Berbuat Baiklah Agar Kebaikan Untukmu Bertambah






Terang bulan di malam hari
Cahayanya berpendar menyejukkan hati
Hidup di dunia bekali diri
Agar tak menyesal di hari akhir nanti

Sebait pantun biasanya mengawali undangan yang dulu saya kirimkan via email ke grup Pengajian New Orleans. Jumlah anggotanya sekitar 25 kepala keluarga yang tersebar di beberapa kota di State Louisiana. Pengajian ini rutin diadakan sebulan sekali secara bergiliran. Sehingga puluhan mil jarak, kadang harus ditempuh untuk menuju kediaman si empunya rumah. Kegiatan pengajian ini,  berada di bawah naungan IACA, Indonesian-American Community Association, perhimpunan warga asal Indonesia yang bermukim di New Orleans dan sekitarnya. Dan salah satu penggagas IACA adalah (alm) Dokter Sofjan Lamid.

Peta Louisiana

Dokter Lamid, begitulah Beliau akrab dipanggil. Seorang putra Minang yang telah bermukim puluhan tahun di Amerika. Usianya saat itu 75 tahun. Perawakannya sedang, langkahnya tertatih, rambutnya putih memerak dengan senyum ramah. Bicaranya masih tegas dan jelas meski terucap pelan. Fisiknya masih prima untuk pria seusianya. Betapa tidak, di usia sesenja itu Beliau masih menyetir mobil sendiri, merawat istrinya yang sedang sakit tua juga masih praktik medis paruh waktu. Beragam aktifitas yang bisa jadi tak dilakoni sendiri lagi oleh para lansia di tanah air. Really, I was amazed the first time to know him !

Pengajian saya pertama ~ Dokter Lamid yang berbaju batik panjang

Pengajian pertama yang saya ikuti adalah di Paincourtville yang berjarak 60 mil dari New Orleans. Menilik jaraknya, awalnya suami ragu untuk datang, mengingat mobil butut kami yang belum pernah dipakai sejauh itu. Tapi, pucuk dicinta tawaran pun tiba. Dokter Lamid yang tahu kondisi kami pun menawari untuk pergi bersama. Dan saat hari H saya pun kegirangan karena bisa pergi ke pengajian juga tersenyum geli lihat ekspresi suami yang tampak excited saat berkesempatan menjajal kemudi mobil Lexus milik Dokter Lamid. Yeeeay! Dokter Lamid saved the day!

Hidangan Nusantara yang selalu ditunggu saat Pengajian tiba

Dokter Lamid hampir tak pernah absen saat ada pengajian atau acara IACA. Kedatangannya pun tak bertangan kosong. Hidangan yang berkonsep potluck dimana beragam kuliner Nusantara dibawa masing-masing keluarga, dilengkapi Beliau dengan seloyang pumpkin pie atau setoples cookies yang dibelinya sembari jalan. Tak lupa, mengalir rangkaian cerita dibagikan pada kami kaum muda. The stories that always inspiring me! Mulai dari kisah nostalgia masa kecil di Payakumbuh, saat SMA di Jakarta, masa kuliah di UI, perjuangannya mengawali hidup di Amerika, hiruk pikuk politik dalam negeri sampai gosip terkini artis tanah air. Ingatan beliau pun masih memukau. Memuji suara penyanyi Minang, Ovhi Firsty dan Ratu Sikumbang yang dinilainya bagus tanpa aksen yang kental , juga penyanyi muda Andien dan Afgan yang katanya bersuara khas dengan musik yang pas. Obrolan hangat dengan Dokter Lamid layaknya obat rindu pada orang tua kami di Indonesia. He’s a joy to be around!

nge-MC Ngaji

Dokter Lamid juga sosok yang penuh perhatian. Beliau masih aktif mengirim atau membalas email, posting dan sharing info atau komen di media sosial - meski dengan ejaan yang tak lagi sempurna, juga menelpon langsung untuk sekedar bertanya kabar. Suatu hari Beliau menelpon saya saat si bungsu yang berusia 1 tahun demam tinggi. Dokter Lamid langsung meminta saya menebus resep obat ke apotik terdekat yang sudah ditelepon Beliau terlebih dulu. Diiringi pesan, kapanpun saya boleh berkonsultasi medis secara gratis pada Beliau. Truly, He always give someone a hand!

Booth IACA di acara Asian Heritage Festival of New Orleans

IACA yang digagas Beliau bersama beberapa tokoh Indonesia di Louisiana, adalah organisasi nirlaba yang dana operasionalnya berasal dari donasi anggota. Di luar iuran bulanan, kadangkala ada sumbangan dana bantuan untuk disalurkan ke Indonesia. Seperti saat terjadi bencana gempa - gunung meletus - banjir di Mentawai – Merapi – Wasior pada tahun 2010. IACA melakukan penggalangan dana untuk disumbangkan ke PMI. Dokter Lamid sebagai salah satu donatur utama, mengawali dana bantuan tersebut. Lalu Beliau juga menjadi penyumbang utama saat Konjen RI Houston berpartisipasi dalam program Mendiknas tentang pengadaan komputer dan buku berbahasa Inggris untuk siswa SD di seluruh penjuru Nusantara. Tak hanya itu, Dokter Lamid pun mendukung penuh Pengajian New Orleans. Pengajian ini metodenya LDR, Long Distance Recitation. Tausiahnya online via Skype, disampaikan oleh ustadz dari Atlanta, California, Dallas, bahkan juga dari Indonesia. Bersyukur, kami sesekali bisa mengundang ustadznya ke Louisiana, dengan bantuan dari Dokter Lamid dan berbagai pihak. Hmmm, I think “Generosity” was his middle name !

Suatu hari , saya dikejutkan kabar kalau Dokter Lamid jatuh di rumah. Tulang panggulnya retak sehingga harus dilakukan operasi. Sejak saat itu kondisi fisiknya mulai menurun. Meski begitu, Beliau masih juga tak mau kehilangan waktu berkumpul dengan saudara seperantauan. Sesekali Beliau mengundang kami ke Asian Buffet setempat untuk sekedar berbincang dan makan siang bersama. 
Dokter Lamid  dan teman-teman mengantar kepulangan kami

“Berbuat baiklah agar kebaikan untukmu bertambah!” Begitu nasihat Beliau waktu terakhir berjumpa, ketika mengantarkan saya sekeluarga ke bandara karena masa belajar suami di New Orleans sudah berakhir. Sebuah nasihat sederhana tapi penuh makna. Tak hanya diucapkan namun telah dicontohkan oleh Dokter Lamid dalam keseharian.

Di rentang jarak, saya masih bertukar kabar dengan Beliau yang makin sakit-sakitan. Akhirnya, Dokter Lamid tak kuasa melawan takdir. Beliau mulai drop saat istri tercintanya meninggal dunia. Sampai akhirnya Beliau menyusul menghadap-Nya enam bulan kemudian. Seorang teman berkabar, warga Indonesia di Louisiana bahu membahu merawat Beliau saat sakit sampai mengurus prosesi pemakaman. 

Selamat jalan Dokter Lamid. Thank you a million times over!

Semoga kebaikan yang selama ini ditanam di dunia, akan dituai hasilnya di alam sana. 

Kindness is free. Be kind! 
Berbuat baiklah agar kebaikan untukmu bertambah!
Berbuat baik itu baik.....💗

No comments:

Post a Comment