Featured Slider

Bersama Bumbu Chalarasa, Sahur Mudah, Puasa Nyaman Terasa

Marhaban Ya Ramadan! Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadan lagi. Meski sedang dalam suasana pandemi semoga takkan menyurutkan semangat kita beribadah untuk menggapai berkah di bulan yang penuh kemuliaan ini. Karenanya, sungguh merugi jika kita tidak memanfaatkan datangnya bulan Ramadan dengan memperbanyak amalan. Meski memang harus pandai-pandai membagi waktu dengan aktivitas lainnya termasuk menyiapkan sajian Ramadan untuk keluarga.

Ya, Ramadan adalah momen kebersamaan yang tepat yang akan memperkuat kehangatan keluarga. Sehingga tak heran ada aneka sajian istimewa dihidangkan untuk menambah keseruan waktu sahur dan berbuka puasa. 

Tapi sayangnya, untuk membuat hidangan lezat butuh waktu yang tak singkat. Bahkan prosesnya kadang bikin kita nguprek dapur seharian hingga ujung-ujungnya waktu ibadah berkurang. Duh, rugi banget, kan?

Apalagi saat nyiapin bumbu, sungguh kadang bikin repot itu. Belum lagi sudah ada bahan yang ini eh kurang yang itu huhuhu....

Maka, jika ada teman setia yang bikin puasa nyaman dan sahur mudah, pasti akan lancar ibadah!

Seperti Chalarasa yang ada membantu saya mempersiapkan dapur dan sambut Ramadan, juga mempertahankan tradisi menikmati hidangan bersama keluarga dengan cara yang lebih praktis, sehat dan hemat.

Yes, enggak pakai repot lagi, bumbu masak dan sambal Chalarasa bikin sajian Ramadan yang lezat dan nikmat dapat tersaji dengan cepat di meja makan saya!

Tips Masak Sahur Mudah

Persiapkan Dapurmu, Sambut Ramadan dengan Bumbu Chalarasa!


Well, memasak dan menikmatinya bersama, merupakan momen yang mampu mendekatkan satu sama lainnya, betapapun sibuknya para anggota keluarga. Pun, menyempatkan diri untuk mempersiapkan hidangan untuk orang tersayang sangat besar artinya bagi mereka.

Sehingga tepat kiranya agar kegiatan memasak di rumah menjadi menyenangkan, waktu persiapan dipersingkat tanpa mengurangi hasil sajian. Dengan cara memakai bumbu-bumbu siap pakai yang bebas MSG, tanpa pengawet sintesis dan terjaga kesehatannya.

Adalah Chalarasa yang mampu memberi solusi yang akan menemani hari-hari penuh petualangan di dapur kita. Chalarasa yang akan membawa memori waktu kita kecil dulu, saat Ibu dengan  penuh cinta dan perhatian pernah mengenalkan bumbu dapur satu persatu. 

Chalarasa hadir untuk sebuah inisiasi #KembaliKeDapur dan #MasakDiRumah dengan “satu bumbu dasar untuk segala masakan” dengan memilih bumbu dan rempah dengan sepenuh hati, memastikan hanya yang terbaik yang akan tersaji.

Dan enggak itu saja, bumbu masak dan sambal Chalarasa diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami, dan bebas pengawet buatan. Menghasilkan bumbu masak yang sedap dan sambal yang nikmat untuk berbagai masakan.

#MasakDiRumah jadi sangat praktis untuk siapapun yang sibuk. 
Enggak sempat ngulek bumbu? 
Tenang, Chalarasa sudah ulekin buatmu!

Ada Produk Apa Saja di Chalarasa?


Well, selain praktis enaknya lagi ada beragam hidangan bisa disajikan hanya bermodal bumbu masak dan sambal Chalarasa ini. 
Enggak heran karena bumbu dasar adalah base bagi aneka masakan. Dengan berbekal satu bumbu, jadi deh menu ini itu!

Oia, pilihan bumbunya ada banyak lho, diantaranya:

Bumbu Putih

Bumbu Putih dari Chalarasa berisi bawang putih yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat dan bebas pengawet buatan sehingga menghasilkan bumbu dasar putih yang sedap dan sehat untuk berbagai macam masakan. Cocok untuk memasak sop bening, opor ayam, tumisan, ayam pop dan lainnya.

Bumbu Kuning 

Bumbu Kuning dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami dan bebas pengawet buatan sehingga menghasilkan bumbu dasar kuning yang sedap. Cocok untuk memasak ayam goreng, pepes, soto ayam, dan lainnya.

Bumbu Dasar Putih Chalarasa

Bumbu Merah

Bumbu Merah dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami dan bebas pengawet buatan sehingga menghasilkan bumbu dasar merah yang sedap dan sehat untuk berbagai masakan pedas

Bumbu Rawon

Bumbu rawon dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami, dan bebas bahan pengawet buatan sehingga menghasilkan bumbu masak rawon yang sedap dan sehat untuk berbagai masakan rawon.

Bumbu Dasar Merah Chalarasa

Bumbu Gulai

Bumbu gulai dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami, dan bebas bahan pengawet buatan sehingga menghasilkan bumbu masak gulai yang sedap dan sehat untuk berbagai masakan gulai.

Sambal Woku Belanga

Sambal Woku dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami dan bebasa pengawet buatan sehingga menghasilkan sambal yng nikmat dan sehat untuk cocolan berbagai masakan. Pedas dan wanginya daun kemangi khas masakan Manado menghadirkan kemeriahan di piring kita.

Bumbu Dasar Kuning Chalarasa

Sambal Hijau

Sambal Hijau dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat mengandung teri medan berkualitas tinggi menghasilkan sambal yang nikmat untuk cocolan berbagai masakan.

Sambal Terasi 

Sambal Terasi dari Chalarasa berisi bahan dan rempah pilihan yang diracik menggunakan garam himalaya yang sehat mengandung teri medan berkualitas tinggi menghasilkan sambal yang nikmat untuk cocolan berbagai masakan.

Masak Pakai Bumbu Chalarasa Bikin Hidangan Lezat Tersaji Cepat


Nah, saya sudah coba beberapa masakan dengan bumbu masak Chalarasa. Enggak pakai ribet, ngerjainnya cepet, masakan lezat tersaji segera! 

Senangnya!!

Seperti beberapa hidangan berikut ini:

Ayam Woku

Bahan:
Ayam 1/2 kg
2 sdm Bumbu Woku Belanga Chalarasa
50 ml air
1 sdm minyak untuk menumis

Cara Memasak:
Tumis bumbu Chalarasa
Masukkan ayam
Tambahkan 50 ml air
Masak hingga bumbu meresap dan ayam matang
Sajikan

Bumbu Woku Chalarasa

Ayam Woku Chalarasa

Nasi Goreng Smoked Beef

Bahan:
2 piring nasi
2 sdm Bumbu Putih Chalarasa
100 gram sayuran beku, rebus sebentar
4 lembar smoked beef, rebus sebentar, potong-potong
1 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara Memasak:
Tumis Bumbu Putih Chalarasa
Masukkan nasi putih
Tambahkan sayuran
Masukkan smoked beef
 Masak hingga matang
Sajikan

Bumbu Putih Chalarasa

Bumbu Dasar Putih Chalarasa

Gulai Ikan

Bahan:
2 ekor ikan, potong dan goreng setengah matang
2 sdm Bumbu Gulai Chalarasa
100 ml santan
Minyak goreng untuk menggoreng dan menumis

Cara Memasak:
Tumis Bumbu Gulai Chalarasa
Masukkan ikan
Tambahkan santan
Masak hingga matang
Sajikan

Bumbu Gulai Chalarasa

Bumbu Gulai Chalarasa

Tuh, dengan bumbu masak Chalarasa, dalam hitungan menit saja masakan bisa terhidang di meja. Sementara, kalau kamu merasa kurang garam atau lada, tinggal tambahkan saja sesuai selera. 

