Imunisasi Measles Rubella 

Perlu Nggak Ya?




Persalinan ketiga saya berlangsung secara sesar karena diagnosa plasenta previa. Sebelumnya, selama hamil saya sempat rawat inap dua kali di rumah sakit lantaran terjadi pendarahan. Selain itu, pertimbangan dokter untuk tindakan sesar adalah status kehamilan pertama saya dimana anak lahir dan meninggal 13 hari sesudahnya. Meski, saya sempat berusaha mencari second opinion untuk hal ini. Dan ternyata di dokter kandungan yang kedua juga menyatakan diagnosa dan saran yang sama jika sesar adalah tindakan yang tepat nantinya.

Dua bulan setelah melahirkan, saya dan anak-anak berangkat ikut Bapaknya untuk sekolah ke Amerika. Sesampainya di sana yang pertama saya cari adalah informasi tentang imunisasi. Karena saya ingin melengkapi imunisasi si Adik sampai usia wajib seperti kakaknya dulu. 

Setelah tanya kiri kanan pada teman-teman Indonesia yang tinggal di sana, saya dapat info kalau ada bis imunisasi keliling gratis (Care Mobile) yang difasilitasi negara bagian Louisiana (pemerintah kota New Orleans bekerja sama dengan pihak swasta), untuk sesiapa yang memerlukannya. Syaratnya gampang, bawa rekap data imunisasi sebelumnya, nunggu panggilan, dilayani dan...pulang!

Bis imunisasi gratis Greater New Orleans
Layanan ini berlaku untuk bayi baru lahir - anak usia 18 tahun, tanpa ditanya apakah warga negara atau bukan serta ditangani langsung oleh dokter. Vaksinnya -saat itu- meliputi: DTP, OPV, MMR, Hib, Hep A, Hep B, Varicella, Rotavirus, Influenza, Pneumo dan Novel Influenza. Semua gratisss, bahkan pulangnya anak-anak dibekali permen, stiker atau mainan. Semua data selanjutnya akan tersimpan pada akun si anak dan akan diperbarui saat pemberian vaksin berikutnya. Data kelengkapan imunisasi ini akan menjadi persyaratan untuk pendaftaran sekolah di Amerika. Mengapa sedemikian pentingnya? Karena mereka memegang keyakinan bahwa antisipasi lebih murah biayanya daripada mengobati. Jika anak sudah diimunisasi berarti akan punya tingkat kekebalan lebih tinggi yang tidak hanya akan melindungi dirinya sendiri tapi juga orang di sekitarnya. Apalagi usia anak-anak lebih rentan terkena penyakit karena daya tahan tubuh yang masih rendah dibandingkan usia dewasa. Itulah sebabnya, pemerintah di sana sangat peduli dengan program imunisasi seperti ini.

Layanan imunisasi yang saat ini diberikan

Selama dua tahun di sana, akhirnya si Mas dan Adik rutin saya ajak ke parkiran Mal dekat rumah, tempat bis ini terjadwal melayani. Saya akan cek di situs resmi layanan bis ini untuk jadwal lengkapnya. Tak lupa memeriksa apakah sudah waktunya anak-anak kembali untuk jadwal vaksin berikutnya. Alhamdulillah mereka sehat-sehat selama di sana sampai saat ini.

Jadwal tempat layanan

Nah, berkaitan dengan pro kontra program imunisasi Measles Rubella yang dicanangkan pemerintah Indonesia pada bulan Agustus dan September nanti, sebenarnya vaksin MR ini perlu nggak ya?
Kalau menurut saya sih, lebih baik pertimbangkan saja baik buruknya, lebih banyak yang mana.

Yang jelas, bukankah anak-anak kita berhak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas? Jadi, kenapa tidak kita lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi?

Oh ya untuk informasi saja, anak pertama saya terlahir kurang sempurna (cacat) dan hanya berumur 13 hari saja, meski tidak tahu pasti sebabnya, mungkin saja saat hamil trimester pertama saya terinfeksi Rubella, siapa sangka?...yuk, cegah penularannya!

Berikut tambahan informasi tentang apa Measles Rubella / Campak Rubella :

Sumber : Kementerian Kesehatan RI / Ikatan Dokter Anak Indonesia / Status FB Dokter Rahaenul Bahraen.

PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR

Apakah penyakit Campak Rubella?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

Apa bahaya dari penyakit ini?

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella?

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella?

Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Apakah vaksin MR?

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

Apakah Vaksin MR aman?

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR?

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?

Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?

Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?

Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?

Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?

Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016. 

Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Nah....Akhirnya terjawab sudah. Imunisasi Measles Rubella itu perlu nggak yaaa? Tentu perlu pemirsaaa!!

