Semakin Jatuh Hati pada KAI

sumber foto: kai.id

Tengah malam, layaknya Cinderella, saya deg-degan menunggu pukul 12 tiba. Ditemani secangkir kopi, standby di depan lappy, sambil membuka situs resmi PT. KAI. Lalu, tepat pukul 12 malam saya pun memesan 4 tiket tujuan Madiun untuk keberangkatan tiga hari sebelum lebaran. Secepatnya ketik ini itu. Memasukkan data yang perlu dan melanjutkan transaksi pembelian sesuai ketentuan. Dan ternyata, ketika semua sudah dilakukan, hasil akhirnya adalah keterangan di layar bertuliskan tiket "HABIS"!😒

Tahu tidak, kecewanya itu di sini →πŸ’”. Padahal pemesanan itu saya lakukan 90 hari menjelang keberangkatan. Tapi, saya sudah kehabisan tiketnya. Akhirnya, terpaksa saya sekeluarga naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya, lalu lanjut perjalanan darat ke Madiun. Tentu, lebih mahal biayanya, ribet karena harus ganti moda, juga lebih capek rasanya. Syukurnya, untuk baliknya, saya berhasil memesan tiket kereta dari Madiun ke Jakarta. Jadi biaya perjalanan tak jadi bengkak dua-duanya.

Saya memang pelanggan setia Kereta Api Indonesia, khususnya untuk kereta jarak menengah dan jauh. Mulai dari jaman kereta masih berjubelan penumpangnya. Stasiunnya tak ada beda dengan pasar tumpah kondisinya. Juga ketika melihat sendiri penumpang sebelah yang tak bertiket dengan santainya kasih lembaran uang ke petugasnya! Rasanya sebuah kemustahilan jika ada perubahan pada PJKA, jika ingat jaman dulu kala. Apa mau dikata, kereta sebagai moda yang terjangkau harganya mau tak mau  harus tetap dicinta.

Tapi kini, sejak KAI mengganti jubahnya, berubah menjadi moda transportasi yang mudah, cepat dan aman, saya pun menjadi jatuh hati.

Bagaimana tidak jatuh hati, sekarang:
  • Beli tiketnya gampang. 
Reservasinya dapat dilakukan mulai H-90 di loket stasiun, agen, minimarket, Contact Center 121 atau secara online melalui web dan aplikasi. Pembayarannya bisa secara tunai, ATM atau kartu debit/kredit. Pembelian selain di loket stasiun akan mendapatkan bukti transaksi berupa struk, email, sms notifikasi atau bentuk lainnya, berisi kode pemesanan, data diri dan data perjalanan. Bukti inilah yang ditukarkan dengan boarding pass mulai 12 jam sampai dengan 10 menit jadwal keberangkatan KA pada mesin Check-in Corner di stasiun keberangkatan penumpang. Gampang, bukan?
  • Semua penumpang punya tiket
Semua penumpang wajib membayar harga tiket sesuai tarif yang ditentukan, jadi tak ada salam-salam tempel lagi di atas kereta. Untuk kereta jarak menengah dan jauh, tarif ini berlaku untuk satu tempat duduk. Tidak bakal ada penumpang desak-desakan sampai tiduran di depan toilet. Yang istimewa, ada tarif reduksi untuk lansia, veteran dan beberapa golongan sesuai dengan ketetapan.

duduk di kursi masing-masing
  • Batasan bagasi yang pasti
Dulu, sering kesal sama penumpang sebelah yang bawaannya berkoli-koli. Bukannya tak menghormati pedagang yang baru kulakan dari Tanah Abang. Tapi kalau terlalu banyak barang bawaan kan menganggu yang lainnya. Tapi, syukurnya sekarang semua itu tak mungkin terjadi. Karena ada batasan bagasi yang ditentukan oleh pihak KAI. Jika lebih dari jatah bagasi, penumpang harus membayar atau membeli tiket lagi.

bawaan mudik..., untung tiketnya 4 😁
  • Penumpang beridentitas jelas
Bertahun silam, banyak tiket dibeli tanpa lewat jalur resmi sehingga dinamai asal-asalan. Jadi antara pemegang tiket dan nama yang tertera bisa beda. Fatalnya, jika terjadi apa-apa, seperti kecelakaan misalnya, pihak berwenang akan kesulitan memastikan identitas korbannya. Alhamdulillah, sekarang jadi mudah. Penumpang dewasa yang melakukan boarding, wajib menunjukkan kartu identitas resmi seperti KTP, SIM dan lainnya untuk bisa memasuki stasiun dan menaiki kereta. Jadi semua penumpangnya jelas dan beridentitas.
  • Tidak jadi pergi? Batalkan saja tiketnya!
Kalau ternyata karena satu dan lain hal tiket yang sudah dipesan ingin dibatalkan, tinggal diurus sesuai prosedur. Dan, tunggu uang pun akan kembali padamu.
  • Jadwal mau diganti? Pilih lagi!
Jika ternyata mau ganti waktu atau hari keberangkatan, tinggal ke stasiun lalu ganti sesuai keinginanmu dan ketentuan yang berlaku. Mudah!
  • Aman dan nyaman
Karena tak boleh lagi pedagang asongan dan orang yang tak berkepentingan memasuki area stasiun dan dalam gerbong kereta, maka keamanan pun terjaga. Belum lagi polisi khusus KA yang selalu berpatroli, membuat penumpang merasa nyaman sepanjang perjalanan.

Nah, dari sekian banyak kemudahan jasa KAI, sejatinya saya masih punya banyak harapan untuk kemajuannya di masa mendatang. Bukannya tak puas dengan pelayanan KAI saat ini. Tapi, ingatlah pepatah:
"Be grateful, never satisfied! You can do better!"
sumber foto: kai.id
Harapan saya, KAI jangan cepat berpuas diri dan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk penumpangnya. Antara lain dalam hal:
  • Perbaikan sistem pemesanan 
Sebagai orang awam sebenarnya saya kurang paham, mengapa saat memesan tiket lebaran, tiba-tiba saja situs resmi KAI jadi susaaaah dibuka. Kalaupun bisa, ternyata dalam hitungan menit saja, sudah tak kebagian tiketnya. Padahal koneksi internet di rumah saya lancar jaya. Mungkin ini bisa jadi instropeksi bagi KAI, karena musim reservasi ini polanya berulang dari tahun ke tahun. 

