Dibikin Pusing Saat Traveling Oleh Anyang-Anyangan? Atasi Saja dengan Prive Uri-Cran!




Haiiii...Jumpa lagi!!
Siapa yang suka traveling di sini? 

[sayaaa..akuu..ambo..kulo..tiang..abdi...gue..ikam..kei..kita..😀]

Eh, tapi ngomong-ngomong suka pusing enggak sih kalau mau traveling?

Kalau iya, berarti kita sama yaaa!

[Memang dasar manusia ya, enggak traveling pening. giliran sudah confirmed mau jalan..eh pusiiiing! Piye..piyeee..! Hehehe]

Eh, tapi memang benar lho. Ada beberapa hal yang bisa bikin kita pusing menjelang, selama dan sesudah melakukan perjalanan. Pokoknya hal-hal ini bisa bikin kita merasa: "Duh, gini amat traveling yaaa!"

Misalkan, kalau perginya ke luar kota, sebelum berangkat bingung menentukan angkutan dan penginapan. Terus pusing memilih tempat wisata, pakai moda apa selama di sana, makan dimana dan lainnya. Kemudian mau pulang, pusing beli oleh-oleh apa. Dan, sepulang jalan-jalan, pusing lagi mikirin tagihan.😀. Hahaha. 

Nah, sebagai seorang traveler sejati, saya punya solusi untuk hal-hal yang bisa bikin pusing saat traveling tadi. Mau tahu? Yuks, simak...:

1. Pilih Koper atau Ransel

Masih di rumah, hati sudah gundah! Hhmm, enaknya pakai koper atau ransel ya?

↠Enggak usah resahlah, pertimbangkan saja: lama perjalananannya, cuaca di tempat tujuan, kegiatan dan tipe kepribadian. Sesudahnya, tinggal sesuaikan, lebih tepat memakai koper, ransel ataukah keduanya. 

Anyang-anyangan

2.  Packing

Perginya mau, eh nge-pack barang bawaannya.. ntar dulu melulu!

↠Yuk, coba tips packing cerdas anti malas! Diantaranya: simpan surat di tempat yang tepat, periksa aturan, buat daftar barang, bawa tas yang pas, lipat atau gulung, pakaian tebal kenakan di jalan, bawa toiletries yang praktis, ingat sisakan tempat dan jangan lupa bawa tas ekstra.

3.  Delay

Sudah datang lebih awal, ternyata karena tingginya traffic penerbangan, tertundalah beberapa jam jadwal keberangkatan.

↠Sebaiknya selalu mengisi perut dulu sebelum masuk ke area ruang tunggu. Sehingga jika tiba-tiba delay dan hanya mendapatkan snack box atau enggak dapat kompensasi apa-apa, perut kita akan baik-baik saja. Atau bisa juga membawa buku sebagai bacaan saat menunggu. Juga tak lupa sedia powerbank agar bisa lebih lama menggunakan gawai kita.

4. Macet

Jalan darat? Heuheu macetnya itu...pusing kepalakuuu!

↠ Siasati dengan membawa perbekalan makanan secukupnya. Apalagi jika pergi bersama anak-anak kita. Ingat pula isi penuh bahan bakar sebelum masuk tol dan penuhi lagi tanpa menunggu habis tangki. Juga, bawa bacaan, mainan, film kesukaan dan lagu kegemaran untuk hiburan di sepanjang perjalanan. Atau beralih ke moda transportasi anti macet: kereta api!

5. Toilet Umum

Toilet, baik itu di SPBU, rest area, rumah makan juga di tempat wisata, biasanya kotor, bau, kusam, remang-remang....Hhhh, horor deh pokoknya!

↠ Bawa tissue kering dan tissue basah sebelum masuk toilet umum. Pakai masker untuk menghindari terciumnya bau enggak sedap. Juga bawa wangi-wangian dan semprotkan sebelum memasuki ruangan. Misalnya, bawa pengharum ruangan, agar berlalu bau yang enggak diharapkan.

6. Kendala Bahasa

Pusing jika perginya ke daerah pelosok Nusantara yang penduduknya enggak bisa berbicara Bahasa Indonesia. Atau ke luar negeri dimana bahasa yang dipakai tidak kita mengerti sama sekali. Kita jadi kebingungan saat ingin berbincang dengan penduduk lokal, memesan makanan di restoran atau menawar tarif angkutan/harga barang.

