Olahan Tempe Orek yang Praktis dan Lezat


Halo Hola...

Tiap pagi teman-teman bangunnya jam berapa?

Kalau saya sebelum Subuh sudah on dan mulai riweuh di dapur dong...!.

Rajin amat?

Memang...kwkwkww. Selain karena rajin pangkal pandai 😁, suami dan anak-anak saya memang biasa sarapan dan anak-anak membawa bekal. Apalagi sebagai #pengejarTiJe (TransJakarte) suami mesti berangkat pagi-pagi. Maka sarapan biasa sudah tersedia di meja sekitar pukul lima. Dan ini tentu bikin saya harus menyiasati untuk memasak menu yang praktis hingga dalam waktu singkat makanan sudah siap disantap.

Mari Kita Kenali Gangguan Ginjal pada Anak Sejak Dini!




Gadis manis itu duduk di kursi roda dengan didampingi kedua orang tua di sisi kiri dan kanannya. Senyum tampak mengembang ceria tertuju pada kami para blogger, awak media dan hadirin yang ada di hadapannya. Tak nampak ada kesedihan di raut mukanya. Juga, sepintas jika mengabaikan kursi rodanya, ia tak nampak beda dengan anak-anak lainnya. Terlihat senang di tempat baru meski sedikit malu-malu. Bahkan saat moderator menanyakan sesuatu, meski pelan ia akan menjawab dengan tetap diiringi senyuman.

"Viara, makanan kesukaannya apa?"
"Ikan goreng.."

Ya, dialah Viara Hikmatun Nisa', gadis kecil berusia 14 tahun yang menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah 2 sampai 3 kali dalam seminggunya. 😭

Tapi.... jangan ditanya semangatnya...Sungguh, luar biasa!! πŸ’ͺ

10 Impian Semua Orang Di Masa Depan: Apa Saja Impian Rata-rata Masyarakat?




Teman,

Setiap orang pasti memiliki impian dalam hidupnya. Dimana impian ini pada setiap orang akan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Impian merupakan salah satu hal yang paling penting dalam proses menuju kesuksesan. Sebab, dengan memiliki impian, seseorang akan termotivasi untuk melakukan hal-hal agar bisa meraih impiannya tersebut.

Preview Buku: Aksara Mencari Makna




Judul Buku: Aksara Mencari Makna
Penulis: antieova
Kategori: Fiksi | Kumpulan puisi dan prosa ringan
Penerbit: Stiletto Indie Book
Editor/Desain Cover: Dian Akbas
Cetakan: 1/November 2018
Jumlah Halaman: 145 
ISBN: 978-602-336-802-0
Harga: 44 ribu (PO 5-19 November 2018)
Pemesanan: WA 0855-820-0600 (penulis) / 0881-273-1411 (Stilleto Book) / Line: stiletto_indiebook

Cara Menanggulangi Radikalisme dan Terorisme: Mari Tanamkan Budaya Saring Sebelum Sharing!



Teman....

Apa sih yang dikau lakukan saat pertama kali bangun pagi di era milenial ini? Apakah:
  1. Buka HP dan cek akun media sosial
  2. Buka HP dan baca portal berita
  3. Cari kacamata dan buka HP lalu pilihan 1 atau 2
  4. Lainnya
Kalau saya sih yang keempat yaaa. Karena saat bangun pagi yang saya lakukan pertama kali adalah:"buka mata" ! hahaha😁

Yuk Ikutan Lomba Sholawat Muslimat NU Bersama Sabyan Gambus!




Assalamualaikum Teman-teman,

Tahu, kan Sabyan Gambus?

Kalau enggak tahu kemana saja dirimu sampai enggak ngeh sama 6 anak muda yang bersholawat dengan mengusung Gambus sebagai musik pengiringnya itu? πŸ™ˆ

Menikmati Sensasi Keju di Zenbu House of Mozaru




Pekan lalu si Mas, anak sulung saya merayakan hari jadinya. Sudah tradisi di keluarga kami, tidak ada perayaan ulang tahun yang heboh layaknya birthday party. Suami dan saya biasa memberikan hadiah buat anak-anak dua hal: boleh pilih kemana dan makan di sana serta bisa beli apa yang disuka. 

Tapi kedua hal ini juga tak lantas langsung kami kabulkan (terutama untuk masalah hadiah). Jika ternyata oke permintaannya, ya di-acc. Kalau enggak, ya di tolak dan meminta anak mengajukan alternatifnya. Intinya di setiap ultah yang utama doa dan rasa syukurnya, bukan perayaannya.😍

HappyOne.id Asuransi yang Bikin Happy dalam Segala Situasi



Minggu ini saya mulai dengan perasaan sedih enggak karuan. Gimana enggak sedih, Senin pagi saat nonton berita di TV ada kabar duka telah jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan korban diperkirakan lebih dari 180 orang. 😭

Rasanya jlebb banget nonton beritanya. Apalagi beberapa waktu kemudian ada susulan informasi bahwa sebagian penumpang adalah pegawai di berbagai instansi yang akan atau memang sedang bertugas di sana dan juga masyarakat biasa.

Langsung terbayang betapa mereka yang kebanyakan adalah laki-laki (124 orang) adalah kepala keluarga yang selama ini menjadi pencari nafkah bagi anak istri. 

Lalu, ketika mereka berpulang dengan tiba-tiba, bagaimana nasib keluarganya? Apalagi jika istrinya adalah Ibu Rumah Tangga yang selama ini tidak memiliki penghasilan sendiri. Bagaimana hidup keluarga mereka selanjutnya? Juga bagaimana dengan kelanjutan pendidikan anak-anaknya? 

