Ibuku Inspirasiku

Sabtu lalu Ibu saya berusia 76 tahun. Alhamdulillah Beliau masih sehat meski penyakit tua mulai menemani kesehariannya. Ibu masih berkegiatan seperti biasa, sibuk di dapur, menyiapkan keperluan Bapak - yang memang lebih uzur, mengunjungi sanak saudara dengan diantar oleh kakak saya atau salah satu cucunya, menghadiri aneka acara silaturahmi (meski sejak pandemi enggak lagi) dan masih wara-wiri. Pokoknya jarang sekali berdiam diri.

Ibu, sosok perempuan sederhana yang hanya tamat Sekolah Menengah Pertama tapi berhasil membesarkan keenam putri hingga mengecap pendidikan tinggi pun mampu mandiri. 

Ibu, sosok perempuan yang menjadi inspirasi saya dengan segala kesahajaannya!

Perempuan Menginspirasi
foto Bapak dan Ibu - April 2020

Ibu dan Takdirnya


Terlahir dengan gelar Raden Ayu di depannya (meski di ijazah oleh orangtuanya tidak disertakan), Ibu adalah sulung dari 7 bersaudara - dari istri kedua (Mbah Putri saya dinikahi setelah istri pertama Mbah Kung meninggal). Dengan 3 orang kakak tiri, jadi total saudara Ibu ada sepuluh - 6 perempuan dan 4 laki-laki.

Kedua orangtua Ibu, Mbah Kung dan Mbah Putri, termasuk orang berpunya saat itu karena keduanya bekerja sebagai Guru Sekolah Rakyat (SR) dan berasal dari keluarga berlatar belakang pegawai pemerintah. Saat itu, profesi guru dan pegawai termasuk kalangan priyayi yang dihormati dengan tingkat ekonomi mencukupi. 

Yang ada di ingatan saya, rumah Mbah Kung dulu besaaaar dengan pekarangan yang luaaaas. Kata Ibu, kala itu keluarga besar mereka memiliki 4 orang rewang yang bekerja di rumahnya. Semua anak dikirim untuk bersekolah ke tingkat SMP di kota (Kediri) karena di tempat tinggal mereka yang berlokasi di perbatasan Kediri-Blitar hanya ada Sekolah Rakyat saja. Kemudian nanti mereka akan melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas juga di sana.

Tapi tidak dengan Ibu...

Saat itu Ibu duduk di bangku SMP. Setiap pulang ke rumah di akhir pekan, ada Bapak saya yang datang ke rumah Mbah. Bapak saya, saat itu adalah guru baru di SR di mana Mbah Kung saya jadi kepala sekolahnya. Bapak yang orang Kediri kota, ngekos dekat rumah Mbah saya. Dan sebagai anak kos dengan gaji pas-pasan, tiap akhir pekan Bapak bantu-bantu di rumah Mbah Kung kemudian sering diajakin makan bersama juga dibawain tentengan saat pulang oleh Mbah Putri saya.

Di sinilah benih cinta mereka bermula. Hingga saat Ibu tamat SMP, Bapak meminangnya. Beliau berdua berbeda usia 6 tahun. Hingga di usia 17 tahun pun Ibu memulai takdirnya, sebagai istri yang setia pada suami dan keluarganya.

Lalu, Apa yang Menginspirasi dari Sosok Ibu?


Ibu saya itu....:

1. Sabaaaar 

Jadi, setelah menikah, Bapak Ibu tinggal di rumah Mbah. Sesudah kakak pertama saya lahir, Bapak mutasi ke SR yang ada di kota Kediri. Akhirnya Bapak Ibu tinggal di rumah Ibunya Bapak yang seorang janda (Mbah Kung meninggal saat Bapak SD kelas 3) hingga bisa punya rumah sendiri tidak lama dari kelahiran saya. 

Berbeda dengan keluarga Ibu yang berkecukupan, Bapak yang ditinggal Bapaknya dari kecil hidup sederhana dengan Ibunya. Beberapa saudara Bapak dititipkan ke Paklik/Buliknya agar bisa bersekolah, sehingga mereka sejak kecil terpisah. Nah, keluarga besarnya Bapak itu kebanyakan berpunya dan berpendidikan tinggi. 

Ibu yang 'gadis desa' dan enggak sekolah jadi bulan-bulanan saudara, ipar dan sepupu Bapak. Ibu disuruh-suruh, dikatain itu ini, pokoknya kurang diterima keberadaannya. Tapi Ibu sabar menghadapinya. Syukurnya, Mbah Putri baik pada Ibu. Padahal ya, Ibu yang biasa di rumah orangtuanya berkecukupan harus hidup pas-pasan dengan suaminya, bukankah perjuangan yang butuh kesabaran?

2. Pemaaf

Bertahun setelahnya, mereka yang dulu bersikap tidak baik pada Ibu itu, Qadarullah kondisinya berkebalikan dengan Bapak Ibu. Tahu kan roda berputar? Nah, saya lihat sendiri Ibu membantu mereka padahal kalau diingat (dari cerita kakak saya) sikap mereka dulu enggak ada baik-baiknya. 

Ketika kami tanya, Ibu selalu menjawab, "Wong urip kui tulung tinulung, ndhisik yo ndhisik, saiki yo saiki. Ora perlu digawe tatu, dilalekke wae ora perlu dadi watu!" (Orang hidup itu tolong menolong, dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Enggak perlu dianggap luka, dilupakan saja enggak perlu jadi batu)

Duh...padahal kalau saya pikir, sekali disakiti orang akan malas untuk berbaik hati. Tapi ibu mau memaafkan. Salut, Bu!

keluarga besar
Bapak, Ibu dan keenam putrinya


3. Setia 

Ibu itu tipe istri yang setianyaaaa.....Sampai-sampai kalau jalan-jalan jauh dan bukan urusan penting, kalau Bapak enggak bisa ikut enggak jadi pergi. Ibu takut Bapak enggak ada yang ngurus kalau ditinggal nanti. Memang keperluan Bapak sampai kini semua masih disiapkan Ibu. Dulu saat kami semua masih kecil juga gitu. Anak-anak bagi Ibu adalah hal utama. Pokoknya dunia Ibu adalah suami dan anak-anaknya. Buat dirinya sendiri sepertinya nomor kesekian dalam hidupnya.

4. Mandiri

Ibu bagi saya adalah sosok yang mandiri. Meski tidak bekerja di luar rumah Ibu selalu sibuk mengerjakan itu ini. Urusan rumah sepertinya beres semua jika ada masalah, kalau perlu banget baru minta tolong Bapak. 

Maklum, Bapak saya yang guru, agar bisa mencukupi semua, ngajar dari pagi sampai sore/malam. Selain di sekolah negeri juga ngajar di sekolah swasta untuk cari tambahan peghasilan. Jadi, urusan rumah sepertinya sudah pasrah biar di-handle Ibu. Dan, jadilah Ibu menjadi sosok yang segala tahu!

5. Percaya Diri

Ibu itu percaya dirinya luar biasa, pasalnya meski dengan pendidikan yang hanya lulus SMP Ibu saya santai sekali bergaul degan siapa saja. Bisa masuk ke berbagai kalangan dengan luwesnya. Ibu saat muda aktif jadi anggota Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) di desa saya, aktif di kegiatan Dharma Wanita dan beberapa organisasi lainnya. Ibu enggak akan kehabisan bahan perbincangan dengan siapa saja. Bahkan saat Bapak jadi Kepala Sekolah, Ibu terbiasa pidato di kegiatan Dharma Wanita juga tanpa kendala. 

Ya, meski enggak mengecap sekolah tinggi, Ibu banyak membaca, rutin baca koran Jawa Pos, majalah Panjebar Semangat dan bacaan lainnya. Sehingga Ibu bertambah wawasannya bikin pede tampil di depan umum jadinya.

Selain itu, Ibu pede sekali nganterin semua putrinya saat daftar kuliah ke kota lain, cari kos sampai urus semua. Padahal itu bisa jadi tempat baru di mana enggak ada yang dikenal oleh Ibu. Tapi Ibu pede wara-wiri urus itu ini kalau enggak ngerti nanya ke sana-kemari, tanpa ada malu dan takut. pokoknya pede! Proud of you, Bu!

