Featured Slider

#AiruntukKehidupan: Antisipasi Ancaman Bencana Kekeringan Tahun 2020



"Bu, air di rumah gimana, di tempat saya kok kecil sekali keluarnya ya?"
"Di rumah saya biasa aja, Bu."
"Saya masih sama, Bu. Duh semoga enggak sampai gitu ya!"
"Wah, jangan-jangan mulai kekeringan nih. Jadi kecil airnya. Kan udah kemarau ini!"


WAG ibu-ibu kluster Anyelir komplek perumahan saya pagi-pagi sudah rameee! Tetangga ada yang ngeluh air di rumahnya mulai mengecil. Komplek saya memang menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih rumah tangga karena jaringan PDAM belum ada. Padahal, wilayahnya masuk Provinsi DKI Jakarta. Meski memakai air tanah di Jakarta ngeri-ngeri sedap terkait tingkat polusi juga ketersediaannya, tapi kami tak punya pilihan lagi. Yang bisa saya lakukan saat ini hanya berusaha menghemat pemakaian pun mengantisipasi terjadinya kekeringan. Meski, Alhamdulillah sejak tinggal di sini 13 tahun yang lalu, air di rumah saya aman-aman saja. Padahal sejak ada kluster ini, sudah ada 5 dari 10 penghuni, pernah mengalami kekeringan airnya. Hm, apakah mungkin karena saya dan keluarga sudah melakukan beberapa hal hingga terhindar dari kekeringan ini? Bisa jadi!


Lomba Blog Perubahan Iklim

Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand

Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand


Hal yang "menyenangkan" saat traveling dengan membeli paket tur diantaranya kita bisa memesan untuk dibawa ke tempat makan yang halal yang pastinya akan memudahkan saat waktu makan terutama di negara yang Islam bukan jadi mayoritas agamanya. Tapi, yang "kurang menyenangkan" adalah kita bakal diajak ke tempat tertentu yang mau enggak mau ada di itinerary itu. Biasanya tempat ini adalah pusat perdagangan, pertokoan atau penjualan apa gitu yang khas di daerah yang kita tuju. Kita diarahkan ke sana dan setengah "dibujuk" untuk membelinya. Setahu saya ini memang kerjasama antara travel agent dan pemilik usaha dan nantinya akan ada fee sebagai imbalannya. Tapi, dengar-dengar kalau di Thailand memasukkan tempat tertentu itu kewajiban. Sehingga jika mangkir, travel agentnya bisa kena denda yang ujung-ujungnya dibebankan ke wisatawan. Jadi setuju enggak setuju jadwal ke tempat itu memang mesti ada. Seperti saat saya mengikuti paket tur 3D2N di Bangkok yang memasukkan kunjungan ke Thep-prasit Mature Honey sebagai tujuan. Sebuah kantor penjualan produk madu dan kerabatnya dari merk Big Bee Farm Pattaya yang berada di Royal 9 Building Soi 17 Rama 9 Rd. Bangkok.


Tentang Big Bee Farm


Saya lansir dari website resminya, www.thaihoney.com bisnis Big Bee Farm dimulai pada 1999 dengan nama “Thep-prasit Honey Farm”, sebuah usaha kecil yang menjual royal jelly dan madu Thailand.

Pada 2010, bisnis ini telah tumbuh menjadi perusahaan besar pertanian lebah di Thailand, dan memulai nama barunya sebagai Big Bee Farm. Nah, pada saat ini, ruang lingkup usaha Big Bee Farm termasuk: beekeeping farm, food manufacturing factory,  bee acupuncture clinic , tourist bee farm & tourist car rental service.

Berfokus pada bisnis lebah, Big Bee Farm beroperasi dengan jaringan lebih dari 50 peternakan lebah di bawah  Thai Organic Bee keeper Association (TOBA) dan juga menjadi distributor tunggal untuk madu organik untuk TOBA.