Hiks, mikirnya jadi sediiiih sendiri! Ingat suami dulunya kerja di luar negeri dan kini meski sudah berdinas di Jakarta sesekali masih wara-wiri ke luar kota.

Film 3 Dara 2 - Goks Bener tapi Nilai Moralnya Bikin Baper!


"Rumah tangga itu bukan mencari benar salahnya. Tapi bagaimana menjembatani keduanya agar bisa bahagia."

Temans..

Coba tebak, kalimat di atas saya petik dari film bergenre apa? Kebayang enggak kalau saya bilang itu adalah petikan dari film bergenre drama komedi  3 Dara 2 karya sutradara Monty Tiwa?

Mungkin dirimu raguuu....

Padahal itu baru satu quotes saja, karena masih ada beberapa lagi yang bikin film drama komedi 3 Dara 2 ini saya acungi jempol lantaran bawa pesan moral tersendiri. Enggak sekedar ketawa-ketiwi gaje seperti pada beberapa drama komedi.

Yup, film 3 Dara 2 memang goks bener tapi nilai moralnya bikin baper!

Mau tahu kenapa?

Peluncuran Anjungan Pelayanan Mandiri Apotek K-24 | Semakin Lengkap, Semakin Cepat




DRAMA 1

Temans, pernah enggak merasa malu saat beli sesuatu di apotek? Maksudnya nama barang yang kita perlu itu kalau diucapkan rasanya beraaat... Lantaran bakal bikin orang yang dengar terperanjat.

Misalnya: obat panu!! πŸ™ˆ

Sejatinya sih tinggal nanya, "Mbak, salep yang cocok buat panuan apa ya?"

Gitu ajaaa!!

Flamoush X Hannie Hananto Hadirkan Denim dalam Busana Muslim yang Trendi




Ruangan gelap yang sudah siap menyambut parade karya salah satu perancang busana ternama Indonesia, tiba-tiba terang setelah ada sorot lampu ke arah pintu. Musik yang ritmis menghentak dengan riangnya bersamaan dengan keluarnya 7 orang model yang berpakaian dominan merah dan biru. Mereka dengan langkah penuh percaya diri keluar dari backstage dan menyusuri runway dengan gerakan dinamis senada dengan busananya yang modis.

Ke Bali? Jangan Lupa ke Pura Besakih Juga Ya...!



Pagi mulai meninggi ketika suapan terakhir nasi goreng saya tertelan dengan sempurna. Cita rasanya yang sederhana menjadi istimewa karena bersanding dengan secangkir kopi Kintamani yang mendunia. Apalagi dinikmati di tengah dinginnya pagi di tepian Danau Batur Kintamani, sambil duduk memandang lepas mentari di kejauhan yang bersembunyi di balik awan.

My Jannah Travel - Umrohnya Duluan Bayarnya Belakangan!





Assalamualaikum, teman-teman!

Sudah tahu belum tentang program Semua Bisa Umroh (Umroh duluan bayar belakangan) dari My Jannah Travel ?

"Haaa? Yang bener sajaa? Umroh duluan bayar belakangan? Berarti ngutaaang?"

"Memang boleh gitu?"πŸ™ˆ

"My Jannah? Amanah enggak itu?

Sebentar, sebentar, tenang dulu. Enggak usah kaget begitu. Saya kasih tahu satu persatu..

Yuk, kita simak hukumnya yaaa!
Reuni dan Rasa Percaya Diri 




Satu waktu saya mendapatkan pesan singkat dari kakak kelas SMA yang meminta untuk ikut menulis di majalah sekolah kami, Warta Alumni SMA Negeri 1 Kediri. 

Mbak Indah, si pengirim pesan, sebelumnya memang sudah berteman dengan saya di jejaring Facebook. Sehingga tahu sepak terjang saya di dunia kepenulisan - maksudnya sering baca tjurhatan saya yang panjaaaang ..πŸ˜€

Sepotong Cinta di Barcelona



#CERPEN



Benvinguts a Barcelona!”

Sapa ramah pramugari kereta di pintu keluar yang dibalas Fa dengan senyuman. Akhirnya sampai di sini juga, batinnya lega. Sebelumnya, yang terbayang tentang Barcelona hanyalah lagu lama gubahan Fariz RM yang bertajuk sama. Juga, ketika gegap gempita nama Indonesia disebut saat pengalungan medali emas Susi Susanti dan Alan Budikusuma pada Olimpiade 1992.

Tips Mesra dengan Ibu Mertua!



"Ibuke Ivan...Aku maturnuwun yo, wis mbok openi...!" (Ibuknya Ivan, terima kasih ya sudah merawatku)

Begitu kalimat yang meluncur dari sosok perempuan sepuh yang adalah Ibu suami saya. Beliau mengucapkannya sambil mingseg-mingseg (kondisi seperti akan menangis - Jawa). Yang membuat saya yang mendengarnya jadi dobel terharunya.😭

Ke Garuda Wisnu Kencana, Ngapain Aja Yaaa?




Halo Hola...

Sebenarnya postingan ini adalah kisah yang tertunda. Tertunda bangets malah..Hiks! Gimana enggak, ini adalah bagian dari perjalanan saat libur Idul Fitri yang lalu dimana saya sekeluarga menghabiskannya di Pulau Dewata.

