Featured Slider

Tips Memilih Sprei

Tips memilih sprei perlu kita perhatikan sebelum membelinya. Pasalnya, sprei merupakan salah satu elemen dari tempat tidur yang sangat penting untuk menunjang kenyamanan tidur kita. Pemilihan sprei sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur. Karenanya, pemilihan sprei sangat penting dimiliki sebelum kita membeli. Nah, untuk menciptakan kenyamanan saat beristirahat, sebaiknya kita mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan memilih sprei ini. 


Internal Group


Tips Memilih Sprei


Ya, ibarat pasangan, keberadaan sprei tidak dapat dilepaskan dari kasur yang kita miliki. Sedangkan tujuan pemasangan sprei ini, yakni:

  • Melapisi kasur agar tidak cepat kotor.
  • Membuat permukaan kasur menjadi lebih lembut sehingga terasa nyaman saat tidur
  • Memperindah tampilan kasur dan kamar sehingga istirahat jadi makin nyaman

Nah, terkait fungsi sprei ini sayangnya kebanyakan orang memilih sprei hanya karena motifnya. Padahal ada tips memilih sprei yang harus diperhatikan sehingga kita tak bisa sembarangan. Bukan sekedar warna dan motif saja, namun ada hal-hal penting lainnya yang meski terkesan sepele, tapi akan berpengaruh pada tingkat kenyamanan tidur kita, diantaranya:


1. Pilih Ukuran Sprei yang Sesuai

Perhatikan ukuran kasur sebelum membeli sprei. Kini sudah ada penjelasan ukuran yang disertakan di tiap kemasan sprei apakah itu Single, Super Single, Queen, King atau Extra King yang akan memudahkan kita menyesuaikan dengan kasurnya. 

Oh ya, ada beberapa standar ukuran sprei yang bisa dijadikan patokan yaitu:

  • Ukuran 100 x 200 = Single atau No. 4
  • Ukuran 120 x 200 = Super Single atau No. 3
  • Ukuran 160 x 200 = Queen atau No. 2
  • Ukuran 180 x 200 = King atau No. 1
  • Ukuran 200 x 200 = Extra King

Nah, pemilihan ukuran yang sesuai membuat sprei bisa terpasang dengan baik dan tidak mudah kusut ketika ditiduri. Sebaliknya jika salah memilih ukuran, kita harus bersiap dengan konsekuensi sprei yang tidak bisa menutupi seluruh permukaan kasur jika kekecilan dan akan bersisa kainnya jika kebesaran Sehingga, sprei juga akan mudah bergeser karena kekecilan atau kebesaran ukurannya.


Aloha Sprei



2. Perhatikan Bahan

Ketika membeli sprei baik secara langsung maupun via online, satu hal yang harus menjadi pegangan adalah apa bahan materialnya. Nah, salah satu bahan yang sedang trending sekarang adalah Microtex. 

Microtex merupakan bahan kain sprei yang baik bagi kenyamanan tidur yang terbuat dari serat polyester jenis baru. Selain membuat tingkat tidur jadi berkualitas, Microtex juga diklaim baik untuk kesehatan kulit. Pasalnya, tekstur kain lembut dari Microtex tidak mengandung benang pendek dan juga pengotor permukaaan  yang dihasilkan dari proses pencucian. 

Tak hanya itu, pemilihan penggunaan bahan kain sprei Microtex didasari atas kelebihan yang diusungnya, yaitu:

  • Tidak mudah kusut
  • Tidak berbulu
  • Mudah kering
  • Baik untuk kulit
  • Tidak luntur
  • Warna terjaga
  • Noda mudah dibersihkan

3. Pilih Motif Sesuai Kamar

Kemudian, luasan dan pencahayaan, adalah dua hal yang perlu diperhatikan saat memilih motif sprei. Maka, jika kamar kita sempit lebih baik pilih sprei polos atau motif yang tak terlalu ramai sehingga kamar akan terasa lapang dan nyaman. Kita bisa memilih sprei dengan motif ramai jika ruangan kamar cukup luas, meski sebaiknya tetap sesuaikan dengan warna cat dindingnya.

Lalu, jika pencahayaan kamar bagus, kita bisa pilih sprei dengan warna gelap. Tapi hindari warna ini jika pencahayaan kamar kurang. Karena akan memberikan kesan suram yang membuat kurang nyaman, juga akan mengundang nyamuk datang sehingga tidur kita akan diganggu dengan gigitannya.


Sprei Emboss


Memilih Sprei yang Sesuai


Well, untuk menciptakan kenyamanan saat beristirahat, saya juga mempertimbangkan tiga hal tersebut sebelum memutuskan membeli sprei. Setelahnya saya memercayakan pilihan pada kualitas Aloha Sprei Emboss, salah satu produk dari www. internalgroup.id yang memiliki banyak keunggulan, yakni:

Berbahan microtex dengan tehnik ​Disperse sehingga halus dan lembut, bahan lebih tebal, jahitan rapi, corak emboss masa kini, ukuran pas, memakai karet di pinggiran, tidak luntur/tidak cepat pudar/tidak kusut, tersedia pilihan ukuran, tinggi 20 cm, serta dilengkapi 2 sarung bantal dan 2 sarung guling.

Yang kesemuanya membuat kenyamanan dan kualitas tidur saya menjadi terjaga, sehingga esok paginya saya bisa memulai hari dengan lebih bahagia!


Tips Memilih Sprei


Ya, tak heran karena sprei ini diproduksi PT Internal Tekstil Grup, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan sprei dan bed cover di Indonesia yang telah ada sejak tahun 1986. PT Internal Tekstil Grup berlokasi di Bandung dan menjadi ahli dalam bidang sprei dan bedcover selama 30 tahun. Di mana dalam tempo 30 tahun itu Internal Grup terus berimprovisasi sehingga mempunyai banyak merek, antara lain Internal, Vallery Quincy, Lady Rose, dan Illusions.

Berbagai macam merek yang sudah diciptakan ini bertujuan untuk bisa menjangkau semua lapisan masyarakat di Indonesia dengan mengedepankan kualitas terbaik di setiap segmen dan kelasnya. Tak hanya itu, sampai saat ini PT. Internal Tekstil Grup sudah bekerja sama dengan berbagai lisensi seperti Sanrio di tahun 2014, Warner Bros di tahun 2015, dan Disney di tahun 2015 untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan masyarakat di Indonesia.

