Featured Slider

5 Cara Investasi yang Benar Bagi Pemula

Gaesss, dirimu sudah tahu cara investasi yang benar bagi pemula? Well, banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengatur dan mengelola keuangan. Bila hanya sekedar menabung, uang yang dimiliki tidak akan bertambah jumlahnya hingga jangka waktu kapan pun.

Nah, salah satu cara lain mengelola keuangan adalah dengan berinvestasi. Tapi, sebelum memulai, pastikan untuk mengikuti beberapa cara investasi yang benar agar memperoleh keuntungan yang besar!

Oia, pada dasarnya, investasi merupakan salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan yang mencakup jangka panjang. Sementara investasi sendiri ada beberapa jenisnya, di mana dalam setiap investasi yang dipilih akan selalu ada risikonya. Namun dengan sistematika yang benar, adanya risiko tersebut tentu dapat diminimalisir. 

5 Cara Investasi Bagi Pemula

Berikut 5 Cara Investasi yang Wajib Diketahui oleh Pemula


1. Menetapkan Tujuan Investasi

Sebagai investor pemula, sangatlah penting untuk menetapkan tujuan dari investasi yang akan dijalankan. Apakah investasi itu untuk dana pendidikan anak, modal usaha, maupun kepentingan lain di masa mendatang.

Setelah menemukan tujuan investasi yang diinginkan, investor akan lebih mudah dalam memilih platform mana yang akan digunakan untuk berinvestasi dalam jangka waktu tertentu.

2. Memahami Risiko dan Menetapkan Modal Awal

Salah satu cara investasi yang benar adalah dengan menetapkan modal awal sesuai tujuan investasi yang telah diharapkan. Modal sangat diperlukan dalam berinvestasi dan jumlahnya akan sangat berpengaruh terhadap keuntungan yang akan diperoleh. Apabila ingin memperoleh keuntungan yang besar, maka investor juga harus berani menaruh modal awal yang jumlahnya cukup besar pula.

Akan tetapi, setiap penanaman modal tentu memiliki risiko yang harus dipahami. Ketika modal awal jumlahnya cukup besar, investor juga harus siap dengan risiko bila sewaktu-waktu terjadi penurunan saham. Nah, jenis investasi yang cocok untuk memulai investasi awal antara lain: Reksadana, Deposito, Emas, dan Logam Mulia.

3. Menetapkan Jangka Waktu Investasi

Jangka waktu investasi semestinya disesuaikan dengan tujuan awal berinvestasi. Selain itu, investor juga harus mempertimbangkan ketersediaan dana yang dimiliki selama berinvestasi.

Oia, berdasarkan waktunya, investasi terbagi menjadi 3 macam yaitu investasi jangka pendek, sedang, dan jangka panjang. Bilamana investasi menggunakan dana khusus, sebaiknya memilih investasi jangka panjang agar return yang diperoleh semakin besar.

4. Memilih Platform Investasi yang Tepat

Kemudian, masing-masing platform investasi dapat dibedakan berdasarkan resiko dan jangka waktu yang berbeda. Melansir dari situs bisnis thecronutproject.com, ada beberapa platform investasi yang ada di Indonesia, seperti Indopremier, Bareksa, Modalku, dan masih banyak platform lainnya.

Nah, sebelum memulai investasi ada baiknya mempelajari terlebih dahulu profil dari tiap platform tersebut agar lebih mudah untuk menentukan instrumen investasi.

Kabar baiknya, saat ini telah banyak platform online yang dapat dijangkau investor dengan mudah. Bahkan beberapa di antaranya memudahkan investor pemula untuk mulai membangun portofolionya.

Oia, sebelum menentukan platform investasi yang akan dijalankan, pastikan memilih platform dengan latar belakang dan reputasi yang baik serta telah diawasi OJK sehingga lebih terjamin keamanannya.

5. Menjalankan Strategi Investasi dengan Benar

Next, dalam berinvestasi sebaiknya investor tidak hanya berfokus pada penanaman modal dan menunggu return. Akan tetapi investasi membutuhkan strategi khusus, seperti diversifikasi investasi. Teknik ini merupakan penanaman modal di beberapa instrumen investasi sekaligus. Setelah jangka waktu tertentu, investor akan tahu platform mana yang sesuai dengan tujuan investasi di awal.

Selain itu, ada banyak strategi yang dapat dipraktekkan selama berinvestasi. Selain menggali informasi lewat dunia digital, saat ini juga banyak penyedia kursus baik online maupun offline yang membahas tentang cara investasi yang benar. Ada baiknya calon investor juga menggali pemahamam mendalam tentang investasi terlebih dahulu sebelum mencoba memulai.

Demikianlah 5 Cara Investasi yang Benar agar Menghasilkan Keuntungan yang Besar 


Lewat penjelasan di atas, setidaknya pemula akan lebih memperoleh gambaran dasar akan investasi, mencakup tujuan investasi, jangka waktu, hingga platform investasi yang cocok. Diharapkan pula calon investor akan lebih mudah dalam memilih investasi sesuai kebutuhan finansial masing-masing.

Jadi......, selamat berinvestasi!!๐Ÿ’–


Salam Semangat

signature-fonts

Review BASE Skincare

Girls, dirimu pernah bingung enggak sih waktu pilih skincare? Yup, di pasaran bertaburan pilihan skincare dari aneka brand, ada yang dari luar dan ada juga merek lokal. Yang mana, beberapa di antaranya sungguh menggoda. Review perihal keunggulan ingredients-nya juga bertebaran. Manfaat baiknya untuk kulit pun nampak meyakinkan dan sudah dibuktikan oleh banyak orang. Pokoknya skincare ini trending di berbagai kalangan.

Nah, enggak mau ketinggalan, kamu ikutan coba dong produknya. Tapi, bukannya mendapatkan hasil yang sesuai harapan, kulit malah jadi enggak karuan. Kelembapan yang kamu inginkan ternyata enggak didapatkan, bahkan kulit makin kering dan mengelupas. Tak hanya itu, gara-gara coba skincare baru, tiba-tiba muncul ruam di kulitmu. Meradang kondisinya akibat efek samping bahan kimia dalam pengharum, pengawet dan lainnya yang mengiritasi kulitmu. Atau, kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya akibat reaksi alergi pada bahan tertentu yang terkandung di skincare itu. 

Huhuhu, bukannya makin cakep kulitmu, malah bikin masalah baru!

Well, mencari produk skincare yang cocok untuk kulit memanglah tak mudah. Dari sekian banyak produk di pasaran, perjuangan untuk menemukan satu yang terbaik untuk kita pasti butuh waktu yang lama. Pasalnya, enggak semua bahan dalam sebuah produk kita butuhkan. Maunya sih bisa pilih, di setiap produknya hanya ada bahan aktif yang pas buat kebutuhan kulit kita sehingga akan kita dapatkan manfaatnya.