Pertama, kami njujug ke Lovina, lalu menuju Bedugul, kemudian nginep di Kintamani, cusss stay di Jimbaran dan bersantai di Pantai Pandawa.
Review Novel: Banjarmelati |
Tiga Anak Manusia Berkisah Sendiri




Blurb:

Bermula dari Aminah yang kembali ke kampung halamannya, Annisa yang kembali ke pangkuan-Nya dan Hanif yang berpetualang ke India, Banjarmelati berkisah tentang kaleidoskop kehidupan tiga anak manusia yang mempunyai sejarah tak terlupakan.

Kisah-kisah ini kemudian bergulir dari Kediri ke Surabaya, Jakarta, Bali, Samudera Hindia, Shimla, Krabi, Alice Springs dan kembali lagi ke Kediri. Narasinya terajut dengan apik dan jujur-terkadang juga mendayu-dayu, langsung dari mulut mereka.

Perayaan Akbar Ultah ke-5 Backpacker Jakarta



"Menulislah...karena kamu enggak akan pernah tahu kemana tulisan bisa membawamu

Kalimat yang disampaikan oleh M Arif Rahman, seorang travel blogger, pengampu blog backpackstory.me ini, membuat saya pun mengamini. Karena, meski belum sekeren Mas Arif, pencapaian menulis saya pun bisa dibilang tak terduga.

Apalagi seorang Arif Rahman, yang baca profile-nya saja bikin saya ternganga..

Bagaimana enggak terpana, selain menjadi travel blogger sejak tahun 2012 dan aktif di Instagram dengan akun @arievrahman, Mas Arif ini ternyata juga masih menggeluti berbagai profesi, diantaranya: travel planner, book writer, social media influencer dan business owner. 

Ups, lupa.... satu lagi: 9-5 worker!

Review Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan




Judul Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan
Penulis: Diyah Apriyani, E. Laila Umar, Mamay Saidati, Suciningtias Wardani, Tiesna Sutisna, T. Kartono Muhammad
Kategori: Non Fiksi (Parenting)
Penerbit: Embrio Publisher
Terbit: Agustus 2018
Jumlah Halaman: 130
ISBN: 978-602-52600-6-3

Pristine 8+ Minuman Pilihan untuk Gaya Hidup Seimbang


"Life is like riding a bicycle, to keep your balance you must keep moving!"

Hidup seimbang menjadi harapan setiap insan. Maunya tuh, semua bisa berjalan barengan, baik urusan keluarga maupun pekerjaan. Inginnya sih seimbang antara profesi dan kehidupan pribadi. Dan, harapannya kita bisa menjalani kehidupan duniawi sekalian prepare untuk kehidupan akhirat nanti.
Review: Apartemen The Jarrdin Cihampelas Bandung



Sabtu pagi, saat berencana pergi bersama Eyang Ti - Ibu Mertua saya yang sedang berkunjung ke Jakarta, tiba-tiba ada ide dari suami kalau jalannya hari itu ke Bandung sajaaa..

Whattt? Ke Bandung? Hadeehh, padahal enggak ada rencana sebelumnya dan belum pesan penginapan pula!!

3 Benda yang Musti Dimiliki Saat Mantap untuk Berhijab



Assalamualaikum...

Halo hola, jumpa lagi kita.

Mau nanya nih, buat teman-teman yang saat ini berhijab, kapan sih pertama kali mengenakannya?

Kalau saya memutuskan menutup aurat tak lama setelah anak pertama meninggal dunia. Keputusan yang antara lain didasarkan perasaan terdampar di lautan terdalam sesudah kehilangan belahan hati yang hanya beberapa hari di pangkuan yang membuat diri berniat menjadi lebih baik lagi. Sehingga saya pun mantap untuk berhijab.

Padahal sebelumnya saya tuh cenderung cuek pada penampilan dan termasuk tipe perempuan yang enggak girly sama sekali, bahkan sering enggak mikirin tampilan diri. hihihi

Sumpah, Kamu Musti Mengunjungi Pulau Pasumpahan! Karena Keren Bangeeeet!


Trip Minangkabau Part 5

Sesampainya di Hotel Hangtuah Kota Padang pada pukul 8 malam, saya dan teman-teman langsung tepar. Maklum saja, ini adalah hari ketiga setelah Jumat lalu saya sampai pertama kali di Kota Padang lalu menginap di Kota Payakumbuh, Sabtunya ke Lembah Harau dan Istano Basa Pagaruyung dan seharian tadi ke Danau Maninjau.

Hhhh...memang lumayan pegal tapi happy maksimal!!😁

Ucapkan Selamat Tinggal pada Ketiak Hitam dengan 6 Pemutih Ketiak Berikut Ini !!




Genks,...

Dirimu, suka sebel enggak sih sama warna ketiakmu? Kalau saya, bete banget kalau keinget. Sebabnya, makin ke sini makin menghitam nih warna ketiak saya. Hiks, enggak seperti duluuu kala...!

Mengunjungi Danau Maninjau yang Memukau



Trip Minangkabau Part 4

Saya terbangun dan segera menarik selimut lagi di tengah dinginnya pagi. Tapi, sepertinya rencana saya untuk merem sesi kedua batal begitu saja saat Uni Novia Syahidah Rais - owner Moztrip mengingatkan kalau pagi ini kami akan memulai perjalanan lebih dini.

Berkunjung ke Lembah Harau dan Istano Basa Pagaruyung




Trip Minangkabau part 3

Setelah sampai di Padang, berlabuh di Payakumbuh dan esoknya singgah di Kelok Sembilan, saya bersama-teman-teman MozTrip akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Lembah Harau.

