Featured Slider

Selalu Siap Belajar dari Rumah Bersama KOKO KRUNCH Nutrismarta

KOKO KRUNCH Nutrismarta yang mengandung gandum utuh, kombinasi vitamin B dan zat besi menjadi persembahan terbaru dari Nestle Breakfast Cerelac. Sebuah persembahan yang sejalan dengan komitmen Nestlé untuk membantu 50 juta anak menjalani hidup lebih sehat. Juga dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi seimbang mereka serta menjadikan sarapan sebagai momen yang menyenangkan.

Well, sarapan adalah bagian dari rutinitas pagi yang kadang terabaikan. Padahal sarapan yang baik sangat penting untuk pertumbuhan! 


KOKO KRUNCH Nutrismarta

Coba bayangkan, saat anak-anak bangun tidur mereka menguap, mengucek-ngucek mata, siap untuk memulai harinya. Setelah tidur semalaman, anak-anak perlu sarapan bergizi supaya siap beraksi. Sehingga sebaiknya mereka mendapatkan sekitar 20% dari energi harian dan jumlah nutrisi yang signifikan di pagi hari.

Apalagi, selama pandemi COVID-19, di mana anak-anak melakukan Pembelajaran Jarak Jauh. Rata-rata mereka menghabiskan 5 sampai 7 jam belajar secara daring. Karenanya mereka perlu selalu fokus dan berkonsentrasi agar tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. 

Seperti di kelas anak saya yang kelas 6 SD, saat mengawali PJJ via Zoom Meeting setiap pukul 07.30. Di mana salam pembuka dari walikelasnya, diantaranya "Sudah sarapan belum?"

Beberapa anak (dalam jumlah banyak) menjawab: "Beluuuum!"

Duh! 

Padahal, sarapan punya manfaat penting untuk memberi energi anak agar siap menjalani hari! Sehingga sayang jika sarapan terlewati!

Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang dan Dampak Jika Tidak Sarapan


Well, dampak penggunaan teknologi yang berlebihan dapat menyebabkan pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat. Orang tua perlu memahami bagaimana dapat membantu anak-anak agar fokus pada pembelajaran daring mereka setiap hari. 

Caranya dengan menyediakan dan memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan teratur, yang dimulai dengan sarapan, dan meluangkan waktu untuk mengajak anak-anak mempunyai gaya hidup sehat dan aktif, guna membantu anak-anak fokus dan bersemangat selama waktu belajar. 

Nah, dalam jumpa pers virtual yang diselenggarakan oleh Nestlé Breakfast Cereal Indonesia pada Kamis, 19 November 2020, ahli gizi Dr Rita Ramayulis DCN, M.Kes menjelaskan mengapa sarapan bergizi penting bagi anak dan apa dampaknya jika mereka tidak sarapan.

Dokter Rita menjelaskan, bahwa agar otak anak bisa bekerja dan fokus mengikuti pembelajaran jarak jauh, tubuh mereka membutuhkan energi yang cukup.

Dijelaskan, supaya otak anak bekerja dengan baik, ada beberapa sumber energi yang dibutuhkannya, yaitu glukosa dari karbohidrat; vitamin B1, B2, B3, dan B6; asam folat (vitamin B9) untuk membantu mengangkut oksigen dan gizi ke otak; serta zat besi yang berperan penting dalam darah yang mengangkut oksigen.

Sementara, selama tidur di malam hari, tubuh anak menggunakan banyak energi untuk pembentukan hormon pertumbuhan dan kadar gula darah dalam tubuh turun drastis setelah tidak makan selama lima jam. Sehingga, saat bangun tidur kadar energi yang tersisa tidak banyak lagi.

Nah, Dokter Rita lebih lanjut menjelaskan bahwa jika anak punya kebiasaan tidak sarapan, maka anak menjadi:

  • Tidak memiliki energi yang cukup untuk belajar
  • Berisiko mengalami anemia
  • Mengalami masalah gizi seperti kurang gizi
  • Berisiko kelebihan berat badan.

Manfaat Sarapan untuk Anak

Tak hanya itu, diingatkan Dokter Rita, jika membiasakan anak sarapan sehat, maka pola makannya akan cenderung lebih baik. Sehingga, meskipun mereka belajar dari rumah, sarapan tetap tidak boleh dilewatkan!

Selanjutnya, supaya otak anak bisa bekerja dengan baik dan maksimal, maka harus terpenuhi zat-zat yang dibutuhkan oleh otak melalui makanan yang dikonsumsi. Termasuk memilih sumber energi karbohidrat yang menjadi sumber energi utama juga harus diperhatikan. 

Nah, salah satu sumber karbohidrat yang baik adalah karbohidrat kompleks, misalnya serealia utuh seperti gandum utuh. 

Gandum utuh ini adalah gandum yang belum diolah sehingga masih memiliki lapisan luar, lapisan dalam, dan inti gandum. Gandum utuh mengandung karbohidrat pati dan serat, protein, berbagai vitamin B, vitamin E, antioksidan, dan mineral lainnya.

