Jangan Lewatkan Tempat Wisata Berikut Saat Liburan Ke Banjarmasin!


Holaaaa Teman! Tahu Banjarmasin, kan?

Sebagai kota terbesar dan terpadat di Kalimantan, Kota Banjarmasin memiliki beraneka tempat wisata yang mampu menyedot perhatian baik Wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. Kota yang mendapat julukan Kota Seribu Sungai ini, makin membenahi sektor pariwisatanya yang menjadikannya makin ramai dikunjungi.

Apalagi kini kita enggak perlu pusing lagi dengan masalah transportasi, karena telah tersedia Kalstar Aviation yang menjangkau berbagai kota di Kalimantan dengan beragam rute penerbangan. Dan jika teman-teman tetap merasa kebingungan dengan moda apa yang harus digunakan, coba deh buka website Traveloka dan mencari tahu harga tiket pesawat di hari keberangkatan yang kita inginkan.

Oh ya, apabila teman-teman hendak berwisata ke Banjarmasin dengan menggunakan Kalstar Aviation, jangan lewatkan tempat wisata menarik berikut ini yaaaa:

Pasar Terapung Lok Baintan

Sumber; HaluanNews.com
Buat teman-teman yang merupakan generasi 90-an (yang sebaya saya😀), pasti masih hafal sekali dengan semboyan salah satu stasiun TV yang berlatar belakang pasar terapung. Nah, rupanya pasar terapung tersebut berada di Banjarmasin dan bernama Pasar Terapung Lok Baintan.

Pasar ini berlokasi di Sungai Pinang. Dimana konon kabarnya, pasarnya telah ada semenjak zaman Kesultanan Banjar. Berbeda dengan pasar terapung yang berada di Thailand, Pasar Terapung Lok Baintan ini hanya buka dari pukul 06.00 hingga 09.00 pagi waktu setempat. Jadi, pastikan teman-teman datang ke sini pada pagi hari jika ingin merasakan sensasi berbelanja di atas perahu-perahu kecil yang legendaris ini.

Wah, menarik sekali ini! Sangat berbeda dengan pasar yang biasa ada di daerah lainnya, misalnya di Kediri, kampung halaman saya! 

Museum Wasaka

Sumber: SMK Negeri 2 Banjarmasin
Waja Sampai Kaputing! Mungkin ada diantara teman-teman yang pernah mendengar istilah tersebut ketika menonton sepak bola atau saat berkumpul dengan teman yang berasal dari Kalimantan. Istilah ini adalah motto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan saat melawan penjajah dulu. Nah, untuk mengenang kisah perjuangan tersebut, dibangunlah Museum Wasaka agar masyarakat awam tahu beratnya perjuangan para pahlawannya. 

Museum Wasaka ini berlokasi di Kampung Kenang Ulu, Banjarmasin Utara. Di sini, teman-teman akan menemukan koleksi foto, mesin ketik tua, hingga teks proklamasi yang dibuat pada 17 Mei 1949. Oh ya, kita tidak dikenakan biaya sepeserpun untuk masuk ke museum bersejarah ini. Senangnya kalau mengunjungi museum yaaa, dengan biaya yang ringan kita bisa menambah pengetahuan .

Wisata Kuliner di Tepi Mahakam

Sumber: Kaltim Post - PROCAL.co
Belum ke Banjarmasin namanya jika belum merasakan Soto Banjar yang terkenal itu. Sebenarnya sih masih banyak pilihan kuliner yang ada di Banjarmasin. Tapi kini, teman-teman enggak perlu kebingungan lagi di mana harus berwisata kuliner di Banjarmasin ini. Karena pemerintah sudah menyediakan lahan khusus untuk pusat kuliner di tepian sungai Martapura. Kita bisa merasakan sensasi makanan khas yang menggoyang lidah dengan pemandangan sungai Martapura yang bersih dan indah. Ditemani semilir angin yang sepoi-sepoi, tentu akan jadi kenangan tersendiri hingga nanti.

Kampung Sasirangan

Sumber: ANTARA News Kalimantan Selatan - Antaranews.com
Dan sebagai penutup perjalanan, teman-teman wajib mengunjungi Kampung Sasirangan yang didapuk sebagai pusat oleh-oleh dan ikon wisata terbaru Kota Banjarmasin. Di Kampung Sasirangan ini kita bisa membeli kain Sasirangan khas Kalimantan dengan harga yang terjangkau. Tak hanya kain, kita juga bisa berburu oleh-oleh seperti tas dan aksesoris khas Banjar lainnya untuk keluarga dan teman.

Akhirnya, jika ada kesempatan ke Banjarmasin, jangan lupa untuk mengunjungi beraneka tempat wisata tadi ya. Dan, pastikan juga untuk selalu mengecek tiket promo dari Kalstar Aviation untuk liburan yang lebih hemat!

Nah, buat yang berasal/tinggal  di Banjarmasin atau mungkin pernah ke sana, jika ada tambahan info, silakan bagikan di kolom komentar ya, temans!

Sementara buat yang belum pernah ke Banjarmasin, yuks... kapan kesana?💖


Selamat Berwisata,


Dian Restu Agustina



Bahagia Memasuki Usia Jelita dan Lolita



Alhamdulillah, hari Rabu, 28 Maret 2018 kemarin, saya berkesempatan menghadiri sebuah acara sarasehan yang diadakan oleh Jam'iyyah (Persatuan Orang Tua Murid) SMP Al Azhar 10 Kembangan yang bertemakan "Bahagia Memasuki Usia Jelita dan Lolita"

*Jelita dan Lolita..bukan nama perempuan ya..tapi: JElang LIma Puluh TAhun dan LOlos LIma Puluh TAhun!😀

Saat  mambaca selebaran dan spanduk pemberitahuan kegiatan seminar ini, hati saya tergelitik dan langsung tertarik. Betapa tidak, di usia saya yang 42 tahun saat ini, istilah Jelita memang mulai membayangi. Meski, saya masih 8 tahun lagi menuju ke angka 50 ini, tapi tak ada salahnya jika semua disiapkan sejak dini sehingga tidak kaget nanti. Apalagi saya sering membaca dan mendengar jika menghadapi usia Jelita biasanya diidentikkan dengan kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan jika tidak diantisipasi dengan pengetahuan dalam mengahdapi. 

Dan, ternyata benar adanya. Begitu banyak hal yang selama ini saya belum ketahui dan mengerti bisa saya dapatkan dari sarasehan ini. Alhamdulillah!

Nah, karena itulah saya ingin membaginya pada teman-teman, agar sesiapa yang sedang menuju Jelita, Lolita juga buat siapa saja meski masih jauh jalan ke sana, bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Juga buat para suami maupun yang nanti jadi suami bisa memaklumi apa yang terjadi pada istrinya di masa Jelita dan Lolita ini.

Bahagia memasuki usia Jelita dan Lolita
panggung acara

Acara Sarasehan ini dimulai pada pukul 08.30 dengan pembukaan oleh panitia dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pembacaan ayat suci Alquran. 

Lalu, dimulailah materi "Bahagia Memasuki Usia Jelita dan Lolita" dari segi Medis, yang dibawakan oleh dr. Deny Erfin SpOG. Beliau ini adalah dokter jebolan FK Ukrida yang selanjutnya menempuh pendidikan spesialis Obgyn (Obstetric&Gynecology atau Kebidanan&Kandungan) di Manila, Filippina. Saat ini, Beliau bertugas sebagai dokter pemerintah di Provinsi Banten.

