Posts

Showing posts from September, 2017
Image
Semakin Jatuh Hati pada KAI
Tengah malam, layaknya Cinderella, saya deg-degan menunggu pukul 12 tiba. Ditemani secangkir kopi, standby di depan lappy, sambil membuka situs resmi PT. KAI. Lalu, tepat pukul 12 malam saya pun memesan 4 tiket tujuan Madiun untuk keberangkatan tiga hari sebelum lebaran. Secepatnya ketik ini itu. Memasukkan data yang perlu dan melanjutkan transaksi pembelian sesuai ketentuan. Dan ternyata, ketika semua sudah dilakukan, hasil akhirnya adalah keterangan di layar bertuliskan tiket "HABIS"!😢
Tahu tidak, kecewanya itu di sini →💔.Padahal pemesanan itu saya lakukan 90 hari menjelang keberangkatan. Tapi, saya sudah kehabisan tiketnya. Akhirnya, terpaksa saya sekeluarga naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya, lalu lanjut perjalanan darat ke Madiun. Tentu, lebih mahal biayanya, ribet karena harus ganti moda, juga lebih capek rasanya. Syukurnya, untuk baliknya, saya berhasil memesan tiket kereta dari Madiun ke Jakarta. Jadi biaya perjalanan tak jadi bengkak…
Image
Superkidz Science Story Keajaiban Alam Sekitar

Judul Buku : "Superkidz Science Story - Keajaiban Alam Sekitar"
Penulis : Lish Adnan
Penerbit : Visi Mandiri
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman : 96
Kategori : Buku Anak / Non Fiksi

Seringkali kita mendapatkan pertanyaan dari anak kita, mengapa daun berwarna hijau? Mengapa kita harus makan? Bagaimana bisa terjadi hujan? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan kejadian di sekitar kita.

Untuk anak yang sudah mendapatkan pelajaran di sekolah, mungkin kita tinggal ambil buku pelajaran dan membacakan. Tapi, buku pelajaran seringnya menjelaskan secara ilmiah dan menggunakan kata-kata yang tak mudah dimengerti oleh anak-anak. Untuk itu, sebuah buku yang bisa menjembatani hal ini pun dirasa perlu.

Buku Superkidz Science Story - Keajaiban Alam Sekitar ini antara lain bisa jadi jawabannya. Buku yang mengungkapkan berbagai kejadian menakjubkan yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Komplit, ada cerita pendeknya, hik…
Image
KINANTHI




Lobby hotel lengang. Tamu di sofa seberang, nampaknya sama sepertiku, sedang menunggu. Dentingan piano mengalunkan musik lembut senada dengan cahaya ruangan yang temaram. Bartender tampak menyibukkan diri di balik meja bar. Bell boy yang berjaga di pintu terlihat menguap beberapa kali. Terdengar sesekali suara langkah kaki memecah sunyi. Mungkin tak banyak tamu menginap karena ini bukan akhir pekan. Atau lantaran hujan yang turun sejak siang dan hingga kini belum berhenti, membuat tamu enggan beranjak dari kamar. 
Kusesap lagi cappucino. Sepuluh menit sudah menunggu. Tamuku akan tiba pukul delapan. Aku turun lebih awal dari kamar karena perasaan sedang tak tenang. Pagi tadi, aku baru tiba di Jakarta. Sejak terpilih menjadi wakil rakyat, aku dan suamiku pindah ke sini. Sementara ketiga anak kami diasuh Ibuku di kota kelahiranku. Jumat malam kami pulang kampung dan kembali ke Jakarta pada Senin pagi. Jalan tol yang baru, benar-benar membantu memangkas waktu perjalanan. 
Meski, …
Image
Jadi Lebih Baik dengan Berhijrah

Sesaat saya pandang dari ranjang, tubuh mungil itu tersengal-sengal. Pandangan saya berkaca, mengingat 13 hari antara hidup dan mati perjuangannya. Kekurangan fisiknya di mata manusia yang menurut Sang Maha Pencipta telah sempurna, membuat saya tak sanggup membayangkan kehidupannya di masa depan. Hati rasanya masih tak terima. Mengapa anak pertama yang saat hamil telah dijaga sebaik-baiknya, lahir dengan tak lengkap organnya. Satu hal yang terjadi di luar perkiraan suami dan saya, sebagai pasangan baru yang seharusnya menyambut kelahirannya dengan gembira.
Dan, ketika pandangan saya menajam, sengalan napas itu pun padam. Dia berpulang! Saya tak tahu lagi bagaimana menggambarkan perasaan. Sedih, kecewa, marah..! Berjuta rasa ada! Dan, itu berbumbu rasa kesal pada Allah Sang Maha Pencabut Nyawa, mengapa harus saya?

Butuh waktu untuk menata pecahan hati dan menyusunnya kembali. Dukungan suami (yang sebenarnya juga merasakan kehancuran yang sama), orang tu…
Image
Rileks Sejenak di Grand Mulya Hotel dan Gumati Waterpark

Akhir pekan lalu, saya dan keluarga bermalam minggu di Hotel Grand Mulya Bogor. Sebenarnya bukan ada niatan khusus untuk menginap di situ. Tapi karena suami memang lagi ada pekerjaan dan menginapnya di sana, jadilah saya dan anak-anak ikut serta.
Hotel Grand Mulya berlokasi di Jl. Babakan Tumas, Desa Cikeas, Sukaraja Sentul - Bogor, Jawa Barat. Tepatnya, dari Jakarta ke arah Bogor, melewati tol Jagorawi, keluar di pintu tol Sentul Selatan. Lalu menyusuri Jl. MH. Thamrin ke arah Jl. Babakan Madang, lalu lanjut ke Jl. Parung Aleng. Ikuti saja petunjuk arahnya, sampai menemukan papan nama Grand Mulya Hotel Bogor.

Rute ini agak berbelok-belok dan sedikit naik turun seperti pada umumnya contour wilayah Bogor. Jalan arah masuk lumayan bagus, tapi sempit, lebarnya hanya 3 meter. Jadi musti hati-hati saat bersimpangan dengan kendaraan lainnya. 
Hotel Grand Mulya Bogor menyatu dengan Gumati Waterpark dan Desa Gumati. Ketiganya ada dalam …
Image
Serba - Serbi Investasi
Memiliki sebuah rumah menjadi salah satu impian yang dipunyai oleh pasangan yang baru menikah. Jika ternyata setelah pernikahan rejekinya didapat dari orangtua/mertua yang meminta kita untuk tetap tinggal bersama mereka, itu lain cerita. Lalu, bagaimana jika pasangan karena pekerjaan tinggal berjauhan dari orang tua/mertua, sehingga harus berusaha sendiri mempunyai rumah sendiri?

Seperti saya dan suami, setelah sekitar 4 tahun tinggal di rumah dinas perusahaan, akhirnya harus berpikir keras untuk membeli rumah sendiri saat fasilitas itu ditiadakan. Memang, ada peraturan di perusahaan, jika ditempatkan di daerah, sarana rumah dan isinya disediakan. Jika yang bersangkutan ditarik ke kantor pusat (Jakarta), semua itu tak lagi didapatkan.

Awalnya hal ini bikin kepala kami pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, saat itu kami baru menikah selama 4 tahun-an. Tabungan ada tapi tak cukup pastinya untuk mencapai harga rumah di Jakarta. Saat itu, tahun 2006, informasi le…