Pilih Mana, Apartemen, Hotel atau Hostel?




Hai, hai,...!

Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Bagaimana dengan rencana liburannya? Sudah booking pesawat, kereta atau pakai kendaraan pribadi saja? Bagaimana dengan penginapan? Mau menginap dimana? Oh ya, penginapan bisa di booking sekalian juga kan waktu pesan tiket. Ya, baik di travel online maupun offline pesannya mudah saja. Tapi ngomong-ngomong, kok ada 3 pilihan sih ya? Ada apartemen, hotel dan hostel. Lalu apa bedanya? Terus enaknya pilih yang mana?

Baiklah, sebelumnya yuk kita lihat dulu bedanya menurut kamus yaaa..:
  • Apartemen: tempat tinggal yang terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur dan lainnya yang berada pada/menjadi bagian satu lantai bangunan bertingkat. Bisa ditempati sendiri atau disewakan secara harian/bulanan.
  • Hotel: perusahaan yang menyediakan pelayanan bagi masyarakat umum dengan fasilitas jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman, jasa layanan kamar, serta jasa pencucian pakaian.
  • Hostel: tempat menginap yang murah -biasanya mendapat bantuan pemerintah- bagi mahasiswa, karyawan, perorangan yang sedang dalam pelatihan atau bepergian dan untuk rombongan.
Jadi, sesuaikan saja, yang pergi berapa orang. Kalau kamu sendirian, pergi bersama pasangan atau keluarga kecil, lebih baik menginap di hotel. Kalau bersama beberapa orang teman mending pilih hostel. Kalau pasangan dengan anak yang sudah besar lebih baik sewa apartemen. 

Saya sendiri, terutama saat bepergian bersama keluarga ke luar negeri, lebih memilih apartemen sebagai tempat menginap, dengan alasan:
  • Lebih Hemat
Memang dari segi tampilan harga, nominal sewa apartemen lebih mahal dibandingkan hotel atau hostel. Tapi ingat, itu harga sewa untuk satu unit dan bisa ditempati oleh 4 orang. Kalau hotel, harga yang tercantum adalah harga per kamar yang umumnya hanya dibolehkan untuk 2 orang dewasa atau dengan anak di bawah 12 tahun (beberapa hotel tidak membolehkan, hanya boleh 2 tamu dewasa saja).

Misalnya: harga sewa apartemen 2 juta/malam, hotel 1,5 juta/malam. Kalau ada 2 dewasa+2 anak otomatis harus ambil 2 kamar hotel atau biaya menjadi 3 juta/malam/2kamar. Jatuhnya lebih mahal bukan.

Tips: saat melakukan pemesanan baca baik-baik syarat dan ketentuan Sehingga kita tahu betul mana yang paling tepat untuk kita pesan.

 apartemen di Barcelona
  • Ada Dapur
Dapur adalah kelebihan apartemen yang lainnya. Ketersediaan dapur  dan peralatan memasak yang standar, akan memudahkan kita menyiapkan makanan, meski ala kadarnya. Kalau negara yang dituju itu mayoritas penduduknya muslim, cari makanan mudah hingga menginap di hotel tak jadi masalah. Makanan bisa dibeli di gerai makanan dan tak perlu mengkhawatirkan kehalalan. Tapi, jika negara tujuan membuat kita kesulitan cari makan, mending di apartemen saja tinggal.

Sewaktu sampai tujuan, saya biasanya belanja dulu. Bahan makanan yang wajib dibeli seperti roti, susu, telor, salad, buah, kopi, teh dan gula. Hingga saat sarapan kita bisa bikin telor mata sapi, roti bakar, salad sayur/buah dan secangkir kopi. Praktis dan hemat kalau bikin sendiri!

Tips: perhatikan cara pemakaian peralatan, misalnya untuk kompor, microwave, water heater. Baca baik-baik cara pengoperasian alatnya, agar kita tidak merusakannya.

Dapur apartemen di Madrid

Dapur apartemen di Roma
  • Lebih Leluasa
Apartemen cocok untuk keluarga karena lebih leluasa. Biasanya tersedia satu kamar tidur (bahkan dua), ada dapur, ruang makan, kamar mandi dan lainnya. Sehingga terasa lapang dan istirahat pun bisa tenang. Bandingkan saja luasan saat memesan. Apartemen dengan luasan 60 m persegi dengan kamar hotel yang hanya 24 meter persegi. Dijamin bisa puas selonjoran setelah seharian jalan-jalan.

