Kenapa Aku Diuji



Assalamualaikum....

Kemarin, saya berkesempatan mengikuti Pengajian Akbar  yang diselenggarakan oleh Jam'iyyah SDI Al Azhar 8 Kembangan dengan tema "Kenapa Aku Diuji". Pembicara pada acara ini adalah Kang Rashied, ustad sekaligus founder Musafir Centre Indonesia yang belakangan ini sering mengisi berbagai kajian religi di televisi.

Acara Pengajian Akbar ini merupakan kegiatan rutin dari persatuan orang tua murid (Jam'iyyah) SDI Al Azhar 8 Kembangan yang acaranya terbuka untuk masyarakat sekitarnya. 

Diiringi dengan hujan rintik-rintik yang menyegarkan hari, acara yang bertempat di aula sekolah ini dimulai secara resmi sejak pukul 08.30 pagi. Diawali dengan pembukaan dari MC dan acara seremonial yang terdiri dari pembacaan Asmaul Husna, Shalawatan/Puji-Pujian, hiburan dan kata sambutan.

Kang Rashied
Ekskul Marawis SDI Al Azhar 8 Kembangan
Pembacaan Asmaul Husna dipimpin oleh Guru Al Quran SDI Al Azhar 8 Kembangan. Lalu ada penampilan dari ekskul marawis SDI Al Azhar 8 Kembangan yang menghangatkan suasana dengan alunan musik religi yang apik. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan koordinator acara.

Setelah acara pembukaan selesai, tausiah diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran Surah As Saffat ayat 103-114 beserta sari tilawahnya oleh dua siswa SDI Al Azhar 8 Kembangan. 

Kenapa Aku Diuji
Pembacaan ayat suci Al Quran dan Sari Tilawahnya
Dan, akhirnya Kang Rashied pun memulai tausiahnya setelah semua acara pembukaan berakhir.

Ustad yang juga lulusan Al Azhar University, Kairo, Mesir ini, mengawali dengan doa syukur pembuka majelis dan mengingatkan kabar gembira yang disampaikan oleh Rasulullah. Bahwa barang siapa mendatangi majelis ilmu maka Allah akan melimpahkan rahmat, tempat majelisnya akan dikelilingi malaikat dan namanya akan tersebut selalu di sisi-Nya. 

Juga, bagi siapa saja yang mendatangi masjid untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna. Masya Allah, betapa banyak manfaat dan keberkahan dalam menghadiri majelis ilmu ya...Semoga kita semua termasuk yang mendapatkan keberkahannya. Aamiin.

Kang Rashied mengawali materi "Kenapa Aku Diuji" dengan sebuah ilustrasi tentang bencana yang beberapa hari lalu terjadi. Yaitu gempa bumi di Lebak, Banten yang guncangannya terasa sampai menghebohkan Jakarta. Dan membuat banyak orang mesti turun dari gedung bertingkat tempatnya bekerja. 

Beliau mengingatkan agar kita semua tidak lupa, bahwa sebuah bencana ada kaitannya dengan kemaksiatan. Dan meski kita tidak bisa menghapus kemaksiatan yang meraja di sekitar, setidaknya kita bisa membentenginya sebelum azab yang lebih pedih datang setelahnya.

Kenapa Aku Diuji

Disebutkan bahwa pada sebuah riwayat, Rasulullah SAW menangis saat membaca surat Al Maidah ayat 118 yang berisikan curhatan Nabi Isa as pada Allah SWT akan nasib kaumnya dan memohonkan ampunan atasnya. 

Kemudian Malaikat Jibril diutus Allah untuk menjawab tangisan Rasulullah SAW dengan surat Al Anfal 33. Yang menyebutkan bahwa Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang Rasulullah berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.

Namun, Rasulullah kekeuh, lalu bagaimana dengan kaum setelah Beliau?Bagaimana nasib mereka jika Rasulullah telah mendahului mereka nanti? Akankah ada ampunan yang sama? Bisakah dijauhkan azabnya?

Dan jawaban Allah ada pada QS Al Qhashash 59, bahwa Allah tidak akan membinasakan sebuah kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

Berkaitan dengan memerangi kezaliman, yang bisa dilakukan adalah:
  • Setelah melakukan perbuatan dosa dan maksiat, segera mohon ampun dan bertaubat.
  • Memperbanyak membaca Istighfar dan Shalawat Nabi: mendoakan baik untuk diri sendiri, keluarga dan seluruh negeri.
  • Jadikan kantor, rumah, sekolah.... sebagai sajadah: saat di kantor mencari rejeki yang halal dan berkah. Atau di rumah memasak makanan yang halalan thayyiban. 
  • Berdakwah: mengajak dan mengingatkan orang lain ke arah kebaikan.
Kemudian, tentang musibah dan bencana yang merupakan teguran Allah pada kita, itu semua bisa saja termasuk ujian, laknat atau peringatan.

Lalu bagaimana cara membedakan apakah sebuah musibah itu termasuk dalam ujian, laknat atau peringatan?

Kita musti mempunyai alat ukur untuk mengetahuinya sehingga mudah untuk mencari solusinya. Dan, berikut penjelasan lengkapnya...:

UJIAN

Ujian (Imtihan) diberikan Allah hanya kepada orang-orang soleh dengan tujuan ingin mengangkat derajatnya di sisi-Nya. Orang-orang yang taat pada Allah ini akan diuji untuk naik ke kelas yang lebih tinggi.

Jenis-jenis Ujian Allah ini diantaranya:
  • Allah menguji dengan: nikmat → Jawabannya: syukur
Misalnya, saat seseorang diberikan kekayaan, sejauh mana ia mensyukuri nikmat yang diberikan. Apakah kekayaannya dipakai di jalan kebaikan ataukah malah melahirkan kesombongan.
  • Allah menguji dengan taat → Jawabannya: ikhlas
Di era sosial media seperti saat ini, banyak orang yang riya akan ketaatannya. Mereka menampilkan ibadah yang dilakukan dengan niatan pamer. Sehingga harus hati-hati saat meniatkan karena seringkali beda tipis antara riya' dan ngajak. Seperti setelah sedekah ke masjid sekian jeti ya lebih baik kalau memang ikhlas tidak disebut-sebut lagi. Karena bisa riya' jadinya.
  • Allah menguji dengan musibah → Jawabannya: sabar
Jika ditimpa musibah menyikapinya dengan sabar dan menganggapnya sebagai tanda cinta Allah serta teguran agar lebih dekat dan taat lagi kepada-Nya. 
  • Allah menguji dengan maksiat → Jawabannya: taubat
Segera taubat setelah melakukan maksiat. Diiringi doa agar selalu terhindar dari perbuatannya. Ingat, doa adalah senjata orang yang beriman.

