita tafakur! Ingat kodrat! Jika selama ini kita abai mengurus suami, mari kita perbaiki! Kalau kita lalai membimbing putra putri, ayo lebih peduli! Kelola waktu, kurangi yang tak perlu. Kita kan sudah dapat contoh dari para guru, ayo ditiru. Misalnya, untuk ibu rumah tangga, batasi jam aktif di media sosial di rentang pukul 8-12 pagi saja. Jadi, saat anak-anak pulang sekolah kita bisa sepenuhnya mengurus mereka. Boleh curi-curi waktu, semisal saat mereka sedang tidur, bermain balok dengan teman sebaya atau berkegiatan positif lainnya. Jadi, bukan sengaja mendudukkan mereka di depan televisi atau memegangi mereka gawai, sementara kita sibuk dengan chatting yang tak penting. Sedangkan untuk ibu bekerja, tetap prioritaskan waktu untuk anak-anaknya. Segera pulang ke rumah bila tak ada keperluan lain. Pantau mereka lewat telepon atau pesan singkat. Aktiflah berkomunikasi dengan pengasuh anak, guru di sekolah dan orang tua murid lainnya. Hingga info akurat takkan terlewat. Jadi, Mak…kembalilah ke fitrah! Ikhlaslah! Agar lahir putra-putri yang mumpuni yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini.

Utamakan Teladan

Mak, tahu kan kalau anak itu perilakunya mengimitasi orang terdekatnya? Nah, beri contoh yang baik untuk anak-anak kita. Mulai dari hal-hal kecil dan sedini mungkin. Lakukan dengan benar agar mereka pun meniru kebaikan. Misalnya, membuang sampah pada tempat sampah, berdoa sebelum makan, mengucap salam, memakai helm saat naik motor, berbagi pada sesama, dan kebiasaan sederhana lainnya. Tanpa disadari, jika mereka melihatnya, pasti akan terekam dalam ingatan dan kelak mereka pun akan melakukan. Anak yang melihat orang tuanya membantu sesama, nantinya jadi suka berderma. Jika orang tua saat berkendara mengutamakan keselamatan, pasti saat besar nanti ia pun tak bakal ugal-ugalan di jalan. Jika ibunya berperilaku sopan, tentu anak-anaknya akan tahu aturan. Ingat, karakter bukan diajarkan melalui teori dan wejangan tapi lewat bukti dan teladan. Dan, keteladanan lebih berarti daripada beragam teori kehidupan.

Koreksi Diri

Tayangan infotainment juga tautan berita yang dengan mudah kita akses melalui layar telepon pintar, tanpa disadari menjadikan kita hobi menghakimi sesama. Misalnya saat artis A ditimpa kabar miring, kita pun ikut mencelanya tanpa peduli benar salahnya. Hingga menghujat orang lain di media sosial menjadi budaya di era millennial. Haters tumbuh bak cendawan di musim hujan. Kadangkala, satu berita akan menjadi ajang perang bagi pecinta(followers) dan pembenci(haters) sang tokoh cerita. Makian dan hujatan pun bertebaran. Mereka lupa bahwa di saat satu jari menunjuk ke orang lain, empat jari lainnya mengarah ke diri sendiri. Jadi Mak, jangan lupa sebelum orang lain kita hakimi lebih baik instropeksi dulu dan berusaha memperbaiki diri. Daripada waktu terbuang untuk tontonan dan perdebatan yang tak berujung pangkal, pun tak berarti, lebih baik kita gunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi diri. Agar banyak hal positif yang di dapat yang tentunya bisa membawa kebaikan bagi umat.

Mulai dari Diri Sendiri dan dari Saat Ini

Mak, sebuah perubahan itu tak akan bisa berhasil jika hanya sekedar slogan. Perubahan butuh tindakan nyata dari semua orang yang ikut menjadi bagian. Contohnya, sudah tahu undangan jadwalnya dimulai jam 9 pagi. Eh, kita baru berangkat jam 9 dari rumah. Alasannya, paling nanti juga molor, biasalah budaya jam karet! Lha, kalau setiap orang berpikiran sama, kapan kita bisa mendisiplinkan rakyat sebangsa? Makanya, kalau ingin negeri ini lebih baik lagi, mari kita mulai merubah diri sendiri dari saat ini, jangan ditunda lagi. Kalau semua punya tekad yang sama, niscaya tak butuh waktu lama untuk menjadikan Indonesia lebih tertata.

