Salah Beli? Kembalikan Saja!


"Baaaa,....bola lampunya kebanyakan belinya!"
"Enggak ah..aku udah hitung dan benar kok jumlahnya, kenapa bisa kebanyakan?"
"Iya, kita enggak periksa, ternyata dalam satu kemasan ada 2 isinya. Jadi cuma kepakai separuhnya.."
"Oalah..satu kotak isi dua bohlam to..Iya ya kita lupa ngecek yaa. Ya udah, nanti Sabtu dikembalikan saja ke sana. Bawa barang dan struk belanjanya"
"Siip...!"

(begitu bunyi pesan singkat saya via aplikasi WA ke suami tercinta. *Baaaa: singkatan dari Bapak ๐Ÿ˜€)

Yup, bola lampu yang kami beli untuk mengganti beberapa lampu yang lama saat rumah diperbaiki ternyata kebanyakan dibeli.

Yang luput dari perhatian saya dan suami adalah bahwa dalam satu kemasan ternyata terdapat 2 buah bohlam. Alhasil kami terlanjur beli 10 kotak, padahal perlunya cuma 5 saja. Wah, sayang banget karena ketidaktelitian jadi belinya kelebihan.

Tapi untungnya di toko tempat kami membeli ada Kebijakan Pengembalian, dimana jika:

"Dalam waktu 30 hari, pelanggan berubah pikiran, barang yang dibeli terlalu besar, terlalu kecil atau terlalu yang lainnya, dapat dikembalikan dalam waktu 30 hari sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku"



Nah, saya yang memang tak seteliti Bibi Titi Teliti pun kelimpungan setelahnya...Haduuh, dimana ya saya simpan struk pembeliannya. Mana sudah dua minggu yang lalu belinya...Hiks, siap-siap nih bakal diomelin suami!๐Ÿ˜‘

Setelah bongkar-membongkar tas, akhirnya si nota ketemu juga dan dalam keadaan yang ...mengenaskan! Kertasnya sudah terbelah jadi dua dan tulisan di atasnya pun nyaris tak terbaca. Bahkan, di bagian belakang sudah ada catatan belanja saya. 

Wah, jadi keder juga, bisa enggak ditukar ya..??

return policy

Saya pun menyatukan struk yang robek dengan lakban dan menyiapkan lampu yang tidak jadi dipakai. Saya jadikan satu dan siap dikembalikan dengan penuh keraguan.

Sabtu pagi, saya sekeluarga pun pergi menukarkan si lampu ke tokonya. Sebelum berangkat, suami saya memeriksa isinya dan terkejut mendapati kondisi struk yang sudah tambal sulam.

return policy

Dan dia pun merepet panjang lebar.."Kan, sudah aku bilang, struk itu disimpan baik-baik..biar kalau ada apa-apa, bisa kita tukarkan barangnya....Kayak gini, kan sayang kalau enggak bisa ditukar lagi nanti.."

Saya yang memang bersalah, diam seribu basa..hahaha

Memang di rumah, lebih teliti dia daripada saya. Maklumlah, dia itu Accountant, jadi baginya ketelitian adalah sebuah keniscayaan...#halah

Akhirnya, kami pun tetap meluncur ke tokonya di kawasan Alam Sutera.

Berdasarkan petunjuk yang tertera, penukaran barang bisa dilakukan di bagian layanan pelanggan yang berada di lantai 1.

Sesampainya di situ dan mengambil nomor antrian, kami pun harus menunggu dulu.

Dan saat dipanggil oleh petugasnya, saya pun menyerahkan bukti pembelian seraya menyampaikan alasan terlalu banyak membelinya.

Dalam waktu kurang dari tiga menit barang yang saya kembalikan diperiksa oleh petugasnya. Si Mas petugas melakukan transaksi returned di mesin register dan memberikan pengembalian uang berupa voucher senilai dengan barang yang dibeli. Kemudian menjelaskan perihal kebijakan pengembalian dan pemakaian voucher ini.

Dan,... sudah!

Benar-benar, pelayanan yang singkat dan cepat!

FYI: pengembalian dana bisa berupa uang atau voucher dan bisa senilai atau berkurang nilainya tergantung kondisi barang yang dikembalikan.


Saya, sebagai pembeli, mendapatkan layanan pelanggan atas kesalahan pembelian barang seperti ini, tentu saja merasa happy...!!

Karena, dulu banget saat membeli sesuatu di nota/struknya biasa lebih sering tertulis "Barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi".

Sehingga, kalau ternyata barang itu sampai di rumah kekecilan, kebesaran, kelebihan atau alasan lain yang membuat kita tidak bisa memakainya terpaksa kita harus mengikhlaskan uang yang sudah terpakai untuk membelinya...! Huwaaa, sayang uangnya!

Dan, meski gondok sekali..tetap kita enggak bisa berbuat apa-apa lagi. Hiks!

Maka, ketika kini, hak konsumen dilengkapi dengan kebijakan pengembalian dengan beragam alasan, pudarlah kekhawatiran.

Jadi ingat, selama tinggal di Amerika dulu dimana-mana kebijakan pengembalian barang itu mudah sekali. Bahkan sering disalahgunakan orang untuk "pura-pura" membeli lalu memakai setelah itu dikembalikan ke tokonya lagi. Wah!
Beli baju batik di Pasar Beringharjo saja ada kebijakan pengembalian,"Boleh ditukar sampai besok kalau salah ukuran, Mbak!" Kata Budhe yang jualan๐Ÿ˜

Tapi, sebenarnya apa saja sih alasan konsumen mengembalikan barang yang telah dibeli?
  • Salah Ukuran
Dulu, saya pernah dengan baik hati membelikan kemeja buat suami. Ukuran yang biasa dipakai dia sih M. Tapi, karena masing-masing brand punya standar ukuran yang berbeda, jadilah sampai rumah, itu kemeja ternyata kekecilan ukurannya. Sama sekali enggak bisa terkait kancing bajunya...Mana waktu itu si Mas - sulung saya belum setinggi sekarang (sekarang anak mbarep saya ini beda tipis saja ukurannya sama Bapaknya). 

Nah, karena tak ada aturan pengembalian barang di toko tempat saya membeli, akhirnya terpaksalah itu baju disimpan di lemari sambil berangan-angan mau dikasih ke siapa ya ini...
  • Enggak Sesuai Harapan
Biasanya ini terjadi saat kita belanja online.

Gambarnya sih ketjeee tapi ternyata barang yang sampai ke rumah sama sekali enggak oke!!

Bisa karena kualitas bahan, masalah jahitan, warna yang berbeda atau ketidaksamaan pada pernak-perniknya. Pokoknya jauh bangets dari iklannya ,sehingga bikin hati kecewaaa!

Nah, jika ternyata di olshop tempat kita membeli ada kebijakan pengembalian barang, ya kita bisa kembalikan...(meski agak panjang urusan). Cuma, kalau enggak ada..ya kita hanya bisa pasrah saja dengan barang yang sudah terlanjur diterima.

Saya sendiri pernah beli celana di sebuah marketplace ternama dan ternyata datangnya beda dengan gambar. Di gambar nampak bukan jenis legging, longgar saja kelihatannya.

Eh, nyampenya, itu celana ngapret pret dipakainya. Ketaaaat banget! (Atau mungkin karena di iklan badan: model, sementara yang pesan badan: modal madul kwkwkw)

Karena mereka punya kebijakan pengembalian, ya sudah saya kembalikan saja. Tentu dengan mengikuti aturan, seperti isi form, lalu mengirimkan kembali ke alamat (sudah ada sticker untuk alamat tujuan pengembalian). 

Lalu setelah beberapa waktu saya mendapatkan pengembalian uang dalam bentuk wallet di akun saya.  Lumayan, bisa balik uangnya dan dipakai buat beli lainnya.
  • Kesalahan Pengiriman
Pesan sepatu ukuran 39, eh yang datang ukuran 36. Order atasan size S yang datang L. Atau pesan produk tipe tertentu tapi yang sampai bukan yang itu. Wah!!

