Featured Slider

Bingung Cari Jasa Pembersihan Rumah yang OK? Cobain OKHOME deh!

Selama pandemi ini saya mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Sebelumnya saya dibantu seorang asisten rumah tangga (ART) yang pulang pergi. Si Mbak datang pagi-pagi, bantu-bantu saya dan sekitar 6 jam kelar kerjanya. Yang dia kerjakan adalah setrika, bersih-bersih rumah dan bebenah. Sementara, saya memasak dan pekerjaan lain terkait suami dan anak-anak. Memang, sejak menikah, saya biasa punya ART karena suami sering ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Pernah juga kami LDM-an, karena suami dimutasi ke luar negeri. Sedangkan saya tidak memiliki sanak saudara di sini. 

Maka, keberadaan seorang asisten sudah jadi bagian dari keluarga kami. Nah biasanya, Si Mbak ini selalu awet kerjanya dan berhenti saat saya berpindah tempat tinggal atau dia hamil dan melahirkan. Seperti yang terakhir, Mbak Susi, yang hamil anak kedua dan minta ijin berhenti kerja untuk pulang kampung jelang persalinannya. Pas benar waktunya, saat pandemi bersemi, hingga saya mulai kerja sendiri. 


Jasa Pembersihan Rumah OKHOME


Semuanya sendiri? Enggaklah! 😁

Ketika suami Work From Home, dia juga bantu-bantu saya kok! Anak-anak pun sama, memang saya biasakan juga bantu-bantu pekerjaan rumah tangga. Tapi, jujur untuk hasilnya ya mesti terima apa adanya. Bersih-bersihnya hanya yang nampak di mata, enggak sampai detail, hingga sela-sela paling kecil. 🙈

Dulu sih Si Mbak yang biasa ngerjain hal detail begini. Seperti bebersih toilet, kaca jendela, bak cuci piring dan lainnya ...Hingga hasilnya cling! Lha kalau anak-anak yang bersihin, bikin gatel saya hingga pengin ngerjain ulang jadinya. Tapi, kalau semua saya turuti, semuanya ingin dikerjain sendiri bisa ambyar badan ini. Bisa-bisa yang lain enggak kepegang nanti. Hiks!

Jadi saya berpikir sudah saatnya gunakan jasa pembersihan kembali. Dulu saya pernah pakai Go-Clean, tapi sekarang Go-Clean sudah tutup, saya pun tambah bingung. Saya coba-coba cari dan mutusin buat coba OKHOME, dan ternyata hasilnya luar biasa memuaskan, lebih bagus dan detail dibanding go-clean malah.

Baiquelah....saya sharing sedikit info mengenai OKHOME, siapa tahu teman-teman tertarik mencoba layanan cleaning OKHOME juga.

Tentang OKHOME


Jadi, OKHOME ini adalah penyedia jasa kebersihan untuk rumah, apartemen dan berbagai tempat yang membutuhkan pembersih profesional dan bertujuan menyediakan solusi kebersihan berstandar tinggi untuk membuat tempat tinggal kita bersih dan nyaman.

Premium Cleaning Services dari OKHOME ini melakukan pelayanan di Jakarta-Depok-Bekasi-Tangerang Selatan dan Tangerang untuk rumah, apartemen, studio rumahan dan aneka hunian lainnya. Di mana OKHOME akan memberikan pelayanan dan kualitas yang berbeda dengan jasa cleaning services yang lainnya, karena OKHOME mempunyai standarisasi kebersihan dari Korea yang sudah terbukti dengan kebersihan dan ketekunannya.

Nah, cara memesan layanannya pun gampang....

Saya bisa memilih jasa pembersihan yang saya inginkan di aplikasi OKHOME. Kemudian saya melengkapi jenis pesanan, data tempat tinggal beserta alamat untuk pembersihan dan melakukan pembayaran. Lalu, Customer Service OKHOME mengkonfirmasi pesanan. 

Berikutnya, saya tinggal menunggu OKHOME mengirimkan staf kebersihan profesional (konsultan) yang terlatih dan sehat untuk datang pada waktu yang dijadwalkan.

Cara pesannya, ada di website OKHOME juga ya, di www.okhome.id


Review OKHOME



Oh ya, saya memesan layanan Basic Care dengan durasi 3 jam yang akan dikerjakan oleh 1 staf perempuan dengan jadwal pada pukul 09.00-12.00 

Etapiii, enggak cuma ada Basic Care saja lho layanannya, karena ada pilihan lain, diantaranya:


Basic Care

Paket dengan pilihan layanan pembersihan dengan atau tanpa perlengkapan meliputi: kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur dengan durasi pembersihan 3 - 5 jam. 

Pada layanan ini staf pembersih OKHOME akan membersihkan seluruh bagian rumah mulai dari bagian belakang hingga depan. Atau terserah kita bagian mana yang ingin dibersihkan duluan.


Special Care

Pembersihan detail untuk area spesifik seperti pembersihan mendalam untuk dapur, kamar mandi, kasur, dan sebagainya. Dapat dipesan sebagai tambahan dari Basic Care atau terpisah dengan durasi minimal 3 jam. 

Jasa Special Care ini bisa dipesan untuk pembersihan yang lebih mendalam di salah satu bagian rumah. Seperti pada bagian kamar mandi. Apabila kamar mandi terdapat noda air yang menguning, atau lumut, maka bisa memesan Special Care untuk kamar mandi. Berbeda halnya dengan Special Care untuk sofa dan kasur yang khusus menyedot tungau dan debu yang memendam di dalam kasur dan sofa. 

Jadi tergantung kebutuhannya apa, bisa disesuaikan dengan layanannya.


Move-In

Paket layanan untuk rumah kosong sebelum ditempati atau setelah renovasi, meliputi jendela, balkon, dan lainnya. Durasi pembersihan lebih kurang 4 - 5 jam. 

Jenis pembersihan ini cocok untuk yang baru pindah rumah, dan ingin rumah barunya lebih bersih dan nyaman. Untuk pembersihan move-in ini lebih detail ke debu debu yang menempel dan sudah mengendap. Bisa dijamin dengan paket ini kita tidak perlu khawatir dengan urusan bersih-bersih setelah pindahan, hanya cukup membawa diri dan barang-barang pribadi untuk masuk ke dalam rumah yang akan dihuni.


Tuh, enak ya, karena layanan pembersihan OKHOME ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan rumah atau hunian!

Pasalnya, tempat tinggal kita, baik yang berupa rumah, apartemen, kontrakan, kost-an.... kan pasti ada masalah khusus seperti: debu menebal di lantai, tungau di kasur, kaca jendela yang amat berdebu, bak yang berkerak atau hanya pembersihan yang general saja sifatnya. Semua bisa disampaikan instruksinya ke staf pembersih OKHOME sehingga semakin cepat dikerjakan di bagian mana yang dikhususkan. Instruksi ini bisa disampaikan langsung saat stafnya datang atau bisa juga kasih instruksi via aplikasi.

See, gampil sekali?


Premium Cleaning Services OKHOME

 
Jasa Layanan Kebersihan OKHOME


Hari-H Konsultan OKHOME Membersihkan Rumah Saya


Hari-H pun tiba. Jadwal kerja staf kebersihan OKHOME di rumah saya akan mulai pukul 9 pagi. Nah, 15 menit sebelumnya, Mbak Ria, nama stafnya sudah tiba. Dengan ramah ia memperkenalkan diri dari OKHOME dan meminta ijin mengenakan dulu seragamnya. Maklum tadi dia naik motor ke tempat saya, jadi baju seragam bersih pun ditaruh di dalam tasnya. Mbak Ria datang dengan bermasker dan segera mencuci tangan dengan sabun yang memang saya siapkan di dekat kran di halaman.

Oh ya, ngomongin tas, bawaan Mbak Ria ada dua. Selain peralatan kebersihan ia juga membawa beraneka bahan pembersihnya. Ya, saya memang memesan OKHOME with tool service. Maka, tak heran bawaan konsultannya segaban. Kwkwkw

Etapiii, kalau dirimu mau OKHOME no tool service bisa juga kok. Akan ada potongan harga dengan catatan segala peralatan kebersihan yang diperlukan kita yang sediakan.

Kemudian, Mbak Ria menanyakan apa saja yang harus ia kerjakan. Memang saat memesan saya enggak menyebutkan secara spesifik bagian mana yang khusus dibersihkan karena saya ingin menjelaskan langsung pada konsultannya. Maka, saya langsung menunjukkan bagian mana saja yang akan dibersihkannya. 