6. Bersahaja

Dari dulu hingga kini, Ibu tampil apa adanya. Enggak mempermasalahkan merk baju atau barang yang dipakainya. Tetap cuma tersapu bedak dan olesan lipstick saja di bibirnya. Ibu enggak pernah neko-neko! Bahkan prinsip Ibu saat kami kecil dulu yang nomor satu uang untuk sekolah anak, bukan untuk macak! Sungguh kesahajaan yang patut diteladani, bahwa skala prioritas dalam mengatur keuangan keluarga itu nomor satu!

7. Penuh Semangat

Ibu saya pintar memasak, bisa menjahit, bebikinan kerajinan, ....ahli seputar keterampilan perempuan dan tekun jualan. Dari sini juga Ibu dulu bisa membantu Bapak menambah penghasilan dengan jualan di rumah, nitip kue ke warung sekolah, terima pesanan nasi kotakan juga kue saat lebaran. 

Pokoknya, prinsip Ibu, meski dari rumah masih bisa mengumpulkan rupiah untuk tambah-tambah biaya sekolah. Menurutnya perempuan mesti berdaya dan bisa melakukan kegiatan sesuai dengan kebisaannya. Ini juga yang memotivasi saya meski bukan untuk tujuan utama cuan, menekuni dunia kepenulisan saat memilih menjadi Ibu Rumah Tangga.

...
...
Well, masih banyak hal yang benar-benar menginspirasi dari Ibu. Sebuah teladan bagi saya, meski capaiannya enggak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang Ibu lakukan. 

Tapi, sungguh contoh nyata yang ada di depan mata itu ternyata dampaknya luar biasa. Membuat saya mengambil hikmahnya, untuk berusaha memberi teladan kebaikan pada anak-anak saya.

Alhamdulillah, sampai kini saya masih bisa tjurhat dan minta nasihat pada Ibu. Semoga Allah memberi Ibu kesehatan dan keberkahan atas semua yang telah Beliau jalankan. Aamiin!

Ibuku Inspirasiku! Love You, Bu!💖

Nah, kalau kamu, siapa perempuan yang menginspirasimu?


#bloggerJoeraganArtikel



signature-fonts

Seminar Media Pekan Imunisasi Dunia 2021: Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi

Cakupan imunisasi di Indonesia sejak pandemi COVID-19 menurun drastis. Bila hal ini dibiarkan terus-menerus memungkinkan terjadinya wabah penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Maka, bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Satgas Imunisasi mengadakan seminar media untuk meningkatkan kesadaran dari berbagai pihak agar imunisasi lengkap dapat tetap diberikan dan penyakit-penyakit yang sudah dapat dicegah dengan imunisasi tidak menjadi wabah di masa pandemi COVID-19 ini.

Duh, kebayang aja kan, sudah pandemi eh ada wabah penyakit lain lagi! Hiks, semoga aja enggak ya!  Maka, tepat sekali jika Ikatan Dokter Anak Indonesia mengajak semua pihak dukung upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Termasuk jika sudah terlewat waktunya bisa dilakukan kejar imunisasi melalui imunisasi ganda.

Oia, saya pernah punya pengalaman terkait kejar imunisasi dengan imunisasi ganda ini saat anak bungsu saya masih bayi. Dia saya ajak pindah ke Amerika ketika berusia 2 bulan. Di sana - karena masih ribet urusan sekolah Bapaknya dan tempat tinggal kami - maka saya baru bawa dia ke layanan imunisasi saat berusia 5 bulan. Jadilah ada jadwal vaksin yang terlewatkan. Akhirnya di kunjungan tersebut, si Adik langsung diimunisasi di paha kiri, kanan, kedua lengan dan ada lewat tetesan. Saya sempat shock, kok barengan gitu huhuhu. Tapi setelah saya cari tahu referensi terkait ternyata tidak masalah. Dan Alhamdulillah hingga kini enggak ada efeknya...

Pekan Imunisasi Dunia 2021

Pekan Imunisasi Dunia 2021: Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi


Nah, acara Seminar Media Pekan Imunisasi Dunia 2021: Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi ini dibuka oleh moderator dari Ketua Bidang Organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K). 

Seminar media juga menghadirkan sambutan dan pesan dari Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Prof. DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon.). 

Di mana dalam seminar media tersebut, Prof. Aman menyampaikan,

"Sesuai tema kita “Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi” dalam kegiatan ini, merupakan hal yang sesuai dengan kondisi saat ini. Kita dari IDAI sangat concern terhadap kurangnya cakupan imunisasi yang terjadi selama COVID-19, terlebih lagi akan dimulai pembukaan sekolah tatap muka, sehingga imunisasi menjadi hal yang penting, karena masih banyak yang tidak berani masuk sekolah." 

Tak hanya itu untuk melengkapinya, seminar juga menghadirkan tiga pembicara, yaitu:
  • Dr. Prima Yosephine B.T. Hutapea, M.K.M., Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K),MSc, PhD., Ketua Satgas Imunisasi IDAI
  • Dr. Kenny Peetosutan, Spesialis Imunisasi UNICEF Indonesia



Program Imunisasi Nasional "Langkah Sekarang dan Masa Depan untuk Sukseskan Imunisasi"


Narasumber pertama adalah Dr. Prima Yosephine B.T. Hutapea, M.K.M., Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam paparannya Dokter Prima menjelaskan bahwa dengan cakupan imunisasi lengkap yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok, sehingga bila sudah banyak orang yang imunisasi maka akan membuat orang-orang di sekitarnya yang belum imunisasi akan ikut terlindungi dari penyakit tersebut. 

Imunisasi sendiri dijelaskan oleh Dokter Prima, adalah upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseoang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suati saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan

Nah, imunisasi terbagi menjadi:

Imunisasi Program: imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

Imunisasi Pilihan: imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit tertentu.

Alasan imunisasi


Lalu bagaimana apabila seorang anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap? Dipaparkan Dokter Prima:

Anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit berbahaya sehingga mudah tertular penyakit, menderita sakit berat, serta menderita cacat bahkan meninggal dunia. 

Selain itu, anak juga dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain. Yang mana akumulasi anak yang tidak mendapat imunisasi rutin lengkap mengakibatkan tidak akan terbentuk Kekebalan Kelompok atau Herd Immunity sehingga memungkinkan terjadinya Kejadian Luar Biasa Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (KLB PD3I)

Kemudian, bagaimana pelayanan imunisasi pada masa pandemi? Dijelaskan oleh Dokter Prima:

  • Prinsip dasarnya, pada masa pandemi COVID-19, imunisasi tetap harus diberikan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I
  • Rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) yakni: imunisasi harus tetap diupayakan lengkap sesuai jadwal. Penundaan imunisasi akan memperbesar risiko KLB PD3I.
  • Strategi pemberian imunisasi harus mempertimbangkan situasi epidemiologi COVID-19, kebijakan pemerintah daerah, serta situasi epidemiologi PD3I.

Lebih lanjut terkait Strategi Penguatan Imunisasi, Dokter Prima menyebutkan:

✔ Pelaksanaan defaulter tracking atau pelacakan bayi dan baduta yang belum lengkap status imunisasinya
✔ Melakukan catch-up imunisasi atau pelaksanaan imunisasi kejar untuk melengkapi status imunisasi pada anak yang belum lengkap atau belum mendapat imunisasi sama sekali
✔ Melakukan peningkatan kompetensi petugas secara berjenjang, baik melalui peningkatan kapasitas secara langsung dan on the job training, maupun melalui virtual training
✔ Peningkatan kualitas pelayanan imunisasi melalui pelaksanaan supervisi suportif peningkatan kesadaran dan keinginan masyarakat untuk imunisasi atau penerimaan masyarakat terhadap vaksin melalui pendekatan Human Centered Design
✔ Penguatan jejaring Public-Private Mix/kerjasama layanan kesehatan pemerintah dengan swasta
✔ Vaccine supply chain yang cukup dan tepat waktu


Pelayanan imunisasi pada masa pandemi


Nah, terkait hal ini, bila sekolah tatap muka dilakukan dan membuat adanya akumulasi anak yang belum di imunisasi lengkap, maka dapat meningkatkan resiko outbreak penyakit lain yang sebelumnya sudah dapat tertangani. Pasalnya, seorang anak dapat dikatakan memiliki imunisasi lengkap jika mendapatkan imunisasi saat bayi, dibawah 2 tahun, dan saat sekolah. 