PERINGATAN

Peringatan diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang baik yang sedang teledor atau terpeleset pada kezaliman. Peringatan ini merupakan tanda cinta Allah pada kita agar segera kembali kepada-Nya. 

Misalnya seseorang yang taat tetapi pada satu masa dia teledor akan salatnya. Sering salat telat bahkan kelewat. Lalu, Allah memberinya peringatan dengan memberinya rasa sakit, misalnya. Sehingga dia mengingat bahwa di saat sehat dia lupa salat, sejak sakit dia jadi ingat.

LAKNAT

Laknat diberikan Alah kepada orang yang tidak pernah berbuat baik.

Lalu apa yang bisa diperbuat untuk ikut membentengi negeri ini agar terhindar dari azab?
  • Pagari diri dengan Istighfar dan Shalawat
  • Doa bersama untuk kebaikan umat
  • Tidak diam saja dengan ketimpangan yang terjadi - minimal membenci
  • Menjadikan sosial media sebagai tempat untuk mengajak sesama dalam menuju kebaikan
  • Mencegah kemungkaran agar tidak merajalela dengan memulainya dari lingkup keluarga
  • Menyiapkan generasi muda penerus bangsa yang taat pada Allah SWT dan berbakti pada orang tua
  • Rawat, jaga dan lindungi anak-anak kita dari pengaruh buruk teknologi
Kemudian, sebagai orang tua, kita harus mengenali karakter anak-anak yang kini termasuk dalam generasi milenial ini. Diantaranya mereka:
  1. Update teknologi
  2. Aktif di media sosial
  3. Instant
  4. Konsumtif
  5. Tidak teliti/ceroboh
Kemudian ada pertanyaan, lalu bagaimana cara mengatasi anak yang sulit diatur, selalu membangkang, tak pernah menuruti nasehat orang tuanya?

Ingat anak itu itu buah dari akar. Jika dia ternyata sulit diingatkan untuk sholat, kita sebagai orang tua (akarnya) harusnya memperbaiki diri dulu. Mungkin karena teladan yang kita berikan belum maksimal untuk menggerakkan hatinya.

Juga, ingat selalu titipkan anak kepada pemiliknya. Anak itu bukan milik orang tuanya. Mereka amanah yang dimiliki Allah. Jadi, selalu titipkan pada yang punya. Lewat untaian doa agar Allah selalu menjaganya dimanapun ia berada.

Kenapa Aku Diuji
Kang Rashied beserta istri
Tak hanya Kang Rashied, istri Beliau yang senantiasa mendampingi juga memberikan sharing di sesi terakhir untuk para Bunda yang hadir. Beliau mengingatkan untuk:
  • Mendengarkan anak: dengarkan anak sampai selesai bercerita terlepas benar atau salahnya
  • Rangkul anak: sisipkan pesan, nasihat layaknya kita seorang sahabat tapi mereka tetap menaruh hormat
  • Doakan anak selesai salat agar dijaga oleh Allah SWT: dengan menyebutkan nama jelas dan hajatnya
  • Tetap fungsikan Ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya dan Bapak sebagai kepala sekolah. Jadi sinergi keduanya dalam pengasuhan anak penting adanya.
Sehingga Insya Allah akan lahir generasi yang Hi-Tech dengan hati yang Hi-Touch! Aamiin!

Di akhir acara Kang Rashied memberikan tips 3 skill yang mesti dipunyai seorang perempuan agar menjadi istri yang selalu disayangi suami dan Ibu yang dirindukan anak-anaknya, yaitu:
  • Berlatih memasak: makanan seorang ibu yang dibumbui cinta akan melekat di hati suami dan anak-anaknya
  • Berlatih memijat: saat suami/anak pulang dari berkegiatan, pijatan seringkali bisa jadi pembuka percakapan.
  • Berlatih mendengar: meski perempuan lebih ingin didengar, tapi pada suami dan anak berusalah menjadi pendengar.
[waduuuh..ketiga-tiganya saya enggak ahli ini..hihihi]

Akhir kata, tausiah ditutup dengan mengingatkan bahwa hendaknya kita selalu ingat saat mendapat ujian bahwa semua ini hanyalah titipan. Jadi jika Allah mengambilnya, ucapkanlah Innalillahi dan jika diberi jangan lupa Alhamdulillah. 

Kang Rashied
Pulang pengajian, foto dulu sama teman

Wassalamualaikum,

Dian Restu Agustina

#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike10
#TemaBebas

Berkunjung ke Museum Nasional Indonesia





Hari Minggu yang lalu, saya sekeluarga mengunjungi Museum Nasional Indonesia ( a.k.a. Museum Gajah) yang berlokasi di Jalan merdeka Barat No.12 Jakarta Pusat.

Sebelumnya, sudah pernah sih saya mengunjunginya. Tapi karena si Adik sedang mendapatkan materi 'Museum" untuk pelajaran PLBJ(Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta), biar lebih mantap gambarannya, jadilah pergi ke sana lagi. Apalagi saya juga sedang ada pilihan tema untuk #SatuHariSatuKaryaIIDN tentang Mengunjungi Museum. Jadi pas sekali!

Museum Gajah

Mueum Nasional yang mulai dibuka untuk umum sejak 1868 ini, kini terdiri dari dua gedung. Gedung A(Gedung Lama/Cagar Budaya), saat ini sedang ditutup untuk alasan revitalisasi sejak 3 Januari 2017 sampai 31 Agustus nanti. Dan, Gedung Arca (Gedung B) yang tetap bisa dikunjungi sejak diresmikan pada 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Museum ini lebih dikenal sebagai Gedung Gajah atau Museum Gajah lantaran adanya patung gajah perunggu di halaman depan museum yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand, yang berkunjung ke tempat ini pada tahun 1871.

