Cempedak Berbuah Nangka, Coba Saja, Siapa Tahu Hasilnya Lebih dari yang Kita Sangka!




*Cempedak berbuah nangka, sebuah peribahasa yang artinya mendapatkan hasil lebih dari yang diharapkan.

Pagi tadi, saya bikin cempedak goreng. Saat menikmati dengan ditemani secangkir kopi, tetiba saya teringat pada peribahasa ini. Tapi, sebelum bicara tentang peribahasanya, kita kupas dulu buah cempedaknya, yaaa..Yuk, mari!😉

Cempedak adalah buah yang penampakan dan rasanya mirip nangka tapi aromanya kuat menusuk hidung layaknya buah durian. Mungkin tidak semua dari kita mengenalnya. Saya sendiri tahu cempedak saat tinggal di Sumatera Utara. Memang buah ini belum pernah saya temui saat tinggal di kota asal saya, Kediri. Tak heran, buah yang berasal dari Asia Tenggara ini memang hanya tersebar di sebagian kawasan Nusantara yakni: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Jawa bagian barat saja. Di Jakarta, saya mendapatinya di penjual buah dengan harga yang relatif tinggi, di kisaran 20-50 ribu per biji tergantung besar kecil ukuran buahnya.

cempedak


Cempedak termasuk tanaman buah dari famili Moraceae, yang bisa langsung disantap segar atau dibuat menjadi berbagai olahan. Yang paling mudah adalah menggoreng daging buah cempedak (biasanya sekalian bijinya) dengan balutan tepung, gula dan garam seperti layaknya menggoreng pisang. Camilan yang cocok sekali sebagai teman minum teh atau kopi. Dan, harumnya cempedak goreng itu...hmmm wangi!

Olahan khas lainnya adalah bijinya bisa direbus, dibakar atau digoreng. Setelahnya, beri sedikit garam dan sajikan. Perlakuan yang sama yang biasa dilakukan saat mengolah biji nangka. Tak beda jauh dengan cempedak muda yang bisa juga disayur lodeh pedas seperti buah nangka muda.

nangka

Variasi olahan lain dari cempedak adalah dijadikan campuran untuk es, kolak, cake, kue lumpur, serabi dan lainnya. Meski tak sepopuler nangka, keharuman cempedak mampu menghasilkan olahan yang menggoda selera. Seperti di Kalimantan olahan kulit cempedak yang disebut mandai digemari jadi sajian sedap yang berasa mantap. Cara membuatnya, kulit daging buah cempedak yang berbentuk jerami, dipotong, dicuci lalu diremas agak kering diberi garam dan didiamkan. Setelah itu siaplah kulit daging cempedak ini menjadi bahan kuliner yang diolah untuk tumisan, oseng, bakwan, sambal dan sajian pembangkit selera lainnya. Kebayang deh maknyusss rasanya!

pohon cempedak


Cempedak memang hampir sama dengan nangka, Tapi ketenarannya berada di bawah nangka lantaran daging buah nangka yang memang lebih tebal sehingga lebih banyak ragam olahan yang dihasilkan. Dengan kata lain nilai kepopuleran nangka lebih tinggi daripada cempedak. Hingga ada peribahasa menyebutkan "cempedak berbuah nangka". Kalaulah kita menanam cempedak pastilah harapannya memanen cempedak bukan? Tapi, apa jadinya jika ternyata yang kita dapatkan adalah buah nangka yang lebih besar, banyak dagingnya pun mahal harganya, seperti yang disebut di peribahasa ini?

pohon nangka

Peribahasa tersebut mengandung maksud bahwa saat memutuskan akan mencoba sesuatu, kita tak bakal tahu hasil apa yang kita peroleh nantinya, karena bisa saja lebih dari apa yang kita kira. Jadi, coba saja apa yang jadi impianmu. Mulai segera apa keinginanmu. Tak perlu ragu dan usah ditunda melulu. Karena kamu tak pernah tahu, bisa saja hasilnya jauh lebih besar dari harapanmu. Jadi tunggu apa lagi? Ayo, berani mencoba !! Yakinlah kalau kamu bisa !!💝


4 comments:

  1. Hwaaa...saya baruuu tauu ada peribahasa ini (kemana aja pas dulu pelajaran bahasa indonesia yah?:D)
    BTW, saya kurang suka cempedak. nggak tahan baunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha..iya mbak, sama seperti durian, banyak orang yang nggak suka lantaran aromanya yang menyengat dan bisa pusing kepala :)

      Delete
  2. Nangkanya menggoda sekali mbak...hihi

    ReplyDelete