"Berarti mesti ngeracik skincare sendiri, hihihi...!"

Eitss, kenapa enggak? 

Meski bukan kita yang ngeracik sendiri, tapi BASE Personalized Skincare yang akan melakukannya untuk kita!!

BASE Skincare Review


Yup, BASE berpikir bahwa kecantikan itu pribadi dan datang dalam berbagai bentuk warna, bentuk, gaya, dan ekspresi. BASE bertujuan untuk menjadikan Milenial, Gen-Z Indonesia dan semua perempuan nyaman dengan kulit mereka sendiri.

You know, banyak hal terjadi di masa remaja ini termasuk perubahan pada tampilan kulit. Pertambahan usia dan lonjakan pada hormon menyebabkan sejumlah masalah kulit, seperti: jerawat, dehidrasi sampai penuaan dini. Itulah sebabnya mengapa pemakaian skincare sebaiknya dilakukan sejak remaja, agar enggak pusing cari solusi saat masalahnya muncul nanti.

So, rutinitas skincare dasar: membersihkan, memperbaiki tingkat hidrasi, dan melembapkan perlu dilakukan. Enggak hanya itu, kamu juga perlu memberikan perlindungan pada kulit dari paparan sinar UV dengan menggunakan sunscreen. Keempat skincare routine ini adalah the essential things untuk mendapatkan kulit sehat yang bebas masalah.

Nah, BASE hadir sebagai skincare yang bisa dipersonalisasikan sesuai jenis kulit kita yang juga aman untuk remaja!

Skincare aman untuk remaja

BASE Personalized Skincare: You Are Unique, So is Your Skin!


Ya, kamu itu unik begitu juga kulitmu! So, produk spesial yang dibuat hanya untukmu seorang, dengan hero ingredients, bahan aktif yang sudah disesuaikan untukmu adalah jawaban!

Well, ada begitu banyak jenis kulit yang berbeda, begitu banyak produk dan bahan. Rasanya sulit untuk mengetahui dari mana memulai memilih produk perawatan kulit, apalagi mendapatkan yang dibutuhkan oleh kulit kita secara khusus.

Adalah BASE Personalized Skincare yang membantu menyederhanakan proses pemilihan perawatan kulit dengan mencocokkan bahan nabati (vegan) yang terbaik untuk kita. Di mana BASE dapat menciptakan dan mengirimkan produk perawatan kulit terpersonalisasi yang paling efektif untuk jenis kulit, skin goals dan gaya hidup, sehingga kita dapat mencurahkan waktu dan pikiran ke hal-hal lainnya.

Woww!!

Akhirnya, satu masalah saya terpecahkan! Maka enggak pakai mikir lama, saya pun coba solusi yang ditawarkan oleh BASE ini!

Caranya?

1. Saya Ambil Skin Test di www.base.co.id

Di sini saya ditanya-tanya seputar kondisi kulit, skin goal dan gaya hidup saya. Enggak lama sih, sekitar 5 menit saja! Ada pilihan jawaban dari pertanyaan tentang kulit berminyak saya yang kusam dan sudah berhias garis halus dan kerutan. Pun berteman jerawat (biasanya di dahi) 2-4 kali sebulan, plus komedo sebagai selingan. Saya juga sebutkan kalau lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan sehingga jarang terpapar langsung sinar matahari. Tidur di antara pukul 21.00-23.00 malam, lebih banyak menggunakan mobil pribadi saat bepergian dan berpola makan seimbang.

2. BASE Personalized Skincare Segera Menyiapkan Formula untuk Saya

Algoritma pintar BASE kemudian mencocokkan jawaban tentang kondisi kulit, skin goals dan gaya hidup saya dengan bahan-bahan skincare efektif dan berkualitas yang diekstraksi dari bahan nabati (vegan). Dipadankan dengan bahan-bahan nabati yang unik, formula yang sesuai untuk saya pun disiapkan. 

3. BASE Personalized Skincare Khusus untuk Saya pun Tiba!

Sementara saya duduk santai dan rileks, tenaga profesional BASE yang terbaik di bidangnya menciptakan produk terbaiknya. Enggak pakai lama, Paket Personalized Skincare bertuliskan "Made for DIAN" pun tiba dalam 3 hari kerja. Yeayyy!!

BASE Peronalized Skincare

BASE Personalized Skincare


My BASE Personalized Skincare: Sourced Globally, Made Locally!


Well, Paket Personalized Skincare saya tiba dengan Hero Ingredients alias bahan aktif yang sudah disesuaikan dengan jawaban yang saya berikan sewaktu skin test. Di antaranya:

  • May chang (asal Kalimantan, Indonesia): berfungsi mengecilkan pori-pori
  • Jojoba seed oil (asal Tucson, USA): berfungsi mengunci kelembapan
  • Tea tree oil (asal Assam, India): berfungsi mencegah jerawat
  • Avocado oil (asal Michoacรกn, Mexic): promotor kolagen
  • Olive squalane (asal Shodoshima, Japan): membantu regenerasi sel
  • Argan oil (asal Essaouira, Morocco): melindungi kerusakan akibat sinar matahari
  • Vitamin E (asal Champlan, France): pelembut kulit


Yes, BASE mencari bahan nabati (vegan) terbaik, sudah teruji secara klinis dan bersertifikat halal dari seluruh dunia, lalu membawanya pulang untuk membuat produk yang dipersonalisasi hanya untuk kita. It is really sourced globally, made locally!

Sejauh itulah komitmen BASE dalam memastikan bahwa Personalized Skincare milik kita paling efektif, paling aman, dan tentunya bersumber dari lahan perkebunan yang etis.

Oia, enggak cuma itu saja, komitmen BASE adalah: Selalu Aman! 

✔ Bebas SLS 
✔ Bebas Phthalates
✔ Bebas Paraben
✔ Bebas Pewangi Artifisial
✔ Bebas Pewarna Artifisial
✔ Tidak Diuji ke Hewan
✔ Bahan Tersertifikasi Halal dan ECOCERT
✔ Vegan

Dan...., yang paling saya suka, dengan segala keunggulan formula istimewa yang diperuntukkan khusus buat saya, produk rangkaian BASE hanya fokus terhadap 3 tahap penting yang wajib yaitu, cleanse, tone, dan moisturize. 

It's Skinimalism! Love it!!

Yes, skinimalism, sebuah trend skincare yang hanya memakai skincare product yang penting dan bersifat wajib saja. Betapa ini sangat menyenangkan. Karena FYI, sejak lama saya punya mimpi menjalankan skinimalism, dengan mengurangi 7 - 10 steps skincare rutin menjadi 3 - 5 tahap penting! Betapa ini bakal menghemat waktu, tenaga dan pastinya biaya!