Ya, seperti di awal saya jelaskan, saya memang perlu pengerjaan detail dan karena waktunya 3 jam maka yang beneran perlu bantuan yang saya utamakan.


Tapi, kalau teman-teman ingin ada bagian yang secara khusus ditangani, ada pilihannya juga saat memesan layanan, yakni:


Jendela
Membersihkan debu di jendela dan bingkai (di luar bagian jendela bisa saja tidak termasuk karena alasan keamanan). 

Balkon
Membersihkan lantai balcon & pegangan tangan. Pelanggan bisa menyediakan ember untuk servis ini. 

Pembersihan Mendalam Kamar Mandi
Direkomendasikan jika kondisi kamar mandi dalam keadaan buruk, penuh kotoran & noda air. Termasuk membersihkan bagian shower dan keran dan shower dengan penggosok.

Pembersihan Mendalam Dapur
Direkomendasikan jika kondisi dapur dalam keadaan buruk, penuh lemak & noda minyak. Termasuk membersihkan bagian kompor, dinding dapur dan peralatan dapur dengan detail.

Kasur/Sofa/Karpet
Membersihkan kasur atau sofa (tidak termasuk tipe kulit), karpet dengan alkohol & UV disinfektan menggunakan alat pembersih khusus sofa, RAYCOP. Bisa diinformasikan terkait jenis sebelumnya.

Kulkas
Membersihkan bagian kulkas, termasuk bagian plastik dan penyucian dan kulkas sudah dalam keadaan kosong.

Plafon
Mengangkat debu & jaring laba-laba di plafon dan perlu disiapkan tangga untuk servis ini.

Menyetrika
Jika dipersiapkan setrika maka bisa dibantu menyeterika setelah servis.Tidak akan dikenakan biaya tambahan.


Pokoknya, sifatnya layanan OKHOME ngikut kebutuhan kita!


Dan....Bersih-Bersih Pun Dimulai....!!


1. Pertama, Mbak Ria saya minta membersihkan kamar mandi

Selama ini saya atau suami bersihin kamar mandinya sih sekedar saja, yang penting terlihat bersih dan enggak bau aja....Kalau soal detailnya boro-boro. Padahal selama #dirumahaja itu kamar mandi dipakai terus karena penghuninya 24 jam stay di rumah. Maka, wajar jika krannya menguning, kotoran di permukaan dinding menebal dan sudut-sudut berlumut. 

Maka Mbak Ria pun melancarkan aksinya. Dan. tadaaa...lantai pun lebih kinclong jadinya, dinding makin cling dan kran jadi glowing... Wah bahaya nih, bakalan bikin betah mandi ini hihihi 

Memang pembersihan dari OKHOME ini detail! Karena perhitungannya itu dari luas tempat tinggal kita. Berbeda luas, berbeda juga penanganannya. Karena jika luas rumah semakin besar akan ditambah stafnya agar pembersihan lebih maksimal.


Apa OKHOME


2. Kedua, Mbak Ria membersihkan spring bed di kamar saya

Jujurly, selama ini untuk spring bed saya hanya fokus mencuci bedcover-nya saja dan mengabaikan kebersihan kasurnya. Nah, OKHOME memberikan layanan pembersihan kasur dengan menyedot debunya pakai alat khusus. Beneran sih hasilnya. Ada debu dan kotoran di bagian penyaring alatnya. 

Maklum, wong anak-anak selama di rumah aja juga suka-suka mereka, rebahan dan ikut nonton di kamar saya. Wajarlah jadi kotor kasurnya!

Nah, setelah dibersihkan, permukaannya jadi bersih dan bikin tidur makin nyaman. Tak heran karena staf dari OKHOME memang diberikan pelatihan khusus selama beberapa bulan termasuk cara memakai alkohol campuran khusus untuk mematikan bakteri atau teknik menggunakan vacuum matras yang benar. Tujuannya, agar pembersihan bisa maksimal dan cepat, dengan kualitas bintang lima. 


Premium Cleaning Service OKHOME



3. Ketiga, Mbak Ria bersih-bersih jendela

Eksekusi ketiga adalah pembersihan jendela. Mbak Ria bersih-bersih jendela kaca dari bagian luar yang memang posisinya memungkinkan karena berada di lantai satu rumah saya. Bagian dalam jendela pun tak luput dari aksinya hingga tak lama kaca pun bening hingga bisa clear dilihatnya.


cleaning service



4. Keempat, Mbak Ria bersih-bersih bak cuci piring

Selama pandemi, suami WFH anak-anak SFH, jadi kerja mereka (termasuk saya) makan lagi dan lagi. Saya pun masaknya jadi lagi dan lagi. Ujung-ujungnya dapur pun petjaaah! Bak cuci piring dah mengitam ujung-ujungnya. Maka pas jika saya minta tolong Mbak Ria membersihkannya. Kalau detail kan pembersihannya bakalan menjangkau area yang kecil yang selama pembersihan sehari-hari sering terlewati.


OKHOME



5. Kelima, Mbak Ria membersihkan teras rumah 

Nah, terakhir Mbak Ria saya minta membersihkan teras rumah. Selama ini sih hanya disapu dan dipel saja. Padahal sandal berpasir naik ke situ, ban sepeda berlumpur nangkring juga, sepatu berdebu yang parkir....Pantesan kondisinya memprihatinkan!

Tadaaa...setelah disikat lantai terasnya hingga sudut-sudutnya, jadi indah dipandang pun bikin nyaman!!


Jasa Pembersihan Rumah



Cara Penghitungan Biaya Layanan OKHOM


Akhirnya 3 jam layanan Basic Care by OKHOME saya selesai. Mbak Ria, konsultannya, beneran memuaskan kerjanya. Ramah pula saya ajak bicara. Bisa nih kalau order lagi saya minta staf pembersih yang sama.

Eh, memang bisa ya?

Bisa donk!

Kalau teman-teman punya staf favorit dan maunya sama dia aja, OKHOME punya fitur yang beda banget sama aplikasi lainnya. Namanya "pilih staf favorit

Di aplikasi, dari permintaan layanan, langsung ke staf favorit. Setelah itu, muncul deh nama-nama staf OKHOME yang pernah bersihin rumah atau apartemen kita. Tinggal pilih namanya, habis itu langsung masuk ke sistemnya. 

Tujuannya buat apa? 

Biar kita enggak repot, kalau mau order bersih-bersih lagi. Bikin kerja kelar lebih cepat, karena stafnya sudah pernah ke sini.


By the way, mengenai biaya jasa gimana?

Well, cara penghitungan harga OKHOME sangat berbeda dengan jasa kebersihan lainnya. Cara penghitungan harga yang umum adalah berapa rupiah per jam nya. Namun cara penghitungan biaya layanan OKHOME adalah berdasarkan luas bangunan yang akan dibersihkan atau sebenarnya bisa juga dengan layanan per jam, tapi OKHOME lebih menyarankan dari luas bangunan, karena nanti bisa dihitung secara pasti berapa durasi yang dibutuhkan untuk luas bangunan secara spesifik. 

Untuk konsultasi bisa langsung cek ke customer service yang dapat menghitung harga dan memperkirakan durasi pembersihan yang diperlukan.



Bingung Cari Jasa Pembersihan Rumah yang OK? Cobain OKHOME deh!


Yeayy, rumah saya jadi bersih dan nyaman setelah dibantu dibersihkan oleh Mbak Ria, konsultan OKHOME.

Nah, buat teman-teman yang sibuk sama kerjaan, mungkin enggak ada waktu bebersih hunian, ART setelah pandemi enggak kembali, gabut ngerjain pekerjaan rumah tangga terus-terusan sendiri, baru pindah rumah atau habis renovasi? 

Enggak perlu bingung lagi. Kini, teman-teman bisa coba layanan pembersihan dari OKHOME yang dijamin enggak bikin nyesel.  

OKHOME penyedia jasa kebersihan untuk rumah, apartemen dan berbagai tempat yang membutuhkan pembersih professional  dengan keunggulan pembersihan yang mendetail (deep clean), memiliki staf  profesional dan terlatih dengan cakupan area layanan: Jakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi.