↠ Solusi aman, pakai bahasa isyarat ala Tarzan. Kalau itu ke mancanegara, bawa kamus kecil yang berisi contoh percakapan keseharian atau aktifkan aplikasi translate bahasa di smartphone kita.

7. Pedagang Asongan

Penginnya sih berjemur di pantai kayak bule. Tapi terus saja ditawari itu ini sama pedagang asongan dengan tiada henti. Belum lagi datangnya keroyokan barengan teman-teman dari arah kanan dan kiri memaksa kita untuk membeli. Ah, pusing dengarnya!

↠ Tersenyum dan bilang "Enggak" dengan sopan. Jika berniat membeli dagangan mereka, nanti ketika kita mau pulang saja. Karena biasanya, setelah kita beli pada yang satu, pedagang yang lain akan menyerbu.

8. Kurs Mata Uang 

Jika kita perginya ke mancanegara tentu bakal bayar dan beli itu ini pakai mata uangnya. Ingat kursnya! Jangan sampai beranggapan, hoodie yang ditawarkan seharga 20 Pounds itu murah meriah! Ingat, konversikan dulu ke rupiah!

↠ Sebelumnya, hitung harganya dalam mata uang kita. Misalnya, hoodie tadi, dirupiahkan menjadi 400 ribu Rupiah. Nah, worth it enggak harga dengan barangnya. Jangan sampai barang dengan kualitas sama di Pasar Tanah Abang cuma 100 ribu saja. Kecuali jika itu merchandise yang hanya bisa dibeli di sana.

9. Oleh-Oleh

Baru juga upload foto sedang ngepak koper, eh sudah berderet permintaan oleh-oleh dari teman dan saudara di akun sosial media. Kalau dibelikan semua, bisa makin bengkak biaya. Huaaa! Belum bawanya nanti, bisa-bisa overload bagasi.

↠ Jika memang ada budgetnya, beli untuk orang terdekat saja. Jika memang mau praktis, cari oleh-olehnya di Indonesia. Sekarang banyak dijual online: magnet kulkas, key chain atau kaos dari mancanegara. Dan kadang harganya lebih murah daripada di sana. Misal, magnet kulkas Singapura, harga di olshop 30 ribu rupiah saja. Hanya lebih mahal sedikit dibandingkan beli di sana.

10. Anyang-Anyangan

Anyang-anyangan? 

Iyaaa! Salah satu hal yang bikin pusing saat traveling saya adalah anyang-anyangan! Dan ini bikin pusiiiing suami saya juga. Lho kok? Ya, iya,..gimana enggak coba. Perasaan barusan pipis, eh saya sudah bilang lagi "Pengin pipis nih?". Lha kalau lagi di pesawat sih enak, tinggal ke rest room habis perkara. Demikian juga ketika sedang berwisata ke mancanegara. Dimana biasanya fasilitas kamar kecil tersebar di segala sudut kota. Meski harus pakai acara nyari-nyari dan diiringi bibir suami yang mrengut lima senti, saya masih merasa aman terkendali. Hihihi

Tapi, lain cerita jika anyang-anyangannya terjadi saat traveling menggunakan kendaraan sendiri di negeri tercinta ini. Yang tahu sendiri lah..cari toilet kadang syusyaah!

Belum lama keluar dari satu SPBU, eh saya sudah minta berhenti di toilet SPBU berikutnya karena enggak kuat nahan pipisnya. Jangankan gitu, dari rumah, cuma ke Museum Gajah, sampai sana toilet yang dicari pertama. Sampai-sampai suami pernah ngusulin agar saat pergi-pergi saya pakai diapers saja. Hiks, memang usia saya sudah berapa! Huhuhu!

[By the way, anyway, busway...Memang separah itukah?]

Iyaaa...Anyang-anyangan ini sungguh menyiksa...Huaaa!

Eh, tapi dari tadi saya ngomongin anyang-anyangan, teman-teman tahu kan itu apa?

Ho oh, beneeer..! Itu lho, anyang-anyangan!

Perasaan ingin pipis melulu, tapi urin yang keluar hanya seuprit! Juga, keluarnya enggak tuntas, syusyaah keluar, rasanya sakit buang air kecil, nyeri, perih serta warna urinnya keruh dan berbau menyengat.

[Tapi, bukankah banyak perempuan lainnya juga merasakan hal yang sama? Bahkan dari penelitian 5 dari 10 perempuan pernah mengalaminya!]