Museum Gajah

Jika kita datang dari arah depan, Gedung Arca berada di sebelah kanan. Dengan pintu masuk yang ditandai dengan loket penjualan tiket. Harga tiket untuk dewasa adalah sebesar 5 ribu, anak-anak 2 ribu dan wisatawan mancanegara 10 ribu. 

Di sisi pintu, ada petugas penjaga buku tamu yang akan memberikan buku saku Museum Nasional. Lalu, kita akan memasuki pintu dengan melewati pintu pemeriksaan. Oh ya, tiketnya ingat disimpan, ya. Karena ada denah lokasi yang bisa jadi panduan saat di dalam area.

Tertera juga pada tiketnya, waktu operasional museum yaitu setiap hari, kecuali hari Senin dan Hari Besar tutup. Untuk waktu bukanya, dari pukul 8 pagi sampai 4 sore, kecuali Sabtu-Minggu sampai pukul 5. 

Museum Gajah
Tiket dan buku saku
Oh ya, jika kita memakai kendaraan pribadi, ikuti saja petunjuk arah parkir menuju basement dan masuk melalui pintu di lantai bawah. Lalu, naik tangga untuk menuju lantai satu ke area lokasi museumnya. Parkiran ini cukup luas meski kondisinya tidak rapi(banyak barang numpuk di sana-sini). Dan sayangnya, jika lewat pintu ini tidak ada pemeriksaan yang memadai karena semua pengunjung bisa langsung asal masuk saja.

Di area lantai satu, ada ruangan luas dengan panggung yang di atasnya ada satu set gamelan lengkap. Memang, di tempat yang disebut lobby kaca ini, ada agenda rutin bagi pengunjung yang ingin mengikuti sekolah tari, berlatih gamelan dan kegiatan lainnya, yang bisa diikuti secara cuma-cuma. Juga ada beberapa jadwal dan agenda kegiatan yang diadakan secara berkala maupun temporer yang juga tidak dipungut biaya.

Bagi yang berminat, biar enggak ketinggalan jadwalnya, ikuti saja akun sosial media Museum Nasional Indonesia. Boleh via FacebookInstagram atau Twitter yaaa..!

Museum Gajah

Lalu, kita akan menuju ke ruang pamer di lantai satu, yaitu Ruang Manusia dan Lingkungan. Di sini kita akan disambut dengan deretan gambar dan koleksi beserta penjelasan, tentang masa awal mula manusia dan kehidupannya di masa prasejarah. 

Mulai dari era Manusia Purba yang ada sejak sekitar 2 juta tahun lalu yang mengalami proses evolusi. Dimana akan selalu ada spesies yang bertahan dan ada pula yang punah dari muka bumi. Ada pula urutan tentang terbentuknya kepulauan Indonesia yang dulunya menyatu dengan beberapa kawasan di Asia Tenggara. Yang didukung oleh bukti penemuan jenis manusia dan fauna yang sama.

Museum Gajah
Kehidupan manusia purba

Kemudian ada penjelasan tentang proses migrasi manusia dan fauna beserta penyebarannya. Juga bagaimana mereka berubah, berkembang dan bertahan. Dimana daerah tropis seperti wilayah Indonesia memang menjadi tempat favorit hunian di alam purba.

Karena itulah, disebutkan bahwa, dua tempat di dunia yang paling fenomenal dalam sejarah perkembangan biologis manusia adalah Afrika dan Indonesia.

Selain itu di lantai satu, kita juga bisa menyaksikan peragaan kubur prasejarah Gilimanuk, replika kehidupan manusia gua beserta guanya, tulang paha dan tengkorak manusia purba dan beberapa replika lainnya.

Museum Gajah
Tulang tengkorak dan paha Manusia Jawa
yang ternyata sudah bisa berdiri tegak

Setelah puas menelaah kisah perjalanan manusia di masa prasejarah, berikutnya kita bisa naik ke lantai dua dengan menggunakan eskalator atau lift yang tersedia. Lantai kedua ini adalah Ruang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Di lantai ini ditampilkan koleksi seputar dua subsistem kebudayan manusia yang saling berkaitan yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beberapa aspek yang disajikan diantaranya:

- Aksara dan Bahasa: perkembangan kecerdasan manusia diawali dengan bahasa isyarat, bahasa lisan kemudian baru bahasa tulisan(aksara). Dan, tulisan pertama kali dikenal sekitar 5000 tahun lalu. Dengan kata lain, 90 % masa yang dilalui manusia adalah masa nirleka/prasejarah/sebelum dikenal tulisan.

Museum Gajah
Perkembangan aksara India di Asia Tenggara
- Sistem Hukum di Indonesia: penerapan hukum di Indonesia pada masa lampau terdapat dalam beberapa prasasti yang berisi keputusan pengadilan dan keterangan tentang berbagai tindak pidana dan perdata. Beberapa naskah yang ditemukan merupakan naskah olahan dari kitab hukum India. Lalu saat mulai ada pengaruh Islam, hukum berdasarkan pada Al Quran dan Al Hadits. Dan, saat pemerintahan kolonial Belanda sudah berlaku semacam undang-undang.

Astronomi dan Navigasi

Museum Gajah

- Arsitektur

Museum Gajah
Rumah adat Tongkonan, Sulawesi Selatan

- Pengobatan dan Pengolahan Makanan:

Museum Gajah
Kotak obat, Batavia
Museum Gajah
takaran beras, kendi, wadah makanan


-  Alat Perlindungan

Museum Gajah

- Alat Komunikasi

Museum Gajah

- Alat Produksi


Museum Gajah
Alat pembuatan gong
- Ekonomi


Museum Gajah
Sandal kayu, alat pembawa hasil panen
- Alat Transportasi

Museum Gajah

Setelahnya, kita bisa menaiki tangga menuju lantai ketiga museum yang merupakan Ruang Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman.

Di sini ditampilkan koleksi berbagai artefak sebagai bukti kehidupan masyarakat yang menghuni kepulauan Indonesia sejak 1,8 juta-10.000 tahun yang lalu.

Artefak ini ada yang merupakan peralatan sehari-hari, perhiasan, prasasti, benda religi, benda simbol kekuasaan, pakaian dan lainnya.