And, this is it My All in One Kit BASE Personalized Skincare:

  1. Nine to Ten Noustishing Cleanser
  2. Freshly Dew Toner
  3. Ultra Clarity Balancing lotion
  4. BASE Ultra Matte Natural Sunscren SPF 50 PA+++

BASE Personalized Skincare

Nine to Ten Nourishing Cleanser


Ingredients:
Olive squalane, Niacinamide, Camellia Sinensis Leaf Extract, Pelargonium Graveolens (Geranium) Oil, Litsea Cubeba (May Chang) Oil, Glycerin, Aqua, Decyl Glucoside, Glyceryl Caprylate-Caprate, Lysolecithin, Sclerotium Gum, Xanthan Gum, Sodium Levulinate, Sodium Anisate, Potassium Sorbate, Sorbic Acid, Citric Acid, Triticum Vulgare Germ Oil, Cocamidopropyl Betaine, Chamomilla Recutita Matricaria Flower Extract, Butylene Glycol, Sodium Chloride, Pullulan.

Isi - Harga:
100 ml - Rp 98.000

Klaim:
Non-foamy cleanser yang membersihkan dan melembutkan kulit.  Non-SLS formula, menghindari kulit terasa kering atau tidak menimbulkan efek ketarik setelah penggunaan. Non-perfumed product. Menghindari efek perih pada kulit, cocok untuk sensitive skin

Cara pakai:
Basahkan muka, lalu tambahkan 2-3 pump cleanser ke telapak tangan. Usapkan ke seluruh permukaan kulit wajah, pijat dengan gerakan memutar.

Review:

Packaging produk super aman karena terdiri dari dua, kemasan luar dan dalam. Boks luar kokoh berwarna corak khas BASE dengan informasi terkait produk, ingredients, cara pakai, kegunaan, manufactured by, distributed by, dan lainnya. 

Sementara, kemasan produk adalah botol putih berbahan keramik yang menjamin keamanan formula di dalamnya. Di badan botol yang ada nama saya, tertera juga spesifikasi produk beserta nomor formula. Sedangkan exp date tercantum di bagian bawah kemasan. 

Oia, tutup botol ini berbentuk pump yang ada pengunci tambahannya sehingga enggak bakal tumpah jika dibawa kemana-mana. Pokoknya, meski agak berat dan mesti hati-hati meletakkan, kemasan sangat aman!

Kemudian, tekstur produk agak kental dan licin. Saat diaplikasikan tak berbusa banyak, juga enggak ada bau wangi yang menyengat, harumnya lembut dan segar. 

Setelah memakai, efek yang saya rasakan: kulit wajah jadi bersih, lembut dan lebih lembap. Juga, enggak ada rasa nyelekit, perih atau ketarik. Sukaaa!!!!

Nourishing Cleanser BASE Skincare

Nine to Ten Nourishing Cleanser

review BASE skincare

Review Nine to Ten Nourishing Cleanser BASE

Freshly Dew Toner


Ingredients:
Anthemis Nobilis (Chamomile) water, D-alpha tocopherol, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) extract, Glycerin, Cucumis Sativus Fruit Extract, Aqua, Sodium Levulinate, Sodium Anisate, Potassium Sorbate, Citric Acid, Butylene Glycol, Polyglyceryl-4 Caprate, Propanediol, Sodium Benzoate, Sodium PCA, Alcohol, Moringa Oleifera Leaf Extract.

Isi - Harga:
100 ml - Rp 159.000

Klaim:
Lightweight toner, yang melembapkan dan membersihkan kulit
wajah. Non-perfumed formula

Cara pakai sebagai Toning/Face Preparation:
Tuangkan pada kapas, usapkan perlahan ke seluruh area
wajah hingga sisa makeup dan kotoran terangkat

Cara pakai sebagai Essence:
Tuangkan pada telapak tangan 1-2 pump toner, usapkan dan
tepuk perlahan ke seluruh permukaan kulit wajah

Cara pakai sebagai DIY Mask:
Tuangkan pada silcot 3-5 pump, lipat dan ratakan agar seluruh
permukaan silcot terpapar cairanya. Posisikan silcot yang
basah pada pipi, kening, atau daerah yang dibutuhkan

Review:

Serupa dengan Nine to Ten Nourishing Cleanser, kemasan produk Freshly Dew Toner aman dengan lock tambahan. Toner ini bertekstur cair yang ringan dengan warna transparan kekuningan. 

Saat diaplikasikan ke kulit wajah memberi sensasi adem dan berefek lembap. Baunya enggak wangi, tapi alami. 

Oia, yang paling bikin happy, Freshly Dew Toner ini multifungsi. Saat saya inginkan manfaatnya sebagai toning, tinggal tuang ke kapas dan tepuk perlahan ke seluruh permukaan wajah. Jika mau, menjadikannya essence, tuang ke telapak tangan lalu ratakan. 

Enggak hanya itu, Freshly Dew Toner ini bisa juga dipakai jadi masker. Tinggal tuang ke silcot cotton dan posisikan di bagian wajah yang dibutuhkan. Hemat deh, kalau gini! Happy!!

Freshly Dew Toner BASE

Review BASE Freshly Dew Toner

Skincare Vegal Lokal

Freshly Dew Toner BASE

Ultra Clarity Balancing Lotion


Ingredients:
Anthemis Nobilis (Chamomile) water, D-alpha tocopherol, Olive squalane, Persea Gratissima (Avocado) Oil, Allantoin, Niacinamide, Salycilic Acid, Avena sativa (Oat) kernel Flour, Melaleuca Alternafolia (Tea Tree) Leaf Oil, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Glycerin, Pullulan, Aqua, Lysolecithin, Sclerotium Gum, Xanthan Gum, Potassium Sorbate, Citric Acid, Sodium Benzoate, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Dehydroacetic Acid, Sodium Hydroxide, Benzyl Alcohol, Benzoic Acid, Boswellia Carterii Oil.

Isi - Harga:
30 ml – Rp 189.000

Klaim:
Non-perfumed product. Lightweight moisturizer. Non- greasy texture. Easy to absorb formula

Cara pakai:
Setelah memakai toner dan essence, tuangkan 2 pump (dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit) ke seluruh permukaan wajah. Diamkan beberapa saat, tepuk-tepuk hingga merata. Aplikasikan produk lain seperti sunscreen dan lainnya setelah produk meresap

Review:

Packaging Ultra Clarity Balancing Lotion lebih kurang sama dengan kedua produk sebelumnya, hanya beda di bagian tutupnya. Kalau produk ini berbentuk pump dengan tutup tambahan. 

Tekstur produknya kental tapi ringan sehingga mudah meresap saat diaplikasikan. Warna formula putih kekuningan dengan bau alami. 