Lebih lanjut, Dokter Prima menyampaikan data yang diperoleh Kementerian Kesehatan, sampai dengan saat ini jumlah Kabupaten/Kota yang mencapai target Imunisasi Dasar Lengkap lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember 2019. 

Sementara strategi yang dapat dilakukan dalam penguatan imunisasi diantaranya adalah pelacakan bayi dan baduta yang belum lengkap status imunisasi, melakukan pelaksanaan imunisasi kejar (catch-up), peningkatan kompetensi petugas agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi, mengupayakan agar kesadaran dan keinginan masyarakat meningkat untuk melakukan imunisasi, melakukan penguatan kerjasama layanan kesehatan pemerintah dan swasta, serta penyediaan vaksin yang cukup dan tepat waktu. 

Oia, Dokter Prima juga menyampaikan akan adanya rencana penambahan vaksin baru yaitu vaksin Pneumokokus (PCV), Japanese Encephalitis (JE), dan Rotavirus. Targetnya tahun 2024 seluruh Indonesia sudah memiliki vaksin tersebut. 

Hingga di akhir materi Dokter Prima menyimpulkan jika:

  1. Imunisasi telah terbukti sebagai intervensi kesehatan yang cost effective dalam melindungi kesehatan anak
  2. Pada masa pandemi COVID-19 pelayanan imunisasi harus tetap diupayakan berjalan dan dilaksanakan sesuai jadwal imunisasi program nasional yang berlaku mengikuti kebijakan pemerintah darah setempat dengan mengikuti prinsip PPI dan menjaga jarak aman 1-2 meter
  3. Dukungan dari semua pihak sangat penting untuk keberhasilan program imunisasi saat ini dan di masa depan


Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi

Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi!


Kemudian, materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K),MSc, PhD

Dalam paparannya Prof. Dr. Cissy B.Kartasasmita, Sp.A(K),MSc, PhD menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan disrupsi layanan imunisasi sehingga anak banyak yang tidak mendapatkan imunisasi dan menyebabkan mereka rentan terkena PD3I. 

Cakupan imunisasi DPT-HB Hib 4 tahun 2020 sebesar 42,8% sedangkan cakupan Rubella/MR-2 sebesar 40,9%. Angka ini mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan cakupan signifikan terjadi pada Mei 2020. 

Mangapa bisa?

Pelayanan imunisasi ini mengalami disrupsi karena anjuran pemerintah untuk stay at home sebagai salah satu upaya untuk mencegah transmisi penyakit COVID-19. 

Nah, terkait Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19, dijelaskan Prof. Cissy:
  • Imunisasi tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari P3DI
  • Pelaksanaan kegiatan operasional pelayanan imunisasi baik di Puskesmas maupun Posyandu mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah setempat
  • Bila dilaksanakan di Posyandu, harus menjalankan prinsip social distancing
  • Bila social distancing sulit dilakukan, kegiatan pelayanan imunisasi dapat ditunda, dicatat, prinsip penjangkauan, defaulter tracking, sesegera mungkin memberikan imunisasi selanjutnya
  • Kegiatan pencatatan dan pelaporan tetap seperti biasa
  • Kegiatan surveilans P3DI selama masa pandemi harus dioptimalkan

Ketua Satgas Imunisasi IDAI


Kemudian, dijelaskan lebih lanjut oleh Prof. Cissy, imunisasi kejar harus dilakukan segera sesuai berdasarkan catatan riwayat imunisasi anak, tujuannya untuk memberikan proteksi maksimal kepada anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan imunisasi ganda yaitu pemberian lebih dari satu jenis imunisasi (imunisasi ganda) dalam satu kali kunjungan. 

Sedangkan menyoal Imunisasi Kejar (Catch-up Immunization), Prof Cissy memaparkan:

✔ Imunisasi Kejar adalah imunisasi yang diberikan setelah usia yang direkomendasikan dan disebut catch-up immunisation (WHO)
✔ Artinya menyusulkan segera imunisasi yang tertunda
✔ Idealnya rencana imunisasi kejar harus berdasarkan catatan riwayat imunisasi anak. Bila catatan tidak ada, sesuaikan dengan usia anak
✔ Tujuan catch-up vaccination adalah untuk memberikan proteksi optimal terhadap penyakit sesegera mungkin dengan memenuhi jadwal vaksinasi yang direkomendasikan pada jangka waktu yang terpendek tetapi paling efektif
✔ Setiap kunjungan vaksinasi harus dinilai status imunisasi anak, untuk mengurangi kemungkinan missed opportunity for vaccination
✔ Untuk mengejar dapat diberikan vaksin kombinasi dan imunisasi ganda
✔ Jadwal pemberian vaksin dapat dipersingkat


imunisasi kejar


Well, pemberian lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali. Pemberian imunisasi ganda ini sudah terbukti aman, efektif dan tidak meningkatkan risiko KIPI pada anak. Tapi, pastikan pelayanan imunisasi mematuhi prinsip penyuntikan aman dan memperlihatkan kontra indikasi imunisasi.

Dijelaskan juga ketidaknyamanan ketika diberikan imunisasi ganda hanya akan dirasakan dalam waktu singkat. Mengingat pula kemberian imunisasi pada bulan atau waktu kunjungan yang berbeda akan memberikan ketidaknyamanan dua kali kepada bayi/anak.

Ya, imunisasi ganda atau yang biasa dikenal dengan stimultaneous vaccination diberikan untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali. Selain itu, survailans harus tercatat baik untuk mencegah morbiditas dan mortalitas serta menghindarkan KLB di satu daerah.

Etapiii....aman enggak sih imunisasi ganda ini? 

Data ilmiah menunjukkan tidak akan menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari. Bila diperlukan 3 suntikan intramuskular/subkutan pada bayi kurang dari 12 bulan, diperbolehkan dan aman diberikan 2 suntikan pada satu paha atas yang sama. Terpisah jarak 2,5 cm. Dan berikan suntikan yang lebih kurang menyebabkan rasa sakit lebih dahulu

So, pesan dari Prof Cissy:

  1. Program imunisasi harus terus diberikan dengan menerapkan aturan-aturan untuk pemutusan penyebaran pandemi COVID-19
  2. Survailans yang tercatat baik untuk anak-anak sangat dibutuhkan pada setiap daerah untuk menjaga morbiditas dan mortalitas untuk tindakan segera dengan tujuan menghindarkan KLB di satu daerah
  3. Bila imunisasi tidak dilaksanakan kita akan menghadapi masalah baru yaitu KLB Campak, Difteri, Polio yang akan memperberat masalah pandemi COVID-19 yang masih harus ditanggulangi yang akan memeprberat biaya ekonomi yang sudah menuju resesi
  4. Imunisasi ganda dan vaksin kombinasi sangat dianjurkan, aman dan mengurangi kunjungan
  5. Imunisasi kejar harus segera dilakukan bagi anak yang belum lengkap mendapatkan imunisasi

Melindungi Anak-anak Indonesia Melalui Imunisasi - Perspektif UNICEF Indonesia


Perpektif UNICEF Indonesia


Selanjutnya, materi terakhir dari Dr. Kenny Peetosutan yang merupakan Spesialis Imunisasi UNICEF Indonesia. Dr. Kenny Peetosutan memaparkan berdasarkan Riskesdas tahun 2018, sekitar 2 juta anak tidak mendapat vaksinasi di sebagian wilayah Indonesia.

Dijelaskan Dokter Kenny, terdapat 7 prioritas strategis dan prinsip dasar UNICEF untuk program imunisasi yaitu Commitment and Demand, Coverage and Equity, Life Course and Integration, Outbreaks and Emergencies, Supply and Sustainability, serta Research and Innovation. 

Nah, UNICEF ingin memastikan distribusi vaksin COVID-19 yang cepat, aman dan efisien serta mampu menjangkau kelompok yang sangat marjinal. Tak hanya itu, UNICEF mendukung logistik rantai suplai imunisasi dan sistem distribusinya, penguatan imunisasi rutin dengan pencangkauan imunisasi di wilayah yang tertinggal, pengenalan vaksin baru serta memberikan dukungan terhadap kampanye imunisasi. 

