Cinta Laura dan Yuki Kato Sudah Vaksin HPV untuk Antisipasi Kanker Serviks lho, Kamu Kapan?



Teman..., tahukah dirimu jika berdasarkan data dari GLOBOCAN (Global Burden Cancer), pada tahun 2018 angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia sudah mencapai 18.279 pertahunnya? Sebuah angka yang mengandung makna bahwa sebanyak 50 perempuan Indonesia meregang nyawa setiap hari karena kanker serviks ini!

Hiks, syediiiih sekali! 😭






Betapa semakin mengkhawatirkan kanker serviks ini. Di mana tingginya angka menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini masih kurang sekali.

Waaait.... memangnya kanker serviks bisa dicegah yaa? Bukannya sakit kanker itu enggak bisa dicegah? Dan pengobatannya juga masih susaaah?

Lah...dikau kemana saja? Ketinggalan berita? Makanya jangan cuma kepoin medsos lambe turah ajalah...🙈

Belum tahu yaa kalau kanker serviks itu adalah kanker yang dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV?

Baiquelah, yuks mari simak infonya di sini ...


Apa Itu Kanker Serviks?


#IAmTrulyWoman



Saya kutip dari laman organisasi Cegah Kanker Serviks, kanker serviks adalah kanker yang terjadi di daerah serviks (leher rahim) yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. Nah karena fungsi, lokasi dan sifat selnya inilah maka serviks rentan terhadap infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Kanker serviks atau kanker leher rahim ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemui pada perempuan di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tapi kabar baiknya meski bersifat mematikan, kanker serviks ini bisa dikendalikan dengan peluang keberhasilan yang cukup baik bila sudah dideteksi sejak awal, yaitu pada stadium satu.

Nah, terjadinya penyakit kanker serviks ini berjalan sangat lambat dengan bermula dari terdapatnya perubahan pada displasia. Displasia ini adalah perkembangan sel atau jaringan yang berkembang secara tidak normal yang merupakan tanda dari bermulanya suatu kanker terbentuk. Yang mana displasia ini perlahan-lahan akan terus meningkat dan meningkat.


#IAmTrulyWoman
pic: lifestyle sindonews

Oh ya, displasia ini bisa muncul karena suatu akibat seperti:
  • Terjadinya gangguan pada keseimbangan hormon 
  • Adanya trauma mekanik atau trauma kimiawi 
  • Terdapatnya virus ataupun bakteri

Pada fase preinvasif atau yang bisa juga disebut dengan awal mula terbentuknya tumor pada serviks atau pada mulut rahim yang akan berkembang menjadi invasif yaitu tumor tersebut menjadi ganas akan memakan waktu kurang lebih selama 7 tahun sampai 10 tahun proses perkembangannya.

Jika tumor ini sudah ganas atau dapat juga disebut dengan kanker serviks ini sudah terjadi di rahim maka akan sangat sulit diobati. Sehingga pengobatan yang nantinya akan dijalani hanya untuk mengurangi kanker ini menyebar ke organ -organ yang lainnya saja.


Apa itu Human Papilloma Virus (HPV)




#IAmTrulyWoman


HPV adalah sekelompok virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vulva dan vagina, kanker anus, kanker penis, kanker mulut dan tenggorokan, kutil kelamin, dan penyakit terkait HPV lainnya.