Periksa Dulu, Sebarkan Kemudian

Mak, tahu hoax kan? Bukan hoek ya! Itu sih mual dan muntah lantaran lagi hamil muda atau masuk angin, hahaha..! Hoax itu pemberitaan palsu yang sengaja disebarkan pembuatnya untuk menipu atau menggiring orang mempercayai informasi tertentu. Hoax merebak dan bisa membuat kebenaran terkoyak. Umpamanya, kabar tentang khasiat tanaman yang bisa jadi obat. Atau pendapat tokoh masyarakat yang dibuat seakan benar dia sumbernya padahal bukan. Kalau ternyata kita masih ragu dengan keabsahan informasi itu, lebih baik jangan disebarkan dulu. Lalu, bagaimana cara menyikapinya? Intinya, jangan mudah percaya. Jika sebuah isu tak jelas asal-usulnya, lebih baik tak menampilkannya di linimasa kita. Ingat selalu untuk cek dan ricek..dan ricek! Jangan sampai berita palsu itu berhasil memporakporandakan persatuan dan kesatuan bangsa. Hingga membuat bangsa bukannya membesar tapi jadi makin buyar.

Daripada Baperan Lebih Baik Berpelajaran

Mak, seorang ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Meski kita dulu bersekolah tinggi, tapi berhubung kemajuan ilmu terus berlari dari hari ke hari, maka kita juga harus meningkatkan kemampuan diri. Tidak mesti keluar rumah. Saat ini, dengan berbekal koneksi internet kita bisa belajar apa saja. Ikuti berbagai pelatihan online atau bergabung dengan komunitas di dunia maya yang sesuai hobi kita. Hadiri majelis ilmu, membaca buku atau mengikuti kursus untuk mengembangkan diri. Ingat, jika ibu berada pada ketidaktahuan maka anak-anak akan menyusu pada kebodohan dan keterbelakangan. Jadi, agar sebuah negeri makin berkembang, maka ibu-ibunya harus berpelajaran bukan baperan. Sehingga akan lahir generasi muda yang berpendidikan dan berkarakter baik.

Tanamkan Kemandirian

Mak, saya punya pengalaman tinggal di negeri orang, dimana kemandirian benar-benar diterapkan. Karena upah tenaga kerja yang tak murah, menjadikan sebuah keluarga bahu membahu bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah. Di Indonesia, terutama di kota besar, sayangnya tak berlaku hal-hal demikian. Budaya punya asisten rumah tangga, pengasuh anak, sopir dan lainnya membuat kita biasa dilayani hingga menjadi bergantung pada orang lain. Atau, ada juga ibu yang sibuk sendiri mengurus rumah tangga dan merasa tak tega jika anaknya ikut serta. Padahal semua itu tak pada tempatnya. Karena jika anak terbiasa ada pelayan maka akan tumbuh manja dan kolokan. Perilaku manja nantinya menjadikan anak kurang inisiatif, pemalas, kecerdasan emosinya rendah dan sulit bersosialisasi. Tentu hal itu akan membuat negara tak segera maju. Jadi Mak, mari kita tanamkan kemandirian pada anak sejak dini. Biasakan mengerjakan keperluan pribadi sesuai tahapan usia, ikut sertakan dalam pekerjaan rumah tangga dan ajarkan berbagai ketrampilan hidup. Agar nanti tumbuh generasi mandiri yang kuat dan tegar yang akan memimpin negeri ini menjadi lebih baik lagi.

