Tips Wisata Candi Nusantara



Suami saya tipikal pecinta sejarah. Ia sangat menyukai wayang dan tahu betul kisahnya. Sejarah kerajaan Nusantara, ia juga mengerti ceritanya. Bahkan, kisah sejarah kerajaan Eropa pun dipahaminya.

Memang seorang sejarawan? Bukan...jauh dari itu! Jaman SMA ia masuk jurusan Fisika, pas kuliah ambil Akuntansi...Sekarang kerja ngurusin Finance. Tuh kan nggak nyambung! Hihihi...

Memang dasarnya ia senang saja dengan cerita-cerita masa lalu..Mungkin termasuk tipe yang nggak bisa move on gitu.

Berkaitan dengan kecintaannya, ia pun akhirnya betah mengunjungi peninggalan bersejarah seperti candi, bangunan kerajaan, prasasti, museum dan hal yang berkaitan dengan peninggalan jaman dulu.

Nah, salah satu bangunan bersejarah yang selalu kami kunjungi saat ada kesempatan adalah candi. Ya, candi, bangunan keagamaan/tempat ibadah yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Atau bangunan berupa tempat pemujaan, situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha Indonesia, baik itu istana, pemandian, gapura, dan sebagainya. Pokoknya, selama di tujuan ada salah satu dari itu, biasanya kami singgah dulu.

Lalu, adakah tips tertentu untuk mengunjungi candi-candi itu?
  • Waktu Terbaik Berkunjung
Sebaiknya datang di waktu yang cerah, seperti bulan Juni, Juli, atau Agustus. Sebab, di bulan-bulan ini cuaca cenderung bagus-bagusnya. Meski, semua candi selalu cantik dinikmati kapan saja. Tapi biar nggak hujan-hujanan saat mengunjunginya, lebih nyaman jika tak datang di musim penghujan.

Candi Surowono, Kediri, Jawa Timur
  • Jam Operasional
Periksa jam buka lokasi candi yang akan kita kunjungi. Buka website resminya dan pastikan waktu operasionalnya, buka dari jam berapa sampai berapa.

Candi Prambanan, Jogjakarta
  • Siapkan Uang Tunai
Kadangkala karena lokasinya, ketersediaan ATM di sekitar lokasi jarang ada. Siapkan uang tunai yang cukup untuk pembayaran tiket masuk, parkir kendaraan, pembelian cenderamata, makanan minuman khas sana dan oleh-oleh lainnya.

    Candi Gedong Songo, Semarang, Jawa Tengah
  •  Pakaian yang Nyaman dan Sopan
Candi biasanya terletak di lokasi yang tinggi, atau berada di dalam kompleks yang luas. Sehingga membuat kita harus berjalan untuk menuju tempatnya. Belum lagi panas menyengat karena lokasi di tempat terbuka. Kenakan pakaian yang menyerap keringat seperti bahan katun. Alas kaki yang nyaman dan enak buat jalan. Jika datang pada siang hari, kenakan lotion tabir surya, topi, kacamata hitam atau payung untuk melindungi diri dari sinar matahari. Dan, karena candi biasanya merupakan tempat pemujaan maka berpakaianlah yang sopan. Jika diwajibkan memakai selendang/sarung untuk masuk ke dalam, bisa juga kita kenakan.

Candi Ratu Boko, Jogjakarta
  • Kendaraan yang Aman dan Nyaman
Lokasi menuju ke candi kadang harus ditempuh dengan melewati jalan berliku. Pastikan kendaraan yang kita tumpangi aman dan nyaman sehingga perjalanan akan menyenangkan.

Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah
  • Pemandu Wisata
Candi memiliki kisah tersendiri yang bisa jadi kita hanya tahu dari buku sejarah saja. Jadi, alangkah menyenangkan jika kita mendapat info langsung dari pemandu wisata yang bertugas di sana. Saya sekeluarga biasa meminta pemandu wisata, sehingga anak-anak pun mendengar tentang kisah tempat yang dikunjunginya.

    Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah
  • Taati Aturan
Taati peraturan yang ada di lokasi wisata candi. Misalnya: tidak memanjat dinding candi, tidak menaiki stupa, dilarang mencoret-coret, dan lainnya. Juga kadang ada aturan, bagi perempuan yang sedang berhalangan dilarang memasuki area candi. Hormati dan ikuti saja aturannya!

Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah
  • Jaga Kebersihan
Jaga kebersihan di sekitar area wisata candi dengan tidak membuang sampah dan meludah sembarangan.

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
  • Cukup Minum
Bawa cukup persediaan air minum. Karena lokasi yang dikelilingi bisa luas sekali, minum yang cukup akan menghindarkan kita dari dehidrasi.

Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur
(foto dari Wikipedia, foto saya keselip entah dimana 😀)
  • Gunakan Fasilitas
Biasanya tersedia kendaraan untuk berkeliling area apakah itu berupa kereta wisata, mobil wisata, kuda atau sepeda. Sewa saja jika memang ada biaya sewa. Sehingga kita bisa mengelilingi area dengan mudah.

Candi Sukuh, Karanganyar, Jawa Tengah
(Foto dari Wikipedia, foto saya nggak ketemu juga😒)
Nah, selamat menikmati candi-candi Nusantara ya...!

Dengan mengunjunginya berarti kita telah ikut serta melestarikan kebudayaan Indonesia.💖



Salam Budaya, 

Dian Restu Agustina


#ODOPOKT27

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia


12 comments:

  1. Wah,aku juga suka kisah-kisah pewayangan. Tapi gak terlalu mendalami sih. Suka aja... Hehehe
    Sempat juga mengunjungi candi-candi. Tapi mengunjungi stadion lebih prioritas..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo soal stadion, Mbak Denik memang juaranya..Top! :)

      Delete
  2. Aku sejak kecil sering banget diajak org tuaku ke tempat-tempat sejarah, ke Keraton Jogja, Keraton Solo, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Uluwatu, dan masih banyak lagi, yang memang aku sukaaa!!

    Turut prihatin jg, jaman sekarang seringnya anak-anak diajak ke Mall, karena memang mall-mall sudah menjamur di hampir seluruh kota besar Indonesia. Malah yg lebih parah gadget bisa membuat kecanduan. Semoga penerus-penerus Bangsa Indonesia semakin cinta dengan budaya tanah air yaa Mbaaa... Aamiin yaa Rabb..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..Senang sekali ya
      Kalau kami imbang saja..pas keluar kota pasti cari tempat wisata, terutama yang khas atau bersejarah di tempat itu..Agar anak tahu juga sejarah dan budaya negerinya. :)

      Delete
  3. Jalan-jalannya asyik nih. Berwisata oke, dapat ilmu juga. Apalagi sama keluarga. Terima kasih tipsnya mbak Dian ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..anak-anak jadi tambah pengetahuan tentang budaya Indonesia:)
      Sama-sama..:)

      Delete
  4. Wisata sejarah memang bisa lebih mengedukasi, terutama tentang sejarah itu sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..banyak manfaatnya, tak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk kita :)

      Delete
  5. Pemandu wisata... Tul banget, mb. Wisata sejarah itu akan lebih menarik dengam adanya sosok ini. Karena kita gak cuman liat fisik bangunan tapi juga bisa tau banyak cerita masa lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..dan tarifnya nggak mahal kok..Di Borobudur nggak ada tarif resmi..seikhlasnya..Di Keraton Jogja juga...:)
      Padahal mereka bercerita dari A sampai Z lo..:)

      Delete
  6. sama dengan aku, suka yg berhubungan dg sejarah

    ReplyDelete