Pusat Big Bee Farm bertempat di Nongplai, Banglamung, Chonburi. Di mana ada beragam sarang lebah dari yang berbentuk tradisional hingga modern ditampilkan. Dibuka sejak Januari 2010, Big Bee Farm berfungsi sebagai tempat peternakan lebah untuk tujuan pendidikan terbesar di Thailand. Di sini tersedia produk-produk madu hasil dari lebah liar maupun budidaya.  Big Bee Farm merupakan tempat wisata sekaligus tempat edukasi untuk para pengunjung untuk mempelajari tentang lebah dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Nah, berpusat di Chonburi, Big Bee Farm memiliki kantor cabang di Pattaya, Bangkok, Phuket, Chiangmai dan Hat Yai. Dan, saya mengunjungi cabang yang berada di Bangkok.


Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand

Thep-prasit Thai Honey


Apa yang Disajikan di Thep-prasit Bangkok?


Rombongan kami sampai di sini pagi-pagi. Jarak tempat ini dari Centre Point Hotel Pratunam - Bangkok hanya sekitar 8 km. Bis kami diparkir di tempat parkir di seberang gedung menjulang yang merupakan gabungan perkantoran dan hunian. Pertama melihat gedung ini saya terheran, gedungnya tua dan seperti kurang perawatan. Dan ternyata bagian dalamnya juga setali tiga uang, kelihatan kusam dan jadoel! (bahkan saat saya pulang singgah ke toiletnya, menyeramkan kondisinya...duh!)

Nah, tour guide yang sangat lancar berbahasa Indonesia lalu mempersilakan kami memasuki sebuah ruangan di lantai dasar gedung, seperti ruang pertemuan gitu dengan meja di tengah dan kursi-kursi mengelilingi. Setelah beberapa lama menunggu datanglah seseibu yang saat saya pertama melihatnya yakin kalau dia orang Indonesia (meski tampilannya oriental). Benar saja, saat ngomong ketahuan kalau bahasa Indonesianya agak medok. 

Ibu ini melakukan presentasi seputar madu dan produk lain yang dihasilkan oleh Big Bee Farm. Penjelasannya sangat menarik. Kelihatan menguasai materi dan audiens. Bisa dibilang, marketer handal! Brosur yang dibagikan pun berbahasa Indonesia. Beneran, wisatawan Indonesia yang jumlahnya (mungkin) termasuk mendominasi jadi pangsa pasar tersendiri.

Apalagi ada sesi coba-coba dari setiap produknya. Tak ayal hampir dari kami semua anggota rombongan pun tertarik untuk membelinya, termasuk saya! Memang keren Thailand ini menggarap sektor pariwisatanya. Segala pernak-pernik dikelola dan dijual...padahal sebenarnya di negara lain termasuk Indonesia pun hal itu ada.

Setelah sesi penjelasan dan icip-icip, maka kami dilayani oleh beberapa asisten untuk menyelesaikan pembayaran yang bisa menggunakan berbagai metode baik dalam mata uang Rupiah maupun Baht. Kemudian kami diajak ke ruang pamer atau toko, di lantai yang sama, yang mana ada aneka produk lain yang ditawarkan. Di sini saya cuma melihat-lihat saja karena sadar diri tadi sudah terlanjur kepincut belanja hahaha...


Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand

Thepprasit Madu Thailand

Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand


Produk Thep-prasit a Brand Name by Big Bee Farm 

Oh ya, produk-produk yang ditawarkan di Thep-prasit by Big Bee Farm ini, diantaranya:


Mature Honey

Madu ekstrak alami, 100% alami, yang khusus berasal dari tumbuh-tumbuhan di wilayah pegunungan segitiga emas. Keunggulan dari produk ini tidak hanya secara alamiah dihasilkan tetapi juga secara klinis telah terbukti berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Thep-prasit honey merupakan madu yang sudah matang/sempurna. Tidak diproses, tanpa pengawet, warna dan rasa dijamin dengan GMP (Good Manufacturing Practices) dan bebas polusi.