Sehingga, makanan yang dibuat dengan gandum utuh artinya mengandung semua bagian gandum, yang membuat kandungan gizinya belum berkurang. Seperti asupan gandum utuh dari KOKO KRUNCH Nutrismarta yang dibuat dari gandum utuh, kombinasi vitamin B, dan zat besi.

"Oh ya, selain itu, anak juga harus menerapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi asupan gizi lainnya sepanjang hari, seperti makan buah, sayur, ikan, telur, daging, tempe, dan makanan bergizi lainnya, serta selalu disiplin untuk makan tepat waktu, " demikian pesan Dokter Rita.


KOKO KRUNCH Nutrismarta


Tentang KOKO KRUNCH Nutrismarta


Sementara, Nestle meluncurkan KOKO KRUNCH Nutrismarta yang mengandung gandum utuh, vitamin B, dan zat besi. Kandungan tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak-anak.

Pada kesempatan yang sama, Business Executive Officer Nestlé Breakfast Cereals Indonesia, Mr. Alaa Shaaban mengatakan, “KOKO KRUNCH Nutrismarta adalah salah satu wujud nyata komitmen Nestlé untuk membantu anak-anak di Indonesia menjalani kebiasaan hidup yang lebih sehat."

KOKO KRUNCH Nutrismarta mengandung gandum utuh, kombinasi vitamin B dan zat besi untuk membantu orang tua dalam menyediakan sarapan yang membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak. Gandum utuh terdiri dari kulit luar, endosperma, dan inti. Ketiga bagian gandum itu memiliki fungsi yang berbeda-beda karenaa mengandung vitamin, karbohidrat, dan protein. 

“Kami percaya akan kebaikan gandum utuh, dan percaya akan kebaikan sarapan untuk keluarga Indonesia. Kami berharap KOKO KRUNCH Nutrismarta yang mengandung gandum utuh, kombinasi vitamin B dan zat besi dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi pada saat sarapan. Sarapan dengan gizi seimbang dapat mendukung anak bersemangat dan siap belajar dari rumah, KOKO KRUNCH Nutrismarta mempermudah orangtua dalam memberikan sarapan untuk membantu menceriakan hari anaknya," tegas Mister Alaa. 


Nestle Breakfast Cereal

"Alasan utama kami meluncurkan KOKO KRUNCH Nutrismarta adalah untuk membantu orangtua menyiapkan sarapan yang memenuhi kebutuhan gizi seimbang di pagi hari. Di masa pandemi ini, ibu-ibu akan lebih peduli terhadap asupan gizi anaknya. Sereal ini mengandung gandum utuh. Ini beda dengan gandum biasa,” demikian disampaikan Ibu Liena Desbi, Brand Manager Nestlé Breakfast Cereals Kids pada kesempatan yang sama.

Jadi, ini yang membedakan antara gandum utuh dengan gandum yang lainnya. Semua bagian itu jadi bahan untuk membuat KOKO KRUNCH Nutrismarta. Kehadiran KOKO KRUNCH Nutrismarta ini dapat membantu anak siap sekolah.

Pada kesempatan itu, Ibu Liena Desbi juga mengajak anak-anak Indonesia menjalankan gaya hidup sehat dan aktif dengan menghadirkan KOKO Dance. “Gerakan dance yang dipandu KOKO Koala ini bisa dilakukan di sela-sela waktu istirahat agar anak-anak tetap gembira dan semangat menjalani kegiatan belajar,” jelasnya.

Ini sejalan dengan penjelasan Dokter Rita, bahwa selain sarapan bergizi, anak sebaiknya juga bergerak aktif. Misalnya saat jeda antar pelajaran saat kelas daring.

Aktivitas fisik membantu aktivitas saluran pencernaan, sehingga makanan tercerna dengan baik, membantu metabolisme tubuh yang baik, dan meningkatkan hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati kita.

Bergerak aktif seperti berolahraga atau menari juga bisa membantu melancarkan aliran darah, sehingga gizi yang diserap tubuh bisa dialirkan dengan baik oleh darah.

Sehingga pas jika KOKO KRUNCH Nutrismarta juga ingin mengajak anak-anak Indonesia menjalankan gaya hidup sehat dan aktif dengan menghadirkan KOKO Dance. Gerakan dance yang dipandu KOKO Koala yang bisa dilakukan di sela-sela waktu istirahat agar anak-anak tetap gembira dan semangat menjalani kegiatan belajarnya. 

Penasaran? Berikut gerakannya....:





Tips Ala Donna Agnesia saat Mendampingi Anak Pembelajaran Jarak Jauh


Sementara, artis cantik Donna Agnesia yang juga menghadiri jumpa pers virtual ini mengaku di awal pandemi saat harus berperan sebagai guru di rumah, mengalami stres karena harus mengajarkan ketiga buah hatinya belajar.

"Ternyata ketika kitanya stres, anak justru tambah stres. Akhirnya saya belajar untuk lebih sabar saat ngajarin anak saya belajar online," ucapnya.