Hidup yang Cukup

Mak, merasa nggak kalau saat ini berhutang itu makin mudah saja. Tinggal bawa jaminan ke bank langsung dapat kucuran dana tunai. Atau bawa uang muka yang besarannya ringan, lalu ke dealer motor atau mobil dan kendaraan impian pun bisa di tangan. Belum lagi pinjaman yang diajukan ke pihak swasta yang prosesnya lebih mudah lagi, tapi dengan bunga lebih tinggi. Padahal mungkin uang atau barang yang kita hutang itu tak terlalu perlu. Atau, kalau berusaha menabung, kita mampu membelinya secara tunai. Jadi Mak, hindari gampang berhutang, ya! Sekecil apapun penghasilan sebenarnya akan cukup untuk hidup, tapi sebanyak apapun uang tak akan bisa memenuhi gaya hidup. Lihatlah ke bawah untuk mensyukuri nikmat dan ke atas untuk memacu semangat. Mari alihkan biaya gaya hidup tadi untuk meningkatkan kualitas diri misalnya dengan mengikuti berbagai pelatihan, agar bangsa ini jadi tambah mapan.

Sekian dulu ya, Mak. Karena, surat ini takkan berguna tanpa tindakan nyata, jadi mari rapatkan barisan, kita semua saling mengingatkan dan menguatkan! Yuk, kita jadikan Indonesia lebih baik lagi dari sekarang!

Salam sayang,

Dian Restu Agustina

*ditulis dalam rangka lomba menulis Milad ke-7 IIDN (Ibu-Ibu doyan Nulis) dan menjadi pemenang hiburan

Image may contain: text




Cempedak Berbuah Nangka, Coba Saja, Siapa Tahu Hasilnya Lebih dari yang Kita Sangka!




*Cempedak berbuah nangka, sebuah peribahasa yang artinya mendapatkan hasil lebih dari yang diharapkan.

Pagi tadi, saya bikin cempedak goreng. Saat menikmati dengan ditemani secangkir kopi, tetiba saya teringat pada peribahasa ini. Tapi, sebelum bicara tentang peribahasanya, kita kupas dulu buah cempedaknya, yaaa..Yuk, mari!😉

Cempedak adalah buah yang penampakan dan rasanya mirip nangka tapi aromanya kuat menusuk hidung layaknya buah durian. Mungkin tidak semua dari kita mengenalnya. Saya sendiri tahu cempedak saat tinggal di Sumatera Utara. Memang buah ini belum pernah saya temui saat tinggal di kota asal saya, Kediri. Tak heran, buah yang berasal dari Asia Tenggara ini memang hanya tersebar di sebagian kawasan Nusantara yakni: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Jawa bagian barat saja. Di Jakarta, saya mendapatinya di penjual buah dengan harga yang relatif tinggi, di kisaran 20-50 ribu per biji tergantung besar kecil ukuran buahnya.

cempedak


Cempedak termasuk tanaman buah dari famili Moraceae, yang bisa langsung disantap segar atau dibuat menjadi berbagai olahan. Yang paling mudah adalah menggoreng daging buah cempedak (biasanya sekalian bijinya) dengan balutan tepung, gula dan garam seperti layaknya menggoreng pisang. Camilan yang cocok sekali sebagai teman minum teh atau kopi. Dan, harumnya cempedak goreng itu...hmmm wangi!

Olahan khas lainnya adalah bijinya bisa direbus, dibakar atau digoreng. Setelahnya, beri sedikit garam dan sajikan. Perlakuan yang sama yang biasa dilakukan saat mengolah biji nangka. Tak beda jauh dengan cempedak muda yang bisa juga disayur lodeh pedas seperti buah nangka muda.

nangka

Variasi olahan lain dari cempedak adalah dijadikan campuran untuk es, kolak, cake, kue lumpur, serabi dan lainnya. Meski tak sepopuler nangka, keharuman cempedak mampu menghasilkan olahan yang menggoda selera. Seperti di Kalimantan olahan kulit cempedak yang disebut mandai digemari jadi sajian sedap yang berasa mantap. Cara membuatnya, kulit daging buah cempedak yang berbentuk jerami, dipotong, dicuci lalu diremas agak kering diberi garam dan didiamkan. Setelah itu siaplah kulit daging cempedak ini menjadi bahan kuliner yang diolah untuk tumisan, oseng, bakwan, sambal dan sajian pembangkit selera lainnya. Kebayang deh maknyusss rasanya!