Iyaa...Awalnya saya berpikir begitu juga. Ah, wajarlah kalau perempuan anyang-anyangan. Lha wong sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa memiliki jarak saluran kemih (uretra) ke saluran pembuangan air besar (anus) lebih dekat daripada milik laki-laki. Jadi ya maklumlah jika perempuan lebih rentan terkena masalah anyang-anyangan.

Tapi, belakangan saya merasa bersalah karena telah menyepelekan anyang-anyangan!

Karena ternyata jika anyang-anyangan dibiarkan, akan sangat berbahaya, sebab bisa menjadi Infeksi Saluran Kemih. Dan, jika ini tidak segera ditangani, dapat membawa risiko serius, seperti kerusakan ginjal akibat infeksi ginjal akut atau kronis. Hiiii...ngeri!

Apalagi kalau diingat-ingat yang menjadi penyebab anyang-anyangan saya itu ternyata tak hanya itu. Ada beberapa sebab yang lainnya, diantaranya:

Cara mencegah anyang-anyangan

  • Pengin pipis tapi ditahan sampai jam-jaman
Sejatinya sudah lama saya merasakan anyang-anyangan ini. Gejalanya mulai kerasan di badan sejak jaman saya kuliah di Bali. Waktu itu saya tinggal di kos-kosan berbentuk kamar-kamar. Dimana, kamar mandi dan dapur berada di luar kamar tidur. Dan untuk menuju ke sana saya harus membuka pintu dan berjalan melewati ruang terbuka dulu. Padahal di ujung jalan kos-kosan itu ada sebuah setra (pemakaman). Huhuhu! Itulah yang bikin saya sering ngempet pipis jika malam buta dan memilih menunggu sampai pagi tiba. 

Nahan pipis ini yang paling sering saya lakukan, kadang sampai sekarang. Saya lupa bahwa kebutuhan untuk buang air kecil adalah hal yang alami. Sehingga perlu dilakukan pada frekuensi tertentu. Karena BAK memang bertujuan menghilangkan semua sisa dan limbah produk yang tidak diperlukan tubuh kita. Sehingga kebiasaan saya menahan kencing dapat menyebabkan konsekuensi yang serius. Karena kuman dalam urin yang telah berada terlalu lama di kandung kemih ini akan bisa memicu terjadinya infeksi. 
  • Kesalahan saat membersihkan organ kewanitaan
Seringkali karena terburu-buru, saya membersihkan organ kewanitaan dari arah belakang ke depan setiap selesai berkemih. Padahal itu S A L A H pemirsaah! Karena bisa mengakibatkan bakteri Escherichia coli (E.coli) yang berasal dari usus besar yang sedang berada di area anus memasuki saluran kemih saya. Sehingga terjadilah yang namanya infeksi saluran kemih tadi.
  • Kurang menjaga kebersihan area kewanitaan
Saat BAK enggak tuntas, membuat ada sisa yang tercecer di celana dalam. Dan saya tidak segera mengganti celana dalam dengan yang bersih. Jadilah bakteri dan kuman tumbuh subur di sana. Sehingga memungkinkan masuk ke saluran kemih yang akhirnya mengakibatkan terjadinya infeksi. 
  • Ketika minuman berwarna lebih menggoda saya
Memang kebutuhan air minum pada tiap orang berbeda disesuaikan dengan kebutuhannya. Tapi bukan berarti air minumnya jadi warna-warni saat pergi-pergi seperti yang saya jalani. Bahkan kadang saya irit minum untuk menghindari BAK berulangkali. 
  • Keringat bikin bakteri menghebat
Ternyata saya baru menyadari bahwa keringat dan kelembapan yang dihasilkan saat beraktivitas, misalnya ketika berolahraga dapat membuat bakteri mudah berkembang dan menginfeksi saluran kemih ini.
  • Toilet yang tidak layak
Memakai toilet umum yang enggak rutin dibersihkan sehingga memudahkan berpindahnya bakteri dari orang ke orang. Juga airnya seringkali tak sesuai dengan standar kesehatan. Padahal saya lupa bawa tissue...huhu!
  • Pemakaian pembersih kewanitaan
Saya menggunakan sabun pembersih kewanitaan dengan pH (keasaman) yang tidak pas dengan pH area kewanitaan yang ternyata bisa mematikan bakteri baik di sana. Sehingga bakteri jahat seperti E.coli bisa masuk dengan mudahnya.