Nah, beberapa tips dari Donna saat mendampingi anak belajar daring, diantaranya:


1. Komunikasi adalah Koentji

Bersama sang suami Darius Sinatrya, Donna melakukan komunikasi dengan ketiga anaknya,  Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro, Diego Andres Sinatrya, dan Quinesha Sabrina Sinatriya. Mereka mendiskusikan pembelajaran yang menyenangkan untuk ketiga anaknya seperti apa. Sehingga mereka bisa menciptakan sendiri cara belajar sesuai dengan keinginannya.

2. Utamakan Sarapan

Donna mengatakan sebelum menjalani pembelajaran online, ia selalu menyiapkan sarapan kesukaan ketiga anaknya, diantaranya sereal untuk menunjang produktivitas mereka. Sarapan bagi Donna mesti dibiasakan mengingat manfaatnya. Karena itu, meski sekarang Pembelajaran Jarak Jauh, anak-anaknya tetap terbiasa sarapan seperti biasa. 

3. Menyesuaikan Metode Belajar dengan Karakter Anak

Untuk menghilangkan stres belajar, Donna juga membuat metode belajar yang bisa membuat ketiga anaknya merasa nyaman. Menurutnya setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, jadi ia sesuaikan dengan karakternya.

4. Melakukan Kegiatan yang Disukai Anak

Setelah melakukan pembelajaran secara online, Donna dan Darius selalu mengajak ketiga anaknya untuk melakukan kegiatan bareng. Salah satu yang sering dilakukan adalah olahraga. Karena menurutnya dengan olahraga bisa mengurangi rasa bosan selama di rumah saja.

5. Memberi Motivasi

Pembelajaran Jarak Jauh kerap membuat motivasi anak menurun. Sehingga orang tua wajib memperhatikan anak dengan baik dan terus memberi motivasi untuk kesuksesan mereka nanti.

"Berusaha untuk tidak menekan anak-anak apalagi kondisinya seperti ini. Jadi saran saya setiap orang tua tak boleh absen memberi motivasi dan menyediakan fasilitas belajar yang menunjang," pungkas Donna!

Nestle Breakfast Cereal

Well, yuk cukupi nutrisi anak-anak agar selalu siap belajar dari rumah, termasuk menyiapkan dan mengingatkan mereka selalu sarapan setiap hari. Juga ajak anak untuk tetap aktif bergerak sehingga tubuhnya tetap sehat senantiasa!

Baiquelah....tetap semangat dan semoga kita semua selalu sehat!💖


A Good Breakfast is a Start of a Good Day!

signature-fonts

Saat Lapar Asuh Kiano, Paula Verhoeven Makan Mie Lemonilo

"Saat Lapar Asuh Kiano, Paula Verhoeven Makan Mie Lemonilo!"

Well Genks...., itu bukan judul sebuah sinetron terbaru ataupun judul caption akun perlambean yang ituuuuh. Karena, ini fakta yang sebenarnya! Bisa disaksikan di video terbaru di kanal YouTube Baim Paula. Dimana di sana ada Paula sedang asyik menyuapi Kiano dengan makanan favoritnya.

Serunya, Kiano yang usianya belum genap satu tahun tampak lahap menyantap makanan kesukaan yang telah disiapkan oleh Mama Paula. Beneran pinter deh maemnya, bikin gemesh saja lihatnya!

Nah, sambil menyantap makan malamnya, Kiano pun terlihat ceria dan terus mengoceh dengan suara dan ekspresinya yang sangat lutjuuu.

Kemudian, setelah Kiano kenyang dan menghabiskan makanannya, Paula merasa lapar dan mengajak Kiano untuk menemaninya makan malam.

Dan, ternyata pemirsaaaah, sama kek Raffi-Gigi dan Ria Ricis, makanan favorit Paula kala lapar di malam hari adalah mie instan Lemonilo!

Kata Paula sih karena mie instan Lemonilo  itu praktis, enak, dan nyaman dimakan!


Paula Verhoeven Makan Mie Lemonilo


Tentang Paula Verhoeven dan Baim Wong


Paula Verhoeven Wong, lahir di Semarang, 18 September 1987, adalah seorang model dan aktris berkebangsaan Indonesia. Putri pasangan Eddy Verhoeven, keturunan Belanda-Tionghoa dan Herlina T. Verhoeven, asli Jawa dari Semarang, Paula lulus dari Jurusan Public Relations, London School of Public Relations (2005-2009)

Pada 21 Juli 2018 Paula Verhoeven bertunangan dengan Baim Wong lalu menikah dengannya pada 22 November 2018, dan dikaruniai anak pertamanya yaitu Kiano Tiger Wong yang lahir pada 27 Desember 2019.

Sementara Baim Wong, bernama asli Muhammad Ibrahim, adalah anak bungsu dari 5 bersaudara dari pasangan pengusaha Johnny Wong dan Kartini Marta Atmadja. Baim pertama kali berkarier tahun 2001 sebagai pemain sinetron.  

Setelah sempat vakum, Baim memutuskan serius di dunia sinetron lagi pada tahun 2005. Pertama kali berperan dalam sinetron Cinta Hilang Cinta Kembali dan kemudian banyak berperan dalam sinetron lainnya.

