Berat Ideal Nggak Harus Berbiaya Mahal




Holaaa...
Jumpa lagi kita...

Tahu nggak, beberapa hari yang lalu saya iseng menulis status di Facebook tentang berat badan suami dan saya. Seperti ini statusnya:


Dan, ternyata respon dari teman-teman hampir sama semua, yaitu:

1. Apa rahasianya?😱
2. Timbangannya pasti salah/rusak!😁

Nah, untuk menjawabnya, saya mau cerita di sini saja yaa..Tapi ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi, hanya ingin sekedar berbagi dan tidak bermaksud untuk menggurui. Siiip!

Saat masih gadis, berat badan saya sedang saja. Tidak pernah terlalu kurus atau gemuk, berkisar pada 45-50 kg, dengan tinggi badan 155 cm. Sementara suami saat lajang berat badannya 72 kg, dengan tinggi badan 174 cm.

Pada saat menikah, berat badan saya 47 kg. Lalu saat hamil anak pertama naik 13 kg menjadi 60 kg. Beberapa bulan kemudian balik ke angka semula sekitar 47kg. Hamil kedua naik ke 60-an kg, terus balik lagi ke 47 kg begitu juga saat anak ketiga.

Jadi setiap hamil, saya nambah sekitar 13-15 kg. Bayi lahir 3,25 kg. setelah memberikan ASI selama 2 tahun, saya kembali ke angka 47-an lagi. 

Banyak yang nanya, kok bisa?

Sebenarnya, saya menjalani pola makan yang biasa-biasa saya. Saya bukan pelaku diet tertentu (pengen coba tapi nggak pernah bisa konsisten😌 - ini jangan diikuti ya). Saya juga tidak mengonsumsi obat-obatan atau suplemen untuk menjaga kestabilan berat badan. Pun, belum bisa rajin plus rutin menekuni jenis olahraga tertentu. Jadi apa rahasianya dong? Hm, apa ya...Mungkin karena saya:

1. Makan Untuk Hidup

Menurut saya, makan itu tujuannya agar kita tetap hidup. Bukan sebaliknya, hidup untuk makan. Kalau paham terakhir yang dianut, bisa-bisa ada makanan apapun diembat tanpa ampun. Karena, kadang kita hanya menuruti nafsu makan yang tak terbendung padahal sebenarnya perut sudah tak bisa menampung.

2. Makan Teratur

Saya makan teratur, tiga kali makan: sarapan, makan siang dan makan malam. Banyak Emak yang pengen nurunin berat badan dengan melewati waktu makan pagi. Ujung-ujungnya pas jemput sekolah lihat dagang seblak langsung habis dua mangkok plus gorengan tiga biji. Jadi lebih baik tetap makan sesuai waktunya agar perut tidak keroncongan sebelum saat makan berikutnya tiba.

3. Konsumsi Gizi Seimbang

Saya makan dengan gizi seimbang. Kadang ada orang yang kuat makan karbohidrat tapi nggak mau sama sekali serat. Sementara yang lain, ngemil saja padahal makanan utama belum tepat porsinya. Sebenarnya gizi seimbang ini pedomannya mudah saja. Masih ingat pelajaran kita waktu sekolah kan, tentang empat sehat lima sempurna? Ya, porsi makan dalam sehari sebaiknya mengandung asupan makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan dan susu (bisa minum yang non fat, susu kedelai atau di skip jika perlu). Apapun pola diet yang dianut pasti masih memasukkan jenis makanan tersebut, hanya cara/waktu makannya saja yang berbeda. Jadi jangan lupa gizi seimbang juga akan memengaruhi kestabilan berat badan

4. Cukup Minum

Saya minum cukup air. Memang, masing-masing orang membutuhkan jumlah asupan cairan yang berbeda. Idealnya untuk orang dewasa adalah 8 gelas sehari. Tetapi, jika kita lebih banyak beraktifitas di luar ruangan, lebih baik jumlahnya ditambah. Minum yang cukup akan menghindari keinginan untuk makan lagi.... lagi.. dan lagi.

5. Gerakkan Badan

Yang simpel saja. Saat di rumah saya putar radio terus senam ringan. Kadang pinjam sepeda si Mas terus keliling naik sepeda di jalan sekitar rumah. Atau ambil sepatu olahraga terus jogging bolak-balik di gang depan rumah. Tips buat Emak yang masih punya balita, bisa menyiasati rutin gerak ini dengan berjalan-jalan pagi/sore sekalian dorong kereta bayi/sepeda anak, bermain lempar bola, main bulutangkis dengan anak yang lebih besar usianya atau olahraga lainnya. Tinggal kita konsisten melakukannya.

6. Tidur Cukup

Saya tidur cukup, nggak kurang atau lebih, sekitar 6-7 jam sehari. Tidur malam biasanya jam 9-10 dan bangun pagi pukul 4. Siang hari saya jarang sekali tidur siang. Tidur yang kurang ataupun berlebihan akan memengaruhi naik turunnya berat badan.