Waduuh, banyak amat keteledoran saya yaaaakkk!

Dan itu semualah penyebab sakit buang air kecil saya. Enggak heran jika saya diindikasikan menderita Infeksi Saluran Kemih oleh dokter saat melakukan medical check up. Memang, anyang-anyangan yang saya alami menahun sifatnya dan sering kambuh, lagi dan lagi.

Ujung-ujungnya saat saya menindaklanjuti hal ini, maka diresepkanlah antibiotika oleh dokter yang memang ampuh menyembuhkan ISK saat itu juga. Tapi ternyata ketika pemicunya datang kembali, saya menyerah lagi pada ISK ini.

Saya jadi khawatir kalau keseringan periksa, nanti dikasih antibiotik yang dosisnya pasti bertambah pula. Huaaa!

cara mencegah anyang-anyangan
Hasil Medical Check Up

Hmm, ini enggak boleh dibiarkan!

Saya pun bertekad untuk mencari cara mencegah anyang-anyangan secara alami. Beberapa diantaranya:
  • Ikat jempol kaki
Ini adalah resep ala Ibu, yang saya tahu sejak dulu. Jadi, tali ijuk (kalau enggak ada bisa karet gelang) diikatkan ke ke jempol kaki, saat anyang-anyangan datang. Manjurkah? Iyaaa, meski cuma sementara. Logikanya bisa jadi karena pada kaki, terutama jempol, banyak terdapat saluran syaraf yang berhubungan dengan kandung kemih. Dengan mengikat jempol kaki, kita seakan-akan melakukan pijatan refleksi, sehingga dapat mengatasi anyang-anyangan ini dan bisa untuk sementara mencegahnya datang lagi. Atau mungkin mengalihkan konsentrasi kita agar tidak tertumpu pada si anyang-anyangan tadi hihihi. Entahlah, yang jelas nanti masih berpotensi untuk kambuh lagi. Lebih baik don't try this at home deh, ngiket jempol begitu kalau kelamaan bisa bahaya. Hiiii!
  • Membasuh dari depan ke belakang
Saya berusaha memperhatikan arah basuhan setelah BAK. Arah basuhan yang benar adalah dari depan ke belakang supaya bakteri E.coli penyebab anyang-anyangan tidak masuk ke saluran kemih.
  • Menjaga kebersihan area kewanitaan
Dengan memilih bahan celana dalam dari bahan katun agar nyaman untuk area intim dan kering lebih cepat. Sehingga area tersebut tidak lembab, dan terhindarlah pertumbuhan bakteri yang tidak sehat. Saya juga menghindari penggunaan celana dalam berbahan sintetis karena tidak menyerap keringat. Tak lupa, menghindari pemakaian rutin pantyliner yang bisa memicu berbagai bakteri tumbuh subur di area ini jika tak sering diganti.
  • Memenuhi kebutuhan air putih harian
Mengapa? Karena air putih dapat melancarkan urin dan membantu bakteri dalam saluran kemih keluar bersamaan dengan urin. Oh ya, kebutuhan air setiap orang itu berbeda-beda. Dengan memenuhi kebutuhan air harian, kita bisa  menjaga cairan tubuh tetap seimbang sehingga anyang-anyangan enggak bakal datang.

Berikut rumusan kebutuhan air harian:
Kebutuhan air putih = 1,5 cc x kg berat badan x 24jam
Jadi untuk saya yang berberat badan 48 kg, kebutuhan harian air putih saya adalah 1,7 liter.

Saya berusaha memastikan air putih dengan jumlah itu terpenuhi dalam sehari, apalagi saat pergi-pergi. Dan mengurangi konsumsi minuman berwarna terutama saat di perjalanan, meskipun yang berwarna lebih menggoda. Sebab mengonsumsi kafein dan kandungan gula berlebih, dapat mengiritasi kandung kemih sehingga menyebabkan infeksi.
  • Enggak mau nunda BAK lagi
Saya enggak mau lagi nunda pipis melulu. Karena jika urin terlalu lama berada di kandung kemih akan jadi tempat bersarang bakteri E.coli dan memicu ISK ini. Pokoknya kalau memang ingin BAK ya harus segera, bukan ditunda!
  • Menjaga kebersihan toilet
Di toilet banyak sekali ditemukan bakteri, salah satunya bakteri E.coli penyebab anyang-anyangan. Saya memastikan toilet di rumah dibersihkan minimal seminggu sekali untuk mencegah bakteri E.coli menempel pada saluran kemih. Lalu jika ke toilet umum saya akan memilih WC jongkok jika ada. Kalaupun terpaksa memakai WC duduk saat akan BAK, saya tidak akan menempelkan badan ke klosetnya. Dan, enggak boleh lupa juga bawa tissue untuk membersihkan area kewanitaan setelahnya. Juga untuk airnya, saya akan memilih lagsung ambil air dari kran daripada ambil air di ember yang biasa tersedia. Atau lebih pilih membersihkan pakai tissue basah saja. Jadi tissue basah dulu baru keringkan dengan tissue kering sesudahnya.
  • Konsumsi Prive Uri-Cran dengan ekstrak Cranberry
Saya mengonsumsi Prive Uri-Cran untuk mengatasi anyang-anyangan.