Berlabuh di Payakumbuh dan Terkagum-kagum Akan Jembatan Layang Kelok Sembilan



Trip Minangkabau Part 2

Setelah sampai di Padang dan mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat, Pantai Air Manis dan merasakan makanan khas Minang yang bener-bener nendang, saya dan rombongan pun bertolak menuju Kota Payakumbuh.

Padang, Saya Datang!!



Trip Minangkabau Part 1


Pesawat Batik Air yang saya tumpangi selama sekitar 1 jam 40 menit dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akhirnya mendarat dengan mulusnya di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM). 

"Raising Children in Digital Era" Bersama Elizabeth T Santosa dan SIS Bona Vista


"Gadget bukan monster. Jangan cuma lihat sisi negatifnya. Karena gadget juga banyak manfaatnya untuk perkembangan anak kita. Bijaklah menyikapi dan bukannya anti!" (Elizabeth T Santosa)

Mbak Lizzie, begitu Beliau biasa disapa. Seorang psikolog anak dan remaja, penulis buku, pembicara di beraneka seminar parenting dan media, dosen, aktivis KPAI dan ibu 3 orang putri, mengucapkan kalimat di atas dengan tegas!!

Pernyataan itu disampaikan di acara Mom Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan bersama SIS Bona Vista dan membuat saya speechless dibuatnya. Rasa galau, khawatir, cemas, ragu, bingung pun membuncah di kepala.....


Sisihkan Gadget, Yuk Kita Sundate!



"A Happy Family is Heaven on Earth"
Saya bergegas menutup pintu pagar saat anak-anak sudah bersiap untuk diantar. Cuss...butuh waktu sekitar 15 menit untuk menempuh perjalanan sekilo meter setengah dari rumah ke sekolah. Jalanan yang super padat jelang pukul 06.30 saat bel berbunyi di sebagian besar sekolah di Jakarta, membuat saya harus gerak cepat agar anak-anak enggak terlambat. 

Demikian juga suami saya yang dari pukul 05.30 pagi sudah jalan kaki ke halte bis pengumpan dan akan menumpang bis Trans Jakarta untuk menuju ke kantornya.

SELISIK 2018 | Menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Era Industri Terkini


Halo hola...

Temaaan, boleh ya kalau kali ini saya ngobrolin hal yang seriusan..?

Sekali-kali dong ah, meski saya Ibu Rumah Tangga boleh ngrumpiin masalah berat juga. Tapi bukan beratnya rindu lho yaaa...πŸ˜€

Ini tentang beratnya tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan Making Indonesia 4.0

Making Indonesia 4.0?? Apa tuh?? Indonesia dibikin jadi apa?? Kok ada angkanya?? 

Surya Taman Wisata - Wahana Rekreasi yang Asri di Kota Kediri 



Suatu siang saat Ramadan silam...

Panas membara melanda kota kelahiran saya, Kediri tercinta. Si Mas mulai rewel enggak betah di rumah dan ribut minta pergi berenang. Adiknya pun seia sekata, ngajak ngadem ke kolam renang katanya.

NATUR 
#KuatDariAkar, Lawan Rontok, Rambut Lembut dan Mudah Diatur


"Invest in Your Hair. It Is The Crown You Never Take Off"
Muka saya bersungut-sungut dengan bibir cemberut ketika diminta Mbak Nies, kakak ketiga saya, duduk diam membelakanginya. Sementara rambut saya yang terurai panjang, tebal dan hitam sudah siap sedia jadi "korban".

Mbak Nies akan ngomel panjang lebar sembari mengoleskan lendir lidah buaya ke seluruh bagian kepala dan rambut saya. Tak lupa, dia juga akan memijat lembut kulit kepala saya dengan jemarinya.


Tips OOTD yang Enggak Perlu Biaya Gede


"Being yourself is the prettiest thing a person can be"

Hmmm, mau ikutan pasang foto OOTD (Outfit Of The Day), tapi berasa enggak pede. Lantaran pakaian yang dipunya rasanya enggak sekeren punya tetangga di dunia maya....

Ingin juga pakai tagar #OOTD buat ngiklanin produk yang dijual, tapi enggak yakin karena barang kita bukan yang berharga mahal!

Atau maksud hati niru gaya selebriti yang posenya ketje badai, tapi apa daya barang yang kita punya belinya di I-Te-Ce..!

Terus harus gimana yaa??

Barang mahal perlu modal. Padahal penginnya gaya tetap maksimal...!


Rokok - Sebuah Ancaman Bagi Kelompok Rentan



Di dekat tempat tinggal saya di Jakarta Barat, ada sebuah komplek sekolah swasta yang mempunyai 2 jenjang, SMP dan SMK.

Lokasi sekolah ini beberapa ratus meter saja jaraknya dari rumah saya, sehingga setiap antar jemput anak atau mau pergi, saya pasti melewati sekolah ini. 

Dan, setiap hari itu pula saya merasa miris sendiri melewati anak-anak yang duduk di sekitar menunggu jam masuk sekolah berdentang. Pasalnya, beberapa dari mereka sepagi itu sudah asyik ngobrol sambil ditemani sebatang rokok yang terselip di bibirnya. 

Padahal, itu baru jam 6 pagi!

Dan mereka sudah meracuni diri dengan benda yang manfaatnya sungguh diragukan ini. Sampai saya kepikiran, mereka itu tadi sudah sarapan belum yaa? Atau memang rokok yang jadi menu sarapannya?