Berslogan "Pelopor Sprei Berkualitas" Internal Group bertujuan pada kepuasan pembeli agar mendapatkan barang berkualitas. Dan, PT. Internal Tekstil Grup akan selalu terus berinovasi untuk terus menjadi leader dan menciptakan barang-barang dengan mutu yang terbaik bagi pelanggan agar bisa #TidurNyamanSemalaman.


Internal Group
Add caption



See, enggak usah bingung-bingung lagi memilih sprei, kunjungi @internalgroupid sekarang dan temukan sprei yang sesuai!πŸ’–


www.internalgroup.id
IG: @internalgoup.id | FB: @internalgroupID | Twitter: @internalgroupid




Eat - Sleep - Create


signature-fonts

Berfoto Ala Era Victoria di Skotlandia

Saat mengunjungi Edinburgh Castle di Edinburgh pada awal April 2019, saya dan suami berkesempatan berfoto ala orang Skotlandia (Scottish Photo Experience). Memakai baju bertema Victoria, kami berdua bergaya ala-ala Scottish dilengkapi dengan properti di eranya. Old Time Photos in Scotland, begitu tema foto studionya. Meski cuma sebentar pengambilan fotonya (lamanya di pakai baju kwkw) tapi momen ini berkesan sekali. Apalagi saya melihat sendiri di ruangan yang sama, kasmir Skotlandia yang ternama sedang diproduksi oleh mesin tenun listrik dari benang-benang yang beraneka rupa. Wahhh!!

Edinburgh Castle

Tentang Scotland


Skotlandia, terletak di paling utara dari empat bagian Britania Raya/United Kingdom (tiga lainnya: Inggris, Wales dan Irlandia), dan menempati sekitar sepertiga dari pulaunya. Nah, nama Skotlandia berasal dari Scotia Latin, tanah milik orang Scots-orang Celtic dari Irlandia yang menetap di pantai barat Britania Raya pada sekitar abad ke-5 Masehi. 

Sementara, nama lainnya, Caledonia, yang juga sering disematkan ke Skotlandia-terutama dalam puisi, berasal dari Caledonii, nama suku Romawi di bagian utara yang sekarang menjadi Skotlandia.

Nah, hubungan Skotlandia dengan Inggris, yang digabungkan pada tahun 1707 untuk membentuk Kerajaan Inggris Raya, telah lama complicated. Meskipun sangat dipengaruhi oleh Inggris, Skotlandia telah lama menolak untuk menganggap dirinya sebagai apa pun selain negara yang terpisah. Juga, telah mengikat dirinya dengan fakta sejarah dan legenda dalam upaya untuk mempertahankan identitas nasional mereka, serta dialek bahasa yang berbeda, yang dinamakan Scots.

Misalnya, terkait menentang status negara, salah satu penyair nasionalis Skotlandia, Hugh MacDiarmid menyatakan: "For we ha’e faith in Scotland’s hidden poo’ers, The present’s theirs, but a’ the past and future’s oors

Nah, semangat kemerdekaan ini akhirnya membuahkan hasil pada tahun 1996, ketika Stone of Scone yang sangat simbolis dikembalikan ke Edinburgh, ibukota Skotlandia, dari London. Dan pada tahun 1999 Parlemen Skotlandia yang baru — yang pertama sejak 1707 — terpilih dan diberi kekuasaan signifikan atas urusan Skotlandia.

Pokoknya kalau baca sejarah Scotland bisa panjaaang, kalau mau info lengkapnya baca di Ensiklopedia Britannica aja ya!😁


sumber: https://www.britannica.com/place/Scotland

Edinburgh Castle
Bandara Edinburgh


Berfoto Ala Era Victoria di Skotlandia
baru sampai di Bandara Edinburgh

Old Time Photos in Scotland


Nah, saat saya dan suami sampai di Edinburgh, kami ngikut saja dengan itinerary yang sudah disiapkan oleh guide tour-nya. Oh ya, tersedia paket tur dengan guide berbahasa Indonesia yang bisa dipesan ke travel yang berkantor pusat di London ini. Jadi guide-nya akan menjemput kita di bandara Edinburgh bersama bis wisata yang sudah disiapkan dan akan mengantar kembali saat kepulangan baik itu ke bandara maupun ke stasiun kereta.

Well, di tengah dinginnya Edinburgh, ibukota sekaligus kota terbesar kedua di Skotlandia, saya dan rombongan diarahkan ke Edinburgh Castle setelah dari bandara. Tapi sebelumnya kami maksi (kilat) dulu di sebuah restoran Thailand yang sudah dipesan. Selanjutnya bersegera ke Edinburgh Castle mengingat jam tutupnya adalah pukul lima.

Edinburgh Castle, yang telah berdiri paling tidak dari abad ke-12 ini dan terus menjadi kediaman kerajaan hingga Penyatuan Mahkota Inggris dan Skotlandia pada tahun 1603, kami datangi di tengah gerimis tipis. Sebelum mencapai gerbang masuk, di sisi kanan nampak berderet souvenir shop, cafe dan beberapa kios penjual lainnya. Saya dan beberapa teman, dengan tujuan berteduh sebentar memasuki sebuah kiosnya, Castlehill Cashmere.

Ternyata toko cinderamata ini punya tangga ke arah bawah (menuju ruang bawah tanah) di mana di sana ada sebuah foto studio yang menyediakan jasa Old Time Photos Scotland alias foto jadoel Skotlandia dengan segala propertinya.

Nah, posisi foto studio ini membuat saya mesti menuruni puluhan anak tangga dan beberapa lantai lainnya (ada semacam kantor atau tempat usaha). Karena memang Castlehill Cashmere yang sejajar dengan Edinburgh Castle ini, berlokasi di ketinggian yakni 135 meter di atas permukaan laut.

Sampai di Old Time Photos, ada petugas yang mendata, mau gaya apa, berapa orang yang mau foto, mau ambil soft copy-nya enggak nanti,.... terus mewanti-wanti kalau kami dilarang mengambil gambar dengan kamera pribadi. 