Sumber: Blogger Perempuan Network
[Prive Uri-Cran??  Kuwi opo?]

Belum tahu?

Prive Uri-Cran mengandung ekstrak Cranberry yang dapat mencegah dan mengatasi gejala anyang-anyangan tanpa menimbulkan resistensi (keadaaan dimana seseorang akan kebal dengan penggunaan antibiotik). Sehingga aman dikonsumsi setiap hari.

[Whaaattt? Jadi ada pencegah anyang-anyangan yang bukan dari golongan antibiotik?]

Yup! Prive Uri-Cran adalah solusi anyang-anyangan pertama di Indonesia yang akan membantu memelihara kesehatan saluran kemih kita.

Sumber: Blogger Perempuan Network
Dimana ada dua pilihannya:
  1. Prive Uri-Cran, berbentuk kapsul dengan kandungan ekstrak Cranberry yang memelihara kesehatan saluran kemih yang praktis diminum kapanpun dan dimanapun.
  2. Prive Uri-Cran Plus, berbentuk powder yang mengandung ekstrak Cranberry dan dilengkapi dengan Lactobacillus achidopillus dan Bifidobacterium bifidum yang dapat membantu menjaga kesehatan badan. Segar dinikmati dingin dengan melarutkannya ke dalam air 100-150 ml. 
[Tapi mengapa buah Cranberry sih, kok enggak Rambutan atau Durian?💭😀]

Ya, karena Cranberry yang bernama lain Vaccinium Marcrocarpon ini, mengandung Proanthocyanidin yang mampu mencegah adhesi bakteri E.coli (mencegahnya menempel pada dinding saluran kemih). Sehingga membantu mencegah ISK  terjadi berulang kali. Selain itu Cranberry juga mengandung zat Flavonoid, Vitamin C dan Mineral yang bermanfaat mencegah beraneka penyakit berbahaya lainnya.

Hanya sayangnya buah Cranberry ini memang sulit didapatkan di Indonesia. Maka adanya Prive Uri-Cran yang mengandung ekstrak Cranberry ini tentu membantu sekali.

Cara Mengatasi Anyang-anyangan


Seperti Prive Uri-Cran Plus yang saya minum ini, dimana:
  • Dalam setiap sachetnya mengandung 375 mg ekstrak Cranberry, 60 mg vitamin C, 0,1 mg Bifidobacterium bifidum, Lactobacilus acidophilus, Fructo Oligo Saccharides dan 1 mg kalsium laktat glukonat.
  • Bahan aktif Cranberry yaitu Cranberry proanthocyanidin (PAC) dengan dosis 500 mg ekstrak Cranberry ~ 36 mg proanthocyanidin (PAC)
  • Vitamin C bekerja sebagai antioksidan
  • Bifidobacterium bifidum sebagai probiotik
  • Lactobacillus acidophilus, probiotik yang secara alami terdapat di dalam saluran genitourinaria wanita.
Sedangkan untuk penggunaannya, tinggal diminum 1 x sehari jika ingin mencegah anyang-anyangan terjadi. Dan 2 x sehari bila ingin anyang-anyangan enggak datang lagi.

Praktis bukan? 

Dan, kalau mau beli, mudah saja, karena di semua apotik ternama, seperti Watson, Century, Kimia Farma, Guardian dan lainnya, Prive Uri-Cran ini telah tersedia. Bahkan ada layanan pembelian secara online juga.

Legaaaa!