Dan, enggak pakai lama, tadaa....! Cepat matang berkat bumbu Chalarasa, siap deh untuk makan sahur atau berbuka. Jadi lebih banyak waktu luang untuk amalan Ramadan dan berkegiatan bersama keluarga.

Memang juwara nih Chalasara. Memasak sajian sahur mudah, siapkan hidangan buka puasa enggak pakai susah, bikin puasa nyaman jadinya!

Tapi, Kenapa Harus Pakai Bumbu Masak dan Sambal  Chalarasa?


1. Chalarasa Bikin Siapa Saja Bisa Memasak

Diantara kita tentu ada yang merasa tidak mahir dalam memasak, seperti saya contohnya. Nah, dengan adanya bumbu masak dan sambal Chalarasa, siapa saja jadi bisa memasak. Bahkan, dirimu bisa menjadi koki terhebat di rumah karena hidangan lezat untuk orang-orang tercinta bisa disajikan dengan mudah.

2. Sehat Menggunakan Garam Himalaya

Semua varian bumbu dari Chalarasa menggunakan garam himalaya. Dengan takaran yang pas, garam himalaya dapat membantu menetralkan asam dan menyeimbangkan pH sehingga menjaga perut tetap sehat. Oia, FYI garam himalaya ini adalah garam dengan warna pink yang berasal dari Khewra Salt Mine, yaitu tambang garam terbesar di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan. Garam ini diklaim sebagai garam paling murni di dunia. 

Yang membedakan dengan garam dapur biasa adalah garam himalaya memiliki warna pink dengan tekstur lebih kasar dan ukuran butiran lebih besar daripada garam dapur yang menyerupai kristal. 

Garam ini mengandung 98 persen natrium klorida dan sejumlah mineral lain yang meliputi kalium, kalsium, magnesium, sulfur, dan zat besi. Warna pink dan perbedaan rasa yang dimiliki oleh garam ini berasal dari kandungan mineral dan zat besi di dalamnya.

Bumbu Siap Pakai No MSG


3. Praktis dan Hemat Waktu

Memasak untuk sebagian orang membutuhkan persiapan dan proses yang menyita waktu. Nah, dengan Chalarasa tak ada alasan enggak punya waktu buat masak karena enggak perlu ngulek atau mblender bumbu. Bikin waktu persiapan memasak jadi lebih singkat. Sangat cocok untuk mereka yang tidak punya banyak waktu atau sedang terburu-buru. 
Mau menyiapkan sahur misalnya, penggunaan bumbu Chalarasa tentu akan sangat menghemat waktu dan tenaga. Kamu tidak perlu repot memotong dan menyiapkan bumbu dapur terlebih dahulu, dan bisa menggunakan waktu untuk aktivitas lain termasuk amalan Ramadanmu

4. Higienis dan Hemat Tempat

Diproses dan disimpan dalam botol kaca yang steril dan higienis. Apalagi untuk membuat satu hidangan, bumbu yang dibutuhkan sudah lengkap dikombinasikan dalam satu kemasan. Dengan begitu, kita juga tidak perlu kebingungan mencari tempat menyimpan terlalu banyak bumbu di rumah.

5. Alami, Non Pengawet dan Non MSG

Bumbu masak dan sambal Chalarasa diracik menggunakan garam himalaya yang sehat, bahan-bahan alami, dan bebas pengawet buatan. Menghasilkan bumbu masak yang sedap dan sambal yang nikmat untuk berbagai masakan. 
Dengan bumbu dan rempah yang dipilih dengan sepenuh hati untuk memastikan hanya mengolah yang terbaik. Tanpa bahan pengawet dan tanpa MSG agar rasa dan kualitasnya terjaga sampai di dapur kita.

Enggak hanya itu, beberapa produk bumbu jadi, terkadang menambahkan monosodium glutamate (MSG) untuk memperkaya rasa. Padahal, bagi sebagian orang, MSG bisa menimbulkan reaksi alergi. Oleh karena itu, ada baiknya kita memilih produk bumbu jadi yang sama sekali bebas MSG. Selain menghindari risiko alergi, bumbu tanpa MSG tentu juga lebih sehat dan aman digunakan untuk membuat masakan bagi keluarga.

Bumbu Dasar Chalarasa

6. Hemat dan Sesuai Resepnya

Menggunakan bumbu dalam bentuk pasta seperti yang Chalarasa buat untuk kita, penggunaannya lebih hemat namun tetap kaya rasa. Komposisi yang dibuat juga sesuai resepnya. Itu sebabnya, masakan yang dibuat akan memiliki rasa yang lebih konsisten. Tidak perlu khawatir keluarga akan mengeluh karena makanan yang dihidangkan terkadang lezat dan terkadang ya gitu deh...kwkwkw

Apalagi, membeli bumbu jadi membutuhkan biaya yang lebih hemat dibandingkan bila kita membeli berbagai macam bumbu dapur dan rempah segar. Bagi pemula dalam dunia kuliner, adanya bumbu Chalarasa ini membuat tidak perlu bingung lagi..

7. Bisa Divariasikan Jadi Aneka Masakan

Bumbu Chalarasa adalah dasar berbagai macam masakan yang berbeda-beda, sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk membuat berbagai masakan yang beraneka pula. 
Hal ini membantu kita untuk mendapatkan lebih banyak ide dalam membuat hidangan yang variatif. Keluarga pun tidak akan bosan dan mengeluh karena sajian yang dihidangkan di meja makan hanya itu-itu saja.

Jadi....,

yuk persiapkan dapurmu! Sambut Ramadan dengan Bumbu Chalarasa, agar sahur mudah, puasa nyaman terasa! 

Oia, kalau dirimu mau coba juga, pesan segera di link di bawah ini ya...! See Ya!


Chalarasa bumbu dengan garam himalaya

 Web: Chalarasa | IG: Chalarasa



Stay Happy & Healthy

signature-fonts



Pengalaman Mengajar di Kelas Menulis Artikel Lomba

Bulan lalu, adalah pengalaman saya pertama kali menjadi mentor alias "guru". Meski sebelumnya saya sudah beberapa kali sharing pengalaman as a blogger, tapi yang ini sifatnya lebih resmi. Ya, saya dibayar untuk mengajar blogger (perempuan) terkait tema "Menulis Artikel Lomba". 

Nah, yang meminang saya adalah Joeragan Artikel (JA), sebuah komunitas yang menawarkan aneka kelas online yang didirikan oleh seorang perempuan tangguh asal Bandung, Sri Kuswayati alias Ummi Aleeya. Beliau adalah seorang ibu tunggal yang juga pengajar di sebuah universitas swasta di Bandung yang mendirikan JA dengan tujuan mulia, ingin perempuan di luar sana mampu berdaya dengan mengasah potensi yang dimiliki dari rumahnya. 

Maka, beragam kelas yang mayoritas adalah kelas kepenulisan pun terlahir dari tangan dinginnya. Dengan menggerakkan kekuatan perempuan, kelas-kelas ini berlangsung dari, oleh dan untuk perempuan. Dan, bersyukur saya menjadi salah satunya. Dari yang dulunya peserta beberapa kelas yang ada, kini saya menjadi pengajarnya.