pohon cempedak


Cempedak memang hampir sama dengan nangka, Tapi ketenarannya berada di bawah nangka lantaran daging buah nangka yang memang lebih tebal sehingga lebih banyak ragam olahan yang dihasilkan. Dengan kata lain nilai kepopuleran nangka lebih tinggi daripada cempedak. Hingga ada peribahasa menyebutkan "cempedak berbuah nangka". Kalaulah kita menanam cempedak pastilah harapannya memanen cempedak bukan? Tapi, apa jadinya jika ternyata yang kita dapatkan adalah buah nangka yang lebih besar, banyak dagingnya pun mahal harganya, seperti yang disebut di peribahasa ini?

pohon nangka

Peribahasa tersebut mengandung maksud bahwa saat memutuskan akan mencoba sesuatu, kita tak bakal tahu hasil apa yang kita peroleh nantinya, karena bisa saja lebih dari apa yang kita kira. Jadi, coba saja apa yang jadi impianmu. Mulai segera apa keinginanmu. Tak perlu ragu dan usah ditunda melulu. Karena kamu tak pernah tahu, bisa saja hasilnya jauh lebih besar dari harapanmu. Jadi tunggu apa lagi? Ayo, berani mencoba !! Yakinlah kalau kamu bisa !!💝


Jodoh Pasti Bertemu




Yup,benar....! Judul tulisan ini terinspirasi dari lagunya Uda Afgan, yang bertajuk sama. Ditulis dalam rangka ulang tahun ke-15 pernikahan saya dan suami. Lha, sudah 15 tahun ternyata, kok nggak terasa ya..haha!😀Ya, lima belas tahun! Ibarat manusia, dia sedang menginjak masa remaja. Saat godaan kiri kanan meraja, emosi berkuasa, keegoisan sulit dikalahkan dan meski tampak luar sudah dewasa tapi pikiran kanak-kanak masih nyata ada.

Menikah memang bukanlah satu perjalanan yang mudah. Ada pasangan yang dalam hitungan bulan sudah menyerah kalah. Tapi banyak pula yang bertahun-tahun tetap awet bertahan hingga maut memisahkan. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan sebuah pernikahan tak lagi bisa dipertahankan? Apakah tak ada kebahagiaan di sana? Ataukah lantaran hawa nafsu yang dituruti hingga nalar, logika, mata hati menjadi tertutupi? Ah, tak perlu menghakimi. Tentu semua pasangan pasti punya alasan tersendiri sebelum memutuskan.

Angka usia pernikahan sebenarnya bukanlah ukuran dikatakan bahagia atau tidak. Karena setiap pernikahan mempunyai permasalahan yang berbeda. Seperti seorang insan, pernikahan pun tak luput dari kelebihan dan kekurangan. Ada yang diberi kecukupan harta tapi belum diberi keturunan. Yang lain, diberi kemudahan mempunyai buah hati namun dari sisi rezeki masih harus berat mencari. Sementara lainnya, uang berlimpah, punya anak mudah, tapi ternyata diuji dengan sakit yang tak kunjung reda yang menimpa anggota keluarganya. Ya, memang Tuhan selalu adil memberikan bumbu-bumbu kehidupan untuk kita, bukan?

Nah, sebelum ke tahap pernikahan, kita biasanya mengalami fase kehidupan yang dimulai dari lahir, sekolah, bekerja lalu menikah. Tapi bisa jadi urutannya tak sempurna seperti ini. Itu adalah tahapan fase kehidupan yang diimpikan oleh para dara dan jejaka. Meski ternyata kadang meleset dari angan-angan. Ada yang setelah tamat sekolah, belum sampai bekerja, jodohnya sudah datang. Sementara ada pula yang sudah selesai kuliah dan telah mapan bekerja tapi tak kunjung dekat jodohnya. Atau belum sampai keturutan selesai kuliahnya ternyata malah menikahnya duluan.

Dulu, saat tamat kuliah dan lanjut bekerja, saya bercita-cita untuk meniti karir dulu dan menunda pernikahan sampai batas usia yang saya inginkan. Tapi, ternyata niatan saya tak sejalan dengan kehendak Tuhan. Saya dipertemukan dengan laki-laki yang kini menjadi pendamping hidup saya dalam momen yang tak pernah saya duga. 