Tips: saat check out pastikan memeriksa segala sudut, jangan sampai karena merasa di rumah sendiri, semua disimpan di lemari, hingga saat pulang lupa bawa lagi.😁

Ruang makan apartemen di Barcelona
  •  Bisa Mencuci
Pergi bersama anak-anak pasti bawaannya lebih banyak. Nah, agar tak direpotkan cucian, mesin cuci yang disediakan apartemen bisa jadi pilihan. Memang tak ada mesin pengeringnya, hanya mesin cuci biasa. Tapi biasanya tersedia balkon, rak jemuran dan sudut tempat menjemur cucian.  Lumayan, akhirnya kita dimudahkan jadi nggak perlu bawa baju kotor saat pulang. Oh ya, untuk sabun cucinya kadang sudah disiapkan juga, kalau tidak ada kita bisa membeli ukuran kecil/sachet saja.

Tips: perhitungkan juga bahan pakaian, kalau terlalu tebal, jika menginapnya sebentar mending tidak usah dicuci. Khawatir belum kering, sehingga terpaksa bawa baju basah di koper.

Dapur apartemen di Paris - ada mesin cuci
  • Terasa di Rumah Sendiri
Adanya sofa yang nyaman (bisa untuk ekstra bed), meja makan, meja setrika+setrika, ada banyak tempat penyimpanan (lemari/laci), kulkas, televisi, wi-fi, dan lainnya membuat kita merasa tinggal di rumah sendiri.

Tips: tetap awasi anak-anak untuk keamanan dan keselamatan. Baik menyangkut peralatan listrik yang ada atau balkon yang mungkin berbahaya.

sofa bed apartemen di Paris

meja makan apartemen di Madrid ( botol wine adalah compliment)
  • Lokalitas
Dengan tinggal di apartemen dan berbaur dengan penduduk lokal, jadi merasakan aura tinggal di kota setempat meski hanya dalam hitungan hari. Pengalaman yang bisa jadi kenangan terutama buat anak-anak kita.

Nah, itulah tadi beberapa pertimbangan mengapa kami memilih apartemen sebagai penginapan saat traveling ke luar negeri, khususnya ke negara Eropa. Semoga bermanfaat infonya yaaa!

Oh ya, postingan ini bukan bermaksud pamer. Kami pun bisa ke sana karena kebetulan. Qodarullah, suami waktu itu bekerja di Aljazair, saya dan anak-anak menyusul. Jadilah bisa mampir ke negara tetangganya.πŸ˜€

Selamat merencanakan liburan..., kemana saja!πŸ’•

Dian Restu Agustina


#ODOPOKT8
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
 Blogger Muslimah Indonesia

52 comments:

  1. Infonya menarik,Mbak. Kapan ya bisa liburan ke luar negeri seperti mbak dian.. Hehehhehe

    ReplyDelete
  2. Kereeenn Mbak Dian, keliling kemana-mana akomodasinya lebih murah apartemen yaa kalau di luar negeri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, untuk keluarga, lebih murah apartemen :)

      Delete
  3. Kalo di Indonesia emang ada ya apartemen yang senyaman itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kota besar, seperti Jakarta sudah ada, Mbak..Tapi untuk kelengkapan peralatan mungkin nggak selengkap ini :)

      Delete
  4. Bisa jadi catatan penting, terimakasih infonya, walau entah kapan travellingnya 😁

    ReplyDelete
  5. Belum pernah cobain apartemen sama sekali. Semoga kapan-kapan kalau travelling bisa sesekali coba yang namanya apartemen :D

    hihihi..norak bener saya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan noral, Mbak...ada waktunya nanti. Semoga:)
      Saya juga tak pernah bermimpi kok..Karena suami kerja di luar saja, kami sekeluarga bisa jalan-jalan kesana.

      Delete
  6. Wah, info yang menarik dan bisa di coba nih mba. cuma kapan ya? Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah Mbak Denik...Kita nggak pernah tahu kemana Allah membawa kaki kita..:)

      Delete
  7. Klo saya biasanya numpang yg gratisa , di rumah teman atau sodara wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Wah ... Alhamdulillah bisa merasakan kenyamanan tinggal di apartemen luar negeri ya mbak Dian. Terimakasih sudah berbagi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah..
      Sama-sama semoga bermanfaat Mbak:)

      Delete
  9. betul, apartemen bisa jadi alternatif menginap yang lebih murah dibandingkan hotel kalau bawa banyak pasukan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak..bawa pasukan rugi kalau di hotel:D

      Delete
  10. Waaaah... uda sering jalan2 ke LN y mba. Daku mah apa atuh, liat yg beginian jd baperrrr. Mg2 besok2 bisa ketularan ke LN nya aja deh ya

    ReplyDelete
  11. Bener nih Mba, apalagi kalo ramean sama temen. Rugi banget rasanya nginep hotel hehe jadi mending sewa apartemen sekalian, manalah sekarang lebih mudah ya bisa via airbnb juga :D