Film perdananya adalah Dilema pada tahun 2012, di mana lewat film debutnya itu ia langsung diganjar penghargaan Aktor Pendatang Baru Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2012. Sejak itu tawaran bermain film mulai berdatangan pada Baim Wong. 

Meski demikian Baim juga tetap setia bermain sinetron dan mematahkan anggapan bahwa pemeran Indonesia hanya dapat condong sebagai pemain film atau sinetron saja.

Nah, pada tahun 2016, ia dan Paula membuat kanal Youtube Baim Paula (Bapau) yang kini sudah meraih lebih dari 16,8 juta subscriber.

Bahkan pasangan Baim Wong dan Paula Verhoeven berhasil membawa pulang piala METUB WebTVAsia Awards 2019 lantaran channelnya terpilih sebagai Breakout Chanel of the Year di METUB WebTVAsia Awards 2019 digelar Kamis (5/12/2019) di Gem Center, Ho Chi Minh, Vietnam dengan tema "Celebrate Asia: Rise of Vietnam". 


Kiano Tiger Wong


Paula Verhoeven-Baim Wong: Couple Goals yang Uwuuu!!


Memang, Paula Verhoeven, model sekaligus istri Baim Wong, tampak sangat menikmati perannya sebagai ibu setelah melahirkan Kiano Tiger Wong pada 27 Desember 2019 lalu.

Dalam unggahan di media sosial Instagram maupun kanal YouTube Baim Paula, Paula kerap membagikan aktivitas sehari-harinya bersama sang buah hati.

Paula pun tampak selalu bersemangat menemani segala aktivitas Kiano dan mendampingi tumbuh kembang anak semata wayangnya ini. Demikian juga Baim Wong yang selalu siaga di antara Kiano dan Paula. Beneran family man dah Baim ....!

Nah yang terbaru, pada 22 November 2020, pasangan artis Paula Verhoeven dan Baim Wong memperingati ulang tahun kedua pernikahan mereka. Di hari spesial itu, Paula memberikan pesan romantis untuk sang suami lewat media sosial Instagram-nya @paula_verhoeven. Paula mengunggah foto dirinya bersama Baim Wong saat menjalani ijab kabul. 

"Masya Allah Tabarakallah, Happy 2nd Anniversary sayang.. 2th pernikahan rasanya kita sudah melewati banyak sekali tantangan hehe dan sepertinya akan selalu terus ada pembelajaran penyesuaian saling pengertian dalam sebuah pernikahan," tulis Paula di caption-nya

Paula berharap di dua tahun pernikahannya ini, dia dan Baim makin saling menguatkan cinta mereka di tengah tantangan yang ke depannya pasti akan dijalani. Tak lupa juga ia sisipkan doa agar Tuhan terus membimbing Paula dan Baim dalam setiap lika-liku rumah tangganya. 

Sementara, di momen istimewanya, Baim mengingat almarhumah ibunda, Kartini Martaatmadja yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2020. Sang ayah mengirimkan foto pernikahannya yang mana sang ibu ada di dalam potret itu.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadi miliknya, Baim membagikan potret yang memperlihatkan dirinya bersama mendiang ibunda, sang istri dan ayah tercintanya tersebut.

Bersama unggahan itu, Baim mengucapkan selamat ulang tahun pernikahan ke Paula. Selain itu, ia juga mengumumkan tengah membangun pesantren untuk mengenang ibundanya.

"Selamat ulang tahun pernikahan paula sayang.. Tahu enggak? Foto ini yang kirim papa. Liat foto ini jadi ingat mama," tulis Baim Wong di situ.

Tuh, so sweet banget kan mereka!! Beneran couple goals...eh enggak ding, Bapau menolak dijuluki demikian karena kata dia berat bebannya. Pasalnya mereka masih sama kayak pasangan lainnya, berantem, adu argumen, eyel-eyelan dan sejenisnya...Hanya saja katanya enggak banyak nampak di kamera hahaha

Apapun...semoga pernikahannya Sakinah Mawaddah Warahmah ya, Baim-Paula! Aamiin!


Paula Verhoeven


Tentang Paula Verhoeven dan Mie Instan Lemonilo Favoritnya


Nah, Paula Verhoeven, tampak sangat menikmati perannya sebagai ibu. Seperti yang bisa kita saksikan di video channel Youtube Bapau, salah satunya yang berjudul: 

"KIANO KESAYANGAN UDAH PINTER NGELUKIS TERNYATA ‼️ MAMAH BANGGA LIAT LUKISANNYA KIANO PICASSO WONG ‼️"



Terlihat, setelah selesai menyuapi Kiano, Paula merasa lapar dan mengajak Kiano untuk menemaninya makan malam.

Paula menyiapkan sepiring mie instan Lemonilo dengan telur rebus untuk makan malamnya. Paula mengatakan, mie instan Lemonilo adalah makanan favoritnya karena praktis, enak, dan nyaman dimakan

“Terus yang bagusnya lagi karena mie ini tanpa penguat rasa, pengawet, dan juga pewarna buatan,” ujar Paula.