Tapi, mungkin tidak ya kalau hal ini diperbaiki? Pasti! Bisa dengan perbaikan teknis reservasi, menyiapkan server menghadapi musim pemesanan tiket lebaran/liburan, atau menambah armada kereta saat lebaran/liburan tiba. Jadi, di masa mendatang, saya tak bakal kehabisan tiketnya!πŸ˜€
  • Jumlah petugas ditambah
Khusus saat puncak lebaran/liburan, penumpang sangat penuh di stasiun. Sementara, petugas kurang jumlahnya. Sehingga kadang, calon penumpang bingung saat ingin mendapatkan informasi harus bertanya kemana. Mungkin hal ini bisa disiasati dengan merekrut pekerja sementara yang bisa diambil dari anak sekolah yang magang atau komunitas pecinta kereta.
  • Siapkan stasiunnya
Lagi-lagi saat arus mudik dan liburan panjang. Penumpang selalu menumpuk di ruang tunggu sehingga tempat duduk yang ada tak mencukupi lagi. Bagaimana kalau pihak KAI menyewa kursi sehingga semua bisa menunggu dengan tenang sampai waktu keberangkatan datang.
  • Kebersihan stasiun
Masalah kebersihan stasiun saat musim lebaran/liburan sepertinya masih jadi PR yang tak tuntas dibahas. Toilet stasiun yang kotor, air kran tidak mengalir, kloset yang buntu, tak berimbangnya jumlah toilet dengan jumlah penumpang. Juga tempat sholatnya. Aduh! Apa ini bisa diatasi? Tentu! Jumlah petugas yang mungkin harus ditambah, sehingga stasiun bisa bersih dan indah. Juga, ada pengawasan ke area yang ada sehingga kebersihan bisa selalu terjaga.
  • Saat naik kereta
Saya pernah punya pengalaman antara tangga yang telah disiapkan dan pintu kereta yang baru tiba ternyata tidak tepat letaknya. Karena tak ada petugas yang membetulkan, terpaksa saya naik ke kereta setengah melompat saja, tanpa lewat tangga. Padahal saat itu saya sedang bawa anak-anak. Seharusnya ini bisa dicarikan solusi agar penumpang merasa aman dan nyaman saat naik atau turun dari kereta.
  • Kebersihan kereta
Pada umumnya, gerbong kereta sudah lebih bersih daripada jaman dulu kala. Hanya, saja toiletnya, oh la la! Sampai-sampai setiap naik kereta, saya membawa pewangi ruangan atau kapur barus toilet. Beneran! Mungkin sih diantara penumpang ada yang makan jengkol, pete dan sejenisnya. Tapi bagaimanapun juga KAI sebagai operatornya harus mengantisipasi dan mengatasi. Bagaimana ya kalau di tiap toilet ada penyemprot otomatis seperti di bilik ATM itu? Lalu, petugas juga rutin mengecek kebersihannya, pun ada petugas pengawasnya.

  • Makan di kereta 
Saya kaget ketika membuka web KAI baru-baru ini. Ternyata kini ada pre-order untuk makanan saat di perjalanan. Keren ini terobosannya. Meski belum mencoba, usul saja, bagaimana kalau ada juga menu anak. Pengalaman saat membawa anak-anak, saya kebingungan memesan makanan. Menu yang tersedia kebanyakan untuk dewasa baik rasa maupun porsinya. 

Juga, untuk pengantaran pesanan makanan, lebih baik dipermudah, karena sepertinya pramugari/pramugaranya kesulitan membawa. Mungkin baki bisa diganti troli yang lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di dalam kereta api. 


  • Ketepatan Waktunya
Memang sekarang jadwal kereta jauh lebih tepat daripada dulu. Jam keberangkatan tak banyak selisih angkanya. Hanya di jadwal kedatangan yang masih ada lewat waktunya. Juga kadangkala, entah sampai dimana, kereta berhenti lamaaa, entah karena apa. Karena tidak ada penjelasan dari pengeras suara apa penyebabnya. Semoga ke depan lebih ditingkatkan lagi hal ini, sehingga ketepatan waktu berangkat dan tiba bisa sesuai jadwalnya. Dan, jika memang kereta harus berhenti karena satu dan lain hal tolong diinformasikan kepada para penumpang. 
  • Keselamatan perjalanan 
Perawatan berkala armada kereta, relnya dan peralatan pendukung lain yang sangat vital dalam menentukan keselamatan perjalanan perlu ditingkatkan. Peningkatan kinerja SDM melalui penambahan kesejahteraan, meluaskan pengetahuan melalui pelatihan, dan digitalisasi sistem pengawasan peralatan bisa menjadi solusinya. 

Perlintasan kereta, baik yang dijaga ataupun tidak memang menimbulkan persoalan yang berkepanjangan dalam hal keselamatan perjalanan. Sepertinya perlu diutamakan pembangunan underpass atau fly over untuk rel kereta yang bersimpangan dengan jalan raya yang padat penggunanya. Sehingga keselamatan baik penumpang dan pengguna jalan jadi diutamakan. 

Sedangkan untuk perlintasan tanpa palang pintu, harusnya diberi tanda lebih jelas sebelum menuju tempat itu. Juga penerangan yang cukup, bahkan kalau mungkin petugas harian dari penduduk setempat yang dikaryakan untuk menjaga.

Hmmm, apalagi ya, sepertinya sudah panjang lebar ngobrol tentang KAI-nya. Yang pasti saya sebagai pengguna jasa KAI terutama untuk kereta jarak menengah dan jauh, selalu mendukung terobosan baru yang dijalankan. Semoga tambah rutenya hingga makin banyak kota yang dilalui, sering kasih diskonan biar saya juga sering jalan-jalan, juga kalau ada free wifi bakal senang sekali.😁

Semoga KAI makin maju dan menjadi transportasi andalan dan pilihan di negeri ini.