    ReplyDelete
  12. aku pilih hostl berhubung suka jalan2 sendiri
    enak sih murah malah ada yg dapet sarapan juga
    dan dapet teman baru
    klo jalan rame, aku pilih...
    nebeng aja mbak ngirit hehe

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah ya Mbak, bisa menikmati negara di Eropa. Kalau aku pernah ditawari untuk menginap di apartemen, masih agak ragu. Aku msih memilih menginap di hotel. Mungkin bisa dicoba next kesempatan. Pingin juga ngerasain aparteman untuk menginap saat traveling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..apartemen di sana mirip hotel juga pengelolaannya. Bedanya apartemen self service..kalau hotel kan ada layanan. Mungkin kita jadi lebih capek kalo di apartemen, tapi lebih hemat:)

      Delete
  14. Saya lebih memilih tinggal di hotel atau hostel. Gak tau kenapa, suka takut dengan apartemen. Soalnya takut ketinggian hihihi
    Tapi kalau di luar neger, mungkin lain ceritanya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi..saya juga takut ketinggian orangnya Mbak
      Syukurnya di sana apartemen nggak ada yang tinggi. Kemarin paling tyinggi 6 lantai :)

      Delete
  15. saya selalu suka baca blog mbak dian, isinya informatif sekali bikin nambah wawasan, yang paling berkesan itu sama saya tulisan soal pisang he he, aseli saya nggak tahu jika di LN itu pisang adalah makanan mahal. apalagi sejak saya hamil mudah sekali laparnya, pilihan yang praktis ya buah pisang, sy suka beli pisang susu, sekilonya di tempat saya hanya 8 ribu rupiah, walau murah tapi rasanya ngga murahan manis,

    trus mbak dian kereean udah menjelajahi tiga benua, asia (eh ke dubai pernah ya mbak) eropa dan amerika, pasti banyak pngalaman yang mengesankan. perjalannan terjauh saya baru singapuran dan malaysia.. aihhh mimpi saya mau ke eropa menikmati salju :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mbak Rahayu juga sudah ke Singapura dan Malaysia..:)

      Semoga suatu hari bisa ke Eropa juga. Aamiin

      Delete
  16. wah ternyata ada apartemen yg bisa disewa kala kita liburan ya mbak...tfs mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..apartemen yang dikelola agensi untuk disewakan harian/bulanan :)

      Delete
  17. Saya sendiri pengennya pilih apartemen saja, tapi sayang harganya paling mahal diantara yg lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk banyak orang bisa iuran bayarnya Mbak, jatuhnya jadi lebih murah:)

      Delete
  18. Sekali-sekali mau coba ah liburan nginep di apartemen. Biar ngirit juga, hihiii...

    ReplyDelete
  19. apartment cocok untuk yang berlibur rombongan, santai, tidak terikat jadwal ketat. Tapi kalo ikut tour sih jelas biasanya paketan dengan hotel. Kalo nyali besar dan pergi sendiri atau berdua bisa dicoba couchsurfing, jadi lahan petualangan baru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tergantung kebutuhan..
      Yup, benar Mbak:)

      Delete
  20. Sebagai rutin traveller, 3-3 nya aku prnh coba sih. Semuanya buatku ada plus minus. Kalo apartm aku pilih kalo traveling rame2, dan di negara itu hotelnya mahal. Kyk jepang, korea, eropa ato HK, kita sewa aprtm tuh.

    Tapi kalo oerginya bareng suami dan anak doang, aku milih hotel pastinya. Biar nyaman juga si anak.

    Nah kalo perginya cm ama temen 1 orang ato ama suami berduaan, aku milihnya hostel, tapi ttp hrs private room. Kalo yg shared room ato dorm aku ga bakal mau sih mba :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berbagi cerita Mbak:)
      memang tergantung sikon ya..
      Siip:)

      Delete
  21. Kalo di luar negri apartemen jadi pilihan utama ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak juga Mbak...saya saja yang lebih suka apartemen, karena anak-anak sudah besar, nggak bisa pesan satu kamar lagi..Biar tetap barengan sekeluarga kalau di apartemen:)

      Delete
  22. Wah liburan di luar negeri ada pilihan apartemen ... asyik bisa tetap masak 😊

    ReplyDelete
  23. Eh, iya ya mba ya.. lebih murah apartemen.. kalau buat bareng2..

    ReplyDelete
  24. sepertinya saya butuh liburan πŸ˜‹

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya liburan dong, jangan cuma kerja aja..kwkwkw:)

      Delete
  25. Di sana apartemennya bagusssss.... Murah gak? Kalau di sini kan kesannya mehong dan hanya borjuis yg bisa sewa. Hiks

    ReplyDelete