Setelah pemakaian kulit jadi lebih lembap tanpa menimbulkan efek greasy bikin saya enggak segan mengulang penggunaannya lagi. Love it!

Ultra Clarity Balancing Lotion

Ultra Clarity Balancing Lotion

Balancing Lotion


Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++ 


Ingredients:
Argania Spinosa kernel oil, Glycerin, Nylon 6/12, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Cetearyl Alcohol, Glyceryl Monostearate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Acrylates/C12-22 Alkyl Methacrylate Copolymer, Aminomethyl Propanol, Aluminum Starch Octenylsuccinate, C15-19 Alkane, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Rubus idaeus (raspberry) leaf extract, Tocopheryl Acetate, Ceteth-10 Phosphate, Dicetyl Phosphate, Hydroxyacetophenone, Canola Oil, Argania Spinosa Kernel Oil, Arginine, Coco-Glucoside, Disodium EDTA, Rubus idaeus leaf extract, Ectoin, Daucus carota sativa seed oil

Isi - Harga:
45 g - Rp 169.000

Klaim:
Tabir surya inovatif yang ringan namun efektif, tidak lengket dan tidak meninggalkan residu putih dengan hasil akhir matte yang cocok untuk iklim tropis. Tanpa pewangi, dan diformulasi dengan ekstrak superfood seperti akar dan biji wortel untuk menangkal radiasi blue light. Ada juga Ectoin® untuk melindungi dari penuaan kulit akibat radiasi matahari

Cara Pakai:
Sebagai langkah terakhir dari rutinitas perawatan kulit, gunakan BASE Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++ . Oleskan dan tepuk dengan lembut ke wajah dan leher, hindari area kelopak mata

Review:

What I like the most about BASE Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++ ini adalah karena formulanya dikategorikan sebagai tabir surya HYBRID karena mengandung baik Physical UV Filter (Zinc Oxide), maupun Chemical UV (Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Octocrylene).

Well, hampir sekitar 50% cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi adalah visible light. Walaupun dibanding dengan UV, visible light membawa energi lebih rendah, paparan visible light secara terus menerus tidak bisa diabaikan. 

Khususnya, gelombang terpendek pada visible light yang rentan gelombangnya dekat dengan UV dan memiliki energi paling tinggi dibanding dengan rentan visible light lainnya maka dari itu blue light juga disebut sebagai High-Energy Visible (HEV)

Nah, radiasi ultraviolet atau UV secara alami terpancar dari sinar matahari dan memiliki frekuensi tinggi dan gelombang pendek. UV sendiri terbagi menjadi tiga yaitu, UVA, UVB, dan UVC. Walaupun hanya 5% dari radiasi UV sampai ke permukaan bumi, radiasi UV memiliki energi yang tinggi, dan dengan gelombang pendek UVA bisa mempenetrasi kaca, sehingga kulit kita juga perlu perlindungan di luar maupun dalam ruangan.

Di mana setelah kulit terpapar sinar matahari, 50% dari kerusakan kulit diakibatkan oleh blue light atau HEV dan radiasi inframerah. Sinar blue light dari sinar matahari dan dari layar gadget sama-sama dapat mempercepat penuaan kulit. 

Karena itulah menggunakan sunscreen setiap hari untuk masa depan kulit kita wajib hukumnya!

BASE Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++ punya packaging unik yang handy dan travel friendly dengan tekstur produk ringan, agak thikcy tapi mudah meresap saat diaplikasikan. 

Efek melembapkan didapat setelah produk mengering dengan cepat. Sehingga bisa segera kita timpa dengan makeup di atasnya. Hasil akhir sunscreen ini matte and not greasy.

Oia, karena produk ini gabungan antara phisycal dan chemical sunscreen maka efek whitecast-nya minim sekali. So happy!!

Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++

BASE Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++

BASE Sunscreen

Sunscreen BASE


So, Why BASE?


1. Formula yang Dipersonalisasi
BASE menghilangkan dugaan dengan menganalisis jenis kulit, skin goal, tujuan dan gaya hidup secara virtual dan mencocokkannya dengan formula yang tepat

2. Formula Vegan & Clean
Lebih dari 140 bahan baku tanaman dari seluruh dunia

3. Dapatkan Kecocokan dengan +140 Bahan Tanaman Berkhasiat
Penuhi kebutuhan kulit dan raih skin goals impianmu, cocokkan dengan 140+ efektif, vegan, ECOCERT organik & bahan bersertifikat halal

4. Selalu Aman
Semua produk sudah melalui proses testing pihak ketiga yang sangat ketat

5. Terbukti Secara Ilmiah
Tidak mengandung bahan-bahan kontroversial yang dapat membahayakan tubuh. Dan sudah tersertifikasi BPOM dan ECOCERT

6. Kepuasan terjamin
Dapatkan perawatan kulit yang berkembang bersama update kulitmu hanya dengan beberapa klik - dan langsung dapatkan di www.base.co.id. 

7. Skincare untuk Semua
Harga BASE terjangkau. BASE juga menawarkan gratis pengiriman dan pengembalian ke seluruh Indonesia!


See, BASE menghadirkan pengalaman perawatan kulit baru di Indonesia. Dengan pemikiran techforward, BASE ada untuk menghilangkan dugaan kesulitan menemukan produk cocok untuk kulit kita melalui kuesioner cerdas dan algoritma, menyesuaikan formula yang dipersonalisasi untuk kita dengan 100% bahan yang efektif dan alami.

Well, setelah seminggu pemakaian saya rasakan kulit wajah jadi lebih lembap dan sehat. Meski belum ada efek nyata untuk masalah garis halus, kerutan dan jerawat saya karena masih singkatnya durasi pemakaian, saya percaya akan ada perbaikan di sana. Mengingat bahan aktif yang terkandung di dalam formula ini memang dibuat khusus sebagai solusi untuk permasalahan saya. 

So, I'll wait and see!

Jadi tunggu apalagi, ambil Skin Test kamu di www.base.co.id untuk dapatkan BASE Personalized Skincare milikmu dan dapatkan manfaat dari Hero Ingredients yang sesuai buatmu!

Oia, pakai kode DIAN35  buat dapatkan diskon sebesar 35% untuk pembelian minimal IDR 100K ya! 

Remember, You Are Unique, So is Your Skin! See Ya! ๐Ÿ’–




With Love

signature-fonts

Cek Fakta Kesehatan - Mengatasi Hoaks Kesehatan selama Pandemi Covid-19

Sejak pandemi Covid-19 melanda, arus informasi terutama di dunia digital bergerak begitu cepatnya. Sayangnya tidak semua informasi ini valid dan akurat. Padahal, informasi yang salah akan semakin menambah rumitnya penanganan pandemi Covid-19. Maka diperlukan keterlibatan publik dalam mengatasi mis/disinformasi terutama terkait info kesehatan ini. 