Memang manusia tak luput dari berbuat kesalahan. Tetapi pengiriman produk atau ukuran yang salah adalah satu kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh penjual. Harusnya penjual memastikan mereka yang berada di departemen pengiriman memeriksa ulang bahwa setiap barang yang dikemas adalah produk yang tepat dengan ukuran yang akurat dan dikirimkan ke pemesan yang benar.

Apalagi kalau tidak ada kebijakan pengembalian, tentu yang dirugikan adalah pelanggan.
  • Kerusakan/Ketidaklengkapan
Saya pernah memesan mini tripod di sebuah marketplace ternama. Setelah saya terima barangnya, eh ternyata kaki tripodnya kurang satu. Harusnya ada 3 dan bisa dirakit dengan mengencangkan bagian kaki ke badan tripodnya. Lha...pas terima 2 kaki saja, jadi bingung saya. Kalau begini namanya sih dwipod bukannya tripod yaaa, hhhhh!!

Mana waktu saya hubungi penjualnya mereka bilang lengkap kok isi kotaknya. Nah, sayangnya juga di marketplace ini kebijakan pengembaliannya agak ribet saya baca...Jadi, akhirnya saya pun merelakan dengan menerima saja barang yang sebenarnya kurang sempurna. 

pic by pixabay.com
Kemudian, apa saja sih yang bisa dilakukan jika kita mengalami hal-hal tersebut di atas?
  • Pelajari Kebijakan Pengembalian
Sebelum membeli barang, apalagi yang lumayan nilainya, tak ada salahnya kita pelajari dulu ada tidaknya Return Policy. Syukur-syukur kalau kita tahu lebih dulu apa hak kita sebagai pelanggan saat membeli barang di situ.

Misalnya, ada masa sekian hari barang bisa ditukar/dikembalikan, ada penggantian biaya pengiriman kembali barang dan pengembalian dana saat barang dikembalikan.
  • Simpan Struk Pembelian
Setelah berbelanja biasakan menyimpan struk belanjanya, siapa tahu diperlukan. Jangan seperti saya yang entah kenapa malah enak saja merobeknya jadi dua hahaha

Struk ini akan berguna sekali, terutama buat pembelian langsung. Karena ketika ada apa-apa bisa dikembalikan ke tokonya - jika memang punya kebijakan pengembalian.

Nah, karena struknya sering enggak jelas atau luntur tintanya, kalau perlu foto saja struknya. Jadi kalau kurang jelas bisa kita tunjukkan fotonya itu.
  • Jangan Lepaskan
Jika ada label harga pada produknya, biarkan saja pada tempatnya. Jangan dilepas, sampai kita merasa sreg dengan barangnya. Karena untuk pengembalian biasanya diperlukan produk yang utuh dengan labelnya.
  • Simpan Kemasan
Seringnya, bgitu datang sepatu baru, saking senangnya langsung kotaknya kita buka, sobek dan buang ke tempat sampah...Padahal itu sepatu ternyata kebesaran ukurannya. Hadehhh!

Makanya, simpan kemasan, karena jika ternyata kita perlu mengembalikan barang, itu akan diperlukan. 
  • Baca Aturan Pengembalian
Sebelum mengembalikan barang, baca baik-baik aturan pengembalian. apakah kita harus mengirimkan ke alamat tertentu, mengisi form yang disediakan dan menghubungi layanan pelanggan.

Demikian juga penukaran/pengembalian barang ke toko konvensional. Kita bisa ikuti langkah-langkah pengembalian yang ditentukan.
  • Segera Lakukan Pengembalian
Jika memang ada kesalahan, semakin cepat barang dikembalikan akan semakin baik. Karena, masing-masing penjual memiliki kebijakan yang berbeda. Ada yang boleh dikembalikan dalam kurun waktu 3 hari, 7 hari, 10 hari atau 30 hari. Lebih baik segera kembalikan saja, sebelum habis waktunya.

pic by pixabay.com
Jadi kini, jika ada yang enggak pas di hati saat membeli barang, baik secara langsung maupun online, kita enggak perlu bingung lagi! Dikembalikan saja...Ada aturannya kok! 

Dan, sebagai pembeli kita harusnya juga lebih peduli dengan beraneka aturan ini. Karena segala kebijakan yang ada, berguna untuk melindungi hak-hak kita.

Nah, kalau teman-teman punya pengalaman enggak tentang kebijakan pengembalian ini? Yuk, share ceritanya di kolom komentar yaaa...

Terima kasih..๐Ÿ’•


Happy Shopping, Happy Sharing


Dian Restu Agustina





Let's #BeMoreProductive with XWORK !!


Haa? Sudah tanggal 25 dan postingan di blog saya cuma 7 sajaa!! Huwaaa...

Mungkin ada yang bertanya-tanya, ada apa kiranya? Kemana saja saya? Apakah sibuk menulis buku baru? Ngebut kirim karya ke media? Atau ada proyek yang bikin rekening makin cling...?

Ah, itu semua F-I-T-N-A-H !!๐Ÿ˜€

Yang ada, saya enggak bisa ngeblog, blogwalking bahkan sekedar browsing lantaran rumah dalam kondisi lagi diperbaiki. Sehingga dari pagi sampai sore hari, aliran listrik matiii! Hiks!

Tahulah kalau enggak ada listrik, otomatis saya pun jadi enggak bisa terus-terusan memakai gawai, karena musti menghemat baterai.

Demikian juga koneksi internet...

Karena saya berlangganan layanan internet berbasis fiber optik(broadband) maka di saat listrik mati, WiFi pun enggak berfungsi.

Jelas, sikon ini bikin saya enggak bisa apa-apa dan mati gaya!

Padahal, saya biasanya posting paling tidak 2-3 blogpost dalam seminggu. Bahkan pernah juga One Day One Post selama sebulan.

Nah..kalau ini mah parah, hari gini baru nulis segini..๐Ÿ˜ข

Biasanya, bisa ngeWiFi dari sini...tapi kini, halah, hancur minah!
Sejatinya, kendala ini bisa saja saya atasi dengan pergi ke minimarket, kafe atau rumah makan di dekat rumah untuk ngungsi sekalian nyari WiFi.

Tapi sebagai perempuan rumahan, yang enggak terbiasa ngafe sendirian, saya kok merasa enggak nyaman. Biar nyaman berarti musti ngajakin teman. Tapi khawatirnya nanti bukannya nulis tapi malah nggosip dan cekikikan! hihihi๐Ÿ˜

Atau, bisa juga saya pergi ke warnet yang ada di sekitar kampus di dekat rumah saya. Tapi lagi-lagi, kok saya enggak pede dipanggil tante. Secara yang datang di sana rata-rata remaja sepantaran anak saya atau para mahasiswa. 

Hadeeh!

Jadilah terpaksa saya ngeblog sebisanya yaitu saat listrik dinyalakan secara darurat di malam hari oleh para pekerja.

Alhasil, sudah mau habis bulan baru kelar 7 postingan. Sampai mikiiir.., begini amat kerja di rumah itu yaak!! Ketika ruang kerja di rumah bermasalah, ya sudah. Banyak deh agenda yang tertunda. Syeeedihh saya!

Hhhhh...

XWORKS
"kantor" di rumah, sederhana tapi bikin bahagia
Kendala yang saya alami ini, bisa jadi juga pernah menimpa teman-teman terutama yang enggak punya "kantor" pasti. Meski bisa saja "ngantor" di tempat-tempat yang menyediakan WiFi, tapi kok kurang sreg rasanya. 

Karena biasanya di sana, privasi kurang terjaga, akses internet lelet, jika lokasi di luar ruangan jadi kegerahan dan karena enggak enak hati, habis secangkir kopi jadi nambah dan nambah lagi. hihihi

Tak hanya saya yang seorang blogger rumahan yang bisa kebingungan saat enggak punya tempat kerja. Tapi bisa saja di luar sana, ada orang yang kesulitan juga saat mau janjian dengan kolega, rekanan ataupun pelanggan.