Hadeeehh!


Sampah di Sana-Sini Jadi Penoda Keindahan Pantai di Bali


Halo Hola!

Saya dan keluarga, menggunakan kendaraan pribadi saat traveling ke Bali di bulan Juni. Karena, perjalanan ini memang sepaket dengan mudik lebaran ke tempat mertua di Madiun dan orangtua saya di Kediri. Hal ini membuat perjalanan dari Jakarta ke Bali pun enggak terlalu terasa jauhnya. Lantaran saya singgah di beberapa tempat dulu sebelumnya.

Lalu, sudah puas belum setelah 5 hari berwisata di Bali?

Beluuuuum!! πŸ˜€

Maunya datang lagi dan lagi nanti! hihihi


Launching dan Review Buku Mona Ratuliu: Digital ParenThink - Tips Mengasuh Kids Zaman Now



"Setelah lulus SD, Mima saya izinkan menggunakan smartphone. Ternyata sejak itu dia sibuk sendiri dan mulai tidak suka berkegiatan selain aktivitasnya mengutak-atik smartphonenya. Dari situ saya tahu bahwa ketika Mima memiliki smartphone sendiri, risikonya terlalu besar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menghentikan penggunaan smartphone padanya dan mengganti dengan ponsel biasa..." (Mona Ratuliu)

Jlebbbb!!πŸ˜‘


Saya dan Makna Kata Merdeka




"....Indonesia Raya, Merdeka Merdeka...Tanahku negeriku yang kucinta, ...Indonesia Raya, Merdeka Merdeka...Hiduplah Indonesia Raya!"

Saya masih mendendangkan syair lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmatnya. Sementara, bulir-bulir air mata menetes di pipi diiringi isak yang tak terbendung lagi. Dan ternyata saya tak sendiri. Di sekitar, saya dengar lagu karya WR Soepratman ini disuarakan dengan gemetaaar....

Suasana begitu syahdu. Hampir tak ada suara lain selain lirik bernada semangat kebangsaan yang mengalun mengiringi bendera merah putih yang dikibarkan oleh tiga orang teman. Bendera sederhana yang berukuran sedang saja dengan tiang besi biasa. Petugasnya pun hanya berpakaian keseharian dengan merah dan putih warna nuansanya. Peserta upacara pun sama, semua berbusana tema Hari Merdeka. Tak ketinggalan warna merah putih ini juga mendominasi hiasan tempat upacara dalam aneka balon, pita dan bendera.

Jangan bayangkan saya sedang berada di sebuah lapangan dengan susunan upacara yang dengan matang direncanakan. Bukan pula dilengkapi formasi petugas yang rapi jali layaknya pasukan pengibar bendera alias paskibra yang asli.

Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Ya, saya hanya mengikuti upacara pengibaran bendera sederhana yang diadakan di halaman belakang sebuah rumah tinggal di kawasan Mandeville, negara bagian Louisiana di Amerika.

Saat itu, tepatnya hari minggu, tanggal 22 Agustus 2010, selang 5 hari dari tanggal 17 Agustus dimana diperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Memang, peringatan musti dimundurkan, diambil pada hari Minggu, agar masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitarnya bisa menghadiri acara itu.

Akhirnya, sekitar 70 orang, pria, wanita, tua muda, bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari upacara pengibaran bendera, beraneka lomba dan ditutup dengan makan siang bersama.

Sebuah peringatan yang idenya murni dari teman-teman dan didanai sendiri secara mandiri. Maka tak heran jika suasana begitu haru....Bahkan dari barisan ibu-ibu, terdengar suara sesenggukan selama menyanyikan lagu.


Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Hal ini wajar, mengingat sebagian besar hadirin adalah warga Indonesia yang sedang menempuh studi (seperti suami saya), pekerja yang bekerja temporary di sini ataupun mereka yang sudah menetap di Amerika karena bekerja atau ikut suami yang warga sana.

Semua peserta upacara dengan latar belakang berbeda, hanyut dalam rasa rindu akan tanah air tercinta yang berada ribuan kilometer jaraknya. Memaknai Hari Merdeka dengan berkumpul bersama saudara sebangsa dan setanah air dengan gembira.

Tapi sebenarnya, sudahkah saya, peserta upacara dan teman-teman  yang sedang membaca artikel ini merasa sudah merdeka juga?

Sejatinya, apa makna merdeka bagi kita? Apakah dengan tinggal di negeri yang sudah 73 tahun merdeka sudah pasti rakyatnya merasakan kemerdekaan juga..?

Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Hmm..pertanyaan yang bisa saja mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari masing-masing kita.

Baiklah, sebelum menjawabnya, yuk mariii coba kita gali dulu arti kata merdeka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia!

Kata merdeka, pada KBBI memiliki 3 arti, yakni:
  • bebas (dari perhambaan, penjajahan); berdiri sendiri
  • tidak terkena atau lepas dari tuntutan
  • tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa

Nah, dari tiga arti itu, mari kita coba telaah satu per satu:

BEBAS

Merdeka berarti bebas. Dan, benar adanya jika kita warga Indonesia sudah bebas dari penjajahan. Setelah para pahlawan berhasil mengusir Belanda yang betah sekali selama 3,5 abad hahahihi mengusai negeri tercinta ini. Juga memaksa Jepang yang 3,5 tahun sok-sokan jadi tuan, untuk angkat kaki kembali menikmati matahari terbit di negerinya sendiri.