Waktu itu saya lagi semangat-semangatnya bekerja di restoran waralaba ternama, untuk wilayah Bali melalui program Management Trainee. Berada di bawah divisi Operation Department yang berkantor pusat di Jakarta, yang merekrut lulusan sarjana berbagai ilmu untuk menjadi staf manajemen restorannya. Karirnya dimulai dari posisi Trainee Manager, Junior Manager, Assistant Manager, dan seterusnya. Sebuah karir yang menantang bagi saya mengingat saat itu cukup sulit mendapatkan pekerjaan karena krisis moneter yang melanda Indonesia. Oh ya, kenapa Bali? Karena saya memang tinggal di sana sejak kuliah di Universitas Udayana. 

Nah, satu ketika saat mudik lebaran, saya pulang ke kampung halaman di Kediri, Jawa Timur. Tanpa janjian (saat itu belum ada WA, FB dan teman-temannya yaaa...😊), sahabat saya semasa SMA datang bersilaturahmi ke rumah orang tua saya. Dia teman sebangku saya saat SMA kelas 3, teman main, belajar dan curhat-curhatan. Dia datang diantar kakak lelakinya yang saat itu baru saya tahu karena meski sering ke rumah mereka, saya belum pernah jumpa lantaran si Mas ini kuliahnya di Universitas Indonesia. Tak perlu banyak waktu kami bertiga pun sudah akrab bercerita. Si Mas ini bekerja di Bengkulu dengan posisi yang lumayan mapan di perusahaan leasing ternama.

Lalu, sepulang mudik, ternyata pertemuan itu berlanjut dengan perbincangan antara saya dan si Mas melalui SMS, telepon, surat, email (kini jadi kangen model komunikasi seperti ini ...hihihi). Intinya dia ingin serius dengan hubungan kami. Akhirnya kami pun melakukan pendekatan secara jarak jauh lantaran panjangnya jarak yang harus ditempuh.

Saya yang punya cita-cita mencapai puncak karya, sebenarnya jadi maju mundur cantik juga rasanya. Di satu sisi saya melihat keseriusan seorang pria yang ingin mengajak saya membina rumah tangga, di sisi lain ego saya kekeuh ingin menunda demi sebuah jabatan yang jadi impian. Aaah,...bingung dah!

Dalam hitungan bulan berkomunikasi jarak jauh, tanpa pernah bertemu, akhirnya si Mas pun tak mau buang waktu. Dia mendatangi saya ke Denpasar dan langsung menyampaikan niatan untuk meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan. Dia merasa sudah saatnya dan tak perlu lagi menunda. Saat itu dia baru saja berpindah ke pekerjaan yang lebih mapan dan menjanjikan. Makanya dia berani untuk bilang saat ini atau tidak sama sekali... hihihi.

Saya gelagapan. Akhirnya hanya dalam hitungan jam (dia dua hari saja di Denpasar), setelah berbagai doa yang saya panjatkan tanpa mengabari orang tua saya, saya pun bilang "Ya"...

Kami pun membuat rencana. akan janjian untuk menghadap orang tua saya untuk mengutarakan hal ini. Dan ketika saya pulang sekitar dua bulan kemudian, Ibu saya ngomel nggak karuan. Beliau khawatir saya mendadak mengambil keputusan. Jangan-jangan dia bukan orang yang tepat untuk saya. Juga harusnya saya konsultasi dulu. Ah, pokoknya saya habis dimarahin Ibu. Bapak yang seperti biasa tak banyak bicara hanya diam dan meredakan kemarahan Ibu dengan mengatakan tunggu saja dulu.

Dan, tibalah si Mas duduk sendirian di ruang tamu rumah Bapak Ibu. Setelah dijamu seperti layaknya tamu dan berbincang panjang lebar (dengan muatan interogasi dari Ibu), dia pun dengan tegas menyampaikan niatnya untuk meminta kepada orang tua saya ingin menjadikan saya istrinya. Dan, di luar dugaan, Ibu yang menjawab duluan, kalau Beliau mengijinkan. Bapak pun menambahkan hal yang sama. Sementara, rencana sampai di situ saja, pihak keluarga yang akan melanjutkan tahapannya. Saya kembali bekerja lagi di Bali, si Mas pun sama, balik ke Pangkalan Brandan untuk berkarya.

Selanjutnya, keluarganya datang dari Madiun untuk melamar. Saya kembali pulang namun tidak dengan dia, lantaran keinginan menghemat jatah cuti untuk pernikahan.