Manfaat: untuk menurunkan panas dalam seperti sariawan, bibir pecah-pecah, batuk, sakit tenggorokan, insomnia, luka kulit (dioleskan) 

Harga: 1 kg = 970 Baht (sekitar 450 ribu)


Multiflora Bee Pollen

Bee Pollen adalah hasil kerja keras lebah yang mengumpulkan serbuk sari bunga di pegunungan segitiga emas. Bee Pollen menyediakan nutrisi bagi kesehatan dan pertumbuhan lebah. Pollen adalah superfood berkonsentrasi tinggi yang mengandung nutrisi kompleks berkualitas tinggi. Bee Pollen diproduksi dari spora tanaman yang kaya akan nutrisi Phytonutrient banyak terkandung di dalamnya, termasuk enzymes, bioflavonoids, asam amino, asam lemak yang memiliki proporsi omega 3 yang mengandung chelate dan vitamin kompleks.

Manfaat: gangguan pada saluran pencernaan, diet camur dengan jus buah, melengkapi nutrisi dan gizi, meremajkan kesehatan otot dan kulit, sakit menstruasi/tidak teratur, gangguan kelenjar prostat, sinusitis, mencegah kerontokan rambut.

Harga: 330 gram = 1200 Baht (550 ribu)


Fresh Royal Jelly

Para ahli mengenal Royal Jelly sebagai kelenjar susu lebah yang digunakan pada lansia, kesuburan, pertumbuhan dan membantu perkembangan otot dan kulit. Royal Jelly telah terbukti khasiatnya dan diakui oleh masyarakat selama berabad-abad sebagai suplemen bervitamin konsentrasi tinggi yang mengandung vitamin B complex (B1, B2, B3, B5, B8, B12), C, Inositol dan asam folat Mineral (nikel, kromium, fosfor, belerang, besi, mangan, natrium, potassium) dan 30 jenis asam amino. Royal Jelly bekerja di dalam tubuh scara alamiah melalui proses metabolisme dan system syaraf.

Manfaat: menjaga pembuluh darah agar jangan tersumbat, menstabilkan kolesterol dan hipertensi, membantu menstabilkan kadar gula dalam darah, meningkatkan daya tahan tubuh, memepercepat metabolisme tubuh, regerasi sel, memepercepat pemulihan setelah sakit, pertumbuhan anak, menyuburkan sel telur dan kualitas sperma serta meningkatkan vitalitas, memperlambat penuaan diri, membuat kulit awet muda, meningkatkan daya ingat, mengatasi gejala menopause.

Harga: 100 gram = 990 Baht (450 ribu)


Propolis

Propolis adalah getah yang dikumpulkan oleh lebah dari tanaman dan pohon yang digunakan oleh kelompok lebah untuk lapisan area utama sarang dan membentuk lingkungan steril yang dibuat secara alami oleh lebah. Propolis mengandung getah pohon, sari minyak, lilin, bioflavonoid. Bioflavonoid adalah bagian terpenting dalam kandungan propolis. Pengaruh antioksidan pada bioflavonoid dapat membantu mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Dapat juga dikonsumsi untuk pengobatan luar.

Manfaat: propolis adalh antibiotik alami dan efektif untuk: bisul, maag, eksim/borok/jamur pada kulit, sakit gigi, sakit perut, gangguan usus, demam, pilek, infeksi radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.

Harga: 20 ml = 650 Baht (300 ribu)

*Beberapa produk dijual dalam paket dengan harga yang lebih murah daripada satuan


Big Bee Farm

Thepprasit Thailand

Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand



Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand


Nah, kesemua produk ini akhirnya jadi buah tangan kami seluruh anggota rombongan. Meski hanya ukuran terkecil, setiap orang beli...hihi (Ini pasti berkat ibu marketer yang sungguh mumpuni tadi). Tapi memang khasiatnya lumayan kok dari yang saya beli. Lumayan..., sesuai dengan yang dijanjikan. Oh ya, kemudahan membeli bagi wisatawan Indonesia juga ada, sampai tersedia loyalty card-nya. Produk bisa dipesan online dan dikirim dari sana dengan harga khusus. Juga di marketplace di sini sudah banyak tersedia, tapi enggak tahu asli enggaknya.