Dokter Deny membawakan materinya dengan gaya santai dan pembawaan yang humble. Beliau beralasan jika seorang dokter kandungan itu memang seharusnya tidak kaku agar perempuan yang ingin konsultasi enggak malu-malu. Memang pergi ke dokter kandungan seringkali membuat perempuan segan. Pasalnya yang dikeluhkan adalah bagian dalaman yang mau enggak mau "terpaksa" membuat mereka harus buka-bukaan.


Dokter Deny mengawali dengan: apa yang sebenarnya terjadi pada usia Jelita dan Lolita ini, yakni:

💖 Ubanan
💖 Keriput
💖 Perubahan Bentuk Badan 
💖 Menopause

Nah, diantara keempatnya yang paling dirasa menyeramkan bagi perempuan adalah yang terakhir, Menopause!!

Lalu, apa sebenarnya Menopause itu?

Meno = Bulan + Pause = Penghentian Sementara 
Menopause : berhentinya masa menstruasi

Sebenarnya ada tiga fase yang akan dialami oleh perempuan pada  masa Jelita dan Lolita ini, yakni:

MENOPAUSE: haid terakhir yang dialami oleh perempuan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau pada lima puluh tahun.

KLIMAKTERIUM: masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa SENIUM dan terjadi pada perempuan berusia 40-65 tahun.

SENIUM: masa sesudah/pasca MENOPAUSE, ketika telah tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan perempuan dimana tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun psikis.

*gangguan vegetatif: gangguan berupa rasa panas dengan keluarnya keringat pada malam hari dan disertai perasaan jantung berdebar.

alur menstruasi

Sebelum melanjutkan ke pembahasan tentang Menopause, Dokter Deny mengajak peserta sarasehan untuk mengulik masalah menstruasi terlebih dahulu.

Dijelaskan, seperti pola pada gambar, bahwa perempuan mengalami beberapa fase saat menstruasi ini:

💧 Fase Pertama (Fase poliferasi)

Dimulai dari hari ke-5 pada saat menstruasi dan akan berlangsung sampai hari ke-14 pada setiap siklus menstruasi. Hormon esterogen mempunyai peranan penting pada masa ini. Kadar hormon esterogen akan menghambat FSH (Follicle Stimulating Hormone). Juga mendorong hormon LH (Luteinizing Hormone). Proses inilah yang menyebabkan lapisan darah di dalam rahim menebal. Pada fase ini sel telur menunggu sel sperma untuk membuahinya.

💧 Fase Kedua (Fase Ovulasi)

Fase dimana sel telur tidak dibuahi oleh sperma. Sel telur akan bertahan dalam waktu 24 jam, menunggu sel sperma untuk membuahinya. Jika sel telur tidak dibuahi, maka ia akan melepaskan diri dari tuba fallopi. Lalu menuju rahim sehingga akan hancur dan bersekresi pada dinding rahim.

💧 Fase Ketiga (Fase Luteal)

Hormon progesteron akan terlepas yang menyebabkan penebalan pada dinding rahim. Lalu terjadi kontraksi otot-otot rahim untuk mendorong dan mengeluarkan darah menstruasi. Fase ini juga ditandai dengan mood yang tidak stabil (PMS). 

💧 Fase Keempat (Menstruasi)

Pada fase ini dinding rahim yang tadinya tebal akan luruh dan keluar dari vagina. Sehingga terjadilah menstruasi yang siklusnya rata-rata adalah 28 hari.

Usia Jelita
dr. Deny Erfin SpOG

Selanjutnya untuk Fase Menopause, dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

💎 Pra-Menopause (4-5 tahun sebelum Menopause)
  • Usia sekitar 40 tahun
  • Siklus haid tidak teratur, terkadang disertai rasa nyeri
  • Pinggul melebar, penumpukan lemak perut
  • Gangguan emosi yang tidak stabil
  • Gangguan kulit
💎 Menopause (masa dimana terdapat gejala lanjutan dari fase Pra-Menopause sampai kepada berhentinya haid seorang perempuan)
  • Usia sekitar 48-50 tahun
  • Siklus haid tidak teratur, terkadang disertai nyeri sampai STOP berhenti.
  • Hot Flushes: rasa panas di daerah wajah sampai dada, kemerahan dan mengeluarkan banyak keringat, jantung berdebar, pusing, sakit kepala, vertigo
  • Gangguan psikis (konsentrasi menurun, cemas, enggak PD, susah tidur, libido menurun)
  • Perubahan pada kulit, payudara, organ reproduksi dan rahim
💎 Pasca Menopause (kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause)
  • Kerja hormon tyroid menurun
  • Myoma, kanker serviks, kanker payudara
  • Kanker usus besar
  • Penyakit jantung koroner

usia jelita
Early Menopause


Lalu bagaimana dengan perempuan yang sudah berhenti menstruasi di usia 40-50 tahun?

Itu disebut Early Menopause dimana menopause terjadi lebih dini, di usia kurang dari 50 tahun. 

Faktor-faktor penyebab Early Menopause ini adalah:
  • Kebiasaan Masturbasi
  • Merokok
  • Kurang Olahraga
  • Kurang Antioksidan
  • Stress
  • Pengopi Berat
  • Konsumsi Obat dalam Jangka Panjang
  • Alkohol
  • Terlalu Kurus
  • Pola Hidup yang Tidak Sehat
Cara Mengatasi Early Menopause:
  • Stop Masturbasi
  • Stop Merokok
  • Rutin Olahraga
  • Konsumsi Antioksidan
  • Jauhi Stress/Kelola Pikiran
  • Kopi Cukup 1-2 Cangkir Sehari
  • Minum Obat Seperlunya/Sesuai Petunjuk Dokter
  • Stop Alkohol
  • Berat Badan Ideal
  • Konsumsi Makanan yang Mengandung Fito Estrogen

usia jelita

Makanan yang mengandung Fito Estrogen:
  1. Biji Rami
  2. Tahu Tempe
  3. Kacang Kedelai
  4. Kedelai Yoghurt
  5. Biji Wijen
  6. Roti Gandum
  7. Susu Kedelai
  8. Buncis
  9. Bawang Putih
  10. Aprikot Kering
  11. Buah Plum
  12. Buah Prune
  13. Kurma
  14. Kubis Merah
  15. Kacang-Kacangan (Mete, Almond, Pictachio, Kacang Merah&Hitam)
Penatalaksanaan Menopause:

💐 Sedatif, Psikofarma (dosis obat/terapi untuk aktivitas mental)
💐 Psikoterapi (terapi mental)
💐 Balneoterapi (diet/pengaturan makanan)
💐 Terapi Hormon (umumnya lewat oral/minum)
💐 Rutin Papsmear (usia di atas 40 tahun setiap setahun sekali)

Selanjutnya, di akhir acara, ada Sesi Tanya Jawab dan berikut pertanyaan beserta jawabannya:

Q: Bagaimana cara membangkitkan libido meski sudah Menopause?
A: Konsumsi Fito Estrogen untuk membantu, tetap melayani suami dengan baik dan tidak merasa rendah diri di depannya. Ciptakan momen berdua. Kelola pikiran bahwa Menopause bukan berarti diri tak menarik lagi.