Dirgahayu KAI!😍


*Sumber foto dan info: KAI

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis KAI di Masa Mendatang.






Superkidz Science Story 
Keajaiban Alam Sekitar



Judul Buku : "Superkidz Science Story - Keajaiban Alam Sekitar"
Penulis : Lish Adnan
Penerbit : Visi Mandiri
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman : 96
Kategori : Buku Anak / Non Fiksi

Seringkali kita mendapatkan pertanyaan dari anak kita, mengapa daun berwarna hijau? Mengapa kita harus makan? Bagaimana bisa terjadi hujan? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan kejadian di sekitar kita.

Untuk anak yang sudah mendapatkan pelajaran di sekolah, mungkin kita tinggal ambil buku pelajaran dan membacakan. Tapi, buku pelajaran seringnya menjelaskan secara ilmiah dan menggunakan kata-kata yang tak mudah dimengerti oleh anak-anak. Untuk itu, sebuah buku yang bisa menjembatani hal ini pun dirasa perlu.

Buku Superkidz Science Story - Keajaiban Alam Sekitar ini antara lain bisa jadi jawabannya. Buku yang mengungkapkan berbagai kejadian menakjubkan yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Komplit, ada cerita pendeknya, hikmah cerita, fakta sains, kilas info dan aktivitas kreatif lainnya.

Anak-anak disuguhi dengan cerita sarat moral yang diakhiri dengan hikmah yang didapat. Ada kutipan pesan yang mengena dan gampang dicerna.

Misalnya di bagian 1, ada cerita berjudul "Daun Merah Muda". Diceritakan tokoh Lili - adik Lilo - sedang mewarnai gambar. Ia mewarnai daun dengan warna merah muda. Ia dan kakaknya akhirnya bertukar komentar bahwa semestinya daun itu hijau warnanya. Perdebatan ini diakhiri pertanyaan kenapa daun itu kebanyakan berwarna hijau. Disusul penjelasan sains dalam bahasa yang mudah dimengerti anak-anak tentang "Mengapa daun berwarna hijau?". Dilanjutkan pesan tentang pentingnya melestarikan hutan. Dan, diakhiri dengan aktivitas mewarnai gambar bunga. 

Begitu juga pada 9 bagian berikutnya yang menyajikan tema beragam tentang kejadian di sekitar yang berhubungan dengan sains.

Sedangkan untuk aktivitasnya, selain mewarnai ada juga menyanyi, menyambung garis, teka-teki silang, mencari perbedaan gambar dan lainnya.


Buku setebal 96 halaman ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik. Sehingga anak usia Sekolah Dasar, tak akan bosan membacanya.

Soal harga, karena saya langsung membeli dari penulisnya, Lish Adnan, harganya hanya 40 ribu. Bisa juga membeli melalui penerbitnya, Visi Mandiri. Selain itu tersedia juga di toko buku Gramedia dan toko buku online dengan harga sekitar 49 ribu. Sebuah harga yang sangat terjangkau untuk buku anak interaktif seperti ini.

Selengkapnya untuk materi yang dikupas di buku ini adalah sebagai berikut:
  • Buku diawali dengan perkenalan tokohnya: Lilo, Ayah, Ibu, Lili, Bimo, Eki, Sarah dan Paman Sandi.
  • Lalu, ada 10 bagian yang membahas tentang:
  1. Daun Merah Muda - Mengapa Daun Berwarna Hijau?
  2. Matahari yang Panas - Mengapa Kita Membutuhkan Matahari?
  3. Matahari Hilang -Mengapa Matahari Hilang di Malam Hari?
  4. Bentuk Awan yang Lucu - Darimanakah Awan Berasal?
  5. Gagal ke Taman Rekreasi - Bagaimana Terbentuknya Hujan?
  6. Bercanda - Apa Itu Pelangi?
  7. Lili Tidak Lapar - Mengapa Kita Butuh Makan dan minum?
  8. Ayo lari, Bimo? - Mengapa Hantung Berdetak Lebih Cepat saat Berolahraga?
  9. Semut di Kotak Pensil - Bagaiman Semut Menemukan Makanan?
  10. Catatan Super Kecil - Apa Hubungan Kertas dengan Lingkungan? 
  • Bagian terakhir dilampirkan Daftar Pustaka dan info Tentang Penulis. 
Akhirnya, buku yang ditulis oleh Lish Adnan, penulis cerita anak yang karyanya sudah dimuat di berbagai media cetak di Indonesia ini memang layak jadi bacaan anak-anak. Karena, buku ini tak hanya menyajikan cerita penuh makna tapi juga aktivitas yang membuat mereka mengenal alam sekitarnya.

Selamat Membaca....πŸ’ž


KINANTHI






Lobby hotel lengang. Tamu di sofa seberang, nampaknya sama sepertiku, sedang menunggu. Dentingan piano mengalunkan musik lembut senada dengan cahaya ruangan yang temaram. Bartender tampak menyibukkan diri di balik meja bar. Bell boy yang berjaga di pintu terlihat menguap beberapa kali. Terdengar sesekali suara langkah kaki memecah sunyi. Mungkin tak banyak tamu menginap karena ini bukan akhir pekan. Atau lantaran hujan yang turun sejak siang dan hingga kini belum berhenti, membuat tamu enggan beranjak dari kamar. 

Kusesap lagi cappucino. Sepuluh menit sudah menunggu. Tamuku akan tiba pukul delapan. Aku turun lebih awal dari kamar karena perasaan sedang tak tenang. Pagi tadi, aku baru tiba di Jakarta. Sejak terpilih menjadi wakil rakyat, aku dan suamiku pindah ke sini. Sementara ketiga anak kami diasuh Ibuku di kota kelahiranku. Jumat malam kami pulang kampung dan kembali ke Jakarta pada Senin pagi. Jalan tol yang baru, benar-benar membantu memangkas waktu perjalanan. 

Meski, agendaku makin hari makin tak bisa diajak kompromi. Jadwal pulang dari seminggu sekali, menjadi dua minggu, lalu molor sampai sebulan sekali bahkan lebih. Ibu mengingatkan kalau kali ini aku sudah kelewatan. Waktuku sangat kurang untuk anak-anak. Agendaku padat! Rapat komisi, rapat dengan kementerian, undangan seminar juga kunjungan kesana sini. Satu-satunya waktu yang bisa dicuri adalah kunjungan konstituen ke daerah pemilihan yang berarti sekalian bisa pulang.