Nah, yang berisiko yakni 8 dari 10 orang pria dan wanita diperkirakan akan terinfeksi HPV selam hidup mereka. Dan juga siapapun bisa berisiko terinfeksi HPV karena HPV adalah virus yang mudah menular. Cukup sekali kontak untuk terinfeksi HPV. Sedangkan penularan HPV dapat terjadi melalui rute seksual dan non seksual (jari/kontak kulit ke kulit, alat medis ataupun dari ibu ke bayinya yang baru lahir)

HPV juga memberikan beban penyakit yang besar di mana:
  • Menurut WHO beban terbesar akibat HPV ada pada kanker serviks ini. 
  • Di dunia setiap menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks. 
  • Berdasarkan data INASGO (Indonesian Society of Ginecology Oncology) kanker serviks adalah kanker yang terbanyak ditemukan dari semua kasus kanker kandungan pada wanita. Di mana hampir 70% penderita kanker serviks datang sudah dalam stadium lanjut.
  • Satu kasus kutil kelamin didiagnosis setiap detik. Kutil kelamin ini memberikan beban psikologis, rasa malu dan biaya pengobatan yang tinggi karena mudah kambuh


Gejala Kanker Serviks Stadium Awal dan Cara Mengobatinya




#IAmTrulyWoman


Kanker serviks stadium 1 merupakan tahapan kanker di mana sel kanker hanya berada pada bagian organ leher rahim. Di dalam dunia kedokteran, kanker serviks stadium 1 ini akan dibagi menjadi stadium 1A (1A1 dan 1A2) dan 1B (1B1 dan 1B2)

Pada tahap ini, sel kanker telah menyerang serviks tapi tidak tumbuh di luar rahim. Sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. 

Nah sementara gejala kanker serviks yang mesti kita kenali adalah:
  • Keluar darah dari vagina (tidak dalam masa haid, biasanya setelah berhubungan seksual)
  • Nyeri panggul ketika berhubungan intim
  • Keputihan berlebih, berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk
  • Sulit buang air besar

Sedangkan cara mengobati kanker serviks stadium awal:
  • Operasi: pemotongan pada bagian serviks, beberapa jaringan rahim dan juga sebagian vagina,  pembersihan kelenjar getah bening yang terdapat pada kedua sisi pelvis/panggul, pengangkatan leher rahim/rahim (tergantung stadiumnya)
  • Kemoterapi: untuk kanker tahap awal yang lebih besar, dokter mungkin menyarankan kemoradioterapi terlebih dahulu. Sedangkan pada pasien stadium akhir yang tidak bisa dilakukan operasi lagi hanya bisa dilakukan pengobatan dengan cara di kemoterapi
  • Radioterapi: penyinaran radiasi yang tinggi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker pada organ yaitu rahim. Radioterapi ini dijadikan pengobatan pada kanker serviks fase satu. Sedangkan jika sudah dalam fase akhir maka radioterapi ini digunakan dengan disertai penggunaan kemoterapi.

KICKS dan Upaya Nyatanya dalam Pencegahan Kanker Serviks di Indonesia



#IAmTrulyWoman



Adalah KICKS sebuah koalisi yang digagas dan didukung oleh beberapa organisasi non profit baik dari profesi medis maupun non medis sebagai respon proaktif terhadap fakta terkini bahwa kanker serviks menjadi salah satu kanker penyebab kematian paling banyak di Indonesia. Didirikan pada April 2017 di Jakarta yang mana bersama organisasi-organisasi pendukungnya, KICKS melakukan sebuah kampanye advokasi publik bertajuk #CegahKankerServiks.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya perempuan Indonesia agar lebih waspada akan bahaya kanker serviks dan melakukan tindakan preventif secepatnya.

KICKS sendiri pertama kali digagas oleh HOGI (Himpinan Onkologi & Ginekologi Indonesia) yang tergabung dalam IWG-HPV (Indonesian Working Group on HPV) dan YKI (Yayasan Kanker Indonesia) dan kemudian mendapat dukungan penuh dari YPKS (Yayasan Peduli Kanker Serviks), Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Klayanamitra, YPI (Yayasan Putri Indonesia) dan Fatayat Nahdlatul Ulama.

Dengan prinsip inklusif dan partisipatif yang kuat KICKS terbuka dan terus menggalang dukungan dari berbagai kelompok kepentingan dan elemen masyarakat demi upaya bersama memerani kanker serviks di Indonesia.