Q: Bagaimana cara membedakan nyeri Pra-Menopause dengan nyeri penyakit?
A: Mindset kita adalah usia. Jika memang sudah Jelita kemungkinan itu adalah Pra-Menopause. Lalu memang tidak ada kebiasaan buruk yang kita/pasangan lakukan. Serta nyerinya tidak disertai keputihan yang parah sampai berbau, berwarna, gatal, berbusa sampai berdarah.

Q: Bagaimana jika memakai alat konstrasepsi IUD (Chopper T) apakah harus dilepas sebelum Menopause?
A: Rutin periksa ke dokter untuk mengetahui jangka pemasangannya dan kosultasikan sesuai usia saat itu.

Q: Apakah laki-laki mengalami Menopause?
A: Tidak ada siklus reproduksi pada laki-laki. Yang ada hanyalah bagaimana memproduksi sperma dan sperma...Makanya ada istilah "Tua-tua keladi, Makin tua makin menjadi"🙈🙈

Ibu Seni Septiani Sanusi S.Psi. Psikolog

Berikutnya adalah sesi kedua dari sarasehan "Bahagia Memasuki Usia Jelita dan Lolita" yang disampaikan oleh pemateri dari sisi Psikis, yaitu Ibu Seni Septiani Sanusi S.Psi. Psikolog

Ibu Seni adalah seorang psikolog keluarga, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran dan sekarang berpraktik Psikolog di PKTKAR Ramaniya di Perkantoran Bidakara Jakarta Selatan.

Mengawali materinya Ibu Seni mencoba mengartikan kata Bahagia dalam beberapa definisi, diantaranya:

1. Aristoteles (dalam Adler, 2003)
Happy : feeling good, having fun, having a good time (sesuatu yang membuat pengalaman yang menyenangkan).

2. Rusydi (2007)
Bahagia merupakan bongkahan perasaan yang dapat dirasakan berupa perasaan senang, tentram, dan memiliki kedamaian.

3. Biswas, Diener & Dean (2007)
Kualitas dari keseluruhan hidup manusia, apa yang membuat kehidupan menjadi baik secara keseluruhan seperti kesehatan yang lebih baik, kreativitas yang tinggi ataupun pendapatan yang lebih tinggi.

Sedangkan Bahagia menurut Islam, adalah:

💡Imam Al Ghazali: kebahagiaan dilahirkan sebagai penyatuan antara ilmu, amali, jasmani dan rohani. Ilmu mengenal Allah adalah kunci kebahagiaan (ilmu tentang Rukun Islam dan Rukun Iman) Ilmu amali diterapkan dalam perbuatan amali (sosial, undang-undang politik, syariah, ekonomi, pendidikan)

💡 Kebahagiaan akan tercapai jika semua ilmu teori (nazhari) dan amali (praktik) digabungkan karena keduanya akan memberikan kenikmatan pada hidup manusia.
Kebahagiaan adalah kondisi dimana jiwa:

💙 Memiliki perasaan tenang
💙 Damai
💙 Ridha pada diri sendiri
💙 Puas terhadap ketentuan Allah

Usia Jelita

Prinsip kehidupan menurut Islam:

💪Suatu perjalanan waktu untuk memperbaharui dan memperbaiki NIAT ↠ MINDSET

💪NIAT lah yang akan menjadi motivator dalam menjalani kehidupan ↠ TARGET

💪Apa yang ditargetkan akan menggerakkan ilmu dan amal yang dimiliki ↠ BAHAGIA

💪Rahasia kehidupan TIDAK ADA YANG KEBETULAN, SEMUA KEJADIAN SALING BERKAITAN DAN SALING MEMILIKI MAKNA.

💪Keberhasilan maupun kegagalan akan memiliki HIKMAH DI BALIKNYA

💪Bahagia adalah jika manusia BISA MENEMUKAN HIKMAH DARI SETIAP KEJADIAN.

Bahagia di usia 50 Tahun itu adalah: 

💝 Sehat secara fisik
💝 Masih bisa beraktifitas rutin secara mandiri
💝 Masih bisa melakukan gerakan sholat secara sempurna (terutama sujud)
💝 Mudah mengucapkan kalimat Thoyibbah
💝Memiliki hati yang mudah merasa bersyukur
💝Kegundahan hati diatasi dengan bersabar
💝Menyandarkan usaha dengan tak putus berdoa
💝Tidak berlebihan dalam segala hal
💝Memiliki suami/istri yang bisa menjadi bagian dari takdir kehidupan
💝Memiliki suami/istri yang saat memandangnya/bersentuhan masih menimbulkan debaran
💝Memiliki suami/istri yang bisa menjadi soulmate dalam amalan dunia dan akhirat.


Hal-hal yang merusak kebahagiaan:

💔Belum bisa berdamai dengan masa lalu
💔Sangat sulit untuk move on jika merasa kecewa
💔Menyalahgunakan aturan: korupsi, selingkuh
💔Target materi selalu menjadi alasan kebahagiaan
💔Menyesal ↠ menyalahkan orang lain
💔Terkena 7 penyakit hati : takabbur, riya, ujub, sum'ah, hasad, taqtir, panjang angan-angan
💔Kerugian penyakit hati: menggerogoti kalbu ↠ sumber penyakit
💔Kerugian penyakit hati: tidak ditanggung BPJS

Mengobati penyakit hati demi meraih kebahagiaan paripurna:

🌸Selalu menutup hari dengan doa sebelum tidur
🌸Selalu membuka hari dengan bertafakkur pada Allah
🌸Selalu memperbaiki niat
🌸Selau mencari amalan yang bisa menjadikan pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
🌸Memiliki kehidupan sosial yang sehat di dunia nyata terutama dengan anggota keluarga yang tinggal di rumah dan tetangga yang tinggal berdekatan



Alhamdulillah, akhirnya acara sarasehan berakhir dengan pesan baik dari Dokter Deny maupun Ibu Seni kepada para peserta yang sebagian besar adalah perempuan. Bahwa Usia Jelita maupun Lolita tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Karena memang merupakan bagian dari siklus kehidupan seorang perempuan.

Yang utama bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang bermanfaat karena:
  • Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR Ahmad, Thabrani, Daruqutni)
  • "Jika kalian berbuat baik sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri" (QS Al Isra 7)
Dan...ingat:
  • Hubungan suami istri tidak harus diakhiri dengan penetrasi. Bisa dengan saling bermesraan atau aktivitas lain untuk menyenangkan suami.
  • Kehidupan pasutri tidak berarti "selesai" setelah tak seperti dulu lagi saat berhubungan badan. Ada kehidupan anak-anak yang bisa menjadi pengalihan  pikiran sehingga tak melulu memikirkan itu.
  • Jelita dan Lolita bukan akhir dari segalanya. Tetaplah menjadi perempuan yang bersemangat mengisi hari dan berbagi dengan sesama hingga saatnya Allah SWT memanggil kita pulang pada-Nya.
Nah, jadi enggak perlu khawatir lagi ya temans..Yuk kita bersiap menghadapi masa Jelita dan Lolita dengan bahagia! Insya Allah....💖

Panitia, Kepala Sekolah&Wakil, Pembicara berfoto bersama



*Mohon maaf foto-fotonyanya agak kabur karena posisi duduk saya yang kurang strategis..kwkwkw


Semoga bermanfaat,

Dian Restu Agustina

























Mengunjungi Batik Trusmi yang Lengkap, Awas Kalaaap!!