Hingga tibalah hari H ketika kami bersanding di pelaminan. Seminggu sebelumnya ada drama saat permohonan kepindahan saya ke Medan tidak dikabulkan oleh perusahaan dikarenakan tidak ada posisi yang sesuai (diminta untuk menunggu). Saya baru mengajukan resign lima hari sebelum hari H dengan linangan air mata sedih yang bercampur rasa bahagia karena akan segera mengakhiri masa kesendirian. Saat saya sampaikan berita ini ke calon suami pun, dia dengan tegas bilang kalau saya tak perlu risau jika ternyata harus kehilangan pekerjaan. Karena setelah menikah nanti dialah yang akan bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga kami. 

Dengan perasaan campur aduk akhirnya kami sah menjadi suami istri. Berarti secara fisik kami hanya bertemu tiga kali, sebelum akhirnya bersanding resmi. Rasanya seperti mimpi. Belum lagi, hari kelima saya langsung diboyong ke tempat tugasnya di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara.
Kalau mengingatnya kadang saya masih tak percaya. Sepertinya semua sudah diatur oleh-Nya. Siapa sangka saya beripar dengan teman sebangku saat SMA. Siapa mengira kalau sebelumnya saya dan suami bisa dipertemukan oleh Tuhan dengan jalan seperti ini. 

Kini, 15 tahun sudah kami tempuh perjalanan ini. Suka duka kami alami, tawa dan air mata pun menghiasi. Berjuang di awal pernikahan dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, sampai sekarang yang Alhamdulillah diberi-Nya kelebihan. Juga, diambilnya titipan-Nya kembali (anak sulung meninggal saat umur 13 hari), sampai diberi ganti 2 putra yang menjadi penyejuk hati. 

Lalu, apakah sudah selesai perjuangan ini? Tentu belum! Di depan sana masih banyak persimpangan yang harus dilewati, tikungan tajam yang musti ditaklukkan, belum lagi jurang menganga di kiri kanan yang membutuhkan kehati-hatian saat menyeberang.

Tapi kami tetap berusaha dan berdoa, semoga bisa terus melewatinya, tumbuh dewasa berdua, menua bersama, menjalani pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah, hingga tiba saatnya Tuhan memisahkan saat memanggil kami pulang pada-Nya.

Dan, di penghujung cerita, saya percaya bahwa jodoh itu seperti halnya kelahiran dan kematian yang sudah digariskan Tuhan dari saat kita diciptakan. Jadi, jemputlah jodoh dengan doa dan ikhtiarmu, karena kalau jodoh pasti akan bertemu. Insya Allah! 😍





[Review] Training Seluk Beluk Job Review 


Push yourself because no one else is going to do it for you.

(Doronglah dirimu, karena tak ada orang lain yang akan melakukannya untukmu)

Sebuah quote yang menurut saya benar adanya dan dalam maknanya. Motivasi memang harus kita tumbuhkan dari diri sendiri dan oleh kita sendiri. Dan, dorongan untuk maju musti kita pupuk agar kesuksesan yang menjadi impian bisa tergenggam di tangan. Ingat, semangat untuk menghebat akan terus ada jika kita senantiasa menjaganya. Hingga kita perlu mendorong diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Begitu juga dengan saya. Sebagai blogger pemula, saya pun bercita-cita untuk makin profesional dalam berkarya. Sebenarnya, sejak lama saya ingin belajar ilmu blogging pada pakarnya dengan mengikuti kelas blogging yang ada. Tapi, karena waktu yang belum tepat akhirnya keinginan itupun lama tertunda. Memang, mengikuti pelatihan bukanlah sebuah keharusan bagi seorang blogger jika ingin menimba pengetahuan. Toh, belajar bisa darimana saja, misalnya dengan membaca buku, mencari ilmu di dunia maya atau mengasah keahlian bersama komunitas yang ada. Namun, tentunya makin lengkap rasanya, jika bisa mendapatkan pelatihan langsung dari blogger profesional untuk memperkaya wawasan. Apalagi, blog saya sudah pakai domain sendiri (TLD), bukan subdomain (gratisan) lagi, yang tentunya jadi salah satu modal untuk lebih serius menekuni dunia blogging ini.