Tapi, apakah semua warga sudah bebas murni dari penjajahan di era merdeka ini? Sepertinya belum. Karena masih ada istri yang "dijajah" suaminya (atau sebaliknyaπŸ˜‘). Ada atasan yang jadi penjajah bawahannya. Juga, banyak pekerja yang bekerja bagai budak di rumah majikannya...Ah, kalau begini sepertinya memang kita belum sepenuhnya merdeka!

LEPAS

Merdeka itu artinya lepas. Dimana memang benar adanya, Nusantara sudah lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain yang mengambil paksa kekayaan tanah air tercinta. Yang menjadikan rakyat Indonesia matian-matian bekerja paksa untuk kemakmuran negeri mereka. Dan menindas negara kita agar menuruti semua aturan yang ditentukannya.

Namun, sudahkah kita semua lepas dari belenggu penindasan yang sesungguhnya? Coba kita amati dengan seksama, bisnis ritel yang dikuasai asing, misalnya. Atau industri hiburan yang didominasi tayangan dari negerinya Kim Kardashian, drama Korea juga sinetron India....Sementara orang Indonesia memilih untuk bikin "drama" di sosial media. Hiks! Jadi, sudah bisakah itu dikatakan lepas dari belenggu? Sepertinya sih masih jauh dari itu!


LELUASA

Merdeka itu maknanya leluasa berbuat atau bertindak dengan sesuka hati. Dan, memang bebar adanya, sejak diproklamasikan kemerdekaan oleh proklamator kita Soekarno-Hatta, Indonesia sudah leluasa untuk menentukan sendiri nasibnya. Tak perlu lagi minta ijin sama Kompeni untuk memilih apakah mau bikin Undang-Undang yang begitu atau begini. Juga, leluasa memutuskan apa yang terbaik buat kesejahteraan rakyatnya.

Tetapi, nyatanya rakyat Indonesia kini belum seleluasa itu. Warga miskin belum leluasa memanfaatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Pendidikan murah yang berkualitas belum leluasa dinikmati oleh generasi penerus bangsa ini. Dan, sarana prasana belum leluasa dirasakan rakyat di seluruh pelosok negeri. 


Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Ups...πŸ’¬

Jadi sebenarnya sudah merdeka belum kita?

Kalau saya yang ditanya sih, akan menjawab SUDAH!

Saya sudah MERDEKA!!


Karena makna merdeka menurut saya adalah, jika saya:

  • Bebas menjadi diri sendiri
Saya bukan tipikal pengagum seseorang secara berlebihan. Saya bukan anggota Aytinglicious, Slankers atau Afganisme. Juga bukan pecandu sesuatu, misalkan merek baju, tas atau sepatu tertentu, hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan itu

Saya memilih menjadi diri sendiri, dengan gaya yang sampai kini pun saya enggak yakin berkiblat kemana. Pun, untuk hobi yang saya pilih untuk ditekuni. Ketika saya memutuskan untuk serius nulis, saya tetap membawa gaya penulisan saya. Saya enggak mau niru siapa-siapa, karena masing-masing kita punya gaya bercerita yang personal sifatnya. Dan, ini semua, artinya merdeka bagi saya!
  • Bebas berekspresi
Kini, saya bisa mengekspresikan apa isi kepala melalui tulisan, foto maupun video di akun sosial media dan rumah maya yang saya miliki. Bagi saya, ini adalah sebuah kemerdekaan. Karena saya jadi bebas beropini, berimajinasi, berkreasi serta berbagi informasi pada sesama yang membutuhkan.
  • Bebas menentukan pilihan
Sebagai warga negara, beda dengan jaman dulu, kini saya bebas mau pilih partai berwarna merah, kuning, hijau atau biru. Enggak ada yang memaksa pun mengancam hidup saya. Bahkan berbeda pilihan dengan tetangga, teman bahkan pasangan pun sah-sah saja. Berarti, ini merdeka juga, kan?

Arti Kemerdekaan Bagi Saya
Panitia peringatan HUT RI ke-65, tahun 2010 

  • Bebas menjalani hidup
Enggak kebayang andaikata saya tinggal di negara yang gaya rambut, warna baju bahkan senyum warganya diatur, seperti di Korea Utara. Hadeeeh! Bisa-bisa hidup yang sudah berat ini semakin terasa gawat. Terbayang tekanan hidupnya, pasti warbiyasaaah! 

Alhamdulillaaaah, saya tinggalnya di Indonesia. Dimana kalau mau pakai baju warna-warni bagai pelangi juga monggo saja. Juga, meski harga telur naik turun bikin helaan napas memanjang saat belanja sayur, tapi enggak ada yang ngatur harus tersenyum datar atau lebar di akun sosial media saya.

  • Bebas dari ketergantungan
Saya bukan perokok, peminum alkohol atau pengguna obat terlarang. Saya juga tidak sedang kecanduan game online, judi online, belanja online dan perilaku impulsif lainnya. Dan ini semua, merdeka juga artinya bagi saya! 

  • Bisa mengalahkan diri sendiri
Sejatinya penjajah utama kita adalah diri kita sendiri. Seringkali kemalasan datang membayangi di setiap langkah kaki. Kekhawatiran acapkali memburu saat kita ingin menjadi diri yang lebih baik dari dulu. Dan, ketakutan mendatangi sehingga membuat kita memutuskan mundur dan bahkan pergi. Saya merasa merdeka karena makin hari telah bisa mengalahkan diri untuk menjadi lebih baik lagi. 