Pencegahan Kanker Serviks 



#IATrulyWoman
foto mbak Bulan



1. Pencegahan Primer

Rekomendasi WHO, vaksinasi merupakan pencegahan primer untuk penyakit terkait HPV. Vaksinasi yang ideal dilakukan sebelum seseorang melakukan aktivitas seksual tetapi orang yang telah aktif berhubungan seksual juga dapat menerima manfaat dari vaksinasi HPV ini.


2. Pencegahan sekunder

Skrining kanker serviks tidak mencegah infeksi HPV tetapi secara sekunder dapat mencegah kasus kanker serviks dan kematian jika perempuan dengan hasil skrining abnormal menerima pengobatan dan follow-up yang baik. Dengan skrining kelainan pada serviks dapat terdeteksi lebih awal. Meski, apabila sudah divaksin perempuan tetap harus menjalani skrining secara rutin dengan  jadwal yang dianjurkan oleh dokter.

Sementara skrining yang standar untuk lesi pra-kanker dan kanker serviks adalah tes pap (Pap Smear). Pilihan pemeriksaan lain yang lebih sederhana dengan hasil yang cepat, cukup baik dan relatif murah adalah IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)


Fakta Vaksinasi HPV



Sedangkan fakta dari Vaksinasi HPV adalah sebagai berikut ini:


  • Vaksin HPV Quadrivalent memberi perlindungan dari HPV tipe 6,11,16 dan 18. Sedangkan vaksin HPV Bivalent hanya melindungi dari tipe HPV tipe 16 dan 18
  • Vaksin HPV Quadrivalent harus digunakan jika mengharapkan perlindungan tambahan terhadap pre-kanker vulva, pre kanker vagina, pre-kanker anal yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18 dan kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11
  • Vaksin HPV Quadravalent bisa diberikan untuk perempuan usia 9-45 tahun dan laki-laki berusia 9-26 tahun. 
  • Vaksi HPV Bivalent hanya bisa diberikan pada perempuan usia 9-25 tahun
  • Vaksin HPV memberikan efektifitas perlindungan yang baik (93,2%-98,2%) terhadap kanker serviks. Untuk vaksin HPV kuadrivalen memberikan perlindungan tambahan 100% terhadap kutil kelamin
  • Vaksin HPV dinyatakan aman oleh komite keamanan vaksin WHO dan efek samping yang paling banyak ditemui sifatnya ringan seperti nyeri di tempat penyuntikan


KICKS Lakukan Vaksinasi HPV pada Cinta Laura dan Yuki Kato






Nah, untuk membuktikan langkah nyatanya dalam upaya mengadvokasi masyarakat akan pencegahan kanker serviks, KICKS pada hari Rabu, 13 Maret 2019 memberikan vaksinasi HPV sebagai pencegahan primer kepada dua selebriti perempuan Indonesia yaitu Cinta Laura Kiehl dan Yuki Kato.

Pemberian vaksinasi HPV kepada Cinta Laura dan Yuki Kato ini sendiri dilakukan di dalam area pameran foto #IAmTrulyWoman yang digagas oleh KICKS berkolaborasi dengan Diera Bachir dan didukung penuh oleh Plaza Indonesia.

Pameran foto #IAmTrulyWoman dapat dikunjungi dari tanggal 8-15 Maret 2019 di Atrium Level 4, Plaza Indonesia Extension. Di mana selama pameran berlangsung KICKS juga membuka booth edukasi yang terletak di lantai yang sama di mana para pengunjung setia Plaza Indoesia bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kanker serviks serta layanan vaksinasi HPV di tempat.

Nah pemberian vaksinasi kepada dua selebriti perempuan Indonesia, Cinta Laura dan Yuki Kato ini adalah upaya KICKS dalam mengajak masyarakat Indonesia khususnya perempuan untuk tergerak dan segera melindungi diri mereka dari kanker serviks dengan vaksinasi HPV ini.