Dan dari sini, diketahui bahwa masyarakat pada masa sejarah masih cenderung egaliter. Sementara di jaman sejarah sudah terbagi dalam golongan-golongan. Demikian juga pola untuk pemukiman.

Museum Gajah
Nekara, perunggu, NTB
Sejak manusia menempati gua sekitar 60 ribu tahun lalu, tatanan sosial mulai terbentuk meski sederhana dan hanya berupa lingkup keluarga. Seperti ada yang bertugas berburu, memimpin kelompok dan lainnya.

Lalu, muncul tradisi pertanian yang membuat manusia mulai menempati lahan terbuka dengan perkampungan sederhana dan pertanian menjadi kegiatannya.

Berlanjut pada tatanan kemasyarakatan yang menuju ke arah lebih spesifik dimana ada spesialisasi dan profesi. Sejalan dengan ini, ada pola penguburan tertentu dengan bekal kubur yang selalu disertakan pada kubur prasejarah yang ditemukan.

Museum Gajah
aktivitas penguburan
Selain itu ada pula ditampilkan tentang aspek perhiasan yang merupakan benda-benda yang digunakan untuk mempercantik dan merias diri. Benda ini juga dijadikan simbol status sosial, kekayaan, kekuasaan dan benda warisan dari bangsawan untuk keturunannya.

Bentuk perhiasan beraneka rupa dapat berupa perhiasan badan berupa tato, mahkota, ikat pinggang, ikat kepala, anting-anting, tusuk konde dan lainnya.

Museum Gajah
Hiasan rambut, Sulawesi Utara
Yang menarik adalah peralatan kenikmatan. Jangan harapkan seperti era kekinian, dimana peralatan kenikmatan adalah jika punya kuota internet yang lancar jaya dengan sambungan tanpa hambatan...kwkwkw

Yang dimaksud peralatan kenikmatan masa lampau adalah peralatan untuk menyirih. Ramuan yang terdiri dari daun sirih, kapur sirih, gambir dan buah pinang akan ditempatkan pada wadah khusus. Wadah inilah yang beragam yaitu dari bambu, kayu, buah labu dan aneka logam.

Selain itu ada kenikmatan lainnya yang biasanya digemari kaum pria yaitu merokok dengan pipa.

Museum Gajah
Pekianangan, Kalimantan
Masih di lantai yang sama, ada aspek Simbol Kekuasaan. Dimana kekuasaan yang dimiliki seorang penguasa dipresentasikan dalam bermacam simbol yang pada umumnya berupa benda yang akan menambah wibawa sang penguasa. Wujudnya ada yang berupa mahkota, tahta, pakaian kebesaran, senjata dan benda lainnya.


Sementara untuk koleksi tentang Peralatan Rumah Tangga yang ada, ditampilkan mulai dari yang berbahan tanah liat bakar, kayu, bambu dan logam.

Sedangkan untuk pola pemukiman disertakan penjelasan tentang pemukiman masa prasejarah dimana manusia memiliki pemukiman yang masih sederhana. Kemudian berkembang menjadi beraneka bentuk arsitektur bangunan tradisional. Dimana ragam hiasnya mengandung makna yang terkait dengan status sosial, kesuburan, pembawa keberkahan, penolak bala dan lainnya.

Museum Gajah

Beberapa koleksi tentang Pakaian, Pekerjaan, Masa Kolonial dan beraneka aspek kehidupan sosial ada juga di lantai ini.

Berlanjut ke lantai berikut, lantai 4 yang merupakan Ruang Khasanah Emas dan Keramik.

Tapi, karena alasan keamanan, pengunjung tidak diperbolehkan memotret di area ini. Maklum, isinya barang berharga diantaranya emas peninggalan jaman dulu kala.

Di sini bersiaplah dibuat terheran-heran, lantaran membayangkan beratnya perhiasan yang musti dipakai oleh raja dan kaum bangsawan. Ada hiasan kepala, leher, dada, perut, lengan, gelang, kaki dengan ukuran dan berat yang lumayan.  

Dan,.... saya dan keluarga pun puas berkeliling Museum Nasional. Kami kembali turun ke bawah, karena ingin pepotoan di depan gedungnya. Dimana ada karya seni yang tepat berada di bagian tengah halaman museum. Sebuah patung tembaga berbentuk pusaran air dengan orang-orang yang tampak hanyut dalam pusaran, karya Nyoman Nuarta yang diberi judul Ku Yakin Sampai Di Sana. 

Museum Gajah

Kembali ke arah dalam, kami turun lagi ke parkiran. Sambil singgah di kios souvenir yang ada di dekat tangga. Sayangnya lokasinya kecil mungil, tak sepadan dengan besar museumnya. Di sini dijual berbagai cenderamata khas Jakarta, buku tentang Museum Nasional dan beraneka makanan dan minuman.

Museum Nasional masih terus berbenah diri. Nanti saja jika Gedung Lama sudah jadi, Insya Allah saya akan berkunjung lagi.

Sedikit masukan dari hasil kunjungan:
  • Sebaiknya pengamanan diperketat lagi. Mengingat berharganya berbagai koleksi yang dimiliki. Pengalaman saya berkunjung ke museum besar misalnya, Musée du Louvre dan Musei Vaticani, setiap pengunjung dan bawaannya harus melewati screening body dan metal detector untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Kios Cenderamata semoga bisa dibuat lebih layak tempatnya, sehingga memudahkan pengunjung untuk mendapatkan kenang-kenangan sepulang dari Museum Nasional
  • Kebersihan lokasi terutama toilet mohon ditingkatkan. Saya melihat ada wisatawan asing yang kebingungan karena tidak ada tisu dan cairan pembersih tangan. 
  • Semoga makin banyak koleksi, karena beberapa spot terlihat kosong lantaran benda koleksi dipakai untuk pameran temporer. Dan, luasan museum yang masih cukup sebenarnya untuk koleksi tambahan 

Akhir kata, semoga minat masyarakat Indonesia untuk mengunjungi museum makin meningkat. Disertai dengan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan museum beserta isinya. Bagaimana pun juga dengan terawatnya museum dapat merawat juga warisan kebudayaan masyarakat di Indonesia pada masa lampau. Dengan demikian, ingatan generasi masa kini dan masa depan terhadap sejarah bangsanya tidak mudah terhapus dari pikirannya

Yuk ke Museum Nasional kita...!😍





Happy Traveling ~ Happy Sharing

Dian Restu Agustina


#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike9
#TemaTraveling
#MengunjungiMuseum

Kediri Selalu di Hati!