Aku dan suamiku berjuang dari bawah. Kami merintis perusahaan pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintah dan swasta. Awalnya dari proyek kecil seperti pengadaan bak sampah untuk tingkat desa, sampai mesin perontok padi di tingkat propinsi. Mulanya hanya merekrut tenaga honorer untuk desa, hingga akhirnya bisa memenangi tender jasa outsourcing di beberapa instansi. Selain itu, aku juga aktif di salah satu partai di bidang pemberdayaan perempuan. Sampai dua tahun lalu, partai mendukung untuk pencalonanku menjadi wakil rakyat dalam pemilu. Dan, aku pun sukses melenggang ke Senayan.

Hingga semalam, pertanyaan singkat putri sulung yang berumur lima belas tahun membuatku tercekat.

“Ibu nggak korupsi kan?” tanyanya dengan nada curiga.

“Nggak,” jawabku pendek.

Aku tak akan menceritakan hal buruk yang membuat harta kami menumpuk. Jangan sampai ia tahu jika aku mendapat suap dari pengusaha agar lolos proyeknya. Juga menerima kiriman ponsel pintar teranyar, voucher wisata atau tas bermerk dari butik ternama. Belum lagi aliran dana tunai ke rekening, membuat mobil mewah dan rumah di kawasan bernilai investasi paling tinggi di ibukota pun bsa kumiliki.


Kini, aku sedang memikirkan pertanyaan putriku. Teringat akan janji kampanye yang jangankan kutepati, memikirkan pun tak sempat. Banyak cita-cita untuk kemajuan kota yang belum kuwujudkan. Aku bagai kacang yang lupa akan kulitnya. Mendadak tersadar telah mengabaikan amanah yang kuemban. Gemerlap kemewahan dari jalan yang tak benar, telah membutakanku.

Dan. aku bertekad mengakhiri semua malam ini. Tak hendak lagi korupsi!

“Selamat malam, Bu..,” sebuah suara membuyarkan lamunanku.

Tamuku, dua orang pria, datang dan menempati sisi lain sofa. Mereka membawa bungkusan plastik hitam yang diletakkan di meja - yang aku tahu pasti isinya apa.

Belum lama kami berbincang, tiba-tiba dari arah pintu lobby, datang serombongan orang berseragam rompi bertuliskan nama lembaga yang paling ditakuti koruptor di negeri ini. Mereka mengepung tempat duduk kami. Salah satunya berucap tegas, “ Anda tertangkap tangan!”

Badanku limbung. Lemas. Hancur semua harapan dan impian. Lamat-lamat yang kudengar bukan lagi dentingan piano dengan lagu romantis. Tapi suara Ibuku yang nembang Kinanthi saat momong si bungsu. “Yen wus tinitah wong agung, ywa sira gumungggung dhiri, aja nyelakaken wong ala, kang ala lakunireki, nora wurung ngajak-ajak satemah anenulari..

***


- Tembang Kinanthi** (PB IV, Serat Wulangreh, Pupuh(2) Kinanthi(3) : Jika sudah ditakdirkan jadi pembesar, janganlah kamu menyombongkan diri. Jangan dekat dengan orang yang berwatak buruk. Karena nanti ia akan mengajak dan menularkan keburukannya padamu.
- nembang : menyanyi 
- momong : mengasuh


Photo by : pixabay

Jadi Lebih Baik dengan Berhijrah



Sesaat saya pandang dari ranjang, tubuh mungil itu tersengal-sengal. Pandangan saya berkaca, mengingat 13 hari antara hidup dan mati perjuangannya. Kekurangan fisiknya di mata manusia yang menurut Sang Maha Pencipta telah sempurna, membuat saya tak sanggup membayangkan kehidupannya di masa depan. Hati rasanya masih tak terima. Mengapa anak pertama yang saat hamil telah dijaga sebaik-baiknya, lahir dengan tak lengkap organnya. Satu hal yang terjadi di luar perkiraan suami dan saya, sebagai pasangan baru yang seharusnya menyambut kelahirannya dengan gembira.

Dan, ketika pandangan saya menajam, sengalan napas itu pun padam. Dia berpulang! Saya tak tahu lagi bagaimana menggambarkan perasaan. Sedih, kecewa, marah..! Berjuta rasa ada! Dan, itu berbumbu rasa kesal pada Allah Sang Maha Pencabut Nyawa, mengapa harus saya?


Butuh waktu untuk menata pecahan hati dan menyusunnya kembali. Dukungan suami (yang sebenarnya juga merasakan kehancuran yang sama), orang tua, sanak saudara, sahabat tercinta...Tanpa mereka semua, mungkin tak jua sembuh luka saya. Beberapa sesi terapi, muhasabah diri dan ribuan ayat yang terpanjat. Hingga membuat penolakan akan kebenaran berbalik menjadi sebuah kekuatan. Kekuatan niat dan tekad untuk jadi lebih baik dengan berhijrah.

Saya yang dulunya tak peduli dengan agama sendiri, mulai membuka diri. Sadar dan tertampar, bahwa ada Allah Yang Maha Besar. Percaya bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dunia ini selain atas izin-Nya. Bila Allah sudah berkehendak maka tidak ada seorang pun yang dapat menolak. Karena sesungguhnya setiap kehendak dan kekuasaan yang Ia takdirkan adalah baik adanya. Saya yakin ada hikmah di balik semua masalah. Saya percaya bahwa bayi saya memang lebih baik berada di surga, daripada nanti harus menjalani segala macam operasi dan terapi.