Vaksinasi HPV sebagai Upaya Pencegahan Kanker Serviks




#IAmTrulyWoman
Yuki Kato tegang saat disuntik


Pada acara ini, dr. Venita Eng, MSc, perwakilan YKI DKI yang juga pendukung KICKS mengatakan:

"Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang dapat dicegah yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Dengan menunjukkan secara langsung pemberian vaksinasi HPV ini kepada kedua tokoh yang dikenal baik oleh masyarakat ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lagi perempuan Indonesai untuk tersadar akan pentingnya melakukan tindakan nyata dengan segera melakukan pencegahan vaksinasi HPV dan deteksi dini"

Memang menurut data WHO pada September 2016 menunjukkan bahwa sebanyak 67 negara termasuk Australia, Malaysia dan Thailand telah mengimplementasikan program vaksinasi HPV. Dan nyatanya di Australia dalam empat hingga lima tahun pertama setelah program vaksinasi HPV dimulai, infeksi HPV menurun sebesar 77% pada usia 18-24 tahun.

"Kanker serviks banyak ditemukan pada perempuan usia produktif dan dari keseluruhan kasus kanker serviks baru yang ditemukan di Indonesia diketahui lebih dari 70% sudah pada stadium lanjut. Pada kondisi ini pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal serta tingkat keberhasilan juga menurun. Oleh karenanya saya sangat mengimbau untuk para perempuan segeralah lindungi diri dari kanker serviks dengan vaksinasi HPV dan deteksi dini karena pencegahan jauh lebih baik serta mudah daripada pengobatan" tambah dr Venita.



Cinta Laura Kiehl dan Yuki Kato Ajak Perempuan Indonesia untuk Pastikan Raih Mimpi dan Lakukan Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV



#IAmTrulyWoman


Pada kesempatan yang sama Cinta Laura Kiehl menyampaikan,

"Saya sangat menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan kita karena kita pastinya punya mimpi dan harapan yang ingin dicapai. Untuk memastikan hal tersebut pastinya kita harus melakukan yang terbaik untuk tetap sehat dan produktif. Maka dari itu, saya berani untuk mengambil langkah ini dan bersama KICKS menunjukkan tindakan pencegahan kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV. Saya mengajak perempuan lainnya dapat tergerak untuk segera melakukan upaya yang sama sehingga mimpi dan harapan kalian tidak terhenti karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini. 


Sementara senada dengan Cinta, Yuki Kato, selebritis yang turut hadir dan melakukan sesi vaksinasi HPV bersama KICKS mengatakan,

"Perempuan saat ini dapat memiliki peran dan menjadi apapun yang mereka inginkan. Saya sadar penuh akan perlunya sebagai perempuan yang aktif untuk dapat memiliki kontrol penuh akan kesehatannya. Sesi vaksinasi HPV hari ini bersama KICKS merupakan salah satu upaya saya dalam menjaga hal tersebut. Saya harap langkah yang saya ambil hari ini bersama KICKS dapat menggerakkan perempuan lainnya untuk segera melakukan vaksinasi HPV dan melindungi diri sdari bahaya kanker serviks karena mencegah lebih baik daripada mengobati.


Cinta Laura dan Yuki Kato divaksinasi langsung oleh dr. Venita Eng, MSc. Dan vaksin ini sendiri akan disuntikkan sebanyak 3 kali dalam rentang waktu 6 bulan. (suntikan pertama, 2 bulan setelahnya dan 6 bulan kemudian). Masa perlindungannya adalah 15 tahun dengan harga 2,7 juta rupiah.

Hmm... sebuah harga yang enggak berat apalagi jika dibandingkan manfaat perlindungannya, kan?

Meski demikian, menurut rekomendasi WHO diharapkan perempuan usia produktif tetap rutin melakukan skrining dengan Pap Smear atau Iva Test meski sudah melakukan vaksinasi HPV ini.