Desaku yang kucinta... Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda... Dan handai taulanku

Tak mudah kulupakan.... Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan... Desaku yang permai 


(Desaku, Ibu Soed)


Hola semua...Bagaimana akhir pekannya? Semoga bikin hepi dan jadi mood booster untuk mengawali pekan ini yaaa...Aamiin

Memang teman-teman biasa kemana tiap akhir pekan?

Kalau saya sekeluarga biasanya Sabtu malam perginya. Entah cuma mau makan di luar atau jalan kemanaaaa...Tapi masih di dalam kota. Kami jarang sekali pergi ke luar kota saat akhir pekan, karena tanggung waktunya. Kalau niat mau jalan jauh, seringnya pas ada long weekend. Jadi, jika di kalender ada merah berjejer-jejer, barulah perginya jauh dari rumah. Alasannya, kalau cuma semalam, lebih banyak macet di jalan. Sehingga capek rasanya jika Senin sudah kembali berkegiatan.

Tapi, itu enggak berlaku saat liburan sekolah tiba. Saya dan suami beberapa tahun terakhir ini menjadwalkan pulang kampung di setiap liburan. Kalau bisa, ya berempat pulangnya. Kalau suami sedang tidak bisa cuti, ya saya sama anak-anak saja yang pergi.

Alasan kenapa tiap liburan selalu pulang adalah agar anak-anak kenal dan dekat dengan Kakek-Nenek dan saudara-saudaranya. Mumpung tinggalnya di Jakarta yang relatif dekat jaraknya untuk pulang ke Kediri dan Madiun. Ini mengingat sebelumnya saya dan keluarga tinggal di luar Jawa dan di luar negeri. Sehingga pulang kampungnya hanya bisa sesekali.

Keputusan untuk selalu pulang ke Kediri dan Madiun saat liburan tak hanya membuat anak-anak senang, tapi Ibunya juga lebih senang lagi. Ya, Kediri memang kota istimewa yang selalu ingin saya kunjungi.  

[Tapi kenapa Kediri sih? Bukankah sudah tinggal dan pergi kemana-mana? ]

Iya sih..Kalau dihitung-hitung saya tinggal di Kediri dari lahir sampai lulus SMA, berarti sekitar 18 tahun. Sisanya, hampir 24 tahun di beberapa tempat yang berbeda. Tapi Kediri tetap punya porsi istimewa di hati saya. #eaaaa

Mengapa?

Karena Kediri: Kota Tempat Saya Dilahirkan dan Dibesarkan

Dian Restu Agustina
Mbak Putri, Bapak, Ibu, dan saya enam bersaudara, 1982
Karena, saya dilahirkan dan dibesarkan di Kediri. Meski saat saya lahir, orang tua masih tinggal di rumah Mbah Putri, tapi sejak umur 2 tahun saya sudah diajak pindah ke rumah orang tua saya sendiri. Jadi, ingatan akan rumah tempat saya dibesarkan yang sampai saat ini masih ditempati Bapak dan Ibu begitu melekat di hati. Bersama kelima kakak yang perempuan semua. Dengan kamar yang hanya tiga. Satu untuk Bapak Ibu, dua untuk kami berenam, masing-masing tiga orang. Meski Umpel-umpelan tapi hati senaaaang!

Karena semua perempuan, jadi saya berenam(juga Ibu) terbiasa sepanjang hari cekikikan. Ramainyaaa! Menjadikan Bapak saya yang pendiam, makin tak terdengar suaranya. hahaha

Kami berenam terbiasa saling tukeran juga lungsuran baju dan barang lainnya. Juga makan barengan bahkan kadang kembul dari wajan. Pokoknya rumah enggak pernah sepi dah...! 

Nah, kenangan masa kecil yang indah itulah yang membuat saya selalu ingin datang dan datang lagi. Dengan membawa setangkup rindu heuheu...

Bedanya kini, saya tak hanya berkumpul berdelapan di rumah Bapak dan Ibu. Tapi jika ngumpul semua, sekarang sudah menjadi 28 orang beserta mantu dan cucu. Seruuuu!

Karena Kediri: Mengabadikan Banyak Kenangan


Dian Restu Agustina
Ultah emas pernikahan Bapak Ibu tahun 2013
Kediri menyimpan banyak kenangan akan mantan masa kecil saya yang membahagiakan. Kenangan akan Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dan mendidik saya dengan limpahan kasih sayang sampai jadi seperti ini. Orang tua yang selalu ada kapanpun saat saya membutuhkan sosoknya. Dan yang selalu menunggu kepulangan saya dengan rasa rindu yang tak terhingga.

Lalu, kenangan akan kebersamaan bersama kakak-kakak saya, yang kalau diulang ke belakang rasanya saya enggak tahu harus berucap apalagi akan nikmat Allah yang demikian hebat. Mereka semua selalu mendukung saya apapun kondisinya. Senantiasa ada di saat saya memerlukan bantuan. Juga enggak pernah ada perselisihan sampai kami beranak (dan hampir) bercucu-seorang kakak saya sebentar lagi, Insya Allah, sudah menimang cucu.

Selain itu, kenangan akan rumah dengan pernak-pernik yang tak banyak berubah. Memang rumah Bapak dan Ibu sudah mengalami penyesuaian di sana-sini. Tapi kenangan akan rumah yang menjadi awal perjalanan saya sebagai manusia meninggalkan memori tersendiri. Begitu juga beberapa barang masa belia yang masih tersimpan di sana. Bahkan pernah  nemu di lemari, diary saya saat SMP yang membacanya pun jadi geli sendiri hihihi. Meski sebagian besar sudah tak tersimpan lagi, tapi berbagai kisah di rumah itu tetap membayangi saat saya pulang ke Kediri.