Cirebon Part 6 

Satu waktu saya pernah membaca sebuah artikel di Tabloid Nova tentang seorang perempuan yang telah menjadi miliarder di Indonesia di usia yang sangat muda (kini 29 tahun). Ia memiliki toko/ruang pamer batik terluas dan terlengkap di Indonesia yang menaungi ribuan pengrajin batik dan karyawan serta membidani berbagai usaha lainnya. Dialah Sally Giovanny yang bersama sang suami, Ibnu Riyanto, merintis usaha batik di Cirebon, bermodalkan uang 37 juta rupiah, hasil dari amplopan nikah. Dan Batik Trusmi, adalah nama brand yang mereka dirikan.

Mengunjungi Gua Sunyaragi, Sebuah Gua yang Mirip Candi!



Cirebon Part 5


Setelah sarapan kenyang di penginapan yang mengesankan, Hotel Cordela Cirebon, kami pun check out dan meluncur ke Gua Sunyaragi yang terletak di Sunyaragi, Kesambi, kota Cirebon.

Sesampainya di lokasi, kami disambut pintu masuk parkir yang tidak berfungsi lagi dan keriuhan di tempat parkirnya. Petugas parkir cuek dengan kedatangan kami, sehingga membuat kami kebingungan mau parkir dimana. Ternyata oh ternyata, di tempat tersebut sedang ada 2 acara gathering, sebuah perkumpulan motor dan komunitas pemilik mobil merk tertentu. Ealah, pantesan, jadi kami tadi dikira pesertanya, jadi diabaikan oleh pertugas parkirnya.. 😀

Loving Women - Dear Beloved: Ketika Perempuan Menuliskan Rasa Cintanya



"To love is nothing, to be loved is something, to loved and be loved is everything"
Judul Buku: Loving Women Dear Beloved
Penulis: Juni Soekendar, Irma Pawiro, dll
Penerbit: PT Kenie Karya Indonesia
Halaman: 381 + viii

Perempuan identik dengan kepekaan dalam berperasaan, sementara laki-laki logikanya dikedepankan. Perempuan berkomunikasi harian dalam 20 ribu-an kata, sedangkan laki-laki hanya sepertiganya. Perempuan punya ketebalan otak 30% lebih tebal dari laki-laki sehingga bisa melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan, sementara laki-laki dalam satu waktu hanya satu pekerjaan.

Dan,....masih sederet beda yang ada di antara perempuan dan laki-laki yang menjadikan mereka seringkali menjadi salah paham dan salah mengerti. Baik itu dalam hubungan di masyarakat ataupun dengan keluarga dekat.

Berkaitan dengan hubungan perempuan dan laki-laki ini, ada sebuah hubungan yang melibatkan keduanya yang mampu menghasilkan kekuatan dahsyat dan mempengaruhi kehidupan seorang perempuan. Yaitu hubungan antara perempuan dengan ayahnya, serta perempuan dengan suaminya. Ayah dan Suami, memang dua sosok laki-laki yang menjadikan kehidupan perempuan bisa berbunga-bunga, atau sebaliknya, banjir air mata.

Dear Beloved
Sampul depan
Lalu apa jadinya jika semua kisah yang dirasakan perempuan tentang sosok Ayah dan Suami itu dirangkai dalam barisan kata penuh makna lalu dirangkum dalam sebuah buku? Apalagi jika itu adalah curahan hati dari tak hanya satu perempuan saja, tapi 17 perempuan dengan beragam latar belakang? Pastinya buku itu bisa membuat kita tersenyum, tertawa, berkaca-kaca atau bahkan berlinang air mata.

LOVING WOMEN Dear Beloved.. begitulah judul yang ada di sampul buku setebal 381 halaman ini. Buku yang berisi curahan hati 17 penulis perempuan tentang sosok Ayah atau Suami yang didasari pada pengalaman sendiri maupun orang lain. Dimana buku diharapkan mampu menginspirasi sesama perempuan dalam menghadapi suka duka kehidupan.

Buku yang diterbitkan oleh PT. Kenie Karya Indonesia ini mengisahkan sosok Ayah dan Suami dalam 21 cerita yang terangkum indah dalam buku bersampul hitam bertuliskan huruf putih dan merah.

Loving Woman
Halaman Depan
Sosok suami yang dikasihi, dirindukan dan selalu di hati, dilukiskan oleh Juni Soekendar dalam Kejutan Untukku di Bulan Nopember. Kisah ini mengawali buku dengan cerita yang mengharu biru. Bagaimana penulis kehilangan separuh jiwanya karena sang Suami tercinta kembali kepada-Nya. Seseorang yang jujur, humble, pekerja keras, sabar dan sederet kebaikan lainnya membuat penulis merasa begitu kehilangan. Hingga berkeyakinan bahwa: "Raga boleh berkalang tanah, tapi jiwamu tetap di hati kami". (hal 12)

Berikutnya ada Irma Pawiro yang mencurahkan perasaan untuk Papi tercinta lewat sebuah surat bertajuk A Letter for My Dad. Di sini penulis menggambarkan sosok Papinya lewat kisah masa kecil yang menyenangkan dan berlimpahan kasih sayang. Keluarga yang berkecukupan, sosok Papi yang selalu membersamai keempat Putri serta nilai-nilai kebaikan yang diajarkan, sangat membekas di hati penulis. Hingga di titik kehancuran usaha Maminya yang meski menyebabkan berubahnya perekonomian keluarga namun tak membuat goyah hubungan Papi Maminya. Di akhir cerita penulis menghaturkan rasa terima kasih mendalam atas segala yang telah dilakukan oleh sang Papi demi keluarga dan memohon doa akan kasih dan rahmat-Nya untuk anak, menantu dan cucu. (hal 34)

Lalu, Irma Pawiro juga menuliskan sebuah kisah manis tentang belahan jiwanya dalam Dia yang Kupilih. Menceritakan tentang hubungan penulis dengan Suaminya sejak perkenalan, menjalani penjajagan dan suka duka pernikahan mereka. Penulis mensyukuri betapa mereka berdua bisa saling melengkapi satu sama lain. Dan cerita yang bikin pembaca ikut hanyut dalam kekuatan cinta mereka ini pun diakhiri dengan ucapan terima kasih penulis untuk Saumi terkasih, "Thank you for loving me unconditionally..." (hal 50)

Loving Woman
Daftar Isi
Istut, penulis dari kisah berjudul Surat Itu yang menceritakan tentang kekecewaan seorang anak bernama Adi akan Bapaknya. Ia menilai sang Bapak gagal menjadi guru bagi keluarganya sendiri. Tapi rasa ini pun terkikis di hari berpulangnya sang Bapak yang didatangi banyak orang yang merasa kehilangan. Adi pun tersadar bahwa Bapaknya ternyata begitu istimewa. Apalagi setelah ada email dari rekan kerjanya yang menceritakan bahwa sang Bapak baginya adalah guru hebat sepanjang masa. (hal 65)

Berlanjut pada kisah bertajuk Lonely Rainbow yang ditulis oleh Edief Murani yang menceritakan kenangan seorang anak perempuan bernama Pelangi akan Ayah tercintanya.. Betapa dia sangat berterima kasih pada Ayah yang telah memberinya 27 tahun kehidupan yang begitu membahagiakan. (hal 86)

