Featured Slider

Dukung Pertumbuhan Optimal Anak, Abbott Luncurkan Inovasi PediaSure Baru

"Anaknya pendek, wajar karena orangtuanya juga pendek. Tinggi badan dipengaruhi keturunan. kan?"

Komentar yang sounds familiar ya, Moms? 

Padahal, genetik bukanlah faktor utama dalam pertumbuhan dan perkembangan, karena ada faktor nutrisi yang berperan. 

Well, pada masa kanak-kanak pertumbuhan terjadi secara sangat cepat, dan merupakan masa di mana asupan nutrisi yang tepat menjadi begitu penting sehingga perlu dipastikan kecukupannya. 

Ini mengingat undernutrition atau kekurangan nutrisi masih menjadi masalah umum secara global yang dapat memberi dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 


PediaSure Baru


Termasuk di Indonesia, di mana 1 dari setiap 4 anak mengalami stunting akibat kekurangan nutrisi, yang meliputi berbagai permasalahan dalam pertumbuhan anak seperti: 

  • Berat badan kurang ( underweight)
  • Tengkes (stunting)
  • Berat badan rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan (wasting)
  • Defisiensi mikronutrisi

Duh! 

Nah, jika kondisi ini tidak segera ditangani pada usia dini, maka dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki. 

Oleh sebab itu, intervensi pada rentang usia dini harus segera dilakukan untuk mencegah pertumbuhan yang terhambat, daya tahan tubuh yang rendah, dan perkembangan kognitif yang tidak optimal di masa depan.

Karenanya, Abbott yang pertama kali memperkenalkan PediaSure di Indonesia pada tahun 1996, dan sejak itu senantiasa berinovasi, meluncurkan formula baru untuk mengimbangi perubahan kebutuhan nutrisi anak-anak Indonesia, pada hari Kamis, 14 Oktober 2021.

PediaSure formula baru ini mengandung Arginin dan Vitamin K2, yang menggarisbawahi komitmen Abbott dalam mendukung pertumbuhan nyata dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan anak-anak Indonesia yang juga diiringi inisiatif untuk dukung visible growth dan pertumbuhan optimal anak. 

Lalu, sebenarnya nutrisi yang seperti apa yang perlu dikonsumsi anak agar tumbuh kembangnya optimal? 


Perlunya Nutrisi Seimbang untuk Si Kecil


Nah, pada kesempatan peluncuran PediaSure baru yang saya hadiri bersama teman-teman blogger ini, narasumber acara, dr. Cut Nurul Hafifah, SpA (K), Dokter Spesialis Anak - Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik meluruskan, jika genetik bukanlah faktor utama dalam pertumbuhan dan perkembangan, karena selain faktor genetik ada nutrisi yang berperan.

Dokter Cut kemudian juga menegaskan beberapa hal terkait perlunya nutrisi seimbang untik Si Kecil, di antaranya:

1. Kecukupan nutrisi sangat penting pada 1000 HPK

Anak yang memperoleh nutrisi yang baik selama masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) akan mempunyai perkembangan otak dan kemampuan kognitif yang lebih baik juga tubuh yang lebih tinggi.

2. Hindari Infeksi

Jika anak terkena infeksi di 1000 HPK maka bisa terhambat proses tumbuh kembangnya. Jadi sebisa mungkin hindarkan anak terkena infeksi seperti TBC, diare berulang, malaria, dan lainnya, karena bisa mengakibatkan pertumbuhan anak menjadi terhambat.

3. Stunting diawali oleh growth faltering
 
Terjadi paling banyak pada usia 3 bulan, hingga 18-24 bulan. Biasanya, terjadi lebih awal pada anak-anak dari negara berpenghasilan menengah ke bawah. Tapi mesti dibedakan ya, antara perawakan pendek dengan stunting yang merupakan perawakan pendek karena masalah nutrisi. 

Oia, penderita stunting ini tak hanya mengalami gagal tumbuh, tetapi juga akan terpengaruh kecerdasannya. Hal itu menyebabkan anak-anak stunting punya daya tahan tubuh yang buruk sekaligus memiliki IQ yang rendah.

4. PBB menyebutkan hampir 7 juta anak di dunia terancam stunting akibat pandemi Covid-19

Data di Indonesia angka stunting tahun 2019 sekitar 27,6% dan diperkirakan naik pada 2020 akibat pandemi. Ini disebabkan di antaranya karena hanya 19,2% Puskesmas yang tetap menjalankan kegiatan Posyandu.

5. Rekomendasi pemberian makan pada bayi dan balita dari WHO terkait pencegahan malnutrisi:

  • Inisiasi Menyusui Dini (ASI) dalam waktu 1 jam setelah lahir
  • ASI eksklusif selama 6 bulan
  • Pemberian MP-ASI yang adekuat dan aman
  • Lanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun



6. Untuk kecukupan nutrisi, MP-ASI harus mengandung:

Sumber karbohidrat seperti beras, ubi, kentang dan singkong. Juga sumber protein (hewani) yakni daging sapi, ayam, ikan dan telur. Lalu mengandung pula sumber lemak, yaitu minyak, santan dan margarin. Tak lupa ada sayur dan buah serta produk susu di dalamnya.

7. Terkait protein, rekomendasi dari WHO:

Untuk anak, sediakan daging, unggas, ikan dan telur yang harus dimakan setiap hari atau sesering mungkin. Daging merah (dan hati) merupakan sumber protein sekaligus zat besi dan seng. Juga, disebutkan jika mengonsumsi telur 1 butir setiap hari selama 6 bulan akan menurunkan stunting pada anak usia 6-9 bulan sebanyak 47%. 

8. Orangtua melengkapi kebutuhan makro dan mikronutrien anak di masa pandemi:

Konsumsi karbohidrat, lemak, protein harus tercukupi. Variasikan jenis makanan agar zat gizi mikro terpenuhi. Juga bila perlu konsumsi makanan fortifikasi atau suplemen.

9. One size does not fit all

Tidak ada satu zat gizi yang super cocok untuk semua anak. Maka berikan makanan beragam untuk mereka, dan pastikan nutrisi seimbang pada anak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usia. Terlebih di masa pandemi, anak perlu mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

10. Timbang, ukur dan plot

Tak lupa timbang, ukur  dan plot hasilnya ke kurva pertumbuhan anak kita sehingga akan bisa terdeteksi dini jika ada malnutrisi. Mengingat nutrisi merupakan modal awal tumbuh kembang anak. Jadi lakukan pengukuran secara teratur di posyandu, puskesmas, bidan atau layanan kesehatan terdekat.


Duma Riris Silalahi

Peran Penting Orang Tua dalam Pemenuhan Nutrisi Anak


Sementara, Brand Ambassador PediaSure, Sherina Munaf yang hadir juga di kesempatan yang sama menyebutkan jika kesuksesan yang ia raih tak luput dari peran kedua orangtuanya. Baginya, peran orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang anak termasuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

Sherina bersyukur memiliki orang tua yang mendukung minatnya pada dunia seni juga memberi cukup nutrisi. Saat kecil, Sherina yang mengenal PediaSure dari sepupunya, langsung suka dengan rasa enaknya. Sehingga sang Ibu selalu menyediakan PediaSure untuk membantu kecukupan nutrisi yang dikonsumsinya setiap hari.