Akhirnya, saya enggak dipusingkan lagi saat traveling oleh anyang-anyangan ini. Karena saya sudah siap sedia Prive Uri-Cran untuk mencegah anyang-anyangan ini datang dan datang lagi. Juga enggak perlu pusing cari cara lagi untuk mengatasi susahnya buang air kecil.

Berkat Prive Uri-Cran, BAK lancar, traveling pun gangsar!!

Siyaaap?

Yuk...traveliiing!

Prive Uri-Cran
Minum Prive Uri-Cran dulu ya...! Terus, mau jalan kemana kita?

Oh ya, kalau teman-teman bagaimana, pernah punya pengalaman anyang-anyangan enggak ya?😍

Keep Healthy,

Dian Restu Agustina



*Artikel ini diikutsertakan dalam Uri-Cran SEO & Blog Competition*
Sumber bacaan: Facebook Prive Uri-Cran dan Instagram Prive Uri-Cran

54 comments:

  1. Pernah anyang-anyangan mbak, tapi tidak tahu kalau ada obatnya. Semoga dapat mencegah dari sekarang. Misal terlanjur pun sekarang sudah tahu obat yang manjur. Terimakasih mbak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah singgah Mbak...semoga bermanfaat ya:)

      Delete
  2. Seperti biasanya, artikel Mbak Dian lengkap bingits 👍 ekspresinya di antara dua tas itu sungguh keren 😊duh, anyang2an ini penyakit saya saat masih kecil tapi ga nyadar kalo itu penyakit. Obatnya emang ngiket ibu jari kaki, hehe... Berarti emak seluruh Indonesia raya kompak bener ya saat itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa..manjur kok ikat jempol kaki itu hihihi:)

      Delete
  3. Paling sebel kalo anyang-anyangan datang, apalagi mau pergi ya mba. Untung deh nemu artikel ini hehehe.. makasih mba Dian. Infonya keren dan bermanfaat! Jangan lupa ajak kalo pergi-pergi hehe

    ReplyDelete
  4. Aku pernah dengar obat anyang anyangan mbak. Duduk di atas tampah jarene.. Hihihi.. Tapi lom pernah nyoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh baru denger aku..itu tampah habis didudukin terus dipake hihihi

      Delete
  5. Mbaaaa.. Saya terpesona ama posenya hahahaha..

    Btw suka banget baca tulisan nya, selalu bermanfaat dan lengkap.

    Oh ya bisa dItambahin, kalau ada yang minta oleh2, kirimin aja gambarnya hahaha.

    Saya pertama kali liat produk ini beberapa bulan lalu di puskesmas 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..kirim gambar oleh-oleh aja ya..ide bagus tuh:)

      Delete
  6. Perlu praktekin tips no 5 nih, selama ini suka males ke toilet pas perjalanan karena pobia sama toilet yang bau dan jorok hihihi. Biasanya nanya dulu sama suami bersih gak kalah bersih baru masuk kalau nggak ditahan padahlp bisa bikin anyang-anyangan ya kalau ditahan.

    Makasih tipsnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak..suka horor sama toilet kalo pergi ya...hiks

      Delete
  7. Bener banget ni tipsnya,traveling kudu nyaman biar hati senang. ^_^

    ReplyDelete
  8. wah lengkap banget, ayang2en kalau dibiarkan memang bahaya ya mbak
    apalagi ada bakteri e coli
    adanya bakteri asidofil (yang bisa bertahan pada suasana asam spt Lactobacillus acidophilus pada uricane ini membuat bahaya ISK bisa diminimalisir
    mantep pokoknya

    ReplyDelete
  9. Aku pernah anyang2an mbak. Dan ga nyaman banget rasanya. Kebelet pipis tapi ga tuntas2. Pernah ikut anjuran ibu jg jempol kakinya diiket karet gelang. Manjur sih 😂
    Tapi seringan kaki dan pinggul dioles minyak kayu putih biar hangat.
    Ternyata ada obatnya ya anyang2an,uri chan. Mantap 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, pake anget-anget atau kompres air anget:) manjuuur

      Delete
  10. anyang2an memang sangat menggangu ya mbak tapi syukur lah sekarang sudah ada uri chan yang siap setia menemani setiap saat ..

    ReplyDelete
  11. membaca artikel ini via dekstop nyaman sekali mbak, soalnya ukuran hurufnya pas sekali.

