Sendy Hadiat - Songsong Masa Depan Lebih Bersinar Bersama Bipolar



"Menjadi Bipolar bukanlah pilihan, tapi itu adalah karunia dari Allah kepada saya. Maka saya menerima karunia-Nya, karena ternyata banyak hal positif yang bisa saya lakukan setelah memahaminya." (Sendy Hadiat)


Setiap dari kita akan mendapat cobaan dari-Nya. Tanpa kita minta, ujian datang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan. Mungkin ada orang yang berharap hidupnya mulus-mulus saja, tanpa ada aral melintangi jalannya. Padahal, justru itu nggak ada enaknya. Karena sejatinya, segala cobaan yang datang, jika dihadapi dengan sikap positif, akan membawa banyak hikmah dan kebaikan.

Adalah Sendy Hadiat, seorang perempuan penderita gangguan Bipolar atau ODB (Orang Dengan Bipolar) yang telah membuktikannya. Sendy yang dinyatakan menyandang Bipolar sejak tahun 2012 dan mengalami tahun-tahun penuh dengan tekanan. Akhirnya sadar dan menerima Bipolar menjadi bagian dari diri dengan menjaga ketenangan hati dan menghindari faktor stressor yang bisa membuatnya kambuh lagi.

Bipolar, sebuah gangguan perasaan dengan dua kutub (bi-polar) yang berlawanan. Dimana akan ada 2 fase yang dialami oleh penderitanya, fase Depresi dan Mania. Fase Depresi (sedih, putus asa, pesimis) dan fase Mania (bahagia, antusias, semangat), ini akan muncul berganti-ganti tanpa diketahui pola dan waktu yang pasti.

Sendy pun melewati kedua masa itu. Saat sedang fase Depresi ia akan mengalami mood yang menurun sepanjang hari. Minat dan kesenangan juga mengalami penurunan. Demikian pula nafsu makan dan berat badan. Seringkali ia susah tidur atau tidur terus-terusan. Sendy juga merasa malas bergerak atau kebalikannya terlalu banyak gerak. Juga, menjadi lebih sensitif, merasa tidak berarti dan bersalah yang berlebihan.

Sedangkan saat berada pada fase Mania, Sendy mampu begadang atau tidak tidur bahkan tidak merasakan kantuk sampai berhari-hari. Ia akan lebih banyak bicara. Juga, memiliki ide-ide kreatif dan inovatif namun tidak berpikir risiko atau cara yang tepat untuk mewujudkannya. Harga dirinya meninggi. Selain itu, ia merasa diri terlecehkan dan sendirian. Perhatiannya juga mudah teralih kepada hal-hal yang tidak penting dan bahkan tidak relevan.

Pada awalnya, perempuan yang terlahir dengan nama Sendy Winduvitri ini, tidak tahu menahu apa itu bipolar dan bagaimana cara mengatasinya. Sehingga bertahun-tahun ia mengalami masa dimana orang-orang sekitar bahkan terdekatnya mencaci maki dan menghujatnya. 

Akhirnya ia mencari sendiri arti bipolar, penyebab, pencegahan dan cara mengatasinya. Ia banyak membaca buku-buku tentangnya. Lalu ia menemui dokter kejiwaan hingga menjadi pasiennya di Yogyakarta. Dan sampai saat ini, ia masih mengonsumsi obat-obatan dari dokternya. Hanya saja dosis dan pemakaiannya hanya ketika ia sangat membutuhkannya. 

Suami Sendy lah yang selama ini menjadi caregiver yang membantu, menyemangati dan menguatkannya. Suaminya juga menjadi perantara baginya dengan keluarga dan siapa saja, agar mereka bisa mengerti dan memahami tentang Bipolar yang diidapnya. Selain itu suami dan anak-anaknya juga membuat Sendy merasa menjadi perempuan yang lebih berarti.

Kini, saat ditanya apakah ia bahagia, perempuan kelahiran Jakarta, 7 Desember 1984 ini menyatakan diri benar-benar bahagia. Karena akhirnya ia bisa mengenal dan memahami tentang Bipolar. Sendy juga tahu cara pencegahannya, mengatasi fase demi fase sampai ia berada pada tahap yang lebih stabil. Ia menerima diri sebagai Orang Dengan Bipolar. Dan berkeyakinan bahwa menjadi Bipolar memang bukan pilihannya. Namun adalah karunia dari Allah kepadanya. Ia bertekad, banyak hal positif yang bisa dilakukan setelah memahaminya. Dibandingkan sebelumnya, dimana lebih banyak hal negatif yang menjadi pelampiasannya. 

Nah, untuk itulah, Sendy, seorang ibu dari 5 orang anak ini, memutuskan untuk menuliskan kisah sebagai penyandang Bipolar pada sebuah buku yang berjudul: "Menemukan-Mu dan Menemukannya"


Dan, buku ini diselesaikan Sendy hanya dalam waktu dua hari saja, melalui program Private Writing Coaching di Indscript Creative

Harapan Sendy, buku ini bisa memberi inspirasi bagi semua, bahwa keluarga merupakan akar dari kehidupan kita baik mental maupun jiwa. Juga mengingatkan jika kesehatan itu begitu mahal jadi kita wajib menjaganya. Ia meyakinkan pula bahwa persahabatan itu tidak melulu kita dapat dari orang lain, karena sesungguhnya keluarga merupakan sahabat pertama kita. 

