Tips Mengajari Anak Tidur Sendiri



Jumat Malam...Si Mas lagi ada acara MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa), jadi menginap di sekolahnya.

Nah, si Adik yang biasa tidur sendiri biar enggak sepi, niatnya saya temani. (FYI, anak-anak tidur di lantai atas di kamar masing-masing, saya dan suami di lantai bawah).

Saat lihat saya teteup di sebelahnya dan enggak pergi-pergi,

👦: "Ibuk, ngapain di sini?" 
👩: "Nemenin kamu.."
👦: "Enggak usah, aku mau tidur sendiri, Ibuk sana ke bawah... !"
👩: .....(diusir, ngeloyor pergi 😬..)

Begitulah kejadian kemarin yang sukses bikin saya tertawa, kecewa tapi juga bahagia. Tertawa lihat mimik lucu si bungsu saat menolak saya, kecewa karena dia sudah anti dikeloni lagi dan bahagia karena berhasil membuat dia mandiri dengan tidur sendiri.

Memang, mengajari anak tidur sendiri termasuk hal yang sering jadi bahan kegalauan para orang tua. Saya termasuk diantaranya. Dulu saat masih anak satu, rasanya eman-eman kalau enggak tidur kruntelan. Apalagi anak pertama saya meninggal. Hingga kelahiran si Mas adalah jawaban sebuah penantian. Yang pasti sayang rasanya melewatkan kebersamaan bareng dia termasuk saat tidur malam.

Nah saat saya hamil lagi di usia Mas yang 4 tahun kurang, saya sudah berangan mengajari dia tidur sendiri sebelum kelahiran adiknya nanti. Karena di rumah kamar ada 3 (bawah satu dan atas dua), saya pun mulai menyiapkan satu kamar untuknya.

Butterfly, Toy, Light, Kid, Child, Room
pic: pixabay.com
Tapi, rencana ternyata tinggal rencana. Kami sekeluarga pindahan ke Amerika untuk mengikuti Bapaknya sekolah ke sana. Dan di sana, kontrakan(apartemen) tempat kami tinggal hanya punya dua kamar saja. Sementara Bapaknya meminta satu kamar khusus untuk ruang belajarnya. Maklum, dengan seorang balita dan bayi, tentu dia perlu ruang pribadi. Agar tak diganggu saat belajar oleh dua krucils ini.

Jadilah tertunda momen mengajari si Mas untuk tidur sendiri. Saya hanya bisa membuatnya tidur di tempat tidur terpisah, tapi tetap di kamar yang sama dengan kami.

Lalu, saat kembali tinggal di Jakarta lagi, akhirnya rencana yang tertunda kesampaian juga. Kamar atas kami belikan tempat tidur dengan dua bed dimana masing-masing menjadi tempat tidur dua anak saya.

Waktu itu si Adik baru saja saya sapih. Jadi pas momennya. Dia jadi tidur bersama kakaknya di lantai atas, saya dan Bapaknya di lantai bawah.

Mengapa enggak langsung di kamar masing-masing? Karena, mereka bergender sama, berusia 6 tahun dan satunya 2 tahun, jadi lebih baik di kamar yang sama dulu saja. Dan sebab lainnya, kamar satunya sering untuk menginap jika ada mertua/orang tua saya datang ke Jakarta. Maklum, rumahnya kecil mungil nyempil.. kwkwkw.

Lalu, apakah ini langsung berjalan lancar jaya sesuai keinginan saya?Alhamdulillah iyaa..Mereka berdua berani tidur terpisah kamar (dan lantai) dengan orang tuanya dan hampir enggak pernah nyusulin Ibunya kecuali jika merasa enggak enak badan atau minta bantuan.

Kemudian ketika si Mas menginjak SMP dan si Adik naik kelas 3 SD, kamarnya pun dipisahkan. Mereka tidur di kamarnya sendiri-sendiri hingga sekarang.

Dan, Alhamdulillah untuk urusan tidur sendiri saya enggak pusing lagi...Bahkan malah pusing karena sekarang mereka seperti sama sekali enggak mau ditemani lagi...hihihi. Bikin Ibu baper dan kangen masa kruntelan dulu...

Thomas And Friends, Toy Train, Boy
pic: pixabay.com
Lalu apa saja yang saya  lakukan untuk mengajarkan anak berani tidur sendirian? 

Diantaranya:
  • Niat Bulat
Niatkan diri untuk mengajari anak tidur sendiri. Jangan sampai saat kita sudah memulai malam ini dengan membuat mereka tidur terpisah, eh besok malam berubah, anak kita ajak tidur bersama di kamar kita lagi. Ketidakkonsistenan seperti ini akan membuat anak bingung sendiri dan sulit untuk menjalani kebiasaan barunya.