Jika biasanya mie instan tidak seharusnya dikonsumsi setiap hari, mie sehat Lemonilo nyaman dikonsumsi setiap hari karena kandungannya yang aman.

Proses pembuatan mie instan Lemonilo pun tidak melalui penggorengan sehingga air rebusan mie Lemonilo tampak jernih, tidak keruh seperti air rebusan mie instan lainnya.

Karena diproses dengan pemanggangan, proses memasak mie instan Lemonilo harus sedikit lebih lama, yaitu sekitar 5 menit.

“Jadi, warna hijaunya ini dibuat dengan saripati bayam sehingga seratnya lebih tinggi,” kata Paula lagi.

Paula pun tak mempermasalahkan harga mie Lemonilo yang sedikit lebih mahal karena ada lebih banyak manfaat dan kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Mie instan Lemonilo ini juga tidak sulit didapat. Berbagai minimarket dan supermarket di banyak wilayah di Indonesia telah menyediakan mie Lemonilo sehingga tidak lagi sulit dicari, begitu Paula menjelaskan.

Usai menghabiskan mie instan Lemonilo, Paula melanjutkan kegiatannya bersama Kiano dengan bermain sekaligus belajar menggambar dan mewarnai, meski hasilnya ternyata belum sesuai ekspetasi. 

Karena Kiano belum tertarik berlama-lama menggambar dan mewarnai. "Tunggu Kiano agak besar ya, Bosque!" demikian Paula berpamitan di videonya.


Paula Verhoeven


Mie Instan Lemonilo = Mie Sehat 


Nah, memang mie instan dikenal sebagai makanan yang nikmat dan murah. Tapi, tanpa kita sadari banyak bahaya dan racun yang terkandung di dalam sebungkus atau semangkuk mie instan yang kita nikmati. Namun, kini kita tidak perlu khawatir lagi dalam mengonsumsi mie instan ini. Karena, Lemonilo memiliki solusi Mie Instan Lemonilo yang dibuat dari bahan-bahan alami. 

Mie Instan Lemonilo akan memberikan kepuasan makan mie instan tanpa perlu khawatir akan efek sampingnya. Selain itu, Mie Instan Lemonilo dibuat tanpa bahan 3P (Pengawet, Perasa, dan Pewarna buatan), Monosodium Glutamate (MSG), dan Hydrolyzed Vegetable Protein (HPV) sehingga jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dan karena dibuat dengan bahan-bahan alami, Mie Instan Lemonilo ini harus dikonsumsi dalam waktu 7 bulan sejak masa produksi. 

Tak hanya itu, Mie Instan Lemonilo juga dibuat dengan cara yang jauh lebih sehat! Ya, berbeda dengan mie instan biasa yang melalui proses penggorengan, mie instan Lemonilo dibuat dengan teknik pemanggangan. Karena tidak digoreng inilah, maka kadar lemak mie instan Lemonilo lebih aman dan rendah. 

Oh ya, mie instan Lemonilo juga menggunakan pewarna alami sayuran, seperti seledri, sari pati kunyit, dan bayam. YesLemonilo hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan makanan juga camilan yang sehat dan bebas rasa bersalah. 

Lemonilo terus mengedukasi masyarakat bahwa sehat bisa tetap enak, praktis dan terjangkau. Tentunya, setiap produk tetap memperhatikan proses kurasi yang ketat untuk melindungi konsumen dari bahan berbahaya. Ini menjadi komitmen serius dari Lemonilo untuk menciptakan Indonesia sehat dengan menawarkan pilihan produk yang alami kepada masyarakat yang kini sudah ada sekitar 40 produk, dengan best seller: mie instan.

Nah, gimana, dirimu sudah coba mie instan Lemonilo juga seperti Paula?💖


Lemonilo
www.lemonilo.com
FB | IG | Twitter | Youtube: @lemonilo



Be Happy

signature-fonts

Pencegahan Pneumonia pada Anak

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang memiliki gejala: batuk berdahak, demam, bernapas cepat dan sesak napas yang disertai cekungan dinding dada. Pneumonia menjadi pembunuh anak nomor dua di Indonesia dan merupakan penyebab kematian anak nomor satu di dunia.
 
Sungguh, sebuah kondisi nyata yang mengkhawatirkan baik di Indonesia maupun global di mana masih banyak anak-anak yang meninggal akibat pneumonia. Padahal penyakit yang menular melalui udara, batuk dan bersin, juga benda pribadi ini bisa dicegah dan ditangani. 

Meski untuk itu dibutuhkan pendekatan terpadu demi suksesnya pelaksanaan strategi kampanye perubahan perilaku untuk mengatasi pneumonia pada anak ini. Sebuah kampanye terintegrasi yang memerlukan kerjasama antara pemangku kepentingan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, juga semua, termasuk saya dan Anda.

Ya, kita bisa menjadi agen perubahan untuk membantu mengatasi pneumonia pada anak di Indonesia. Diantaranya dengan cara mendukung Save The Children lewat kampanye STOP Pneumonia!