Kelas menulis artikel lomba

Ngapain sih Mesti Ikut Kelas Online?


Dulu, saya memutuskan ikutan belajar kepenulisan di sebuah kelas online, bemula dari tekad bahwa: "Sebuah langkah harus diambil saat ini juga, enggak boleh lagi ditunda!"

Sebuah niatan yang mengiringi keinginan mulai menulis di blog ini di akhir tahun 2016 lalu. Satu keinginan yang saya pendam entah sejak kapan. Semangat yang turun naik enggak karuan. Juga mimpi yang kadang memuncak tapi lebih sering jatuh dan berserak. Akhirnya semua itu mampu saya rengkuh dan membawanya menjauh meninggalkan segala ketidakpercayaan, keraguan dan ketakutan.

Ya, saya berniat ingin kembali menulis lagi....!!

Sejak kecil saya memang tertarik pada dunia literasi. Tapi sayangnya saya tak pernah serius menekuni. Pun ketika beralih profesi menjadi ibu rumah tangga saya tetap tak yakin dan tak tahu bagaimana bisa mengembangkan hobi menulis ini. 

Hingga satu waktu saya ambil solusi dengan memiliki blog pribadi. Pertama bikin yang gratisan, kemudian dalam sebulan saya pindah ke blog berbayar. Lalu menyusul beberapa cara yang saya lakukan hingga kini mimpi menjadi penulis itu satu demi satu sukses tergenggam tangan.

Tentang Joeragan Artikel


Nah, salah satu tempat yang membantu saya mewujudkan mimpi itu adalah Joeragan Artikel. Sebuah nama yang unik, yang mana berbeda dengan kata "juragan" yang biasanya identik dengan horang kayaaa, nama ini diambil karena awalnya fokus komunitas ini adalah menulis artikel baik untuk media cetak ataupun online. Jadi juragannya artikel gituuuu

Didirikan sejak 16 Februari 2016 oleh Ummi Aleeya, setelah mendadak harus menjadi pencari nafkah utama keluarga dengan 5 putra/putri lantaran suami tercinta meninggal dunia. Dengan jargon awal "Mengajak Emak Berpenghasilan dari Rumah" yang kini berkembang menjadi "Media Bagi Smart Ladies untuk Menimba Ilmu dan Berpenghasilan dari Menulis"

Tak heran Joeragan Artikel semakin hari makin meng-upgrade diri menyesuaikan kebutuhan pasar dan potensi para alumni. Sehingga tak hanya menyediakan media belajar tapi juga menyalurkan karya alumni, dan membuka kerjasama dengan dunia usaha untuk jasa yang berkaitan dengan kepenulisan.

Lalu untuk biayanya gimana?

Muraaah banget dengan biaya kisaran puluhan - seratusan ribu saja, sudah termasuk kelas dan pendampingan selama kelasnya. Biaya yang tak memberatkan untuk sebuah ilmu, Cuma seharga satu buah baju bahkan lebih murah dari itu...!!

Pengalaman Mengajar di Kelas Menulis Artikel Lomba


Nah, awal saya ditanya Ummi Aleeya untuk mengajar di kelas ini, saya sudah tolak secara halus. Secara saya juga masih belum semoncer blogger jawara lomba lainnya, hanya prestasi yang bisa dibilang belum seberapa. Maka saya berdalih belum pantas untuk jadi mentor di sana. Tapi, Ummi Aleeya meyakinkan kalau apa yang saya capai patut dibagikan pada perempuan lain agar mereka termotivasi dan punya semangat tinggi, syukur-syukur bisa menjuarai lomba juga satu hari nanti.

Eh, baru juga kekeuh enggak mau, sudah dimasukkan ke WAG kelasnya. Jadi mau enggak mau sebenarnya hahaha. Ya sudah, toh siapapun yang pernah belajar satu saat akan mengajar, yekan?

Apalagi yang bikin saya pede diantaranya adalah pasangan mengajar saya. Jadi, saya dipasangkan dengan Mbak Damar Aisyah, seorang blogger alumni JA yang saya sudah kenal (dekat) sebelumnya. Pernah jumpa beberapa kali dalam event blogger yang sama, bernaung di WAG dan berinteraksi di situ...membuat saya tak lagi ragu untuk bahu membahu berbagi ilmu.

Pokoknya bondo nekad sajalah, Bismillah!

Long short story, kelas yang dipersiapkan cukup dadakan, dua minggu dari sebar flyer, diikuti oleh 17 peserta dari lintas benua. Ya, selain dari Indonesia ada satu peserta bermukim di Australia dan satu dari Amerika.

Untungnya, kelas yang diadakan 2 hari via WAG (Mbak Damar mengajar di hari pertama dan saya di hari kedua), bisa dibaca kapan saja. Jadi ada satu grup chat, satu grup materi yang dikunci. Lalu, peserta juga mendapatkan pendampingan selama dua minggu. Di mana selama kurun waktu itu bisa bertanya seputar materi pada mentor. Jadi kapan saja mau disimak dan kapan mau ditanyakan bebas saja asal di waktu kelas berlangsung.

Oia, sebagai pemantapan materi, langsung ada tantangan menulis artikel di kelas ini. Dan karena ada peserta yang baru saja kenal blog maka untuk memudahkan artikel dibagikan di akun Facebook masing-masing. Dengan Syarat & Ketentuan yang sudah diajarkan oleh mentor akan diambil 3 peserta terbaik dengan total hadiah uang 1 juta rupiah dari sponsor. Sementara tema lomba: "Peran Perempuan di Masa Bangkit dari Pandemi"

Nah, karena peserta banyakan ibu-ibu dengan berbagai profesi, maka hasil tulisan pun beragam. Jujur, saya speechless pada beberapa karya mereka yang melampaui ekspetasi. Mereka sungguh punya potensi tapi belum tahu bagaimana dan dimana bisa mengembangkannya. Untuk itulah sebuah komunitas ada, sebagai jembatan banyak perempuan untuk meraih peluang dan kesempatan yang sejatinya bisa diraihnya. Apalagi untuk perempuan yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga yang kadang kala mesti menomorkesekiankan impian pribadi. (halah malah tjurhat kwkwkw)

Maka, di kelas ini Mbak Damar dan saya berusaha tidak hanya membagikan pengalaman seputar menulis artikel lomba, tapi juga membangkitkan semangat agar mereka bisa lebih sukses lagi nanti.

Sementara, materi yang kami berdua ajarkan adalah seputar lomba menulis, khususnya:

  1. Menentukan tema yang sesuai
  2. Memahami syarat dan ketentuan lomba
  3. Riset pustaka, lapangan, dll
  4. Teknik penulisan artikel lomba
  5. Elemen pendukung lomba
  6. Deadline

Dengan pembagian tugas, Mbak Damar yang pernah memenangi lomba menulis tingkat nasional ngajar tentang tema, riset dan elemen pendukung. Sedangkan saya yang masih juara menulis level KW alias tingkat RT ngubek-ubek soal S&K, teknik penulisan dan ceklis DL.

Oia, untuk memudahkan, sebelum hari H saya memberi materi, saya buat versi Word seperti sebuah artikel blog terkait apa yang saya bahas. Jadi peserta bisa membaca di versi Word kapan saja, pun lebih runut materinya.