No One is Safe until Everyone is Safe


Kemudian menutup seminar media, terkait imunisasi, Prof. DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon.). menyebutkan bahwa Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) harus dijalankan kembali, dengan tetap sesuai protokol kesehatan. Penting juga untuk melibatkan seluruh UKS dalam pembukaan sekolah ini. 

Beliau juga menyampaikan pesan kepada media untuk ikut berperan aktif, antara lain rekan media dapat ikut membantu agar cakupan imunisasi COVID-19 meningkat dan mencapai target. Hal inilah yang dapat menjadi upaya pencegahan penyakit. 

Penutup dari beliau “No One is Safe until Everyone is Safe”, jadi kita harus memastikan kejar imunisasi agar kita semua saling terlindungi. 

No one is safe until everyone is safe

Well, semoga kita semua bisa mendukung program dari Ikatan Dokter Anak Indonesia ini. 

Mari, kita kejar imunisasi demi selamatkan generasi!

Semoga liputan Seminar Media Pekan Imunisasi Dunia 2021: Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi ini bermanfaat!

Untuk keterangan mengenai Ikatan Dokter Anak Indonesia dan hal-hal terkait tumbuh kembang anak silakan langsung ke link IDAI berikut ya! See Ya!💖


www.idai.or.id | Instagram @idai_ig | 
Facebook Ikatan Dokter Anak Indonesia | Twitter  @idai-tweets



Salam Sehat

signature-fonts


Penyakit dengan Gejala Demam Naik-Turun

Gaesss, jika dirimu merasa badan kurang fit, demam tinggi dan turun secara tiba-tiba, jangan anggap sepele ya.... Pasalnya pada kondisi ini, bisa saja kamu mengalami gejala-gejala penyakit infeksi seperti Tifus, Malaria dan Demam Berdarah, yang jika kamu menganggap remeh, demam naik turun tersebut bisa saja berakibat fatal! Oia FYI, seseorang dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Dan demam naik turun juga ditandai dengan perubahan suhu tubuh yang terjadi secara fluktuatif dan signifikan; misalnya panas tinggi di siang hari, malam panasnya mereda, esok paginya kembali tinggi dan terjadi secara terus menerus. Nah, kondisi inilah yang bisa dikatakan sebagai demam naik-turun.

Lalu apa saja sih penyakit yang menyebabkan demam naik-turun itu?

gejala demam naik-turun

Penyakit yang Menyebabkan Demam Naik-Turun 

Well, pada umumnya ada 3 penyakit yang biasa menyebabkan kondisi demam naik-turun, yaitu:

1. Malaria 

Malaria adalah penyakit endemik daerah tropis, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles di mana nyamuk ini membawa parasit penyebab penyakit malaria. Gejala dari penyakit malaria ini biasanya timbul 7-15 hari setelah penderita digigit oleh nyamuk yang membawa penyakit tersebut. Namun di beberapa kasus, ditemukan juga gejala yang baru timbul 1 tahun setelahnya.

Gejala umum penyakit malaria ditandai dengan demam naik-turun, sakit kepala, tubuh berkeringat, panas dingin, muntah, dan terkadang disertai dengan diare, nyeri otot, dan badan yang terasa tidak enak.

Tergantung juga pada parasit yang menginfeksi, demam naik-turun pada malaria biasanya berlangsung 24-72 jam. Yang mana pada awal siklus, kamu akan merasakan kedinginan lalu menggigil. Setelahnya, akan muncul demam yang disertai tubuh berkeringat berlebihan dan rasa letih yang luar biasa.

2. Tifus 

Kemudian ada Tifus sebagai penyakit penyakit yang menyebabkan demam naik-turun yang merupakan penyakit infeksi yang mudah menular. Biasanya, tifus ditularkan melalui konsumsi makanan dan minuman oleh bakteri yang bernama Salmonella. Bakteri ini biasa ditemukan di daerah kumuh atau tempat-tempat dengan sanitasi yang kurang baik.

Penderita biasanya akan mengalami tidak enak badan selama 7-14 hari setelah terinfeksi bakteri. Setelah itu, penderita akan merasakan nyeri pada bagian rongga perut, diare atau sulit buang air besar, rasa lemas berlebihan, hingga demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius.

Sama seperti Malaria, gejala Tifus juga ditandai dengan pola demam naik-turun. Pada pagi hari, suhu tubuh bisa saja turun drastis dan kembali tinggi di malam hari. Biasanya, suhu tubuh akan terus meningkat dari hari ke hari tergantung pada daya tahan tubuh penderita.

Ini menyebabkan penyakit Tifus menjadi salah satu penyakit infeksi yang butuh penanganan serius seorang dokter. Karena jika tidak segera ditanggulangi, maka dapat terjadi hal yang lebih fatal dan komplikasi yang memiliki risiko besar terhadap penderitanya.

3. Demam Berdarah 

Kemudian ada DBD atau Demam Berdarah Dengue yang merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua nyamuk tersebut biasanya menggigit pada pagi hari dan sore sampai menjelang petang. Karena disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue, demam berdarah menjadi penyakit yang mudah sekali menular. Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya penyakit demam berdarah adalah pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya dan bepergian ke tempat tropis yang rawan nyamuk jenis tersebut.

Nah, gejala umum yang dapat ditimbulkan dari penyakit demam berdarah adalah demam tinggi yang mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Nyeri kepala berat, nyeri sendi, nyeri pada bagian belakang mata, nafsu makan yang menurun, mual dan muntah, serta ruam merah sekitar 2-5 hari setelah demam pada kulit. Bahkan kondisi terparahnya bisa menyebabkan pendarahan pada hidung, dan gusi.

See, menyepelekan demam naik-turun jelas bukan hal yang baik ya, gaesss! Apalagi jika kalian tidak segera menanganinya dengan berkonsultasi ke dokter. Karena itu, cegah penyakit dengan gejala demam naik-turun sesegera mungkin, yess! Ketahuilah dirimu sebelum demam biasa tadi berubah menjadi penyakit infeksi yang lebih serius. Well, mencegah lebih baik dari pada mengobati bukan?💖


Stay Happy & Healthy

signature-fonts

Waktu Berbeda - a Single by Aurelia Rahman

'Waktu Berbeda', sebuah lagu karya Aurelia Rahman menjadi lagu terbaru yang ada di playlist Spotify saya. Lagu bergenre pop mellow, yang easy listening dengan vokal yang bening. Sungguh, kalau dirimu pertama dengerin ini lagu, ngiranya pasti milik penyanyi terkenal gitu. Musiknya asyik, liriknya menarik dan karakter vokalnya tuh unik!

Well, seriusan meski newbie..saya yakin dengan single terbarunya, Aurelia Rahman akan mampu memikat pecinta musik Indonesia dengan potensi dan bakat yang dimilikinya. Apalagi tak hanya piawai mengolah suara gadis berusia 21 tahun ini juga pandai memainkan alat musik keyboard, piano dan gitar. Beneran paduan sempurna untuk sebuah performa yang cetar!

Aurelia Rahman

Siapa sih Aurelia Rahman?


Aurelia Rahman, mahasiswi lulusan dari Institut Teknologi Sepuluh November, jurusan Teknik Material dan Metalurgy yang hobi bermain musik dan bernyanyi. Lewat akun Instagramnya, Aurelia sering meng-cover lagu penyanyi ternama sambil memainkan gitar atau diiringi musik karaoke. 

Mulai dari lagu Fly Me to The Moon-nya Frank Sinatra, Bahasa Kalbu - Titi DJ, Stuck with U - Ariana Grande/Justin Bieber, Celengan Rindu - Fiersa Besari dan lainnya.

Hingga satu waktu, seperti banyak musisi yang menciptakan lagu dari situasi dan kondisi yang tak terduga, lahirlah lagu pertamanya, 'Waktu Berbeda'

Sama halnya dengan kebanyakan orang yang ketika masa pandemi ini melakukan aktivitas di rumah saja, Aurelia pun mencoba tetap produktif mengisi waktunya. Dara berdarah Minang-Palembang ini mengaku iseng di depan keyboard. Saat itu ia sedang ingin meng-cover sebuah lagu yang memang sering dilakukannya sejak SMA. 