Sherina menyebutkan ia memakan apa saja yang disiapkan Ibunya selain minum PediaSure 2 gelas setiap hari. Sherina yang suka makan gudeg ini juga menceritakan jika Ibunya membacakan cerita juga menstimulasi, mengatur waktu istirahatnya dan mengukur tumbuh kembangnya secara berkala.

Itulah mengapa menurut Sherina, orang dewasa termasuk orang tualah yang menciptakan kebiasaan baik termasuk apa yang dikonsumsi anak-anaknya. Sehingga penting bagi orang tua memberikan edukasi dan teladan pada anak tentang nutrisi dan kesehatan.

Sementara Duma Riris Silalahi, Puteri Indonesia Lingkungan 2007, yang juga Ibu dari Cleo dan Judeo, menyebutkan kalau ia sangat memperhatikan nutrisi kedua anaknya mengingat penting buat tumbuh kembang mereka. Apalagi, ia sendiri mengakui jika  ayah anak-anaknya, Judika, tidak terlalu tinggi. Maka ia berharap dengan kecukupan nutrisi maka tumbuh kembang termasuk tinggi badan anak-anaknya akan lebih baik daripada orang tuanya.

Duma Riris menyebutkan ia sering menyiasati pemenuhan nutrisi lewat cemilan yang mengandung produk susu, seperti yoghurt untuk diberikan ke anaknya. Juga, untuk Judeo yang agak picky eater ia sengaja mengajaknya menyiapkan camilan bersama sehingga ia lebih semangat makan karena ikutan proses membuatnya.

Duma Riris juga bersyukur sang Ibu dulu sangat perhatian akan tumbuh kembang Duma juga kakak-adiknya di antaranya dengan memenuhi nutrisinya. Membuat Duma Riris percaya peran orang tua sangat penting untuk tumbuh kembang anak.


PediaSure Kini Mengandung Arginin dan Vitamin K2, Dua Nutrisi Penting untuk Mendukung Pertumbuhan.


Well, PediaSure adalah solusi nutrisi lengkap dan seimbang yang dirancang secara ilmiah dan teruji secara klinis dapat mendukung pertumbuhan nyata pada anak dalam waktu 9 minggu, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Mengingat nutrisi adalah pondasi penting bagi kualitas hidup yang baik di masa depan. Oleh sebab itu, Abbott berkomitmen untuk senantiasa berusaha mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan menyediakan nutrisi yang berbasis ilmiah. 

Ya, formula PediaSure didukung oleh basis ilmiah yang kuat dari 20 studi klinis. Formula dirancang secara ilmiah dengan nutrisi lengkap dan seimbang yang telah terbukti klinis untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi badan, berat badan, dan meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak. 

"Abbott terus mengembangkan produk yang membantu anak untuk tumbuh, menjaga kekuatan dan keaktifan tubuh, memiliki daya tahan tubuh yang kuat serta mendukung pertumbuhan optimal.” demikian disampaikan oleh Medical Director for Abbott Nutrition Business in Pacific Asia, Dr. Jose Dimaano Jr. pada kesempatan peluncuran secara virtual PediaSure baru ini.



Dengan bangga Abbot mewujudkan komitmen ini melalui PediaSure New Formula dengan Arginin dan Vitamin K2, inovasi terbaru untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak, serta solusi bagi permasalahan pertumbuhan di Indonesia.

Arginin adalah asam amino penting yang memainkan peran dalam pertumbuhan tinggi badan. Arginin memicu multiplikasi sel pada lempeng pertumbuhan tulang untuk membantu tulang tumbuh lebih panjang. 

Riset menemukan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki level Arginin yang lebih rendah dalam darahnya jika dibandingkan dengan anak-anak biasa, dan asupan Arginin yang rendah diasosiasikan dengan pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat. 

Sedangkan Vitamin K2 adalah nutrisi penting yang membantu menyalurkan dan mengikat kalsium ke tulang dan pada akhirnya memicu pertumbuhan tulang yang kuat. 




Oia, Abbott juga menggunakan pendekatan multidisiplin untuk membangun kesadaran para orang tua dan guru dalam mengidentifikasi dan mengintervensi kekurangan nutrisi pada anak sedini mungkin melalui edukasi pengukuran tinggi badan dan berat badan anak secara berkala.

Maka, untuk membantu mengatasi berbagai masalah pertumbuhan di Indonesia, Abbott berusaha menyediakan berbagai sumber informasi dan penunjang bagi para orang tua, guru, dan penyedia jasa kesehatan, di antaranya:

GrowthPedia – alat pengukur tinggi badan dengan saran nutrisi online yang bertujuan untuk membantu orang tua dalam mengidentifikasi resiko masalah pertumbuhan pada anak dan mendorong intervensi nutrisi sejak dini.

Rangkaian webinar mengenai nutrisi dan pertumbuhan – Program ini bertujuan untuk mengedukasi lebih dari 10 ribu orang tua dan guru sekolah hingga akhir tahun 2021, serta menyediakan alat ukur dan informasi untuk membantu anak-anak mencapai potensi pertumbuhan mereka.

Pelatihan online bagi tenaga kesehatan – Pelatihan bagi para kader kesehatan, bidan, serta tenaga medis lainnya untuk dapat mengenali tanda-tanda malnutrisi dan melakukan tindakan intervensi melalui nutrisi dan pemantauan yang cukup dan teratur

Dukung Pertumbuhan Optimal Anak, Pediasure Hadir dengan Formula Baru Nan Inovatif


Formulasi baru PediaSure - diperkaya dengan triple protein complex, tinggi kalsium dan 14 Vitamin & 9 mineral, AA dan DHA, dan mengandung Arginin dan Vitamin K2 - dua nutrisi yang terbukti secara klinis untuk lebih jauh mendukung pertumbuhan tulang yang lebih panjang dan kuat.

Well, PediaSure persembahan Abbott, pemimpin global dalam bidang healthcare yang membantu banyak orang sadar dapat menjalani kualitas hidup yang lebih baik di semua fase kehidupan. Portfolio terdepannya mencakup segala aspek layanan kesehatan, dengan bisnis dan produk terdepan pada bidang diagnostik, peralatan medis, nutrisi, dan obat generik bermerek. 

Tak heran perusahaan yang terdiri dari 109.000 karyawan yang melayani masyarakat di lebih dari 160 negara ini terus berkomitmen mendukung pertumbuhan nyata dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan anak termasuk anak-anak Indonesia.

Nah, Pediasure dengan formula baru dapat ditemukan di berbagai jenis toko tempat kita biasa berbelanja dan tersedia dalam rasa vanilla, coklat, dan madu yaaa! ๐Ÿ’– 


Salam Sehat

signature-fonts

Modal Cuma 50 Ribu, Bisa Buka Usaha Digital yang Menjanjikan

Gaesss, di zaman seperti ini kita dituntut kreatif dalam berusaha untuk mendapatkan uang tambahan! Nah, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan segala kemudahan internet yang saat ini tersedia buat dapetin cuan.

Apalagi, berbeda dengan jenis usaha konvensional yang membutuhkan modal cukup besar untuk memulainya, jenis usaha yang mengandalkan akses internet terkadang hanya membutuhkan sedikit modal bahkan tanpa modal sama sekali pun bisa dilakukan. Sehingga setiap orang punya kesempatan yang sama untuk mencobanya. 

