10 Fakta Menarik dari Batik



Hari Batik Nasional telah diperingati pada tanggal 2 Oktober yang lalu. Peringatan antara lain dimeriahkan dengan berseliwerannya unggahan OOTD (Outfit Of The Day) bertemakan batik pada hari itu. Muncul juga meme lucu tentang Ibu Rumah Tangga yang menyatakan bagi mereka Hari Batik nggak cuma tanggal 2 Oktober itu saja. Karena tiap hari adalah perayaan Hari Batik bagi mereka. Pasalnya batik a.k.a daster batik, memang menjadi baju kebangsaan para Ibu Rumah Tangga (termasuk saya😀). Lantaran bahannya yang adem, motifnya kalem, menyerap keringat dan harganya juga hemat.

Nah, kalau kamu sudah posting foto OOTD batik dengan berbagai gaya, sebenarnya sudah tahu belum fakta-fakta menarik di balik batik?

Berikut ini 10 fakta menarik tentang batik. Simak yuk!
  • Nama BATIK
Kata Batik, berasal dari bahasa Jawa, yakni amba yang berarti menulis dan nitik yang berarti titik. Jika kedua kata digabung, artinya menjadi menulis dengan titik-titik.
  • Sejarah Batik
Metode menghias kain, dipercaya telah eksis di dunia sejak berabad silam. Penelusuran peninggalan beberapa sampel kain tekstil, dengan menggunakan teknik pola dan pewarnaan, sebenarnya telah pernah ditemukan pada tempat lain, seperti di Mesir, India dan China. Tapi, kita boleh berbangga, karena sejarah mengukir bahwa seluruh temuan tersebut tidak ada yang teknik pewarnaannya paling rumit dan mutu pengerjaannya paling halus seperti yang ditemukan di Pulau Jawa, Indonesia.

Metode menggunakan malam sebagai perintang warna yang dibubuhkan pada canting diperkirakan berkembang pada awal abad XVII di pedalaman Jawa Tengah (sumber buku: Textiles of Southeast Asia: Tradition, Trade and Transformation - Robyn Maxwell). Alat yang dipakai sebelum canting, diantaranya adalah tangkai bambu. Sedangkan untuk zat warna yang dipakai misalnya, bubur ketan, kunyit, mengkudu, pace, dan lainnya.
  • Jenis Batik 
Batik Tulis


Proses pembuatan batik dengan teknik pewarnaan paling rumit, mutu pengerjaan paling halus dan paling cermat. Biasanya memakan waktu pengerjaan berbulan-bulan bahkan sampai setahun. Sehingga dibandrol dengan harga yang mahal, mencapai ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Batik Cap


Batik yang dibuat dengan teknik membubuhkan malam dengan menggunakan lempengan logam bermotif atau disebut dengan cap. Mulai ada sekitar abad XIX.

Tekstil Motif Batik


Pembuatannya tanpa teknik merintang warna. Awalnya dengan teknik sablon pada sekitar tahun 1970. Lalu berkembang memakai mesin cetak tekstil yang kini dilengkapi dengan komputer. Sehingga waktu pengerjaan lebih singkat. Yang tentunya membuat harga lebih bersahabat.
  • Yang Diperlukan dalam Membatik
Malam: lilin yang dipanaskan menjadi cairan, digunakan untuk merintang warna. Yaitu menutupi bagian tertentu agar tidak terkena warna.

Canting: alat untuk mengambil cairan malam dalam pembuatan batik tulis

Kain Mori: kain berwarna putih untuk membuat kain batik

Kompor batik dan wajan: untuk memanaskan malam
  • Jenis Kain
Kain batik bisa berupa kain panjang dan bisa juga berupa sarung. Untuk kain panjang ukurannya sekitar 240-270 cm. Dipakai dengan cara dililitkan di sekeliling badan bagian bawah. Sementara sarung, panjangnya hanya sekitar 200 cm. Tepi kirinya dijahit ke tepi kanannya hingga menyambung. Cara memakainya dengan disarungkan ke tubuh bagian bawah.
  • Motif Batik
Motif pada kain batik memiliki arti khusus. Misalnya pada batik parang yang terdapat huruf S saling bersambung, seperti ombak lautan. Hal ini melambangkan semangat tak pernah menyerah laksana ombak yang tak berhenti bergerak.
  • Motif Khusus
Ada motif tertentu yang hanya boleh dipakai oleh raja dan keluarga kerajaan. Misalnya, udan liris (hujan gerimis) yang melambangkan kesuburan. Diharapkan yang memakai akan hidup sejahtera dan tabah menjalankan kewajiban saat mengemban amanah bangsa.
  • Ide Motif Batik
Cap kain ditulis: "DILARANG GADE DAN DJOEAL"
Pembatik mendapat motif bagus dari pengulangan dan meragamkan motif tradisional dan terdahulu, misalnya parang, kawung dan lainnya. Selain itu mereka juga mendapatkan ide dari cerita pewayangan, dongeng, buku/majalah, sulaman India/Cina dan dari motif kompetitornya. Untuk menyiasati penjiplakan oleh pesaing, dulu pembatik membubuhkan tanda tangan di atas batiknya. Kemudian, berkembang dengan pemberian cap/stempel atau diberi nomor. Tiru meniru baik dalam desain, teknik, warna inilah yang membuat tempat pembatikan banyak dikelilingi tembok tinggi. Semua untuk melindungi karya diri dari pesaing.
  • Batik Berkisah
Batik epik Mahabharata
Batik dipakai juga untuk merekam dongeng, cerita dan sejarah. Ada batik yang mengangkat kisah Mahabharata, dongeng Si Kancil Mencuri Timun, Cinderella, cerita Sam Pek Eng Tay, Thomas Cup dan alat transportasi seperti kereta api 
  • Hari Batik
Dimulai dari kontroversi dengan negara tetangga, Malaysia, yang menyerukan batik adalah salah satu dari budaya khas mereka. Dari klaim tersebut, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintah mengambil upaya untuk mengusut dan merunut sejarah batik secara lengkap. Lalu pada tahun 2008, Indonesia resmi mendaftarkan batik ke UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization).

