Festival Cerita Nusantara dan Dunia



"Ayo kawan kita bersama, menanam jagung di kebun kita, ambil cangkulmu, ambil cangkulmu. Kita bekerja tak jemu-jemu. Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam. Menanam jagung di kebun kita. Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam. Menanam jagung di kebun kita"

Suara anak-anak terdengar riang saat bernyanyi bersama 2 kakak pendongeng dari Tim Dongeng - Ayo Dongeng Indonesia di acara Festival Cerita Nusantara dan Dunia di Gedung Perpusnas RI pada Sabtu, 14 September 2019.

Sebuah acara yang diadakan di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas yang merupakan bagian dari rangkaian Perpusnas Expo 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. 

Tak hanya disuguhi dongeng sarat pesan moral, anak-anak pun diajak bernyanyi, menari juga bermain bersama.

Asyiknyaaa!!

Sungguh acara yang menyenangkan sekali bagi mereka. Tak heran nampak rona bahagia menghiasi wajah polos mereka seselesainya acara.




Mengunjungi York, Kota dengan Sejuta Cerita



Setelah perut kenyang makan rendang sajian Chef James Martin di kereta London North Eastern Railway (LNER) Edinburgh - York, saya dan rombongan akhirnya sampai di kota York.  Sebuah kota di North Yorkshire, Inggris, yang didirikan pada tahun 71 oleh bangsa Romawi sebagai Eboracum. Kemudian berganti nama Eoferwic ketika bangsa Anglia pindah ke tempat ini. Kota yang merupakan ibu kota historis Yorkshire ini juga menjadi rumah dari koleksi nasional kendaraan kereta api penting secara historis di Inggris. Ya, National Railway Museum juga ada di kota ini.

Sejatinya saat tahu itinerary dari tour group saya akan singgah di York dalam perjalanan dari Edinburgh ke London, saya sempat keberatan. Bukan berat karena singgahnya. Melainkan, berat jika cuma 7 jam saja mampirnya.

Hiks, kok cuma 7 jam sih! Itu kan, kuraaaang!

Tapi gapapa, meski sambil ngebut eksplornya, mayan juga bisa keliling kota. Meski ada sedikit drama Korea di ending-nya!




Hadiah Sastra Rancage 2019




"Sastra selalu punya cara untuk mengalirkan dirinya


Demikian disampaikan oleh I Gde Agus Darma Putra, pria muda berusia 28 tahun yang juga adalah penerima Hadiah Rancage 2018 untuk Sastera Bali, saat menjadi salah satu pembicara di acara Penganugerahan Hadiah Sastera Rancage 2019, Kamis, 12 Sept 2019 di Perpusnas RI.

Nirguna adalah nama pena penulis ini. Di mana tahun lalu ia memenangi Hadiah Rancage melalui karya prosa liris dengan judul “Bulan Sisi Kauh" yang sekaligus menjadikannya peraih Sastera Rancage termuda.

Hebaaat, ya....