Tak hanya itu, Melly Wati pun mengisahkan kenangan seorang anak perempuan bernama Wiwin tentang Ayahnya pada cerita bertajuk For My Lovely Daddy. Diceritakan Wiwin yang selalu dilindungi oleh sang Papi hingga ketika mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari Suaminya, berkat dukungan Papinya, Wiwin berani memutuskan untuk berpisah. Ungkapnya "Hidup tak bisa ditebak dan takdir selalu membuat tawa dan tangis menyatu. Dan doa mampu mendamaikan segalanya" (hal 91)

Loving Women
Penulis Buku
Sedangkan Melly Wati menuliskan Lelaki Pilihan. Kisah tentang seorang perempuan bernama Wiwin yang menikah dengan Danu sebagai perjanjian pelunasan hutang Ayahnya. Wiwin yang sama sekali benci lantaran mengira Danu licik dan hanya mengambil keuntungan dari perjanjian itu, akhirnya luluh juga setelah tahu kebaikan Danu padanya. Simpulnya, "Terkadang cinta tak kasat mata, hingga tak terlihat betapa berjuangnya dirimu, untukku..untuk kebahagiaanku" (hal 102)

Sementara Yuli Arinta, mencurahkan rasa cinta pada Bapaknya dalam Beranda Kala. Dimana penulis mengenang sosok Bapak yang telah tiada sebagai laki-laki yang ceria, pecinta dunia literasi, menjunjung kebebasan berpendapat, erat bermasyarakat dan sangat mencintai istri dan putra-putri. Hingga penulis menyimpulkan bahwa, "Kenangan bersama Bapak menjadi ruang abadi yang tak lekang oleh waktu" (hal 146)

Kenangan akan sosok Bapak yang menyentuh hati, ada juga pada kisah berjudul The Falling Leaves yang ditulis oleh Nina Kirana. Penulis mengenang sosok Bapak yang telah tiada sebagai orang yang sabar, lembut dan jenaka. Beliau lah yang mengajarkan banyak kebaikan pada penulis yang membuatnya berucap, "Menyimpan sampan-sampan pengetahuan indah yang dulu selalu Bapak kisahkan..." (hal 159)

Loving Women
Penulis Buku
Kemudian ada Djusmalinar, penulis yang mengisahkan tentang sosok Suami yang dipanggilnya Abah dalam Abah Imamku. Digambarkan sosok Abah sebagai guru bagi penulis dan putra-putrinya yang tak hanya mengajarkan ilmu agama tapi juga berbagai ilmu kehidupan lainnya. Juga memberikan kebebasan berkarier pun mendorong semangat dengan segala nasehat. Simpulnya, "Kesuksesan seorang isteri karena ridho suaminya..." (hal 174)

Lalu ada Cokelat dan Kopi yang dituliskan oleh Jolanda Pentury. Sebuah Kisah tentang Ayah tercinta yang diibaratkanya bagai cokelat dan kopi dalam kehidupannya. Karena mampu menghayati peran sebagai Ayah dengan beraneka cita rasa pengalaman hidup bagi putra-putrinya, sehingga oleh mereka akan dikenang sepanjang masa.

Berikutnya ada Nurazizah Asfahani yang menuliskan Collateral Beauty. Sebuah kisah tentang sang Ayah yang menyadarkannya bahwa cinta, waktu dan kematian itu terhubung satu sama lain dan semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. (hal 218)

Penulis Buku
Nurazizah Asfahani juga menuliskan cerita lainnya yakni Bahagia (tanpa) Ada Kamu. Kisah tentang Lia, seorang perempuan yang "terpaksa" menikah dengan suaminya lantaran sudah terlanjur mengandung duluan. Lalu ikhlas menjalani hidup berkeluarga meski harus mengesampingkan cita-cita. Dan di saat suaminya ternyata lebih memilih perempuan lain, Lia pun bergeming untuk tetap melanjutkan hidup demi putra-putri tercinta. (hal 227)

My Dad My Hero adalah cerita yang ditulis oleh Rina Maruti. Dimana dikisahkan betapa sosok Bapak tak tergantikan dan rasa kehilangan yang begitu menggebu teriring doa penulis semoga surga indah menjadi tempat bagi Bapaknya saat ini.

Rina Maruti juga mengisahkan tentang Yulia yang bersuamikan Seno, seorang yang pelit untuk pada istri dan anak-anaknya dalam Bantu Aku Mencintaimu (lagi) Apalagi Yulia adalah sosok perempuan mandiri yang makin bikin sang Suami berada di atas angin. Di tengah rasa kecewa dan turun naiknya perasaan Yulia, ia bersyukur masih ada suami tempat ia berbagi dan berlindung.(hal 266)

Selanjutnya ada cerita bertajuk Di Ujung Kerinduan yang ditulis oleh Dian Ambarwati. Dimana dikisahkan hari-hari terakhir Bapak yang dikenang penulis sebelum Beliau dijemput oleh Malaikat Maut. "Kini, kerinduan ini tak pernah berujung. Begitupun cinta, yang tak pernah menguap dari hati..." (hal 279)

Loving Women
Sampul Belakang
Ocha Thalib menuliskan kisah Grow Old With You. Cerita tentang Tika, seorang single parents yang akhirnya menikah lagi dengan Abi meski di hatinya masih ada keraguan akan kesungguhannya. Lantaran pengalaman pahit yang dirasakan sebelumnya. Tapi lambat laun ia pun mmampu menerima dan bahkan banyak belajar akan arti ketulusan dan keikhlasan dari Abi, sang suami.

Keyakinan Cinta, demikian kisah yang dituliskan oleh Fitri Yuliasari. Sebuah cerita tentang tokoh Hana yang awalnya merasa sangat terganggu dengan sikap keluarga Hasan, suaminya. Tapi, akhirnya diyakinkan Hasan bahwa di setiap pernikahan pasti ada riak dan ombak, namun dengan pasrah dan ikhlas badai pasti akan berlalu. (hal 318)

Sunshine, salah satu penulis yang mencurahkan perasaan lewat My Hubby is the Best Daddy. Sebuah cerita tentang sang Suami yang dipanggil penulis dengan sebutan Daddy. Dikisahkan bahwa Suami penulis yang seorang WNA adalah sosok ayah yang sangat peduli pada anak-anaknya. Rasa kasih yang dilimpahkan pada keluarga begitu besarnya, meski ada perbedaan prinsip antara keduanya yang timbul karena beda latar belakang budaya. Dan ketika  penulis dan suami harus menjalani LDM, ungkapnya,"Wherever you are, whatever you do, I will be right here waiting for you.." (hal 343)

Knight in Shining Armour, sebuah kisah karya Ina Kusumastuti yang menceritakan tentang Tari, perempuan penderita kanker tiroid stadium 2 dan Doni, sang Suami. Tari sedang menjalani terapi radiasi untuk pengobatan kankernya. Dibayangkannya Doni yang biasanya tak pernah berlebihan dalam menumpahkan perasaan, akan tidak peduli padanya. Tapi dugaannya salah karena Doni ternyata setia mendampinginya.

Last but not least, Banana  menutup buku dengan karya bertajuk Segitiga Sama Laki. Sebuah dilema yang dialami Nanda akan perlakuan KDRT Suaminya dan ketegasan Bapak dan adik kandungnya yang menginginkan agar mereka berpisah saja. Tapi, Suami yang pernah menyia-nyiakannya pun akhirnya tersadar karena sebuah peristiwa yang menimpa.