Baiquelah...saya dan beberapa teman akhirnya menyepakati paket fotonya. Per orang biayanya 20 GBP/Poundsterling (sekitar 375 ribu rupiah). Tapi karena kami ada banyak orang, berdelapan yang mau foto, belum termasuk tambahan jika minta ekstra versi cetaknya juga soft copy-nya, saya lupa berapa jadinya. Karena salah satu teman yang bayar, baru nanti totalan sama pengeluaran printilan yang lainnya.

Nah, kami diminta memilih mau gaya jadoel yang mana saat berfoto nanti, gaya sesuai dengan masanya!

Scottish Photo Experience
a postcard - Edinburgh Castle from the air by Colin Baxter

Old Time Photos in Edinburgh
Gaya enggak jelas di Edinburgh Castle


Berfoto Era Victoria di Skotlandia
Itu di plastik hasil belanja kilat biar hemat di Castlehill Cashmere😁


Travel Back in Time with Scottish Photo Experience


Well, perjalanan kembali ke masa lalu dengan mengunjungi era Skotlandia favorit kita dan merasakan pengalaman yang akan kita ingat selamanya, pun membawa pulang foto-foto cetak dan digital dari perjalanan asli Skotlandia saat melintasi waktu tentu jadi pengalaman yang takkan terlupa.

Choose Your Era ...! Spark your imagination, choose your theme and pick from a wide selection of authentic Scottish costumes and props!

Begitu info tertulis di studio Scottish Photo Experience, yang menawarkan pilihan gaya beserta penjelasannya:

  • Heritage Theme (Modern): selami Skotlandia modern dan temukan warisan Anda
  • Medieval Theme (Braveheart): serasa adegan di "Braveheart", Anda juga bisa menjadi seorang Scottish Warrior
  • Jacobite Theme (Outlander): kembali ke masa lalu dan berdansa dengan Bonnie Prince Charlie
  • Victorian Theme: memasuki drama dan romansa Skotlandia abad ke-19
  • Royal Theme: kenakan mahkota dan duduklah di atas tahta Anda untuk pengalaman menjadi Raja
  • Fantasy Theme: perhatikan "dragon" dan jelajahi dunia fantasi yang mengasyikkan

Old Time Photos in Edinburgh
sumber: https://lawnmarketphotos.com/
old time photos Edinburgh
sumber: https://lawnmarketphotos.com/

Victorian Theme
Mesin tenun listrik
Foto studio di Edinburgh
Mesin tenun listrik

Capture Memories in the Heart of Scotland


Dan, saatnya bergaya pun tiba....!!

Saya dan suami memilih Victorian Theme untuk gaya foto kami. Victorian adalah Era Victoria dalam sejarah Britania Raya, periode pemerintahan Ratu Victoria dari 20 Juni 1837 sampai kematiannya pada 22 Januari 1901. Era ini ditandai oleh periode panjang perdamaian, kemakmuran, kejayaan Britania di kancah internasional, dan tingginya rasa percaya diri nasional warga Britania.  Sebuah kejayaan politik Britania pada era Victoria yang dimulai setelah disahkannya Undang-Undang Reformasi 1832. Era ini didahului oleh era George dan dilanjutkan oleh era Edward. Di mana dalam bidang kebudayaan, terjadi transisi dari rasionalisme pada era George menuju romantisisme dan mistisisme yang berkaitan dengan agama, nilai sosial, dan seni.

Kami semua tetap memakai baju semula, hanya melepas coat saja sebelum mengenakan kostum yang telah disiapkan. Dan ini pilihan tepat, karena bajunya itu ukuran bule, yang guedeee! hehe. Jadi karena di dalamnya pakai baju asli enggak kelihatan kebesaran hasilnya. Beberapa kali saya ambil pose bergantian bersama teman-teman. Dan sekitar setengah jam selesai plus diberikan print out plus versi digital.

Nah, sambil menunggu giliran, saya melihat ruang di depan studio foto ini. Ada yang menarik perhatian saya, karena terdapat deretan mesin tenun yang sedang bekerja menenun cashmere Skotlandia yang kondang. Nampak seorang pekerja, sesebapak, yang mengoperasikan mesin-mesin itu. Saya pun diam-diam mengambil fotonya. Meski agak kuatir juga mengingat pesan seseibuk yang di studio foto yang melarang kami mengambil gambar. (FYI saya sudah pernah kena semprot petugas lantaran mengambil gambar saat di Royal Observatory GreenwichπŸ™ˆ)

Setelah selesai bernostalgia dengan Era Victoria, saya, suami dan teman-teman pun menaiki puluhan tangga besi menuju ke atas lagi. Di atas kami mempir dulu ke Castlehill Cashmere toko souvenir yang ada di lantai 1 tadi dan membeli cinderamata yang murmer menurut guide kami: seperti sweater mulai dari 5 GBP, syal mulai 3 GBP, magnet kulkas 6 pcs/10 GBP dan lainnya. Dan berhubung gerimis sudah reda serta saya dan suami berkeinginan mengunjungi Edinburgh Castle segera, kami pun belanja seperlunya dan bergegas ke sana.

Akhirnya Edinburgh Castle yang punya sejarah panjang selama berabad-abad yang kesemuanya bisa kita runut dari bangunan yang ada, bisa saya kelilingi bersama suami sekitar 2 jam lamanya. Itupun beberapa ada yang kami skip saking luasnya area. Untungnya kami bisa menghemat waktu lantaran di area dalam castle memang dilarang pepotoan. Jadi cuma bisa dilewati, dinikmati, dibaca-baca history-nya didengarkan audio guide-nya dan...sudah, keluar dari pintu exit-nya. Akhirnya bisa cepat, kan?

Edinburgh Castle
Gaya seriuuus!


Victorian Theme
Kekenyangan makan rendang saat pulang ke London di kereta LNER Edinburgh-York

Scottish Photo experience
Gaya Santuy!!


Next, sekeluar dari area castle, saya pun langsung menuju bis lagi karena rombongan dijadwalkan check in dulu di Radisson Collection Hotel, Royal Mile Edinburgh, penginapan kami selama berada di Edinburgh ini. Sebuah hotel yang ramah bagi pengguna kursi roda dan mengedepankan misi ramah lingkungannya bahkan mendapatkan award untuk kedua misi mulianya.