Ssst, jasa layanan cleaning premium dan detail OKHOME digemari banyak orang ternama termasuk
artis papan atas  Indonesia lho. Apalagi kini OKHOME baru saja meluncurkan product service baru: Disinfektan. Pas benar dengan situasi pandemi, kan?

Nah, kalau mau order jasanya atau mau hitung-hitung dulu simulasi harganya silakan langsung cuss ke aplikasi OKHOME saja ya. 

Baiquelah, karena rumah saya sudah bersih dan nyaman, saatnya saya rebahan.....!! See yaa!!!😍


Review OKHOME



Website

Aplikasi Mobile

Instagram OKHOME:

Customer Service
cs@okhome.id




There's no place like home!


signature-fonts

Review Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer

Menyambung review Natur-E Advanced Anti-Aging Face Wash yang sudah saya tuliskan sebelumnya, kini tiba saatnya mengulas produk pelengkapnya yakni Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer. Yup, kedua produk ini couple, jadi melengkapi satu sama lainnya. Maka mesti di-review dua-duanya, biar enggak iri hati nanti hihihi.

Oh ya, ini adalah bulan kedua saya memakai paket komplitnya Natur-E Advanced Face Series. Dan karena sampai detik ini enggak timbul masalah di wajah, maka lanjut terus saya pakainya. Next, keseluruhan paket bakal saya ulas komplet. Itung-itung buat nambah artikel di blog dan siapa tahu ada yang perlu infonya, yekan?


Review Natur-E Advanced Skin Balancer



Tentang Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer


Baiklah, kita mulai saja....

Seperti pasangannya, Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer juga punya dual packaging. Ada kemasan luar berupa kardus berwarna putih dan kemasan produk berbentuk botol berwarna merah transparan. Keunggulan dari kemasan dobel ini tentu produk jadi lebih terlindungi. 

Nah, pada box-nya tertera: nama produk, manfaat, jumlah isi, cara pakai, ingredients, nama produsen, exp date, nomor BPOM RI dan logo Halal MUI. Sementara, yang paling menarik perhatian adalah adanya keterangan: 

No added Alcohol
No added Paraben

Btw, ngomongin alkohol, sebelum membeli produk skincare memang ada baiknya kita mengecek bahan yang terkandung di dalamnya. 

Pasalnya, ada beberapa bahan yang memang enggak cocok bagi tipe kulit tertentu. Salah satunya adalah alkohol yang bila digunakan secara terus menerus, produk skincare berbahan alkohol bisa berefek buruk bagi kulit wajah, diantaranya:

  1. Alkohol memiliki efek kering pada kulit
  2. Alkohol bisa memperparah gejala munculnya jerawat
  3.  Alkohol dapat menyebabkan sel kulit menjadi mati
  4. Alkohol berisiko menyebabkan iritasi
  5. Alkohol mengganggu fungsi lapisan sebum pelindung alami kulit

Well,  Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer yang No added Alcohol tentunya lebih aman!

Then, what about Paraben?

Nah, selain No added Alcohol, produk Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer juga disebutkan No added Paraben pada kemasan. Ini artinya produk tidak mengandung paraben dan turunannya. 

Label No added Paraben ini tentu sangat penting karena menandakan produk tersebut lebih aman, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paraben seperti gangguan hormon, menurunnya kualitas reproduksi, hingga risiko tumbuhnya sel kanker.


Kemudian, tentang kemasan...

Produk Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer tersaji dalam kemasan berbentuk botol plastik berwarna merah transparan membuat kita tahu isinya tinggal seberapa setelah pemakaian. Jadi, bisa siap-siap pesan lagi sebelum kehabisan.

Botolnya sendiri kecil mungil pas buat dibawa pergi-pergi, alias travel friendly! Cuma enggak bagusnya, nanggung isinya. Dengan volume 75 ml, beli sebiji sebulan kurang, kalau dua kelebihan....dilema, kan?

Terus, bagusnya lagi tutup botol berbentuk putar yang mempermudah kita membuka/menutupnya. Dan, bagian terbaiknya, ada penutup lagi berbentuk flip top di bagian dalamnya. Ini bikin meminimalkan tumpahnya produk serta melindungi kualitas isi.

Oh ya, di bagian botol ini tercantum juga sebagian informasi yang ada di kemasan luarnya tadi.


Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer



Pemakaian Natur-E Advanced Anti Aging Skin Balancer


Well, disebutkan di kemasan, Natur-E Advanced Anti Aging Skin Balancer ini memiliki kandungan:

Astaxanthin dari ganggang merah (sebagai super antioksidan yang 6000x lebih kuat dari Vitamin C) dan disempurnakan dengan Inovasi Skin RefineTM Formula. 

Juga ada keterangan Dermatology Tested di mana memang Natur-E Advanced Anti Aging Series diklaim telah teruji klinis dalam 2 minggu, dapat mengurangi garis-garis halus dan kerutan akibat penuaan dini.

Yup, penuaan dini dapat disebabkan oleh sinar matahari (UV A dan UV B), Natur-E Advanced Anti-Aging membantu menjaga kecantikan kulit agar tetap sehat seiring berjalannya waktu. Diformulasikan dengan kandungan Astaxanthin dari ganggang merah dan SkinRefineTM Formula Natur-E Advanced Anti-Aging akan membantu:

  • Melindungi kulit dari photo aging (penuaan dini yang terjadi pada kulit disebabkan karena seringnya kulit terpapar sinar UV A dan UV B yang dihasilkan oleh sinar matahari)
  • Menyamarkan kerutan dan garis halus pada kulit
  • Menjaga kekenyalan kulit
  • Menjaga kulit tetap halus
  • Menjaga kelembaban kulit

Sementara, Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer disebutkan di kemasan akan: 

Menyegarkan dan mengembalikan pH kulit setelah mencuci muka, serta mempersiapkan kulit sebelum penggunaan perawatan wajah rutinmu

Sedangkan cara pakainya disebutkan di kemasan:

Gunakan setelah mencuci wajah dengan Natur-E Advanced Anti-Aging Face Wash. Tuangkan Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer secukupnya pada telapak tangan. Tepuk perlahan pada wajah secara merata. Gunakan dua kali sehari. 


Laluapakah benar manfaat sesuai klaimnya?

Yup, Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer bikin wajah terasa segar setelah pemakaian Natur-E Advanced Anti-Aging Face Wash. Formula "No added Alcohol"-nya membuat enggak ada rasa mak nyoss atau sensasi panas ketika diaplikasikan. Juga meski teksturnya enggak encer alias sedikit kental, enggak lengket saat penerapan. Bikin wajah balik ke kondisi normal setelah dibersihkan, sehingga kulit lebih siyaap buat penerapan next treatment: Natur-E Advanced Anti-Aging Serum



Review Natur-E Advanced Skin Balancer



Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer - Plus & Minus


Well, Hampir 2 bulan saya menggunakan Natur-E Advanced Anti Aging Skin Balancer. Efek buruknya sih sampai kini Alhamdulillah enggak ada. Maka saya berencana melanjutkannya hingga nanti. 

Meski teteup produk ini punya plus dan minus juga, yakni:


(+) Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer

  • Halal
  • Aman: No added Alcohol - No added Paraben
  • Dermatology Tested
  • Baunya nyaman, tidak berbau terlalu wangi (saya suka jenis skincare seperti ini)
  • Terbukti menyegarkan kulit tanpa ada sensasi panas, perih, cekit-cekit dan ada efek melembabkan
  • Kemasan dan tutup dobel bikin produk aman dan no tumpah-tumpah
  • Travel Friendly
  • Jaminan kualitas jika dilihat dari produsennya: diproduksi oleh PT Cosmax Indonesia (a subsidiary of Cosmax Korea) untuk dipasarkan oleh Darya-Varia Laboratoria
  • Ada produk suplemen penunjangnya: Natur-E Advanced (salah satu varian Natur-E. Di mana saat ini Natur-E menguasai 60% pangsa pasar ketegori produk vitamin E di Indonesia dan sudah ada sejak 42 tahun lalu)

Memang, Natur-E Advanced Anti-Aging Face Series yang menjadi solusi permasalahan kulit untuk fase usia 35 tahun ke atas ini ditujukan untuk mengatasi masalah penuaan dini dengan Soft Capsule sebagai perawatan dari dalam dan Natur-E Advanced Anti-Aging Face Series untuk melengkapi perawatan kulit dari luar. 


Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer



(-)  Natur-E Advanced Anti-Aging Skin Balancer

  • Selain efek "Menyegarkan dan mengembalikan pH kulit setelah mencuci muka, serta mempersiapkan kulit sebelum penggunaan perawatan wajah rutin", saya belum mendapatkan efek lainnya. Bisa jadi karena saya baru pakai selama dua bulan. Atau karena memang produk ini berfungsi maksimal dengan pemakaian keseluruhan face series-nya.
  • Ukuran cocok untuk bepergian, tapi untuk penggunaan sehari-hari terbilang nanggung. Karena biasanya produk sejenis berukuran 2 kali lipatnya, 150 ml
  • Untuk ukuran skin balancer berisi 75 ml dengan harga normal Rp 47.000 termasuk little bit pricey dibanding produk toner sejenisnya, kecuali lagi ada diskon yaa. Seperti saya beli setengah harga saat ada promo paketnya di Tokopedia atau ketika ada buy one get one di Shopee (modis alias modal diskon mode on...😁). Tapi kalau dilihat dari kandungan dan manfaatnya, worth it to buy kok!


Natur-E Advanced Anti-Aging
sumber: IG @maudykoenaedi



So, will I repurchase? 
Yes! Absolutely!!

Saya memutuskan membeli kembali produk ini dan melanjutkan pemakaian. Semoga saja cocok terussss dan enggak ada keluhan. Harapannya, teteup agar nantinya terlihat awet muda seperti teman sebaya saya, Maudy Koesnaedi yang jadi brand ambassador-nya. 😁

Baiklah, semoga ulasan ini bermanfaat ya...See Yaaa!!💖




Be Your Own Kind of Beautiful


signature-fonts

Drama PPDB Jakarta

Anak Sulung saya akhirnya bisa diterima di SMA Negeri setelah ada sedikit drama saat proses pendaftarannya. Seperti yang sudah banyak diliput media, PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) Jakarta memang menuai banyak kontroversi. Pasalnya ada beberapa poin yang berbeda dari aturan baku yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Nah, karena Jakarta adalah pusatnya negara juga berita maka wajar jika menjadi-jadi kehebohannya. Termasuk drama yang mengiringinya!!


PPDB DKI
foto setelah acara Haflah Akhirusannah (Wisuda Virtual) SMP di rumah



Ketika UN Batal!


Jadi, tahun ini untuk pertama kali UN (Ujian Nasional)  ditiadakan karena pandemi. Rencananya, Mendikbud Nadiem Makarim memang akan menghapus UN mulai tahun depan. Nah, berhubung wabah merebak, rencana ini dimajukan. Pun, kegiatan PPDB yang identik dengan berkumpulnya massa diubah sistemnya menjadi online semua berdasarkan Surat Edaran Menteri Kemdikbud No.4 Tahun 2020. Yang isinya terkait mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah.

Bener-bener tahu bulat alias dadakan aturannya! Bikin banyak orang tua dan anak shock dan ....kecewa!

Gimana enggak coba, anak saya selama kelas 9 sudah berjuang secara intensif selama setahun mengikuti Penambahan Materi (PM) pagi-pagi sebelum pelajaran resmi dimulai. Hingga jam 6 kurang dia sudah berangkat ke sekolah, lalu membawa setumpuk latihan soal ke rumah. Hari Sabtu juga ada tambahan waktu untuk materi khusus dari guru juga sesekali uji coba ujian diadakan. 

Pokoknya full schedule! Sampai saya kasihan melihatnya. Maka saya dan Bapaknya, di awal memutuskan enggak memasukkan dia lagi ke bimbel untuk tambahan latihan. Karena bisa-bisa otaknya ngebul, kasihan!

Maka, ketika ternyata UN batal, rasanya antara senang dan kecewa...Senang karena enggak perlu jagain UN buat dapat nilai memasuki SMA. Kecewa karena ibarat tentara sudah siap tembak amunisi dengan semangat bela negara tinggi, eh dikabari buat mundur lagi karena perangnya enggak jadi hihihi

Tapi, apapun itu, tetap ada hikmahnya, PPDB berubah formatnya hingga berbuah banyak....drama!!!


ppdb DKI





Tentang PPDB Jakarta


(*Saya menulis berdasarkan pengalaman mengikuti PPDB (online) Jakarta untuk tingkat SMA, untuk tingkat sekolah lainnya bisa saja berbeda)

Nah, ketika ingin mendaftar PPDB Jakarta, kita bisa buka akun-nya di ppdb.jakarta.go.id. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membuat akun. Akun ini akan membuat pendaftar memiliki nomor pendaftaran yang bisa dipakai untuk mengikuti beberapa jalur yang ada sesuai kualifikasinya, yakni:


Afirmasi (seleksi usia)

  • Anak Panti yang memiliki Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh Kepala Panti Sosial Anak Asuh
  • Anak pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) 
  • Anak dari pekerja yang memiliki Kartu Pekerja Jakarta yang terdaftar dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta paling akhir tanggal 1 April 2020
  • Anak dari pengemudi yang memiliki Kartu Pengemudi Jak Lingko yang terdaftar dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan / atau Surat Keputusan dari Direksi PT Transjakarta paling akhir tanggal 1 April 2020
  • Anak berprestasi yang tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pengangkatan Atlet Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan 
  • Anak yang tercantum dalam Berita Acara Serah Terima Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial ke Dinas Pendidikan 

Inklusi (berdasarkan kuota)

Memiliki nilai rapor SMP/SMPLB/MTs/ Paket B, 5 semester terakhir (kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 semester 1)


Anak Tenaga Kesehatan Korban Covid-19 (berdasarkan kuota)

Memiliki Surat Keterangan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan bagi Anak Para Tenaga Kesehatan yang meninggal dunia dalam penanganan Covid-19 atau Surat Keterangan dari Pimpinan Instalasi Kesehatan tempat bertugas atau dari Instansi yang berwenang lainnya


Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru (seleksi nilai)

Dilengkapi SK Kepindahan Ortu


Zonasi (seleksi usia)

Untuk jenjang SMA, berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020. Dalam hal jumlah pendaftar PPDB jalur Zonasi melebihi daya tampung maka dilakukan seleksi dengan urutan langkah sebagai berikut:

  1. Usia Calon Peserta Didik Baru
  2. Urutan pilihan sekolah
  3. Waktu mendaftar


Prestasi Non-Akademik (seleksi prestasi)

Prestasi di luar bidang akademik


Prestasi Akademik (seleksi nilai)

Berdasarkan nilai Rapor SMP/MTs/Paket B, 5 semester terakhir (kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 semester1) dikalikan nilai akreditasi sekolah


Zonasi Bina RW (seleksi usia)

Jalur Zonasi untuk Bina RW Sekolah Calon Peserta Didik Baru adalah lulusan Tahun 2020 dan belum diterima di jalur sebelumnya dengan catatan beralamat satu RW dengan sekolah yang dituju


Tahap Akhir (seleksi nilai)

Jalur untuk Calon Peserta Didik Baru yang belum diterima di semua jalur yang ada


PPDB DKI



Bagaimana Proses Pendaftaran PPDB Anak Saya?


Nah, jujur saat pertama membuat akun dan baca aturan seleksi jalur zonasi, saya sedikit lega. Pasalnya anak saya termasuk cukup umurnya. Memang saat pertama masuk SD dia di kategori pas untuk anak SD Negeri meski tergolong tua untuk anak SD Swasta. Ya, anak saya lahir bulan Oktober 2004. Jadi ketika masuk SD umurnya 6 tahun 8 bulan. Ini karena saat itu kami tinggal di Amerika dan mau daftar kelas 1 SD enggak bisa. Karena aturannya masuk kelas 1 harus berusia 7 tahun per 30 September tahun berjalan. Akhirnya dia masuk level Kindergarten (TK) di sana dan ketika balik lagi ke Jakarta dia baru masuk kelas 1. (FYI, wajib belajar di Amerika SD: Kindergarten-kelas 5 , SMP: kelas 6-8, SMA: kelas 9-12)

Tapi, ternyata rencana enggak seindah bayangan saya.....

Saya bertempat tinggal di Jakarta Barat. Ada 9 sekolah yang bisa dipilih di zonasi ini. Pilihan bisa 3, jurusan sama di sekolah yang sama, atau jurusan berbeda di sekolah berbeda. 

Oh ya, usia anak saya ditampilkan di data 15 tahun 8 bulan 5 hari.