Tapi, meskipun hanya menggunakan modal yang sedikit bukan berarti usaha jenis ini tidak menjanjikan loh... Karena, saat ini justru usaha yang memanfaatkan internet merupakan salah satu jenis usaha yang paling potensial untuk meraup keuntungan.

Nah, modal usaha dengan memanfaatkan akses internet bentuknya bisa apa saja. Bahkan dengan modal 50 ribu saja kita bisa membuka usaha! 

Beneran? 

Yesss! Yuk, kita ulik bersama!


Modal Cuma 50 Ribu, Bisa Buka Usaha Digital yang Menjanjikan


Ini Dia Pilihan Usaha yang Bisa Dilakukan Hanya dengan Bermodal 50 Ribu Saja!


1. Jasa Sesuai Hobi

Nah, tahukah kamu kalau hobi yang kamu geluti bisa menghasilkan uang jika ditekuni? 

Selain menjadi sarana melepas penat dari rutinitas, kamu juga bisa menambah pendapatan dengan menawarkan jasa yang berkaitan dengan hobi yang kamu miliki.

Sebagai contoh, bila kamu hobi menggambar, kamu bisa jual karyamu melalui akun sosial media. Atau cara yang terbaru yaitu via NFT. 

Dengan begitu gambarmu bisa menjadi ladang uang dan tentu saja namamu akan semakin dikenal sebagai pelukis atau ilustrator jika hasil karya yang kamu buat diterima masyarakat.

NFT? 

Iya, itu loh, Non-Fungible Token atau token yang tidak dapat dipertukarkan. NFT tuh aset digital yang mewakili objek dunia nyata seperti seni, musik, item dalam games, dan video yang diperjualbelikan secara online - seringkali dengan cryptocurrency

Sebenarnya sih sudah ada sejak tahun 2014, tapi makin viral sekarang ini dan menjadi cara yang semakin populer untuk jual beli karya seni.

Oia, enggak sebatas hobi menggambar saja, hobi yang lain juga bisa kamu jual seperti fotografi, desainer, atau lainnya. Karena permintaan untuk jasa-jasa di bidang kreatif ini, kini sedang tinggi sehingga kamu bisa meraih peluang tersebut untuk mendapatkan cuan.

Meski memang sih untuk memulai jasa di bidang-bidang itu diperlukan dulu kepercayaan dari masyarakat. Karenanya, kamu mesti membangun kepercayaan pelanggan, dengan cara:

  • Membuat portofolio yang menarik
  • Buat identitas yang unik agar hasil karyamu mudah dikenali
  • Kembangkan keahlian yang berkaitan dengan hobi agar mudah beradaptasi

2. Dropshipper

Next, ada dropshipper

Well, jika kamu sering belanja secara online pasti tidak asing dengan istilah dropship. Dropship merupakan jenis usaha dimana kamu bisa menjual produk atas namamu sendiri namun kamu tidak memproduksi sendiri produknya. 

Nah, keuntungan yang akan kamu peroleh berasal dari selisih harga antara harga beli dan harga jual produk itu.

Lalu apa yang perlu dipertimbangkan sebelum menjadi dropshipper?
 
Kamu harus melakukan survei dulu agar harga yang kamu tentukan tidak jauh dari harga pasar.

Caranya?

Mudah saja! Enggak perlu mesti ke pasar loh yaa, cuzz cek di internet saja! 

Yes, kehadiran sosial media dan e-commerce sangat memudahkan bagi dirimu yang mau memulai usaha dropshipper, baik untuk survei pasar maupun memulai berjualan.

Oia, keuntungan lain dari menjadi dropshipper adalah kamu tidak perlu memikirkan sewa gudang, memantau persediaan barang, dan sebagainya. Karena dalam melakukan usaha dropship kamu cukup memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Survei barang dengan harga termurah dengan kualitas terbaik
  • Buat akun sosial media untuk melakukan promosi
  • Buat akun di situs penjualan online
  • Lakukan promosi untuk meningkatkan penjualan

3. Affiliate Marketing


Istilah affiliate marketing mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar orang. Padahal metode pemasaran ini sedang berkembang di beberapa negara dan mulai banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti eBay, Wix, Target dan lainnya.

Nah, affiliate marketing adalah suatu metode pemasaran yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk meraih komisi karena berhasil mempromosikan produk dari produsen kepada calon konsumen.

Metode pemasaran jenis ini terbilang masih baru dan tergolong masih sedikit orang yang melakukannya. Jadi potensi untuk meraih keuntungan dari jenis usaha ini cukup besar karena kamu tidak perlu bersaing dengan banyak orang.

Well, untuk memulai jenis usaha ini langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memilih perusahaan mana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kamu agar dapat memberikan hasil yang terbaik dan tentu saja menguntungkan. 

Misalnya, kalau dirimu hobi merawat diri, kamu bisa jadi affiliate marketing produk beauty. Atau jika suka automotif, pilih saja jadi affiliate marketing brand printilan kendaraan. Atau bisa juga, kalau suka bikin kue aneka rupa, dirimu bisa gabung affiliate marketing produk baking.


Ide Bisnis Rumahan

4. Youtuber


"Saya mau bertanya, cita-citanya mau jadi apa?"
"Youtuber, Pak!"

Ingat dialog itu, saat Presiden Jokowi menanyakan cita-cita seorang anak kecil yang dijumpainya di sebuah acara? Bisa jadi itu jawaban yang sama yang diberikan banyak anak saat ini.

Yup, hal yang menarik di era digital seperti saat ini adalah, banyak cita-cita anak kecil yang sudah berubah. Bila dulu saya dan hampir semua teman sebaya bercita-cita menjadi pilot, dokter, guru, polisi, insinyur atau tentara sekarang cita-cita anak-anak begitu beragam. Di antaranya ingin menjadi Youtuber. 

Hal ini tidak mengherankan melihat prospek masa depan seorang Youtuber yang cukup menjanjikan. Apalagi mereka melihat banyak Youtuber yang sukses,  dan kontennya digemari banyak orang.

Tapi, mungkin saat kamu sering mendengar angka fantastis penghasilan para Youtuber jadi bertanya-tanya dari mana ya asal pendapatan mereka? 

Jadi, kamu bisa mendapatkan penghasilan dari Youtube setelah video yang kamu upload berhasil di monetisasi. Dari sana iklan akan disertakan pada videomu lalu kamu akan mendapatkan penghasilan dari setiap orang yang meng-klik atau menonton videonya. 

Jadi semakin banyak penontonnya, maka semakin banyak juga pendapatan dari videomu itu. 

Asyik enggak tuh?

Dengan bermodalkan kamera, jaringan internet, gadget (smartphone, laptop atau komputer) yang mendukung proses editing video, kamu dapat memulai menjadi  seorang Youtuber.

Oia, selain modal ini ada beberapa hal yang perlu kamu miliki, yakni :

  • Kemampuan editing video
  • Keahlian menulis script
  • Berpikir kreatif dan inovatif
  • Percaya diri

5. Penulis Konten Online


Saat ini adalah era dimana internet memberikan segala kemudahan. Masa yang juga membuat banyak usaha-usaha baru bermunculan. Nah, kemudahan ini berjalan lurus dengan tingginya angka persaingan.

Untuk dapat menonjol di antara ratusan bahkan ribuan jenis usaha yang sama, biasanya suatu perusahaan membutuhkan SEO agar usahanya dapat muncul di peringkat teratas daftar pencarian Google.