Memang, saat awal ngeblog, saya masih memakai subdomain blogspot.com. Kemudian saya migrasi ke blog berbayar, dimana proses migrasi ini saya kerjakan sendiri. Saya mencari informasi di artikel-artikel yang memuat info tentang tutorialnya, membacanya dengan seksama dan mencobanya. Dan, ternyata saya bisa! Berikutnya, segala sesuatu tentang blog, saya pelajari sendiri, dari melakukan blog walking, aktif di komunitas menulis seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), dan membaca berbagai artikel terkait. Bahagianya ngeblog pun makin terasa, saat blog saya mulai ramai dikunjungi pembaca. Senaaaang banget rasanya! Apalagi saat blog mulai mendatangkan pundi-pundi rejeki karena memenangi kompetisi. Membuat saya jadi makin semangat lagi.

Selanjutnya, saya jadi tahu kalau blog ternyata bisa dijadikan tempat mendulang uang diantaranya dengan cara mengulas/mereview sebuah produk. Blogger bisa menuliskan review tentang pengalaman saat memakai produk tertentu dengan tujuan membantu usaha teman, meningkatkan trafik kunjungan  juga mendapatkan imbalan dari review yang dituliskan. Hhmm, menarik ya, tapi caranya bagaimana? Ada nggak ya, teknik tertentu untuk membuat review? Terus dapat darimana sih job review berbayar itu? Lalu, berapa ya, imbalan yang akan didapatkan? Ah, begitu banyak pertanyaan berkelebatan yang memicu rasa ingin tahu.


Hingga, pertanyaan-pertanyaan saya mendapatkan titik terang ketika membaca informasi tentang training job review yang saya temukan di wall-nya konsultan Indscript Creative, Mbak Diah Octivita Dwi Purwati. Kelasnya bertajuk "Seluk Beluk Job Review". Keren ini! Apalagi waktu tahu kalau mentornya Mbak Widyanti Yuliandari, Ketua Umum komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), seorang blogger profesional,  penulis buku, PNS, mahasiswa program Magister, pecinta gaya hidup sehat dan ramah lingkungan  dan berbagai profesi lain yang bakal panjaaaang kalau dituliskan. Lebih baik cusss..langsung ke griya mayanya jika ingin lebih lengkap infonya ya, yaitu di www.widyantiyuliandari.com

Yeaayy! Inilah saatnya...Dengan semangat 45 saya pun berniat daftar trainingnya. Eh, tapi begitu lihat tanggalnya, kok waktunya nggak pas lagi ya. Jadwal kelas bertepatan dengan acara pelepasan siswa di sekolah anak saya. Belum lagi pendampingan 10 hari sesudahnya yang berarti bersamaan dengan hari raya Idul Fitri. Ah, saya pun ragu, mengingat lebaran rencananya saya akan mudik hampir 2 minggu. Karena saya berencana tutup laptop selama di kampung halaman lantaran ingin konsentrasi pada ritual silaturahmi setahun sekali. Jadi, bagaimana caranya saya bisa ikut kelasnya, ya? Yaaah, sepertinya batal deh rencana!

Tapi syukurnya, pucuk dicinta, rejekipun tak kemana. Saya berusaha mencari informasi dulu langsung ke mentornya, Mbak Widyanti Yuliandari. Ternyata kelas yang dihelat pada Sabtu, 17 Juni 2017 bisa saja tak dihadiri di jam pelaksanaannya. Karena kelasnya online lewat Facebook group, sehingga kita bisa mempelajari kapan saja karena takkan dihapus materinya. Praktis, kan? Sedangkan, untuk pendampingan akan dilakukan 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah lebaran, hingga mudik bakal tetap asyik! Mendengar info ini hati saya lega rasanya. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk jadi mendaftar di kelas Seluk Beluk Job Review ini.