Tekad untuk jadi lebih baik lagi pun saya awali dengan menutup aurat. Meski bukan hal mudah untuk meyakinkan diri, sementara di lingkungan keluarga besar saat itu tak ada panutan. Tak ada juga jaminan jika saya telah melakukannya pasti saya akan membaik dengan sendirinya. Keputusan yang tentu harus diiringi dengan niat bulat untuk mempelajari segala sendi syariat.
by: Pixabay
Apakah sulit? Pasti! Banyak hal duniawi yang menyenangkan harus ditinggalkan. Beberapa kegiatan harus dilupakan. Beragam sisi musti dijauhi. Gaya slebor dengan pakaian terbuka, berubah jadi tertutup pada auratnya. Bicara seenaknya terlupa adab agama, berubah sopan bertutur kata. Ibadah yang dulunya bolong-bolong makin tertata tak berjeda. Hati yang dipenuhi penyakit iri, tinggi hati, buruk sangka, pelan tapi pasti, dijauhi. Gaya hidup yang sejalan dengan larangan-Nya, ditinggalkan. Hal yang menjadi perintah-Nya, dijalankan. Dan, semua itu ternyata, nikmatnya luar biasa! Hidup rasanya jadi lebih ikhlas, sabar makin tak berbatas dan syukur pun terus tertutur. Alhamdulillah, saya merasa jadi lebih baik dengan berhijrah.

Memang berani berbeda dari lingkungan sekitar menuntut pengorbanan. Dari bubarnya niat karena kelemahan iman, rasa takut, sampai kekhawatiran kehilangan teman atau pekerjaan. Semangat berhijrah dengan beragam dinamika dan tantangan yang bersumber pada Inni Muhajirun Ila Rabbi - aku berangkat menuju Rabb-ku.

by: pixabay
Tidak ada perjuangan seberat hijrah. Berlandaskan iman, seorang hamba memutuskan pilihan, apakah hanya diam saja di tempat dalam keburukan atau bergerak menuju kebaikan. Al harakah fiha barakahdalam gerak ada berkah. Pergerakan yang beranjak dari kesadaran, bukan kemarahan. Sadar jika iman itu bernilai tinggi yang hanya dapat dibuktikan dengan pengorbanan. 

Apalagi kini, jalan untuk berhijrah makin mudah. Lingkungan Islami yang bertebaran, kemudahan dari pemangku negeri dan akses informasi yang membumi. Diantaranya, media online Saliha yang mendampingi muslimah agar menjadi saliha dan inspiratif. Beragam informasi tentang Culinary, Oase, Welness, Travel, Love dan masih banyak lagi, tersaji di sini. Tinggal klik saja!


Akhirnya, mari kita evaluasi diri! Sudahkah berhijrah? Andai belum, mari mulai! Jika sudah, ayo mantapkan langkah! Yuk, sama-sama kita berhijrah menuju rida Allah SWT untuk menjadi lebih baik lagi! Insya AllahπŸ’–


Dian Restu Agustina








Rileks Sejenak di Grand Mulya Hotel dan Gumati Waterpark



Akhir pekan lalu, saya dan keluarga bermalam minggu di Hotel Grand Mulya Bogor. Sebenarnya bukan ada niatan khusus untuk menginap di situ. Tapi karena suami memang lagi ada pekerjaan dan menginapnya di sana, jadilah saya dan anak-anak ikut serta.

Hotel Grand Mulya berlokasi di Jl. Babakan Tumas, Desa Cikeas, Sukaraja Sentul - Bogor, Jawa Barat. Tepatnya, dari Jakarta ke arah Bogor, melewati tol Jagorawi, keluar di pintu tol Sentul Selatan. Lalu menyusuri Jl. MH. Thamrin ke arah Jl. Babakan Madang, lalu lanjut ke Jl. Parung Aleng. Ikuti saja petunjuk arahnya, sampai menemukan papan nama Grand Mulya Hotel Bogor.


Rute ini agak berbelok-belok dan sedikit naik turun seperti pada umumnya contour wilayah Bogor. Jalan arah masuk lumayan bagus, tapi sempit, lebarnya hanya 3 meter. Jadi musti hati-hati saat bersimpangan dengan kendaraan lainnya. 

Hotel Grand Mulya Bogor menyatu dengan Gumati Waterpark dan Desa Gumati. Ketiganya ada dalam satu lokasi sehingga memudahkan pilihan apakah akan menginap di Desa Gumati yang tipe hotelnya bintang tiga atau di Grand Mulya yang merupakan hotel berbintang empat.


Hotel Grand Mulya ini, berkonsep resort and convention hotel hingga sasaran tamunya adalah perusahaan yang mengadakan acara meeting, training ataupun gathering. Selain itu, hotel juga menyasar tamu dari kalangan pribadi yang ingin mengunjungi beberapa tempat menarik yang ada di sekitarnya. Seperti Pemandian Air Panas Gunung Pancar, Jungle Land Sentul, Kebun Raya Bogor, Curug Leuwi Hejo dan Pasar Ah Poong Sentul.


Saat memasuki area hotel kita akan disambut dengan sebuah bangunan dengan aksen dinding bata yang dikelilingi area parkir kendaraan di sekitarnya. Area lobby berkonsep terbuka dengan posisi front office di sebelah kiri dan di sisi kanan beberapa set kursi rotan yang nyaman. Di sekitar area ini ada bunga berjajar segar yang memanjakan mata.


Masuk ke arah dalam terdapat De Yaga Lounge, area coffe break dengan beberapa sofa yang nyaman. Beberapa lukisan menghiasi dinding melengkapi pemandangan.


Berdiri dan memandang ke bawah, kita akan melihat kolam renang baik untuk dewasa maupun anak.


Di sisi kiri kolam renang ada De Gaya Resto yang menyajikan hidangan sarapan, makan siang dan makan malam.


Sementara di sisi kanannya ada saung besar, sebagai balai pertemuan yang berbentuk bangunan tradisional Sunda. Semakin jauh memandang, ada kolam pemancingan, halaman tengah hotel yang merupakan area outbond dan saung besar yang bisa jadi alternatif ruang pertemuan.


Semua area itu dikelilingi dengan tumbuhan dan bunga yang membuat sejuk sekitarnya. Juga dilengkapi pula dengan jogging track, bicycle track dimana sepeda disediakan oleh pihak hotel Grand Mulya.