Nah, untuk meningkatkan SEO, salah satu caranya adalah membuat konten artikel yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Di sinilah letak potensi usaha yang bisa kamu gali untuk menambah pundi-pundi.

Jika kamu punya kemampuan menulis, kamu bisa memulai menawarkan jasa membuat artikel untuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Baik itu menulis di website mereka dengan menjadi content writer atau menulis di blog pribadimu. 

Untuk memulainya, perangkat yang kamu butuhkan adalah koneksi internet dan device yang dapat membantumu menulis.

Oia, jangan lupa terus berlatih mengasah keterampilan menulis sehingga artikelmu makin lugas dan bernas! Juga banyak-banyaklah membaca dan belajar perihal kepenulisan yang baik dan benar.


Ladara Indonesia

See, Modal Cuma 50 Ribu, Bisa Buka Usaha Digital yang Menjanjikan, kan?


Nah, 5 jenis usaha yang telah disebutkan di atas mungkin ada yang sesuai dengan kemampuanmu dan dapat menjadi peluang untukmu menghasilkan pundi-pundi tambahan.

Oia, meskipun era digital seperti saat ini telah membuka banyak pintu baru bagi pelaku usaha, bukan berarti usaha konvensional sudah tidak lagi menjanjikan. 

Justru hadirnya akses internet dan bermunculannya platform e-commerce memberi jalan yang lebih luas bagi pelaku usaha konvensional untuk menjangkau konsumen baru di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Nah, salah satu e-commerce di Indonesia yang dapat memberikan peluang tersebut adalah LaDaRa Indonesia. Di mana di sana kamu dapat memasarkan produkmu dengan cara yang mudah dan tentu saja dapat menjangkau lebih banyak konsumen yang tersebar di seluruh Indonesia!

Yes, LaDaRa (LAut - DArat - udaRA) Indonesia, adalah salah satu perusahaan teknologi yang bergerak dalam bidang marketplace, yang diprakarsai oleh Dharma Pertiwi (organisasi istri TNI)

LaDaRa menyediakan berbagai macam kebutuhan seperti: fashion, peralatan elektronik, perlengkapan rumah tangga, hobi, dan masih banyak lagi. 

Sebagai situs belanja online buatan anak bangsa, LaDaRa berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk yang diproduksi langsung oleh UMKM Indonesia yang berkualitas dan memberikan pengalaman berbelanja yang mudah dan praktis dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Nah, sebagai marketplace yang menjadi wadah untuk para pelaku UMKM serta menghubungkan Keluarga Besar TNI dengan masyarakat luas, LaDaRa juga memberikan pengalaman dan keunggulan berbelanja online yang lebih baik, seperti:

  • Menggunakan beberapa metode pembayaran seperti, transfer bank, kartu kredit, uang elektronik hingga bayar langsung di  Alfamart atau Indomaret yang memudahkan konsumen bertransaksi
  • Bekerja sama dengan jasa pengiriman seperti, JNE, Sicepat, J&T, Tiki, Lion Parcel, Alfatrex, DPEX, SAP, Gosend dan Grab express sehingga setiap produk dapat menjangkau pelosok negeri
  • Menjamin belanja online aman karena semua produk yang tersedia di LaDaRa dapat dipertanggungjawabkan baik dari pihak LaDaRa maupun pihak penjual yang terpercaya.
  • Pilihan produk lengkap, ada makanan, pakaian hingga elektronik dari beragam brand ternama.
  • Kemudahan yang ditawarkan oleh LaDaRa untuk berbelanja dan dengan layanan customer care yang siap membantu dan melayani berbagai macam kendala yang konsumen hadapi.
  • Dengan membeli produk yang tersedia di LaDaRa secara langsung konsumen turut membantu UMKM Indonesia yang saat ini sedang berkembang.
  • Selain sebagai perusahaan teknologi dalam bidang marketplace LaDaRa juga memiliki fitur LaDaRa Emas dimana konsumen dapat menabung emas dalam bentuk digital.

Ide bisnis rumahan dengan Ladara Indonesia

Oia menariknya lagi, selain berbelanja produk kebutuhan sehari-hari dirimu juga dapat berjualan di LaDaRa, loh

Akan ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan untuk mengembangkan usaha. Apalagi sebagai perusahaan teknologi dalam bidang marketplace LaDaRa memberikan peluang bagi yang ingin berjualan dengan cara mudah yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. 

Enggak hanya itu, LaDaRa juga bekerja sama dengan instansi militer Indonesia yang dapat membantu para pelaku UMKM dengan cakupan 1 juta lebih personel aktif militer Indonesia yang tersebar menjadi bagian dari pengguna LaDaRa. Wah!!

Jadi tunggu apa lagi, yuk bergabung di LaDaRa agar kamu dapat memasarkan produkmu dengan cara yang mudah dan pastinya dapat menjangkau lebih banyak konsumen yang tersebar di seluruh Indonesia!

Oia, dirimu sudah pernah coba yang mana dari kelima usaha di atas? Kalau saya pernah jadi dropshipper tapi enggak lanjut, juga penulis konten online (blogger) yang masih lanjut teroos hingga kini, Alhamdulillah!

Nah, modalmu cuma 50 ribu? Percayalah, kamu bisa buka usaha digital yang menjanjikan! ๐Ÿ’–



Salam Semangat

signature-fonts

Review Buku: Tetangga kok Gitu

Judul Buku: Tetangga kok Gitu
Penulis: Annie Nugraha | Penerbit: Stiletto Indie Book | Ilustrasi: Rini Uzigan dan Annie Nugraha | Cetakan: September 2021 | Jumlah Halaman: 142 | Genre: Fiksi - Kumcer | ISBN: 978-623-6400-88-3 | Harga: Rp 70.000


Buku Tetangga kok Gitu

Blurb Buku


Hidup bertetangga itu banyak cerita, dinamika dan lika-likunya. Mulai dari hal remeh temeh hingga sesuatu yang serius untuk dibahas. Semua seru untuk diceritakan tanpa terkecuali. Topiknya juga beragam. Bisa soal anak, kehidupan percintaan suami istri, sampai beberapa kejadian yang bikin heboh orang sekompleks. Yang pasti, dari apa yang sudah kita alami, tentunya banyak hikmah yang bisa didapat dari bergaul dan hidup bersama dengan tetangga.

Beberapa di antara keseruan itu terekam dengan baik dalam ingatan saya dan begitu menggoda untuk dihadirkan ke hadapan publik. Jadi, sewaktu menuliskan kisahnya satu demi satu, saya diliputi oleh nostalgia berkepanjangan diiringi dengan senyum semringah, dada berdebar, bahkan merinding takut akan sebuah kejadian mistis yang di luar nalar.

Anda punya pengalaman yang sama atau hampir sama dengan apa yang terjadi dengan saya dan tetangga? Berbagilah dengan saya melalui Instagram dengan men-tag @annie_nugraha (Tetangga kok Gitu - Annie Nugraha)

Annie Nugraha
Email: annie.nugraha@gmail.com | IG: @annie_nugraha / @fibijewelry

Tetangga Oh Tetangga!


Seumur hidup, jika dihitung saya pernah tinggal di 9 tempat yang berbeda. Dimulai dari saat masih ikut orangtua, selagi kuliah hingga mandiri bekerja, dan ketika sudah berumah tangga. 