Karena janji bertemu untuk sebuah rencana kerjasama, tentunya butuh ruangan yang nyaman. Biar enggak direcokin suara-suara berisik di sekitar atau dipandang dengan mendelik oleh tamu restoran di kiri dan kanan. Atau bahkan, "diusir secara halus" oleh manajer cafe karena kelamaan.

Ah..andaikan di luar sana ada tempat yang bisa dipakai ngantor seharian dengan fasilitas oke juga harga yang ketjeee, pasti akan sangat membantu mereka yang membutuhkan!!

Sampai saat saya curhat ke suami tentang hal ini, dia pun menanggapi....

Katanya, di gedung tempat dia bekerja, di kawasan Kuningan, ada tempat (kantor) yang disewakan secara harian bahkan jam-jaman.

Whattt?

Iya, beneran..Ada yang datang sendirian, ada juga yang berombongan, begitu tambahnya...

Wow! Iyakah?

Terus, gimana cara nyewanya yaaa? Nanyanya ke siapa? Lalu, apa enggak selangit harganya, secara itu masuk area segitiga emas Jakarta??

Saya pun browsing untuk menjawab rasa penasaran yang tiada tara #halah

Dan ternyata memang ada ruangan yang bisa disewa secara harian atau jam-jaman untuk ngantor sendirian, rombongan, buat pertemuan maupun acara-acara lainnya.

Terus dimana nyewanya?

Di XWORK yaitu sebuah marketplace penyewaan ruang meeting, ruang kantor, co-working space, event space, dan virtual office yang ada di Indonesia.

Dimana saat ini XWORK sudah mencakup seluruh kota besar di Indonesia dan memiliki lebih dari 1.200 ruang yang siap untuk disewa. Wahhh banyaak!

Oh ya, XWORK yang tersedia dalam format website dan aplikasi ini, menjadikan kita bisa menemukan dan menyewa ruang kerja, ruang pertemuan dan ruangan untuk beraneka acara dengan durasi mulai dari jam-jaman sampai tahunan.

Pokoknya, book any space any time..!

Dan, seperti ini nih penampakan website-nya....

Saya pun kepo maksimal dan lanjuuuut ngulik webnya....

Di laman ini ada pilihan layanan, yaitu: Ruang Meeting, Ruang Kantor dan Paket Meeting.

Coba saya buka Ruang Kantor-nya...Di sini ada pilihan: Coworking Space, Kantor dan Virtual Office.

Nah, karena saya hanya ingin menyewa dalam waktu tertentu saja, maka saya pilih Coworking Space, yaitu ruang bersama yang digunakan untuk bekerja.

Lalu, saya masukkan dulu kualifikasi seperti yang saya cari. Terutama pilih urutan berdasarkan Harga Terendah.

(Maklum, masalah harga itu utama, apalagi blogger yang invoicenya baru cair setelah sekian hari kerja..Jadi kalau bisa: "harga terendah, fasilitas melimpah"!)๐Ÿ˜

Dan setelah isi itu ini...ini hasilnya....:

Ada yang biaya sewanya mulai 50 ribu/hari. Ada pula yang 30 ribu/jam.

Pokoknya tinggal pilih... sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan!


Lanjut runut salah satu tempatnya, biar tahu fasilitas yang didapat apa saja..

Dan, tadaaa...melihat penampakan salah satu ruangan yang disewakan, kok jadi khawatir saya. Khawatir betah dan enggak mau pulang kwkwkw.

Apalagi setelah scroll down dan baca fasilitas apa saja yang diterima, makin speechless sayaaa.

Dengan budget 50 ribu, dapat free: WiFi, mineral water, coffe/tea, ruang tunggu, fotocopi hitam/putih, print hitam/putih, pemakaian meeting room pada jam tertentu...dan fasilitas lain sesuai dengan lokasi.

Walah, muraaah!

Hmm, coba bandingkan dengan kalau ngantornya di cafe....Lebih hemat mana?


Selanjutnya, jika ternyata, kita ngantornya enggak sendirian, tapi barengan rekan atau sudah punya beberapa karyawan tapi budget masih pas-pasan, gampang...!

Kita bisa pilih layanan Kantor

Di sini ditawarkan beragam ruangan di berbagai lokasi dengan fasilitas yang enggak beda jauh dengan Coworking Space tadi, seperti free WiFi, listrik, tea/coffe, air mineral dan lainnya.

Tentu ini praktis dan ekonomis buat Start Up atau  perusahaan yang baru saja didirikan dan masih punya keterbatasan modal. Dengan budget yang terjangkau bisa memiliki kantor yang memukau...

Ketjeee enggak tuh.!! 

Tak hanya itu, selain real office, XWORKS juga menyediakan Virtual Office dimana kita bisa menyewa "alamat tempat" menjadi alamat kantor kita. Dengan harga sewa mulai Rp 250.000 kita akan mendapatkan alamat bergengsi untuk kebutuhan perusahaan, bussiness address, mailing address dan reception assistant.

Kereeen, kan?



XWORK memang menawarkan berbagai tipe ruangan yang bisa memenuhi kebutuhan. Perlu ruang meeting ada, ruang kantor tersedia, paket meeting punya, ruang beraneka acara, coworking space dan virtual office.

Lalu, XWORK juga bisa membantu kita dalam mengadakan meeting atau sebuah acara. XWORK lah yang akan menjadi pihak ketiga untuk mencari business spaces yang bisa mendukung produktifitas kita. 

Selain itu, XWORK juga dapat mengorganisir event kita mulai dari meeting mingguan, meeting bulanan juga special occasion lain yang membutuhkan ruangan. Dan di seluruh ruangan yang tersedia di XWORK, kita juga bisa sekalian pesan makanan serta coffee break. Sehingga kita tidak perlu kesusahan untuk mencari makanan dan minuman selagi melakukan pertemuan.

Membuat kita bisa fokus kerja, kerja dan kerja...Dan biarkan XWORK yang mengurusnya.


Lalu, bagaimana caranya menyewa?

Pertama-tama kita klik MASUK. 

Oh ya cara masuknya bisa pakai akun FB, Google atau Email yaaa.

Terus, pilih butuh sewa apa: Coworking Space, Kantor, Ruang Meeting,...

Misalnya saat perlu Coworking Space: setelah pilih lokasi dan tentukan waktu. Lalu urutkan pilihan ruangan berdasarkan: Rekomendasi, Kapasitas Tertinggi, Kapasitas terendah, Harga Tertinggi atau Harga Terendah.

Nah, kalau sudah, tinggal isi data yang dibutuhkan. Mulai dari tanggal dan waktu. Lalu jika ruangan yang akan kita sewa tersedia, tinggal kita booking saja dan lanjutkan dengan pembayaran sewa.

Cara bayar sewanya bagaimana?

Pembayaran sewa bisa dibayarkan melalui:
  • Kartu Kredit
  • Transfer (ATM/SMS Banking/Bank Teller/e-Banking)
  • ATM (semua ATM dengan logo Bersama, Prima, Alto)
  • Kartu Kredit (Visa/Master Card)
  • Internet Banking (BCA Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks)
  • Indomaret
Uwooo...komplit pilihannya yaaa, benar-benar memudahkan kita mau pilih metode pembayaran apa.

Dan satu lagi, semua harga yang tertera sudah termasuk pajak dan tidak ada tambahan biaya lainnya.

Wah...XWORK memang oke bener yaa!

Lha enggak oke gimana coba, transaksi onlinenya mudah dan terpercaya, reservasi real time tanpa perlu konfirmasi lagi, harga sewa adalah harga yang tertera dan ribuan lokasi tersedia yang tersebar di Indonesia.