Malamnya, saya pun tertidur pulas karena kecapekan setelah seharian jalan...... plus bergaya ala Victorian!😁

Oh ya, kalau dirimu yang difoto, mau pilih gaya yang mana?😍



Happy Traveling


signature-fonts

Review Natur-E Advanced Serum

Natur-E Advanced Serum, saya jadikan skinker lanjutan dari set Natur-E Advanced Anti-Aging selama tiga bulan terakhir ini setelah pemakaian Natur-E Advanced Face Wash dan Natur-E Advanced Skin Balancer. Saya masih meneruskan rangkaian perawatan yang menjadi solusi permasalahan kulit untuk fase usia 35 tahun ke atas ini. Pasalnya, Natur-E seri Advanced ini memang ditujukan untuk mengatasi masalah penuaan dini dengan Soft Capsule sebagai perawatan dari dalam dan Natur-E Advanced Anti-Aging Face Series untuk melengkapi perawatan kulit dari luar. Di mana rangkaian produk perawatan ini adalah jawaban kebutuhan perawatan kecantikan untuk membantu menghapus tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus, flek hitam, dan kerutan dengan khasiat anti-aging secara menyeluruh. Nah, penuaan dini dapat disebabkan oleh sinar matahari (UV A dan UV B). Natur-E Advanced Anti-Aging akan membantu menjaga kecantikan kulit agar tetap sehat seiring berjalannya waktu. Lantaran diformulasikan dengan kandungan Astaxanthin dari ganggang merah dan SkinRefineTM Formula yang telah teruji klinis menghilangkan tanda-tanda penuaan dini dalam waktu 2 minggu.

Lalu, bagaimana hasil pemakaiannya? Apakah sesuai dengan yang saya harapkan?


Natur-E Advanced Serum


Tentang Natur-E Advanced Anti Aging Serum


Saya awalnya membeli Natur-E Advanced Serum ini di official store Natur-E di Shopee, sepaket sama rangkaiannya. Tapi karena kemasan mungilnya, produk ini yang paling dulu habis, sehingga saya pun repurchase di official store Natur-E di Tokopedia karena lagi ada diskon di sana. Memang saya selalu pilih membeli di official store karena produknya dijamin ori, pun sering banget ada promosi yang bikin hepiiii...

Oh ya, saat tiba, packaging berlapis buble wrap jadi aman isinya. Apalagi Natur-E Advanced Serum ini punya kemasan luar berupa boks berbentuk kardus berwarna putih sehingga akan melindungi produknya.

Sementara, kemasan produknya sendiri mungil karena isinya hanya 15 ml. Maka kalau rutin dipakai, pagi dan malam hari, akan habis dalam waktu sekitar dua -tiga minggu. Sedangkan untuk bentuk kemasan, tube berbahan plastik berwarna merah bata dengan tutup bening transparan berbentuk ulir berujung serupa pipet. Kemasan yang memudahkan kita saat mengeluarkan isinya. 

Produk berharga normal Rp 82.000 ini dipakai sesudah kita menggunakan Natur-E Advanced Face Wash dan Natur-E Advanced Skin Balancer dengan manfaat tertera baik di kemasan luar maupun dalamnya, yakni:

Penuaan dini dapat disebabkan sinar matahari (UV A dan UV B). Natur-E Advanced Anti Aging membantu menjaga kecantikan kulit agar tetap sehat seiring berjalannya waktu. Diformulasikan dengan Astaxanthin & Profit Tech yang dapat membantu:

  • Menyamarkan kerutan dan garis halus
  • Melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari
  • Merawat elastisitas dan kekencangan kulit
  • Menyamarkan noda hitam
  • Membuat kulit lebih halus
  • Menjaga kelembaban kulit

Natur-E Advanced Anti Aging Serum terbukti secara klinis oleh dermatologist dalam penggunaan 14 hari dapat: 
  • Mengurangi kerutan dan garis halus
  • Meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit

Natur-E Advanced Serum


Sementara cara pakai Natur-E Advanced Serum: gunakan setelah pemakaian Natur-E Advanced Skin Balancer. Usapkan Natur-E Advanced Serum pada wajah dan leher secara merata lalu pijat perlahan. Gunakan pada pagi dan malam hari.

Oh ya, pada kotak kemasan luar tertera: nama produk, informasi seputar Natur-E Advanced Anti Aging,  manfaat Natur-E Advanced Serum,  jumlah isi, cara pakai, peringatan, ingridients, produk dari dan logo halal MUI. Selain itu tertera juga keterangan "No Added TEA" - 'No Adden Paraben"

Nah, informasi tentang "No added TEA" ini menarik perhatian saya. Ya, salah satu ingredients yang sering digunakan dalam kosmetik adalah triethanolamine atau yang kerap kali disebut dengan TEA. 

TEA ini merupakan senyawa kimia tak berwarna atau kuning muda dan beraroma seperti amonia. TEA menetralisis larutan karbomer untuk membentuk gel dan menetralisis asam stearat untuk membentuk emulsi anionik dan berperan sebagai agen alkali untuk mengontrol pH. 

TEA digunakan untuk mengurangi tegangan permukaan dalam emulsi sehingga banyak digunakan sebagai emulsifier dalam kosmetik berbasis air. Hampir 40% produk kosmetik di pasaran mengandung TEA. Triethanolamine biasanya terdapat pada kosmetik kecantikan seperti body lotion, shampoo, baby lotion, pemulas mata, maskara, eyeliner, foundation, concealer, dan beberapa produk perawatan rambut seperti pewarna dan bahan keriting rambut.

Kadar TEA tidak boleh lebih dari 5%. Tapi meski boleh digunakan dalam dosis rendah, penyerapan TEA melalui kulit secara terus menerus dapat berbahaya pula karena senyawa beracun akan terakumulasi menjadi dosis besar. Bisa menimbulkan risiko iritasi kulit, rambut dan mata serta peradangan. Uji klinis menunjukan bahwa dosis tinggi TEA dapat mengakibatkan kanker liver dan testikular pada hewan percobaan.