Nah, selama menetap di suatu tempat, apakah itu di rumah orangtua, ngekost ataupun rumah sendiri, tentunya saya punya tetangga. Beraneka tipe orang pun saya dapati. Beragam kisah tentang tetangga juga saya punyai. Ada yang bikin ketawa saat mengingatnya, membuat kesal enggak karuan, marah luar biasa, sangat kecewa, sedih tiada tara,...lengkap ceritanya!

Ya, tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita. Sudah selayaknya kalau kita memposisikan tetangga sebagai saudara, juga berbuat baik terhadap mereka. Meski belum tentu berlaku sebaliknya. 

Karena pasti kita bakal temui tetangga yang cueknya setengah mati, maunya menang sendiri, mementingkan kepentingan pribadi, enggan bersosialisasi, atau punya kebiasaan yang mengganggu tetangga lainnya. 

Bisa jadi itu terkait dengan suami, istri, anak, saudara ataupun asisten rumah tangga yang memicu masalah hingga tetangga lain merasa jengah.

Beneran, kalau ngomongin tetangga mungkin setiap orang punya kisah menariknya. 

Sebut saja yang terjadi pada tetangga saya yang beberapa bulan terakhir didatangi debt collector pagi, siang, malam bahkan dini hari. Mereka yang datang wajahnya seram, biasa datang berombongan, terus nunggunya kadang di depan rumah saya, karena posisi rumahnya memang melewati kami.

Kadang penagih hutang ini datang dengan sopan, seringkali berteriak kencang-kencang sampai terdengar keluar. Saya merasa mulai terganggu ketika mereka datang enggak tahu waktu, Subuh gitu sudah di sekitar situ. Ternyata mereka memang sengaja menginap di pos satpam, demi nyegat Bapak sang pemilik rumah yang dibilang tak pernah ada di rumah.

Syukurnya, selama pandemi suami WFH jadi saya merasa aman meski ada orang asing sering datang ke sebelah. Saya yang memang hanya bertetangga seperlunya juga enggan bertanya ke si empunya rumah. Suami saya akhirnya yang bertanya ke Pak RT, karena sesekali Beliau mengantar tamu-tamu itu ke situ. 

Ternyata memang masalah hutang piutang ini terkait usaha yang kolaps karena pandemi. Sehingga berimbas pada pengembalian modal yang berasal dari pinjaman bank juga pembayaran ke suplier. Membuat tetangga itu pun memutuskan pergi hingga salah satu penagih kapan hari merantai rumahnya. 

Kini rumah itupun terkunci dan dikuasai oleh pihak lain. Bikin saya dan tetangga lainnya hanya bisa menduga-duga akan nasib si tetangga. Kasihan juga sebenarnya, meski kalau mengingat gaya hidup mereka saya rasa memang ada kesalahan pengelolaan usaha di sana.

Ah, enggak perlu kepo, saya toh enggak tahu duduk perkaranya, semoga saja ada solusi terbaik untuk tetangga saya ya...

Fibi Jewelry
cover belakang

Kisah Tetangga Jadi Inspirasi Annie Nugraha


Well, mengingat tetangga yang aneka rupa membuat saya merasa klik saat membaca buku karya Annie Nugraha yang diterbitkan oleh Stiletto Indie Books ini.

Buku setebal 142 halaman yang berisi kumpulan 13 cerita pendek yang 90 persennya adalah kisah nyata seputar lika-liku hidup bertetangga dari penulisnya. Beragam cerita soal tetangga menginspirasi penulis hingga merangkumnya dalam sebuah buku bertajuk 'Tetangga kok Gitu'.

Annie Nugraha menampilkannya dalam bahasa ringan sehingga buku ini enak dibaca, membuat saya hanya dalam sekali duduk saja bisa menuntaskannya. 

Cerita yang diangkat pun sebagian besar bersifat keseharian yang bisa jadi dialami juga oleh pembaca dengan tetangganya. Meski ada satu - dua cerita berhasil membuat saya terheran karena nyaris enggak masuk di akal. Hawa mistis yang dibawanya pun bikin merinding disko, syukurnya siang bolong saya baca bukunya hahaha

Ya, percaya enggak percaya, saya pernah juga sih dengar cerita serupa. Memang tentang apa? Ah, kalau saya ceritakan di sini enggak seru lagi dong dirimu baca nanti..hihihi

Buku: Tetangga kok Gitu
profil Annie Nugraha

Wire Handmade Craft
IG: @annie_nugraha | @fibijewelry

Yang Jelas Annie Nugraha Berhasil Memesona Saya, Karena...


1. Judul buku yang pas

Judul 'Tetangga kok Gitu' related banget dengan isi buku. Judul sudah mewakili isi karena di semua cerita ada benang merahnya, jadi tetangga kok gitu amat sih ya. 

2. Tema cerpen lengkap

Ada konflik dengan tetangga yang dipicu masalah anak. Menyoal masalah parkir di jalanan alias kuat beli mobil tapi enggak mampu bikin garasi. Masalah ART yang ada main sama majikan sendiri. Pertengkaran pasutri yang bikin seisi kompleks harus jadi juri...dan masih banyak lagi. 

Semuanya bikin kita serasa bernostalgia jika pernah mengalami kejadian yang sama atau malah ngaca jangan-jangan termasuk salah satu dari si tokoh cerita. Ups!

3. Gaya bercerita yang asyik

Jadi saat baca buku ini, saya merasa seperti didongengin oleh Mbak Annie hihi. Kami macam lagi nggosipin tetangga gitu. Karena story telling yang dipakai penulisnya dapet banget.

Oia, meski pendek kisahnya, di setiap cerita kita diberi pengantar dulu, lalu dibawa ke konfliknya, dibikin kezel pada tokohnya terus diberi ending yang pas.

4. Pilihan kata yang ringan dan kekinian

Annie Nugraha, menggunakan kata-kata yang biasa dipakai di keseharian, disisipi istilah kekinian, juga ungkapan lucu yang bikin buku ini mampu jadi hiburan tersendiri. 

Hari gini, baca buku dengan tema ringan seperti ini bisa jadi stress release lho...enggak perlu berat mencerna kalimatnya juga enggak butuh mikir maksud bukunya. Hidup makin berat untuk dipikir ngapain juga baca buku saja pakai mikir, ye kan ya?

Review Buku: Tetangga kok Gitu
Anak Berantem Orang Tua Geger


5. Simpulan yang penuh hikmah

Selesai bercerita, penulis mengakhiri dengan lesson learned yang bisa kita dapatkan dari kisahnya. Simpulan ini ada di halaman tersendiri. Dari sini pembaca jadi bisa mengambil hikmahnya. Menarik!

Misalnya: pada cerita "Balada Parkiran Mobil" ada pesan moral yang disampaikan: "Memaafkan adalah sebaik-baiknya keikhlasan yang sesungguhnya tersembunyi di setiap nurani manusia."

6. Ilustrasi yang oke

Buku ini dilengkapi ilustrasi cantik garapan Rini Uzigan dan Annie Nugraha, sebagai pendukung cerita yang membuat saya makin nyaman saat membaca. Bakalan enggak bosan dan bikin mata tetap segar setelah baca tulisan. Karena sesekali ada gambar yang cakep baik dalam versi black & white ataupun colourful. 