Semoga upaya segala pihak dalam kampanye #CegahKankerServiks serta kegiatan pameran foto #IAmTrulyWoman serta langkah Cinta Laura dan Yuki Kato akan membuat masyarakat makin peduli dengan kanker serviks ini sehingga jumlah penderita bisa berkurang nanti.

Nah, Cinta Laura dan Yuki Kato Sudah Vaksin HPV lho, Kamu Kapan?💗


serius nanya



Oh ya, Kalau mau kepoin dulu informasi lengkap tentang Kanker Serviks dan Vaksinasi HPV silakan singgah ke sini yaaa:



Email: KoalisiCegahKankerServiks@gmail.com | FB: @KICKSCegahKankerServiks | IG: @cegahkankerserviks_id | Twitter: @IDKankerServiks



FB: @Imunisasi Bayi Anak dan Dewasa | @Vaksinasi | Twitter: Vaksinasi





Stay Healthy & Happy

Dian Restu Agustina



39 comments:

  1. Aku udh vaksin sejak th 2010 deh.. Ngeri emg pwnyakit ini dn berbahaya bgt... Padahal bisa dicegah yaa.. Cuman kebanyakan perempuan suka risih. Akhirnya terlambat periksa dan mencegahnya akhirnya kejadian deh..

    ReplyDelete
  2. Duh saya belum di vaksin ini,, makasih remindernya ya mbak Dian.

    ReplyDelete
  3. Kayaknya kalau di Indonesia belum terlalu populer ya untuk vaksinasi kanker serviks ini. Bahkan belum diwajibkan. Tapi kalau untuk tes Iva sekarang sudah mulai di populerkan sampai ke desa-desa. Mungkin ke depannya juga bakal ditambah, apa aja daftar vaksinasi yang harus kita lakukan.

    ReplyDelete
  4. Mbak Dian ya ampun lengkap banget tulisannya. Tiap 1 menit pasti ada yang meninggal gegara kanker serviks, hiks. Inget2 (alm) Jupe kayaknya dulu juga sakit ini ya mbak. Ternyata kita kudu peka sama keputihan ya, baik jumlah dan baunya. Dan aku serem bayangin pengobatannya, huhu. Jadi kudu dicegah dengan maksimal. Yap, aku kudu lobi suami supaya segera vaksin HPV. Semoga sehat2 selalu para mbak, ibuk dan wanita semuanya.

    Btw salfok sama foto mbak Bulan *bukan tim siapa-siapa wkwkk

    Selamat mba Bulan menang di IMA *nah loh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin semoga kita sehat semua yaa
      Dan memang foto Mbak Bulan kelihatan sediiih tapi cantik gilaaa!! #eh

      Delete
  5. Pencegahan kanker serviks bisa dengan vaksin suntik ya, udah dicontohkan oleh Cinta Laura dan yuki Kato juga. Kuy lah antisipasi 😃

    ReplyDelete
  6. Wah aku termasuk yang belum vaksin euy, buruan nih kayaknya. Biar sehat ya mba. Thanks infonya. Btw itu si cantik Cinta dan Yuki, aslinya emang cantik ya hehe...

    ReplyDelete
  7. Vaksin HPV ya, Mpo ngumpulin gepeng nih.

    Siapa tahu menang lomba terus uangnya di tabung buat pergi suntik vaksin di klinik

    ReplyDelete
  8. Ini Cinta Lauran dan Yuki Kato disuntik aja masih tetep cantik ekspresinya ya. Btw ini kita kalau mau vaksin bisa kerumah sakit atau gimana mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klik web Cegah Kanker Serviks ada beberapa RS dan klinik yang punya layanannya. Klau enggak langsung ke inHarmony Clinic, ada webnya di atas