Sementara selain No added TEA, produk Natur-E Advanced Anti-Aging Serum juga disebutkan No added Paraben pada kemasannya. Ini artinya produk tidak mengandung paraben dan turunannya. Label ini tentu sangat penting karena menandakan produk tersebut lebih aman, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paraben seperti gangguan hormon, menurunnya kualitas reproduksi, hingga risiko tumbuhnya sel kanker.


Natur-E Advanced Anti Aging Serum


Pengalaman Menggunakan Natur-E Advanced Serum


Nah, saya memakai Natur-E Advanced Serum ini setiap hari pada morning & night routine skin care. Jadi tahapannya: Natur-E Advanced Face Wash, lalu Natur -E Skin Advanced Balancer baru Natur-E Advanced Serum. 

Natur-E Advanced Serum bertekstur cair, agak kental disertai butiran-butiran merah (Astaxanthin). Beberapa tetes bisa kita ratakan di wajah dan leher sambil dipijat perlahan. Saat menempel tidak terasa panas, nylekit, perih atau sejenisnya. Malah ada sensasi adem saat menyerap ke kulit kita. Serum ini juga tidak membuat kulit lengket dan menjadikan kulit lembab serta kenyal setelah pemakaian.

Sementara saya dapati hasil pemakaian selama tiga bulan: kulit jadi lebih halus, lembab dan kenyal. Sedangkan untuk manfaat mengurangi kerutan dan garis halus serta meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit pada wajah belum saya dapatkan secara signifikan. Bisa jadi karena masih singkatnya durasi pemakaian atau memang karena kandungannya yang aman sehingga prosesnya enggak instan.

Review Natur-E Advanced Serum


Well, setelah 3 bulan pakai Natur-E Advanced Anti Aging Serum, Yay or Nay
Memang baru tiga bulan saya menggunakan Natur-E Advanced Anti Aging Serum ini. Tapi karena efek buruknya sampai kini enggak ada, jadi saya berencana melanjutkannya. Sementara kelebihan dan kekurangan produk ini versi saya, diantaranya:


Natur-E Advanced Anti Aging Serum YAY:

  1. Halal
  2. Aman: No added TEA, No added Paraben
  3. Dermatology Tested
  4. Tidak berbau wangi yang tajam
  5. Kemasan aman dan mudah diaplikasikan
  6. Terbukti bikin kulit tambah kenyal, halus dan lembab
  7. Enggak bikin kulit kering, panas, nylekit, perih
  8. Travel friendly
  9. Ada produk suplemen penunjangnya: Natur-E Advanced 
  10. Jaminan kualitas jika dilihat dari produsennya: diproduksi oleh PT Cosmax Indonesia, untuk dipasarkan oleh Darya-Varia Laboratoria

Natur-E Advanced Anti Aging Serum NAY:

  1. Untuk ukuran serum 15 ml harga normal Rp 82.000 termasuk lumayan (maka saya belinya pas ada diskonan), meski worth it to buy
  2. Isi kemasan terlalu sedikit, jadi cepat habis 
  3. Setelah 3 bulan pemakaian efek mengurangi kerutan dan garis halus serta meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit belum signifikan saya dapatkan (mungkin karena flek dan kerutan sudah parah, tapi gapapa berarti hasilnya bukan instan, kan?)

Natur-E Advanced Serum

Natur-E Advanced

Natur-E Advanced Anti Aging Serum

Maudy Koesnaedi


Repurchase? YES!

Ya, saya memutuskan membeli kembali produk ini dan melanjutkan pemakaian. 
Semoga saja hasilnya sesuai yang saya harapkan, kulit sehat dan tidak menua sebelum waktunya, seperti Maudy teman sebaya saya. #Eaaaa😁

Baiklah, semoga ulasan ini bermanfaat ya...
See Yaaa!!πŸ’–



Stay Beautiful


signature-fonts

Podcast Dear Dearest: Old School Jadi The New Cool

Podcast “Dear Dearest” yang diproduksi KBR Prime terpilih menjadi salah satu line-up pertama dari konten eksklusif Spotify Original Podcast di Indonesia. KBR Prime adalah sayap dari Kantor Berita Radio KBR yang secara khusus memproduksi podcast berkualitas dengan konsep ‘podcast for curious minds’.


Podcast Dear Dearest: Yang Old School Jadi The New Cool


Tentang Dear Dearest


Podcast “Dear Dearest” berpusat pada surat yang ditulis dan dibacakan penulis, musisi, aktor serta tokoh lainnya. Konsep surat cinta dipilih karena surat termasuk cara yang ‘kuno’, yang mungkin sudah jarang, atau bahkan tidak pernah, dilakukan. Lewat surat yang ditulis dan dibacakan, para pendengar bisa memasuki pikiran para penulis, musisi, aktor dan lainnya dan terlibat dengan isi surat tersebut.

Pemilihan konsep surat cinta ini juga membawa pesan kalau yang old school bisa menjadi the new cool. 

“Kami mau membawa sesuatu yang purba seperti cinta, lewat sebuah surat yang mungkin dianggap kuno, dan disampaikan dalam podcast,” kata Asrul Dwi, produser podcast “Dear Dearest”.

 
Nah, bagi KBR, kolaborasi dengan Spotify adalah langkah penting bagi pengembangan podcast. 

“KBR dan Spotify punya misi yang beririsan: mengembangkan skena podcast Indonesia,” kata Pemimpin Redaksi KBR, Citra Dyah Prastuti.

Sementara, mengutip dari rilis yang dikeluarkan Spotify, 

“Kami bersemangat untuk menghadirkan Spotify Original Podcast pertama di Indonesia, yang menyesuaikan dengan kekayaan budaya, bahasa, serta nuansa Indonesia yang dekat dengan pendengar lokal. Beberapa genre podcast paling populer di Indonesia saat ini adalah komedi, bincang-bincang, hubungan cinta, dan horor. Oleh karena itu, kami mempersembahkan Kisah Horor The Sacred Riana dan Dear, Dearest,” kata Carl Zuzarte, Head of Studios, SEA, Spotify.

Oh ya, “Dear Dearest” akan tayang perdana pada Rabu 5 Agustus 2020. Dengarkan secara gratis hanya di Spotify. Lalu, simak episode baru setiap Rabu, juga update-nya di akun IG dan Twitter @deardearestpod yaa...