7. Cerita yang menarik

Okelah, saya beri spoiler satu ya. Judul ceritanya: Anak Berantem Orang Tua Geger

Ahmad dan Roni adalah dua anak seusia (lima tahunan) - yang dikisahkan Annie Nugraha sebagai anak tetangganya. Mereka sedang main sepeda bareng, mondar-mandir, kebut-kebutan. 

Awalnya sih terlihat seru hingga si Ahmad menabrak-nabrakkan bagian depan sepedanya ke bagian belakang sepeda Roni. Lalu terjadilah adu-aduan roda. Hingga Ahmad terjengkang dengan darah mengucur di mata kaki dan sikutnya. 

Mereka saling membela diri, hingga mbak pengasuh keduanya menyeret masuk rumah. Enggak pakai lama Mamak Ahmad lantang berteriak memanggil Mamak Roni dan protes atas perlakuan Roni ke anaknya. Ributlah mereka, ramai.... sampai keluar semua rahasia, situasi bertetangga jadi tegang pokoknya!

Sementara, ketika ketegangan masih menyelimuti dua Mamak, Ahmad dan Roni sorenya sudah main bareng lagi...

Sounds familiar

Meski enggak plek ketiplek sama, ada kejadian serupa di lingkungan kita. Nah, Annie Nugraha mengemas cerita ini dengan menarik dalam versinya. Diselipkan juga hikmah yang bisa diambil dari masalahnya. 

Hingga jadi reminder bagi diri ini, jika nanti anak kita jadi Ahmad atau Roni kita enggak bersikap seperti Mamak mereka. Atau, jika kita jadi tetangganya kita belajar bagaimana sebaiknya bersikap ke mereka, enggak berpihak ke salah satu kubu, misalnya. 

Buku Annie Nugraha
salah satu ilustrasi yang ada di buku

Tetangga kok Gitu
salah satu pesan moral dari cerita

Buku Tetangga kok Gitu
cover depan

Lalu, Apa yang Kurang Pas di Buku "Tetangga kok Gitu"?


Jadi gini, "Tetangga kok Gitu" ini kan yang saya tangkap berlatar pemukiman di perkotaan. Bentuknya kompleks perumahan yang dibangun oleh pengembang, juga (di beberapa cerita) jelas disebutkan tipenya cluster dan tanpa pagar.

Nah, saya agak kurang sreg dengan desain sampul depannya (juga satu dua ilustrasi di dalam buku). Karena, yang ditampilkan adalah gambar lingkungan bertetangga yang enggak sesuai dengan isi buku. 

Terlihat di situ deretan pemukiman yang serupa flat, ada bangunan seperti menara kastil, pagar kayu, suasana sekitarnya...Malah lebih pas kalau menggambarkan pemukiman di pedesaan Eropa.

Bukan menggugat hasil ilustrasinya ya, it's just my two cents, enggak pas saja kalau cerita bertetangga di Indonesia tapi penggambarannya di Eropa.

Selain itu?

So far, enggak ada! Karena, "Tetangga kok Gitu" serius recommended buat kamu baca!

Annie Nugraha yang saya kenal sebelumnya lewat tulisan yang lugas dan bernas di blognya, beneran mampu menghidupkan cerita dalam buku hingga saya hanyut akan cerita dan terhibur setelahnya. 

Bikin nambah satu kekaguman saya padanya! Gimana enggak cobak, udah pinter ngawat (crafter/ handmade wire jewelry), ngeblog dan nulis buku (author), poto-poto (photographer)...

Oalah, sungguh multitalenta, pasti bikin insecure tetangga! (untung saya bukan tetangganya haha)

Oia, apa dirimu punya cerita menarik soal tetangga juga seperti Annie Nugraha? 

Atau mungkin ingin mengadopsi buku "Tetangga kok Gitu" dan berkenalan dengan penulisnya? Langsung saja kontak Annie Nugraha ya!๐Ÿ’–


Baca juga:




Happy Reading

signature-fonts




Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua

"Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua (Mental Health in An Unequal World)", demikian tema yang diambil dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di helatan Temu Blogger yang saya hadiri bersama komunitas Bloggercrony, pada Rabu 6 Oktober 2021 lalu.

Sebuah tema yang tepat, mengingat saat ini kesehatan jiwa telah menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Terlebih di masa pandemi COVID-19, permasalahan kesehatan jiwa akan semakin berat untuk diselesaikan. Sehingga perlu dukungan dan kerja sama semua untuk mendapatkan solusi terbaiknya.

Mengapa?

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021

Karena, Gangguan Kesehatan Jiwa Ada di Sekitar Kita!


Sebagai contoh nyata, ada seorang keponakan saya yang mengalami gangguan kejiwaan. Dulunya dia adalah seorang pemuda berprestasi hingga mendapatkan beasiswa berikatan dinas dari sebuah perusahaan untuk biaya kuliahnya. Saya menyaksikan sendiri bagaimana dia berjuang untuk menggapai cita-cita hingga semuanya tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk.

Setelah kuliah di Jakarta dan ditempatkan di pelosok Kalimantan, secara perlahan ada yang berubah pada dirinya. Menurut orangtuanya, kadang dia jadi ngaco bicaranya, juga diinfokan kantor ada tindakan di keseharian yang tidak semestinya. 

Hingga perusahaan memutuskan untuk memulangkan dia ke orangtuanya. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan oleh dokter, dia pun dinyatakan sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hiks!

Tapi sayang sekali, orangtuanya memutuskan untuk menghentikan pengobatan dikarenakan untuk ke Rumah Sakit Jiwa mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Hingga kini, dia hanya dirawat di rumah dengan seadanya.

Nah, dari acara yang saya ikuti ini, saya punya kabar baik untuk keponakan saya dan siapa saja yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa. Karena ternyata saat ini, di Indonesia sudah ada sekitar 6000 layanan kesehatan jiwa termasuk di layanan primer (Puskesmas) di dekat tempat tinggal kita!

Lalu, Apa Saja Kebijakan dan Program Kesehatan Jiwa dari Kemenkes RI?


Sebelum menjelaskan perihal kebijakan terkait kesehatan jiwa, Dr. Celestinus Eigya Munthe. Sp.KJ.M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA  (P2MKJN) - Kemenkes RI, pada acara ini mengingatkan alasan mengapa kesehatan jiwa perlu jadi perhatian kita.

Dr. Celestinus menjelaskan jika kesehatan jiwa itu merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan.

Sehat jiwa berarti sehat secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga seseorang mampu hidup mandiri dan produktif dan mampu berkontribusi. Memelihara kesehatan jiwa berarti: memastikan mereka yang sehat dapat menjalani kehidupan penuh arti (wellbeing), mereka yang berisiko ditangani dini, dan mereka yang sakit (illness) mendapatkan pengobatan paripurna.

Lebih lanjut dijelaskan, gangguan jiwa ini timbul akibat:

Faktor Biologis: Keturunan/genetik, masa dalam kandungan, proses persalinan, nutrisi, riwayat, trauma kepala dan adanya gangguan anatomi dan fisiologi saraf

Faktor Psikologis: Interaksi dengan orang lain, konsep diri, ketrampilan dan tingkat perkembangan emosional

Faktor Sosial: Stabilitas keluarga, pola asuh orang tua, agama, adat, dan budaya, tingkat ekonomi dan kepercayaan tertentu

Well, gangguan jiwa nyatanya mulai ada pada usia muda sehingga bisa mengakibatkan penurunan produktivitas, kehilangan kualitas hidup, dan pengobatan kronis. 