Nah, ketika sedang mencari nada, ternyata dia menemukan rangkaian nada lagu sehingga terciptalah lagu 'Waktu Berbeda'. 

"Aku coba rekam pakai HP. Setelah direkam lalu aku satukan dan sesuaikan lirik dan nada. Dan aku kaget sendiri ternyata aku berhasil menciptakan sebuah lirik lagu dan musiknya," kata gadis yang juga terampil bebikinan craft dan Do It Yourself (DIY) hiasan dinding, beauty hack dan lainnya ini.

 

Waktu Berbeda

Aurelia Salsabila Rahman

Tentang 'Waktu Berbeda', Lagu Pertama Aurelia Rahman


'Waktu Berbeda' merupakan lagu pertama dari Aurelia dan saat ini ia sedang proses membuat lagu yang lainnya. Selain itu, ia pun aktif mengikuti berbagi sharing & workshop online di kesehariannya, seperti: Education and Scholarship (EDUSHIP) Forum 2020, National Youth Summit for Renewable Energy 2020 juga Edutech and Scholarship Forum pada Agustus - Oktober 2020

Keseriusannya dalam menciptakan lagu terlihat ketika ia ingin melihat reaksi orang lain dengan meng-upload lagu 'Waktu Berbeda' ke Spotify, Joox dan Apple Music.

"Aku ingin orang lain mendengarkan lagu 'Waktu Berbeda'. Mumpung masih di rumah aja, aku penasaran bagaimana reaksi orang dengan lagu ini. Sekaligus aku belajar menganalisa bagaimana mempromosikan lagu ini. Single ini sebagai langkah awal aku," kata Aurelia yang belum lama ini wisuda Sarjana Teknik dan berencana akan melanjutkan sekolah ke jenjang S2 ini.

Keren, kan? Di saat banyak orang di rumah aja rebahan, Aurelia kreatif mengasah bakatnya hingga terciptalah sebuah komposisi cantik ini. 

Penasaran?

Ini dia link Spotify-nya dan lirik 'Waktu Berbeda' yang sederhana tapi penuh makna: 



Single 'Waktu Berbeda'


Waktu Berbeda

Melihat senyummu di sana
Tak akan membuat
Ku merasa tersiksa

Tapi mengapa kau terlihat beda
Tak lagi sama
Seperti dahulu

Tak bisakah mewujudkan cerita indah kita berdua
Ku kan menanti

Reff: 

Walau waktu berbeda harapku kan tetap bersama
Kau telah pergi dariku dan tak kembali 
Semua hanya mimpi

Ingin ku bersama kasihnya

Waktu Berbeda Spotify

'Waktu Berbeda' dan Harapan Aurelia


Nah, meski lagu 'Waktu Berbeda' ini bernuansa pop mellow, bukan berarti Aurelia tidak mencoba genre lain. Aurelia sendiri pernah belajar vokal di Purwacaraka ketika masih di bangku Sekolah Dasar. Sejak itu dia hanya belajar vokal di kelas musik sewaktu sekolah.

"Lagu ini aku buat mengalir begitu saja, tapi bukan berarti aku fokus di pop mellow saja," kata gadis bernama lengkap Aurelia Salsabila Rahman yang menyukai lagu-lagunya Taylor Swift yang diidentikkan dengan keceriaan ini.

Well, sukses untuk Aurelia Rahman dengan lagu pertamanya 'Waktu Berbeda'. Terus berkarya dan menginspirasi anak muda lainnya agar terus berprestasi sesuai dengan potensi dan bakat yang dimiliki. 

Ditunggu karya-karya keren lainnya, Aurelia!💖

So, what do you think, guys? Do you like this song too?


Aurelia Rahman - Waktu Berbeda
Aurelia Rahman



Love

signature-fonts

Green Glow by Maresha: Mencerahkan Wajah Sekaligus Mencegah Penuaan Dini

Girls, kalau boleh tahu apa sih masalah kulit yang bikin dirimu galau? Kalau saya: kulit kusam, kerutan dan flek hitam. Memang, seiring bertambahnya usia, wajar saja jika tanda-tanda penuaan mulai tiba. Tapiiii...., kalau lebih dini terjadi ya nyesek juga rasanya! 

Well, kadang kita enggak sadar kalau kebiasaan atau kegiatan tertentu bisa membuat kulit menjadi kusam seperti: sering terkena sinar matahari dan polusi, tubuh kurang ternutrisi, kurangnya waktu tidur, sering mengalami stres dan jarang melakukan eksfoliasi.

Meski, segala tanda penuaan dini di kulit bisa ditutupi, dengan memakai make up misalnya, tapi ini bukan solusi. Remember, taking care of your skin is more important than covering it up

Memang sih, make up itu mampu menutupi sesuatu sehingga kekurangan yang ada di wajah kita pun seakan berlalu. Tapi, itu hanya sementara sifatnya. Lantaran make up tidak mampu memperbaikinya! Yup, lebih baik kita merawat, agar kulit memesona sehat senantiasa!


Review Green Glow by Maresha:

Skin First, Make Up Second, Smile Always!


Nah, dalam perawatan kulit ini, konsistensi adalah koentji. Prosesnya perlu perjuangan dan hasilnya enggak bisa instan. Tapi, percaya, jika kita concern ke perawatan, hasilnya akan menakjubkan, pasalnya:

1. Kulit yang terawat membuat kita lebih mudah memilih riasan yang tepat

Saat kulit terlalu berminyak kita tentu akan menyesuaikan jenis make up yang akan kita aplikasikan. Demikian juga jika kulit sangat kering, pasti akan tidak nyaman jika memakai riasan yang bersifat drying. Nah, beda kalau kulit kita sehat terawat, kita jadi bisa pakai riasan apa saja.

2. Kulit yang terawat membuat fungsi make up memperbaiki bukan menutupi

Sekali pakai make up di wajah, tertutuplah semua masalah. Sesudah dihapus make up-nya, terlihat lagi kulit yang kusam, ada flek hitam atau beruntusan. Nah, kulit wajah yang sehat terawat, meski waktunya butuh lama, hasilnya enggak sementara karena akan menetap sifatnya.

3. Kulit yang terawat membuat make up lebih bagus dilihat

Jadi, semisal kulit kita bergelombang karena beruntusan atau lubang bekas jerawat. Otomatis saat pengaplikasian riasan akan kelihatan ada gumpalan. Atau jika wajah tak pernah tersentuh pelembap, tekstur kulit jadi kering yang membuat sapuan riasan terlihat seperti berkapur dan enggak bisa cliiing!! Nah, coba kalau kedua masalah ini kita perbaiki tentu make up akan teraplikasi dengan lebih baik lagi!

So, skin first, make up second....and smile always!

Maresha Skincare aman

Tips Perawatan Kulit


Well, untuk mendapatkan kulit yang sehat terawat tidak selalu perlu biaya selangit pun langkah yang rumit. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit yang akan membuat kita makin percaya diri nanti, yakni:

Mengonsumsi Makanan yang Sehat dan Bergizi

Konsumsilah jenis makanan sehat, terutama yang mengandung vitamin C, kolagen, dan vitamin E. Makanan yang mengandung vitamin C seperti: bayam, kiwi, stroberi, dan tomat. Sementara kolagen ada pada bawang putih, ikan dan daging tanpa lemak, kacang-kacangan, produk kedelai, serta sayuran berwarna hijau gelap. Sedangkan vitamin E ada pada alpukat, kiwi, kacang-kacangan, tomat, dan cabai.

Cukupi Kebutuhan Air Putih

Jika kebutuhan air dalam tubuh tercukupi, akan ada banyak efek positif yang dirasakan, diantaranya: membuat kulit bercahaya, menjaga kelembapan kulit, menghambat penuaan dini, memulihkan kulit dari sunburn, membantu mengurangi jerawat dan mencegah keriput.