Butuh waktu yang cukup panjang untuk membuat batik sepenuhnya diakui menjadi milik Indonesia. Setahun setelah pengajuan tersebut, yakni pada 2 Oktober 2009, Indonesia dikukuhkan sebagai pewaris sah batik oleh UNESCO. UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Master of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) Tanggal tersebut juga menjadi sejarah yang ditetapkan kini sebagai Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya. 

Parade Batik Nusantara 2017 (tribunnews.com)
Batik diyakini masih akan terus mendominasi tren fashion di Indonesia tanpa memandang status atau usia pemakainya. Dari segi busana, perancang kelas dunia kian gencar melahirkan kreasi pakaian melalui ajang fashion global dan pagelaran bertaraf internasional. Sementara itu, kita juga disuguhi kreasi busana dan fashion batik yang terus membeludak di pasaran untuk masyarakat umum.

Tidak berhenti hanya di pakaian, pengrajin kita yang kreatif juga melahirkan barang-barang seperti tas, sepatu, aksesoris, dekorasi rumah tangga dan benda- benda keseharian lainnya berbahan dasar batik. Semua ini memiliki satu tujuan pasti, yakni memantapkan Indonesia sebagai tuan rumah dari fashion etnik yang sejajar dengan negara lain di dunia.

Ya, batik warisan budaya nenek moyang yang membanggakan yang perlu kita hargai dan lestarikan. Tak harus dengan membeli kain batik tulis seharga 5 juta. Cukup dengan bangga mengenakan daster bermotif batik berharga 50 ribu pun bisa. Yang penting kebanggaan saat memakainya. Juga jangan lupa untuk mewariskan kisah dan kebiasaan pada anak cucu kita. Agar batik tetap menjadi warisan budaya Indonesia yang berharga dan diakui dunia.

Lalu, bagaimana dengan kamu? Berapa banyak koleksi batik yang ada di lemarimu? Ayo kenakan batik dalam keseharianmu. Dan, tunjukkan bahwa kita adalah pemilik resmi salah satu warisan dunia yang membanggakan negeri ini.

Selamat Hari Batik!💖

Dian Restu Agustina

Sumber: 

*Benang Raja - Menyimpul Keelokan Batik Pesisir ( Hartono Sumarsono, Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis - Kepustakaan Populer Gramedia, 2013)
*Majalah Bobo edisi 26 terbit 6 Okt 2016


#ODOPOKT3
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
 Blogger Muslimah Indonesia

16 comments:

  1. Wah jadi tau asal muasal kata : BATIK. Trims yaaa

    ReplyDelete
  2. Koleksi batikku? Alhamdulillah...lumayan banyak Mba...hihihi

    ReplyDelete
  3. Hahah iya mbak, jenis batik mulai dari yang dasteran (baju kebangsaan ibuk-ibuk) sampai batik yang formal pake ke acara pesta2 pun ada. Lumayan sih, hehe selamat hari batik juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke sip..syukurlah kalau banyak punya batik:)

      Delete
  4. Waah..baru tau kalau rumah2 batik itu dikasih tembok tinggi karena alasa bahaya tiru meniru. Gambarnya keren2 mbak dian :). Tfs

    ReplyDelete
  5. kalau di Bengkulu ada kain besurek mbak, batik dari Bengkulu. bagus-bagus lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, Tiap daerah punya ciri masing-masing yang unik dan menarik yaaa..:)

      Delete
  6. buat batik itu susah2 gampang
    pernah ada pelajaran semseter kemarin
    aku paling suka batik cirebon mbak
    asyik gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, pernah bikin juga..cuma sapu tangan batik tapi..hihihi
      Aku suka batik Madura, Mas warnanya cerah dan berani...:)

      Delete
  7. Dulu pakai batik itu ngerasa aneh, kayak orang tua. Tapi sekarang udah jadi tradisi dan kebiasaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..dulu berasa juga kayak mau kondangan..sekarang di keseharian biasa saja rasanya

      Delete
  8. Wah, pas jd lanjutan blog post saya... ^^

    ReplyDelete