Karenanya, anak, remaja, dan dewasa muda merupakan target utama dalam hal meningkatkan kesehatan jiwa. Sehingga dibutuhkan upaya promotif preventif kesehatan jiwa, di antaranya dengan melakukan:

  • Konseling pra nikah
  • Parenting skills training
  • Social skills training
  • Bullying prevention
  • Suicide prevention
  • Sex education
  • Management stress
  • Pencegahan penyalahgunaan Napza

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021


Lalu Apa Saja Agenda Internasional Terkait Kesehatan Jiwa Ini?


FYI, terkait ini, data kesehatan jiwa dunia menyebutkan: 

1 dari 4 orang pernah mengalami masalah kesehatan jiwa selama hidupnya, 25% negara di dunia belum mempunyai kebijakan tentang kesehatan jiwa, > 33% negara hanya menganggarkan Kesehatan jiwa < 1 % total anggaran, treatment gap tinggi: kurangnya ketersediaan layanan kesehatan jiwa. layanan tersedia tetapi pemanfaatan layanan minimal, karena masalah stigma, diskriminasi & pengabaian terhadap ODGJ, 50% negara hanya mempunyai psikiater < 1 : 100.000 penduduk, dan 40% negara hanya mempunyai RSJ dengan tanggungjawab > 10.000/ TT!

Selain itu, kesehatan jiwa merupakan indikator penting SDG’s 3: pada tahun 2030: mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan penggunaan alkohol yang membahayakan. Dan, mencapai cakupan kesehatan universal, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses terhadap pelayanan kesehatan dasar yang baik, dan akses terhadap obat-obatan dan vaksin dasar yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau bagi semua orang

Juga, adanya agenda WHO dalam Mental Health Action Plan (2013-2030), yakni: 80% negara perencanaan dalam kesehatan jiwa, 50% negara punya kebijakan kesehatan jiwa yg sesuai hak asasi manusia, peningkatan cakupan layanan utk ODGJ berat: 20%, 80% negara mempunyai paling sedikit 2 program promotif preventif kesehatan jiwa yg berskala nasional, angka bunuh diri menurun 10%, 80% negara mempunyai sistem pelaporan rutin indikator kesehatan jiwa.


Faktor penyebab gangguan jiwa


Kemudian, Apa Saja Masalah Kesehatan Jiwa di Indonesia?

Prevalensi tinggi, kesenjangan pengobatan tinggi, tingginya beban akibat gangguan stigma & diskriminasi, kurangnya SDM kesehatan jiwa (keswa), kurangnya SDM keswa, hak asasi manusia (masih ada pasung), tingginya angka penyalahgunaan napza. Sehingga diperlukan transformasi mental health system demi Indonesia Sehat Jiwa!

Ya, untuk saat ini Indonesia memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk, artinya sekitar 20% populasi di Indonesia itu mempunyai potensi-potensi masalah gangguan jiwa. 

Ini masalah yang sangat tinggi karena 20% dari 250 juta jiwa secara keseluruhan potensial mengalami masalah kesehatan jiwa,” kata Dr. Celestinus.

Ditambah lagi sampai saat ini belum semua provinsi mempunyai rumah sakit jiwa sehingga tidak semua orang dengan masalah gangguan jiwa mendapatkan pengobatan yang seharusnya. Juga, terbatasnya sarana prasarana dan tingginya beban akibat masalah gangguan jiwa.

Masalah sumber daya manusia profesional untuk tenaga kesehatan jiwa juga masih sangat kurang, karena sampai hari ini jumlah psikiater sebagai tenaga profesional untuk pelayanan kesehatan jiwa kita hanya mempunyai 1.053 orang. Artinya, satu psikiater melayani sekitar 250 ribu penduduk. Suatu beban yang sangat besar dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan jiwa di Indonesia,” lanjut Dr. Celestisnus

Tak hanya itu, masalah kesehatan jiwa di Indonesia juga terkendala stigma dan diskriminasi.

Kita sadari bahwa sampai hari ini kita mengupayakan suatu edukasi kepada masyarakat dan tenaga profesional lainnya agar dapat menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa, serta pemenuhan hak asasi manusia kepada orang dengan gangguan jiwa,” tutur Dr. Celestinus lagi



Oia, Apa Saja sih Dasar Kebijakan Kesehatan Jiwa? 

  • UUD 1945 Pasal 28 H: Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan
  • UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan: Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. (Pasal 1 )

Nah, mengingat ini semua, perlu dilakukan transformasi kesehatan jiwa yang mencakup 3 bidang: fokus pada recovery, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan (wellbeing) dan memastikan akses pada layanan dan dukungan.

Lalu apa saja Kebijakan yang diambil oleh P2MKJN Kemenkes RI yang mengurusi hal ini?

  • Upaya promotif preventif sepanjang rentang usia
  • Meningkatkan akses layanan kesehatan jiwa
  • Kemitraan & pemberdayaan
  • Upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat
  • Pencegahan & pengendalian masalah Penyalahgunaan NAPZA


Peningkatan Akses ke Layanan Primer

Dr. Celestinus lebih lanjut memaparkan terkait cara meningkatkan akses layanan kesehatan jiwa, yakni dengan: 

1. Peningkatan akses layanan kesehatan jiwa di layanan primer
  • Peningkatan jumlah Puskesmas dengan layanan jiwa
  • Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Puskesmas dalam layanan jiwa
  • Optimalisasi ketersediaan obat

2. Peningkatan peran RS Jiwa & RSU dengan layanan jiwa sebagai rujukan
  • Optimalisasi sistem rujukan layanan kesehatan jiwa
  • Optimalisasi peran RS Jiwa sebagai pusat rujukan pelayanan, pendidikan, penelitian & pengembangan teknologi kesehatan jiwa
  • Pengampuan RS Jiwa pusat pada RS Jiwa daerah
  • Peningkatan mutu layanan RSJ melalui implementasi WHO quality right tool kit



Sementara untuk konsep pendampingan RSJ ke layanan primer - Integrasi layanan kesehatan jiwa di layanan primer, akan dilakukan:

Pemberdayaan: Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas, Pelaksana layanan Puskesmas, Peningkatan kompetensi tenaga Kesehatan Puskesmas

Pendampingan: Pendampingan oleh tenaga spesialis dalam pelayanan di Puskesmas, Pendampingan Psikiater bukan memberikan pelayanan, Psikiater memberikan advis penanganan pasien/masalah yang berhubungan dg program kesehatan jiwa

Transfer of knowledge: Oleh tenaga profesional kesehatan jiwa, Diskusi, Konsultasi melalui telemedicine: Permenkes No 20 tahun2019 tentang telemedicine, SE Menkes 303 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pelayanan Kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi & komunikasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19

Dr. Celestinus juga menjelaskan jika model layanan terintegrasi/kolaboratif menunjukkan hasil yang paling baik pada pendekatan layanan kesehatan jiwa di Layanan Primer 

Nah, untuk itulah diperlukan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Karena  masyarakat/komunitas berperan penting dalam kesehatan jiwa, di antaranya:

  • Menjadi bagian dari masyarakat memberikan manfaat yang positif dalam kesehatan jiwa.
  • Keterlibatan dalam masyarakat memberikan perasaan memiliki dan terhubung secara sosial
  • Menjadi bagian dari masyarakat juga dapat memberikan makna dan tujuan dalam kehidupan sehari-hari