Alhamdulillah, Kelas Menulis Artikel Lomba Joeragan Artikel yang saya ampu bersama Mbak Damar Aisyah, berjalan lancar. Meski ada rasa belum bisa memberikan yang terbaik, karena saya juga sedang hectic mendampingi anak yang sedang Ujian Sekolah SD Kelas 6, ini menjadi pengalaman yang sungguh berkesan.

Apalagi saat beberapa peserta memberi testimoni, jadi lebih semangat untuk mengikuti lomba nanti. Yes, lomba menulis bisa kita ikuti bukan saja sebagai upaya update tulisan (jika versi blog berarti update blog), tapi juga untuk beraneka tujuan, misalnya: meningkatkan kualitas tulisan, mendapatkan traffic dan backlink, menambah protofolio dan....kalau menang bisa dapat hadiah juga lho!

Seperti saya, dari lomba blog pernah dapat hadiah: uang tunai dengan nilai terbesar 6 juta rupiah, voucher dan aneka barang diantaranya ponsel dan Ipad!

Jadi, senang enggak jadi mentor?

Senang dong...meski deg-degan, kuatir apa yang saya sampaikan belum sesuai harapan!

Terus masih mau jadi guru? 

Mauuuu.....! Beneran happy, saat peserta nanya dan kita jawab, eh dia jadi ngerti, katanya dia jadi lebih tahu. Semacam ada rasa lega dan bahagia bisa berbagi juga membantu!

Nah, kalau dirimu, pernah juga enggak jadi guru?💖


Stay Happy & Healthy

signature-fonts

Sarihusada Dukung si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tetap Tumbuh Maksimal dengan Inovasi Baru SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dan Festival Soya Generasi Maju

Sarihusada berkomitmen mendukung tumbuh kembang Anak Generasi Maju, tidak terkecuali anak dengan kondisi tidak cocok susu sapi. Karenanya, bertepatan dengan momen Pekan Alergi Dunia, Sarihusada meluncurkan inovasi produk untuk mendukung pemenuhan nutrisi lengkap dan seimbang bagi anak berusia di atas 1 tahun dengan kondisi tidak cocok susu sapi. Diharapkan, mereka tetap bisa tumbuh maksimal dengan dukungan nutrisi dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang memiliki kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, IronC, serta Isolat Protein Soya berkualitas. 

Oia, tak hanya itu, untuk mengiringinya, Sarihusada juga menghadirkan rangkaian program edukasi ‘Festival Soya Generasi Maju’ dan  menyempurnakan kampanye kesehatan 'Gerakan 3K' menjadi 'Gerakan 3K+': Kenali, Konsultasikan, Kendalikan dan Kembangkan.

Festival Soya Generasi Maju

Kesemuanya adalah upaya yang tentu saja sangat membantu orang tua seperti saya terutama jika buah hati memiliki kondisi tidak cocok susu sapi. Mengingat, anak yang tidak cocok susu sapi tetap membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya, tidak terkecuali Zat Besi. 

Sementara, ternyata anak dengan kondisi ini berpotensi memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kekurangan Zat Besi. Di mana jika hal ini tidak segera ditangani dengan tepat, dampak yang muncul dapat menghambat mereka untuk tetap tumbuh maksimal layaknya anak lainnya. 

Apalagi berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 didapatkan data bahwa ada 1 dari 3 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun yang mengalami anemia. Di mana 50-60% kasusnya disebabkan oleh defisiensi Zat Besi. Sebuah fakta yang makin membuka mata kita bahwa permasalahan anak yang tidak cocok susu sapi ini tidak bisa diremehkan, karena dampak panjangnya pada kualitas anak di masa depan.

Seperti yang disampaikan oleh Pakar Gizi Medik, Prof. DR. dr. Saptawati Bardosono, MSc., pada kesempatan Webinar dalam rangkaian Festival Soya Generasi Maju yang bertema "Pentingnya Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C untuk Dukung si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal", yang saya ikuti pada hari Rabu, 31 Maret 2021 yang lalu:

"Zat Besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi kognitif si Kecil, termasuk bagi anak dengan kondisi tidak cocok susu sapi. Dengan mencukupi kebutuhan Zat Besi pada si Kecil, diharapkan dapat mendukung ia mencapai tumbuh kembang yang maksimal dan terhindar dari dampak buruk akibat kekurangan Zat Besi seperti prestasi akademik yang menurun, mudah terserang penyakit, gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik, serta pertumbuhan fisik yang terhambat."

 

Festival Soya Generasi Maju
 

Tentang Zat Besi Sebagai Salah Satu Nutrisi Penting untuk Dukung Tumbuh Kembang si Kecil 


Jujur, sepanjang menyimak webinar ini saya merasa mak jleb mengingat hal-hal yang pernah terabaikan saat menyiapkan nutrisi bagi anak-anak saya. Meski, sesekali saya juga manggut-manggut mengiyakan karena merasa sudah melakukan hal yang benar. 

Ya, sebagai ibu dari dua anak yang punya bakat alergi, edukasi seperti rangkaian kegiatan Festival Soya Generasi Maju ini beneran membantu sekali. 

Tak hanya mendapatkan informasi dari pakarnya tapi juga untuk meluruskan kebiasaan yang tanpa disadari terus saya lakukan tanpa tahu efeknya di masa depan.

Diantaranya, tentang peran Zat Besi, sebagai salah satu nutrisi penting untuk dukung tumbuh kembang si Kecil yang dipaparkan dengan panjang lebar oleh Prof. DR. dr. Saptawati Bardosono, MSc. yang akrab dipanggil Prof. Tati ini.

Di mana diingatkan, jika pada perkembangan otak, Zat Besi berperan dalam pembentukan selaput saraf (mielinisasi) yang membantu proses penerimaan informasi pada otak dan meningkatkan proses belajar anak. 

Sementara dalam pertumbuhan fisik dan energi, Zat Besi adalah salah satu nutrisi untuk pembentukan hemoglobin yang berperan membawa oksigen ke sel-sel tubuh agar berfungsi optimal sehingga mendukung anak untuk aktif bereksplorasi dan siap belajar.

Gejala Kekurangan Zat Besi

Tuh, pantesan ya karena peran pentingnya, jika anak mengalami kekurangan Zat Besi maka gejalanya akan tampak sekali, seperti:

✔ Gejala Ringan - Sedang: anak mudah lelah, terjadi gangguan kognitif dan tidak bertenaga.

✔ Gejala Berat - Fatal: anak tidak nafsu makan, mengalami Pica (eating disorder/yang dikonsumsi bukan makanan), Phagophagia (kebiasaan mengunyah es batu) dan terjadi anemia defisiensi Zat Besi.

Sehingga, menurut Prof. Tati yang juga merupakan Guru Besar Departemen Ilmu Gizi FKUI, jika sudah kita kenali adanya gejala tersebut perlu kiranya segera kita lakukan tindakan mengingat dampak defisiensi Zat Besi yang berat ini, yakni bisa terjadi:

  • Prestasi akademik rendah
  • Gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik
  • Mudah terserang penyakit
  • Pertumbuhan fisik terhambat

Zat Besi Sebagai Salah Satu Nutrisi Penting untuk Dukung Tumbuh Kembang si Kecil

See, ngeri ya dampak defisiensi Zat Besi ini. Hiks, beneran enggak bisa disepelekan, kan?

Maka, Prof. Tati mengingatkan agar orang tua memerhatikan cara-cara mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan Zat Besi pada anak melalui nutrisi lengkap dan seimbang yang tinggi kandungan Zat Besinya! 

Lalu caranya gimana?