Karena Kediri: Menyimpan Kenangan Akan Teman-Teman

Kota kediri
Reuni kelas SMP 4 Kediri Angkatan '91
Meski sudah punya banyak teman baru di berbagai tempat yang berbeda, bukan berarti saya melupakan teman lama. Hanya saja, karena tak pernah lama pulangnya (karena waktunya harus dibagi dua, ke Kediri dan Madiun), maka seringnya saya jarang berjumpa dengan teman-teman lama. Tapi paling tidak jika ada acara reuni, Insya Allah saya hadiri.

kota Kediri
Reuni Alumni SMA 1 Kediri Angkatan'94
Karena Kediri: Mencatat Kenangan Akan Banyak Tempat

Begitu banyak tempat di Kediri yang sampai saat ini enggak berubah sama sekali. Dan saya senang saat melewatinya sambil membatin dulu pernah ngebakso di situ sama gebetan teman-teman. Sempat lompat pagar sekolah karena pengin jajan lantaran bosan dengan menu buka puasa saat ikut Pesantren Ramadan. Juga, mengucap syukur tiada henti saat lewat sebuah toko baju yang dulu jangankan bisa beli, masuk saja enggak pernah karena tak mampu.

Dan begitu banyak tempat di Kediri yang dulunya menjadi bagian dari perjalanan hidup saya sejak belia hingga tumbuh menjadi menjadi perempuan dewasa seperti saat ini. Sehingga, saat pulang dan ada waktu luang, saya akan mendatangi lagi tempat-tempat tersebut untuk melihat kondisinya terkini.

Karena Kediri: Punya Aura yang Tak Tergantikan 

Suasana Kediri meski kini juga dibumbui kemacetan di sana-sini, tapi jauh lebih menenangkan daripada Jakarta. Begitu banyak hal yang mebuat saya masih merasa damai, nyaman dan selalu rindu akan pulang. Kesederhanaan orang-orang dan kebiasaan yang dijalankan enggak banyak berubah. 

Nah, beberapa alasan itulah yang membuat saya menjadikan Kediri, kota istimewa yang selalu ingin saya kunjungi. Karena Kediri selalu di hati....💝

Lalu, bagaimana denganmu temans? Adakah tempat istimewa yang selalu terpatri di jiwa?😍


Salam dari cah Kediri yang merantau ke Jakarta,

Dian Restu Agustina



#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike8
#TemaTraveling
#Tempat/KotaIstimewayangSelaluInginDikunjungi


Tips Packing Cerdas Anti Malas


Packing like a pro

Saya hobi traveling, tapi sering malas untuk packing. Hiks!

[Ada enggak yang kayak saya?😀]

Perginya mau...Eh nge-pack barang bawaannya.. ntar dulu melulu! 

Sejujurnya, kalau ada yang nanya siapa yang lebih rapi jali packingnya, suami atau saya, saya akan jawab dengan pasti: Suami! hihihi

Sebenarnya sih ada alasannya. Sejak sebelum menikah, dia sudah sering berpindah juga dinas ke luar kota. Otomatis dia harus nyiapin sendiri barang yang akan dibawa. Nah, setelah menikah dengan saya, dia termasuk tipe mandiri kalau urusan packing-memacking ini. Seingat saya, dari manten baru pun dia langsung beberes koper dan baju sendiri jika akan pergi. Tapi, jika perginya sama saya, barulah saya yang turun tangan untuk urusan pengepakan. Dan itu selalu bikin kepala saya nyut-nyutan lantaran selalu kebingungan. Mau bawa baju yang mana, jumlahnya berapa, apalagi yang harus dibawa, ada yang ketinggalan atau sudah masuk semua....Ah!

Kadang heran juga sama suami, kok dia itu packingnya bisa rapi, ringkas dan cerdas gitu yaaak? Hm, bukannya muji suami sendiri sih..kwkwkw

Tapi, akhirnya lambat laun saya bertekad untuk mempelajari tips & trick packing cerdas yang enggak bikin malas. jadi kalau mau pergi enggak kebingungan lagi.

Apa saja itu? Yuk, kalau kamu mau tahu!

Simpan Surat di Tempat yang Tepat

Paspor, dompet, tiket dan dokumen penting lainnnya, lebih baik disimpan di tas yang selalu menempel dengan tubuh kita. Apakah itu sling bag ataupun tas pinggang. Tujuannya agar mudah dicari saat diperlukan. selain itu kalau kita jadikan satu, misalnya di ransel yang kita sandang, khawatirnya pas mau apa, taruh tas di meja, diambil deh sama tamu tak diundang. Dan, hilang!

Kalaupun misalnya tetap masuk ransel/tas, simpan jadi satu di sebuah document/passport keeper untuk mempermudah mencari dan menghindari dari tumpahan cairan. 

Oh ya, ingat paspornya di fotocopy dan di scan dulu. Dompet juga isinya enggak perlu terlalu banyak. Yang kira-kira cukuplah dengan itinerary kita. Toh, biaya untuk segala hal yang dipesan sudah dibayar. Jika ada kurangnya, bisa ambil di ATM di sana. ATM dengan logo kartu tertentu bisa dipakai di ATM mana saja yang berlogo sama. Lalu, jika rencana mau pakai kartu kredit juga, ingat menginformasikan ke pihak bank sebelumnya. Bahwa akan ada pemakaian sekian hari di tempat tujuan ini (khusus yang pergi ke luar negeri)

Packing like a pro
passport organizer - sling bag
Periksa Aturannya

Periksa aturan kuota jika naik pesawat atau kereta. Karena ada aturan tertentu yang berlaku. Misalnya untuk kelas ekonomi hanya boleh berapa kilogram bagasi. Atau berapa banyak tas tentengan yang bisa dibawa masuk ke dalam kabinnya. Ini untuk menghindari kelebihan barang bawaan yang ujung-ujungnya sisanya musti kita bayar...Sayang, kan? Mending nanti pas pulangnya, over baggage karena bawa cenderamata .😀

Buat Daftar Barang Agar Enggak Ketinggalan dan Tertukar

Lebih baik kita buat checklist barang apa saja yang dibawa. Catatan ini akan kita bawa serta, untuk memeriksa kelengkapannya selama di sana dan saat akan kembali nanti. Apalagi jika perginya nanti sama keluarga atau teman dan pakaian dicuci barengan. Selain itu, ini juga untuk mengantisipasi ada barang bawaan yang ketinggalan. Oh ya, biar gampang bisa juga dicatat di smartphone saja, hitung-hitung paperless kan, ya?