Apa Itu Pneumonia pada Anak?


Well, sejatinya saya pernah dibuat sangat cemas oleh pneumonia. Pasalnya gejala yang hampir sama dulu pernah menyerang anak sulung saya.

Ceritanya, setelah melahirkan si sulung di Kediri, tiga bulan kemudian saya dijemput suami kembali pulang ke Langkat, tempat tinggal kami. Perjalanan panjang dari Kediri via darat, lanjut pesawat dan nyambung lagi sampai ke Kabupaten Langkat, membuat bayi saya rewel sejak di perjalanan. 

Dia nangis kencang, sedikit demam, enggak mau menyusu dan napasnya memburu. Sesampainya di rumah kondisinya makin parah karena ada batuk, pilek, demam bertambah tinggi juga sesaknya makin menjadi.

Saya yang sudah pernah kehilangan bayi pertama di usia 13 hari (karena ketidaksempurnaan organ), khawatir luar biasa dengan kondisi ini. Sehingga segera membawanya ke klinik terdekat di mana dokter umum di sana merujuknya ke dokter anak di Medan.

Yang bikin saya cemas, waktu dokternya berkata, "Semoga bukan pneunomia!" 

Ha! Pneumonia? 

Duh, jangan sampai deh ya!

Saya takut anak kedua pun tak selamat seperti kakaknya. Sungguh, saat itu saya sedih luar biasa, apalagi saya pernah baca, pneumonia bisa mengakibatkan kematian!

Meski akhirnya saya bisa bernapas lega. Setibanya di Medan, setelah ditangani dokter anak, diminta rawat inap dan menjalani sejumlah pemeriksaan, terbukti si sulung bukan menderita pneumonia. Melainkan croup sydnrome, infeksi pernapasan pada anak, yang membuat saluran napasnya terhalang.

Sujud syukur, Alhamdulillah! 

Sebuah pengalaman yang membuka mata saya, untuk lebih menjaga anak tak hanya dari pneumonia tapi juga penyakit lainnya.

Memang, gejala yang dialami anak saya hampir sama dengan gejala pneumonia pada balita. Di mana gejala pneumonia pada balita adalah:

  • Batuk
  • Napas cepat: <2 bulan: 60x atau lebih per menit | 2 bulan - <12 bulan: 50x atau lebih per menit | 12 bulan - 59 bulan: 40x atau lebih per menit
  • Napas sesak

Nah, gejala-gejala ini terjadi karena terinfeksinya paru-paru yang disebabkan oleh kuman, bisa bakteri, virus, atau jamur, dan parasit pada salah satu atau kedua belah jaringan paru-paru. Yang mana kantong udara atau alveoli pada paru-paru yang seharusnya berisi udara menjadi berisi cairan atau nanah yang menyebabkan kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen yang masuk ke tubuh.

Well, yang lebih memprihatinkan lagi, menurut data-data terkini dari Kemenkes, WHO, UNICEF dan Save The Children ada fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan terkait pneumonia pada anak ini. 

Diantaranya pneumonia akan membunuh 11 juta anak di tahun 2030, jika tak dicegah segera. Sementara disebutkan juga setengah dari kematian anak akibat pneumonia berhubungan dengan polusi udara, terutama polusi dalam ruangan. Pneumonia juga menyebabkan 15% dari semua angka kematian balita. Di mana setiap 1 menit 2 balita meninggal, atau 2.500 setiap harinya, karena pneumonia. 

Disebutkan juga, pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dari AIDS, malaria dan campak sekaligus. Sedangkan di Indonesia sendiri, dari lima kematian balita, satu di antaranya disebabkan pneumonia. Bahkan setiap tahunnya, terdata pneumonia telah membunuh 1,4 juta balita di seluruh dunia. 

Sehingga, mengingat semua fakta yang ada, menghentikan pneumonia adalah aksi yang harus dilakukan dengan segera!!


Tentang Kampanye STOP Pneumonia 


Maka, tepat kiranya jika Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) sebagai organisasi lokal Save the Children di Indonesia meluncurkan kampanye yang dinamai STOP Pneumonia di bulan November tahun lalu yang dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Menular Langsung dan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI. 
 
YSTC melalui kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil, akademisi, organisasi profesi, pemerintah dan pihak swasta baik di tingkat nasional maupun di wilayah dampingan Save the Children di Kabupaten Sumba Barat, NTT dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat melanjutkan kampanye STOP Pneumonia untuk penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat. 