Nah, Prof. Tati lebih lanjut menjelaskan jika pemenuhan Zat Besi yang adekuat untuk mendukung tumbuh kembang anak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Pahami tingkat asupan Zat Besi harian untuk anak

Kebutuhan Zat Besi untuk usia 1 - 3 tahun (Batita): 7 mg/hari dan usia 3 - 5 tahun (Balita): 10 mg/hari

2. Konsumsi makanan kaya Zat Besi

Konsumsi jenis Zat Besi Heme (lebih mudah diserap) yang berasal dari sumber makanan hewani, seperti: daging, hati, ikan dan tiram. Juga jenis Non-Heme (kurang mudah diserap) yang berasal dari sumber makanan nabati, seperti: kacang merah, bayam, nasi putih, sayuran hijau, tomat, kacang-kacangan, kentang dan susu difortifikasi Zat Besi.

3. Ketahui dan pahami makanan yang dapat membantu penyerapan Zat Besi

Ternyata, Zat Besi dari makanan Heme, 2-3 kali lebih mudah terserap daripada kelompok makanan Non-Heme. Dan, Vitamin C dapat meningkatkan absorpsi besi makanan Non-Heme ini. 


Pentingnya pemenuhan Zat Besi yang adekuat

Dan, terkait pentingnya peran Vitamin C ini kemudian dijelaskan Prof. Tati,

"Perlu untuk mengoptimalkan penyerapan Zat Besi dengan rasio molar Vitamin C : Zat Besi yang tepat. Mengingat Zat Besi yang masuk tubuh dari kandungan makanan adalah dalam bentuk ion feri (Fe3+). Sementara sel usus hanya dapat menyerap Zat Besi dalam bentuk fero (Fe2+). Untuk itu dibutuhkan Vitamin C untuk mereduksi Zat Besi bentuk ion feri menjadi bentuk ion fero sehingga  dapat diserap oleh sel usus," papar Prof. Tati.

Karena itulah, selain memastikan asupan Zat Besi cukup, diingatkan Prof. Tati bahwa penting bagi kita untuk juga mengoptimalkan penyerapannya!

Caranya?

Dengan mengetahui jenis-jenis makanan yang bisa meningkatkan absorpsi besi, seperti: sayuran hijau, kentang, makanan fermentasi, Vitamin A, Vitamin C, daging dan ikan.

Juga, memerhatikan jenis makanan yang bisa menghambat absorpsi besi, yakni: teh, kopi, cokelat yang dikonsumsi dengan makanan, Antasid (penetral asam lambung), beberapa bumbu seperti oregano, kalsium terutama dari susu dan produk susu, serta makanan yang mengandung fitat seperti sereal dan gandum.

makanan yang menghambat absorpsi besi

Hmmm, ini maksudnya gimana?

Jadi, misalnya, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi teh dengan makanan karena dapat menghambat penyerapan Zat Besi dalam tubuh. Juga tidak dianjurkan setelah makan langsung minum susu, begitu kata Prof. Tati.

Ya ampun, padahal selama ini saya sekeluarga suka banget habis makan (apalagi saat kulineran), minumnya Es Teh Manis. Duh, ternyata teh bisa menghambat absorpsi besi tuh. Berarti selama ini keliru huhuhu. 

Oia, enggak itu saja, disampaikan juga oleh Prof. Tati, karena ikatan Vitamin C dan Fe akan membentuk senyawa yang lebih mudah diserap maka perlu peningkatan penyerapan Zat Besi ke dalam tubuh, diantaranya:

  • Vitamin C akan membantu penyerapan Zat Besi (Fe) dengan cara mengubah Fe3+ menjadi Fe2+ sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh 
  • Sumber Vitamin C dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. 
  • Kombinasi Vitamin C dan Zat Besi dengan rasio molar 2:1 terbukti meningkatkan ketersediaan Zat Besi dalam tubuh sebanyak 2xlipat 
  • Pada formula berbasis soya, kombinasi Vitamin C dan Zat Besi disarankan dengan rasio molar 4:1 untuk mengoptimalkan penyerapan Zat Besi 

Faktor yang menyebabkan asupan nutrisi Zat Besi tidak adekuat


Nah, kini jadi tahu kan jika adanya pembatasan makanan yang tidak tepat pada si Kecil yang tidak cocok susu sapi dapat menyebabkan asupan nutrisi Zat Besi tidak adekuat, seperti yang ditegaskan oleh Prof. Tati berikut ini,

“Namun tidak hanya Zat Besi, kombinasi Zat Besi dan Vitamin C dengan rasio yang sesuai dapat membantu meningkatkan penyerapan Zat Besi di dalam tubuh si Kecil. Oleh karena itu, penting untuk memberikan si Kecil sumber nutrisi yang kaya akan kedua nutrisi tersebut. Sumber makanan yang mengandung Zat Besi dapat diperoleh misalnya pada daging merah, ayam, ikan, sayuran dan bisa juga dilengkapi dengan susu berbasis Isolat Protein Soya yang mengandung Zat Besi dan Vitamin C agar ia bisa tetap tumbuh maksimal.”

Potensi Risiko Defisiensi Zat Besi pada si Kecil dengan Alergi Susu Sapi


Setelah Prof. Tati dengan gamblang mengingatkan jika Zat Besi adalah salah satu nutrisi penting untuk dukung tumbuh kembang si Kecil, kemudian muncul pertanyaan: lalu bagaimana dengan anak dengan kondisi tidak cocok susu sapi? Apakah ada pembedaan untuk pemberian nutrisinya terkait kecukupan Zat Besi ini?

Syukurnya, pertanyaan saya, terjawab pada materi narasumber berikutnya, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes,  seorang Konsultan Alergi dan Imunologi Anak.

Alergi Susu Sapi


Di mana, Prof. Budi yang adalah Ketua UKK Alergi-Imunologi IDAI ini menjelaskan jika kondisi tidak cocok susu sapi adalah salah satu tantangan kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. 

Disebutkan juga, jika gejala yang muncul dari kondisi ini bisa berbeda-beda pada setiap anak. Umumnya, gejala yang dapat dicurigai sebagai gejala alergi diantaranya:

✔ Kulit: ruam merah yang gatal, bengkak, 
✔ Saluran Pernapasan: bersin-bersin, pilek, batuk, mata berair
✔ Saluran Pencernaan: sakit perut, diare, muntah


Alergi pada anak

Prof. Budi kemudian mengingatkan bahwa selain menimbulkan gejala, kondisi si Kecil yang tidak cocok susu sapi juga membuatnya rentan mengalami kekurangan nutrisi penting, salah satunya adalah Zat Besi. 

Padahal, Zat Besi merupakan salah satu nutrisi esensial yang dapat mendukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi dapat tetap tumbuh maksimal. 

“Adanya risiko kekurangan Zat Besi yang lebih tinggi pada si Kecil yang tidak cocok susu sapi dapat disebabkan karena si Kecil mengalami pembatasan jenis asupan makanan yang tidak sesuai, serta adanya risiko inflamasi pada saluran cerna, sehingga dapat menyebabkan si Kecil tidak memperoleh kecukupan asupan nutrisi penting,” jelas Prof. Budi.

Wah, iya juga ya, untuk anak yang tidak cocok susu sapi alias alergi susu sapi,  makan ini enggak boleh, makan itu dilarang, jenis ini mesti dihindari, yang itu mesti dijauhi...., membuat asupan makanan untuk si Kecil pun terbatas pasti! Jadi enggak tercukupi deh nutrisi!


Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes

Etapiiii, bagaimana sebenarnya data kejadian Alergi Susu Sapi (ASS) ini? 

  • Menurut World Allergy Organization (WAO), penduduk dunia yang mengalami alergi sebanyak 30-40%. 
  • Menurut WAO, 1,9-4,9% anak-anak di dunia alergi susu sapi (ASS)
  • Hingga 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan
  • 0,5-7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia
  • Protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia
  • Data dari klinik anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012 menunjukkan bahwa 31% dari pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi

Well, nyatanya angka kejadian penyakit alergi terus meningkat. Padahal penyakit alergi dapat merugikan tumbuh kembang anak. Meski penyakit ini memang hanya akan mengenai anak yang memiliki bakat alergi. 

Di mana bakat alergi ini diturunkan oleh satu/kedua orangtuanya. Itulah sebabnya mengapa penyakit alergi harus ditangani sedini mungkin. Apakah itu Food Allergy, Eczema, Asthma ataupun Allergic Rhinitis,.... semua mesti ditangani segera!

Oia, related nih, seperti kedua anak saya yang adalah pengidap Asthma. Saya dan suami yang menurunkan bakat ini kepada mereka. Suka enggak suka, padahal maunya bakat seni, kepandaian atau ketrampilan saja yang diwariskan dan bukan "bakat alergi", yekan? Kwkw, tapi apapun itu perlu disyukuri dan yang utama terus mengedukasi diri agar bisa memberikan yang terbaik buat mereka terutama yang terkait nutrisinya. Setuju??

Etapi, dari tadi ngomongin Alergi Susu Sapi, apa sih ini sebenarnya? 
Penyebabnya apa? 
Terus, bisa sembuh enggak ya?


Apa Alergi susu sapi itu

Nah, Prof. Budi yang juga Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FK UNPAD ini menjelaskan,

Alergi Susu Sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling banyak dialami anak. Gejala yang muncul akibat anak Alergi Susu Sapi biasanya menyerang kulit seperti ruam-ruam merah, sistem pernapasan seperti batuk dan bersin yang berulang, atau sistem pencernaan misalnya sakit perut yang membuat anak menjadi rewel. Alergi Susu Sapi pada anak diakibatkan oleh respon sistem imun yang tidak normal, berlebihan (hipersenstivitas) terhadap protein susu sapi yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain"

Maka mengingat gejalanya, Prof. Budi menegaskan bahwa Alergi Susu Sapi harus diatasi segera

Pasalnya, susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang optimal. Sehingga perlu segera diatasi jika si Kecil mengalami alergi susu sapi. Karena, alergi memiliki dampak yang signifikan bagi si Kecil, keluarga bahkan masyarakat luas pada umumnya.

Apa saja dampaknya?

  • Kesehatan: meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, sakit jantung
  • Gangguan tumbuh kembang: anak dengan alergi mengalami keterlambatan pertumbuhan, karena berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan
  • Ekonomi: meningkatkan biaya pengobatan dan meningkatkan biaya tidak langsung (kehilangan pendapatan karena sering tidak masuk kerja)
  • Psikologi: stress pada anak dan orang tua, menurunkan kualitas hidup si Kecil


Oia, selain itu Prof. Budi juga mengingatkan tentang risiko nutrisi pada anak dengan alergi: suplementasi tidak adekuat, diet restriksi yang beragam, diet eliminasi, susah makan, nutrisi pengganti yang buruk, kebutuhan diet yang meningkat, yang kesemuanya akan menyebabkan malnutrisi dan pertumbuhan terhambat!

Maka, Prof. Budi mengingatkan para orang tua, untuk mengidentifikasi gejala Alergi Susu Sapi ini, yakni: 

Alergi Susu Sapi Ringan/Sedang

Satu/lebih gejala di bawah ini:

  • Regurgitasi (naiknya asam ke tenggorokan/mulut) berulang, muntah, diare, konstipasi (dengan atau tanpa ruam perianal), darah pada tinja
  • Anemia defisiensi Zat Besi
  • Dermatitis atopik, angioedema, urtikaria
  • Pilek, batuk kronik, mengi
  • Kolik persisten (>3jam perhari/minggu selama lebih dari 3 minggu) 

Alergi Susu Sapi Berat

Satu/lebih gejala di bawah ini:

  • Gagal tumbuh karena diare dan atau regurgitasi, muntah dan atau anak tidak mau makan
  • Anemia defisiensi besi karena kehilangan darah di tinja
  • Enteropati karena kehilangan protein (hipalbuminemia), kolitis ulseratif kronik yang sudah terbukti melalui endoskopi atau histologi
  • Dermatitis atopik berat
  • Laringoedema akut, obstruksi bronkus dengan kesulitan bernafas
  • Syok anafilaksis

Agejala aergi susu sapi berat

See, Alergi Susu Sapi, baik ringan maupun berat menimbulkan gejala anemia defisiensi Zat Besi.

Dan enggak itu saja lho, anak dengan Alergi Susu Sapi juga memiliki  risiko dan tantangan, diantaranya risiko kekurangan zat gizi tertentu. Di mana dijelaskan lebih lanjut oleh Prof. Budi, risikonya adalah:

1. Asupan tidak adekuat. Adanya pembatasan makanan karena restriksi diet/penghindaran makanan yang tidak sesuai akan memengaruhi asupan zat gizi harian. Asupan Zat Besi, kalsium, fosfor dan Vitamin C secara signifikan lebih rendah pada anak dengan pembatasan makanan dibandingkan tanpa pembatasan makanan

2. Adanya inflamasi akibat gejala alergi pada saluran cerna dapat memicu blood loss, yang memengaruhi penyerapan zat sehingga dibutuhkan asupan Zat Besi tambahan


Nah, mengingat risiko ini, Prof. Budi kemudian mengingatkan jika diperlukan peran orang tua dalam penanganan Alergi Susu Sapi yang tepat. 

Diantaranya melalui: Bunda tanggap alergi dengan 3K+

✔ Kenali risiko dan gejala alergi
✔ Konsultasikan segera gejala alergi ke dokter
✔ Kendalikan alergi dengan nutrisi alternatif
✔ Kembangkan potensi prestasinya

Sementara terkait Tata Laksana Alergi (Rekomendasi Tata Laksana dan Manajemen Alergi pada Anak, 2014 & rekomendasi UKK Alergi Imunologi IDAI 2016), Prof. Budi mengingatkan agar orang tua bisa teliti dalam memerhatikan kondisi anaknya, sehingga mereka dapat secara cepat mengetahui jika anak mereka tidak cocok dengan susu sapi.

"Di sini, peran penting orang tua khususnya Bunda sangat diperlukan untuk tetap tanggap dalam penanganan kondisi si Kecil. Dan ASI merupakan yang terbaik bagi si Kecil yang tidak cocok dengan susu sapi. Dengan catatan si Ibu pantang konsumsi protein susu sapi dan produknya," papar Prof Budi.

Selain pemberian ASI, para orang tua disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter anak agar memperoleh saran dan penanganan yang benar sesuai dengan kondisi anak tersebut. 

Tata Laksana Alergi IDAI

Prof. Budi lalu menegaskan bahwa memiliki anak yang alergi terhadap susu sapi bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Karena untuk memenuhi asupan nutrisinya, masih ada alternatif lain yang bisa diberikan, salah satu diantaranya dengan memberikan formula terhidrolisis ekstensif atau formula asam amino. 