Pokoknya tega enggak tega..harus tega, karena ini demi kebaikan mereka!
  • Berikan Alasan
Katakan dengan bahasa yang mudah dimengerti, alasan kenapa mereka harus tidur terpisah dari orang tuanya. Misalnya, jelaskan bahwa dengan tidur di tempat masing-masing maka semua bisa lelap beristirahat sehingga badan akan lebih sehat. 
  • Tanamkan Kebiasaan
Misalnya, pukul 8 malam adalah saatnya masuk kamar. Sebelumnya, cuci tangan dan kaki juga sikat gigi. Lanjutkan dengan membaca bersama atau mendongengkan aneka cerita. Juga membaca doa. Dan, ucapkan selamat tidur disertai pelukan dan ciuman sehingga dia merasa nyaman.
  • Ciptakan Suasana Nyaman
Nyaman bukan berarti mahal. Kreasikan kamar sesuai dengan kesukaan anak. Jika suka bola misalnya, tempelkan poster bola di dindingnya. Atau hobi mengoleksi salah satu karakter boneka, letakkan beberapa di sisi tempat tidurnya. Bisa juga dengan memasang sprei tokoh kartun kegemarannya atau warnai dinding kamar dengan warna favoritnya. Seperti saat itu, si Mas saya pilihkan sprei bergambar Lego Movie dan adik gambar mobil Ferrari.

People, Child, Kid, Bear, Toy, Blonde
  • Cahaya Secukupnya
Gunakan lampu tidur sehingga mereka enggak silau akan lampu kamar yang terlalu terang juga takkan merasa kegelapan ketika dimatikan. Apalagi kini beraneka model lampu tidur tersedia. Seperti si Mas yang memilih lampu model bintang dan Adik maunya bentuk balon.
  • Perhatikan Pola Makan
Hindari makan malam yang telat karena bisa membuat sistem pencernaan anak saat tidur bekerja lebih berat. Akibatnya tidurnya tidak tenang, sakit perut, bahkan muntah! Jadi, misalkan jam tidur anak pukul 20.00, sebaiknya makan malam diberikan pukul 17.00 atau 18.00. Karena untuk mencerna makanan yang masuk ke tubuh diperlukan kurang lebih 2-3 jam. 
  • Segelas Susu Akan Membuat Lelap Tidurmu
Minum susu sebelum tidur adalah rutinitas yang baik, karena susu menyempurnakan kebutuhan gizi anak. Seperti dilansir dari majalah Ayah Bunda, kandungan kalsium, magnesium, vitamin D, vitamin B12 dan fosfornya membantu pertumbuhan tulang anak agar tinggi dan kuat. Zat serotonin pada susu juga menenangkan otot-otot di tubuh, sehingga tubuh relaks dan siap untuk tidur.
  • Hindari Menakut-nakuti
Kebiasaan menakuti anak, misalnya: "Jangan di situ..ada hantu!", "Kalau nangis melulu nanti ada polisi ke sini!", "Awas kalau sembunyi di sana, ada raksasanya..!" Biasa ditakut-takuti seperti ini, membuat anak jadi tak percaya diri, termasuk saat tidur sendiri.
  • Berikan Penghargaan
Jika semalaman anak sudah berani tidur sendiri, hargai usahanya ini. Misalnya dengan membuatkan sarapan telur dadar favoritnya, roti isi kesukaanya atau pancake lucu yang akan membuatnya tertawa. Juga, tak lupa berikan ciuman, pelukan dan pujian atas keberaniannya.

Pancake Face Breakfast Brunch Food Funny N
pic; pixabay.com
Nah, buat teman-teman yang sudah berpengalaman mengajari tidur sendiri putra-putri, bagaimana, adakah tips yang lainnya?



with love,


Dian Restu Agustina









Comments

  1. Jadi inget lagunya Tasya: "Jangan Takut Gelap" :) Si Afra sudah mulai pisah tidur dengan saya saat usia 4 tahun, tapi dia milih dikeloni eyangnya, sih. Tetep, ritual dongeng yang membacakan ya saya ato Abi-nya (sampe kelas 3 SD, setelah itu udah ga mau didongengin karena maunya baca sendiri) Dia gak takut gelap tapi dia lebih nyaman pake lampu remang2, sama seperti tips Mbak Dian. So, secara umum sih pas harus pisah kamar ga ada kendala. Sekarang, kadang ia misah tidur sendiri di kamar lain saat ingin sendirian. Tips di atas udah okeh oceh

    ReplyDelete
  2. Hiksss.. Saya masih belajar poin 1

    Baper abis kalau gak meluk anak-anak saat tidur 😂
    Harus bulatkan tekat nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwwk..iya Mbak, penginnya anget kruntelan teyus ama anak ya:)