Sinergi Profesi Menuju Kesetaraan Kesehatan Jiwa untuk Semua


Narasumber berikutnya, Dr. Satti Raja Sitanggang, Sp.KJ - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), memaparkan tentang materi "Sinergi Profesi Menuju Kesetaraan Kesehatan Jiwa untuk Semua"

Kesehatan jiwa, disebutkan Dr.Satti diartikan pada UU No. 18 Tentang Kesehatan Jiwa:

kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya

Kemudian, Dr. Satti menggarisbawahi, tantangan kesehatan jiwa di Indonesia, di antaranya:

  • Pelayanan kesehatan
  • Upaya kesehatan jiwa di puskesmas
  • Sumber daya manusia dan pembiayaan kesehatan jiwa
  • Sistem informasi kesehatan
  • Akses terhadap obat esensial (treatment gap)
  • Leadership/goverment: Peraturan Pemerintah No. 2/2018, Peraturan Menteri Kesehatan No. 4/2019
  • Plus: stigma dan diskriminasi

Nah, menurut UU No. 18/2014 tentang kesehatan jiwa, ada pembedaan terkait penderitanya, yaitu:

Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK)
orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasikan dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia

Maka dari itu, sinergi antar profesi akan menghasilkan upaya kesehatan jiwa yang layak dan bermutu dan setara bagi semua rakyat Indonesia!


There is No Health Without Mental Health


Selanjutnya ada Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog - Ketua Umum PP Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) yang mengulas soal definisi mental yang sehat.

Dalam materinya, Dr. Indria menyebutkan jika kesejahteraan itu harus berimbang baik fisik, mental maupun sosial. 

Nah, kesejahteraan mental/psikologis itu dicirikan dengan:

  • Menyadari kemampuan
  • Mampu mengatasi tekanan kehidupan
  • Mampu bekerja secara produktif
  • Mampu berkontribusi dengan kelompok

Sementara berdasarkan Kriteria Vaillant (2012) tentang Kesehatan Mental, dijelaskan jika: kesehatan mental lebih menitikberatkan pada kekuatan yang dimiliki oleh seseorang daripada tiadanya kelemahan. Seperti misalnya kematangan pribadi, daya lenting, kemampuan regulasi diri, emosionalitas yang positif dan kesejahteraan subyektif.

Sehingga dengan itu seseorang mampu bertahan pada: Bencana Alam, Masalah kesehatan, Pandemi, Berbagai krisis kehidupan (Quarter Life Crisis, Middle Life Crisis)

Proses terjadinya kesehatan mental itu sejak kecil dan dipengaruhi oleh: pengasuhan, proses pendidikan, sikap orang-orang di sekitar, sistem pendukung sosial. Juga Kondisi Psikososial & Peran Lingkungan : Mikro dan Makro.



Enggak lengkap kiranya jika acara yang mengupas kesehatan jiwa tak dihadiri penderita/keluarga yang mewakilinya. 

Maka di Temu Blogger kali ini hadir juga salah satu keluarga, Bagus Utomo, dari Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia yang mengulas tema "Kesetaraan Bagi Orang dengan Gangguan Jiwa".

Di kesempatan ini, Pak Bagus mengingatkan jika sistem kesehatan jiwa itu lintas sektoral, maka perlu jadi perhatian terkait hak penyandang disabilitas mental (ODGJ). 

Diingatkannya juga, bahwa:

Dari Data BPS, Agustus 2016, Penduduk Usia Kerja Indonesia mencapai 189.096.722 juta orang, diantaranya terdapat sebanyak 22.563.392 orang adalah penduduk usia produktif yang memiliki gangguan (disabilitas). Terdiri laki-laki 10.333.806 orang dan perempuan 12.229.586 orang.

Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia.

Dari data Riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan 2013 prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

Penderita gangguan depresi dapat terganggu produktifitasnya dalam bekerja. Sementara Penyandang gangguan jiwa berat umumnya tidak dapat bekerja atau bahkan mengalami disabilitas yang berat.

Itulah mengapa ODGJ tanpa kecuali memiliki hak hidup dan berpartisipasi dalam masyarakat. Karena itu tidak boleh ada ODGJ yang dipasung, misalnya, karena mereka juga punya hak hidup. Juga hak lainnya seperti hak mendapatkan pendidikan, kesehatan, pekerjaan..dan lainnya.

Enggak itu saja, Pak Bagus juga menyoroti adanya tantangan bagi ODGJ yang harus rutin periksa tapi punya kendala karena kesulitan mendapatkan izin dari tempatnya bekerja. Harapannya, ke depan aturan seperti ini diperbaiki dan dilengkapi.

Sehingga, terkait kesehatan jiwa menurut Pak Bagus yang perlu perhatian:

  • Pemenuhan hak Kesehatan non diskriminatif bagi ODMK dan ODGJ harus semakin menjadi prioritas Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Mental terkait pekerjaan dan usaha mandiri oleh pemerintah masih sangat kurang. Saat ini masih terfokus pada disabilitas fisik.
  • Namun sudah ada upaya untuk menyediakan lapangan pekerjaan pada Penyandang Disabilitas sesuai ketentuan UU Disabilitas.
  • Dukungan untuk kewirausahaan berupa pelatihan dan pendampingan kewirausahaan, penyediaan kredit mikro atau koperasi sangat dibutuhkan. Mengingat keterbatasan penyandang disabilitas mental untuk bekerja secara ajeg di lapangan kerja umum.
  • Sangat dibutuhkan Panti Bina Laras di setiap Provinsi untuk mengurangi keterlantaran ODGJ dan agar tidak menjadi obyek exploitasi Youtuber
  • Membangun sheltered workshop atau pabrik khusus disabilitas bagi penyandang disabilitas mental yang sulit bekerja di pabrik biasa.



Then last but not least, di akhir acara ada Romanus Ndau, Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi, Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menegaskan pentingnya informasi diberikan pada masyarakat terkait kesehatan jiwa ini. 

Pak Romanus menyebutkan jika informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik. 

Sementara, Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan Badan Publik lainnya yang sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Keterbukaan Informasi menumbuhkan kepercayaan (trust) masyarakat kepada pemerintah didalam kesetaraan memperoleh informasi untuk perkembangan pribadi dan lingkungannya, termasuk informasi terkait kesehatan jiwa.

 


Yuk, Dukung Adanya Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua!


Well, kesehatan jiwa merupakan sebuah isu yang mulai banyak menjadi perbincangan di tengah kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Adanya kesadaran serta perhatian kepada kesehatan jiwa seseorang merupakan hal yang baik dan harus terus disebarluaskan, agar stigma dan diskriminasi pada kesenjangan pengobatan dapat segera diperbaiki. 

Semoga edukasi seperti ini dapat memberikan pengetahuan dan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. 

Mari kita tingkatkan kesadaran positif perihal kesehatan jiwa, dukung program kebijakan terkaitnya juga bantu memperbaiki stigma negatif dan diskriminasi yang selama ini dirasakan oleh orang yang mengalami permasalahan dalam kesehatan jiwa. 

Yuk, kita bahu-membahu berperan serta demi tercapainya kesetaraan dalam kesehatan jiwa untuk semua!๐Ÿ’–

When "I" is replaced with "we" even illness becomes wellness (Malcolm X)


Salam Sehat

signature-fonts