Jumlah kamar yang ada sebanyak 161 kamar yang menempati 4 lantai. Tersedia 2 lift dan tangga untuk menuju kamar-kamar itu. Tipe kamar mulai dari Grand Superior, Grand Deluxe, Grand Park Deluxe, Grand Cabana Deluxe, Junior Cabana Suite dan Grand Cabana Suite. Kesemuanya dengan luasan mulai 30 - 148 meter persegi.

Grand Superior (tipe termurah...πŸ˜€)
Fasilitas di dalam kamar bervariasi, tergantung pada tipenya. Mulai dari cable TV channels, internet acces, writing desk, sofa, bathroom amenities, self-controlled AC, IDD telephone, coffe&tea making, slippers.


Nah karena hotel ini menyasar kegiatan meeting, jadi paketnya pun lengkap tersedia. Mulai paket meeting dengan coffe break seharga Rp 105.000 / orang, sampai paket lengkap meeting+stay seharga Rp 1.245.000 / orang. Tinggal pilih sesuai kebutuhan.

coffe break duluu...kwkwkwk
Sedangkan untuk paket kamar biasa (tanpa meeting), tergantung pada publish rate atau paket promo untuk event tertentu.


Untuk ruangan meeting ada beberapa pilihan diantaranya mulai untuk 14 orang, sampai 3000 orang (indoor/ballroom) dan 3700 (outdoor/outbond area)

Sayangnya, beberapa tempat memang kelihatan kurang terawat. Ada lukisan yang mulai rusak tapi dibiarkan, timbunan sampah di dekat gerbang hotel (di lahan penduduk) tidak dihiraukan, dan beberapa makanan saat dipesan ternyata tidak tersedia.

Oh ya, waktu untuk check in adalah pukul 2 siang. Jadi, karena kami sudah tiba dari pukul sepuluh (acara suami mulai pukul 10), akhirnya anak-anak nunggu di lobby dan mulai rewel setengah mati. Gimana nggak, di depan Grand Mulya adalah Gumati Waterpark. Jadi mereka sudah mupeng habis melihatnya...πŸ˜‚


Akhirnya, saya dan anak-anak pun ke sana ketika matahari mulai mereda. Gumati Waterpark adalah tempat rekreasi air keluarga dengan berbagai wahana menarik.


Saat tiba di lokasi, kita disambut lahan parkir yang luas. Lalu ada konter tiket di pintu masuk sebelah kanan.


Harga tiket untuk weekday adalah 50 ribu/orang dan untuk weekend 70 ribu/orang. Untuk weekday buka dari 08.00-17.00. Sedangkan weekend 08.00-18.00




Lalu ada konter penyewaan ban, toko baju renang dan kelengkapannya, berseberangan letaknya dengan konter tiket.

Wahana paling depan adalah tong siram yang lumayan luas, meski airnya terlihat keruh.

Nampak juga kios penjual snack dan baju renang yang sayangnya membuat kurang enaknya pemandangan.



Ada juga kolam waterboom yang bisa dijadikan pilihan setelah menyewa ban atau untuk sekedar seluncuran.


Untuk yang suka tantangan bisa coba seluncuran dengan ketinggian seperti ini:


Sayangnya, beberapa kolam tidak difungsikan lagi. Airnya tergenang dan kotor. Seperti whirpool sudah mati airnya.

Air mancurnya mati...
Sepertinya tempat ini kurang perawatan, padahal fasilitasnya lumayan. Hmm, sayang sekali! Akhirnya anak-anak ribut ngajak balik ke hotel, berenang di hotel saja katanya. Karena ekspetasi yang jauh dari realita ..#eaa

Jadilah kami, pesan makanan dulu, karena banyak mbak-mbak yang hilir mudik menawari pengunjung untuk memesannya (mungkin karena sedang sepi pengunjungnya). Jadilah pesan makanan/minuman yang harganya lumayan murah, 10-20 ribu rupiah.


Setelah kenyang, jalan pulang ke hotel. Sebelumnya mampir di selfie corner dulu.

gaya ala-ala adik dan ibuk...
Sesampainya di hotel, lanjut berenang lagi. Airnya memang lebih bersih di sini.


Dan, sore itu hari pun kami tutup dengan memesan makanan melalui layanan room service. Harganya lumayan terjangkau, meski sayangnya tidak semua menu yang ada di list tersedia, akhirnya menu anak pun boleh juga. Harga per setnya 45 ribu rupiah.


Setelah kenyang, karena capek langsung tidur di tengah suasana sekitar hotel yang tenang. Memang sepertinya harus sering-sering nih ke tempat seperti ini hihihi. Maklum tak hanya polusi udara, polusi suara pun di Jakarta sudah parah! 

Paginya setelah sarapan, kami bergegas check out (batas dari hotel jam 12 siang). Karena ingin singgah dulu ke kebun raya Bogor sebelum kembali pulang ke Jakarta.

Nah, buat kamu yang punya rencana berwisata ke Bogor, hotel Grand Mulya Bogor bisa jadi pilihan penginapan. Dan Gumati Waterpark bisa jadi tempat untuk rileks sejenak. Silakan cek info alamatnya berikut ini:


GRAND MULYA BOGOR
Jl. Babakan Tumas No.16 Desa Cikeas, Sukaraja Sentul, Bogor – Jawa Barat, 16710, Indonesia

Telephone Number
021-2296-8102
0821-1111-6449
0852-1088-8800

Fax
021-2296-8102

GUMATI WATERPARK
Jl. Babakan tumas No. 16, Sukaraja - Bogor

Office : (0251) 8270106 (08:00 - 17:00 WIB)


 


Selamat berwisata yaaa....jangan lupa oleh-olehnya!😍



Dian

Serba - Serbi Investasi


Memiliki sebuah rumah menjadi salah satu impian yang dipunyai oleh pasangan yang baru menikah. Jika ternyata setelah pernikahan rejekinya didapat dari orangtua/mertua yang meminta kita untuk tetap tinggal bersama mereka, itu lain cerita. Lalu, bagaimana jika pasangan karena pekerjaan tinggal berjauhan dari orang tua/mertua, sehingga harus berusaha sendiri mempunyai rumah sendiri?