Nah, saya pun mencoba daftar di hari pertama. Nangkring nama anak saya di sana, enggak pakai lama makin merosot urutannya hingga bablas pindah ke pilihan kedua. Beberapa menit saja turun lagi ke pilihan ketiga.

Duh, dagdigdug...karena umur anak yang bikin anak saya makin turun itu di atasnya semua. Jauh malah...Hiks!

Saya tetap berusaha, hingga mencoba di 8 sekolah lainnya. Namun, sama hasilnya...namanya nangkring sebentar terus...hilang. Syediiih!

Sementara, hasil jalur zonasi ini, saya lihat di statistik akhir, usia yang tertinggi 20 tahun 2 bulan 2 hari (di Kota Jakarta Pusat) hari  dan yang termuda 13 tahun 6 bulan 5 hari (di Kab Kepulauan Seribu)

Meski yang terbanyak memang 15-16 tahun. Tapi rerata di atas anak saya, ada yang di bawahnya tapi sekolah tersebut bukan masuk zonasi kami.

Jadi....gagal lah masuk negeri via jalur zonasi!



PPDB DKI




Lalu, Bagaimana?


Saya sempat hopeless! Ya ampun, cari sekolah aja segini susah. Baru SMA lho, gimana nanti kuliah? Huwaaaa!!

Saya dan suami sudah mikirin plan B. Selain mau mencoba jalur Prestasi, kami juga cari info tentang SMA swasta. 

Sejatinya anak saya SD dan SMP bersekolah di sekolah swasta Islam. Jadi kalau mau lanjut di perguruan yang sama juga gapapa. Tapi, jauh hari saya dan suami memang berniat untuk SMA negeri saja. Karena, jujur meski sekolah ini bagus kualitasnya tapi saya khawatir dengan gaya hidup keseharian yang nantinya bisa berpengaruh ke anak saya. Juga, biaya yang berlipat pastinya.

Saya sudah dapat info, jika ingin melanjutkan ke SMA Al Azhar (seperti SD dan SMP-nya), berarti harus ke SMA Al Azhar pusat yang berlokasi jauh dari rumah. (Anak-anak bersekolah di SD/SMP Al Azhar yang dekat rumah bukan yang di pusat).  

Untuk biaya masuknya saya dapat info sekitar 35 juta dengan SPP sekitar 2 juta/bulan. Berarti selain mikir biaya sekolah juga ada biaya transportasi khusus, uang jajan dan lifestyle budget dikarenakan teman-temannya rata- rata berasal dari kalangan "istimewa". Ini yang membuat saya dan Bapaknya enggan menyekolahkan anak di sana. Meski, jika terpaksa, apa mau dikata.

Pilihan lain, saya mendapat info tentang SMA Muhammadiyah, yang cukup jauh juga dari rumah. Biaya masuknya 16 juta dengan SPP 750 ribu/bulan. Mendingan!

Dua sekolah ini akhirnya jadi alternatif jika anak saya nanti gagal masuk negeri. Meski sempat intip juga sekolah internasional yang deket banget dari rumah yang ternyata harganya...bikin terbelalak mata hahaha


Bagaimana Seleksi Jalur Prestasi?


Nah, tibalah seleksi jalur prestasi. Mendaftarnya mudah saja, saat menuliskan nomor siswa (dari sekolah) maka sudah tercantum semua data yang diminta. Tertera di sana data nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris kelas 7 semester 1 dan 2, kelas 8 semester 1 dan 2, serta kelas 9 semester 1. 

Nilai rata-rata kemudian dikalikan dengan nilai akreditasi sekolah asal.

Nilai anak saya Alhamdulillah lumayan. Ditunjang nilai akreditasi sekolahnya yang juga tinggi: 98. Hingga hasil akhir nilai yang dipakai seleksi pun mencukupi.

Beberapa anak teman, nilai rapot lumayan tapi nilai sekolah rendah, hingga hasil akhir enggak bisa nembus sekolah pilihan. Begitu juga sebaliknya, ada yang nilai rapotnya hancur padahal nilai akreditasi tinggi, jadi gagal juga akhirnya.

Oh ya hasil nilai rata-rata inilah yang kemudian diseleksi sesuai kuota siswa sekolah yang dituju. 

Saya mendaftarkan anak di jurusan IPA di 3 sekolah yang berbeda. Tak sama dengan jalur zonasi, ternyata pergerakannya lebih lambat karena yang dipakai seleksi adalah nilai. Tapi, karena pilihan 1 hanya ada kuota 21, maka anak saya pun tersingkir dan turun ke pilihan sekolah kedua. Hari kedua dia masih aman berada di sana hanya sempat turun beberapa kali urutannya. Hingga hari penutupan, dia ada di urutan 17 dari 33 siswa yang diterima. 

Nilai tertinggi di Jalur Prestasi di SMA anak saya ini 8823,92 dan nilai terendahnya 8358,84.

Alhamdulillah!

Oh ya, sebagai tambahan informasi, di sekolah anak saya ini dari kuota 320 siswa/8 kelas: 5 kelas MIPA & 3 kelas IPS, ada 140 anak yang masuk berdasarkan nilai dan 180 siswa berdasarkan usia, lewat berbagai jalur seleksi yang ada. Hingga sekitar 40%  masuk dari nilai dan 60% pakai usia (dengan seleksi zonasi, afirmasi, inklusi) . 



PPDB DKI

 

Jadi PPDB (Online) Jakarta Yes or No!


Ada 6 kota dan kabupaten di Jakarta dengan 115 SMA Negeri. Kondisi demografi yang membuat PPDB-nya menjadi berbeda dibandingkan dengan wilayah lainnya. Ini masalah utama yang digugat para orang tua murid lewat berbagai aksi baik turun ke jalan maupun lewat jalur hukum. Terlebih PPDB berbarengan dengan pandemi di negeri ini yang membuat banyak orang jatuh di sisi ekonomi. Apalagi Jakarta adalah provinsi yang sejak lama menggratiskan biaya sekolah sampai tingkat SMA.

Kalau menurut saya, sistem PPDB  yang baru ini  memang ada plus dan minusnya (ini berdasarkan pengalaman di Jakarta - daerah lain mungkin berbeda), diantaranya


YES!!

  • Sistem online lebih hemat waktu, tenaga dan biaya
  • Kemudahan proses pembuatan akun, pendaftaran dan semua proses online-nya
  • Ada berbagai jalur pendaftaran, jadi bisa disesuaikan dengan kualifikasi anak kita
  • Akan tercipta pemerataan pendidikan bagi semua kalangan dengan beberapa pilihan kesempatan
  • Mengedepankan transparansi, karena semua orang bisa mengawal proses PPDB ini (meski info data pribadi tetap dirahasiakan)
  • Untuk jalur Prestasi Akademik memakai nilai rapot sehingga sejak awal sekolah siswa sudah bersemangat dan tidak hanya gas poll di tahun terakhir jelang UN saja
  • Ada juga jalur Prestasi Non-Akademik yang menampung anak berprestasi sesuai bakatnya
  • Sekolah juga jadi bersemangat mencapai nilai akreditasi tinggi sebagai acuan siswa mendaftar sekolah nanti
  • Ke depan, semua sekolah negeri bisa punya standar yang sama, enggak ada sekolah favorit lagi yang membuat anak (dan orang tua) yang enggak bisa memasukinya jadi berkecil hati

NO!!

  • Seleksi Zonasi yang berdasarkan usia rentan disalahgunakan oleh angkatan sebelumnya yang bisa mendaftar lagi sehingga menggusur kesempatan angkatan tahun berjalan. Kemungkinan ada yang enggak naik kelas di sekolah lama lalu mendaftar di sekolah baru
  • Sosialisasi yang kurang sehingga banyak orang tua murid yang salah paham (mungkin juga karena dadakan). Akhirnya bikin banyak orang kebingungan
  • Tetap tak bisa dideteksi siapa-siapa anak yang sebenarnya tidak berdomisili di Jakarta. Karena memang persyaratan calon siswa terdaftar di Kartu Keluarga domisili provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, ada yang dititipkan ke KK kakek/neneknya atau kerabat lainnya padahal yang bersangkutan sebenarnya tinggal bersama orang tua bukan di Jakarta tapi di Tangerang, Depok atau Bekasi, Ini tentu akan menghilangkan kesempatan calon siswa yang sejatinya berdomisili asli di DKI.