Mengelola Stres

Stres secara tidak langsung bisa menstimulasi kelenjar adrenal yang mampu menghasilkan kortisol. Hormon ini merupakan hormon utama stres yang memicu produksi lemak berminyak dari kelenjar sebaceous. Bila kulit memiliki jumlah minyak yang terlalu banyak, pori-pori kulit bisa tertutup dan menjebak bakteri penyebab jerawat.
.
Tidur yang Cukup

Maraton nonton drakor sampai begadang? Lembur nyelesain pekerjaan? Ingat, kesehatan lebih penting dari itu semua. Matikan seluruh koneksi internet dan jauhkan smartphone, untuk mencapai tidur ideal. Mengingat, efek dari kurang tidur bisa membuat kulit terlihat lelah dan kusam. Selain itu kurang tidur juga memicu munculnya kantung mata yang menghitam di bawah mata.

Rutin Berolahraga

Berolahraga minimal 2 kali dalam seminggu untuk membuat kulit tetap kencang dan cantik serta jauh dari penyakit. Olahraga dapat membuat peredaran darah lancar dan daya tahan tubuh yang lebih baik. Kondisi ini akan memengaruhi kesehatan kulit dan tubuh kita secara keseluruhan.

Gunakan Produk Perawatan Kulit yang Tepat

Merawat kulit dengan menutrisinya dari luar menggunakan produk yang terbuat dari bahan alami sehingga cocok untuk semua jenis kulit dan aman dipakai sehari-hari.

Maresha Skincare

Kulit Terawat Berkat Maresha Skincare


Nah, terkait produk perawatan kulit yang tepat, Maresha Skincare bisa menjadi jawaban. Sebuah local brand yang senantiasa mewujudkan kecintaan terhadap produk perawatan yang berasal dari bahan-bahan alami terpercaya. 

Menyediakan produk perawatan kecantikan yang menunjang gaya hidup terkini dan menciptakan kesan yang mendalam di hati pelanggannya, Maresha Skincare dirintis oleh Eca Maresha yang berhasil membuktikan usia muda bukan halangan untuk meraih kesuksesan. Hingga ia berhasil menyabet penghargaan Women of Excellence in Beauty 2019 karena dinilai mampu mengembangkan Maresha Skincare dalam waktu yang tak lama.

Maresha Skincare menawarkan produk-produk berkualitas yang dibuat dengan bahan alami murni sehingga cocok untuk semua jenis kulit dan aman dipakai, dengan keunggulan:

Produk Legal
Maresha Skincare sudah BPOM. Sehingga produknya legal karena sudah terdaftar di BPOM. 

Aman dan Tidak Menimbulkan Ketergantungan
Produk ini Bebas Merkuri, Hidroquinon dan Steroid, sehingga tidak membuat ketergantungan dan merusak penampilan. Membuat Maresha Skincare aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Bahan Berkualitas
Meresha Skincare dibuat dari bahan-bahan pilihan yang terbukti baik untuk kulit dan efektif untuk solusi berbagai keluhan masyarakat Indonesia

Harga Terjangkau
Harga yang terjangkau dengan budget perawatan kita setiap bulan dengan hasil memuaskan sehingga bisa dipakai oleh semua kalangan

Review Green Glow

Green Glow by Maresha Mencerahkan Wajah Sekaligus Mencegah Penuaan Dini


Nah, salah satu produk yang belakangan saya coba dari Maresha adalah Green Glow, produk yang tidak hanya mampu mencerahkan wajah tapi sekaligus juga mencegah penuaan dini. Jadi satu produk tapi multifungsi!

Mari kita ulik bersama Green Glow by Maresha!


Harga: Rp 350.000 / Netto: 20 gram

Kemasan

Produk dikemas dalam packaging luar yang aman berupa boks putih yang kuat dan saat datang tersegel plastik dengan sealed pelindung untuk membuka. Di kotak yang divariasikan dengan warna hijau segar ini tertera nama produk "Maresha - Green Glow - Ekstra Glowing". 

Juga ada informasi manfaat, cara pakai, netto, manufactured, production date dan hal terkait. Sementara kemasan produk berupa pot dengan warna bening - silver metalik yang kokoh, dengan tutup putar yang mampu melindungi isi. Di bagian tutup terdapat nama produk sedangkan bagian bawah pot terdapat informasi tanggal best before. Selain itu tak ada info lain lagi di kemasan produk ini.

Maresha Skincare Sudah BPOM

Maresha Skincare Mencerahkan


Ingredients

Demin Water, Disodium Acetyl Glucosamine Phospate, Acetyl Hexapeptide-3, Tranexamic Acid, Glycerin, Pentylene Glycol, Polyacrylate Crosspolymer-11, Carbomer, Sodium Hyaluronate, Maltodextrin, Lecithin, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Fragrance, Cl 19140, Cl 42090

Kandungan Tranexamic Acid membantu menghilangkan flek hitam, meratakan warna kulit dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Sementara Niacinamide dan Vitamin C akan membantu mempercepat mencerahkan kulit. Perpaduan ketiganya akan: mencerahkan wajah lebih cepat, mengatasi hiperpigementasi dan melasma, melindungi dari sinar matahari dan melembapkan kulit

Cara Pakai:

Digunakan pada pagi hari dan malam hari untuk hasil optimal. Digunakan sebagai dasar make up.

Tekstur dan Aroma

Gel berwarna hijau, agak thicky teksturnya, tapi ringan sehingga cepat meresap saat diaplikasikan. Aroma wangi segar, nyaman dan menenangkan.

Klaim Manfaat

Di dalam boks kemasan tertera manfaat dalam Bahasa Indonesia dan Inggris: "Gel wajah yang digunakan untuk mencerahkan dan menyamarkan noda-noda hitam pada kulit wajah serta tanda-tanda penuaan dini, kerutan/garis halus pada wajah. Moisturizer akan membuat kulit tetap terjaga kelembapannya. Kulit tampak lebih bercahaya."

"Green Glow by Maresha mencerahkan wajah sekaligus  mencegah penuaan dini

Review Maresha Skincare


Review Green Glow by Maresha

Saya menggunakan serum Green Glow ini setiap hari pada pagi dan malam hari sebelum penggunaan day cream atau night cream. Saya terapkan langsung pada keadaan kulit wajah masih lembap, sehingga serum multifungsi dalam bentuk gel bertekstur ringan ini bisa cepat meresap.

Setelah pengaplikasian di malam hari, keesokan paginya kulit saya terasa lebih lembap, nampak benar terhidrasi semalaman sehingga kelihatan dewy. 

Kemudian sesudah beberapa hari pemakaian nampak flek hitam mulai samar memudar dan kulit terlihat lebih segar bersinar. 

Sementara untuk berkurangnya garis halus dan kerutan, saya belum mendapatkan perubahan signifikan, karena masih singkatnya durasi pemakaian.

Review Serum Green Glow

So, Green Glow by Maresha, Yes or No?


Menurut saya sih yes, enggak tahu kalau Mas Anang. Karena, selama pemakaian, so far saya enggak ada keluhan. Sampai kini, masih saya lanjutkan untuk hasil optimalnya nanti: kulit cerah tanpa menua lebih dini!

Nah, kalau dirimu nanti nyoba dan ternyata cocok juga, yang utama konsistensi ya. Sebab, wajah enggak bisa tiba-tiba glowing dan sehat dengan cepat. Perlu proses yang konsisten, jangan hari ini pake skincare eh besoknya absen! Kwkwk!

Karena kalau memang produknya sesuai, digunakan dengan cara yang tepat dan konsisten diterapkan, dijamin deh kulit wajah akan sehat, tampak cerah dan cita-cita glowing everyday akan tercapai!

Well, kalau mau kepoin Green Glow dan aneka produk berkualitas Maresha Skincare lainnya cus ke link berikut ini saja! See Ya!💖


IG: @mareshabeaute | Youtube: Maresha Beaute



Be Beauty, Be You!

signature-fonts

Kultum Ramadan: Ramadan Melatih untuk Bersabar

Hari ini giliran si Adik menyampaikan kultum di kegiatan Amaliyah Ramadan di kelasnya. Kultum ini menjadi bagian kegiatan harian selama Ramadan di mana zoom meeting kelas tetap dijalankan. Hanya saja waktunya dipersingkatkan menjadi pukul 08.00-10.30 selama bulan puasa ini.