Nah, peringatan Hari Pneumonia Dunia (HPD) pada 12 November tahun 2020 ini merupakan momentum yang sangat penting untuk melanjutkan Kampanye STOP Pneumonia, terkait kondisi:

  1. Dampak COVID pada anak yang dapat meningkatkan kasus pneumonia karena virus corona menyerang paru-paru. Anak berada dalam situasi rentan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan dan gizi dalam situasi pandemi. Kasus anak dengan pneumonia diperkirakan akan bertambah karena COVID-19 yang sampai tanggal 5 Oktober 2020 terdapat 31.633 anak yang terindeksi virus corona (10,3% dari total) 8 dan 191 diantaranya meninggal (1,7%). 
  2. Kementerian Kesehatan telah menandatangani Kerjasama dengan UNICEF untuk pembelian vaksin dan obat yang terjangkau pada tanggal 16 September 2020 termasuk dalam hal ini vaksin PCV untuk pneumonia. Kerjasama ini dapat menyelamatkan 10.000 anak tiap tahun dari pneumonia. Kemajuan langkah ini perlu diiringi dengan upaya masyarakat untuk dapat mengakses layanan vaksinasi yang telah disediakan pemerintah. 
  3. Program Kampanye STOP Pneumonia dapat turut serta menurunkan stunting melalui satu pesan kunci STOP Pneumonia yaitu peningkatan praktek pemberian ASI esklusif dan asupan gizi yang baik bagi anak anak Indonesia dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupannya (HPK)



Well, Save the Children, mulai 2019 hingga 2021 menjalankan strategi kampanye STOP Pneumonia secara terintegrasi dengan menggiatkan kampanye ke target khalayak, sosialisasi intensif dengan pemangku kepentingan, mobilisasi sosial, dan kampanye parenting untuk menguatkan peran ayah di dalam keluarga.

Save the Children, bekerja sama dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra lainnya, melaksanakan strategi kampanye perubahan perilaku untuk mengatasi pneumonia pada anak melalui langkah-langkah: meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pneumonia dan pengenalan tanda-tanda bahaya pada anak. Kemudian, pencegahan, perlindungan dan pengobatan dengan merujuk pada Kerangka Kerja Penanganan Pneumonia. Serta, membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengatasi pneumonia.

Ya, pneumonia pada anak dapat dicegah dan ditangani, melalui pendekatan terpadu penatalaksanaan pneumonia pada anak di Indonesia, yakni dengan:

  • Melindungi, dengan menerapkan praktik pengasuhan baik sejak lahir melalui pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat setelah usia 6 bulan.
  • Mencegah, dengan imunisasi lengkap, utamanya Campak dan Rubella (MR), Diphtheria Pertussis Tetanus (DPT), dan Haemophilus Influenzae tipe B (HiB) dan PCV. Cuci tangan pakai sabun! Pastikan sirkulasi udara yang baik dan tanpa asap baik didalam rumah dan dilingkungan rumah tempat bermain anak
  • Mengobati, segera membawa anak sakit ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, rumah sakit atau klinik. Berikan asupan bergizi saat anak sakit.


Yuk, Jadi Agen Perubahan untuk Membantu Kampanye STOP Pneumonia!


Hampir semua penyebab penyakit pneumonia dapat dicegah namun membutuhkan perhatian dan upaya yang besar. Maka, dibutuhkan peran serta semua pihak untuk menyukseskan kampanye STOP Pneumonia pada anak. 

Saya dan Anda juga bisa menjadi agen perubahan untuk membantu kampanye STOP Pneumonia pada anak di Indonesia. 

Beberapa cara bisa dilakukan diantaranya:


1. Gaungkan STOP Pneumonia melalui berbagai media!

S - ASI eksklusif 6 bulan, menyusui ditambah MPASI selama 2 tahun 
T - Tuntaskan imunisasi untuk anak
O - Obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit
P - Pastikan kecukupan gizi anak dan hidup bersih sehat

Penyebab pneumonia adalah bakteri, virus, jamur dan mikroba lainnya yang menginfeksi sel-sel paru yang selanjutnya membuat peradangan akut dengan gejala-gejala kesulitan bernapas ringan sampai berat bahkan kematian.

Nah, terdapat 3 Kerangka Global dalam upaya pengendalian pneumonia yaitu Perlindungan (Protection) melalui pemberian ASI eksklusif dan asupan gizi yang adekuat, Pencegahan (Prevention) melalui Imunisasi seperti Campak, Diphteri-Pertusis Tetanus (DPT), Haemophilus Influenzae tipe B (Hib) dan Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), praktek hidup bersih, menghindari polusi di dalam rumah dan pengobatan (treatment) seperti akses terhadap layanan kesehatan dan deteksi dini di tingkat keluarga. 

Mari, terapkan ini pada diri dan keluarga sendiri, teladankan ke sesama dan gaungkan lewat berbagai cara dan media yang kita punya. 

Yuk, bagikan dan pengaruhi sebanyak mungkin orang untuk mendukung STOP Pneumonia!


2. Sebarluaskan Pehamaman Pneumonia pada Anak ke Semua

Pemahaman pneumonia ke sesama itu utama, mengingat gejala yang memang hampir sama dengan beberapa penyakit lainnya. Apalagi mengingat pengetahuan masyarakat tentang pneumonia pun masih rendah, kualitas layanan kesehatan belum memadai, dan masalah geografis untuk menjangkau layanan kesehatan terutama di wilayah terpencil. 