7. Kelola Pikiran

Saya berusaha mengelola pikiran dengan mensyukuri segala berkah dan masalah. Karena jika pikiran tidak ditata bisa membawa kita ke keinginan untuk makan berlebihan. Stres larinya ke ngemil. Baper, akhirnya malas pergi, duduk di depan tivi sambil makan itu ini. Ingat ya, semua orang punya anugerah dan ujian sesuai porsi yang diberikan oleh Tuhan.

Hmm, apalagi yaaa. Sepertinya sih itu saja. Nggak ada yang istimewa bukan?

Kini di usia suami yang 43 tahun, tinggi dan beratnya: 174 cm/72 kg, sementara saya 41 tahun bertinggi dan berat badan 155 cm/47 kg. Menurut kalkulator BMI (Body Mass Index), Alhamdulillah kami termasuk kategori berberat badan normal.




Kalau penasaran cara menghitungnya, di sini ya :


Oh ya, kalau untuk suami saya, cara menjaga berat badannya sudah pernah ditulis di sini ya :


Nah, mempunyai berat badan ideal tidaklah harus berbiaya mahal, bukan? Meski tidak mudah tapi nggak boleh menyerah! Bukankah menjaga kestabilan berat badan adalah juga bagian dari menjaga kesehatan yang merupakan wujud syukur atas karunia Allah SWT atas badan? Dan, bukankah di dalam badan yang sehat akan terkandung jiwa yang kuat?

Jadi, mari hidup lebih sehat lagiiii !πŸ˜πŸ‘ŒπŸ’ͺ

Terimakasih sudah membaca...

Salam,

Dian

22 comments:

  1. Seru bacanya, berasa diprovokatorin buat tulisan serupa.. hihiii..
    Suka dengan poin 7! (*_*)9

    salam kenal Mb, awet muda terus yaa.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi..harusnya no 7 itu jadi poi pertama yaaak..:D. Makasih dah singgah ^^

      Delete
  2. yes setuju makan untuk hidup :) klo ga wah bleber ni badan hahaha...kayaknya mb dian dan aku sama dari gadis hingga kini BB-ku segitu2 aja pun sama suamiku juga begitu :D udah bakat kayaknya begini badannya hahaha

    ReplyDelete
  3. Setuju.
    Cukup istirahat dan tidur, mempengaruhi kesehatan, berat badan, mood bahkan kehidupan seksual.
    Kalau tips aku, 3 jam sebelum jam tidur, aku sudah tidak isi perut lagi kecuali air putih.
    Kalau sarapan dan makan siang, tak pernah diet, namun makan secukupnya. Mungkin karena sudah biasa takaran kecil, kalau banyak sering begah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak, pembiasaan juga bisa..kalau terbiasa diisi takaran besar jadilah porsi segitu selanjutnya :) btw, thanks tipsnya

      Delete
  4. Wah pengen punya BB kaya mb deh. Sy termasuk yg gampang gemuk, susah turun mb. Kalau ndk diet habis habisan, BB sll diatas 60 tinggi dibawah mba. Ya bener si faktor gerak, menata fikirn dan makan masih semau nya sendiri hiks..makasih mb udah mengingatkan yaa

    ReplyDelete
  5. Wah pengen punya BB kaya mb deh. Sy termasuk yg gampang gemuk, susah turun mb. Kalau ndk diet habis habisan, BB sll diatas 60 tinggi dibawah mba. Ya bener si faktor gerak, menata fikirn dan makan masih semau nya sendiri hiks..makasih mb udah mengingatkan yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak sama-sama..kalau berat pas saat umur bertambah rasanya tetap enteng bawa badan jadi bisa terus aktif tanpa merasa capek berlebihan :)

      Delete
  6. Postingan yang bikin baper, huaaaa *nangispengenlangsing. Padahal kata suamiku gak gemuk loh, Mbak. Cuman ngegemesin, wkwkwkwk TFS, ya, Mbak Dian. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha, juga belom lama lepas ASInya Mbak Damar...sabar yaaaak:) Nanti balik lagi kok, semoga :) #peluuuk

      Delete
  7. Kereen mbaak. Kalo saya sgala sst itu msh belum oke di konsistennya haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama hahah..misalnya saya olahraga juga belom serajin suami Mbak Lisdha..Kalo dia konsisten hihihi..

      Delete
  8. Saya juga termasuk orang yang tidak pernah menjalani diet Mbak, gak pernah tahan sama godaan :D

    ReplyDelete
  9. kwkwkw..iyaaa Mbak, asal masih ada remnya saat tergoda :)

    ReplyDelete
  10. Wah ternyata ada Aplikasi untuk cara menghitungnnya. Saya lanjutkan kepo saya sampai akhirnya saya download aplikasi BMI ini versi androidnya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya ada Mbak..biar kita tahu masuk kategori yang mana berat badannya :)

      Delete
  11. Dan tetap bertanya... Kok bisa ya mba hahhaha.

    ReplyDelete
  12. Aku termasuk susah tidur malah aebenarnya memang kurang banget jam tidur mlm nya. Ga suka tidur siang kecuali misal lg sakit hehe. Kelola pikiran ternyata penting juga ya. Aku mah makan apa aja ga pake diet hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, Mbak..ada yang lagi banyak masalah larinya ke ngemil..Btw, sama nggak diet-dietan juga saya :D

      Delete