Seperti saya dan suami, setelah sekitar 4 tahun tinggal di rumah dinas perusahaan, akhirnya harus berpikir keras untuk membeli rumah sendiri saat fasilitas itu ditiadakan. Memang, ada peraturan di perusahaan, jika ditempatkan di daerah, sarana rumah dan isinya disediakan. Jika yang bersangkutan ditarik ke kantor pusat (Jakarta), semua itu tak lagi didapatkan.

Si Mas bersama Kung (bapak saya), di rumah Pangkalan Brandan
Awalnya hal ini bikin kepala kami pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, saat itu kami baru menikah selama 4 tahun-an. Tabungan ada tapi tak cukup pastinya untuk mencapai harga rumah di Jakarta. Saat itu, tahun 2006, informasi lewat internet juga belum meraja. Meski kita bisa mengecek iklan properti di koran atau majalah baik cetak maupun online, tapi keraguan masih membayang. Hal ini didasari bahwa iklan selalu mengedepankan sisi baiknya saja, sisi buruknya tidak dibuka. Misalnya, iklan perumahan minimalis dengan harga terjangkau, DP ringan, akses kemana-mana mudah, fasilitas lengkap, dan lainnya. Eh, tapi kenyataannya kalau hujan ada genangan, banjir atau bahkan terendam..

Karena itulah, untuk memastikan, akhirnya suami benar-benar mensurvey dari lokasi ke lokasi perumahan termaksud.  Dan ini dilakukan saat musim hujan. Agar benar-benar tahu kenyataan, apakah komplek perumahan tersebut bebas banjir atau tidak.

Nah, di sinilah kami baru tahu, ternyata rumah di Jakarta semakin ke tengah kota makin mahaaaal harganya..(ya iyaaa lahπŸ˜€). Padahal kami tetap keekeuh kalau bisa rumahnya masuk wilayah Jakarta, bukan Tangerang, Depok, Bekasi atau Bogor. Lantaran suami penginnya enggak terlalu jauh dari kantornya. 

Oh ya, saat itu harga kontrak rumah (layak huni) di Jakarta mencapai 15 juta rupiah/tahun atau kisaran 1,5 juta/bulan. Padahal hitungan kami, jika tabungan bisa menutupi uang muka/DP, maka sisanya (terpaksa) dicicil melalui Kredit Pemilikan Rumah/KPR sebesar 2 juta/bulan. Nilai yang hampir sama besar dengan nilai sewa rumah. Padahal jika membeli lewat KPR, rumah nantinya jadi milik kami. Sedangkan jika rumah sewa, tetap jadi milik yang punya. 

siap ngojek di depan rumah Jakarta
Akhirnya kami pun memilih membeli rumah melalui fasilitas KPR dengan janji di hati, secepatnya akan segera dilunasi. Karena kami benar-benar ingin menjauhi hutang. Masalahnya harga rumah di perumahan besar itu lebih mahal daripada rumah yang ditawarkan oleh pengembang kecil. Wajar saja, karena di komplek perumahan besar, harga fasilitas yang ada dimasukkan ke dalam harga rumah kita. Seperti adanya taman di tengah perumahan, lebarnya jalan, fasilitas keamanan, lapangan dan lainnya. Sementara di perumahan kecil yang minim fasilitas, harga rumah pun bisa ditekan tak melebihi batas.

Atas pertimbangan tersebut, kami pun memilih membeli di perumahan kecil, yang hanya ada 10 unit rumah. Perumahan ini menyambung dari perumahan lama yang telah ada sebelumnya, jadi agak belak-belok aksesnya. Tapi, masih masuk wilayah Jakarta, dekat kemana-mana dan yang utama sesuai dana dan kebutuhan. Dan, ternyata setelah sekian tahun, kini nilainya menggila! Sampai, tak henti syukur terucap karena dulu memikirkan membeli rumah sebagai prioritas kesatu.

Memang, selain sebagai tempat tinggal, rumah/properti termasuk dalam jenis investasi.

Investasi?
Ya, investasi adalah barang/sesuatu yang bisa kita jadikan aset dengan harapan di masa depan akan memperoleh keuntungan atau apresiasi (peningkatan nilai/harga). Atau dengan kata lain adalah upaya menciptakan penghasilan atau keuntungan di masa depan, lewat suatu aksi yang dilakukan pada saat ini.

Sebenarnya, apa saja yang termasuk investasi dan apa keuntungan dan kerugian memilihnya?
  • Tabungan

Menyimpan sejumlah uang di bank yang dapat diambil dan dipergunakan di kemudian hari jika pemilik tabungan membutuhkan. 
Keuntungan: dapat diambil kapan saja, hampir tidak memiliki risiko, transaksinya mudah. 
Kerugiannya: uang dapat dengan mudah berkurang karena kita tergoda mengambilnya (seperti saat lihat diskonan di mal, gampang.. gesek saja kartu debitnya), bunga yang diperoleh kecil nilainya.
  • Deposito

Menyimpan uang di bank dalam periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti/denda bila diambil sebelum waktunya.
Keuntungan: risiko sangat rendah, bunga yang diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa. 
Kerugian: keuntungan yang didapatkan lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar, hanya di kisaran 6% per tahun.
  • Emas

Emas atau logam mulia merupakan salah satu investasi yang banyak digemari di Indonesia (dalam bentuk perhiasan). Sebenarnya dalam bentuk logam mulia lebih dianjurkan, karena tidak adanya pemotongan ongkos pembuatan saat dijual kembali.
Keuntungan: emas merupakan aset likuid yang mudah dijual atau digadaikan, bisa dipakai saat kondangan.
Kerugian: emas sulit dalam penyimpanan, jika di rumah khawatir kecurian, disimpan di safe deposit box di bank harus keluar biaya sewa.
  • Properti