Sendy juga memberi inspirasi agar jangan ada keraguan, ketakutan atau rasa malu untuk peduli dengan mental serta kejiwaan diri sendiri. Karena bisa jadi, banyak orang yang menyadari namun tidak peduli. Ia merasa, inilah saatnya kita semua membuka mata hati untuk menerima sahabat-sahabat kita bahwa tidak ada yang memalukan dengan lemahnya kejiwaan. 

Selain itu, Sendy ingin memberikan inspirasi tentang pentingnya menyadari fitrah dan kodrat sebagai anak perempuan, perempuan, istri dan ibu. Dan, ia mengajak semua meyakini bahwa pasti ada hikmah yang baik atas segala kejadian yang Allah berikan dalam setiap episode kehidupan. 

[Masya Allah, mulia banget ya harapannya...!]

Nah, buku inspiratif setebal 160 halaman ini, sudah bisa dipesan langsung pada Sendy Hadiat dengan harga normal Rp 100.000. Dimana ada promo harga khusus pre order Rp 79.000, sampai tanggal 7 Desember 2017 

[lumayan nih diskonnya...πŸ‘]

Selain itu, buku ini membawa sebuah misi sosial juga. Karena, di setiap pembelian, sebesar Rp 2.000, akan di donasikan Sendy untuk perempuan yang terlilit utang riba.

[Alhamdulillah.😍]

Oh ya, Sendy juga mengasuh grup Bipolar Care Healing (Biling) di Facebook. Grup ini mewadahi siapa saja yang ingin memahami dan berdiskusi seputar gangguan Bipolar. Jadi kalau kamu berminat untuk bergabung, boleh bangets..Langsung cusss ke FB yaa..!

Nah, semuanya ini dilakukan Sendy dengan misi ingin mengajak semua penyandang Bipolar, untuk tidak menyerah dan terus melangkah. Serta menyongsong masa depan yang lebih bersinar bersama Bipolar. Salut Sendy Hadiat!πŸ’–




Dian Restu Agustina












































































32 comments:

  1. Salut dgn Sendy yang mencari pertolongan professional sehingga cepat didiagnosa lalu dpt perawatan mbak Dian.

    Soalnya di lingkungan saya, banyak yg menganggap tabu bicara kesehatan kejiwaan ini. Stress pun dibawanya ke ulama atau pengobatan alternatif (ya ga salah sih, tapi alangkah baiknya mendapat treatment psikologis juga).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak Nisa..lebih banyak yang menganggap gangguan kejiwaan sebagai penyakit yang didatangkan orang..guna-guna dan sejenisnya..

      Kasihan para penyandangnya, seringkali terlambat mendapatkan pertolongan..:(

      Delete
  2. Usaha kuat Sendy membuahkan hasil kebahagiaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..semoga menular juga pada perempuan penyandang bipolar lainnya:)

      Delete
  3. Dengan usaha kerasa akhirnya bisa lepas dari bipolar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang tak ada usaha yang menghianati hasil yaa..

      Delete
  4. Ga bisa membayangkan nulis buku dalam 2 hari. Selain karena metodenya yang tokcer, pasti karena kisah hidupnya berlimpah. *nebak :)
    Alhamdulillah, udah masuk grup Biling juga. Pingin banyak tahu tentang ODB dan Mbak Sendy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup! Semua tumpah ruah dalam dua hari...Sampai bisa jadi 160 halaman..Wah!!
      Siip...semoga banyak info bermanfaat di sana:)

      Delete
  5. Jika bertekad sembuh pasti akan sembuh dari berbagai penyakit apapun, Kak Sendy sudah membuktikannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali..semangat ingin sembuh itu akan membantu:)

      Delete
  6. Selalu suka dan salut sama perempuan-perempuan yang inspiratif seperti ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama..
      Bisa menginspirasi perempuan lainnya! hebat!

      Delete
  7. Perempuan luar biasa.. Masih aktif berkarya dan berbagi 😍

    ReplyDelete
  8. Iya, mengalami gangguan bipolar memang bukan pilihan. Tapi diberikan oleh Allah pada hambanya yang kuat. Mbak Sendy sudah membuktikan jika bisa menghadapinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..semoga banyak perempuan lainnya juga kuat menghadapinya:)

      Delete
  9. Salut sekali, dan menulis setebal 160 halaman dalam dua hari? Masya Allah, luar biasa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lewat program Private Writing Coaching, Mbak:)

      Delete
  10. Sharing yg inspiratif dari mbak Sendy, salut mau membuka diri demi keluarga dan demi kesembuhannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak..tidak semua orang bisa melakukannya..:) Salut untuk Mbak Sendy!

      Delete
  11. Mbak Sendy benar, Bipolar, ataupun gangguan kesehatan lainnya, itu adalah karunia Allah. Setelah mengenalnya, kita bisa belajar mengatasinya. Buku mb Sendy ini pesti akan sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar..bukunya akan menginspirasi banyak orang:)

      Delete
  12. Memang Kita harus menerima segala ujian yang diberikan. Salut buat mba Sendy yang kisahnya sangat inspiratif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju..ujian-Nya akan membuat kita naik kelas:)

      Delete
  13. saya pernah didiagnosis seperti ini pas sekolah dulu mbak tapi gak terlalu parah, klo marah ampun klo seneng juga ampun
    alhamdulillah sudah mendingan kontrol emosi
    mbak sendy keren banget bisa survive
    insipiratif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau sudah mendingan, Mas..semoga makin baik nanti ya..Aamiin:)

      Yup, inspiratif mbak Sendy:)

      Delete