Kita semua yang secara aktif berinteraksi di dunia digital dapat berperan sebagai "komunitas anti hoaks" dan bersama-sama bisa perangi hoaks ini! Caranya: cek fakta dulu, baru percaya, sehingga jika ingin sharing informasi sudah diyakini kebenarannya.

Nah, setelah belajar cara cek fakta bersama Mbak Ika Ningtyas di hari pertama "Workshop Cek Fakta Kesehatan" - yang diadakan oleh Learning Management System (LMS) Tempo Institute, bermitra dengan Facebook, pada 16-17 Juni 2021 lalu, pada hari kedua ada Mbak Siti Aisah (Icha) yang merupakan Facebook's Global Health Fellow. 

Mbak Icha memberikan materi tentang "Cek Fakta Kesehatan - Mengatasi Hoaks Kesehatan selama Pandemi Covid-19" yang beneran menyadarkan saya bahwa mengatasi hoaks kesehatan selama pandemi Covid-19 ini penting sekali.



Lalu, Sebenarnya Apa sih Penyebab Maraknya Hoaks Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 di Indonesia?



Well, membuka materi, Mbak Icha menyebutkan data menurut laporan perusahaan media asal Inggris, We Are Social, yang dirilis pada Februari 2021 yang menunjukkan 61,8% masyarakat Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial. Durasi penggunaan rata-rata orang Indonesia untuk mengakses media sosial adalah 3 jam per harinya

Tak heran, hidup di masa pandemi Covid-19 di mana era digital begitu canggih membuat masyarakat semakin mengandalkan internet sebagai sumber informasi.  Nah, penggunaan media sosial yang begitu masif di masa pandemi Covid-19 membuat arus informasi terlalu banyak diterima, termasuk infomasi salah atau menyesatkan sehingga kesulitan untuk menemukan sumber dan panduan yang dapat dipercaya. 

Hal ini, menimbulkan informasi yang salah terkadang dapat menyebar lebih cepat dibandingkan faktanya. Inilah fenomena yang dinamakan infodemik

Untuk melawannya bagaimana?

  1. Platform digital harus dibuat lebih akuntabel
  2. Mis/disinformasi dilacak dan diverifikasi
  3. Kemampuan literasi digital masyarakat perlu ditingkatkan



Nah, masifnya pengggunaan media sosial, membuat kita kesulitan menemukan sumber panduan yang dapat dipercaya. Ditambah literasi digital masyarakat Indonesia yang rendah, menjadikan infodemik yang terkait informasi kesehatan sulit dibedakan mis/disinformasinya.

Kabar buruknya, data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menyebutkan jumlah hoaks kesehatan meningkat drastis dari 7% (86 hoaks dalam setahun pada 2019) menjadi 56% (519 hoaks dalam setengah tahun pada 2020)!!

Sementara. jumlah hoaks Covid-19 yang diklarifikasi oleh MAFINDO adalah berjumlah 492 hoaks (94,8%) dari total hoaks kesehatan selama enam bulan pertama tahun 2020. Sedangkan Kementerian Kominfo mencatat 1.471 hoaks terkait Covid-19 tersebar di berbagai media hingga 11 Maret 2021.

Kemudian, siapa yang mempercayai hoaks ini?

Didapatkan data, berdasarkan survei perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020, 17 dari 100 responden menyatakan sangat tidak mungkin atau tidak mungkin tertular Covid-19. Kelompok populasi umur 17-30 tahun memiliki persentase tertinggi yang menyatakan sangat tidak mungkin dan tidak mungkin terinfeksi Covid-19. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin meyakini bahwa Covid-19 berbahaya dan mudah menular.

Sementara, studi lain menyatakan hanya 11,3% responden (n= 382 orang) yang menganggap diri mereka kemungkinan besar tertular Covid-19 (International Journal of Public Health Science, 2020).

Parahnya, yang percaya adalah golongan usia muda yang setiap harinya familiar dengan internet. Bahkan, seorang public figure yang viral menyerukan pernyataan-pernyataan dengan bangganya tidak percaya adanya virus Covid-19 dan mengajak pengikutnya melakukan hal yang sama. Hingga tindakannya sempat membuat ia mendekam di penjara. Kapok kah dia? Enggak, masih juga menantang sana-sini dan mengeluarkan opini tak berbukti! Duh!


Tapiii, Apa Dampak Mis/Disinformasi Kesehatan Ini?


  1. Menyebabkan kebingungan dan kepanikan di masyarakat
  2. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, otoritas kesehatan dan ilmu pengatahuan (sains)
  3. Demotivasi untuk mengikuti perilaku protektif yang direkomendasikan
  4. Sikap apatis yang memiliki konsekuensi besar karena berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, Seperti membahayakan kesehatan, bahkan sampai menimbulkan risiko kematian.

Sebut saja hoaks meresahkan soal informasi bahwa virus Covid-19 sebenarnya tidak ada, yang baru-baru ini gencar diserukan oleh seorang oknum dokter. Hoaks ini menyebabkan orang yang tak percaya virus ini ada sehingga abai terhadap protokol kesehatan makin diberi ruang jadinya. Maka tak heran jika pemerintah memutuskan membawa yang bersangkutan ke jalur hukum.

Nah, bagaimana sebenarnya kemampuan dasar cek fakta kesehatan?

  1. Cek siapa yang membagikan informasi dan darimana mereka mendapatkan informasi tersebut. Bahkan, jika informasi tersebut berasal dari teman atau keluarga, tetap periksa sumbernya.
  2. Jangan hanya baca judulnya. Judul mungkin sengaja dibuat sensasional atau provokatif untuk mendapatkan jumlah klik yang tinggi.
  3. Identifikasi penulis. Telusuri nama penulis secara online untuk melihat apakah penulis adalah seseorang yang nyata dan kredibel.
  4. Cek tanggal. Periksa apakah informasi tersebut merupakan informasi terbaru, apakah sudah up to date dan relevan dengan kejadian terkini. Periksa apakah judul, gambar atau statistik yang digunakan sesuai konteks.
  5. Cek bukti pendukung lain. Cerita yang kredibel mendukung klaim dengan fakta.
  6. Cek bias. Pikirkan bahwa bias pribadi teman-teman akan mempengaruhi penilaian terhadap hal yang dapat dipercaya atau tidak.
  7. Cek organisasi pemeriksa fakta. Cek berita yang ditemukan dengan tulisan atau temuan yang sudah diverifikasi oleh organisasi pemeriksa fakta baik dalam lingkup nasional, seperti Cek Fakta Tempo atau media nasional lainnya maupun pemeriksa fakta internasional seperti AFP factcheck, dan Washington Post factcheckers.