Rumah, apartemen dan ruko, khususnya di Indonesia, saat ini menunjukkan perkembangan harga yang luar biasa. Harga properti naik setiap tahunnya. Properti, saat jumlah penduduk meninggi, sedangkah jumlah tanah tak bertambah, adalah jenis investasi yang tepat sekali
Keuntungan: nilai akan naik terus setiap tahunnya. Bahkan nilainya bisa mencapai berapa kali lipat untuk daerah strategis seperti Jakarta. Properti juga bisa disewakan sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan. 
Kerugian: properti membutuhkan dana yang besar untuk memulainya, jadi harus memiliki modal yang cukup besar.
  • Obligasi
Saat kita membeli obligasi, artinya kita sedang meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah. Instansi tersebut akan mengembalikan modal kita sekaligus memberikan bunga untuk pinjaman Anda. 
Keuntungan: keamanan dan stabilitas dari berinvestasi dengan 'meminjamkan uang'. Jika kita membeli obligasi dari pemerintah maka investasi kita bisa dikatakan tanpa risiko. 
Kerugian: rendahnya potensi return yang akan didapatkan sehingga dapat dikatakan obligasi merupakan kendaraan investasi yang memiliki return rendah.
  • Saham

Saat kita membeli saham (stocks), itu berarti kita membeli kepemilikan suatu usaha. Ini memberikan kita hak keuntungan berupa deviden. Deviden adalah pembagian laba kepada setiap pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.
Keuntungan: saham dibanding investasi lainnya ialah dapat memberikan return yang relatif tinggi. Investasi ini cocok untuk orang yang agresif, berpengalaman, serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk menganalisa pergerakan harga saham.
Kerugian: saham bersifat tidak menentu. Hal ini dikarenakan nilai saham berubah setiap harinya. Tidak ada garansi kita mendapat keuntungan saat kita berinvestasi saham. 
  • Reksa Dana

Saat membeli reksa dana (mutual funds) berarti kita berinvestasi di berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi, dan deposito, melalui institusi yang profesional yang disebut dengan Manajer Investasi. Manajer Investasi mengumpulkan dana dari banyak investor seperti kita untuk kemudian dikelola dananya dengan strategi khusus. 
Keuntungan: reksa dana cocok untuk yang baru ingin memulai investasi dan belum berpengalaman. Bahkan cukup dengan seratus ribu rupiah kita sudah dapat mulai berinvestasi di reksa dana. .
Kerugian: tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar.
  • Bisnis
Ada dua hal yang bisa kamu lakukan untuk berinvestasi di bisnis, apakah sebagai pebisnis aktif maupun pasif. Ada orang yang ingin berbisnis namun tak punya modal, sementara ada orang yang ingin berbisnis namun tak punya waktu tapi punya modal.
Keuntungan: jika bisnis berkembang kita akan mendapat keuntungan/bagi hasil yang lumayan.
Kerugian: tingkat risiko kerugian tinggi. Apalagi jika tidak didasari pengelolaan yang baik.
  • Koleksi

Beberapa benda koleksi yang punya nilai investasi bisa memberikan keuntungan di masa depan, seperti: perangko, uang kuno, action figure, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain.
Keuntungan: menjual koleksi tersebut kepada pihak lain, misalnya kolektor, balai lelang, museum swasta, galeri seni dan lainnya dengan harga yang cukup tinggi.
Kerugian: kerusakan pada saat penyimpanan, membutuhkan waktu tertentu hingga bisa disebut barang koleksi.
  • Mata uang asing

Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Keuntungan: selisih kurs jika ditukarkan pada saat nilai rupiah terhadap mata uang asing tersebut sedang turun
Kerugian: nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Sehingga membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.


Nah, dari beragam jenis investasi tersebut, sebaiknya dimulai sejak dini. Jangan lama-lama menunggu hingga tua baru berinvestasi.
Mengapa? Ada beberapa alasan yang mendasarinya, yaitu:

  • Usia memengaruhi tingkat risiko 
Tingkat risiko investor dipengaruhi oleh usianya. Jika investor masih berusia muda/produktif, maka ia akan mampu untuk mengambil risiko yang lebih tinggi di dalam kegiatan investasi yang dilakukan. Sedangkan investor yang sudah berusia lanjut/pensiun, mungkin akan lebih tertarik untuk melakukan investasi yang berisiko rendah atau bebas risiko. 

  • Memiliki waktu yang lebih banyak untuk belajar
Investor yang masih berusia muda mempunyai waktu belajar tentang investasi yang lebih panjang. Sehingga, meski gagal, masih banyak waktu untuk belajar kembali. Seperti kita ketahui, produk-produk investasi yang harus dipelajari juga cukup banyak dan berkarakteristik. Sehingga kita memang harus benar-benar mempelajari pasar dan membuat strategi saat berinvestasi.

  • Investasi bisa lebih berkembang
Jika memulai investasi lebih dini, maka jumlah investasi akan lebih berkembang karena waktu yang lebih panjang. Semakin lama waktu yang dimiliki untuk berinvestasi, maka kekayaan di masa depan juga akan semakin tinggi.

Namun, kita juga harus tetap berhati-hati dan jangan sampai terjebak investasi yang menipu. Sebaiknya pelajari ciri-ciri dan sistem pada setiap produk investasi yang hendak dituju. Bacalah buku yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang pilihan instrumen investasi untuk menunjang keputusan finansial. Ikuti berbagai workshop tentang pengenalan investasi bagi pemula. Atau, berkonsultasi dengan perencana keuangan untuk memastikan investasi apa yang paling tepat untuk kita.

Dan, bukan masalah seberapa besar investasinya, tapi berapapun jumlahnya akan berguna di masa depan. Lakukan sekarang juga, tak perlu menunggu dulu hal buruk menimpa. Karena satu hari nanti tentu kita punya rencana untuk menyekolahkan anak sampai ke jenjang pendidikan tinggi, pergi haji atau menikmati uang pensiun tanpa khawatir tak mencukupi.

Dan, yang paling utama, jangan lupa sisihkan waktu untuk menambah ilmu, karena itulah investasi terbaik di sepanjang hidupmu.


Kalau kamu, sudah berinvestasi dalam bentuk apa? Dan, mengapa memilih itu?Silakan bagi di kolom komentar ya...

Akhir kata, selamat berinvestasi yang rasional ya, temans! Jika belum paham atau punya keraguan, jangan lakukan. Lebih baik pelajari dan timbang dulu sana-sini!πŸ’•


Salam,


Dian



*photo by: pixabay.com