Well, kalau seperti ini, bisa jadi enggak banyak printilan yang mesti dipikirkan lagi bagi sesiapa yang memerlukan tempat untuk bekerja, mengadakan pertemuan atau acara. Karena XWORK sudah handle semua dan kita tinggal konsen ke kerjaan saja. Senangnyaaa...

Nah, kalau mau tahu info selengkapnya silakan cuss ke sini yaaa:

Website: www.xwork.co
FB: www.facebook.com/xwork.co 
IG: @ xwork.co
CS: 081288869664

Dan..bisa juga simak video tentang XWORK berikut ini...



So, need a room for work? Try XWORK!!

And...Let's #BeMoreProductive with XWORK!!


Dian Restu Agustina




Alhamdulillah....!!




Bengkulu, Saya Benar-Benar Penasaran Denganmu...!!!


Satu hari saat ngobrol berdua dengan suami:

"Ke Bengkulu yuk..!"
"Bengkulu?"
"Iyaaa.., kapan gitu, liburan ke Bengkulu.."
"Memang mau ngapain..?"
"Ya, biar aku tahu Bengkulu ...Kan, nanti bisa jalan-jalan terus reunian sama teman-temanmu..."
"Iya yaa, eh nanti aku tunjukkan kantorku yang dulu, terus tempat aku jalan-jalan, ngabarin teman-teman juga aja yaa biar bisa ketemuan...Hmm, udah berapa tahun ya? Pindah dari sana tahun 2000..Ya ampun, ternyata sudah 18 tahun lalu..Jadi penasaran kayak apa sekarang Bengkulu?"
"Makanya, ke sana aja yuk!"
"Tapi, tiket ke sana lumayan lho...kan bukan rute ramai itu, hotelnya juga, enggak banyak pilihannya..."
"Udah..tenang aja..ntar aku yang cari-cari tiket pesawat sekalian hotelnya!"
"Yo wis.....kita rencanakan lagi nanti."
"Syiiip!"


Begitulah, saat saya merencanakan sebuah perjalanan. Segala sesuatu biasanya jauh-jauh hari sudah direncanakan. Mulai dari kapan, anggaran, pemesanan sampai itinerary perjalanan. Sejatinya saya ini bertipe dadakan. Sedangkan suami tipenya perencana. Setelah berpengalaman kalau merencanakan segala sesuatu itu ternyata lebih menguntungkan, lambat laun saya pun mengikuti ritme suami. Apalagi untuk perjalanan yang memerlukan dana lumayan. Rasanya sayang kalau tidak secara optimal direncanakan. Jangan sampai sudah banyak keluar dana, jauh-jauh pergi ke sana eh.. enggak tahu mau apa dan kemana. Sayang kan uangnya?

Apalagi sekarang ini begitu banyak layanan/aplikasi yang membantu kita melakukan reservasi. Mulai dari moda transportasi, akomodasi, atraksi, sampai pembelian itu ini. Semua tinggal klik dan bisa dikerjakan dari mana saja. Benar-benar pas buat saya yang suka mager menembus kemacetan Jakarta.๐Ÿ˜

Nah, balik lagi tentang Bengkulu ya....

Memang, suami saya pernah menetap di Bengkulu untuk bekerja selama tiga tahun di periode tahun 1997-2000. Saat itu kami masih tahap pedekate. Setelah menikah dia pun banyak bercerita tentang Bengkulu, mantan dan keseharian saat bekerja di sana. Nah, inilah yang bikin penasaran saya, hmm..Bengkulu itu seperti apa yaaaa?

Saya jadi pengin membersamai suami merenda kenangan di sana. Sekalian menunjukkan ke anak-anak tempat Bapaknya tinggal dan bekerja saat masih muda.

Yeaay...Pasti menyenangkan nantiiii...!

Lalu, mau ngapain saja di Bengkulu?

Well, kalau berdasarkan info dari suami sih, yang bikin kangen ke Bengkulu itu:

Keindahan Alamnya

Bengkulu yang berada di pesisir Barat Sumatera dan menghadap ke Samudera Hindia, memiliki garis pantai yang sangat panjang. Tak heran, Bengkulu terkenal dengan pantainya yang indah. Diantaranya Pantai Panjang yang sesuai dengan namanya, mempunyai garis pantai mencapai 7 km. Kata suami sih, pantai ini kudu-wajib-musti dikunjungi sebab jaraknya dari pusat kota juga dekeet banget!

Bahkan katanya, kalau mau, bisa menginap di hotel yang ada di sekitar situ, biar puas eksplor fasilitas yang ada di sana. Selain Pantai Panjang ada juga pantai lainnya yang bisa dinikmati, yakni: Pantai Jakat, Pantai Berkas dan Pantai Tapak Paderi.

Wah, sepertinya saya musti siap-siap bawa kacamata hitam, sunblock dan topi biar enggak gosong saat balik ke Jakarta nanti hihihi.

Lalu ada juga Danau Dendam Tak Sudah dan Air Terjun Kemumu Kepala Siring yang enggak boleh dilewatkan untuk dikunjungi sebelum cusss pulang ke Ibukota lagi.

Eits..jangan buru-buru pulang dulu, ada juga flora langka khas alam Bengkulu, Rafflesia Arnoldii. Bunga langka yang dilindungi pemerintah ini merupakan maskot dan identitas Bengkulu dan ditetapkan sebagai Bunga Nasional Indonesia, Padma Raksasa.

Bunga yang berukuran sangat besar, bahkan disebut sebagai bunga terbesar di dunia ini disebutkan di beberapa referensi, ketika sedang mekar diameternya bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Wow banget!!!

JD Flight
Sumber: id.wikipedia.org
Keunikan Sejarahnya

Saat SD saya tahu Bengkulu dari cerita Ibu Guru tentang sosok yang menjahit bendera pusaka Republik Indonesia. Beliaulah Ibu Fatmawati yang merupakan Ibu Negara pertama, istri dari Presiden Pertama RI yang adalah juga putri asli Bengkulu.

Berawal dari diasingkannya Ir. Soekarno oleh pemerintah Hindia Belanda selama kurun waktu 1938-1942 dan menempati sebuah rumah yang kini menjadi tempat wisata sejarah.

Lalu untuk menghormati Ibu Fatmawati, ada juga tempat wisata sejarah berupa rumah kediaman Ibu Fatmawati. Dimana di sini, pengunjung diantaranya bisa menyaksikan mesin jahit kuno yang dulu digunakan untuk menjahit bendera pusaka.

Sumber: wikimapia.org
Tak hanya itu, suami saya, ingin juga mengajak saya dan anak-anak untuk merunut sejarah perjuangan bangsa dengan mengunjungi Benteng/Fort Marlborough. Sebuah benteng peninggalan penjajahan Inggris dimana Ir. Soekarno pernah mendekam di salah satu penjaranya.

Benteng yang merupakan bangunan cagar budaya ini menarik karena selain kita dapat melihat keindahan pemandangan kota dan laut Bengkulu, informasi yang di dapat dari keberadaan benteng bisa menambah wawasan akan sejarah negeri kita tercinta. Jadi, cocok sekali untuk wisata edukasi.

Benteng Marlborough di kota Bengkulu (en.wikipedia.org)

Kekhasan Budayanya

Karena keunikan budaya yang dimiliki, seperti dilansir oleh kompas dot com, Kementerian Pariwisata RI mencanangkan 3 agenda wisata kelas dunia di Provinsi Bengkulu tahun 2018 ini. Ketiganya adalah: Festival Tabot (11-21 Sept 2018), Festival Pesisir Pantai Panjang (Nov 2018) dan Festival Bumi Rafflesia (Juli 2018).

Festival Tabot, merupakan ritual untuk mengenang kisah cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala.

Perayaan Tabot di Bengkulu pertama kali dilaksanakan oleh Syeh Burhanuddin pada tahun 1685. Syeh Burhanuddin, menikah dengan putri Bengkulu dan kemudian keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot.