 

Tentang Spotify


Spotify adalah layanan streaming musik digital, podcast, dan video yang memberi kita akses ke jutaan lagu dan konten lain dari artis di seluruh dunia.

Fungsi dasarnya seperti memutar musik tidak berbayar, tapi kita juga bisa memilih untuk mengupgrade ke Spotify Premium. Mana pun yang dipilih, kita bisa:

  • Memilih musik yang ingin kita dengarkan dengan Browse dan Cari.
  • Mendapatkan rekomendasi dari fitur yang dipersonalisasikan, seperti Discover Weekly, Release Radar, dan Daily Mix.
  • Menyusun koleksi musik.
  • Melihat apa yang didengarkan teman, artis, dan selebriti .
  • Membuat Stasiun radio sendiri

Spotify tersedia di beragam perangkat, termasuk komputer, ponsel, tablet, speaker, TV, dan mobil, dan kamu bisa dengan mudah berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain menggunakan Spotify Connect.

Spotify sebagai layanan musik alir, siniar, dan video komersial berasal dari Swedia dan menyediakan manajemen hak digital yang melindungi konten dari label rekaman dan perusahaan media. Ini tersedia di sebagian besar Amerika, Eropa Barat dan Oseania. 


Podcast Dear Dearest: Yang Old School Jadi The New Cool

 
Tentang KBR dan KBR Prime


KBR adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen yang berdiri sejak 1999. Produk KBR mengudara di 500 radio jaringan di 34 provinsi di Indonesia. Berita-berita KBR juga bisa disimak lewat website KBR.id, serta di media sosial. 

Sepanjang usianya, KBR telah meraih beragam penghargaan nasional dan internasional untuk sepak terjangnya sebagai media serta karya-karya jurnalistik berkualitas. KBR adalah salah satu media yang sudah mendapat verifikasi dari Dewan Pers. Juga, KBR adalah satu-satunya media di dunia yang pernah mendapat penghargaan dari Raja Belgia, King Baudouin Award. 

KBR ingin memastikan di mana pun kita berada, bisa menjangkau informasi dengan mudah. Kita bisa mendapatkan berita terkini, buletin berita, feature, talkshow inspiratif, cerita dari negara-negara tetangga, serta perbincangan dengan narasumber utama langsung dari KBR atau melalui radio jaringannya. Di mana pun kita berada dan apapun alat komunikasi yang kita gunakan, KBR siap menyajikan informasi inspiratif dan tepercaya.

Oh ya, sejak 2018, KBR mengembangkan produk podcast dengan sayap KBR Prime, dengan konsep ‘podcast for curious minds’. KBR Prime adalah platform podcast berbasis jurnalistik pertama di Indonesia. Podcast KBR Prime hadir dalam beragam format, yaitu News, Conversation dan Storytelling. Setiap podcast diracik dengan kualitas jurnalistik dan audio terbaik. Podcast di KBR Prime diproduksi oleh tim redaksi juga kolaborasi dengan pihak lain.

Hingga “Dear Dearest” yang diproduksi KBR Prime terpilih menjadi salah satu line-up pertama dari konten eksklusif Spotify Original Podcast di Indonesia.

Penasaran?

Cuss...langsung ke Spotify Player Embed Code: Dear Dearest saja yaaa!!😎




KBR - KBR Prime
www.kbr.id | www.kbrprime.id



Happy Sharing

signature-fonts

Pengalaman Naik LRT Palembang

Salah satu itinerary Roadtrip Sumatra saya dan keluarga saat di Palembang adalah mengunjungi Stadion Gelora Sriwijaya a.k.a stadion Jakabaring dan menjajal LRT Palembang yang merupakan LRT pertama di Indonesia. Maka, mobil kami parkir di mal di sudut stadion lanjut naik LRT dari sini ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, lihat-lihat bandara sebentar, lalu balik lagi. Sebelumnya saya dan suami sempat eyel-eyelan di depan petugas loket LRT. Gegara dia kezel saya enggak bawa kartu e-money ekstra karena kami kira yang diterima memang cuma kartu itu dan kartu tertentu. Seperti biasa saya bawa satu kartu uang elektronik di dompet, dia pun sama. Sementara anak-anak punya masing-masing tapi sayangnya ketinggalan di tas saya yang lainnya di Jakarta. Maklumlah sebagai warga Jakarta kartu pembayaran elektronik buat pembayaran digital memang selalu siap sedia. Eh, ndilalah giliran sampe Palembang, lupa dibawa. Akhirnya, si Mbak petugas loketnya bilang, kenapa enggak beli tiket tunai saja, 10 ribu harganya. Problem solved! Memang kadang eyel-eyelan, udur-uduran, tukaran itu perlu. Karena tanpa itu hidup enggak akan seruuuu!!😁


Pengalaman naik LRT Palembang


Tentang LRT Palembang


Berdasarkan sebuah penelitian, kota Palembang diperkirakan akan mengalami kemacetan total pada 2019. Maka, Palembang merencanakan membangun monorel dari Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks Olahraga Jakabaring sebagai alternatif transportasi umum. 

Nah, menjelang perhelatan Asian Games 2018 di Palembang, rencana pembangunan monorel tersebut kemudian dibatalkan karena kesulitan mencari investor yang dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu serta proyek dianggap kurang menguntungkan. Monorel kemudian diganti dengan Light Rail Transit /Lintas Rel Terpadu (LRT) yang dianggap lebih efektif. 

Kemudian, Presiden Joko Widodo menandatangani Perpres Nomor 116 Tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaraan kereta api ringan di Sumatra Selatan tanggal 20 Oktober 2015. Menurut Perpres, pemerintah menugaskan kepada PT Waskita Karya Tbk untuk membangun prasarana LRT meliputi jalur termasuk konstruksi jalur layang, stasiun dan fasilitas operasi. 

Pembangunan prasarana LRT Palembang akhirnya selesai pada Februari 2018.  Sedangkan operasi penuh LRT Palembang dimulai pada 1 Agustus 2018, dengan 6 stasiun prioritas dibuka untuk melayani penumpang dari dan menuju tempat pertandingan Asian Games 2018.