Packing like a pro

Bawa Tas yang Pas

Mau koper atau ransel semua kembali pada pertimbangan masing-masing. Karena memang musti disesuaikan dengan: waktu perjalanan, jenis kegiatan, cuaca di tempat tujuan dan tipe kepribadian. Lantaran pilihan tas ini sifatnya personal, jadi enggak perlu eyel-eyelan...😉

Packing like a pro
Ransel atau koper?

Sisihkan Barang Bawaan

Keluarkan barang yang akan dibawa dan sisihkan dulu saja. Untuk jumlahnya bisa dipakai rumus sederhana: 1 bawahan+2 atasan. Agar enggak kebanyakan. Bisa dicoba periksa. mungkin enggak nanti nyuci di sana. Kalau ternyata bisa, malah Alhamdulillah..enggak perlu bawa baju berlimpah. 

Selain baju, alas kaki pun perlu. Pilih yang nyaman dan bisa dipakai di setiap aktivitas kita. Kalau ternyata perlu, untuk cadangan bawa satu. 

Sedangkan untuk warnanya, warna yang netral saja agar mudah dipadupadankan sehingga enggak butuh banyak bawaan.

Oh ya, bisa diperiksa juga cuaca di tempat tujuan, dan sesuaikan dengan jenis pakaian. Jangan sampai kita kedinginan dan terpaksa beli baju hangat di sana, padahal di rumah sudah punya.

Lipat atau gulung? Tergantung!

Kalau baju yang terbuat dari bahan kaos agar enggak kusut: digulung. Kalau itu kemeja, jeans, jacket, sweater: dilipat. Lalu tata sedemikian rupa paduannya. Jika bawa ransel, yang dilipat taruh di bagian bawah dan yang bergulung di atasnya. Sedangkan jika memakai koper, yang lipatan paling dasar+yang digulung+yang dilipat lagi.

Pakaian Tebal Kenakan di Jalan

Jika ada jacket yang akan dibawa, biar enggak menuh-menuhin tas ya pakai saja. Juga sepatu olahraga misalnya, sementara sandal atau flat shoes-nya taruh di koper saja. Dengan begitu akan tersisa banyak tempat untuk barang lainnya, oleh-oleh misalnya.


Bawa Toiletries yang Praktis

Hindari bawa sabun mandi yang botolnya segede gaban. Karena bakal bikin tas kita kepenuhan. Bawa saja kemasan kecil, syukur-syukur di tujuan di hotel disediakan. Jika enggak ada, beli saja di sana. 

Oh ya, untuk yang berupa cairan, ingat batasnya 100 ml saja jika masuk kabin pesawat. Lebih dari itu masuk ke bagasi.

Peralatan mandi dan perawatan diri bisa dikemas dalam kantong/dompet mini. Misalnya, pouch seperti di bawah ini, yang akan membuat packing toiletries jadi praktis.

Packing like a pro
dok: pribadi

Ingat Sisakan Tempat

Sisakan ruang untuk belanjaan dari tempat tujuan. Siapa tahu begitu lihat aksesoris unyu-unyu saat di Bali, ingin beli. Atau nemu ulos cantik di Parapat, enggak mau kelewat. 

Bawa Tas Ekstra

Bawa tas ekstra (tas plastik, tote bag) yang berguna sebagai tempat pakaian kotor. Juga akan berguna jika ada tambahan barang dari sana. Oh ya, kalau perginya ke Eropa, di beberapa negara, saat groceries biasanya tidak diberi tas belanja.

Sebagai contoh tas ekstra/pocketable backpack/tas lipat seperti di bawah ini:

Packing like a pro
dok: pribadi

Yuk, kalau mau pergi packing dulu...Usir rasa malasmu dengan tips packing cerdas di atas. Kalau tetap malas-malasan, bayangkan saja travelingmu bakal menyenangkan! Okeeeee?

Happy Packing ~ Happy Traveling,

Dian Restu Agustina


#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike7
#TemaTraveling
#TipsPackingPraktis

RPTRA Menara

 Tempat Wisata Asyik di Dekat Rumah yang Murah Meriah


RPTRA


Holaaaa...jangan bosan sama saya ya..

Saya update blog setiap hari karena lagi ikut seseruan #SatuHariSatuKaryaIIDN. Dan, meski agak ngos-ngosan, harus tetap semangat dong menuntaskan tantangan! Yuk mariiii..!😍

Untuk tema hari ini, saya pilih Tema Traveling (lagi hihihi..), dengan sub tema "Tempat Wisata Asyik di Dekat Rumah"

Hm..tema yang menggoda! Tapi, tunggu dulu..Memang wisata itu bukannya harus yang pakai moda, tertentu jaraknya, ada tulisan obyek wisata dan beberapa kriteria lainnya?

Enggaklah! 

Nih ya, berwisata menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti "1.bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dsb); bertamasya; 2. piknik"

Tuh, enggak ada kan kalimat harus naik pesawat, musti ke Bali juga bawa ransel atau koper. Karena, asalkan tujuannya untuk bersenang-senang, nambah pengetahuan dan p i k n i k... Itu namanya sudah berwisata. Jadi, jauh dekat bukanlah ukurannya!

Nah, karena itulah, saya pastinya juga pernah mengajak anak-anak berwisata di dekat rumah. Sehingga mereka enggak hanya tahu yang jauh-jauh seperti pulang kampung ke Kediri dan Madiun atau ke luar negeri saat ada rejeki. Jangan sampai yang jauh saja sudah, eh malah belum yang di dekat rumah...kwkwkw

Oh ya, tempat tinggal saya di Jakarta Barat punya banyaaak sekali tempat tujuan wisata. Tempat yang murah meriah (tanpa ada retribusi sama sekali) adalah taman kota atau RTH(Ruang Terbuka Hijau) dan RPTRA(Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Keduanya booming sejak diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama. 

Diantaranya, saya sudah pernah mengunjungi Taman Cattleya, sebuah taman lama yang konsepnya diperbarui dan RPTRA Kalijodo yang terkenal seantero Indonesia.

Sayangnya untuk menuju kedua tempat itu, saya masih perlu naik kendaraan. Jadi sebenarnya enggak dekat banget juga, kan?