Hmm, jadi pengin menyaksikan ritualnya sayaaa..

Selain itu suami saya juga terkenang dengan bahasa Bengkulu yang banyak dipengaruhi Bahasa Inggris. Misalnya: selimut itu blangkit, sendok itu spun dan lainnya...Wah keren yaaa!!

Oh ya, pengaruh bahasa ini lantaran Bengkulu memang wilayah Indonesia yang paling lama dijajah oleh Inggris.

Festival Tabot (sumber: liputanbengkulu.com)
Ketangguhan Warganya

Suami saya mengenang Bengkulu dengan gempanya. Bagaimana gempa sedemikian sering dirasakan dikarenakan posisinya yang terletak di zona tumbukan pertemuan lempeng aktif Indo-Australia dan Eurasia. Sehingga membuat provinsi yang terletak sekitar 150 kilometer dari tumbukan pertemuan lempeng bumi ini memang rawan dilanda gempa dengan kekuatan kecil hingga besar yang bahkan berpotensi tsunami.

Belum lagi, provinsi yang berbatasan dengan Sumatera Barat ini terletak pada jalur sesar (patahan) semangko yang aktif bergeser. Dimana patahan tersebut menyimpan energi yang besar. Jika suatu saat energi tersebut dilepaskan, maka akan menimbulkan gempa bumi.

Nah, menghadapi ini, warganya dituntut untuk selalu sadar dan siaga terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Itulah yang membuat masyarakat Bengkulu berkarakter tegar, tangguh dan mandiri.

Dan, info ini bikin saya jadi enggak sabar untuk berkenalan dengan teman lama suami yang ada di Bengkulu nanti.

Kelezatan Kulinernya

Jalan-jalan sudah, juga mengenal sejarah, lalu ilmu pengetahuan pun bertambah...Enggak afdol dong, kalau enggak icip-icip kuliner khas daerah.

Nah, makanan yang direkomendasikan suami adalah: Pendap, Gulai Kemba'ang, Tempoyak, Lema...Terus juga kue-kue tradisional seperti Lepek Binti, Kue Tat, Bolu Koja, Perut Punai..dan lainnya.

Hmm...Sepertinya saya harus siap-siap ngosongin perut buat nampung itu semua selama di sana hahaha

Yang penting, kata suami: "Jangan makan ketupek Bengkulu...!"

"Memang kenapa?" tanya saya

"Itu artinya tinjuuuu!" ๐Ÿ‘Š

"Haaaa! Ampuuun..!"๐Ÿ˜‚ kwkwkww

Hadeeehh. Dengar ceritanya, makin penasaran saja sayaaa!

Jadi, biar terbayar penasarannya, cari tiket pesawat murah saja. Biar dana bisa dialihkan untuk biaya nginap yang lebih lama dan puas-puasin kulineran selama di sana.

Biasalah, trik Ibu Hemat, "Keluar duit sedikit, maunya dapat sebukit". xixixi

Setelah ulik sana sini, yeayyy.. !! Saya akhirnya nemu layanan baru dari JD.id!!

JD.id??

Iya...Sini, sini...saya bisikin yaaa...

Pertama buka websitenya JD.id. Lalu kalau teman-teman belum punya akunnya, bikin dulu akun di sana. Mudah saja caranya, tinggal ikuti petunjuk yang tertera.

Oh ya, saya buka ini dari laptop. Tapi, layanan JD.id ini bisa juga dinikmati lewat aplikasi. Jadi silakan saja mau pilih via apa yaaa...(asal bukan via vallen...nanti malah dangdutan enggak jadi-jadi pesan..๐Ÿ˜€!)

Setelah punya akunnya, lalu cuss buka JD FLIGHT untuk pemesanan tiket pesawat.




Setelahnya, masukkan tujuan penerbangan, waktu, jumlah penumpang dan kelas penerbangannya.

Kemudian...klik Cari Tiket!

Dan tadaaa...muncullah beberapa pilihan penerbangan yang bisa diurutkan sesuai dengan: waktu berangkat, waktu tiba, durasi dan harga. Tinggal sesuaikan dengan kualifikasi yang kita tentukan..


Selanjutnya, Pilih Penerbangan Pergi, lanjutkan dengan Pilih Penerbangan Pulang dan Book Penerbangan. Kemudian akhiri transaksi dengan melakukan pembayaran.

Gampang, kan?

Memang JD.id ini adalah solusi mudah pesan tiket pesawat! 

Enggak pakai ribet dan mbulet...


Sudah dapat tiket pesawatnya, enggak perlu kemana-mana, tetap stay di JD.id, saya bisa sekalian cari penginapan di JD Hotel. 

Heuheu...Sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui ini!! hihihi...

Kalau sudah, tinggal lapor suami sambil berdoa dalam hati, semoga semua rencana dimudahkan-Nya. ๐Ÿ™




Beneran... pesan tiket di JD Flight bakal bikin liburan impian bisa jadi kenyataan!

Yuhuuu, Bengkulu....Saya benar-benar penasaran denganmu!!

Jadi, tungguuu ...!!๐Ÿ˜


Dian Restu Agustina





Artikel ini diselenggarakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID
Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.
#NulisJDTuris



Tips Menyiapkan Jajanan Sehat dan Enak untuk Anak


Suatu sore, saya dan si Adik pergi ke sebuah minimarket di dekat rumah: 

"Buk, aku mau jajan!"
"Enggak boleh, di rumah banyak makanan..!"
"Tapi, aku mauuu..!"
"Enggak, Dik..!"
"Plisss..!"
"Enggakkkk!"
"Aaah, Ibuk, aah..!"

Merengut, cemberut dan ujung-ujungnya bad mood!!

Pernah ngalamin?

Sejatinya enggak tega nolaknya, yaaa! Tapi kalau dituruti terus-terusan bisa manja. Lagian belum tentu makanan yang dipilih bermanfaat bagi dia....

Hhhh! Dilema bukan?

Hmm...Jajanan untuk anak memang kerap menimbulkan kekhawatiran orang tua. Terutama berkaitan dengan kualitas dan keamanannya. Tapi, melarang anak untuk tidak jajan sama sekali juga tak mungkin rasanya. Apalagi di tengah pengaruh lingkungan yang menjadikan njajan sebagai kebiasaan dan media yang membombadir anak dengan aneka pilihan camilan.

Untuk itu, orang tua perlu berhati-hati saat memilih dan mengatur pola konsumsi jajanan sehat sehari-hari. Mengingat kudapan ini akan berkontribusi pada total energi dan nutrisi yang dikonsumsi.

Permen Pindy
Bikin camilan sendiri..Hmm, Apple Pie yummy!!
Maka, diperlukan kewaspadaan saat memilih jajanan dengan memperhatikan:
  • Warna
Pernah kan, lihat jajanan yang warna merahnya begitu menyala atau hijaunya kebangetan? Lebih baik hindari saja makanan yang berwarna mencolok seperti itu. Karena dikhawatirkan, pewarnaannya menggunakan zat yang tidak aman.
  • Rasa
Kadangkala saat mencicipi jajanan, lidah kita terasa enggak nyaman. Nah, bisa jadi jajanan yang rasanya terlalu tajam atau berlebihan ini dibuat dengan menambahkan zat penguat rasa. Yang tentu saja jika pemakaiannya berlebihan, akan berbahaya.
  • Aroma
Selanjutnya, coba juga membaui aromanya. Jika tercium bau yang tak semestinya seperti: busuk, apek atau tengik, lebih baik tidak dikonsumsi. Karena bisa saja makanan sudah terkontaminasi mikroorganisme hingga tidak layak makan lagi.
  • Tekstur
Perhatikan baik-baik teksturnya juga, ya! Jika sudah berubah warnanya, berjamur atau berbeda bentuknya, berarti kesegaran makanan sudah berkurang atau malah kadaluwarsa.
  • Komposisi
Baca juga komposisi pada kemasan makanan. Teliti apakah ada zat berbahaya yang terkandung di dalamnya, adakah kelengkapan sertifikasi dari BPOM RI (Badan Pangawas Obat dan Makanan) juga sertifikasi kehalalan dari MUI.