Loving Women
Kata Pengantar
Well, keseluruhan buku ini secara umum sungguh menginspirasi. Karena kisahnya mengupas tentang sosok Ayah dan Suami dengan segala lebih kurangnya. Bahwa dibalik ketegasan, kekerasan hati dan sifat terlalu melindungi yang dimiliki, ada kesabaran, ketelatenan dan kasih sayang yang berlimpah.

Pembaca juga mendapat banyak pencerahan akan nilai-nilai kehidupan. Diberikan teladan akan ketegaran, ketabahan dan keikhlasan perempuan lain dalam menghadapi beraneka cobaan. Diajak untuk mensyukuri apapun yang dimiliki. Pun diingatkan untuk menghaturkan penghargaan akan kerja keras dan perjuangan yang dilakukan para Ayah dan Suami.

So far, buku ini tak memiliki kekurangan berarti. Hanya ada beberapa hal yang sedikit menganggu saat kita membaca. Seperti biodata penulisnya yang diceritakan secara panjang lebar. Untuk buku antologi, yang penulisnya ada beberapa orang, sebaiknya data penulis itu singkat saja. Sehingga pembaca tidak merasa membaca biografi seseorang tapi sedang menikmati hasil karyanya,

Selain itu ada beberapa cerita yang tidak konsisten dengan penokohannya. Seperti saat di awal, penulis sudah memakai sudut pandang orang pertama dengan kata "saya" tapi selanjutnya dipakai "aku" ..lalu memakai "saya" lagi dan seterusnya. Ini berarti swasunting belum dijalankan secara optimal.

Ada juga tokoh yang karena pengucapan namanya mirip satu sama lain, menjadi tertukar di beberapa tempat. Ini sebagai pengingat bagi kita semua, lebih baik menggunakan nama tokoh yang berbeda pengucapannya saja, biar kita enggak lupa.

Dan, beberapa typo ada di naskah meski enggak banyak...

Finally, semua kekurangan tadi tak menyurutkan kekaguman saya pada penulis-penulisnya. Di sela-sela beragam kesibukan yang dijalani, Perempuan-Perempuan hebat ini masih meluangkan waktu untuk menuliskan kisah tentang Ayah dan Suami yang terangkum dalam buku keren ini.

Semoga semangat menebarkan inspirasi ini juga menulari para perempuan Indonesia agar terus semangat menjalani kehidupan dengan senyum ceria bersama keluarga tercinta...

Nah, untuk info lengkap tentang bukunya bisa kontak ke penerbitnya:

PT. Kenie Karya Indonesia
Jl. Delman Indah I/7 Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Telpon (021) 7238407, 08119172823, 08176337800

Atau pada salah satu penulisnya di akun FB: Irma Pawiro


Selamat Membaca💖

Dian Restu Agustina









Kongkow di Markas Cafe yang Oke!


Cirebon Part 5

Saat pertama tiba di Hotel Cordela Cirebon, saya lega karena ternyata letaknya dekat dengan tempat jalan dan jajan. Sehingga malamnya kami putuskan untuk jalan kaki saja cari makan malamnya.

Si Mas, awalnya melirik restoran waralaba di seberang hotel. Tapi saya dan Bapaknya meyakinkan lebih baik kalau sedang pergi ke satu tempat, kita berburu kuliner setempat. Seperti siang tadi saat kita makan di Empal Gentong H. Apud.

[Review] Hotel Cordela Cirebon

Cirebon Part 4

Saat memutuskan jadi pergi ke Cirebon tiga hari sebelumnya, saya sempat ketar-ketir juga. Pasalnya saat mencoba booking di layanan pemesanan hotel online, harga kamar menggila. Padahal kan tanggal merahnya cuma Sabtu ya, jadi bukan long weekend sebenarnya. Apalagi untuk kami yang tinggal di Jakarta yang terbiasa jam kerja/hari sekolah hanya lima hari saja dalam seminggu. Sabtu memang biasa libur, jadi enggak ada bedanya. Tapi buat yang Sabtu sekolah/bekerja ya pasti terasa liburnya..

Yuk ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Museumnya Keren, Lho!



Cirebon Part 3

Setelah makan siang di Empal Gentong H Apud, tujuan berikutnya adalah Keraton Kasepuhan Cirebon. 

Keraton ini terletak di Jl. Kasepuhan 43, Lemahwungkuk, Kota Cirebon dan bisa dikunjungi dari pukul 8 pagi sampai 6 sore.

Sesampai di depan keraton, kita akan diarahkan untuk parkir di bagian depan yang merupakan alun-alun keraton. Tempat parkir ini cukup luas, hanya saja kurang terawat karena rumputnya tinggi dan tanahnya tidak rata. Oh ya, parkir kendaraan ini bertarif 10 ribu rupiah.

Empal Gentong H. Apud Memang Yahuud!



Cirebon Part 2

Karena perginya bersamaan dengan libur Hari Raya nyepi, maka Jakarta-Cirebon harus kami tempuh dalam waktu lebih lama dari hari biasa. Normalnya, setelah ada tol dan perjalanan dalam kondisi lancar, Joglo (Jakarta Barat)-Cirebon sejauh 220 km memerlukan 3,5 jam perjalanan. Tapi kali ini butuh 5,5 jam!

Tips Memasak yang Sehat dan Cepat

"The secret ingredients of cooking is always love!"
Memasak menjadi bagian dari rutinitas keseharian terutama bagi kaum perempuan. Tapi seringkali urusan dapur ini dianggap membutuhkan waktu, sehingga enggak bisa dikerjakan sambil lalu. Mulai dari persiapan, pengolahan hingga penyajian makanan memang memerlukan waktu tertentu. Maka jika tidak disiasati dengan kiat-kiat istimewa, bisa-bisa pekerjaan lain enggak kepegang jadinya. Kecuali jika kita memang sedang punya waktu luang untuk berlama-lama di dapur kita.

Kemudian ada kecenderungan sebagian orang, agar cepat masaknya, beberapa hal diabaikan hingga memengaruhi kandungan gizi makanan. Misalnya, biar cepat, semua-semuanya digoreng. Padahal minyaknya dapat meningkatkan kolesterol jahat di tubuh yang bisa memicu obesitas, diabetes, hipertensi dan stroke. Hiiii, sayang kan, meski masaknya cepat tapi makanan jadi enggak sehat!

Lalu apa saja yang bisa dilakukan agar masaknya cepat tapi makanannya tetap sehat?

1. Siapkan Bahan

Sebaiknya kita susun dulu menu untuk seminggu, jika memang biasa belanja mingguan. Atau bisa juga buat dua-tiga hari ke depan. Misalnya, Senin nanti masak sayur asem, lalu Selasa bikin tahu tempe bacem. Jadi enggak perlu nanya ke grup WA arisan, "Enaknya masak apa hari ini ya, Jeung?". Ingat, masing-masing kita pasti punya selera dan isi kulkas yang berbeda.

Lalu setelah tahu menu, kita bisa siapkan sekalian bahan beserta bumbu yang diperlukan. Letakkan di wadah, masukkan kulkas dan simpan! Sehingga saat hari H kita tinggal cussss..bebikinan!

2. Siapkan Peralatan

Karena bahan sudah disiapkan, kita tinggal mengulek bumbu atau mencampur ini itu. Tapi sebelumnya, siapkan dulu peralatan memasak yang dibutuhkan. Jika kita memerlukan oven, maka panaskan dulu ovennya, Atau rebus airnya jika memang dibutuhkan untuk merebus atau mengukus. Sehingga di saat nanti bahan ready, alat masaknya juga siap sedia.