Lalu Kemampuan Dasar Apa yang Diperlukan untuk Memeriksa Fakta, Khususnya Seputar Klaim Kesehatan Ini?


Pertama, cek fakta dari sumber referensi yang terpercaya seperti:

  1. Website resmi institusi atau organisasi: Badan Kesehatan Dunia/WHO, Pusat Pencegahan dan Pengandalian Penyakit AS/CDC, Kementerian Kesehatan, Badan POM, Ikatan Dokter Indonesia/IDI, Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia/IAKMI
  2. Diskusi dengan ahli
  3. Jurnal ilmiah: the New England Journal of Medicine, the British Medical Journal, Nature Medicine, the Lancet
  4. Waspada terhadap jurnal predator

Kedua, studi peer-review dan pre-print. 

Peer review merupakan studi penelitian melewati proses evaluasi oleh tim pakar independen dari bidang keilmuwan yang sama. Peer-review umumnya dianggap sebagai gold standard dalam studi ilmiah. Pasalnya, hasil penelitian sudah dievaluasi oleh para pakar. Jurnal seperti ini menjadi rujukan utama untuk mencari fakta. Biasanya, tanda jurnal yang sudah peer review tercantum pada bagian atas dari identitas jurnal itu.

Sedangkan pre-print belum melewati proses peer-review. Hasil penelitiannya belum dievaluasi secara independen oleh para ahli. Biasanya, ada informasi pengingat mengenai tindakan penelitian lebih lanjut dari jurnal-jurnal peer print ini. Nah, jurnal terkait virus covid-19 sebagian besar adalah peer print karena virus ini masih baru - baru ada di akhir 2019. Sehingga belum banyak peneliti yang melakukan penelitian tentangnya. Berbeda dengan virus lain semisal virus flu, cacar, HIV dan lainnya.

Ketiga, studi korelasi dan hubungan sebab akibat. 

Studi korelasi mengukur derajat keeratan atau hubungan korelasi antara dua variabel. Sedangkan studi hubungan sebab akibat untuk meneliti pola kausalitas dari sebuah variabel terhadap variabel lain.

Misalnya adanya informasi bahwa usia tua menyebabkan muculnya virus Covid-19. Yang benar adalah usia tua berhubungan dengan kerentanan seseorang terpapar Covid-19 karena kekebalan tubuh yang rendah meski tidak mempengaruhi secara langsung. Karena, banyak juga yang berusia muda yang terkena Covid-19.




See, Cukup Panjang Perjalanan Cek Fakta Kesehatan Ini.....


Maka, jika ternyata sebuah informasi terkait kesehatan terlihat meragukan, sebaiknya cek fakta dulu. Setidaknya kita periksa info itu di organisasi pemeriksa fakta, misalnya Cek Fakta Tempo yang sudah banyak memeriksa fakta kesehatan terutama dalam kaitannya dengan covid-19.

Kita bisa mendapatkan klarifikasi dari Tim Cek Fakta Tempo yang sudah melakukan analisis mendalam terkait info kesehatan tersebut. Atasi hoaks kesehatan dengan membagikan klarifikasi hasil analisis Cek Fakta Tempo ini di social circle agar info kesehatan yang benar yang tersebar.

Sebut saja soal pengunaan Ivermectin untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19, sebenarnya hoaks atau fakta? Saat coba periksa di Cek Fakta Tempo, saya mendapatkan info:



Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, pesan berantai yang berisi klaim bahwa Ivermectin dapat mengobati dan mencegah Covid-19, keliru. Hingga artikel ini dimuat pada 16 Juni 2021, berbagai otoritas kesehatan menyatakan bahwa Ivermectin belum terbukti dalam mengobati maupun mencegah Covid-19. Terdapat riset yang dirilis baru-baru ini yang menggambarkan efek Ivermectin terhadap SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, di laboratorium. Namun, jenis penelitian itu biasanya digunakan pada tahap awal pengembangan obat. Pengujian tambahan diperlukan untuk menentukan apakah Ivermectin mungkin tepat untuk mencegah atau mengobati Covid-19.

Nah, semoga teman-teman juga makin tercerahkan akan cara cek fakta kesehatan ini ya? Sehingga tak lagi asal percaya apalagi menyebarkannya. 

Well, sejak pandemi Covid-19, hoaks kesehatan bergerak begitu cepat, sayangnya tidak semua informasi tersebut valid dan akurat. Informasi yang salah akan semakin menambah rumitnya penanganan pandemi Covid-19. Maka diperlukan keterlibatan kita semua dalam mengatasi mis/disinformasi terutama terkait info kesehatan ini.

Yuk, aktif berinteraksi di dunia digital dan berperan sebagai bagian dari "komunitas anti hoaks". Mari kita perangi hoaks dengan cek fakta kesehatan, baru sebarkan!๐Ÿ’–



Salam Semangat


signature-fonts

Cek Fakta Dulu, Baru Percaya!

Temans, sejak kapan hari saya menarik diri dari media sosial. Biasanya saya aktif update status pun rutin berinteraksi di sana sebagai ganti silaturahmi yang secara fisik tak bisa dilakoni terlebih setelah pandemi. Tapi, karena medsos kini bukannya bikin happy malah bikin pusing sendiri, ya sudah, mending melipir dulu saja.

Gimana saya enggak minggir coba, hoaks bertebaran dimana-mana. Terutama informasi seputar kesehatan yang masif bermunculan di saat suasana sekitar sedang ambyar! Bikin bingung dan sulit membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Sementara terus-terusan info itu tersebar, dibagikan orang yang berbeda tanpa tahu darimana sumber aslinya.

Sebut saja info tentang susu berkemasan gambar beruang - dengan iklan naga, yang kabarnya dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan menyembuhkan diri dari serangan virus Covid-19 ini, yang membuat orang pun berebut membeli.

Begitu mudahnya orang percaya tanpa adanya fakta. Nyatanya susu tersebut serupa dengan kebanyakan merk lainnya, susu murni yang mengandung 100% susu sapi. Padahal untuk meningkatkan imunitas tubuh tidaklah cukup jika hanya mengonsumsi susu saja. Karena diperlukan juga asupan makanan bergizi lainnya, aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran, mengelola stres dan taat pada protokol kesehatan. Demikian disampaikan beberapa ahli terkait info ini. 

Nah, menyoal hoaks yang berkeliaran khususnya perihal kesehatan, sebenarnya ada cara untuk cek fakta tentang kebenarannya. Sehingga, jika kita sudah tahu mana yang benar, fakta ini bisa kita sebar. 


Tapiii, Apa Sebenarnya Penyebab dan Dampak Hoaks Ini?