Akhirnya sampailah pada hari H penyampaian materi. Dan, ternyata benar dugaan saya selama ini. Pengetahuan tentang job review saya benar-benar dangkal. Banyak istilah yang bahkan baru saya dengar saat itu. Tapi senangnya, Mbak Wied menyampaikan materinya dengan gamblang. Jika ada yang ingin ditanyakan pun kita tak perlu sungkan menyampaikan. Selain itu, saya juga bersyukur teman-teman peserta training lainnya menanyakan banyak hal yang akhirnya ikut menjawab rasa keingintahuan saya. Rasanya, meski berlangsung online, diskusi kelas kami seperti layaknya kelas konvensional.

Mbak Wied menjabarkan lewat slide, secara step by step, materi tentang apa job review itu. Lalu, bagaimana cara membuat review yang baik.  Juga cara mendapatkan job review. Diingatkan pula akan pentingnya mengoptimalkan sosial media serta membangun hubungan baik dengan klien dan pembaca. Pokoknya, dasar-dasar job review dijelaskan hingga yang baru belajar pun merasa paham.

Setelah dasar dari job review disampaikan, berikutnya dijabarkan tentang perlengkapan apa saja yang diperlukan. Tak lupa, Mbak Wied membagikan tips dan trik saat pengambilan foto, pembuatan profil dan grafis untuk melengkapi review. Tak ketinggalan info seputar rate card, google analytic dan invoice pun disertakan. Hm, benar-benar materi yang lengkap untuk sebuah kelas blogging online.

Oh ya, seselesainya kelas/penyampaian materi, kami ditugasi untuk membuat sebuah review dalam waktu yang ditentukan. Lalu, mentor membahasnya di kelas pendampingan disertai kritik dan saran. Tentu ini membuat kami makin percaya diri untuk membuat sebuah review. Seperti tugas yang saya selesaikan yang juga saya ikut sertakan dalam sebuah lomba. Saya tambah percaya diri mengikutinya setelah tugas dikupas oleh Mbak Wied disertai beberapa kritik dan saran untuk perbaikan. Membuat saya tak lagi baper dan minder dengan hasil karya blogger lainnya. Syukur-syukur siapa tahu bisa menang nanti... kwkwkw...😀 Berikut blogpostnya :

http://www.dianrestuagustina.com/2017/06/asus-e202-si-trendi-solusi-komputasi.html

Tak hanya itu, pendampingan selama 10 hari pada training inipun sarat dengan materi bergizi. Awal pendampingan, masih berkaitan dengan tugas yang diberikan dimana peserta diajak berdiskusi tentang kesulitan yang dihadapi. Termasuk juga diajak ikut membaca tugas yang telah dikerjakan peserta lainnya dan mempelajari saran dan kritikan yang diberikan. Sesekali ada penambahan materi berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan peserta atau hal-hal non teknis yang harus diperhatikan saat menerima job review. Seperti pentingnya kejujuran saat mereview dan beberapa etika yang harusnya dipegang selalu oleh seorang blogger. Ingat, jaga attitude! Begitu yang berulang kali diingatkan oleh Mbak Wied. (Siyaaap, Bu Guru!😁) Tak ketinggalan kami peserta diajak saling memfollow akun sosial media yang dimiliki untuk mempererat silaturahmi dan saling menyemangati diri.

Sedangkan untuk tugas kedua, sebagai pengaplikasian materi pembuatan foto untuk judul blog, kami pun ditugasi membuatnya setelah sebelumnya dijelaskan dulu caranya. Dan, berikut ini hasil dari otak atik judul blog yang saya buat setelah mengikuti kelas:






Akhirnya, tak terasa selesai sudah kelas Seluk Beluk Job Review.  Saya pribadi merasa puas mengikuti kelas ini. Pengalaman Mbak Widyanti Yuliandari yang dibagi pada kelas ini membuat saya makin termotivasi untuk mendapatkan job review. Jika terus berlatih, saya tentu bisa membantu mereview produk teman agar makin jaya usahanya, dan satu saat bisa mendapatkan job review berbayar yang bisa bikin pemasukan makin lancar. Aamiin !

Memang yakin bisa? Tentu saja! Kan, sudah ikutan training Seluk Beluk Job Review ini. Jadi, pede aja lagiiii!

Nah, jika kamu berkeinginan belajar tentang job review, training Seluk Beluk Job Review ini bisa jadi pilihan tepat bagimu. Tunggu saja informasi kapan lagi kelasnya dibuka dan cusss langsung daftarin diri yaaa..!💝