Apakah saya repurchase
Enggak, beli yang lebih terjangkau saja di sini. Kalau khasiatnya sama kenapa enggak, iya kan? Tapi kalau ada yang ngasih oleh-oleh ya mau sih..kwkwk

Baiquelah, apakah teman-teman ada yang sudah pernah ke Thep-prasit juga seperti saya? Atau mungkin sudah pernah icip salah satu produknya?


Thep-prasit Thai Honey, Madu Oleh-oleh dari Thailand



Salam Bahagia

signature-fonts

Pantai Panjang Bengkulu yang Jauh dari Harapanku


Saat pertama kenal suami, dia sedang bekerja di Bengkulu. Dia yang saat itu masih calon suami kerap bercerita tentang Pantai Panjang yang ada di kota tempatnya tinggal. Hingga nama Pantai Panjang begitu familiar di telinga saya sebagai obyek wisata andalan ibukota provinsi yang bernama sama dengan provinsinya, Bengkulu. Suami bercerita banyak hal tentang pantai ini, sehingga saya penasaran sekali. Ya, Bengkulu tempat suami pernah berkarya selama 5 tahun di sana begitu lekat di ingatannya. Hingga kami merencanakan road trip Sumatera dengan Bengkulu sebagai tujuan utama.


Pantai Panjang Bengkulu

Berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung


Saat matahari sedang terik-teriknya saya dan keluarga tiba di area parkir Istano Basa Pagaruyung. Tempat parkir yang berlokasi tepat di depan komplek istana dengan kondisi yang penuh dan berantakan. Campur aduk dengan orang yang lalu lalang pun penjual sovenir dan makanan/minuman di kios-kios di sekitar. Begitu turun dari kendaraan, saya segera menuju toilet yang ada di bagian belakang. Dan tetap sama kondisinya seperti saat pertama kali saya dengan teman-teman ke sini di tahun 2018, toilet ini enggak layak untuk wisatawan - apalagi jika sasarannya wisatawan mancanegara. Karena  tempatnya yang memprihatinkan! Setelahnya, segera saya berjalan ke arah Istano Basa...ketika gerimis datang tiba-tiba. Membuat saya berbalik arah ke tempat parkir kendaraan dan segera mengambil payung agar tak kehujanan. 


Berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung

5 Cara Menghilangkan Kantung Mata


Menjalankan puasa Ramadan menjadikan berubahnya kegiatan kita di keseharian. Bangun dini hari untuk beribadah sahur, berpuasa sekitar 12 jam, lalu berbuka ketika Azan Maghrib tiba dan menunaikan salat Tarawih sesudahnya, membuat pola tidur menjadi tak teratur. Akibatnya badan kadang terasa lemas, wajah terlihat kurang fresh juga terutama munculnya kantung mata.


Cara Menghilangkan Kantung Mata

Doa dan Harapan di Akhir Ramadan


Ramadan sudah di ujung jalan. Sebentar lagi bulan suci ini akan meninggalkan kita semua. Bulan penuh berkah dan lipatan pahala ini akan segera angkat kaki dan bertamu kembali setahun lagi. Dulu, hari-hari terakhir Ramadan biasanya diidentikkan dengan kesibukan persiapan lebaran. Hingga terlupa jika kita telah menyia-nyiakan waktu penghujung Ramadan yang sungguh mulia. Pasalnya waktu di penghujung Ramadan inilah yang mestinya kita jalani dengan penuh kesungguhan. Bahkan Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh di akhir-akhir Ramadan. Hingga menjadi peringatan bagi diri, di sisa waktu yang ada kita tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa karena siapa tahu bulan Ramadan ini merupakan Ramadan terakhir kita. Makanya, sudah sepatutnya kita beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. 


Doa dan Harapan di Akhir Ramadan