Tips Mengunjungi Museum Benteng Vredeburg 

"The more you know about the past, the better prepared you are for the future" (Theodore Roosevelt)

Pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang membosankan bagi sebagian siswa di sekolah. Cerita tentang masa lalu yang tertulis panjaaaang membuat mereka seringkali merasa tak tertarik untuk mengulik. Padahal jika kisahnya disampaikan secara menyenangkan melalui media gambar, film, foto dan objek fisik lainnya, bisa jadi membuatnya lebih menarik lagi.

Diantaranya adalah dengan mengunjungi sebuah museum. Kini, banyak museum bukan lagi tempat yang menjemukan karena sudah diperbarui sehingga makin kekinian. Salah satu museum menarik itu adalah, Museum Benteng Vredeburg di Jogjakarta, yang saya kunjungi Sabtu lalu.


Saya, suami dan bungsu kami, berangkat pagi-pagi dari Amaris Hotel - Sagan Jogja menuju ke Pasar Beringharjo dengan menggunakan ojek (mobil) online. Setelah membeli yang dicari, kami pun berjalan kaki ke Museum Benteng Vredeburg. Karena hari Sabtu, kami banyak bertemu rombongan anak sekolah yang sedang melakukan kegiatan studi wisata. Nampak pula orang tua yang datang beserta putra-putrinya. Juga, rombongan muda-mudi yang kelihatan bersemangat mendatangi lokasi. Sehingga suasana musium ramai dengan pengunjung. Senang deh lihatnya! Ini jadi bukti kalau kids jaman now banyak yang suka ke museum juga. Ya, edutainment atau rekreasi pendidikan memang bisa jadi cara belajar yang menyenangkan bagi semua.

Begitu memasuki gerbang depan, kami disambut lahan parkir yang sesak, karena selain mobil ada beberapa pedagang asongan yang mangkal. Agak ruwet jadinya. (benar kan, mending taruh kendaraan di hotel saja, lalu naik ojek online, jadi nggak pusing mikir parkir😁). 


Tiket masuk museum murah sekali, hanya Rp 2.000,- untuk anak dan Rp 3.000,- untuk dewasa. Tiket loket berada di sisi kiri setelah kita menyeberangi jembatan di atas parit yang mengelilingi bangunan museum. Nah, setelahnya kita akan memasuki halaman museum yang luas dan panas (saya datang pukul 11 siang soalnya...😀) Oh ya, di loket tercantum informasi bahwa museum buka setiap hari dari pukul 07.30-16.00 (weekend tutup 16.30). Dan tutup pada hari Senin dan hari libur nasional.

Nah, lalu ada nggak sih tips saat mengunjungi Museum Benteng Vredeburg ini?
  • Siapkan Badan dan Perbekalan
Karena niatnya mau jalan-jalan dan mengingat lokasi Museum Benteng Vredeburg yang cukup luas, mengenakan pakaian dan alas kaki nyaman merupakan keharusan. Jangan sampai salah kostum dengan memakai sepatu hak tinggi hingga lecet kaki. Juga baju yang bikin gerah badan atau kurang sopan sehingga jadi pusat perhatian banyak orang. Ingat, bedakan antara pergi ke museum dengan datang ke kondangan. Selain itu, lebih baik sedia botol air minum di tas kita. Sehingga di saat cuaca panas yang bikin haus sekali, kita nggak akan dehidrasi.

  • Beli dan Simpan Tiketnya
Setelah membeli tiket jangan langsung diabaikan atau dibuang. Karena tiket yang kita dapatkan tidak dirobek oleh petugas pemeriksa tiket seperti kebanyakan tempat wisata lainnya. Mengapa? Karena di baliknya ada Denah Museum. Gunakan denah ini sebagai petunjuk untuk menjelajahi lokasi.



  • Singgah ke Ruang Pengenalan Dulu
Begitu memasuki halaman dalam Museum Benteng Vredeburg, langsung belokkan kaki ke arah kiri. Ada Ruang Pengenalan di sana. Akan ada pemutaran film mengenai riwayat berdirinya Museum Benteng Vredeburg. Ruang sinemanya nyaman dengan jumlah kursi mencukupi. Pemutaran film berulang terus sehingga tak perlu khawatir untuk tertinggal. Durasi film dokumenter ini sekitar 10-15 menit. Dikisahkan dalam film diantaranya tentang seputar keraton Jogja. Lalu, awal nama benteng adalah Benteng Rustenberg (benteng peristirahatan). Kemudian berubah menjadi Benteng Vredeburg (benteng perdamaian). Dan akhirnya menjadi Museum Benteng Vredeburg pada tahun 2003.

pic by: arsip.tembi.net
  • Jalan Sesuai Urutan
Langkahkan kaki menuju Ruang Diorama 1 dan seterusnya sesuai urutannya. Karena kisah yang disajikan nanti akan berkesinambungan. Semua petunjuk jelas tertera, tinggal kita teliti membacanya. Setiap ruang punya tema tertentu. Misalnya, pada Ruang Diorama 1. Ruangan ini mengajak pengunjung menjelajahi masa sejak periode Pangeran Diponegoro hingga masa penjajahan Jepang di Jogja. Begitu juga ruang diorama berikutnya yang mengangkat tema berbeda.