Adalah Mbak Ika Ningtyas, Pemeriksa Fakta Tempo yang mengampu Workshop Cek Fakta Kesehatan - yang diadakan oleh Learning Management System (LMS) Tempo Institute, bermitra dengan Facebook, yang saya ikuti pada 16-17 Juni 2021 lalu, yang menjelaskan bahwa: "Tingginya penetrasi internet secara global dan di Indonesia saat ini menyebabkan sirkulasi hoaks semakin cepat!"

Ini didasarkan pada data per Januari 2020 yang mana dari 272,1 juta populasi, ada 338,2 juta yang terkoneksi dengan mobile phone, sejumlah 175,4 juta adalah pengguna internet dan sebanyak 160 juta jiwa aktif di media sosial. Data ini menjadikan Indonesia sebagai pengguna internet keempat terbesar di dunia. Padahal tingkat literasi Indonesia hanya menempati urutan ke-70 di dunia. 

Ini artinya ada banyak orang Indonesia berkerumun di internet (lebih dari separuh populasi) dan terpapar oleh beragam informasi tanpa literasi yang memadai. Menyebabkan pengguna internet belum bisa membedakan informasi.

 







Enggak itu saja, polarisasi karena politik juga menjadi sebab sirkulasi hoaks menjadi lebih cepat. Fanatisme berlebihan pada kelompok, calon, atau ideologi tertentu merupakan penyebab mengapa orang mudah termakan hoaks. 

Teman-teman masih ingat kan, keriuhan pemilihan presiden pada tahun 2014 silam? 

Nah, fanatisme pada calon presiden idaman menjadikan hoaks ramai bertaburan. Lalu, berlanjut saat Pilgub DKI 2017 saat Ahok bertarung melawan Anies Baswedan, kemudian hoaks di Pilpres 2019 dan puncaknya pada hoaks kesehatan saat pandemi dari 2020 hingga kini.

Etapi, sebenarnya mengapa sih sebagian dari kita mudah termakan hoaks? Ternyata karena:

  1. Terlalu mengagungkan atau membenci seseorang
  2. "Kelompok seberang" tidak layak dipercaya
  3. Sering muncul di linimasa sama dengan "benar" (gelembung filter)
  4. Bias perasaan

Nah, Mbak Ika yang juga Trainer Cek Fakta AJI_Google News Initiative ini, kemudian mengingatkan kami para blogger peserta workshop, akan kejadian-kejadian di mana hoaks mampu membutakan mata dan hati sehingga berakibat fatal, diantaranya:

Massa membunuh orang di India berdasarkan rumor palsu yang disebarkan melalui WhatsApp. Di mana lebih dari selusin orang telah dibunuh pada Mei 2018 oleh massa yang diyakinkan oleh pesan-pesan bahwa orang-orang yang mereka gantung bersalah atas perdagangan anak, pengambilan organ atau tindakan mengerikan.

Sementara, di Indonesia ada juga kejadian di awal pandemi, hoaks rumah sakit dan dokter meng-COVID19-kan pasien diikuti dengan intimidasi terhadap tenaga medis yang terjadi di antaranya saat warga Surabaya terekam mengambil paksa jenazah positif Covid dan nekat buka peti. Juga petugas medis di Sragen yang diintimidasi sehingga Bupati minta polisi ikut turun tangan dan usut tuntas kasusnya.




Nah, pada hoaks yang menyebar ini, ternyata ada berbagai tujuan di baliknya, yakni:

  • Jurnalisme yang lemah
  • Buat lucu-lucuan
  • Sengaja membuat provokasi
  • Partisanship (keberpihakan)
  • Cari duit lewat judul clickbait (menjual)
  • Gerakan politik 
  • Propaganda

Oia, hoaks sendiri terbagi atas 3 jenis, yaitu:

Malinformasi
Memenggal atau menyebarkan fakta obyektif tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga merugikan pihak lain dalam kondisi tertentu. Misalnya: adanya kebocoran data pribadi pada aplikasi pinjaman online yang merugikan mereka yang tak ada sangkut pautnya dengan pinjaman tersebut.

Misinformasi. 
Ketika seseorang mendapatkan informasi dan belum tahu apakah itu benar atau tidak tapi sudah yakin bahwa itu penting kemudian memutuskan menyebarkannya. Contohnya: "dapat dari grup sebelah"

Disinformasi
Pembuat hoaks tahu bahwa informasi yang diciptakannya salah dan sengaja menyebarkannya. Misalnya: info terkait Covid-19 yang bisa disembuhkan dengan terapi ini atau itu yang "sengaja dibuat" dan disebarkan.

Kemudian, mis/disinformasi ini sendiri, menurut standar First Draft - sebuah organisasi riset yang berfokus untuk media di Amerika Serikat, terdiri dari tujuh macam, meliputi:

  1. Satire/Parodi: konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu, dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
  2. Konten Menyesatkan (misleading): konten sengaja dibuat menyesatkan untuk membingkai sebuah isu atau menyerang individu. Beritanya "dipelintir" untuk menggiring opini sesuai kehendak pembuat informasi.
  3. Konten Aspal: sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh atau bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.
  4. Konten Pabrikasi: konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.
  5. Enggak Nyambung: judul yang berbeda dengan isi berita, biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
  6. Konteksnya Salah: memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
  7. Konten Manipulatif: konteks aslinya dihilangkan lalu disebar. Akibatnya, orang menangkap informasinya di luar konteks sebenarnya

Contoh: Satire/Parodi

Contoh: Konten Menyesatkan

Contoh: Konten Aspal

Contoh: Konten Pabrikasi

Contoh: Enggak Nyambung

Contoh: Konteksnya Salah

Contoh: Konten Manipulatif


Well, dampak hoaks bagi masyarakat antara lain dampak polarisasi seperti yang terjadi pasca Pilpres 2014/2019, kebencian berbasis SARA, dampak bagi penanganan bencana, dan penanganan pandemi Covid-19.

Di mana salah satu sumber informasi palsu dan menyesatkan adalah situs abal-abal yang memproduksi informasi semata-mata demi uang! Kabar buruknya, menurut Menkominfo ada 900 ribu situs penyebar hoaks!

Lalu, Bagaimana Mengenali Situs Abal-abal Itu?


Berikut tips-tips untuk mengidentifikasi situs abal-abal, diantaranya:

1. Cek Alamat Situs

Cek alamat situsnya jika meragukan. Lakukan pengecekan melalui sejumlah situs, salah satunya: who.is dan domainbigdata.com. Biasanya situs abal-abal cuma beralamat di blogspot (gratis) tanpa kejelasan siapa pemiliknya.

Misalnya: saat kita cek alamat situs tempo.co semua informasi siapa di balik situs ini jelas dan lengkap ada.