Nah, dalam sehari akan ada 2 kultum dengan penyaji yang sudah dijadwalkan, sebagai pembuka dan penutup kegiatan. Temanya sendiri terkait Ramadan tanpa ditentukan bahasan.

Dan ini dia Kultum Ramadan tentang"Ramadan Melatih Kesabaran"


Kultum Ramadan: Ramadan Melatih untuk Bersabar


Bismillahirahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bapak Ibu Guru dan Teman-teman yang saya sayangi...

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia-Nya kita bisa bersilaturahmi di majelis yang mulia ini dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kurang suatu apa.

Alhamdulillah, hari ini kita sudah berada di hari ke-14 Ramadan. Dengan kesabaran dan keikhlasan kita jalankan ibadah puasa tidak lain untuk meraih ridho Allah SWT.


Bapak Ibu Guru dan Teman-teman yang dimuliakan Allah,

Ramadan disebut juga dengan syahrus shabr karena pada bulan ini umat Islam dilatih untuk bersabar.

Menahan lapar dan haus adalah latihan sabar. Menahan agar tidak marah adalah latihan sabar. Juga menahan segala hal yang membatalkan puasa adalah latihan sabar.

Allah memerintahkan kita untuk bersabar. Bahkan kita diperintahkan untuk menguatkan kesabaran kita, sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Ali Imran, ayat 200:

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu … "


Nah, Bapak Ibu Guru dan Teman-teman yang saya cintai, diantara keutamaan sabar itu adalah:

Pertama, mendapatkan pahala tanpa batas

Jika pahala puasa dinilai langsung oleh Allah, tanpa dibatasi pelipatgandaan pahala seperti yang biasanya, maka sangat wajar jika sabar mendapatkan pahala tanpa batas. Bukankah inti puasa adalah kesabaran?

Kedua, mendapatkan kebersamaan Allah

Artinya, seseorang yang telah sabar, ia akan diliputi dan dinaungi Allah dengan rahmat-Nya, perlindungan-Nya, pertolongan-Nya, dan ridho-Nya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153:

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar"

Juga pada QS. Al-Anfal ayat 66:

"Dan Allah beserta orang-orang yang sabar"

Ketiga, ia selalu baik di sisi Allah ketika mampu memadukan sabar dan syukur dalam kehidupannya.

Terkait hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, semua urusan baik baginya dan itu tidak ditemukan kecuali pada diri seorang mukmin. Jika mendapat kelapangan dia bersyukur dan itu baik baginya dan jika mendapat kesempitan dia bersabar dan itu baik baginya." (HR. Muslim)


Bapak Ibu Guru dan Teman-teman yang saya sayangi...

Kemudian, terkait Hakikat Sabar, tidak seperti yang dikira banyak orang bahwa sabar itu menerima segala sesuatu dengan rela atau pasrah tanpa perlawanan.

Ini karena Islam mengajarkan bahwa sabar itu ada pada tiga hal:

Pertama, sabar dalam ketaatan

Artinya seorang mukmin harus sabar menjalankan perintah Allah meskipun perintah itu berat dan dibenci olehnya. Seorang mukmin harus tetap taat pada hal-hal yang telah diwajibkan baginya meskipun banyak hal yang merintangi; mulai dari kemalasan sampai dengan ejekan orang bahkan kebencian musuh Islam, juga faktor lainnya.

Sebagaimana Allah berfirman pada QS. Al-Baqarah ayat 153:

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Kedua, sabar dalam meninggalkan larangan

Adakalanya orang sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, tetapi ia tidak sabar dalam meninggalkan larangan-Nya. Shalat dijalankan, tetapi berbohong tidak ditinggalkan. Puasa dilakukan, tetapi ghibah tetap jalan.

Kesabaran juga harus diimplementasikan dalam meninggalkan larangan-larangan Allah. Orang yang mampu meninggalkan larangan Allah, disebut oleh Rasulullah sebagai orang yang kuat. Sebab ia telah mampu bersabar atas apa yang dilarang Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah:

"Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa mengalahkan lawannya, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah" (Muttafaq'alaih)

Ketiga, sabar dalam musibah.

Inilah makna sabar yang sudah dimaklumi oleh kebanyakan orang. Meskipun, seringkali orang keliru menggunakan istilah sabar. Yaitu saat seseorang mendapatkan kesulitan lalu ia pasrah tanpa berusaha menghilangkan kesulitan itu atau mencari solusinya, dikatakan sabar.

Padahal, sabar dalam Islam bersifat proaktif dan progresif, ia tidak statis tetapi telah didahului atau bersamaan dengan ikhtiar maksimal dan upaya untuk senantiasa mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

Saat semua upaya telah dilakukan, saat ikhtiar mencapai batas maksimal, maka saat itulah sabar bertemu dengan tawakal. Ia menyerahkan kepada Allah. Dan sebab itu Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Bapak Ibu Guru dan Teman-teman yang saya kasihi...

Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, umat Islam semakin diuji dengan kesabarannya. Bagaimana bersabar dengan kondisi yang ada dan bersabar dengan tetap melakukan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya di keseharian kita.

Semoga di bulan Ramadan yang juga dikenal sebagai bulan kesabaran ini kita mampu melatih kesabaran kita. Juga, akan dikuatkan kesabaran kita oleh Allah SWT.

Akhir kata, telah banyak yang saya sampaikan, semoga bermanfaat dan membawa kebaikan. Atas segala perhatiannya saya ucapkan Syukron Jazaakumullah Khairon Katsir.

Billahi Taufiq Wah hidayah

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Sumber:www. initu.id


Semoga Bermanfaat

signature-fonts

Review Buku: Jungkir Balik Dunia Bankir

Jungkir Balik Dunia Bankir, demikian judul buku karya Haryadi Yansyah yang mampu menghibur saya sekaligus menambah wawasan seputar perbankan. Dikisahkan dengan ringan, unik juga menggelitik tapi tetap mampu membawa pesan moral yang ingin disampaikan. Membuat saya cekikikan saat membayangkan kelucuan, geregetan sambil membatin "Kok, ada orang kayak gitu ya!", bergidik "Hi, ngeriii!",  atau bergumam "Oalah, jadi gitu ternyata!"

Ya, buku yang pas dibaca untuk mengimbangi banyak drama di luar sana, karena seriusan buku ini mengandung fakta, bukan imajinasi bukan pula fiksi. Sesuai judulnya: "Jungkir Balik Dunia Bankir" yang adalah curhat gokil mantan teller bank. Jadi ceritanya asli, meski tokoh dan tempat mungkin saja ada yang disamarkan tapi tak mengurangi isi. Menariknya lagi kisah diceritakan langsung oleh narasumber, yakni sang teller!

Lha, memang siapa teller yang dimaksud?

Ya, penulisnyalah..., Haryadi Yansyah alias Om Nduut, seorang blogger yang juga penulis buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" yang ternyata dulu pernah berkarir di bank sebagai teller!

Haryadi Yansyah

Data Buku: Jungkir Balik Dunia Bankir


Judul: Jungkir Balik Dunia Bankir - Curhat Gokil Mantan Teller Bank
Penulis: Haryadi Yansyah (Blog: www.omnduut.com | IG/Twitter: @omnduut)

Editor: Ayun
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Vitrya
Pracetak: Wardi

Halaman: 220
Cetakan Pertama: 2018
ISBN: 978-602-407-299-5
Genre: Entertainment

Penerbit: Laksana
Distributor: Suka Buku (www.distributorsukabuku.com)
Harga: Rp 55.000 (Pulau Jawa)

Blurb Buku: Jungkir Balik Dunia Bankir


"Bagaimana bisa saya mengambil uangnya, sedangkan uang dari tadi masih di atas meja, Bu?" ujar gue dengan suara tertahan. Gue nggak mau nasabah yang lain menganggap gue tukang ngembat. Sungguh harga diri gue terinjak-injak!"
"Ya bisa-bisa kamu deh gimana ngambil uangnya!"

Setop! Habis sudah kesabaran gue.