PPDB DKI


PPDB Baru Demi Pendidikan yang Lebih Maju


Nah, sebagai penutup, saya berpendapat jika sistem PPDB yang baru ini memang masih memiliki kekurangan. Seperti PPDB Jakarta saja, yang last minute, karena protes orang tua jadi disesuaikan. Yakni ada penambahan kuota siswa. Tapi wajar kalau yang pertama selalu jadi pembelajaran, kan?

Semoga ke depan makin baik sistemnya dan jika nanti ganti Mendikbudnya enggak ganti lagi caranya haha. 

Seriusan, kalau sudah punya anak sekolah itu terus gonta-ganti sistem gitu, ngeluuuu sirahku!! 🙈

Juga, semoga pemerintah makin dimampukan untuk bisa menampung semua calon siswa ke sekolah negeri sehingga tinggal daftar saja sesuai domisili/zonasi (seperti pengalaman saya nyekolahin anak di sekolah negeri di Amerika yang gratis dan semua anak usia wajib belajar pasti masuknya ke sekolah negeri)

Hm...apalagi ya..

Oh ya, semoga wajib belajar nambah, enggak cuma 9 tahun, tapi 12 tahun. Sehingga SD-SMP-SMA biayanya gratis di seluruh Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa ini makin mumpuni.


Last buat not least, buat yang putra-putrinya belum bisa masuk ke sekolah negeri, semoga dilancarkan rejeki sehingga dimampukan untuk membiayai. Untuk yang masuk kualifikasi KJP atau bantuan dana pendidikan lainnya (terutama di usia wajib belajar) nanti bisa mengajukan lewat sekolah karena meski swasta juga ada jatah.

Sementara, bagi yang masih beberapa tahun lagi putra-putrinya sekolah, bisa direncanakan sejak dini biaya pendidikannya, ini berlaku baik untuk rencana sekolah formal maupun non-formal. 

Sedangkan yang belum atau baru menikah lebih baik juga disiapkan misi "Keluarga Berencana". Tak hanya terkait jumlah anak saja tapi juga segala sesuatu terkait keluarga. Karena jika terencana semua pasti akan lebih baik hasilnya. Paling tidak jika kita merencanakannya sejak awal tak akan banyak yang kita "bebankan" pada negara dan bumi tercinta.

Last but not least, jangan merasa sayang berinvestasi pada pendidikan. Investasi dalam pendidikan itu sangat perlu karena akan terpakai sepanjang waktu. Ingat jika,

"Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia." (Nelson Mandela)
 

 Salam Semangat


signature-fonts

Yuk Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasikan, Kendalikan!

Kedua anak saya merupakan penderita asma. Saat kekebalan tubuhnya sedang menurun dan ada pemicu tertentu, maka asmanya bisa kambuh tiba-tiba. Pemicu ini yakni: debu, serbuk sari, bulu binatang dan udara dingin yang terhirup mereka. Di mana alergen ini akan menyebabkan paru-paru meradang dan saluran udara yang membawa udara jadi membengkak dan terisi lendir. Efeknya, aliran udara terhambat dan menyebabkan gejala asma, seperti batuk dan sesak napas. Selain itu, beberapa makanan juga bisa memicu alergen yang menyebabkan asma datang tanpa diundang. Meski seiring bertambahnya usia mereka makin jarang kambuh asmanya, tapi kondisi pandemi saat ini tak ayal sangat membuat khawatir saya.




Pandemi yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia beberapa bulan terakhir memang membawa kekhawatiran bagi semua orang, terutama bagi para orang tua - termasuk saya - yang memiliki anak dengan kondisi kesehatan yang rentan gangguan. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, data terakhir yang dipublikasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menunjukkan kasus anak yang terkonfirmasi positif di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Tingginya angka kasus menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kelompok usia yang rentan mengalami penularan di masa pandemi, termasuk anak yang alergi dengan protein susu sapi.

Ya, masalah alergi, termasuk alergi susu sapi ini nyatanya memang tak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi di masa pandemi di mana alergi yang merupakan respon sistem imun yang tidak normal saat mengenali bahan yang sebenarnya tak berbahaya bagi orang lain ini, memang masih kurang dipahami. Masyarakat terutama orang tua banyak yang belum sepenuhnya menyadari alergi susu sapi yang dialami buah hatinya. Padahal jika sudah bisa dikenali gejalanya, lalu dikonsultasikan pada dokter terpercaya, maka alergi bisa dikendalikan agar tumbuh kembang Si Kecil tetap optimal.

Seperti yang disampaikan oleh Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes di kesempatan Webinar  "Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju", yang saya ikuti pada 29 Juni 2020 yang lalu.

“Kesehatan anak di masa pandemi ini memang rentan, termasuk anak yang alergi terhadap protein susu sapi, karena sistem daya tahan tubuhnya unik dan lebih sensitif. Untuk itu, pemahaman masyarakat khususnya orang tua mengenai penyebab terjadinya alergi susu sapi pada Si Kecil perlu terus ditingkatkan. Sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat agar kesehatannya terus terjaga dan ia tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal seperti anak-anak lainnya”

Lalu, bagaimana caranya?


Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes



Tentang Alergi Susu Sapi



Apakah Alergen Itu? 

Sebelum membahas lebih jauh tentang alergi susu sapi, di kesempatan ini Prof. Budi menjelaskan terlebih dulu tentang apa alergen itu. Dikatakan bahwa, alergen merupakan pencetus alergi yang bisa berupa makanan dan/atau sesuatu yang terhidup. 

Nah, contoh alergen yang termasuk makanan, diantaranya: susu sapi, makanan laut (udang, kepiting, udang karang), kacang tanah, tree nuts (kacang pohon seperti hazelnuts, kacang almond, kacang mede), ikan, telur dan gandum. 

Sementara untuk alergen yang berupa sesuatu yang terhirup, misalnya: tungau debu rumah, serpihan kulit binatang, serbuk sari tanaman, jamur kapang dan kecoak.


Lalu, Apakah Alergi Susu Sapi Itu?

Sementara tentang alergi susu sapi, lebih lanjut Prof. Budi menjelaskan, 

“Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling banyak dialami anak. Gejala yang muncul akibat anak alergi susu sapi biasanya menyerang kulit seperti ruam-ruam merah, sistem pernapasan seperti batuk dan bersin yang berulang, atau sistem pencernaan misalnya sakit perut yang membuat anak menjadi rewel."

Prof. Budi kemudian menyebutkan jika alergi susu sapi pada anak diakibatkan oleh respon sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi: whey dan kasein. Di mana reaksi-reaksi ini dapat diperantarai IgE (Immunoglobulin E - antibodi yang dihasilkan sistem imun untuk melawan zat yang dianggap ancaman bagi tubuh) atau non-IgE. Yang mana reaksi alergi yang diperantarai IgE cenderung memiliki manifestasi klinis yang lebih berat, memakan waktu lebih lama untuk sembuh tetapi lebih mudah untuk mendiagnosanya. 

Oh ya, angka kejadian yang memungkinkan timbulnya alergi susu sapi pada Si Kecil berdasarkan penelitian adalah 0,5%-7,5%. Dengan catatan, kejadian akan berkurang seiring bertambahnya usia. Sedangkan untuk manifestasi terbanyak yang bisa timbul adalah Dermatitis Atopik dengan angka kejadian sebesar 35%.

Sementara untuk tingkat kesembuhan alergi susu sapi ini, angka remisinya:
  • Tahun pertama: 45-55%
  • Tahun kedua: 60-75%
  • Tahun ketiga: 90%
  • Tahun kelima: 97%




Kejadian Alergi Susu Sapi

Etapiiii, sejatinya seberapa banyak sih anak penderita alergi susu sapi ini? 

Terkait hal ini, Prof. Budi menyebutkan data dari klinik anak di RS Cipto Mangunkusumo yang pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 31% dari pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi. Juga, didapatkan data jika hingga 7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia. Tak hanya itu, protein susu sapi juga merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia.

Nah, melihat kondisi ini, disampaikan oleh Prof. Budi, penting kiranya bagi orang tua untuk tetap tanggap dalam penanganan anak dengan kondisi alergi susu sapi terutama di masa pandemi. Orang tua harus memahami gejala-gejala yang muncul akibat alergi susu sapi, segera berkonsultasi dengan tenaga ahli, serta mengendalikan faktor penyebabnya dengan alternatif nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik sesuai usia anak untuk membantu mengurangi gejala yang muncul akibat alergi susu sapi.

"Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Di sini, peran orang tua khususnya Bunda sangat penting untuk menangani kondisi anak yang alergi susu sapi, termasuk pemberian alternatif nutrisi yang tepat,” tegas Prof. Budi.


Tapi, Mengapa sih Alergi Susu Sapi Harus Segera Diatasi?

Susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang optimal. Sehingga perlu segera diatasi jika Si Kecil mengalami alergi susu sapi. Pasalnya, alergi memiliki dampak yang signifikan bagi Si Kecil, keluarga bahkan masyarakat pada umumnya. 

Diantaranya terkait dampaknya pada:

  • Kesehatan: meningkatkan penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, sakit jantung
  • Gangguan tumbuh kembang: anak dengan alergi mengalami  keterlambatan pertumbuhan, karena berhubungan dengan jenis dan durasi tentang makanan
  • Ekonomi: meningkatkan biaya pengobatan dan meningkatkan biaya tidak langsung (kehilangan pendapatan karena sering tidak masuk kerja)
  • Psikologi: stress pada anak dan orang tua, menurunkan kualitas hidup Si Kecil



Bunda Tanggap Alergi dengan "3K" untuk Jaga Kesehatan Si Kecil yang Alergi Susu Sapi



Nah, sama seperti anak-anak lain seusianya, anak penderita alergi tentu ingin menjalani hari-hari yang aktif dan penuh keceriaan juga. Jangan sampai karena alergi Si Kecil kehilangan masa kanak-kanak yang identik dengan bermain dan menjelajah lingkungan sekitarnya. Karena, sambil bermain, Si Kecil bisa mempelajari berbagai keterampilan baru sekaligus melatih kemampuan bersosialisasinya. Maka, anak pengidap alergi tentu punya harapan yang sama untuk bisa menjelajah serta melakukan berbagai aktivitas, baik di rumah maupun di sekolah. 

Kabar baiknya, harapan tersebut bisa dipenuhi dengan melakukan sejumlah langkah dengan menjadi Bunda Tanggap Alergi. Kemajuan di dunia medis serta terbukanya akses terhadap informasi kian memudahkan orang tua melakukan tindakan yang perlu untuk kelancaran proses tumbuh kembang Si Kecil yang mengidap alergi. Deteksi terhadap jenis-jenis alergi yang diderita anak bisa dilakukan dengan melakukan serangkaian tes. Risiko terhadap reaksi alergi yang parah juga bisa diredam dengan pengobatan tertentu. Seiring waktu, pengalaman dan pengetahuan tentang cara menangani alergi akan membuat anak dan orang tua kian percaya diri dalam menghadapi kondisi yang diderita Si Kecil. Hingga pada akhirnya, kondisi alergi menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian dan tak lagi dipandang sebagai “monster” yang menakutkan.

Kemudian, untuk bisa mencapai tahap beradaptasi dengan kondisi alergi serta memastikan Si Kecil tetap ceria dan bisa beraktivitas seperti anak-anak lain seusianya, tentu ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan. Sehingga reaksi tanggap  alergi perlu dikembangkan oleh orang tua sedini mungkin. 

Caranya dengan selalu mengingat istilah “3K” dalam menangani alergi, yakni:


Kenali - Kenali gejala alergi susu sapi. Orang tua harus memahami dengan tepat pengertian alergi beserta faktor risiko, penyebab, dan gejala yang dimiliki Si Kecil.

Konsultasikan - Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala alergi susu sapi pada Si Kecil

Kendalikan - Berikan alternatif nutrisi, salah satunya formula soya, agar tumbuh kembang Si Kecil tetap optimal





KENALI

Nah, tanggap alergi pertama adalah "Kenali". Perhatikan gejala dari alergi susu sapi ini, yang bisa muncul pada:

  • Saluran cerna: Diare (53%), Kolik (27%)
  • Kulit: Urtikaria (18%), Dermatitis Atopik (35%)
  • Saluran Napas: Asma (21%), Rinitis (20%)
  • Umum: Anafilaksis (11%)

Terus cara membedakan jika gejala itu ada, apakah termasuk alergi atau infeksi gimana

Mengingat gejala-gejala seperti batuk, pilek, demam, sesak napas, hingga bersin-bersin juga bisa menjadi indikasi kalau Si Kecil terkena penyakit infeksi dan bukan reaksi alergi terhadap protein susu sapi, maka kita mesti perhatikan dulu gejalanya:

  1. Apakah disertai demam?
  2. Apakah gejalanya saat siang lebih dominan dibandingkan pagi atau malam?
  3. Apakah dahak/ingus kental atau berwarna?

Nah, jika salah satu dijawab IYA, kemungkinan adalah INFEKSI
Jika semua dijawab TIDAK, kemungkinannya itu ALERGI


KONSULTASIKAN

Setelah kita mengenali alergi, maka segera konsultasikan kondisi Si Kecil agar mendapat penanganan yang tepat. Untuk konsultasi ini kita bisa berpatokan pada Tata Laksana Alergi yang direkomendasikan oleh IDAI, yakni:


1. Menghindari protein susu sapi dan produknya, dengan:

  • Konsumsi ASI: Bunda pantang mengonsumsi protein susu sapi dan produknya selama mengASIhi
  • Formula: memberikan susu: berformula terhidrolisis ekstensif, formula asam amino, formula kedelai
  • Produk olahan: memperhatikan tabel komposisi produk olahan sebelum diberikan ke anak dengan alergi susu sapi

2. Memberikan obat-obatan sesuai indikasi

Jika ternyata ASI tidak bisa diberikan karena indikasi medis (setelah mendapat rujukan dari dokter spesialis anak), maka dapat diberikan alternatif nutrisi:

  • Gejala alergi berat: Formula Asam Amino
  • Gejala alergi ringan - sedang: Formula Protein Terhidrolisa Ekstensif
  • Gejala alergi ringan - sedang: Formula Isolat Protein Soya

KENDALIKAN

Nah, langkah terakhir setelah kita mengenali dan mengkonsultasikan alergi susu sapi adalah kendalikan, dengan mengambil tindakan untuk mencegah dan mengobati alergi sesuai saran dokter  agar Si Kecil tidak kembali mengalami alergi. 

Diantaranya dengan memberikan ASI Eksklusif mengingat ASI memiliki komposisi yang terbaik untuk Si Kecil. Juga, memberikan alternatif  nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik sesuai usianya untuk membantu mengurangi gejala yang muncul akibat alergi susu sapi.

Well, terkait salah satu alternatif nutrisi, formula soya bisa jadi salah satu pilihan. Pasalnya, meta analisis menunjukkan bahwa tidak ada efek negatif terhadap fungsi reproduksi dan endokrin termasuk juga sistem imun dan kognitif. Sehingga formula soya aman diberikan dan juga dapat mendukung tumbuh kembang Si Kecil.



Tips Hadapi New Normal untuk Anak Alergi Susu Sapi



Lalu bagaimana cara menghadapi new normal bagi anak dengan alergi susu sapi? Prof. Budi membagikan tips:

  • Tidak melakukan penundaan imunisasi
  • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai SDIDTK (Stimulasi Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang)
  • Tetap menjaga kesehatan dengan nutrisi lengkap dan seimbang, perbanyak makan buah dan sayuran dan aktivitas fisik yang sesuai
  • Ajari anak untuk mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker dan menghindari kerumunan/keramaian
  • Berjemur di depan rumah setiap pagi sekitar 10-15 menit untuk mengoptimalkan asupan Vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh

Sementara, tips untuk pencegahan anak-anak terhadap risiko alergi, menurut Prof. Budi: jika memang memang berisiko tinggi lakukan pencegahan sejak dini. Risiko tinggi di sini dimaksudkan jika orang tua atau saudara kandungnya juga menderita alergi. Cara pencegahannya dengan:

  • Saat hamil Bunda boleh makan apa saja
  • Hindari paparan asap rokok
  • Sebaiknya persalinan secara normal, karena kejadian alergi pada anak dengan persalinan sesar lebih tinggi daripada persalinan normal
  • Berikan ASI
  • Hindari paparan asap rokok
  • MPASI: kenalkan berbagai jenis makanan
  • Segera tanggap alergi dengan 3K untuk pencegahan diri

Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju


Nah, terkait dengan gerakan "3K" dan dalam rangka mendukung World Allergy Week 2020 atau Pekan Alergi Dunia, PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) melalui brand SGM Eksplor Advance+ Soya ingin memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk jaga kesehatan Si Kecil yang alergi susu sapi. Yakni dengan menjadi Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju melalui gerakan 3K, yaitu: Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan, melalui rangkaian program edukasi “Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju”.