Alternatif ini tentunya mengikuti apa yang telah dianjurkan dokter. Namun jika menghadapi kendala dalam memperolehnya, para orang tua dapat memberikan Isolat Protein Soya kepada anak mereka, sesuai dengan anjuran dan edukasi dari dokter pastinya.

Sementara, apabila ASI tidak dapat diberikan karena indikasi medis, formula alternatifnya:

  • Gejala Alergi Berat: Asam Amino
  • Gejala Alergi Ringan - Sedang: Protein Terhidrolisa Ekstensif
  • Gejala Alergi ringan - Sedang : Formula Isolat Protein Soya

Oia, Prof Budi berpesan untuk pemberian formula alternatif ini diberikan atas diagnosa dan rekomendasi dokter anak, ya Bunda!

Lalu, apakah Isolat Protein Soya aman untuk Anak Alergi Susu?

"Terkait manfaat Isolat Protein Soya ini, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, penyerapan zat mineral tubuh, fungsi saraf, serta fungsi hormonal anak-anak yang mengkonsumsi Isolat Protein Soya tidak kalah dengan anak-anak yang mengkonsumsi susu sapi," tegas Prof. Budi.

Melihat temuan tersebut, tentunya ini menjadi hal yang sangat serius bagi para orang tua. Mengingat keamanan Isolat Protein Soya untuk anak alergi susu sapi didasari pada penelitian berikut ini:

  1. Meta analisis menunjukkan bahwa tidak ada efek negatif terhadap fungsi reproduksi dan endokrin, termasuk juga pada sistem imun dan kognitif (Kneepkens F, 2010)
  2. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan aspek kognitif dan bahasa (verbal intelligence, expressive communication, auditory comprehension) anak yang diberikan formula soya dibandingkan dengan anak dengan formula susu sapi pada usia 3 dan 5 tahun (Bellando J, et al. 2020)
  3. Penelitian (pilot study) yang dilakukan Jan 2018-Sep 2019 secara multi-site di Bandung, Yogya, Jakarta dan Surabaya pada 39 anak dengan alergi susu sapi menunjukkan pemberian formula isolate protein soya mendukung pertumbuhan normal anak yang alergi susu sapi sesuai dengan grafik pertumbuhan WHO serta aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Namun tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah dan metode yang lebih luas (Budi et al, 2020)

Keamanan Isoalat Protein Soya

Terus...terus, alergi susu sapi ini bisa sembuh atau tidak ya?

Alergi susu sapi ini akan mengalami remisi. Biasanya reaksinya berkurang, bahkan menghilang seiring dengan pertambahan usia. 

Sementara untuk angka remisinya di:

  • Tahun pertama 45-55%
  • Tahun kedua 60-75%
  • Tahun ketiga 90%

Jadi, ditegaskan Prof Budi:

✔ Tata laksana nutrisi termasuk faktor penting yang mendukung penanganan alergi susu sapi
✔ Nutrisi yang tepat dan adekuat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak dengan alergi susu sapi, di mana selain pemenuhan protein yang sesuai juga dibutuhkan nutrisi penting lainnya (makro dan mikro), termasuk Zat Besi untuk pertumbuhan fisik dan kognitif anak dengan alergi susu sapi

“Permasalahan anak yang tidak cocok susu sapi ini tidak bisa diremehkan, karena dampak dan prevalensi-nya yang umum ditemukan pada usia di awal kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan nutrisi yang tepat dan adekuat pada awal kehidupan si Kecil, terutama bagi yang tidak cocok susu sapi. Di sini, peran penting orang tua khususnya Bunda sangat diperlukan untuk tetap tanggap dalam penanganan kondisi si Kecil. ASI merupakan yang terbaik bagi si Kecil yang tidak cocok susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk dapat diagnosa dan penanganan yang tepat. Bunda dengan kondisi si Kecil yang tidak cocok susu sapi juga tidak perlu khawatir dalam pemenuhan nutrisinya karena sesuai anjuran tenaga kesehatan atau Dokter terdapat beberapa pilihan pengganti protein susu sapi seperti Protein Terhidrolisa Ekstensif atau asam amino. Namun, jika terdapat kendala dalam memperoleh alternatif tersebut dapat diberikan Isolat Protein Soya sesuai dengan anjuran dan edukasi dari Dokter," pungkas Prof. Budi 

Sarihusada Luncurkan Inovasi SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx untuk Dukung si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal



Nah, penjelasan dari Prof. Tati dan Prof. Budi tadi benar-benar memberi pencerahan saya tentang apa itu alergi susu sapi dan bagaimana pemenuhan nutrisi si Kecil dengan kondisi tidak cocok susu sapi untuk dukung tumbuh kembangnya secara maksimal.

Dan saya semakin tercerahkan ketika narasumber berikutnya, Senior Brand Manager SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, Anggi Morika Septie menyebutkan inovasi Sarihusada sebagai jawaban akan kegundahan para Bunda perihal kecukupan nutrisi bagi si Kecil yang tidak cocok dengan susu sapi ini. 

Anggi Morika Septie


Di mana Sarihusada yang terus melakukan inisiatif dan inovasi untuk mendukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal, telah meluncurkan inovasi baru SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, yang memiliki kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, IronC, serta Isolat Protein Soya berkualitas.

Tak hanya itu, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) sebagai perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil & menyusui dan anak dengan rasa enak, terjangkau serta berstandar internasional seperti SGM Eksplor, SGM Eksplor Soya, SGM Eksplor Buah & Sayur, SGM Aktif, dan SGM Bunda, juga mempersembahkan rangkaian kegiatan dalam peringatan Pekan Alergi Dunia ini. 

Oia, Sarihusada merupakan bagian dari kategori bisnis Danone Specialized Nutrition. Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan melalui makanan kepada sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia. 

Dan di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas dua kategori utama, yaitu Air Minum dalam Kemasan dan Minuman Non Karbonasi (Waters), serta Specialized Nutrition dengan memiliki 24 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang.

Pekan Alergi Dunia 2021

SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx


Enggak heran sejalan misinya Sarihusada terus melakukan inisiatif dan inovasi untuk mendukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal, melalui:


1. Edukasi Gerakan 3K+

Menyempurnakan kampanye kesehatan ‘Gerakan 3K’ menjadi menjadi Gerakan 3K+, yaitu: 

Kenali gejala alergi, diantaranya ditandai dengan: batuk pilek yang terjadi berulang atau napasnya asma. Juga adanya eksim/ruam ditandai dengan munculnya bercak merah di kulit yang terasa gatal

Konsultasikan ke dokter, yang bisa dilakukan baik secara langsung maupun melalui telepon atau online agar Si Kecil mendapat penanganan yang tepat

Kendalikan faktor penyebab tidak cocok susu sapi dengan alternatif nutrisi yang tepat

Kembangkan dan asah potensi prestasi si Kecil dengan stimulasi yang tepat agar ia tumbuh maksimal dan siap jadi Anak Generasi Maju. 

Edekasi Gerakan 3K+


2. Website Alergi Anak

Edukasi ini bisa didapatkan secara lebih lengkap melalui www.generasimaju.co.id/AlergiAnak ya, Bunda....