Bukankah, pepatah mengatakan: menaklukkan banyak orang belum tentu disebut sebagai pemenang, tetapi mampu mengalahkan diri sendiri, itulah yang disebuat penakluk gemilang?

Arti Kemerdekaan Bagi Saya
Peringatan HUT RI ke-64, tahun 2009 di Fontainebleau State Park, Mandeville, LA


Akhirnya, bagi saya, sebenarnya MERDEKA itu maknanya kita sendiri yang ciptakan. Tak perlu menjadikan standar kemerdekaan orang lain ke diri kita. Karena situasi dan kondisi yang berbeda. 

Juga, jangan terus menjadikan ukuran kemajuan bangsa lain yang sudah ratusan tahun merdeka sebagai pembandingnya. Ingat jika kita masih dalam proses menuju ke sana.

Jadi, daripada terus-terusan membandingkan, lebih baik jadikan acuan untuk menyemangati diri agar bangsa kita bisa sampai di titik yang sama atau bahkan menyalipnya.

Yuk, terus semangat menebar manfaat!

Mari jadi warga negara yang tak hanya ingat hak tapi juga sadar akan kewajiban demi mendukung suksesnya pembangunan dan kemajuan Indonesia!

Nah, kalau bagi teman-teman apa makna kemerdekaan?

Makna kata merdeka
Juara bertahan lomba makan kerupuk tingkat RT


Salam Merdeka!!

Dian Restu Agustina



























Review Buku: Jadi Ibu Terbaik Siapa Takut?





Judul Buku: Jadi Ibu Terbaik Siapa Takut?
Penulis: Srie Ningsih
Kategori: Non Fiksi (Parenting)
Penerbit: Bitread Publishing
Terbit: 2018
Jumlah Halaman: 178
ISBN: 978-602-5804-069
Harga: Rp 61.000,00

"Ibu adalah segalanya - dia adalah hiburan dalam kesedihan kita, harapan dalam penderitaan dan kekuatan dalam kelemahan. Dia adalah sumber cinta, kasih sayang, simpati dan ampunan. Orang yang kehilangan ibunya telah kehilangan jiwa murni yang selalu memberkati dan melindunginya." (Kahlil Gibran - hal 149)

Srie Ningsih


Seorang perempuan, setelah menikah akan berubah statusnya dari gadis menjadi seorang istri. Dimana perubahan status ini acapkali memerlukan waktu tersendiri untuk beradaptasi. Baik itu dengan laki-laki yang menjadi pasangan hidupnya, keluarga besar suami yang kini menjadi keluarga barunya dan segala hal tentang pernak-pernik rumah tangga lainnya.

Kemudian, jika Allah berkehendak, tak lama status istri itu bertambah lagi dengan status baru, yaitu menjadi seorang Ibu. Dan,...tantangan dari sebutan baru ini, makin banyaaak pasti!!

Diantaranya, jika perempuan ini bekerja di luar rumahnya, maka ia harus pintar-pintar membagi waktu agar bisa mengurus rumah tangga dengan tetap profesional pada pekerjaannya. Sedangkan jika ia bekerja di rumahnya, tentunya akan berhadapan dengan segambreng pekerjaan di keseharian yang rasanya seperti tak ada habis-habisnya. πŸ˜‘

Lalu, sulitkah itu? Tentuuuu...!!

Tapi jika semua ini dijalani dengan keikhlasan hati, mendapat dukungan full dari suami, juga disertai semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri, Insya Allah semua akan berjalan dengan baik dari hari ke hari. 😍

Srie Ningsih

Apalagi di era digital seperti sekarang ini, para ibu tak perlu pusing lagi jika ingin mempelajari beraneka ilmu pola asuh anak alias parenting. Karena, banyak buku dan majalah yang mengupasnya, berjuta informasi terbagi secara online di gawai kita, bertaburan tayangan ada di layar kaca, juga beragam pelatihan, seminar dan diskusi tersedia melengkapinya. Itu semua masih ditambah lagi dengan begitu banyaknya komunitas ibu-ibu yang bisa menjadi tempat untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman sehingga seorang ibu tak lagi merasa sendirian.

Nah, melengkapi buku-buku parenting yang sebelumnya telah ada, hadir sebuah buku yang layak jadi tempat berburu ilmu bagi para ibu.

Buku itu berjudul "Jadi Ibu Terbaik Siapa Takut?" karya Srie Ningsih yang diterbitkan oleh Bitread Publishing baru-baru ini.


Srie Ningsih

Sebuah buku setebal 178 halaman yang mengupas beragam sisi kehidupan perempuan yang awalnya didominasi urusan domestik saja sedangkan kini sudah berkembang dengan pesatnya sehingga bisa berkarya di semua lini kehidupan masyarakat yang ada.

Sehingga, penulis yang memakai istilah ibu yang bekerja di rumah dengan sebutan Ibu Rumah Tangga Murni dan ibu yang bekerja di luar rumah dengan Ibu Rumah Tangga Bekerja, menjabarkan beberapa alasan kenapa seorang ibu memilih salah satu diantaranya.

Karena bagi penulis, apa pun pilihannya, keduanya sama baiknya. Sama-sama memiliki konsekuensi yang musti dihadapi dan mempunyai dampak positif maupun negatif baik bagi diri sendiri, suami, anak dan  masyarakat sekitarnya.

Juga, kedua pilihan memerlukan persiapan yang matang diantaranya: persiapan mental dan keyakinan, fisik, visi, pengaturan waktu, kreatifitas, kemampuan berkomunikasi dan masih banyak lagi.