Jadi jaangan lupa ya, untuk yang punya putra-putri di rentang usia yang disebutkan, bulan Agustus-September jadwal imunisasi MR-nya! Sampai jumpaaa!💖

Salam,

Dian



24 comments:

  1. Wah info yang penting banget Mbak Dian, di tengah masih banyaknya orang tua yang bersikap anti vaksin. Vaksin MR sekarang sudah menjadi program wajib dari Kemenkes. Eh ya, ngomong2, imunisasi dasar wajib di Amrik memang agak beda ya sama yang di Indo hehe.. Keep writing ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip Mbak! Beda karena memang vaksin itu disesuaikan dengan karakter negaranya, berkaitan wabah yang melanda, iklim, ras dan lainnya. Makasih sudah singgah :)

      Delete
  2. Semoga dengan semakin banyak yang share tentang pentingnya vaksin MR, jadi membuka wawasan ibu-ibu atau bahkan yang masih calon ibu seperti saya tentang manfaat vaksin ini..
    soalnya rasanya ikut sakiit banget kalo lihat mereka yang akhirnya tertular virus rubella waktu hamil..
    terima kasih share nya ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, semoga calon Ibu dan Ibu jadi peduli dengan manfaat pemberian vaksin pada buah hati. :)

      Delete
  3. Anak saya dulu waktu usia 1 bulan saya bawa ke dokter untuk imunisasi BCG, ternyata dokternya melakukan imunisasi sambil pilek berat sampai ngeluarin umbel keras-keras. Sebulan kemudian anak saya mulai rewel, saya ngga tahu kenapa, kemudian diare selama 3 bulan berturut-turut, Selanjutnya waktunya MPASI makannya sulit dan makin kurus, ternyata positif TB. Tak terhitung penderitaan dan airmata untuk mengembalikankondisinya agar kembali sehat.
    Sejak itu saya takut dengan segala macam imunisasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf ya Mbak, tapi bagaimana untuk pencegahan penyakkit yang lainnya, seperti polio, campak, rubella, dan lain-lain yang jelas-jelas fatal akibatnya? Kalau kita sudah khawatir duluan padahal semua vaksinasi itu sudah melalui berbagai proses penelitian yang tentunya bertujuan untuk kebaikan rasanya sayang...:)

      Delete
  4. Wah infonya manfaat mba, memang banyak membaca membuat kita jg bisa preventif lebih dini yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, benar Mbak..cari info yang tepat dan akurat perlu biar kita jadi lebih tahu :)

      Delete
  5. semoga seluruh anak-anak Indonesia di pelosok-pelosok juga dapat info mengenai MR ini ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mbak..biar semua tau manfaat dan akibatnya :)

      Delete
  6. Terima kasih infonya, Mbak. Sangat berguna. Semoga semua ibu2 sadar pentingnya hal ini dan anak2 tercegah dr segala penyakit.

    Anyway, sorry about your loss. My condolences.

    ReplyDelete
  7. Kemarin di Indo aku cari-cari imunisasi rubela. Aku lagi program hamil dan khawatir kalau aku kena rubela ketika hamil, karena efek buat anaknya parah. Kemarin juga ada kenalan yang ketika hamil terkena rubela, janinnya tumbuh tanpa kepala dan akhirnya harus di kuret. Sedih dengernya, tapi sayang di Indonesia masih jarang. Kalau pun ada pasti harus keluar negeri.. Enak banget mba bisa kesana, bisa vaksin sekaligus nikmatin negara sana. Hehehe kalo aku termasuk orang yang pro vaksin karena itu salah satu bentuk ikhtiar aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak...sekarang yang untuk anak-anak sudah gratis , program pemerintah. Saya kurang tahu untuk Ibu hamil. Kalau di Jakarta klinik khusus vaksin sudah ada, pasti ketersediaan vaksinnya sekarng juga sudah lengkap mestinya:)

      Delete
  8. aku kemarin baru nanya2 ini ke grup tetangga.. itu vaksinnya gratis katanya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak...Imunisasi MR selama bulan Agustus-September gratis, program Kemenkes ini.,..:)

      Delete
  9. Alhamdulillah...terimakasih atas penjelasan seputar vaksinasi MR ya Mbak Dian

    ReplyDelete
  10. wah, kerennya Mbak di Amrik sono, ada imunisasi keliling gratis. Kalau di sini harus kita yang aktif nyari info ya, Mbak. Sampai sekarang anak saya masih belum vaksin tifoid, hepatitis A dan JE. Kalau MR insya Allah ikut Mbak. Thanks for sharing Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak..sama-sama. Semoga putra/putrinya selalu terjaga kesehatannya yaaa..:)

      Delete
  11. Wuih, enak banget ya di Amerika, fasilitasnya sudah bagus sekali, semoga Indonesia bisa segera mengejar ketinggalannya.

    ReplyDelete
  12. Anakku kebagian tanggal 7, Mbak. Bismillah, yakin!

    ReplyDelete
  13. Oke..siip! Anakku udah, tangggal 3 kemarin:)

    ReplyDelete