2. Cek Perusahaan Media di Dewan Pers

Lakukan pengecekan perusahaan media melalui direktori Dewan Pers. Pengecekan ini bisa melalui https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers. Jika sudah terdaftar maka bisa kita yakini kredibilitasnya. Tapi perlu diketahui, ada beberapa media kredibel yang tidak berbadan hukum.

3. Cek Detail Visual

Misalnya gambar logonya jelek, hasil editing, atau menyaru mirip-mirip situs media mainstream.

4. Waspadai Jika Terlalu Banyak Iklan

Hati-hati dengan website yang banyak iklannya. Media abal-abal sekadar mencari click untuk mendapatkan iklan agar beroleh keuntungan. Motto mereka: pageview+iklan lebih utama daripada kualitas+kebenaran kontennya.

5. Bandingkan Ciri-ciri Pakem Media Mainstream

Bandingkan sejumlah ciri yang menjadi pakem khas jurnalistik di media mainstream. Misalnya, nama penulisnya jelas, cara menulis tanggal di badan berita, hyperlink-nya yang disediakan mengarah ke mana, narasumbernya kredibel atau tidak, dan lainnya. Sementara pada media abal-abal, informasi semacam ini enggak disebutkan.

6. Cek About Us

Cek "About Us" yang ada di laman situs media. Media abal-abal selalu anonim. Sedangkan media yang terpercaya akan menampilkan informasi seputar identitas mereka dengan jelas pada menu ini, misalnya: dewan redaksi, alamat, dan sebagainya.
  • Sesuai UU Pers mestinya sebuah media itu berbadan hukum dan ada penanggung jawabnya. Cek saja, ada alamat yang jelas dan siapa saja orang-orangnya.
  • Mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber.



7. Waspada Terhadap Judul yang Sensasional

Hati-hati jika menjumpai berita dengan judul-judul yang terlalu sensasional. Baca beritanya sampai selesai. Jangan cuma baca judul lalu komen di medsos. Pasalnya, judul yang lebay bin sensasional ini bertujuan orang tertarik membaca, sehingga orang akan mudah percaya hanya dari judulnya saja.

8. Cek ke Situs Media Mainstream

Untuk memastikan apakah informasi yang dimuat sebuah situs non-mainstream layak dipercaya atau tidak, bisa mengeceknya ke situs media mainstream. Jika ada, bandingkan bagaimana situs mainstream melaporkan. Selain itu penting melakukan verifikasi untuk memastikan sumber pertama dan melihat konten aslinya.

9. Cek Foto di Google Reverse Image

Cek foto utama di Google Reverse Image, apakah pernah dimuat di tempat lain, terutama di situs mainstream. Pasalnya, situs abal-abal biasanya selalu mencuri foto dari tempat lain. 

Kemudian, Kalau Cara Memverifikasi Foto Bagaimana?


Caranya:

Crop fotonya agar kita bisa menganalisa. Lalu, coba perhatikan tanda-tanda khusus yang bisa diidentifikasi antara lain nama gedung, toko, bentuk bangunan, plat nomor kendaraan, nama jalan, huruf-huruf yang menandakan bahasa, tugu atau monumen, dan bentuk jalan. Adakah di antaranya yang bisa jadi petunjuk pencarian. Utamakan sumber foto pertama karena itulah yang paling absah untuk diyakini kebenarannya.

Oia, beberapa tools yang bisa digunakan untuk memverifikasi foto di antaranya:

  • Reverse Image dari Google bisa digunakan untuk mencari unggahan foto pertama pada sebuah website. Tools ini berguna untuk menelusuri foto-foto yang diambil dari internet.
  • Reverse image dari Yandex. Yandex adalah sebuah search engine dari Rusia yang sangat bagus untuk penelusuran foto, terutama untuk mengeksplorasi situs-situs dari Eropa Timur.
  • Reverse image dari Tineye bisa digunakan untuk penelusuran foto dengan kelebihan memiliki filter berdasarkan urutan waktu.
  • Alternatif tools lainnya adalah Bing.com milik Microsoft dan Baidu.

Seperti foto di bawah ini? Coba tebak ini peristiwa di negara mana? Apa yang jadi petunjuk teman-teman menyimpulkan demikian?


Lalu, Bagaimana Cara Memverifikasi Video?


Nah, ada dua langkah untuk memverifikasi video:

1. Menggunakan kata kunci di mesin pencari atau di media sosial (Youtube, Facebook, Twitter, IG)

Ketika teman-teman mendapatkan video di media sosial, tonton dan dengarkan video tersebut sampai habis. Kemudian, cari petunjuk di dalam video seperti bentuk bangunan, rambu-rambu jalan, plat nomor kendaraan, nama-nama jalan, nama-nama bangunan, dan lain-lain. Dengarkan juga audionya, terkait bahasa, obrolan orang-orang dalam video atau dialeknya. Apabila teman-teman menemukan petunjuk-petunjuk di dalam video, gunakan itu sebagai kata kunci. 

Misalnya, pada akhir Januari beredar video yang diklaim suasana pasar hewan di Wuhan, yang dianggap sebagai asal-usul menyebarnya virus Corona jenis baru. Dalam detik ke-15, terlihat papan nama kantor yang tertulis “Kantor Pasar Langowan”. Setelah ditelusuri di Google, Pasar Langowan ternyata terletak di Tomohon, Sulawesi Utara.



2. Memfragmentasi video menjadi gambar lalu menggunakan reverse image tools

Cara kedua adalah dengan menjadikan video menjadi potongan gambar lalu ditelusuri dengan reverse image tool. Untuk memfragmentasi video menjadi gambar bisa menggunakan cara manual dengan screen capture atau menggunakan tool InVID.

InVID memiliki beberapa keunggulan yakni memiliki fitur fragmentasi video dan reverse image tool sekaligus, dapat memfragmentasi video dari seluruh tautan media sosial dan file lokal dan dilengkapi fitur lain seperti memeriksa metadata dan analisis forensik foto.

Jadi, Bagaimana?


Semoga teman-teman makin tercerahkan akan cara cek fakta sebuah berita ya? Sehingga tak lagi asal percaya apalagi menyebarkannya. Oia, khusus untuk cara cek fakta kesehatan, saya tulis terpisah di sini.

Well, sejak pandemi Covid-19 melanda, arus informasi bergerak begitu cepat, terutama di dunia digital. Sayangnya tidak semua informasi tersebut valid dan akurat. Informasi yang salah akan semakin menambah rumitnya penanganan pandemi Covid-19. Maka diperlukan keterlibatan publik dalam mengatasi mis/disinformasi terutama terkait info kesehatan sangat penting. 

Kita semua yang secara aktif berinteraksi di dunia digital dapat berperan sebagai "komunitas anti hoaks". Mari kita perangi hoaks! Yuk, cek fakta dulu, baru percaya!๐Ÿ’–



Salam Semangat

signature-fonts