Srie Ningsih

Buku ini juga menjabarkan tentang tips untuk menjadi Ibu Terbaik yang berperan tak hanya sebagai Menteri Pendidikan, Manajer, Menteri Keuangan, Psikolog, Sahabat, Dokter, Koki, Baby Sitter, Sopir/Ojek, Bodyguard, Tukang dan peran lainnya di rumahnya.

Selain itu, secara tuntas juga ada serangkaian langkah yang dituliskan berdasarkan pengamatan, penelitian dan pengalaman penulis dalam menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri.

"Seorang Ibu tidak pernah berpikir apa yang dia dapatkan dari anak-anaknya, tapi dia selalu bertanya, apa yang bisa dia berikan untuk anak-anak dan keluarganya." (Srie Ningsih - hal 42)

Uniknya lagi, dalam buku bersampul dominasi warna biru ini, ada beberapa cerita dari para ibu hebat baik dari Indonesia maupun Mancanegara yang berbagi pengalaman bagaimana mereka melakoni peran sebagai Ibu dengan segala tantangannya.

Misalnya, ada Tri Veterani, seorang Ibu yang juga pramugari maskapai penerbangan yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Dimana dikatakan, ia sangat bersyukur dengan kemudahan teknologi saat ini yang sangat membantunya untuk berkomunikasi dengan keluarga meski terpisah ribuan kilometer jaraknya. (hal 138)

Srie Ningsih

Ada juga, Manikarori Rosky di Kuala Lumpur yang menyampaikan bagaimana ia bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan sarapan dan pergi ke kantor dengan LRT serta menyerahkan pengurusan domestik pada asisten rumah tangga yang bekerja secara part time. Tapi, ia masih bisa membimbing sendiri anaknya belajar, berbisnis online dan belajar menulis.(hal 140)

Tak ketinggalan pula kisah dari negeri sendiri, dimana ada Dwi Astuti yang tinggal di Tangerang dan berprofesi sebagai guru. Ia tidak memiliki asisten rumah tangga, sehingga pekerjaan sehari-hari disiasati dengan melibatkan anak-anak untuk bersama-sama menyelesaikannya.(hal 141)

Kemudian agar seimbang, ditampilkan pula pendapat anak-anak tentang ibunya, diantaranya, Chusnul, 17 tahun, yang curhat: memang anak butuh materi, tetapi hati mereka jauh lebih butuh sentuhan dari ibunya. Anak juga ingin bercerita tentang harinya yang lelah, tapi saat anak ingin bercerita sang ibu masih sibuk bekerja dan akhirnya si anak memendam perasaannya sendiri. (hal 151)

Srie Ningsih

Lain lagi dengan komentar  Edwina, 19 tahun, yang beranggapan Mamanya super banget. Meski saat kecil memang sedih kalau ditinggal Mamanya bekerja, tapi ia merasa bangga punya Mama bekerja dan berpengalaman banyak. Ia juga merasa Mamanya selalu ada saat ia membutuhkannya, bahkan ketika ia tinggal jauh dari rumah untuk kuliah Mamanya selalu rutin meluangkan waktu untuk mengunjunginya. (hal 153)

Sementara, tanggapan anak yang ibunya bekerja di rumah misalnya disampaikan oleh Fachrurozi, yang mengatakan ia bahagia dapat melihat senyum indah Mamanya di setiap hari karena Mamanya selalu ada menemani. (hal 154)

Lalu, buku ditutup oleh penulisnya dengan bahasan Ibu Juga Manusia. Dimana, dikatakan bahwa dalam pengabdian untuk orang-orang tercinta, tentu seorang ibu masih punya banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Bahkan kadang sikap kondisionalnya pasti ada dan tidak luput dari salah dan khilaf yang tidak disengaja. Tapi hal ini manusiawi karena nyatanya Ibu Juga Manusia.

Juga, ibu rumah tangga murni maupun bekerja masing-masing punya tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Sehingga apapun pilihan, yang paling penting lakukan semua tugas dengan sebaik mungkin dan penuh tanggung jawab. (hal 175)

Srie Ningsih

Sungguh, buku ini lengkap mengulas tentang apa dan bagaimana menjadi Ibu Terbaik bagi anak-anaknya. Penjabaran disertai alasan, referensi penelitian, pengamatan dan berdasarkan pengalaman, yang bisa jadi bahan acuan bagi ibu-ibu untuk menjadi Ibu terbaik disesuaikan dengan pilihan masing-masing, apakah menjadi Ibu Rumah Tangga Murni ataukah Ibu Rumah Tangga Bekerja.

Lay out yang simpel dengan tulisan rapi nyaris tanpa kesalahan pengetikan membuat buku nyaman dibaca kapan dan dimana saja.

Hanya saja, barisan kata-katanya tidak diselingi tampilan ilustrasi, gambar, foto atau pemakaian huruf yang berbeda. Coba ada, pasti saat baca lebih enak rasanya.πŸ˜‰

Akhirnya, buku ini recommended jadi bacaan bagi calon ibu, ibu baru maupun yang sudah lama menjadi ibu. Karena berisi banyak informasi yang berguna untuk lebih memantaskan diri menjadi ibu yang lebih baik lagi.

Nah, yang ingin memiliki atau memberi kado istimewa untuk istri, silakan langsung pesan buku ke penulisnya di akun FB Srie Ningsih yaaa..

Jadi Ibu Terbaik, Siapa Takut?

Srie Ningsih


Happy Mommy, Happy Family


Dian Restu Agustina