Well, setelah berpedoman pada kelima hal di atas, maka sebaiknya ada aturan yang diterapkan dalam keseharian untuk konsumsi jajanan anak ini. Dan, sebaiknya orang tualah yang tetap berperan utama dalam menyiapkan kudapan putra-putrinya.

Nah, berikut tips yang bisa diterapkan dalam menyiapkan jajanan sehat dan enak untuk anak:

1. Pengontrol Utama adalah Orang Tua

Saat belanja kebutuhan keluarga dan mengajak serta putra-putri, orang tua tetap menjadi pengambil keputusan jajanan yang akan dibeli. Pastikan membeli camilan yang sehat dan aman dengan tetap mempertimbangkan apa yang mereka sukai. Juga, usahakan selalu tersedia jajanan di rumah sehingga anak-anak tidak tergoda saat babang gorengan atau tukang cilor lewat di depan mata. 

2. Berikan Pilihan

Saat akan memberikan kudapan tanyakan pada anak maunya apa. Misalnya, saya terbiasa membawakan dua porsi bekal sekolah untuk si Adik. Snack untuk istirahat pertama dan makanan utama untuk istirahat kedua. Biasanya akan saya tanya dia, jajanannya mau bawa apa. Atau saat sore hari, ketika pulang main dan dia minta ngemil, saya beri pilihan mau es krim atau cokelat. Hal ini, selain akan melatih anak mengambil keputusan, juga akan membuat mereka menghabiskan jajanan karena sesuai dengan keinginan

3. Ajari Sejak Dini

Pola makan yang teratur dan seimbang bisa diterapkan sejak usia belia. Jadi kenalkan variasi aneka makanan ketika mulai memberikan MPASI dan lanjutkan sesuai tahapan umurnya. Meski ada menu yang menjadi favorit anak, tetap berikan yang tak disukai untuk menghindari mereka "tidak mau sama sekali" saat besar nanti. Selain itu, sebaiknya waktu penyajian makanan utama dan kapan camilan diberikan, juga diatur sejak dini. Sehingga enggak ada cerita anak susah makan karena sudah kekenyangan jajanan.

4. Tidak Harus Menghabiskan Makanan

Jujur, dulu saya berbeda pendapat dengan suami tentang aturan ini. Suami termasuk tipe yang mengharuskan anak "menyapu bersih" makanan yang ada di depannya. Kalau saya, jika mereka sudah merasa kenyang, ya sudah..tinggalkan. Saat di rumah, ini saya siasati dengan mengambilkan porsi yang kira-kira bisa dihabiskan mereka. Atau saat mengambil sendiri dan berlebihan, akan saya tegur untuk ambil secukupnya dan kalau kurang bisa ambil lagi nanti. Sementara, jika sedang makan di luar, saya atau suamilah yang akan menghabiskan sisanya (jika perut kami masih kuat nampung yaa..hahaha) Atau saya akan minta pada Mas/Mbak peladen untuk membungkus sisa makanannya. Dan ternyata dengan aturan seperti ini, Alhamdulillah anak-anak saya tumbuh dengan berat badan ideal dan jauh dari kegemukan.

5. Hitung Asupan Minuman

Tak hanya jajanan yang berupa makanan, minuman pun harus diperhatikan konsumsinya. Air dan susu dalam jumlah yang cukup, baik untuk pertumbuhan anak. Selain itu jus buah tanpa tambahan gula atau zat lainnya, juga bisa dikonsumsi dengan tak berlebihan.

Permen Pindy
Jus Buah Naga...Segarnyaaa!
6. Makanan Bukanlah Penghargaan

Dengan memberikan kudapan pada snack time, anak jadi terbiasa menganggapnya sebagai jajanan. Beda dengan jika camilan diberikan sebagai reward atas sebuah pencapaian. Misalnya, jika bisa menyelesaikan puzzle nanti dapat jelly atau saat mampu membuat sesuatu akan dapat donat coklat. Kebiasaan ini akan membuat anak "lari" ke makanan jika meraih sebuah pencapaian saat dewasa nanti. Yang tentu saja pada satu ketika, hal ini tak baik bagi tubuhnya. Jadi, sebaiknya berikan pelukan dan pujian atas pencapaian dan bukan jajanan.

7. Batasi Gadget dan TV

Kelamaan main  gadget atau menonton TV membuat anak kurang aktif dan cenderung ngemil terus-terusan, sehingga memicu kegemukan. Lebih baik atur waktunya sehingga tidak akan menganggu kegiatan keseharian anak termasuk pola makannya. Selain itu, kebanyakan menonton TV juga bisa "meracuni" anak dengan beragam jajanan yang ada di iklan. Sehingga menambah idenya untuk meminta beli jenis makanan baru seperti yang ditontonnya.

8. Berikan Teladan

Enggak lucu kan, kalau kita mengatur konsumsi jajanan anak tapi kita sendiri pola makannya berantakan? Jadi mulai dulu dari diri sendiri. Makan jajanan pun ada aturannya, bukan asal main embat saja. Ingat, kita sudah tidak dalam masa pertumbuhan lagi melainkan ngembang depan, belakang, kiri dan kanan. Hiks! Juga jangan lupa pada efek yang ditimbulkan makanannya. Jangan ukuran baju yang selalu disalahkan tapi pola makan yang dirapikan... Berikan teladan seperti: menjalani pola makan teratur, mengkonsumsi makanan sehat, makan di meja makan dan tidak melewatkan waktu makan.

9. Coba Menu Baru

Saat bepergian, sebaiknya ajak anak mencoba menu-menu baru. Misalnya saat pergi makan di sebuah food court, saya memesan rujak cingur dan suami membeli ayam bakar Bali. Lalu, kami meminta anak-anak untuk mencicipinya. Selain bertujuan mengenalkan beraneka rasa makanan yang ada, hal ini akan membuat mereka tertarik untuk mencoba sendiri nanti.

10. Berikan Jajanan di Saat yang Tepat.

Anak-anak suka makanan yang manis-manis. Tapi, bukan berarti jajanan manis ini bebas dikonsumsi. Sebaiknya orang tua tetap memperhatikan kapan saat yang tepat untuk memberikan. Jangan sampai kudapan menggeser makanan utama. Seperti pemberian permen yang hampir semua anak menyukainya. Kita boleh saja memberikan permen sebagai camilan asalkan tak berlebihan. Juga yang utama, pastikan komposisinya aman dengan membaca kandungan yang tertera pada kemasan.

Permen Pindy
"Pindy Permen Susu...Kesukaanku!"

Salah satunya, Pindy Permen Susu yang bisa menjadi pilihan jajanan. Dimana permen ini sudah terdaftar dan memiliki nomor ijin edar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) dengan nomor 00110067461213.

Permen/Kembang Gula Pindy Susu memiliki 3 varian  yang bisa jadi pilihan:
  • Kembang Gula Lunak Rasa Susu (BPOM RI 224510033005)
  • Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Coklat (BPOM RI 224510031005)
  • Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Stroberi (BPOM RI 224510008005)
Permen Pindy
Nomor Sertifikat Halal LPPOM MUI dan Nomor Registrasi BPOM RI
Dimana, ketiganya tersaji dalam tekstur yang lembut sehingga mudah untuk diemut. Tinggal pilih rasa sesuai selera yang kita suka.  Dan yang terpenting dengan terdaftarnya produk Pindy Permen Susu pada BPOM maupun LPPOM-MUI, maka produk tersebut berarti layak edar, layak jual dan layak konsumsi. Hal ini tentu membuat saya sebagai orang tua tak perlu ragu untuk menjadikan Pindy Permen Susu sebagai jajanan sehat dan enak bagi anak-anak.

Permen Pindy
Komposisi dan Informasi Nilai Gizi Pindy Permen Susu
Nah, jika teman-teman penasaran dan ingin tahu lebih jauh lagi informasi tentang Pindy Permen Susu ini, bisa langsung cusss ke sosial medianya yaaa, yaitu di: Facebook Permen Pindy dan Instagram @permenpindy_id .

Permen Pindy
"Buk, aku bawa 6 Pindy Permen Susunya, nanti aku makan 2 sisanya kubagi buat teman"
Yuk, coba saja Pindy Permen Susunya..! Pasti anak-anak dan semua... bakal sukaaa!๐Ÿ’–

Permen Pindy ~ Aman Dikonsumsi!!


Dian Restu Agustina




Enakan Mana, Normal atau Caesar? Sama Enaknyaaaa!


Tentang Kehamilan Saya

Sembilan tahun lalu, 13 April 2009, saya menginap semalam di rumah sakit untuk mempersiapkan kelahiran si bungsu yang dijadwalkan dalam persalinan caesar pada keesokan harinya, 14 April 2009.

Jauh hari sebelum tanggal ditentukan, saya masih berniat untuk melahirkan secara normal pada kehamilan ketiga itu. Tapi ternyata Allah punya rencana yang lebih indah. Dia akhirnya harus keluar dari rahim saya di atas meja operasi setelah melalui perjuangan kehamilan yang tak mudah.

Saya dianugerahi anak tiga. Qadarullah, anak pertama berpulang pada pemilik-Nya di usia 13 hari kelahirannya. Lalu setahun kemudian lahirlah adiknya. Lalu disusul si bungsu yang lahir 5 tahun setelahnya.

Proses persalinan pertama dan kedua berlangsung normal. Yang pertama dengan bantuan bidan, yang kedua oleh dokter kandungan. Yang pertama melalui proses yang panjaaang dan penuh perjuangan sedangkan yang kedua berlangsung dengan penuh kemudahan.

Nah, di kehamilan ketiga inilah mulai ada cerita. Jadi, enggak seperti kehamilan sebelumnya, saya benar-benar dibuat mabuk karenanya. Mual tak berkesudahan di trimester pertama. Pusingnya menggila. Muntahnya meraja. Sehingga badan lemas dan cepat capek saat beraktifitas. Pokoknya benar-benar tepar..par..par!

Tapi, Alhamdulillah kondisi janin setiap kali periksa baik-baik saja. Mungkin saya merasa lebih lemah dari kehamilan sebelumnya karena usia saya saat kehamilan pertama dan kedua yang masih di bawah 30 tahun. Sementara ketika hamil ketiga kalinya saya sudah berusia 33 tahun. Ternyata benar ya, faktor U memang tak bisa diingkari...hiks!

Nah, di trimester pertama kehamilan tersebut, seperti biasa, saya melakukan pemeriksaan USG. Dan di sinilah baru ketahuan oleh dokter kandungan kalau saya mengalami kehamilan dengan plasenta previa.

Tentang Plasenta Previa

Saat itu suami dan saya terbengong mendengar diagnosanya.

Apa? Plasenta previa? #jengjeng

Lalu, dokter Harini, dokter kandungan saya pun menjelaskan dengan panjang lebar.

Kurang lebih penjelasannya seperti yang saya kutip dari mediskus(dot)com, berikut ini....

Plasenta previa adalah perlekatan plasenta atau ari-ari yang berada di bagian bawah rahim sehingga berpotensi menutupi jalan lahir, baik sebagian maupun keseluruhan.

Dimana, kondisi seperti ini akan berisiko menimbulkan pendarahan berulang saat kehamilan terutama mendekati waktu persalinan.

Plasenta itu apa sih?

Plasenta merupakan organ yang terbentuk selama kehamilan. Ia terhubung dengan janin melalui tali pusat. Fungsinya memberi nutrisi bagi janin, membuang sisa metabolisme, dan memproduksi hormon untuk mempertahankan kehamilan.

Pada kondisi normal, plasenta umumnya melekat pada bagian atas rahim dan jauh dari leher rahim. Pada kondisi yang langka, plasenta dapat melekat pada bagian bawah rahim. Karena letaknya ini plasenta dapat menutupi sebagian atau keseluruhan jalan lahir yang disebut dengan plasenta previa. 

sumber: pinterest
Nah, berdasarkan letaknya tersebut, maka kondisi ini dibagi menjadi tiga jenis:
  • Plasenta previa lateralis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim tapi tidak menutupi jalan lahir. 
  • Plasenta previa parsialis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim dan menutupi sebagian jalan lahir. 
  • Plasenta previa totalis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim dan menutupi keseluruhan jalan lahir. 
Plasenta previa sendiri, sudah bisa terlihat pada saat kehamilan belum memasuki minggu ke-20. Pada kebanyakan kasus dapat sembuh sendiri dan hanya sekitar sepuluh persen yang tetap bertahan selama kehamilan berlangsung. Seiring dengan pembesaran rahim selama kehamilan, plasenta biasanya juga ikut bergerak lebih tinggi dan menjauhi leher rahim.

Apabila plasenta previa tetap bertahan hingga saat tanggal taksiran persalinan, seperti yang terjadi pada 1 dari 200 kehamilan, maka berisiko untuk mengalami perdarahan, terutama selama proses penipisan dan pembukaan leher rahim.

Plasenta Previa dan Saya

Selanjutnya, dokter pun memeriksa lebih lanjut riwayat kehamilan saya....Begitu tahu dari rekam medis saya pernah melahirkan dan tak lama bayi meninggal dunia, maka Beliau saat itu menyarankan untuk persalinan caesar nantinya. Karena tak mau menanggung risiko pendarahan. Beliau pun membekali dengan berbagai nasihat untuk penjagaan kandungan diantaranya: mengurangi aktivitas berat dan perbanyak istirahat serta memberikan beberapa obat berkaitan dengan mengatasi anemia dan hal yang sesuai kondisi saya.

Sementara, suami dan saya pun masih berharap pada pemeriksaan-pemeriksaan berikutnya, siapa tahu plasenta itu bergerak menjauhi leher rahim. Sembari, kami mencari second opinion ke dokter kandungan yang lainnya. Yang ternyata jawabannya setali tiga uang alias sami mawon....sama saja!

Minggu demi minggu berlalu, sampai bulan ke lima tiba. Saat itu saya baru pulang antar si Mas ke sekolah PAUD-nya. Tiba-tiba, saat ke kamar mandi ada banyak darah di (maaf) celana dalam saya. Saya panik...Langsung konsul ke tetangga sebelah (tetangga saya adalah dokter umum dan praktek swasta). Dokter Lies pun menyarankan saya segera ke RS dan menawarkan si Mas dijaga di rumahnya.

Saya pun ke RS sendiri naik taksi sembari mengabari suami kalau saya mengalami pendarahan. Sesampai di Unit Gawat Darurat saya langsung diperiksa dan diharuskan masuk ruang perawatan oleh dokter jaga. Saat sudah masuk ruang perawatan, saya merasa khawatiiiir sekali akan nasib calon bayi saya...

Tak lama, suami tiba hampir berbarengan dengan dokter kandungan saya. Segeralah diperiksa denyut jantung janinnya juga posisinya lewat USG. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Saya hanya diminta bed rest di situ dan mengurangi aktifitas yang tak perlu. Lalu, dokter pun meresepkan beberapa obat untuk menguatkannya.

Saya pun beristirahat di rumah sakit selama tiga hari dan nyaris sendiri karena suami sedang sibuk sekali mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan keluarga kami ke New Orleans. Jadi suami hanya bisa menemani saya di malam hari. Syukurnya orang tua saya dari Kediri pada hari ketiga pun tiba, menambah semangat saya.

seminggu setiba di New Orleans
Lalu, saat saya diperbolehkan pulang, saya pun lebih ekstra hati-hati menjaga kehamilan.

Sampai sekitar sebulan dari waktu itu, saya mengalami pendarahan lagi...Sehingga, cerita pun berulang, saya menginap di rumah sakit kembali.

Sampai menjelang persalinan kadang ada flek yang saya alami beberapa kali meski tak separah yang pertama dan kedua. Sehingga, saya tak perlu sampai harus rawat inap di rumah sakit seperti sebelumnya.

Akhirnya, di minggu ke-37 seperti yang telah direncanakan oleh dokter kandungan, operasi caesar pun dijadwalkan. Pada tanggal 13 April 2009, saya pun ke rumah sakit untuk rawat inap semalam. Dikarenakan operasi akan dilaksanakan pada tanggal 14 April pagi.

Ketika itu, Suami, Bapak dan Ibu mendampingi saya yang membuat saya kuat menghadapi operasi. Dan ketika, proses berlangsung saya yang tidak dibius total masih mendengar tim dokter yang ngobrolin tadi sarapan apa. Ada yang sarapan buryam, gorengan juga makan nasi seporsi. Hihihi..saya jadi ketawa-ketawa sendiri mendengarnya. Begitu sederhana cara tim medis menghibur hati mereka di tengah menjadi perpanjangan tangan Allah untuk kesembuhan seseorang.

Sampai, beberapa lama, terdengar tangisan bayi. Saya meneteskan air mata mendengarnya, dan spontan bertanya ke perawat yang ada di sebelah saya,

"Mas, anakku hidup kan ya?"

(Pertanyaan yang sama saat anak kedua lahir...mungkin karena anak pertama meninggal jadi saya trauma hingga selalu spontan menanyakan hal yang sama.)

"Sehat, Bu..sebentar ya..!"

Beberapa saat, bayi saya diletakkan di dada saya untuk Inisiasi Menyusui Dini. Dan saya lihat dia sehat. Alhamdulillah.


Tapi, tiba-tiba saya seperti tak bertenaga...saya melemah. Bayi saya segera diambil. Ada keriuhan di ruang operasi, saya mendengar sayup-sayup saja...Dan, beberapa saat saya tak mendengar apapun. Entah berapa lama...

Sampai saya mendengar lagi suara-suara...

Perawat di sebelah saya yang menjaga patient monitor? (semoga benar yaa, saya enggak tahu istilah medisnya) sampai berucap "Alhamdulillah..!" dengan wajah super lega!

Ternyata belakangan saya baru tahu, denyut jantung sempat putus...

Sementara, di ruang tunggu, suami yang sudah ditunjukkan bayi kami sedari tadi dan sudah mengadzani...bolak-balik nanya ke ruang perawat tentang keadaan saya. Dia keheranan, kenapa sampai jam yang ditentukan saya belum kembali ke ruang perawatan.

Akhirnya, setelah recovery dari ruang operasi saya pun dibawa ke ruang perawatan semula. Dan, saya tidak tahu, berapa lama jaraknya dari saya dibedah tadi. Yang jelas kondisi saya benar-benar lemah karena nyaris kehabisan darah. Saya pun mendapatkan transfusi darah selain infus di masa pemulihan ini. 

Sedangkan bayi saya yang dirawat di ruang terpisah, karena kondisi saya yang lemah yang mengakibatkan produksi ASI belum lancar, sementara diberi susu formula. Tapi setiap waktu tertentu, dia akan dibawa perawat ke ruangan untuk belajar menyusu.

Saya total mendapatkan 9 kantung darah selama pemulihan pasca caesar. Dan di situlah suami saya berucap:

"Sudah cukup, enggak usah nambah!" hihihi

Dia mengatakan ini sambil berdiskusi tentang tempat penginapan yang akan kami tempati sementara sesampai di New Orleans nanti. Yup, kami berdua di tengah persalinan saya memang tetap mempersiapkan untuk keberangkatan ke Amerika sekitar dua bulan dari waktu itu.

si Adik 6 bulan, Mas 5 tahun
Oh ya, padahal  suami pernah berencana ingin punya anak empat dulunya. Tapi akhirnya, dua saja cukup katanya..

Alhamdulillah saya pun membaik dari hari ke hari dan pulang saat diperbolehkan. Dan senangnya ketika saya makin sehat, ASI saya pun lancar jaya. (Sehingga saya bisa memberikan ASI eksklusif dan lanjut sampai 2 tahun 2 bulan memberikan ASI untuk si Adik).

Sesampainya di rumah, bukannya bersantai...Saya langsung ngebut nyiapin dokumen si adik. Mulai dari akte kelahiran yang akan dipergunakan untuk pengurusan paspor, pembaruan KK dan selanjutnya pembuatan paspor.

Kami dibantu pihak lain untuk pengurusan akte dan pembaruan kartu keluarga lalu mengurus sendiri paspor yang saat itu memang gencar-gencarnya anti calo. Alhamdulillah di usia 2 minggu si adik sudah punya paspor.

Kemudian, dua minggu dari itu, suami dan saya mengikuti wawancara pengajuan visa Amerika berdua saja. Lanjut urusan lain berkaitan dengan dokumen keberangkatan, persiapan barang dan nyiapin rumah yang akan ditinggal.

Semua kami kerjakan berdua saja sampai hari H keberangkatan tiba.

Alhamdulillah semua dimudahkan dan dilancarkan oleh-Nya. Meski sempat mengalami pendarahan selama kehamilan, proses persalinan caesar yang tak seperti diharapkan...


Semoga usianya berkah ya Dik!

Normal atau Caesar? Syukuri semua!

Itulah mengapa, saya simpulkan kalau persalinan normal dan caesar itu sama enaknya. Karena saya pernah menjalani keduanya.

Karena kita telah dianugerahi kesempatan untuk menjadi Ibu sementara banyak perempuan lain tak mendapatkan takdir itu...

Jadi mari kita syukuri terlepas apakah prosesnya dilalui dengan  persalinan normal atau caesar.

Dan yang utama, tak perlu juga kita memandang rendah perempuan yang memang tak diberikan karunia oleh-Nya untuk menjadi Ibu seperti layaknya kita. Sungguh, mereka tetap sempurna, tak ada cela juga dosa. Karena seperti yang saya kutip dari rumaysho(dot)com, fatwa ulama mengatakan;

“Tidak pantas bagi perempuan semacam ini untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan ataupun tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah". 

Karena Allah Ta’ala berfirman,

ู„ِู„َّู‡ِ ู…ُู„ْูƒُ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ ูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุฅِู†َุงุซًุง ูˆَูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุงู„ุฐُّูƒُูˆุฑَ (49) ุฃَูˆْ ูŠُุฒَูˆِّุฌُู‡ُู…ْ ุฐُูƒْุฑَุงู†ًุง ูˆَุฅِู†َุงุซًุง ูˆَูŠَุฌْุนَู„ُ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุนَู‚ِูŠู…ًุง ุฅِู†َّู‡ُ ุนَู„ِูŠู…ٌ ู‚َุฏِูŠุฑٌ (50)

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50).


Allah-lah yang lebih tahu siapa yang berhak mendapat bagian-bagian tadi. Allah pula yang mampu menentukan manusia itu bervariasi (bertingkat-tingkat). Cobalah yang bertanya melihat pada kisah Yahya bin Zakariya dan ‘Isa bin Maryam ‘alaihimash sholaatu was salaam. Kedua orang tuanya belum memiliki anak sebelumnya. Maka bagi pasutri yang bertanya hendaklah pun  ridho pada ketentuan Allah dan hendaklah banyak meminta akan hajatnya pada Allah. Di balik ketentuan Allah itu ada hikmah yang besar dan ketentuan yang tiada disangka.

si Mas dan si Adik, Alhamdulillah sehat semua
Jadi, mari kita sebagai sesama perempuan saling menguatkan bukan malah menjatuhkan....๐Ÿ’–



Salam sayang,

Dian Restu Agustina