LRT ini ke depannya menempuh jalur sepanjang 23,4 km dan dilengkapi 13 stasiun serta 8 rangkaian kereta, membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badarudddin II hingga Jakabaring. Setiap rangkaian kereta akan berhenti selama 1 menit di setiap stasiun, kecuali di setiap stasiun akhir perjalanan rangkaian kereta akan berhenti selama 10 menit. Selain itu, 5 di antara 13 stasiun yang ada juga dilengkapi dengan jembatan penghubung dengan bangunan-bangunan di sekitarnya.


LRT Palembang

Cara Naik LRT Palembang

Pengalaman Naik LRT di Palembang

Cara Naik LRT Palembang

Tiket LRT Palembang


Apa Menariknya LRT Palembang?


Nah, LRT Palembang berjalan melalui rel-kereta-layang tanpa pemberat dengan lebar sepur 1.067 mm, yang membentang sepanjang 23,4 kilometer (14,5 mi) dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di ujung barat menuju Depot OPI di ujung timur. Teknologi persinyalan kereta ini menggunakan metode sinyal fixed-block, dengan dilengkapi peralatan rel ketiga. Rel kereta ini dibangun menyeberangi Sungai Musi, sejajar dengan Jembatan Ampera.

Lalu, apa yang menarik dari LRT Palembang ini?


1. LRT Palembang Ramah Disabilitas dan Lansia

  • Tersedia tangga berjalan di setiap stasiun
  • Tinggi peron dan pintu keluar masuk kereta sejajar
  • Ruang tunggu yang nyaman bagi disabilitas dan lansia
  • Ramp untuk memudahkan akses penumpang berkebutuhan khusus dan lansia
  • Lift yang tersedia di beberapa stasiun
  • Pengeras suara untuk pengumuman di stasiun dan kereta
  • Bangku prioritas di setiap rangkaian kereta

2. Moda Trasportasi Terintegrasi

Sesuai dengan rancangan peme­rintah pusat dan pemerintah daerah, sistem LRT Palembang sudah dikem­bangkan dalam moda transportasi yang terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) yaitu Trans Musi dan Damri. Integrasi antarmoda ini ti­dak hanya mempermudah arus trans­portasi masyarakat, tapi juga sekaligus menghemat biaya khususnya bagi para mahasiswa. Proses integrasi ini diharapkan bisa membantu mahasiswa saat ingin ber­kuliah. Ini juga merupakan salah satu upaya mengenalkan budaya menggunakan transportasi massal kepada kalangan milenial, terutama mahasiswa. 

Pasalnya, moda terintegrasi ini bisa diman­faatkan para mahasiswa untuk rute LRT Palembang hingga ke Stasiun DJKA di Jakabaring, Palembang. Setelah itu, mereka melanjutkannya dengan Bus Damri menuju kampus Unsri (Universitas Sriwijaya) di Indralaya. Integrasi LRT Palembang–Bus Damri ini, mahasiswa cukup membayar Rp 7.000,00 dari tarif seharusnya yaitu Rp 15.000,00. Kekurangan dari tarif tersebut disubsidi oleh Kementerian Perhubungan. Masyarakat umum juga diberikan subsidi sehingga tarif yang berlaku adalah Rp 10.000,00.


Tiket LRT Palembang

Cara Niak LRT Palembang

Pengalaman naik LRT Palembang

Pengalaman naik LRT Palembang

LRT Sumatera Selatan

LRT Palembang



3.  Memberikan Pilihan Alternatif Transportasi bagi Masyarakat

Hadirnya LRT Palembang diharapkan mempermudah dan memperlancar mobilisasi warga masyarakat, barang, dan jasa. Juga, LRT bisa menjadi gaya hidup bertransportasi modern milenial serta akan membangun suatu peradaban dan budaya baru. Baik budaya menggunakan transportasi massal yang aman dan nyaman, budaya tepat waktu juga budaya antre yang diharapkan akan terbangun setelah menggunakan LRT ini. 

Tak hanya itu, LRT menjadi opsi untuk mengurangi kemacetan di mana masyarakat diharapkan beralih dari angkutan umum dan kendaraan pribadi ke LRT. Meski memang ini membutuhkan waktu hingga beberapa tahun ke depan agar masyarakat benar-benar berminat menggunakan LRT. Proses seperti ini juga dialami negara lain, di antaranya Singapura. Di mana Singapura membutuhkan proses waktu sekitar 10 tahun bahkan lebih untuk me­num­buhkan minat warganya meng­gunakan transportasi massal yang ada.


4. Harga Tiket yang Terjangkau

Tarif sekali angkut penumpang LRT Palembang ini sebesar Rp 5.000,00 per penumpang dari dan ke stasiun mana saja, kecuali untuk ke Bandara SMB II dipatok tarif Rp 10.000,00 per penumpang. Tarif ini disubsidi pemerintah dengan kisaran Rp 200-300 miliar setahun hingga jumlah penumpang yang menaiki moda ini dapat menutup biaya operasional.  Rencananya, kalau sudah jadi sebuah budaya, subsidinya akan ditarik. Tapi bisa saja itu terjadi dalam waktu 10-15 tahun lagi, jadi jangan khawatir...enggak dalam waktu dekat kok!


5. Kemudahan Membeli tiket

  • Dengan QR Code yang bisa dibeli di stasiun pemberangkatan dengan menggunakan uang tunai
  • Kartu Uang Elektronik (KUE) perbankan yang disahkan oleh LRT Palembang: BRIZZI (Bank BRI), TapCash (Bank BNI), e-Money (Bank Mandiri), Flazz (Bank BCA), BSB Cash (Bank Sumsel Babel) 
  • Dengan tiket terintegrasi LRT Palembang dengan Damri dan Trans Musi

6. Kenyamanan dan Keamanan 

Suasana gerbong LRT Palembang sangat nyaman dan bersih. Selain itu kita bisa mengakses tempat-tempat macet secara praktis. Juga, lebih mudah singgah ke berbagai destinasi wisata di sekitar stasiun LRT (Benteng Kuto Besak, Hutan Punti Kayu, dan sejumlah tempat wisata lainnya). Kemudian, akses dari dan ke bandara lebih praktis dan hemat. Plus bonus menikmati pemandangan kota Palembang secara leluasa (terutama Sungai Musi).