    Pembuatan gambar pendukungnya oke juga, ditambah modelnya juga cantik. Mudah2an jadi model terkenal, minimal via blogger, hehehe...

    yg dibahas juga sesuai kenyataan ,terutama wanita yg sulit pipis saat jalan2.

    kalau lelaki biasanya tidak sulit pipis, tinggal nyari semak2 beres urusan setor oli-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mbas..ini huruf disesuaikan umur yang nulis..dibikin besar biat di mata nyaman ;
      kwkwkw
      Terima kasih memang cita-cita model enggak kesampaian ini ...

      Delete
  12. Dulu saya juga kalo anyang-anyangan disuruh iket jempol kaki hahaha
    Btw makasih infonyaaaaa

    ReplyDelete
  13. hai mbak dian tulisannya mantaapppsss..twrimakasih ilmunya

    ReplyDelete
  14. Acara traveling tambah santai kalau udah nggembol Prive Uri-cran. Mau koper atau ransel ya enjoy aja. Yang penting kan udah terhindar dari anyang-anyangan? Hihihi

    Good luck :)

    ReplyDelete
  15. Aku juga suka travelling sebenernya bun. Tapi sayangnya dananya suka ketarik-tarik ke sana ke situ wkwkwk ��. Nah antara tas koper atau ransel aku suka tergantung tempat yanh akan dikunjunginya ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip Bunda...sesuaikan saja dengan tujuan yaa:)

      Delete
  16. Ikat jempol kaki, itu sebenarnya hanya untuk mengarahkan atau membuyarkan kefocusan. Kalau jempol diikat dan terasa sakit, pastinya otak dan rasa akan larinya ke ujung kaki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya..bener juga ya Mas..makasih info tambahannya :)

      Delete
  17. waduuuh itu mba ngiket jempol bahaya banget, saluran darah bisa terhenti yang ada malah nambah penyakit wkwkwk...

    ReplyDelete
  18. Pernah dan memang tidak nyaman rasanya, Mba. Wah, jadi tertarik juga intip tips packing cerdasnya, nih. Saya masih sering kesulitan packing yang ringkes gitu, hehehe.

    ReplyDelete
  19. Berat badan kita samaaaa #galfok. Hehee... Tapi iya lho mba aku merasa nyari toilet umum apalagi yg bersih lebih susah di sini drpd di luar.

    Yang rawan anyang-anyangan must have banget ya prive urican ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, bener..kalau mau toilet bersih ya nge mall dulu kalau di Indonesia hiks

      Delete
  20. Saya pernah lho anyang-anyangan beberapa bulan lalu, duh rasanya gak nyaman banget. Tapi gak inget beli produk ini hehehe

    ReplyDelete
  21. aku juga minum uricran yang bubuk sachetan rasanya seger2 manis masam enaak

    ReplyDelete
  22. Wah, ada obatnya ya Mba? Baru tahu.. hihihi..Mksih Mba atas informasinya.

    ReplyDelete
  23. Packing dan toilet umum emang paling PR kalo traveling. Entah ya kadang packing suka maleess pgnnya udh gtu tau2 rapih #mimpi ��. Toilet emg pr bgttt. Cuma aku tuh skrg berusaha bgt kompromi, krn lbh nyiksa lg kalo kudu nahan pipis. Itu dia takut anyang2an. Repoot kan yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwkw..maunya koper nata sendiri ya Mbak:)
      iya musti kompromi dengan toilet apapun kondisinya ya hiks

      Delete
  24. Duh jgn sampai deh diserang anyang-anyangan lagi. Kapok pok pok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa Mbak..sangu Prive Uri-cran buat jaga-jaga jika ternyata keserang juga yaa:)

      Delete
  25. Pernah baca artikel kalau ngiket jempol emang bahaya hehe, untung skrng dah kenal uricran ya mbak, jd kalau kena anyang2an tinggal minum uricran aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak..yang bahaya-bahaya sudah ah lewatin aja:)

      Delete
  26. aku pilih ransel...eh.
    kalau diserang2 anyang2 aku dah tahu obatnya. selama ini cuma ikut cara yg ga logis yaitu iket jempol kaki pake karet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...ada yang logis caranya Mbak, minum Prive Uri-cran :)

      Delete
  27. Prive Uri-cran. I'll take this as a note! Pernah sehari sebelum travelling tetiba anyang-anyangan, pgn nangis rasanya. Jazakillah khair informasinya ya mbak 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, kalaau mau traveling bawa ya Mbak..buat jaga-jaga:)

      Delete