***

Berpenampilan rapi dengan senyum manis dan pelayanan yang ramah, begitulah teller. Tapi, di balik semua itu, banyak kisah menyebalkan, menyedihkan, menyeramkan, namun juga konyol, lucu dan menyenangkan yang dialami oleh teller dalam melayani nasabah. Nah, buku ini menyajikan kisah-kisah tersebut dengan renyah dan mengasyikkan.

Membaca buku ini, kamu akan tahu realitas di balik konter teller serta segala suka dukanya. 
Penasaran? Dijamin! Kisah-kisah di buku ini akan membuatmu tersenyum, ngakak sekaligus geregetan.


Teller Bank

Curhat Bermanfaat yang Membuat Pembaca Jadi Tahu Sekaligus Ngakak So Hard!


Itulah sepenggal kalimat yang mewakili perasaan saya setelah membaca buku setebal 220 halaman ini. Buku yang bisa dibaca sekali duduk saja sembari ngabuburit misalnya atau sambil ngabisin akhir pekan di rumah aja. 

Beneran, dari buku ini saya jadi tahu kalau Mbak teller yang ayuuuu dan Mas teller yang ganteng maksimal itu punya banyak riak gelombang dalam pekerjaan. Sungguh di luar dugaan, saya pikir sebelumnya profesi mereka fine-fine saja, selalu bahagia dengan senyum manis mengembang di bibirnya, ucap sopan dan ramah yang terlontar dalam balutan penampilan yang sungguh bikin betah mata memandang.

Curhatan yang membuka mata saya dan banyak nasabah bank di luar sana pastinya, tentang kerja sebenarnya para teller bank yang enggak cuma enak tapi sering juga sengak. Apalagi saat menghadapi nasabah "nakal" yang attitude-nya kadang enggak masuk akal!

Nah, Om Nduut mengawali kisah dari saat proses seleksi bisa menduduki posisi pegawai di salah satu bank bergengsi di kampung halamannya. Dengan segala suka duka akhirnya ini menjadi pekerjaan pertama yang selain membanggakan juga memberinya banyak pengalaman mengesankan.

Mulai dari cerita lucu.....,

"Selamat pagi, Ibu, mau melakukan penyetoran? Mohon maaf dengan Ibu siapa?" sapa gue sesuai standar layanan
"Ibu mana.." jawab si ibu dengan nada bicara yang...ya kayak orang nanya balik
"Maksud saya, nama ibu siapa?"
"Ibu mana?"
"Ya, nama Ibu. Nama Ibu siapa?" sahut gue sambil nunjuk-nunjuk tahi lalat si Ibu yang nemplok gede di pipi. Lagian gue lagi ngomong sama sejuta ibu-ibu apa? Kok nanaya balik mulu. Ribet banget, sih!
"Ibu manaaaa...? tanyanya sambil menghela napas kesal.

Ngerasa kalo komunikasi bakalan deadlock, si ibu ini lalu menyerahkan buku tabungannya.

Ketika gue cek, ternyata namanya Sumanah. Oalah....(hal 60-61)

Buku tentang teller bank


Cerita horor......

Tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar komputer gue. Di kolom LAN Messenger tertulis,"Kak, nasabah yang ada di depan Dina ini ngomong sendiri!"

Spontan gue ngelirik nasabah yang lagi dilayani oleh Dina. Gue perhatiin kupingnya. Nggak ada tuh terselip earphone. Nganu, bisa aja kan lagi nelepon?

Sejurus kemudian, gue merinding. Si Mbak cantik dengan tatapan mata kosong itu benar-benar tampak sedang ngobrol dengan seseorang. Sambil ngomong, kepala si Mbak sesekali manghadap ke samping kirinya.

Gue makin merinding sekaligus penasaran. Makhluk tak kasat mata seperti apakah yang jadi teman ngobrol si Mbak? Eh neng Hantu, Om jin boleh kenalan dong! (hal 100)


Cerita yang bikin kezeeel...

Mbak Caca memberikan uang tunai yang dibutuhkan si nasabah. Ia menerimanya dengan wajah kesal. Sebelum pulang, si bapak masih saja berkata ketus.

"Hai kalian, ingat muka saya ya! Saya nggak mau lagi dilayani seperti ini!" ujarnya dengan suara menggelegar sehingga terdengar sampai ke unit mikro.

Aarghhh, keangkuhannya masih saja dipamerin. Saat itu juga, pengin rasanya gue taburin garam dan merica di mukanya.

Di sore hari saking penasaran, gue googling nama si bapak. Memang sih sempat muncul di beberapa situs berita di internet. Dia juga emang kerja di lembaga mentereng yang disebutin itu. Tapi, dengan posisi penting dan uang banyak, apa bersikap kasar dibenarkan? (hal 115)


Haryadi Yansyah Om Nduut

Buku 'Jungkir Balik Dunia Bankir' yang Sarat Ilmu


Sejatinya di keluarga besar suami beberapa orang berprofesi di dunia perbankan. Saat ini dua ponakan bekerja sebagai teller dan satu di back office. Sementara adik suami dulu sekian tahun juga berkarir di bank mulai dari posisi teller hingga kepala cabang. Belum lagi beberapa kerabat lainnya yang juga bekerja di bank, sektor jasa keuangan yang jadi tempat impian bekerja bagi banyak orang. 

Tapi, kok ya saya jarang ngobrolin seputar keseharian tugas mereka di sana. Apalagi yang ajaib-ajaib ceritanya, bisa jadi bagi mereka sudah biasa karena tiap hari menjalani. Padahal bagi yang awam seperti saya segala rupa karakter nasabah, apa saja yang dikerjakan teller, do & don't -nya...dan semua yang related dengannya pasti menarik!

Syukurnya, Om Nduut membagikannya dalam buku ini. Saya jadi tahu kalau ternyata teller itu enggak cuma terima uang, itung dan simpan. Atau terima slip penarikan, itung dan kasih...Nyatanya, ribet kalau salah itung, salah ketik, salah kasih jumlah uangnya, salah prosedur dan salah-salah lainnya. Membuat mereka mesti nombok sekian ratus ribu bahkan juta, dipanggil auditor, diberi peringatan pun mesti ngejar nasabah sampai ke rumah untuk menyelesaikan masalah! Padahal, teteup d balik itu semua meski pasang muka senyum ramah!

Tribute to all teller in the world!!

Oia, bagusnya di buku ini, Om Nduut juga menyertakan aneka info bermanfaat, diantaranya:


Uang Jangan Distaples!

Biar nggak buyar, begitu argumen nasabah. Alasan itu sih masih normal. Seorang nasabah gue yang lain pernah bilang, "Sengaja distaples, biar nggak diambil tuyul"

Juara kan komen nasabah gue?

Tapi nyatanya, tangan gue kerap berdarah-darah ketika membuka staples yang tertancap pada duit. Berkali-kali malah. Masih mending ya kalo duit yang dikokot itu per 1 juta atau lebih.

Gue pernah dapat nasabah yang setor 5 juta, uang 50 ribuan tapi tiap 100 ribu distaples pakai staples yang gede! Alhasil, beberapa duit robek! Hiks, sebetulnya, banyak cara yang bisa dilakukan agar duit rapi dan nggak buyar, kok! Pakai karet gelang atau bikin ban uang handmade untuk mengikat uang juga bisa.

Makanya, sempat ada jargon di kalangan para teller yang berbunyi, "Seseorang bukan teller sejati kalo belum ngerasain selisih kas dan tangan yang berdarah-darah!"

Gue setuju! (hal 139)

Well, meski buku 'Jungkir Balik Dunia Bankir' ini tidak bersifat kebaruan, karena merupakan curhatan seorang teller di saat sistem di bank belum sepenuhnya digital, namun percayalah banyak yang masih relevan, terutama menyoal karakter nasabah dan garis besar pekerjaan teller bank. 

Tak hanya itu, lewat buku ingatan saya jadi terbawa nostalgia masa sering ke bank (kini saya lebih banyak menggunakan internet/mobile banking atau ATM), menunggu antrian, diam-diam curi pandang ke balik konter pada Mas teller yang rupawan, atau sirik sama kecantikan Mbak teller yang beningnya enggak karuan. Juga jadi paham realitas di balik penampilan terbaik mereka yang ternyata penuh suka duka!

Thanks to 'Om Nduut' yang sudah membagikan cerita!💖


signature-fonts