Rute LRT Sumatera Selatan

Kecepatan LRT Palembang

Pengalaman naik LRT Palembang

Cara naik LRT Palembang

Pengalaman Naik LRT Palembang


Pengalaman Naik LRT Palembang


Setelah memarkir kendaraan, kami pun menuju stasiun LRT Jakabaring. Letaknya hanya sekitar 100 meter dari gerbang masuk menuju stadion Jakabaring. Stasiun ini nampak megah dan gagah karena berdiri di ketinggian yang lumayan. Memang LRT Palembang ini dibangun dengan Metode Elevated (konstruksi layang) dengan alasan:

  • Keselamatan: menghilangkan perlintasan sebidang dengan jalan, sehingga kapasitas jalan akan tinggi karena tidak ada gangguan kereta lewat serta menghindari kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi.
  • Kapasintas lintas: memastikan headway perjalanan kereta dapat tercapai tanpa mengganggu jalur lalu lintas lain (jalan raya) dan dapat menampung demand penumpang yang cukup banyak.
  • Dampak sosial: meminimalkan masalah sosial seperti pencarian sinyal, gangguan pada rel dan sebagainya
  • Teknis konstruksi: pertimbangan terdapat banayk flyover dan JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang dilewati. Menjaga kelandaian minimum jalur, bila trase vertikalnya naik turun akan mengurangi kenyamanan penumpang dan juga sarananya membutuhkan power yang besar sehingga biaya operasional serta biaya perawatan dapat lebih tinggi.
  • Pembebasan lahan: meminimalkan waktu dan biaya pembebasan lahan serta ruang di bawahnya bisa difungsikan setelah konstruksi selesai sehingga penggunaan lahan lebih efisien

Tiket LRT Palembang


LRT Sumatera Selatan

LRT Palembang


Nah, setelah menaiki tangga yang cukup tinggi, sampailah saya di peron stasiun LRT. Ruangan nyaman berpendingin ruangan menyapa dengan rel yang berposisi di bagian tengahnya. Ada petunjuk di mana arah loket serta petunjuk lainnya tertera juga petugas berseragam yang siap memandu calon penumpang.

Setelah 4 lembar kertas tiket yang berupa QR Code saya punyai, saya sekeluarga pun menunggu di kursi tunggu yang tersedia. Menunggu kereta ada petugas keamanan yang menjaga pintu masuk menuju relnya demi keamanan semua.

Tak lama, kereta LRT Palembang pun tiba. Jumlah penumpang cukup untuk duduk semua, meski ada beberapa yang saya lihat memang sengaja berdiri. Tak lama kereta pun bergerak dengan kecepatan yang bisa dibilang lambat, karena memang maksimum kecepatan LRT ini adalah 100 km/jam. Saya bandingkan dengan kereta cepat Renfe AVE atau TGV yang pernah saya naiki saat Europe Trip yang bisa menyentuh 300 km/jam lebih kecepatannya, ya enggak sebanding. Tapiiiii, saya suka kalau lambat begini, pas buat menikmati pemandangan kota Palembang dari ketinggian, yekan?

Oh ya, di sepanjang perjalanan, penumpang ada yang naik dan turun sesuai tujuan. Jangan khawatir, ada pemberitahuan lewat pengeras suara nama stasiun yang akan disinggahi. Juga ada rute di layar video yang tertera. Jadi perhatikan dengan seksama ya, biar enggak kelewatan nantinya.

Ada juga penumpang yang seperti saya yang bertujuan ke stasiun akhir, Bandara SMB II. Di mana perjalanan dari ujung ke ujung ini memerlukan waktu sekitar 45 menit, beneran hemat. Kebayang jika pakai jalur darat, Yang kabarnya bisa 1,5 jam jarak tempuhnya, karena akan bertemu dengan kemacetan lalu lintas dimana-mana. Juga, pasti akan butuh biaya lebih buat bahan bakar dan parkir kendaraan.

Sesampai di Bandara SMB II, kami pun turun dan langsung menuju arah area bandara. Enak benar, enggak perlu turun naik lagi, jadi langsung terkoneksi ke sini. Pasti ini bakalan memudahkan bagi penumpang pesawat dari dan ke Bandara SMB II. 

Dan, setelah berkeliling di area bandara, juga foto-foto pastinya, kami pun ke arah stasiun LRT Bandara SMB II lagi, naik LRT kembali untuk menuju titik awal tadi.


LRT Sumatera Selatan


My Wishes for LRT Palembang 


Saya sangat bersyukur bisa singgah di Palembang di perjalanan kali ini dan menjajal LRT. Ini mengobati rasa penasaran saya akan LRT Jabodetabek yang direncanakan baru beroperasi penuh pada November 2021 nanti.

Semoga gaya hidup bertransportasi modern milenial ini bisa juga dinikmati di kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga bisa mengurangi masalah kemacetan yang berimbas pada beraneka sisi kehidupan masyarakat kita.


Sementara sedikit tips untuk naik LRT Palembang:

  • Lebih baik datang saat tidak dalam kondisi lapar atau haus, karena ada larangan makan atau minum di dalam LRT. Jadi jangan lupa isi perut dulu ya...
  • Sebaiknya ke toilet yang ada di stasiun dulu bila perlu, kuatir pengin BAK/BAB saat di LRT
  • Siapkan kartu pembayaran elektronik jika memang punya
  • Jaga kebersihan area
  • Berhati-hati jika mengajak anak-anak demi keselamatan semua
  • Pilih gerbong paling belakang, karena lebih sepi, penumpang biasa berkerumun di gerbong terdepan
  • Perhatikan layar yang menunjukkan rute stasiun dan dengarkan pengumuman dari pengeras suara agar enggak kelewatan
  • Patuhi aturan yang diberlakukan demi keamanan dan kenyamanan semua
  • Nikmati perjalanan melewati kota Palembang dengan segala warna-warninya

Oh ya, kalau teman-teman, sudah coba LRT Palembang jugakah? Jika belum, semoga ada kesempatan untuk mencobanya juga ya...πŸ’–



Happy Traveling


signature-fonts