Ada fitur digital yang lengkap untuk mendukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tumbuh maksimal, yang terdiri dari: 

  • Cek risiko tidak cocok susu sapi
  • Artikel lengkap seputar tumbuh kembang si kecil yang tidak cocok susu sapi
  • Konsultasi online
  • Kreasi resep sehat tinggi Zat Besi
  • Tips stimulasi si Kecil yang tidak cocok susu sapi

SGM Soya Generasi Maju

3. Festival Soya Generasi Maju 

Selain itu, dalam kegiatan Festival Soya Generasi Maju yang berlangsung pada 23 Maret – 3 April 2021, para Bunda diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti sesi Tanya Dokter, di mana Bunda bisa mendapatkan informasi langsung dari para ahli seputar kondisi tidak cocok susu sapi si Kecil 

Juga, berbagi tips dan cerita bersama Celebrity Moms untuk dukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal. Tak hanya itu, ada pula tips mengembangkan potensi prestasi dengan stimulasi yang tepat untuk si Kecil yang tidak cocok susu sapi dari Psikolog Anak dan Keluarga. 

Serta sesi LIVE Cooking bersama Celebrity Chef untuk mengajak Bunda berkreasi dengan resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang juga mengandung Zat Besi serta aman untuk si Kecil yang tidak cocok susu sapi. 

Sementara untuk melihat langsung keseruan rangkaian acara selama dua minggu itu, Bunda dapat mengakses link http://bit.ly/FestivalSoyaGenerasiMaju

SGM Sarihusada

Ibu Anggi kemudian mengingatkan jika faktanya saat ini masih ada masalah kesehatan yang harus kita atasi untuk dukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tumbuh maksimal. Yakni, data bahwa ada 1 dari 3 anak Indonesia berpotensi tidak dapat menyerap Zat Besi secara optimal. 

Juga sejumlah 350.000 anak Indonesia mengalami kondisi tidak cocok susu sapi dan prevalensinya terus meningkat.

Ibu Anggi juga mengingatkan bahwa dampak alergi susu sapi dan kekurangan Zat Besi pada si Kecil yang tidak cocok susu sapi, yakni:

✔ Dampak tidak cocok susu sapi: meningkatkan risiko gejala yang berkelanjutan dan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya

✔ Dampak kekurangan Zat Besi: prestasi akademik rendah, gangguan pada sistem motorik dan sensorik, mudah terserang penyakit dan pertumbuhan fisik terhambat.

“Melalui inovasi baru SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dan rangkaian kegiatan edukasi dalam Festival Soya Generasi Maju, kami berharap para Bunda dapat semakin tanggap dalam menangani kondisi tidak cocok susu sapi yang disertai risiko kekurangan Zat Besi pada si Kecil serta dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap dan seimbang agar si Kecil bisa tetap tumbuh maksimal dan siap jadi Anak Generasi Maju”, tutup Ibu Anggi.


dampak kekurangan zat besi

dampak alergi susu sapi

Webinar Sarihusada

Natasha Rizky - Penting Mengetahui Tingginya Risiko Kekurangan Zat Besi Pada Anak yang Tidak Cocok Susu Sapi


Setelah memahami penjelasan dari Ibu Anggi tentang Sarihusada terkait komitmen dan dukungannya pada si Kecil yang tidak cocok susu sapi tumbuh maksimal, lalu bagaimana seharusnya orang tua menyikapinya?

Nah, sebagai Bunda dengan anak yang tidak cocok susu sapi, Bunda Selebriti, Natasha Rizky, berbagi pengalaman, jika saat mengetahui tentang tingginya risiko kekurangan Zat Besi pada anak yang tidak cocok susu sapi, ia dan Desta, suaminya, menjadi lebih berusaha untuk ekstra tanggap terhadap gejala yang muncul, rutin berkonsultasi dengan dokter, dan mengendalikan gejala tidak cocok susu sapi anak mereka, Miskha, dengan konsumsi nutrisi alternatif yang tepat. 

Natasha juga mengatakan akan pentingnya orang tua mengetahui risiko apa yang dapat terjadi pada anak yang tidak cocok dengan susu sapi, khususnya terkait potensi kekurangan Zat Besi.

Oia, ketika pertama tahu jika anaknya punya kondisi tidak cocok susu sapi, istri dari drummer sekaligus presenter Deddy Mahendra Desta ini pun langsung menyiapkan sejumlah langkah untuk menyiasati.

"Saat mengetahui tentang tingginya risiko kekurangan Zat Besi pada anak yang tidak cocok susu sapi, saya dan Desta menjadi lebih berusaha untuk ekstra tanggap terhadap gejala yang muncul," ujar Natasha, dalam kesempatan Webinar yang sama.

Natasha Rizky

Ia rutin melakukan konsultasi ke dokter anak dan mengganti susu sapi dengan konsumsi nutrisi alternatif lainnya. Juga  mengendalikan gejala tidak cocok susu sapi pada Miskha dengan konsumsi nutrisi alternatif yang tepat. 

Natasha juga memutuskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sang anak, melalui konsumsi produk susu SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx. Karena menurutnya, produk ini dapat memberikan nutrisi alternatif seperti Isolat Protein Soya yang terkandung didalamnya.

Bagi Natasha, hadirnya alternatif solusi nutrisi berbasis Isolat Protein Soya yang diperkaya dengan kombinasi Zat Besi dan Vitamin C seperti pada SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, tentu dapat membantunya sebagai orang tua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil yang tidak cocok minum susu sapi. Terpenuhinya nutrisi, membuatnya bisa mengembangkan potensi prestasi buah hatinya itu melalui berbagai stimulasi.

"Sekarang Miskha bisa belajar, bermain dan melakukan aktivitas yang ia sukai dengan nyaman karena gejala tidak cocok susu sapinya tidak muncul lagi. Saya yakin dengan dukungan nutrisi dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dan stimulasi yang tepat, Miskha bisa tumbuh maksimal seperti anak lainnya," tutur Natasha.

Sementara hal senada juga disampaikan oleh Bunda Selebriti lainnya yang hadir pada kesempatan Webinar yang sama, Revalina S. Temat dan Joanna Alexandra yang juga memiliki putra/putri dengan kondisi tidak cocok dengan susu sapi. Mereka berbagi pengalaman, bahwa yang utama saat mengetahui si Kecil punya gejala alergi susu sapi, orang tua mesti stay calm

Tenang dulu, lalu setelah mengenali gejala alergi, konsultasikan ke dokter agar si Kecil segera mendapat penanganan yang tepat. Setelahnya kendalikan dengan dukungan nutrisi alternatif yang tepat sehingga potensi prestasi si Kecil bisa dikembangkan.


Wah, lengkap sekali ilmu yang saya dapatkan dari acara Webinar dalam rangkaian Festival Soya Generasi Maju yang bertema "Pentingnya Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C untuk Dukung si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal" ini. Membuat saya makin yakin bahwa anak dengan kondisi tidak cocok susu sapi bisa tetap tumbuh maksimal seperti anak lainnya.

Jadi, yuk Bunda....,

kita semakin tanggap dalam menangani kondisi tidak cocok susu sapi yang disertai risiko kekurangan Zat Besi pada si Kecil serta dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap dan seimbang agar si Kecil bisa tetap tumbuh maksimal dan siap jadi Anak Generasi Maju!

Mari tanggap alergi dengan Gerakan 3K+ ini! Kenali risiko dan gejala alergi, Konsultasikan segera gejala alergi ke dokter, Kendalikan alergi dengan dukungan nutrisi alternatif yang tepat dan Kembangkan potensi prestasi si Kecil!

Oia, untuk mendapatkan berbagai konten edukasi yang tepat bagi si Kecil dengan kondisi tidak cocok susu sapi, silakan langsung saja ke link berikut ini ya....! See Ya!💖


Inovasi Baru  SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx




Salam Sehat dan Tetap Semangat

signature-fonts