Maka kuncinya ada di garda terdepan yakni melalui petugas kesehatan maupun relawan yang bergerak dalam penyebaran informasi lewat posyandu, kader PKK di desa, lewat penyuluhan di Puskesmas, juga berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Tak cukup itu, membagikan informasi seputar pneumonia secara digital juga perlu. Bisa lewat berbagai media sosial yang kita punya, Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, Blog, demi tersebar luasnya info ini apalagi di situasi pandemi kontak langsung dibatasi. 


3. Perkuat Peran Ayah dalam Pencegahan Pneumonia pada Anak
Ayah dapat berperan dalam memastikan kesehatan anaknya termasuk untuk melindungi dan mencegah mereka terjangkit pneumonia. Caranya:

  • Mengikuti perkembangan anak sesuai dengan tahapannya
  • Mendukung ibu ketika memberikan ASI eksklusif
  • Memastikan anak mendapat imunisasi lengkap (membantu mengingatkan, menemani ketika imunisasi)
  • Tidak merokok di lingkungan rumah dan ketika berada di dekat anak
  • Membantu memastikan kecukupan gizi anak
  • Mengobati ketika anak sakit (membawa ke layanan kesehatan)

Mengingat pentingnya peran ayah, maka dibutuhkan pemahaman akan pneumonia yang bisa disebarluaskan dalam kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat terutama para ayah misalnya di tingkat kelurahan, di lingkungan pekerjaan juga melalui berbagai media.

Memang secara budaya pengasuhan dilekatkan pada peran ibu. Tetapi ini tidak berarti bahwa ayah tidak dapat berperan. Seorang ayah yang turut berperan dalam pengasuhan anak akan memastikan kelangsungan hidup yang baik bagi anak, melipatgandakan tumbuh kembang dan prestasi serta anak-anak terlindungi dari bahaya yang mengancam mereka.



4. Tegakkan Protokol Kesehatan
Terkait data terbaru di Indonesia tentang prosentase 64% orang memiliki fasilitas cuci tangan di rumahnya dan praktek cuci tangan yang belum efektif 49,8%, berhubungan pula dengan penegakkan protokol kesehatan dalam 3M yaitu: Menggunakan masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun, maka perlu kiranya sosialisasi akan hal ini.

Sosialisasi bisa melalui iklan layanan sosial masyarakat di media cetak, televisi atau media sosial tentang tata cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) juga pentingnya 3M, sehingga tak hanya terjaga dari penularan pneumonia tapi terhindar dari penularan COVID-19 juga.

Selain sosialisasi bisa juga digalakkan pembuatan tempat cuci tangan di masing-masing keluarga dengan koordinasi kelurahan sehingga tak hanya caranya yang benar tapi fasilitas cuci tangannya pun tersedia.


5. Mulai dari Diri Sendiri dan Saat Ini

Bakteri dan virus penyebab pneumonia ada dimana-mana. Maka mari cegah bersama penyebab dan penularannya mulai dari diri sendiri dan saat ini.

Misalnya jika ada keluarga yang batuk pilek jangan mencium bayi dan balita, pakailah masker, mencuci tangan sebelum memegang bayi dan balita, juga jika ada keluarga yang sakit obatilah segera.

Kemudian, hindari asap rokok, asap dapur dan debu yang bisa merusak saluran napas bayi dan balita karena memudahkan bakteri atau virus masuk ke paru-paru. Dan tingkatkan kekebalan bayi dengan memberikan ASI eksklusif, MPASI, jika sakit segera obati dan lengkapi imunisasi.

Lalu, efektifkan peran buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan bisa di download gratis di Google. Di mana di sana disebutkan panduan cara memberi ASI yang baik, membuat MPASI yang bernutrisi lengkap, juga status gizi dan tumbuh kembang anak. Bila ada keterlambatan, maka keluarga diajarkan cara melakukan stimulasi berdasar buku KIA atau segera bawa konsultasi untuk penanganan segera jika diperlukan.


Jadi, Pencegahan Pneumonia pada Anak Pasti Bisa Dilakukan....,


asalkan semua pihak ikut serta dalam memperjuangkan. 

Yes, Semua anak berhak untuk hidup, sehingga pemerintah perlu memastikan bahwa anak bisa bertahan hidup dan tumbuh dengan sehat.

Tak hanya itu, tiap anak berhak mendapatkan standar kesehatan dan perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih dan aman. Pun, semua orang dewasa juga anak-anak perlu punya akses pada informasi kesehatan.

Maka, mari kita semua menjadi agen perubahan untuk membantu mengatasi pneumonia pada anak di Indonesia! Stop pneumonia jadi pembunuh anak nomor dua di Indonesia!

Yuk, kita dukung kampanye STOP Pneumonia, agar bayi dan balita kita menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kreatif dan berperilaku baik nantinya!💖



Save The Children Indonesia
FB: SaveChildrenID | IG: savehildren_id | Twitter: SaveChildren_ID
#
#StopPneumonia #WhateverItTakes #BerpihakPadaAnak #Fightingforbreath

bahan bacaan:
stoppneumonia.id
booklet peringatan Hari Pneumonia Dunia 2020
materi narasumber webinar peringatan Hari Pneumonia Dunia - 12 Nov 2020



Salam Semangat

signature-fonts