      Delete
  3. Bagi saya urusan ini udah jaman dahulu, anak saya udah pada gede-gede. Waktu masih pada kecil biasanya sebelum tidur sendirian pasti minta dibacain cerita. Tadinya cerita dongeng, cerita anak-anak yang baik. Lama-lama bosen terus minta cerita horor, mulai hantu-hantu lokal sampe yg impor. Kalo sama ayahnya paka kapok soalnya ayahnya tidur duluan. Saya juga suka ngantuk jadi ceritanya lama-lama suka ngaco, terus anaknya bilang : kemaren bukan begitu deh ceritanya, hahaha.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..sama Mbak, kalaubapaknya kadang dia yang ketiduran , atau dongeng selalu ngasal :D

      Delete
  4. Akku maish berjuang nih Mba. Mungkin masih iri liat adeknya satu kamar dengan papa bunda kali ya. Padahal kmrn2 sempet tuh sebulan mau tidur di kamar sendiri. Tapi sekarang balik lagi umpel2an di kamar aku.

    ReplyDelete
  5. kalau aku tak kasih boneka hewanyang lucu buat temen tidurnya

    ReplyDelete
  6. Aku belum ada pengalaman ngajarin anak tidur sendiri. Nemu tulisan mba Dian seneng banget. Kebetulan lagi ngajarin iioo tidur sendiri kan bentar lagi mau punya adik :D

    ReplyDelete
  7. Anak saya belum mau tidur sendiri nih. masih pengen ditemenin tidurnya...

    ReplyDelete
  8. Kadang yang buat anak takut tidur sendiri tuh karena takut gelap. Tapi pengalaman dulu belajar berani tidur sendiri sih karena dibuatin kamar yg banyak bonekanya,jadi merasa banyak temen tidur. Cewek sih ya 😂
    Kalau untuk pengalaman ngajarin anak tidur sendiri belum punya mbak,anaknya belum ada hehe

    ReplyDelete
  9. Ini malah emaknya yang ga mau pisah

    ReplyDelete
  10. Karena aku mengontrak di Medan ini dapat 2 kamar, ndhilalah rezekinya kok ya yang pas dapat di hati begitu. Sampai sekarang si kecil masih sekamar sama kami, Mbak Dian. Gak mungkin disatuin sama Kakaknya yang beda kelamin

    Dulu waktu pisah kamar sama Kakak, gak aku paksa. Baru pindah ke Jakarta pas dapat 3 kamar, dia baru mau. Itu pas naik kelas 4 SD. Padahal di Pekanbaru juga 3 kamar tapi dia gak mau. Cuman dikasih tau, " Ntar kalo di Jakarta udah kamar sendiri ya "


    Alhamdulillah mau ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip..selamat menempati kamar sendiri ya Adik:)

      Delete
  11. hi mba dian, anak bisa tidur sendiri adalah sebuah impian banget yaa mba. tapi saat ini ak belum bisa menerapkannya, karena kondisi rumah yang masih gabung bersama keluarga dan keterbatasan tempat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..nanti diajari kalau sikon sudah memungkinkan:)

      Delete
  12. Akhir bulan ini Najwa sudah 7 tahun. Dan sepertinya saya harus bulatkan niat. Kamar sudah siap dari tahun lalu. Tapi tetap saja tidur nyusul emaknya. PR banget buat saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera bisa bobok sendiri ya Najwa..:)

      Delete
  13. Anak2 dulu ga masalah tidur dikamar masing2 tp udah pd kuliah dan kerja malah senengnya ngumpul tidur sama emak bpknya sambil ngobrol...hrhehe

    ReplyDelete
  14. Kalo saya biasanya, di antaranya, setelah gosok gigi, "Jangan lupa berwudhu ya..."

    ReplyDelete
  15. Semua udah dicoba, tp tetep aja tiap tengah mlm dia pindah ke kamar ortunya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..kenapa ya Mbak..dicoba terus saja ya:)

      Delete
  16. Saya belum berencana untuk membiarkan anak tidur sendiri secara anak juga masih 2 tahun tapi kedepannya jg ingin coba tips diatas

    ReplyDelete
  17. wah tips yang sangat bermanfaat mba, jadi bisa praktekan ke anak agar bisa belajar untuk bisa tidur sendirian

    ReplyDelete
  18. Save dulu mbak Dian. Saya suka nih sharing pengalamannya, bekal buat saya nanti kala melepaskan si bujang saya tidur sendiri

    ReplyDelete
  19. Ini saya baru mau nyari info tentang melatih anak tidur sendiri. Cocok mbak Dian... Anak saya umur 2 th 8 bulan. Rencana mau saya pisah bed nya dulu, soalnya untuk kamar belum ada. Rencana juga mau nambah momongan lagi jadi pengennya sedari sekarang mau pisah bed dulu, begitu. Terimakasih tips nya ya mbak! Segera di laksanakan.

    ReplyDelete
  20. Biasanya umur berapa ya mbak anak sudah bisa diajarkan tidur sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman saya seperti di atas Mbak, berdua dulu sama kakaknya baru sendiri

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog