Perpanjangan SIM di Gerai Samsat Mall Gandaria City Jakarta



SIM A dan SIM C saya habis masa berlakunya pada bulan Agustus 2018. Setelah mendapatkan informasi dari suami yang memperpanjang SIM pada bulan  Juni lalu, jika ternyata SIM bisa diperpanjang paling cepat dua bulan sebelum kadaluarsa, maka jauh-jauh hari saya pun sudah berencana ingin mengurusnya.

Memang sesuai dengan aturan yang ada: pasal 11 ayat (1) Perkap No 9 Tahun 2012 masa berlaku SIM adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya.



Sejatinya saya akan memperpanjang pada saat suami mengurus pengesahan/pembayaran pajak STNK sekitar sebulan yang lalu. Tapi ternyata, gerai SIM dan Samsat di Mall Gandaria City, tempat kami biasa mengurus perpanjangan ini, jam operasionalnya berbeda.

Yang loket Samsat buka agak pagi sementara loket SIM buka lebih siang. Karena ada urusan lainnya, maka perpanjangan SIM akhirnya saya tunda dan kami hanya mengurus STNK saja.

Gerai SIM Mall Gandaria City

Dan akhirnya sore tadi saya datang lagi ke gerai Samsat Gandaria City untuk perpanjangan SIM-nya dengan tanpa kendala, 15 menit saja, selesai prosesnya! Yeaaay!!

Oh ya, Gerai Samsat di Mall Gandaria City terletak di lantai 1. Dimana ada dua loket di satu pintu, yang satu untuk pengesahan STNK yang lainnya untuk SIM. Sementara di ruang sebelahnya adalah tempat untuk petugas fotocopy, asuransi dan kesehatan.

Pengesahan STNK Mall Gandaria city

Dan, berikut proses selengkapnya...

Langkah-langkah pengesahan/pembayaran pajak STNK adalah:
  • Datang ke loket pada waktu operasional gerainya. Jam buka adalah: Senin - Jumat : 09.30 - 15.00 dan Sabtu 09.30 - 12.00
  • Membawa STNK, BPKB dan KTP asli. Pengesahan ini hanya untuk kendaraan pribadi, atas nama perusahaan tidak bisa diproses di sini, harus di Samsat pusat di Daan Mogot.
  • Mengambil formulir di loket STNK sambil menunjukkan STNK asli
  • Melampiri dengan fotocopy dokumen. Fotocopy dilayani di ruang sebelahnya.
  • Menyerahkan formulir yang sudah diisi dengan berkas terlampir ke loket dan menunggu panggilan.
  • Saat dipanggil kembali, membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) tahunan dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) sejumlah yang disebutkan (pembayaran bisa tunai/menggunakan kertu debit)
  • Pengesahan STNK sudah selesai!
Perpanjangan SIM di Mall Gandaria City


Gerai Samsat Mall Gandaria City

Langkah-langkah perpanjangan SIM:
  • Datang ke loket pada saat operasional gerainya. Jam buka Senin-Sabtu 12.00-19.00. Kecuali Jumat 13.00-19.00
  • Membawa SIM dan KTP asli
  • Mengambil formulir perpanjangan SIM di loket SIM dangan menunjukkan SIM dan KTP asli ke petugas
  • Mengisi formulir
  • Menyerahkan formulir yang sudah dilengkapi berkas: fotocopy SIM 1 lembar dan KTP 2 lembar ke ruang fotocopy/asuransi/kesehatan.
  • Menandatangani berkas AKDP (Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi) dan membayar biaya 30 ribu/SIM. Kartu langsung diserahkan ke kita.
  • Pindah ke meja sebelah untuk tes kesehatan mata dan data berat badan serta membayar biaya tes kesehatan 25 ribu/orang
  • Menyerahkan formulir dan semua berkas tadi ke loket SIM lagi dan membayar biayanya. Untuk SIM C sebesar 75 ribu sedangkan SIM A sebesar 80 ribu. Sesudahnya tunggu panggilan untuk foto SIM.
  • Kita akan dipanggil untuk melakukan sidik jari, tanda tangan dan foto diri.
  • Tunggu di situ dulu, SIM dicetak dan...... SIM baru sudah siap untuk digunakan!
Gerai SIM di Mall Gandaria City

Perpanjangan SIM Mall Gandaria City


Tips untuk pengesahan STNK dan perpanjangan SIM:
  • Urus segera pengesahan STNK dan perpanjangan SIM jika sudah hampir kadaluarsa. STNK bisa diurus pembayaran pajaknya sebulan sebelum batas waktu pembayaran. Jika lebih dari itu akan dikenakan denda. Sedangkan SIM paling cepat dua bulan sebelum kadaluarsa. Jika terlambat harus mengajukan permohonan baru lagi.
  • Datang jangan di jam awal operasional. Karena biasanya ramai. Lebih baik agak siangan.
  • Bawa semua dokumen asli yang diperlukan. Boleh difotokopy lebih dulu atau bisa juga difotocopy ke petugas yang ada (dengan biaya tentunya)
  • Bawa pulpen sendiri untuk mengisi formulir. Di sana disediakan pulpen tapi harus antri dan bergantian memakainya
  • Isi formulir sesuai dengan data diri, lihat di papan pengumuman untuk contoh pengisian.
  • Siapkan uang pas untuk fotocopy, biaya asuransi, tes kesehatan (tunai) dan biaya SIM/STNK (tunai/debit)
  • Periksa SIM yang sudah jadi saat di tempat, jika ada kesalahan ketikan langsung sampaikan agar dilakukan perbaikan
  • Simpan baik-baik dengan segera SIM/STNK dan dokumen asli lainnya, jangan sampai tercecer
  • Untuk SIM luar area Polda Metro Jaya tidak bisa diurus di gerai ini. Beberapa gerai ada yang membuka pengurusan SIM luar kota atau langsung saja ke Satpas pusat di Daan Mogot
Gerai Samsat Mall Gandaria City


Alhamdulillah yaaa..mengurus pengesahan STNK dan perpanjangan SIM sekarang makin mudah.

Kalau pengalaman di tempat teman-teman bagaimana? Semoga mudah juga yaa...

Bagi yang punya rencana memperpanjangnya, selamat mengurus yaaa. Semoga lancar juga seperti saya.😍


Happy Sharing, Happy Blogging,


Dian Restu Agustina

Review Buku: Ketika Srikandi Bersepeda




Judul Buku: Ketika Srikandi Bersepeda 
(Kisah Petualangan Seorang Perempuan dengan Sepeda Mininya)
Penulis: Denik
Kategori: Catatan Perjalanan (non fiksi)
Penerbit: GONG Publishing
Cetakan/Terbit: I/ April 2018
Jumlah Halaman: xiii+107
ISBN: 978-602-6663-76-4


"Bagi saya sepeda bukan sekedar alat transportasi atau sarana untuk berolahraga saja. Tetapi harta yang tak ternilai harganya. Sudah banyak kisah dan kenangan tercipta bersama sepeda yang saya beri nama "Si Mas" ini. Sebuah sepeda warisan dari almarhum kedua orang tua. Pilihan almarhum Bapak" (hal viii)

GONG Publishing

Awal perkenalan saya dengan Mbak Denikpenulis buku Ketika Srikandi Bersepeda ini dimulai dari dunia maya. Kami tergabung dalam komunitas blogger yang sama yaitu Blogger Muslimah. Hal ini membuat kami sesekali bertegur sapa pun bersilaturahmi lewat kolom komentar di blog masing-masing. Hingga satu hari kami bisa bertemu di sebuah event yang diadakan komunitas blogger ini. Yang kemudian disusul dengan pertemuan di event lainnya, hingga kami pun berteman baik hingga sekarang.

Satu hal yang melekatkan ingatan saya tentang sosok Mbak Denik adalah selalu berkebaya!

Denik

Lalu, satu waktu, Mbak Denik update status di sosmed-nya tentang buku yang ditulisnya. Sebuah buku yang merupakan catatan perjalanan bersama sepedanya.

Saya pun tertarik, karena sejak lama saya sering mengikuti statusnya tentang kegiatan bersepeda baik sendiri maupun bersama komunitasnya. 

Lalu pesanlah saya satu buku.....

Sampai suatu hari, Sang Penulis yang berprofesi sebagai guru privat ini, mengabari akan datang sendiri ke rumah sambil mengantarkan bukunya bersama sepedanya. Wow, speechless saya!! Meski jarak rumahnya dan tempat tinggal saya hanya 5 km saja (saya baru tahu belakangan infonya 😀). Tapi bagi saya, bersepeda kemana-mana di Jakarta itu bikin enggak bisa berkata-kata. Di tengah beraneka moda tumplek blek di jalanan Ibukota, Mbak Denik tetap setia bersepeda. Kereeen!

Inget banget jadinya, saya bersepeda kemana-mana itu jaman SMP, itupun di Kediri bukan di sini..hiks!

GONG Publishing

Buku bersampul depan dominasi warna hitam bertuliskan huruf berwarna putih ini menampilkan sesosok perempuan bersepeda di bagian depannya. Tebalnya xiii + 107 halaman, berkertas putih bersih sehingga membuat nyaman mata saat membaca.

Pada pengantar buku ada tiga buah endorsement dari tiga orang yang dikisahkan dalam buku terbitan GONG Publishing ini. Yakni dari seorang sahabat dan dua orang mantan  murid lesnya. Tertulis mereka sungguh berkesan dengan Mbak Denik (alias Bu Erni - nama aslinya).


GONG Publishing
daftar isi


Lalu, pembaca akan dibawa ke dua bagian besar buku. Yang pertama adalah bagian satu yang terdiri dari: Tangerang, Lampung, Bogor dan Jakarta. Dan bagian kedua yaitu: Jelajah Kota Tangerang.

Dan...ketika membaca kedua bagian ini saya pun tercengang dibuatnya. Karena diceritakan kisah Mbak Denik ketika bersepeda di daerah yang disebutkan itu. Pembaca akan dibawa berpetualang oleh Mbak Denik bersama "Si Mas" menembus ketakutan berbekal kekuatan dari Allah Sang Maha Pencipta. .


GONG Publishing

Misalnya di catatan pertama yang bertajuk: Dari Bandar Lampung ke Lampung Timur (Menembus Hutan Karet Sendirian). Wow, dari judulnya saja bisa sedikit ditebak jika penulis yang telah memenangi beberapa lomba kepenulisan ini, menempuh jarak sejauh itu dengan sepeda.

Mbak Denik bersepeda dari Teluk Betung, Lampung menuju Sribawono, Lampung Timur dengan hanya berbekal uang 10 ribu pada tahun 1996. Itu dilakukan diawali dari kejenuhan yang menghentak sehingga mendadak menimbulkan keinginan untk berpetualang setelah melihat ada sepeda di dekatnya. Jadilah ia bersepeda dari pukul 9 pagi dan sampai di Sribawono pada pukul 15.30 menempuh sekitar 70 km jarak. Dan kembali lagi ke Teluk Betung pada pukul 5 sore dan sampai rumah pukul 10 malam. Wah...ck ck ck! Gilaaa!


GONG Publishing
saya berpose dengan buku dan Si Mas biar ketularan semangat Mbak Denik 😍

Benar-benar perjalanan yang membuat kita saat membaca merasa, betapa sosok Mbak Denik adalah orang yang teguh berpendirian dan tak patah semangat dalam menghadapi segala cobaan. Hingga apa yang menjadi cita-cita pun bisa tergenggam di tangan. Inspiratif!

Sementara pada bagian kedua, Mbak Denik mengisahkan perjalanannya selama menjelajah Tangerang, kota yang telah ditinggalinya selama puluhan tahun ini. 

Sejatinya ide perjalanan ini berawal dari rasa malu pada diri sendiri, karena telah menjelajahi kota lainnya tapi kota sendiri belum dikenalnya. Akhirnya tetap bersama "Si Mas", Mbak Denik menjelajahi berbagai sudut kota Tangerang, diantaranya ke Museum Benteng Heritage.

GONG Publishing

Museum Heritage adalah sebuah museum yang awalnya adalah rumah tradisional Tionghoa sejak abad ke-17 yang direstorasi menjadi museum. Berlokasi di dalam Pasar Lama yang memiliki koleksi kisah hidup orang Tionghoa hingga tiba di Tangerang, begitu ditulisnya.

Oh ya, selain dibuatkan catatan perjalanan, kisah Mbak Deni dan "Si Mas" juga dilengkapi dengan foto berlatar tempat yang disinggahi. Foto-foto ini disertakan dalam buku dan menjadikan ceritanya makin seru.


GONG Publishing


Selain itu Mbak Denik juga membuat kenang-kenangan lewat tanda tangan yang dibubuhkan oleh teman dan orang istimewa yang ditemuinya bersama "Si Mas" di badan sepeda yang berwarna emas ini.

Diantaranya ada tanda tangan Bapak Walikota Tangerang, Bapak H. Arief R Wismansyah, tokoh bike to work - Toto Sugito, Gol A Gong - penulis/aktivis literasi, sastrawan Anton Kurnia, penulis Asma Nadia dan masih banyak yang lainnya. Sepeda yang keren yang ditandatangani ornag-orang beken!

Denik
foto dokumen pribadi Mbak Denik
Yuks...yang mau tahu lebih lengkapnya catatan perjalanan Mbak Denik bersama Si Mas cuss silakan pesan langsung buku ini ke penulisnya di akun FB atau Ig: Denik.

Yup, buku ini sungguh menginspirasi pembacanya agar memiliki semangat juang tinggi dalam meraih mimpi. Juga, pas banget buat panduan berwisata di Kota Tangerang baik bagi warga Tangerang sendiri maupun traveler dari daerah lainnya, lantaran ada 33 tempat di Tangerang yang diceritakan dalam buku yang sudah disinggahi penulis dan sepedanya.

Oh ya, kalau mau kepoin dulu tentang sosok penulisnya silakan singgah di blog pribadinya tentang beraneka kisah dan tentang catatan kulineran. Ada beragam tulisan bermanfaat yang dibagikan buat pembaca oleh Mbak Denik yang aktif juga menulis di Kompasiana.

Akhirnya, dengan kesederhanaan tampilan yang dimiliki, buku ini punya segudang inspirasi yang membuat saya tak menyangka sebelumnya. Memang benar kiranya pepatah yang berkata "Don't judge a book by its cover".

Ketika Srikandi Bersepeda memang benar-benar buku sederhana yang penuh makna.

Dan, saya pun akhirnya mengenal Mbak Denik sebagai Srikandi bersepeda yang berkebaya! Salut, Mbak....!😘



Selamat Membaca,


Dian Restu Agustina







Thai Street | Sajian Menu Ala Thailand yang Kekinian


"Good Friend, Good Food, Good Times"


Suatu hari, saya punya janji dengan beberapa teman lama di Plaza Atrium Jakarta. Ketiga teman ini adalah tetangga rasa saudara saya, saat tinggal di Pangkalan Berandan, Sumatera Utara. 

Sahabat dan juga tetangga yang berdekatan, karena tempat tinggal kami yang bersebelahan dan belakang-belakangan. (semoga enggak bingung dengan istilah ini yaaa..haha). Maksudnya, yang dua jejeran rumahnya, dua lagi di sisi belakang juga sama. Nah, couple house yang saling bertemu bagian dapurnya ini, halaman belakangnya dipagari dan dibikinin saung kecil sebagai tempat bermain anak-anak dan tempat ngerujak emak-emak...😀

Thai Street Plaza Atrium
janjian ketemuan, janjian seragaman 😁

Akhirnya, lebih kurang 4 tahun-an, saya pun jadi anggota grup lawak squad Empat Sekawan ini. Tepatnya sejak tahun 2002, setelah saya menikah dan mengikuti suami. Lalu, tahun 2006 kami masing-masing pindah karena mutasi/suami mutasi. Hingga kami berempat tinggal di kota yang berbeda-beda, meski yang 3 masih di Jabodetabek juga. Dan sosial medialah yang jadi perantara silaturahmi kami selama ini.

"Indeed, good friends are like stars. You don't always see them, but you know they're always there"

Nah, mumpung waktu ini, yang satu sedang ada meeting di Jakarta, jadilah kami janjian berjumpa. Dan Alhamdulillah, akhirnya kami bisa cekikikan lagi di Thai Street ini...


Thai Street Plaza Atrium

Thai Street yang ada di Plaza Atrium ini adalah cabang terbaru dari sembilan cabang Thai Street yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Yaitu di: Puri Indah Mall, Kemang Village, Setiabudi One, Citywalk Sudirman, Living World, Grand Metropolitan Mall, Plaza Senayan dan Gandaria City.

Restoran ini menyajikan makanan khas Thailand yang kekinian. Maksudnya di sini, bukan yang fine dining, tapi casual restoran. Maka tempatnya pun enggak luas-luas banget. Untuk yang di Atrium ini berkapasitas sekitar 40-an tempat duduk. Ya, cukuplah buat ngumpul se-RT genk...😎

Thai Street Plaza Atrium

Dan, ....berikut review restorannya dari sisi enak dan enggaknya.

Yuks, simak yaaa:

Thai Street bagus dalam hal...................:
  • Best Location
Berlokasi di mal-mal besar yang bikin gampang untuk disinggahi. Untuk cabang yang di Plaza Atrium ini berlokasi di:

Thai Street
Lantai Ground Plaza Atrium
Jl Senen Raya 135, Senen, Jakarta Pusat
021 3450272

Lokasinya mudah di cari dan jalan depannya jadi tempat lalu lalang orang. Enggak heran restoran ini ramai saat makan siang. Saat saya sampai di situ jam satu, waiter sedang bersih-bersih beberapa meja yang dipakai maksi sebelumnya.

Thai Street Plaza Atrium
  • IG-able Spot
Meski luasan tempat duduknya enggak seberapa, tapi dinding yang IG-able mengundang orang untuk menjadikannya spot pepotoan. Ada lukisan cantik di dindingnya yang diterangi pencahayaan yang nyaman. Display dari beberapa ornamen makanan dan tampilan terbuka untuk drink cornernya juga makin bikin menarik tempatnya.

Thai Street Plaza Atrium
  • Cozy Place
Tempat duduk yang nyaman dengan jarak yang lumayan lega antar kursi dan meja lainnya. Ada pilihan, apakah duduk di stool bar atau di kursi bermeja. Dan meja kursi ini bisa juga digeser jika memang kita datang berombongan. Juga di atas meja ada perlengkapan standar  yaitu tissue makan.

  • Good Food
Rasa makanan enak. Ada ciri khas rasa Thailand...Saya yang sudah maksi dari rumah, mencoba dua cemilan yang ada duriannya. Lantaran Thailand identik dengan durian, jadi musti coba yang ada buah ini di dalam menunya. 

Thai Street Plaza Atrium

Yang saya pesan:

Crispy Durian Roll: daging duriannya terasa bangets dibalut kulit lumpia yang crispy. Untuk porsinya pas saja bahkan kebanyakan buat saya. Jadi kalau sudah pesan ini enggak perlu lah pesan makanan lagi. Biar irit enggak kekenyangan nanti.

Thai Street Plaza Atrium

Thai Cendol with Durian Sauce: perpaduan cendol, nangka, daging durian dan sagu dalam kuah yang kental dan manis, legit terasa di lidah. Porsinya gede, sampai saya mele-mele. 😀

Thai Street Plaza Atrium

Untuk makanan yang lain, kata teman-teman: e n a k  j u g a!

  • Good People
Waiter/waitressnya helpful dan mau menjelaskan dengan ramah makanan apa yang dimaksud di menunya.

Thai Street Plaza Atrium


Tapi, Thai Street enggak bagus dalam hal...........:
  • Price 
Harga yang lumayan tinggi untuk ukuran casual restoran. Misalnya: untuk menu utama varian Fried Rice di kisaran 48 - 52 K. Begitu juga untuk varian Noodles di harga 48 - 79 K. Sedangkan menu All About Rice di kisaran 48 - 65 K.

Thai Street Plaza Atrium

Untuk menu Vegetables, ada beragam pilihan di harga 38 - 58 K. Dan untuk cemilan harganya antara 29,5 - 39, 5 K.

Kemudian untuk harga minuman ada di harga 15 - 35 K.

Thai Street Plaza Atrium

Ini saya bandingkan denga resto sebelahnya: Imperial Kitchen & Dimsum yang punya standar harga di bawahnya dengan kualitas rasa yang sama.

Tapi...., balik lagi, bisa jadi ada bumbu tertentu yang harus didatangkan langsung dari Thailand, jadi ngaruh ke harga.

Thai Street

  • Service
Saya datang bertujuh dan pesan bersamaan. Makanan datang satu-satu, agak lama pula. Malah yang cemilan datangnya belakangan, pakai acara harus ditanyakan. Jadi dari sisi pelayanan, kurang cepat. Begitu juga saat proses pembayaran. Teman sudah minta bill dan menyerahkan kartu kreditnya. Lumayan lamaaa, enggak dikasih-kasih balik kartunya. Padahal saat itu tidak ada antrian di kasir.

Thai Street Plaza Atrium


TIPS :
  • Jika ada niatan datang rame-rame atau punya acara traktiran dan sejenisnya pada lunch atau dinner time, agar dapat tempat lebih baik table booking dulu ke nomor 021 3450272
  • Lebih baik tidak memilih minuman yang manis dan dessert sekaligus. Karena sama-sama manis jadinya e n e g! Saya pilih minuman durian dan cemilan durian berbarengan jadi merasa mblenger.
  • Porsi cemilan sudah mengenyangkan, jadi mendingan kalau sudah pesan makanan utama enggak usah pesan dessert lagi daripada enggak habis nanti.
  • Freebie : Free THAI MILK TEA for every purchase of any DESSERTS! Mon - Fri, 2-6 PM, T n C applied.Valid from Sun, 15 Jul, 2018 to Fri, 31 Aug, 2018
  • Special : Special GOBAN (50K) ONLY: Every Monday - Thursday, 1 choice of meal + 1 choice of drink for only IDR 50 K! Valid from Sun, 15 Jul, 2018 to Fri, 31 Aug, 2018
di salah satu sudut Plaza Atrium

Dan, kami pun ngrumpi habisss sambil makan sajian Thai Street. Hingga sejam setengah sampai-sampai crew-nya ngelihat kami dengan jengah...Maapkaaan, kelamaan karena lagi kangen-kangenan. kwkwkw

Jadi apakah saya akan kembali lagi ke Thai Street lagi, jawabnya Iya. Tapi saya bakal baca dulu menunya baik-baik. Dan enggak akan menjadikan dua menu manis jadi satu. Takutnya kemanisan, maklum sayanya sudah manis bukan? #eaaa

Mbak Lita, Mbak Devy, Mbak Yaya (dan putri-putrinya)...Thank you for your kindness and friendship true, for being there for being you...Love youuu!!😘


Happy Tummy, Happy Me

Dian Restu Agustina

Cara Pesan Villa di Sentul yang Mudah dan Enggak Bikin Gundah

 

"Traveling is not about the destination, it is about the journey"

Setahun sekali atau dua kali, saya dan suami terbiasa merencanakan perjalanan untuk keluarga kami. Waktu dari perjalanan ini disesuaikan dengan jadwal libur sekolah anak-anak. Jadi menjelang libur kenaikan kelas dan libur semester tiba, biasanya jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah punya rencana mau kemana.

Perjalanan ini biasanya juga dijadwalkan untuk sekalian pulang ke kampung halaman. Seperti saat mudik lebaran silam, begitu usai silaturahmi ke Mertua di Madiun dan Orang Tua saya di Kediri, kami langsung cussss ke.... Bali!

Begitu juga ketika ada acara kantor suami atau keluarga besar ke luar kota. Biasanya kami sekalian menyisipkan agenda jalan-jalan di dalamnya. Seperti waktu ke Sragen menghadiri nikahan ponakan, kami sempatkan ke Jogja dulu untuk jalan-jalan.

Pokoknya, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, begitu kira-kira peribahasanya..😀

"Hmm...Memang penting ya traveling? Bukannya butuh dana lumayan? Padahal masih panjaaang tuh cicilan...#eh!"

Begini ya...

Cicilan memang wajib-harus-musti dibayar! Dan pastikan segera dilunasi, jangan malah nambah lagi dan lagi...hihihi

Tapi....., jalan-jalan teteup harus diagendakan. Tak hanya untuk tujuan relaksasi tapi juga sebagai pengobat terlukanya hati  #halah

Enggak harus kok jauh-jauh jarak ditempuh. Pergi ke dekat-dekat sini, kalau diniatkan untuk bersenang-senang pasti bisa bikin happy.

Seperti saya dan suami, memilih mudik sekalian piknik karena salah satunya ingin menghemat biaya transportasi. Juga, kami akan mempertimbangkan moda yang digunakan dan memilih yang paling menguntungkan agar ada sisa dana untuk yang lainnya. Selain itu, kami juga membatasi beli itu ini yang enggak penting sekali agar dana bisa dialihkan untuk pergi lagi di lain hari.

Villa di Sentul
mudik sekalian piknik

Yup, masing-masing kita memang punya tujuan berbeda di setiap perjalanan. Ada yang ingin silaturahmi, berpetualang, hunting makanan atau barang, mencari pencerahan, tujuan pekerjaan atau hanya sekedar cari hiburan. Tapi itu semua berpangkal pada satu keinginan untuk mendapatkan hal baru yang berbeda dari tempat asal kita.

Hmm, memang begitu banyak manfaat traveling ini ya...Satu diantaranya bisa meningkatkan ketakwaan kita kepada Sang Pencipta.

Nah, kembali ke jadwal traveling tadi. Sesekali saya dan suami juga pergi ke tempat yang dekat-dekat sini. Untuk waktunya bisa diambil saat akhir pekan atau jika ada libur nasional yang bikin akhir pekan jadi panjaaaang!

Pokoknya, kalau ada warna merah-merah berjejer di kalender langsung deh hati rasanyaaa.....Whuaa! Tibalah saatnya melepas sejenak rutinitas!

Setelahnya, saya dan suami bakal discuss tentang: tujuan, kendaraan, penginapan, kegiatan,...Dan, next beberapa printilan.

"Memang selalu menginap yaaaa?"

Enggak juga sih...!

Kami akan kondisikan saja, kalau ternyata tujuannya bisa ditempuh dengan pulang hari, di hari yang sama ya pulang ke rumah tercinta. Tapi, kalau di sana banyaaak destinasi yang sayang untuk dilewatkan, ya akan memesan penginapan. 

Eman-eman, capek-capek pergi, eh ada yang belum didatangi...Hihihi

"So, what next?"

Hmm, kemana lagi ya? Mau tahu, apa mau tahu bangets? kwkwkw

Rencana yang paling dekat sih penginnya ke Sentul.😎




"Sentul? Memang ada apaan di sana?"

Eitss...enggak u p d a t e!

Banyaaaak pilihan, diantaranya yang jadi incaran:
  • Taman Wisata Alam Gunung Pancar
Kawasan yang menyuguhkan panorama hutan pinus dengan nuansa kedamaian khas pegunungan dan pemandian air panas di dalamnya.

picture: gunungpancar.co.id

  • Curug Bidadari
Air terjun setinggi 50 meter yang di bawahnya ada kolam renangnya.

pesan villa di Sentul
picture: bogorkab.go.id

  • Kampung Wisata Sekolah Sentulfresh Education Farm
Tempat wisata yang menawarkan wisata edukasi peternakan dan pertanian.

picture: sentulfresh.com

  • Pasar Ah Poong
Wisata kuliner yang menyediakan kafe di daratan dan di atas Sungai Cikeas.

picture: Ah poong.co.id

  • Jungleland Sentul
Wahana permainan anak dan dewasa yang menawarkan berbagai jenis tema.

picture: bogorkab.go.id

  • Kampoeng Koneng
Taman bermain anak dan keluarga sekaligus tempat wisata kuliner dengan hidangan  khas Nusantara.

picture: kampoengkoneng.com


........dan masih banyak lagi yang lainnya.

"Waduh, banyak sekali! Cukup enggak  tuh sehari dikunjungi?"

Kalau enggak kelar sehari, ya... lain waktu datang lagi! hihi. Sentul dari Jakarta kan dekeeet, juga enggak pakai macet banget...!

Dan,..... karena sudah ada tujuan, tinggal klik sana sini cari penginapan.

Terus mau apa tipe penginapannya, hotel, villa, homestay, hostel atau resort?

Kalau dulu waktu anak-anak masih kecil, kami milih nginep di hotel. Tapi kini, saya dan suami lagi suka nginep di villa.

Memang banyak kelebihan hotel. Tapi buat keluarga saya dengan dua anak yang menjelang dan sudah remaja, nginep di villa lebih lega rasanya. 

Karena kalau maksa kruntelan di hotel dengan tambahan ekstra bed rasanya kok ya enggak nyaman. Belum lagi mau bergerak ke sana sini, rasanya sempit sekali.

Beda kalau ambil villa.  Terasa lebih lapang tempatnya.

Okey dokey! Jadi, fixed ambil villa saja. 

Dan...., hunting pun dimulai!

Hohoho, ternyata ada banyak pilihan, guys!

Cek sana, cek sini! Cari yang sreg di hati. Pertimbangan harga, tempat dan fasilitas jadi pertimbangan teratas.

Dan, ta daaa....: Villa Traveloka lah yang jadi jawabannya.

Traveloka? Cara pesannya syusaah enggak ya?

Kagaaaak lah!!

Begini caranya:
  • Masukkan destinasi liburan dan tanggal menginap. Klik cari Hotel!


Villa di Sentul

  •  Klik pilihan akomodasi "Villa" untuk filter akomodasi villa.
Villa di Sentul

  • List akomodasi akan menampilkan seluruh akomodasi Villa di Sentul

Pesan villa di Sentul

  • Pilih yang sesuai dengan kebutuhan, pesan dan lakukan pembayaran
Pesan Villa di Sentul



See, as easy as ABC...😀


Pesan villa via Traveloka memang juwaraaa, karena:
  • Enggak susah pesannya
Tinggal masukkan tempat tujuan, waktu pemesanan, jumlah tamu dan klik saja. Biarkan Traveloka yang mencarikannya dan kita tinggal tunggu hasilnya.

Jika sudah ada list villanya, tinggal pilih deh suka yang mana.

Lalu: pesan - isi data - review - pembayaran - proses -  voucher dikirimkan!
  • Bayarnya mudah saja
Traveloka memiliki beraneka pilihan pembayaran, yaitu: 
  1. Kartu kredit (Visa dan Master Card)
  2. Transfer (BCA, BNI, BRI, Mandiri) dan ATM (BNI, BRI, BCA, Mandiri, ATM Bersama, Prima, Alto)
  3. Direct Debit (Mandiri Debit, Mandiri Clickpay, BCA Klikpay, CIMB Clicks)
  4. Indomaret, Alfamart, Alfamidi
  5. Saldo UANGKU
  • Cepat prosesnya
Kita hanya perlu gawai dan akses internet dan cuss... bisa pesan villa dalam hitungan detik saja, kapan dan dimana saja.

Apalagi kalau pesannya pakai aplikasi Traveloka di smartphone kita. Bakal lebih cepet pakai banget dan enggak njelimet.


Selain itu pemesanan pakai Traveloka App bakal banyak keuntungannya, diantaranya:
  1. Harga awal=harga final
  2. Pesan-bayar-voucher villa 
  3. Tak perlu print voucher, semua data booking tersimpan di gawai kita dan tinggalkan tunjukkan saja saat check-in vouchernya
  • Pilihan villa yang lengkap di seluruh Indonesia dan dunia
Beraneka pilihan villa ada, tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan kita.

So, what are you waiting for?

Kalau berencana ke Sentul dan penginnya nginep di villa, hunting saja di Traveloka.

Karena, enggak ribet pesannya, mudah bayarnya, cepat prosesnya dan buaanyaaak pilihannya!

Dijamin deh bakalan greeeeng puasnya!

Yuks, coba! 😍



Happy Traveling,

Dian Restu Agustina




*gambar judul: Gunung Pancar - diambil dari gunung.id














Review Buku: Payung Cerita Warna-Warni



Judul Buku: Payung Cerita Warna-Warni
Penulis: Nurul Fitri Fatkhani, dkk
Kategori: Buku Anak
Penerbit: BITREAD Publishing
Cetakan/Tahun Terbit: 2018
Jumlah Halaman: 178


Bitread Publishing

Tiba-tiba dari dalam Hadonah terdengar suara tangisan. Mbak Arin bergegas masuk ke dalam.

"Rita main ayunan saja ya. Jangan Kemana-mana," kata Mbak Arin sebelum masuk.

Wah, kesempatan nih! Aku berlari menuju kelas Mama. Ku tengok ke belakang, Mbak Arin tidak ada. Senangnya.

Tok tok tok.........

Itulah penggalan kisah berjudul Kabur dari Hadonah karya Nuning Dwi Indah Lestari yang terdapat dalam buku ini.

Diceritakan seorang gadis kecil bernama Rita yang merasa bosan berada di Hadonahnya (tempat penitipan anak), dan lebih memilih ikut mengajar Mamanya. Sampai-sampai ia berulah dan bisa mengelabui pengasuhnya di Hadonah.

Bagaimana kelanjutan cerita si Rita? Apakah Mama mengijinkannya ikut belajar di ruang kelasnya? Dan bagaimana sikap pengasuhnya, Mbak Arin, ...marahkah ia padanya? 

Baca selengkapnya di hal 66-70 yaaaa.....

Bitread Publishing

Oh ya, cerita ini bikin anak saya ketawa-ketiwi saat membacanya. 😀

Mereka terhibur dengan ceritanya yang bertema yang ringan dengan bahasa keseharian. 

Dan, tak hanya membuat anak-anak tertawa dan terhibur, cerita-cerita pada buku ini juga mencontohkan budi pekerti luhur.

Misalnya saja pada kisah yang berjudul: Tio, Sang Pengojek Payung karya Lusia Eksi

Bitread Publishing


Dikisahkan, Tio adalah seorang anak yang bekerja menjadi ojek payung. Ia menawarkan jasa payung di saat hujan pada orang-orang yang ingin menyeberang atau menuju ke kendaraan.

Ia bekerja dengan penuh semangat untuk membantu mencari nafkah sang Ibu. Ayah Tio sudah meninggal dunia dan Ibunya kini sedang sakit. Sehingga Tio pun selain sekolah harus mencari uang dengan berjualan koran, memulung dan menjadi ojek payung.

Hingga suatu hari Tio bertemu Bimo. Orang yang tak pernah dikenalnya tapi memperlakukan dirinya selayaknya seorang sahabat.

Hmmm, cerita yang mengharu biru dan bernilai moral mengingatkan anak untuk berbagi dan peduli dengan sesamanya.

Bitread Publishing


Sementara, cerita lainnya yang berpesan moral sikap semangat pantang menyerah ada pada kisah: Aku Pantang Menyerah, karya Nurul Fitri Fatkhani.

Dikisahkan, Dion dan sepupunya, Abi, sedang bermain pesawat-pesawatan di halaman belakang rumah neneknya.

Sayangnya, pesawat Dion tersangkut ke pohon mangga yang ada di sana. Tapi Dion tidak menyerah begitu saja dan terus berusaha mengambil kembali pesawat kardusnya dengan segala cara.

Bagaimana caranya? Berhasilkah Dion?

Selengkapnya ada di penutup buku, tepatnya di halaman 156-160 buku yang bersampul dengan ungu yang unyu-unyu...

Bitread Publishing

Oh ya, buku yang merupakan Kumpulan Cerita dari Bunda untuk Ananda Seri 2 ini, selengkapnya memiliki 28 cerita inspiratif dan ditulis oleh 28 penulis yang kesemuanya perempuan berbakat. Dimana sebelumnya para Ibu yang kreatif ini telah mengikuti Kelas Menulis Cerpen Anak di JoeraganArtikel.

Wah, keren ya, ikut kelas menulis langsung menghasilkan buku.

Pantesan ceritanya oke punya!!

Dan, keseluruhan cerita yang ada adalah sebagai berikut:
  • Hore, Aku Bisa! - Walidah Ariyani
  • Muezzaku Sayang - Yanti Purwani
  • Terperangkap - Maya Romayanti
  • Naila dan Peri Mainan - Wahyu Utami
  • Tio, Sang Pengojek Payung - Lusia Eksi
  • Nadia & Friends : Aku Gemar Makan Sayur - Bunda Fajrin
  • Cecak...Noo! - Alya Nila
  • Menik Jadi MC - Wulan Suminarsih
  • Petualangan Arian ke Surabaya - Laili Fajarini
  • Dika Tidak Takut Disuntik - Ratih Ratnasari
  • Queen Ingin Jadi Mermaid - Lenny S Rimba
  • Atong - Ismah Rohmatiyah
  • Kabur dari Hadonah - Nuning Dwi Indah Lestari
  • Ada Apa dengan Rumah Kosong - Liesdiana Yudiawati
  • Sengatan di Hari Raya - Erma Bahrun Lamsidi
  • Burungku Malang, Burungku Sayang - Ulfah Eka Pebriani
  • Adikku Sayang - Yuni ummu Wafi
  • Sahabat Baru Nayla - Utami Nilasari
  • Aku Suka Bertualang - Cholifah BS
  • Kuaci - Citra Marda Pangestu Mayasari
  • AkuTidak Takut Disunat - Pratami Diah Herliani
  • Nasihat untuk Sahabatku - Fitriana Mayasari
  • Aku Sopan Bertamu - Lidya Insan Swastika
  • Zakia Si Penyayang yang Ingin Mempunyai Adik - Nur Rosyidah
  • Majalah Dinding Rania - Dyah Agustina Murtafiah
  • Ternyata Aku Bisa - DeYe
  • Truk Pengangkut Pasir - Wuri Setiasih
  • Aku Pantang Menyerah - Nurul Fitri Fatkhani


Bitread Publishing

Nah, menarik bukan dari judul-judulnya saja?

Keseluruhan tema yang diangkat dalam cerita memang tentang keseharian dunia anak-anak. Sehingga membacanya seperti mengulang pengalaman yang pernah dialami mereka sebelumnya.

Mulai dari kisah persahabatan, cinta keluarga, hormat pada orang tua, semangat dan keberanian, doa kebaikan pada Tuhan juga kisah imajinasi.

Pesan moral dalam cerita tersampaikan dalam konteks yang ringan, tidak menggurui tapi kena di hati. Dimana cara seperti ini, buat anak pas sekali.

Meski, masih ada satu dua cerita yang kurang nampak pesan moralnya. Dan, ada yang menggantung ceritanya.

Tapi itu semua minor belaka. Karena secara keseluruhan bukunya memang menarik untuk jadi bahan bacaan anak-anak kita.

Nah, ingin menghadiahi putra-putri tercinta dengan buku yang berisi cerita warna-warni, coba saja Payung Cerita Warna-Warni ini.

Silakan hubungi salah satu penulisnya, di akun FB: Nuning Dwi atau Ig: dianing_ly, jika berminat yaaa..😍

Bitread Publishing


Selamat Membaca,

Dian Restu Agustina