3. Letakkan dalam Jangkauan


sumber: pexels.com
Letakkan alat masak dan bumbu dalam jangkauan kita. Kelompokkan dalam rak sesuai dengan kegunaannya. Jangan sampai naruh merica dimana, garam dimana. Sehingga saat diperlukan kita repot mencarinya. Juga untuk pisau, sutil, sendok, lap, cempal dan lainnya. Pastikan kita menaruh di tempat yang enggak jauh. Jadi kita bisa lebih menghemat waktu dengan menghindari mencari ini itu.

4. Cari Resep yang Simpel

Untuk menghemat waktu, pilih resep yang simpel sehingga cepat kelar masaknya. Misalnya, aneka tumisan. Selain sehat karena kandungan gizinya lebih terjaga, juga enggak perlu waktu lama masaknya. Atau sajian raw veggies yang tak hanya cepat penyajiannya tapi juga tak perlu waktu untuk mengolahnya.

5. Bahan Masakan Pilihan

Pilih bahan masakan yang enggak perlu lama-lama mengolahnya. Sehingga kita bisa mempersingkat waktu pengerjaannya. Misalnya, untuk daging, karena butuh waktu lama untuk mematangkan, siasati dengan memotong dalam ukuran kecil Atau mengungkep lebih dulu sebelumnya.

Kiat lainnya dengan menyiapkan bahan yang siap olah dan siap masak yang praktis dan hemat waktu. Biasanya bahan-bahan ini berupa frozen food jadi tahan lama jika disimpan di frezeer. Sehingga bisa kita stock untuk beberapa lama dan diolah/dimasak saat diperlukan nantinya. Jenis makanan beku ini misalnya: sayuran beku, ayam/daging/ikan beku, aneka tempura, nugget, bakso dan lainnya.

Seperti saya yang menjadikan produk So Good sebagai bahan masakan pilihan untuk frozen food ini.

Mengapa saya pilih So Good? 

1. So Good Banyak Pilihannya

So Good membuat sesiapa yang pengin singkat saja masaknya terbantu karenanya. Beraneka pilihan ada, bisa disesuaikan kebutuhan kita, misalnya:

So Good Siap Olah: Ayam Potong Paha dan Dada, Ayam Utuh Potong 10, Ayam Potong Daging Sup Ayam, Ayam Potong Paha Dada Bumbu kuning, Ayam Potong Paha Dada Pedas Manis.
Tips Memasak Sehat dan Cepat
sumber: sogood.id
So Good Siap Masak: Bakso Ayam Kuah Keju, Pangsit Udang,  Shrimp Dumpling Hakau Udang, Chicken Karage, Chicken Katsu, Chicken Steak, Chicken Nugget, Fish Nugget, Otak-Otak, Shumai Furai, dan lain-lain.
Tips Memasak Sehat dan Cepat
sumber: sogood.id
2. So Good Enak dan Kaya Protein

So Good diolah dari bahan-bahan berkualitas terbaik dan diproses dengan teknologi tinggi untuk memastikan rasa yang enak dan kualitas gizi protein yang terjaga utuh saat dihidangkan.

3. So Good Praktis dan Hiegienis

Seluruh produk So Good diolah dan dikemas dengan teknologi tinggi untuk meminimalisir kontaminasi, sehingga kehigienisan terjaga. Rangkaian produk So Good sangat praktis untuk dihidangkan diberbagai kesempatan.

4. So Good Inovatif

So Good selalu berinovasi dalam menghasilkan produk-produk daging olahan dengan rasa yang enak serta mengandung gizi protein yang baik untuk mencukupi kebutuhan gizi seimbang.

5. Kualitas So Good Terjaga

Produk So Good melewati proses pemasakan hingga suhu 170° C selama tidak kurang dari 3 menit, langsung dibekukan cepat menggunakan teknologi IQF untuk menjamin kesegaran, kelezatan, dan nutrisi kandungan produknya.

Hohoho..lengkap yaaak! Memang lebih baik So Good! Karena selain cepat,  So Good juga sehat! 

Memang So Good diolah dari bahan-bahan berkualitas terbaik dan diproses dengan teknologi tinggi untuk memastikan rasa yang enak dan kandungan gizi protein terjaga utuh saat dihidangkan.

Kandungan gizi makanan ini, seringkali diabaikan oleh banyak orang. Banyak yang beranggapan asal makan kenyang saja sudah cukup. Padahal manusia dari segala usia memerlukan kecukupan gizi yang seimbang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh, proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan. Dimana kebutuhannya berbeda tergantung pada usia, jenis kelamin dan aktivitas yang dilakukan.

Lebih Baik so Good
Sumber: sogood.id

Nah, berkaitan dengan kandungan gizi seimbang ini, Departemen Kesehatan RI menganjurkan agar seseorang perlu mengonsumsi bervariasi makanan.

Adapun yang dimaksud dengan keanekaragaman makanan ini adalah sajian yang paling tidak terdiri dari 4 kelompok bahan makanan yaitu :

1. Satu jenis atau lebih karbohidrat 35% misalnya: beras, jagung, gandum, ubi kayu, kentang, sagu, dan sebagainya.

2. Satu jenis atau lebih protein 15% misalnya: kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, daging, dan sebagainya.

3. Satu jenis atau lebih makanan kelompok buah-buahan 15% dan sayuran 35% sebagai sumber vitamin dan mineral misalnya: buah pisang, apel, pepaya, jeruk, dan sebagainya. sayuran wortel, bayam, kangkung, dan sebagainya.

[Tuh, sudah tahu kan. Jadi enggak lagi ya, pas kambuh bapernya bikin mie terus dimakan sama nasi. Hihihi... Ingat, itu karbo semua lho! Nanti giliran dietnya gagal baru nyesal. #hiks]

Nah, berkaitan dengan tips memasak sehat dan cepat serta menu piring gizi seimbang, saya punya kreasi masakan yang tak hanya sehat tapi mudah dan cepat dibuat. Ini dia kreasinya:

Ayam Pedas Manis So Good

Untuk bahan dasarnya, saya memakai So Good Siap Olah: Ayam Potong Berbumbu (Paha Dada Pedas Manis) yang penampakannya seperti berikut ini:

piring gizi seimbang

Kemasan yang saya beli ini berberat bersih 450 gram berisikan 6 potong ayam berbumbu. Jadi praktis enggak perlu repot nyiapin bumbu lagi. Untuk cara memasaknya di kemasan disebutkan bisa dengan: dikukus, ditumis, dipanggang dan digoreng.

Untuk kali ini saya tumis saja ayamnya dengan sedikit minyak dan menambahkan air untuk mematangkannya. Selain lebih sehat, air akan menjaga makanan agar tetap lembab dan mencegah ayam lengket ke penggorengan saat diolah.

So Good Ayam Potong

Setelah ayamnya matang sempurna. Saya tambahkan nasi sebagai karbohidrat,. Juga sayuran mentah/lalapan yaitu: selada, timun dan tomat. Lalu untuk buahnya, saya sertakan manggis dan anggur. Tak lupa, air putih sebagai pelengkapnya.

Dan, ta daaa...begini sajian lengkap yang sesuai dengan piring gizi seimbang ala saya:

tips memasak sehat dan cepat

Tak hanya sehat makanannya tapi juga cepat menyiapkannya! Sehingga bisa jadi pilihan saat kita tak punya banyak waktu untuk berkutat dengan bahan dan bumbu.