Seperti yang disampaikan oleh Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie pada acara ini, 

“Melalui rangkaian program edukasi di Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, SGM Eksplor Advance+ Soya sebagai pemimpin pasar ingin memberikan inspirasi dan mengajak para Bunda untuk jaga kesehatan Si Kecil dengan Tanggap Alergi melalui gerakan 3K, yaitu: Kenali gejalanya, Konsultasikan ke dokter yang bisa dilakukan melalui telepon atau online agar Si Kecil mendapat penanganan yang tepat dan Kendalikan faktor penyebab alergi susu sapi dengan alternatif nutrisi yang tepat agar Si Kecil bisa tetap tumbuh dan berkembang secara optimal."

 Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie

SGM Eksplor Andvanced Soya


Memang tak heran jika PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menaruh perhatian khusus pada alternatif nutrisi anak dengan alergi susu sapi ini. Pasalnya PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) adalah perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil & menyusui dan anak dengan rasa enak, terjangkau serta berstandar internasional. Di mana Sarihusada telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1954 sebagai wujud nyata Program Kecukupan Protein Nasional yang diselenggarakan pemerintah Indonesia bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mengusung misi pemberian nutrisi yang tepat di awal kehidupan manusia dimulai dari kehamilan hingga berusia usia anak-anak akan memberikan efek positif di masa sekarang dan masa mendatang, Sarihusada mempersembahkan aneka produk berkualitas seperti SGM Eksplor, SGM Eksplor Soya, SGM Eksplor Buah & Sayur, SGM Aktif, dan SGM Bunda. 

Sarihusada merupakan bagian dari kategori bisnis Danone Specialized Nutrition, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan melalui makanan kepada sebanyak mungkin orang. Di mana Danone beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia dan di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas dua kategori utama, yaitu Air Minum dalam Kemasan dan Minuman Non Karbonasi (Waters), serta Specialized Nutrition dengan memiliki 24 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang. 

"Kami berharap kesehatan anak-anak Indonesia, khususnya anak dengan alergi susu sapi, dapat menjadi perhatian agar tetap terjaga sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kami percaya seluruh anak Indonesia, bisa bertumbuh dan berkembang menjadi Anak Generasi Maju, tentunya dengan dukungan stimulasi serta nutrisi yang tepat," tegas Anggi Morika Septie.

Nah, kegiatan edukasi nutrisi melalui Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju ini, menurut Anggi Morika Septie, akan melengkapi inovasi Sarihusada dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak Indonesia. Selain itu, Sarihusada juga menyediakan website www.generasimaju.co.id/AlergiAnak yang berisi konten edukasi seperti artikel seputar alergi susu sapi si Kecil dan fitur cek alergi online.

Harapannya dengan edukasi yang tepat untuk para Bunda di masa pandemi ini serta terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang, Si Kecil yang alergi susu sapi bisa tetap sehat, tumbuh kembangnya tetap optimal dan menjadi Anak Generasi Maju.


Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti


SGM Eksplor Advance+ Soya Menghadirkan Rangkaian Kegiatan dalam Acara ”Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju”



Sementara di kesempatan yang sama, Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti mengatakan bahwa untuk memberikan inspirasi dan mendukung para Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju agar tetap memperoleh edukasi nutrisi serta cara mengatasi dan mengendalikan faktor yang menyebabkan alergi susu sapi, SGM Eksplor Advance+ Soya menghadirkan rangkaian kegiatan dalam acara ”Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju”. 

Di mana kegiatan ini berupa konten-konten edukasi digital yang bisa diakses dengan mudah dan dijangkau oleh puluhan juta Bunda di Indonesia melalui akun Instagram @soya_generasimaju dan Facebook Page Soya untuk Generasi Maju. 

"Konten edukasi digital yang kami tayangkan antara lain interaksi langsung bersama para ahli melalui sesi Expert Chat bekerja sama dengan beberapa publishers seputar nutrisi dan penanganan anak yang alergi susu sapi, Kelas Zumba Tanggap Alergi dengan gerakan olahraga ringan untuk Bunda dan Si Kecil agar tetap aktif dan sehat, inspirasi kreasi resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Advance+ Soya yang bernutrisi bekerja sama dengan para celebrity chef serta tips-tips praktis untuk mendukung Si Kecil yang alergi susu sapi agar tetap sehat dan nyaman beraktivitas selama di rumah,” papar Mediana Herwijayanti. 

Ya, SGM Eksplor Advance+ Soya dengan Complinutri merupakan Inovasi Baru! 

SGM Eksplor Advance+ Soya mengandung Isolat Protein Soya berkualitas, akan membantu penuhi nutrisi Si Kecil yang alergi minum susu sapi. 5 Kebaikan ComplinutriSoy+ Penuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil yang tidak cocok minum susu sapi dengan SGM Eksplor Advance+ Soya yang mengandung 5 Kebaikan ComplinutriSoy+. Mengandung 100% Isolat Protein Soya berkualitas, Minyak Ikan, Omega 3&6, Bebas Laktosa, Sumber Serat, serta 13 Vitamin & 7 Mineral. 

Tersedia dalam rasa Madu & Vanila yang enak SGM Eksplor Advance+ Soya akan mendukung Si Kecil memiliki potensi prestasi dengan 5 Kebaikan ComplinutriSoy+, agar ia tumbuh jadi Anak Generasi Maju!


sumber gambar: IG @soya_generasimaju
 
Bunda Tanggap Alergi

Bunda Tanggap Alergi



Natasha Rizky - Perhatikan Asupan Nutrisi Si Kecil dengan Alergi Susu Sapi


Sementara, selebriti & seorang Bunda, Natasha Rizky pada webinar ini mengatakan jika sebagai Bunda yang memiliki anak dengan alergi terhadap protein susu sapi, di masa pandemi ini memang dituntut untuk ekstra tanggap dalam menangani gejala akibat alergi susu sapi. Selain itu, perlu memperhatikan asupan nutrisi yang diberikan kepada anak terutama untuk memastikan anak ia tetap sehat dan gejala yang muncul akibat alerginya berkurang. 


"Kepada para Bunda yang memiliki anak dengan kondisi alergi susu sapi, tidak perlu khawatir dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Setelah memberikan anak saya alternatif nutrisi yang tepat, sekarang gejala yang muncul akibat alerginya sudah tidak muncul lagi sehingga dia bisa lebih aktif bermain dan belajar serta tumbuh kembangnya tetap optimal. Saya sangat mengapresiasi SGM Eksplor Advance+ Soya yang terus mengadakan berbagai kegiatan edukasi yang terkait dengan anak alergi susu sapi sehingga lebih banyak lagi inspirasi untuk Bunda di Indonesia agar menjadi Bunda Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K”

Natasha yang anak keduanya memiliki alergi susu sapi juga menyampaikan jika ia jadi sering bekreasi membuat camilan yang digemari dan aman untuk buah hatinya. Seperti puding buah naga, juga menu lainnya. 

Oh ya, ia mendapatkan inspirasi resep yang sesuai dengan kondisi alergi susu sapi ini diantaranya dari website: www.generasimaju.co.id/AlergiAnak yang memiliki aneka kreasi resep sehat yang bernutrisi, aman dan disukai Si Kecil yang alergi susu sapi.



Natasha Rizky


See, dengan edukasi yang tepat untuk para Bunda di masa pandemi ini serta terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang, Si Kecil yang alergi susu sapi bisa tetap sehat, tumbuh kembangnya tetap optimal dan menjadi Anak Generasi Maju.

Jadi tunggu apalagi, yuk dukung Bunda Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K ini! 

Silakan langsung ke:

Akun Instagram: @soya_generasimaju

Untuk mendapatkan berbagai konten edukasi yang tepat bagi para Bunda di masa pandemi demi terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang Si Kecil yang alergi susu sapi. Agar mereka bisa tetap sehat, tumbuh kembangnya tetap optimal dan menjadi Anak Generasi Maju!💖







Salam Sehat


signature-fonts