Nah, beberapa bulan ini ada yang lebih dekat lagi dari rumah saya. Sebuah RPTRA yang berkonsep sama dengan Kalijodo meski dengan lahan yang lebih kecil yaitu 1500 meter persegi.

Namanya: RPTRA Menara

[Namanya unik ya? Tapi, mengapa Menara?] 

Karena letaknya di Jalan Menara RT 1/RW 5, Meruya Selatan, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11650

Dinamai Jalan Menara karena di sana ada sebuah menara milik salah satu stasiun TV ternama.

Dan, meski saya bukan termasuk warga kelurahan Meruya Selatan(saya warga Joglo-kelurahan sebelahnya), lokasi RPTRA ini lebih dekat dijangkau dari rumah saya. Jaraknya cukup dengan jalan kaki atau naik motor jika sekalian ke arah anak-anak sekolah.

Letaknya sendiri di pinggir jalan raya sehingga memudahkan aksesnya. Motor bisa parkir berjejer di depan pintu masuk (terletak di sisi jalan yang satunya, bukan jalan raya) dan tersedia pula parkiran sepeda di bagian dalam area.

Meruya Selatan

Begitu memasuki sisi kiri pintu akan kita dapati area bermain anak-anak yang dilengkapi rak untuk meletakkan alas kaki. Pengunjung memang diharuskan melepas alas kaki untuk bermain di area bermain ini. Juga, tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman saat memasukinya. Semua untuk menjaga kebersihan area.


Di area bermain ini, ada seluncuran, ayunan dan mainan goyangan tooter. Karena masih baru, mainannya masih bersih dan mengkilap catnya. Bagian lantainya juga dilapisi bahan empuk sehingga aman bagi balita yang bermain di sana. 

Oh ya, di sekeliling area ada jalan setapak yang bersih dan rapi. Juga dilengkapi beberapa tanaman hias yang mayoritas belum seberapa tinggi. Maklumlah, tempat ini baru diresmikan pada bulan Oktober 2017 lalu oleh Gubernur DKI saat itu, Djarot Syaiful Hidayat, bersama beberapa RPTRA lainnya di sekitar Jakarta.

RPTRA

Lalu, menuju ke sisi kanan, ada sebuah lapangan futsal yang dilengkapi tempat duduk untuk penonton. Terlihat beberapa anak semangat bermain bersama dan saling mengoper bola. Seruuuu!

RPTRA

Mengarah ke sisi paling kanan ada bangunan memanjang dengan ruang-ruang yang tertera nama di bagian pintunya. Yang pertama ada Pantry yang dilengkapi peralatan memasak sederhana untuk pengelola. Memang di RPTRA ini akan selalu ada petugas jaga yang bertugas bergantian selama jam operasional yaitu dari pukul 5 pagi sampai 10 malam.

RPTRA

Di sebelah Pantry tadi, ada ruang pertemuan luas/aula terbuka yang bisa dipakai untuk kegiatan warga. Dimana kegitan rutin yang telah ada diantaranya senam Ibu-Ibu PKK tiap hari Sabtu sore dan Minggu pagi.

RPTRA

Sementara, di sisi aula ada sebuah ruangan kecil berukuran 3x4 meter yang berpapan nama Perpustakaan. Di dalamnya ada dua rak buku rapi beserta beberapa mainan yang terpajang. Ada seorang petugas jaga yang membersamai dan membacakan buku cerita pada beberapa anak di sana.

Koleksi buku yang tersedia bukan sembarangan melainkan buku-buku bermutu karya penulis cerita anak baik dari Nusantara maupun Mancanegara. Sehingga anak-anak pun terlihat antusias membacanya. Senang sekali saya melihatnya..!

RPTRA

Di deretan yang sama dengan Perpustakaan ada Ruang Pengelola yang dijaga satu petugas yang bertanggung jawab akan RPTRA Menara. Di sampingnya ada ruangan PKK Mart yang menjajakan hasil UKM di Kelurahan Meruya Selatan. Ada beberapa bros cantik, tudung saji unik, makanan ringan, coklat, es krim, tas decoupage,...Dengan harga berkisar antara 5-50 ribu rupiah. Muraaah!

Semua handmade by Ibu-Ibu PKK setempat. Diantaranya ada produk Kellor, makanan ringan yang dimix dengan daun kelor yang lagi naik daun itu...Ketjeeee dan kreatif! 

RPTRA

Di depan PKK Mart ini ada area refleksi kaki yang disediakan bagi pengunjung yang ingin melancarkan sirkulasi darah, menjaga kesehatan agar tetap prima dan membantu mengurangi rasa sakit dan kelelahan.

RPTRA

Sementara menyatu dengan PKK Mart, di sisi belakang, ada Ruang Laktasi yang dikhususkan untuk ibu dan bayi. Wah,..lengkapnya..!

Selain itu, RPTRA Menara juga dilengkapi beberapa tempat sampah di tiap sudutnya agar lingkungan sekitar tetap terjaga. Juga beberapa petunjuk dan peringatan agar pengunjung ikut menjaga kebersihan dan merawat taman.

RPTRA

Nah, enggak perlu jauh-jauh melangkah. Juga enggak usah pusing ngitung biaya wisata biar jatuhnya murah. Cukup langkahkan kaki saja sudah bisa berwisata. Dan, sekalian bela-beli untuk ikut memajukan UKM di sekitar rumah saya!

Apalagi kini di sekitar RPTRA Menara ada beberapa pedagang kaki lima yang memanjakan pengguna dengan makanan/minuman yang menggoda. Atau sekalian bisa beli bunga-bunga/tanaman hias yang dijual di banyak lapak di sekitar area. Ah, ternyata memang berwisata enggak perlu mikir jaraknya yaaaa...

Hei..kamu...yuk keluarlah... cari tempat wisata asyik di dekat rumah!😍

Buat yang di Jakarta hampir di tiap kelurahan ada RPTRA yaaa..Malah ada yang punya 2 atau 3 RPTRA!

Untuk yang di daerah banyak: taman kota, gua, pantai, sungai.....

Selamat Berwisata!
RPTRA
Pulang bawa tentengan!😀

RPTRA
Enak-enak..Murah lagi!



Happy Traveling Happy Blogging


Dian Restu Agustina

#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike6
#TemaTraveling
#TempatWisataAsyikdiDekatRumah