"The most important thing is doing with love because the secret ingredients of cooking is always love!"

Nah, kalau teman-teman bagaimana, adakah tips memasak sehat dan cepat yang lainnya?


Happy Cooking,

Dian Restu Agustina



Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Kreasi Menu Gizi Piring Seimbang So Good
#BPNxSoGoodPiringGiziSeimbang
Bahan Bacaan: www.sogood.id

The Fear Between Us: Ketika Kekuatan Cinta Menaklukkan Ketakutan yang Ada

"Sometimes reaching out and taking someone's hand is the beginning of a journey" (Vera Nazarian)

Judul buku: The Fear Between Us
Penulis: Tatiek Purwanti
Kategori: Novel
Penerbit: CV Jejak (Jejak Publisher)
Cetakan/Tahun Terbit:  Pertama/Januari 2018
Jumlah Halaman: 180 
Harga: Rp 50.000,00


Sebuah ketakutan kadangkala menguasai diri seseorang sehingga membuatnya benar-benar terpenjara tanpa mampu berbuat apa-apa. Tapi ternyata, kekuatan cinta yang hadir dan melawan ketakutan tadi berhasil memenangi dan mengambil alih penguasaan diri. 

Seperti yang dirasakan oleh Dania, perempuan muda yang ceria tapi punya ketakutan akan terbang, karena mengidap Aviophobia. Dan Randy, laki-laki yang penuh semangat menjalani hidup tapi takut pada cinta, lantaran menderita Philophobia. Dimana keduanya bertemu dan nyatanya mampu menaklukkan phobia itu. 

Demikian cerita Dania-Randy yang dikemas apik oleh Tatiek Purwanti dalam novel berjudul The Fear Between Us yang diterbitkan Jejak Publisher ini.

Kisahnya diawali dengan pengenalan sosok Dania pada bagian pertama bukunya. Gadis yang digambarkan lincah dan energik ini baru saja menyelesaikan kuliahnya di jurusan Desain Komunikasi Visual di sebuah PTN di kota Malang. Ia kembali ke rumah orang tuanya, pemilik toko kain Afranida di Pasar Pakisaji Kabupaten Malang untuk selamanya. Meski sejatinya ia sendiri tak sepenuhnya yakin akan keputusannya. Sementara Randy digambarkan sekilas lewat mobil tua yang dikendarai yang bagian belakangnya bertuliskan Randy Tailor.

Tatiek Purwanti

Kemudian kisah bergulir pada penyebab Dania sampai mengidap Aviophobia yang membuatnya (kemungkinan besar) tidak akan bisa menghadiri pernikahan sahabatnya, Aleyda, di Palembang. Kegusaran hati Dania ini ditanggapi Aleyda dengan menyemangati bahwa Dania sebenarnya telah melawan ketakutannya. Hanya saja, Dania memang memerlukan bantuan seseorang untuk mendampinginya menaklukkan phobia-nya. Ide tersebut dianggap tidak tepat saat ini bagi Dania karena belum terpikirkan olehnya.

Tentang Randy, wirausahawan muda yang juga pelanggan toko kain Afranida dan memiliki sebuah usaha konveksi di desa Pandanwangi. Dikisahkan ia hidup bersama ibunda tercinta dan meneruskan usaha almarhum ayahnya yang seorang penjahit. Dan, mempekerjakan 3 orang karyawan penyandang disabilitas serta karyawati yang seorang janda mati.

Randy mengabdikan hidupnya untuk usaha Randy Tailor yang dimilikinya. Juga berbagi pada sesama lewat open library yang dibuka di teras belakang rumahnya, gratis tiap Minggu sore untuk anak-anak di sekitarnya. Kesemuanya sebagai pelarian akan Philophobia yang dideritanya. Sebuah ketakutan yang mendera sejak 10 tahun silam setelah sebuah peristiwa kegagalan cinta yang hampir menghancurkan hidupnya.

Nyatanya, Dania dan Randy ditakdirkan berjumpa dan merasakan sesuatu saat pertemuan itu. Sebuah cinta pada pandangan pertama. Meski Dania mengingkarinya karena merasa bukan saat yang tepat untuk menghadirkan rasa itu lantaran masih banyak hal yang harus dipikirkan. Sebaliknya Randy merasa kehadiran Dania sebagai kunci pembuka Philophobia yang dideritanya.


Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah keduanya berhasil melepaskan diri dari penjara ketakutan yang begitu menyiksa?

Akankah Dania akhirnya memilih Randy menjadi seseorang yang akan membantunya menaklukkan phobia-nya? Ataukah menyambut tawaran orang tuanya yang menawarkan seseorang yang lain, Sultan, anak Haji Ridwan yang tak hanya setampan Kang Dong Won tapi juga lulusan dari Monash University?

Lalu bagaimana dengan Randy, siapkah ia membuka hati untuk Dania atau malah menerima kembali Puspa yang telah membuatnya terpenjara dalam Philophobia?

Dengan alur sederhana dan gaya bahasa yang mudah dicerna, novel ini berhasil menghibur pembaca dengan mengangkat tema yang belum banyak diulik oleh penulis lainnya, yaitu tentang phobia. Pembaca mendapatkan suguhan cerita cinta yang dikemas dalam balutan nilai-nilai Islami meski tetap ada keromantisan dalam bentuk quote, puisi dan diksi yang apik di sana-sini.

Selain itu, unsur lokalitas yang ditonjolkan melalui latar cerita, tradisi dan budaya, obyek wisata, event yang terselenggara dan lainnya, membuat pembaca seakan berada di dalam cerita, sukses diwujudkan pula oleh penulisnya.

Juga, beberapa pesan kebaikan yang ingin disampaikan penulis yang terkemas rapi tanpa kesan menggurui. Mulai dari kehangatan keluarga, gaya hidup sehat, nilai agama, semangat menghebat, book lovers, pacaran halal pasca pernikahan, kesetiaan, makna pernikahan dan beberapa pesan bermakna lainnya.

Novel setebal 180 halaman ini tak memerlukan penafsiran berat sehingga pas untuk dinikmati sekali duduk sambil rehat. Meski ada beberapa istilah bahasa Jawa yang disisipkan, pada bagian akhir novel telah dilengkapi dengan arti. Berikut juga dilampirkan sumber bacaan untuk quote dan puisi yang disertakan.

Hanya sayangnya, bagian dari phobia yang diderita tokohnya kurang diulas dengan tuntas, Sejauh mana ketakutan ini memengaruhi keseharian Dania yang ceria dan seberapa cinta benar-benar dibenci oleh Randy. Jika ini dieksplor lagi dengan lebih jeli lewat dialog, peristiwa yang menimpa atau monolog dari tokohnya tentu akan membuat rasa penasaran pembaca terjawab akan apa itu Aviophobia dan Philophobia.

Jejak Publisher

Dan akhirnya, novel bergenre amore yang keren ini sukses membuat saya tersenyum lega di akhir kisahnya. Saya merasa terhibur setelah membacanya pun terinspirasi akan pesan yang disampaikan penulisnya. 

Yang pasti, setelah membacanya, membuat saya ikut bangga, seorang Ibu Rumah Tangga pun bisa menekuni passion menulis yang dimiliki hingga membuahkan novel secantik ini. Bravo Mbak Tatiek Purwanti!


Selamat Membaca,

Dian Restu Agustina