  • Taati Aturan
Ada beberapa aturan yang dicantumkan pada benda koleksi atau ruangan yang ada di lokasi. Patuhi aturan untuk kebaikan bersama dan kelestarian benda koleksinya. Misalnya, untuk aturan tidak menyentuh benda yang dipamerkan.


  • Jelajahi Lokasi
Tak hanya Ruang Diorama saja yang ada di Museum Benteng Vedeburg. Misalnya di bagian belakang kita akan menemukan gudang mesiu,  atau bisa menaiki tangga menuju menara pantau (bastion) di keempat sudut museum.



  • Manfaatkan fasilitas
Manfaatkan beberapa media interaktif yang bisa digunakan sebagai sarana pengenalan museum yang menyenangkan khususnya ke anak usia sekolah. Meski, sayangnya beberapa ada yang rusak sehingga nggak bisa dinikmati lagi. Semoga nanti ada perbaikan sehingga bisa digunakan kembali.


  • Abadikan Foto Kenangan
Nggak harus membawa kamera yang ketjeee.. Cukup abadikan kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg dengan kamera HP. Banyak benda koleksi atau sudut menarik yang Instagrammable..Upload di sosial media dan sebutkan lokasinya. Jadilah kamu sah sebagai seorang duta wisata tanpa perlu ikut kontes macam Abang None Jakarta atau Puteri Indonesia...!😍




  • Jaga Sikap dan Perilaku
Agar keindahan dan kebersihan Museum Benteng Vredeburg bisa terus baik, jaga kebersihan areanya. Buang sampah pada tempatnya dan jaga serta rawat fasilitas yang ada.


Karena sudah lelah menjelajah Museum Benteng Vredeburg yang keren, kami pun keluar dan berjalan kaki lagi ke arah depan. Lalu menikmati Nasi Pecel di salah satu lapak di depan Pasar Beringharjo. Kami bertiga makan 2 porsi nasi pecel, sate ati, sate rempela, sate telur puyuh, sate usus, tempe bacem, tahu bacem dan 3 es dawet. Semuanya hanya 52 ribu saja. Murahnyaaa...!

Alhamdulillah...Hati senang sudah ke Museum Benteng Vredeburg, perutpun juga kenyang...

Oh ya, kalau kamu ke Jogja, ingat singgah ke Museum Benteng Vredeburg yaaaa...


Maturnuwun,

Dian Restu Agustina

22 comments:

  1. Kesukaan kami banget, mb Dian. Museum... Apalagi klo ada media interaktifnya kayak gini. Dijamin betah ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..anak saya suka banget kemarin itu..di rumah cerita melulu dia :)

      Delete
  2. Dulu pernah kesini, tapi cuma 15 menit sdh bosan, hehe.

    #ternyata begitu cara menikmati museum 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas..ada caranya lho untuk menghindari kebosanan..:D

      Delete
  3. ya ampun, mbak keren banget sampai bisa bikin tips buat ngunjungin museum. Karena belum pernah ke sini, jadi ini berguna banget kali aja suatu saat bisa main... :)

    ReplyDelete
  4. Daridulu sampe sekarang HTM tetep 2 rb, murceeee... Abis isi perut dan belanja di malioboro, cuzz ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak..murceee...Padahal Tamansari aja sudah 5 ribu..cuma begitu hihii

      Delete
  5. Anakku Musa selalu nangis kalo masuk Museum, Museum apa aja Mbak Dian. Waktu kecil serimg ketawa-ketawa lihat pojok kamar. Apa mungkin dia masih bisa lihat dunia gaib ya?

    Btw.. Seru mengenang masa lampau ya Mbak��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh ngeri ah..mungkin saja yaa..Solanya museum lagi..katanya benda koleksi "bernyawa" ...jadi inget Night at the Musuem kwkwkw

      Delete
  6. Belum pernah ni kesini baru kemarin baca blognya kang Andi juga museun benteng ini skrg mba Dian tambah pengen kesana apalagi murah y cuman 3000 saja :p
    Btw aku salfok sama duta wisatanya mba hahaha iya juga bener ga perlu ikutan ajang ini itu foto selfie lalu upload :D *idenya bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha,ia dong Mbak..duta wisata kita..makanya jangan lupa pose kalau menjejakkan kaki di tempat wisata yang kita kunjungi :)

      Delete
  7. Wah bagus yah, ajak anak ke museum. supaya anak tdk lupa dengan sejarah

    ReplyDelete
  8. Setuju,, coba pas pelajaran sejarah, dibanyakin gambar, video, atau ilustrasi,, dan sering jalan ke tempat2 wisata sejarah gitu, pasti seru...

    Murah yah makanannya di pasar beringharjo, ngga dimahalin kaya di malioboro hihi..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup..pasti menarik dengan metode ini :)

      Iya, kalo di Malioboro sudah berapa kali lipat itu kwkwk

      Delete
  9. Terakhir kali ke museum waktu kelas 6 SD,,,itu juga acara study sekolah!

    ReplyDelete
  10. Waduh mbak,bikin tambah kangen sama Jogja. Dulu waktu kuliah di Jogja kami cuma sering maen aja di sekitaran halaman museum ini. Terima kasih tips nya, siapa tahu nanti bisa kesampaian ke Jogja lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ya Mas..kalau ke Jogja mampir ke Vredeburg yaa:)

      Delete
  11. Benar, hati senang karena keluarga bersenang-senang semua. Salam bahagia selalu dari Bandung ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam juga Mas..Terima kasih sudah singgah:)

      Delete