      Delete
  9. aku jadi takut nih bacanya dan kujuga belum suntik mba, ini ulasannya lengkap banget btw aku baru tahu Cinta Laura di Indonesia perasaan masih di LN hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cinta baru sampai sehari sebelumnya dan akan stay di Indonesia untuk project hingga Mei-berarti suntikan ke dua. Lalu akan ke sini lagi saat suntikan terakhir atau September

      Delete
  10. makasih sahringnya, aduh ngeri juga ya kalau kena mknya vaksin itu penting ya

    ReplyDelete
  11. Ngeri ya sama kanker serviks, kadang suka takut nih kalau denger kanker gini. Karena bisa terjadi sama siapa aja. Aku belum vaksin lagi. Harus buru-buru vaksin ah biar aman dan dijauhkan dari kanker serviks.

    ReplyDelete
  12. Iya kanker serviks adalah penyakit yang harus dihindari oleh perempuan. Dan bisa dicegah mulai dari sekarang yaa artis saja sudah kita kapan yaaa

    ReplyDelete
  13. Ternyata kita sebagai wanita harus lebih berhati-hati dengan kesehatan kita yaaa....

    ReplyDelete
  14. Oh ini bagian dari Im trully women yaaa. Aku bbrp kali stalkingin IG artis ada hestek itu.
    Iya ya vaksin HPV ini penting, aku msh blm nih huhuhu.
    Moga2 pemerintah jg bantuin shg harga vaksinnya bisa lbh ramah masyarakat hehe

    ReplyDelete
  15. Jadi pengingat yang baik untuk lebih memperhatikan organ kewanitaan kita nih, terimakasih mbak Dian. Kmrn sempet mau suntik, eh kelupaan. Kemarin itu tahun 2013, duuuh ternyata udh 6 tahun... Untung baca tulisan ini

    ReplyDelete
  16. Belum pernah vaksin dan jadi tertarik untuk vaksinasi HPV buat mencegah. semoga semakin banyak juga masyarakat yang sadar akan hal ini. Makasih, Mbak, uraiannya jelas sekali.

    ReplyDelete
  17. aku blm sempet lho vaksi HPV ini, padahal dibayarin asuransi kantor huhuhuhu.. papsmear aja baru tahun lalu, emang kadang sebagai wanita suka lalai sama kesehatan organ kewanitaan kita, padahal dampaknya bahaya banget.. tulisannya bagus untuk mengedukasi mba :) TFS

    ReplyDelete
  18. Aku sudah pernah ikutan IVA dan alhamdullilah dinyatakan positif saat itu.

    Kuncinya saat dimasukkan alat ke vagina saat proses IVA, kudu rileks dan santai biar tidak perih, hehehe...

    Baru tahu kalau di dunia, setiap menit 1 wanita meninggal dunia karena kanker serviks.

    Mba Dian sudah vaksin jugakah?



    ReplyDelete
  19. Ini yg Mbak Dian share juga di Instagram ya. Kusuka kecantikan mereka dan ternyata mereka juga aware, terhadap kesehatan para wanita ya. Saya belum pernah cek dan belum pernah vaksin nich, ke depan saya jadwalkan, Mbak. Terima kasih banyak ya, sharenya.

    ReplyDelete
  20. Mba, alhamdulillah aku udah vaksin HPV dua tahun lalu. Blm tahu apakah harus di vaksin ulang atau cukup sekali seumur hidup ya?

    ReplyDelete
  21. informasi yang aku dapatin seputar HPV yaitu langkah utama pencegahan infeksi HPV adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin ini umumnya dianjurkan bagi remaja perempuan dan dapat diberikan sejak usia 10 hingga 26 tahun. Semakin muda usia perempuan mendapatkan vaksin ini, maka tingkat efektivitas kerja vaksin ini akan semakin tinggi.

    ReplyDelete
  22. Jadi terpikir nih utk melakukan vaksinasi ini utk pencegahan penyakit yg menakutkan bagi kaum wanita..

    ReplyDelete