Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Menginap di PO Hotel Semarang

Sejak anak mbarep kuliah di Toulouse, Prancis, saya, suami dan si ragil jadi berkurang semangat berliburnya. Kami yang tukang jalan ini, merasa enggak komplit lagi kalau pergi-pergi. Jadi kini, tipis-tipis saja traveling-nya, yang dulunya diniatin kemana, sekarang lebih ke sekalian lewat saja.

Seperti saat libur Natal dan Tahun Baru yang lalu. Selama 8 hari kami bagi dua tujuan perginya. Empat hari kami mudik ke Kediri, sowan Bapak Ibu saya. Lalu pulangnya, sekalian otw Jakarta, kami selama empat hari menikmati suasana libur Nataru di Semarang.

Kali ini kami menginap di PO Hotel Semarang, salah satu hotel di Kota Lumpia, yang memberikan pengalaman menginap mewah dan nyaman di tengah kota. Fasilitasnya lengkap, layanan mantap dan dekat kemana-mana, termasuk ke mal yang menyatu dengan hotelnya. Tinggal turun ke lantai bawahnya saja, mau ngopi, nonton, belanja-belanji, aneka tenant siap disinggahi. 

Tak heran, hotelnya fully booked diinapi oleh tamu yang ingin menghabiskan akhir tahun di ibukota Provinsi Jawa Tengah ini.

Termasuk saya yang seharian di tanggal 31 Desember sendirian menikmati pergantian tahun dari kamar hotel saja, karena Qadarullah saya sakit saat di sana. Namun Alhamdulillah tetap terhibur karena view dari jendela kamar menyajikan suasana perayaan tahun baru 2026 di kota Semarang yang luar biasa!



Semarang yang Selalu Dikenang

Btw, kunjungan saya ke Semarang ini adalah untuk kesekian kali. Lebih sering saya mampir ke kota ini saat pulang kampung ke Kediri, karena pasti melewatinya jika mengambil rute utara. Dulu, "mampir" itu dalam arti singgah buat istirahat dan kulineran atau sesekali menginap buat liburan. 

Tapi, sejak tol Trans Jawa nyambung sampai nyaris ujung Jawa Timur, perjalanan darat pun makin singkat, membuat saya dan keluarga gaspol saja dari Jakarta, enggak pakai singgah di perjalanan lama-lama. 

Nah, saya dan keluarga terakhir kali menginap di Semarang itu tahun 2022, masih berempat datangnya. Hingga di akhir tahun 2025, bertiga kami nikmati lagi Semarang, kota yang lengkap dengan destinasi sejarah, kuliner, wisata, dengan akses mudah, cocok untuk liburan santai tanpa ribet.

Yap, Semarang tuh cocok buat short getaway maupun libur panjang. Via Tol Trans Jawa, dari Jakarta hanya butuh waktu sekitar 6 jam saja. Pakai kereta api pun mudah, bis antar kota antar provinsi pun tersedia, naik pesawat pun bisa. 

Kali ini, berangkat dari Kediri, Minggu, 28 Des 2025 pagi. Kami singgah dulu ke Madiun nyekar makam Mertua plus makan siang, hingga sampai Semarang sorenya dan makan malam di Tahu Gimbal Pak Edy "Asli" . 

Nah, PO Hotel Semarang yang kami inapi adalah hotel yang dimiliki oleh Pollux Group (keluarga Po Soen kok) dan dikelola/tergabung dalam chain LK (Louis Kenne) Hospitality Group, jaringan hotel dengan kantor manajemen di Singapura dan beberapa kota di Indonesia. 

Memiliki filosofi: memperlakukan pelanggan, mitra, dan karyawan sebagaimana mereka ingin diperlakukan. Yang ternyata beneran, keramahan serta layanan yang cepat, ramah dan hangat memberi kesan tersendiri. Kamar yang bersih dan nyaman dengan fasilitas sesuai kelas pun mendukung rating tinggi hotel ini di aplikasi.

Meski ada satu dua hal yang bikin saya merasa mesti diperbaiki. Di antaranya, soal menu restoran yang dalam empat hari saya menginap di sana, jenisnya itu lagi, itu lagi....hmmm.




Tentang PO Hotel Semarang

Oh ya, lokasi PO Hotel Semarang menyatu dengan Paragon Mall dengan pintu masuk menempati sisi lain dari bangunan. Tersedia petugas valet yang akan membantu jika kita mager naruh kendaraan ke parkiran, atau bisa parkir sendiri di lantai 6 yang memang khusus untuk tamu hotel (ada tiket free parkirnya buat keluar masuk area).

Front Office ada di Lobby di Ground Floor, dengan ruangan yang luas dilengkapi beberapa set sofa bikin ruangan terasa nyaman dan lega. Di lantai yang sama ada Connexions Lounge, tempat kita bisa menikmati teh/lopi/kudapan sambil short meeting atau nunggu janji di lobby. Juga, ada pintu akses masuk ke Paragon Mal dengan menekan tombol dari dalam dan pakai kartu akses/kunci kamar jika ingin balik ke area hotelnya. 

Ini seru, sebab kalau kita mau butuh dadakan atau pengen beli apa gitu, bisa cusss belanja ke mall-nya itu. 

Kemudian, tentang kamar Junior Suite yang saya, suami dan si Adik inapi.

Berukuran seluas satu lantai rumah saya di Jakarta🙈, atau sekitar 54 m², suite ini terbagi menjadi tiga area. Ada ruang tamu dengan set sofa plus TV layar datar di sana, dengan hafl bathroom di satu sudutnya dan pantry yang dilengkapi kulkas mini, mesin kopi beserta compliment air mineral-kopi-teh-gula. 

Kemudian, menyambung ke bedroom area dengan kasur berukuran king dilengkapi meja kerja, TV dan beberapa lemari, berteman city view di luar sana. Lalu ada bathroom dengan bathtup, shower room dan closet terpisah, dengan dua wastafel beserta amenities lengkap tersedia.

Sungguh, kamar yang lengkap dan nyaman mengingat harganya jauh lebih murah dibandingkan hotel setara di kota lainnya.

Lalu bagaimana dengan fasilitas dan layanannya?


@dianrestuagustina

💖💖

♬ Beauty Finds Its Way - M Sonic Journey
PO Hotel Semarang Yes or No?

Well, event libur Nataru membuat PO Hotel Semarang disesaki tamu, terlihat saat jam sarapan. Penuuuh orang, mayoritas keluarga dengan anak usia sekolah, bersama ibu, ayah, mbah, paklik, bulik, bude, pakde, mbak...rameeee. Jadi saya pun tahu diri enggak mau asal pepotoan sana-sini. 

Yang jelas sih, ada stall mie, gubug buryam, soto Semarang, aneka dimsum, aneka menu Jejepangan, salad & buah, egg/waffle Station dengan deretan buffet menyediakan nasi, olahan ayam, daging dan sayuran. coffee station yang menyatu dengan meja juice/jamu, beragam roti, aneka bubur/kudapan.

Oh ya, untuk rate breakfast tambahan (dewasa) Rp 175.000/orang, ya...

Dan, menu di PO Hotel Semarang ini lengkap sih variasinya...Tapi selama empat hari saya perhatikan jenis makanannya nyaris semua sama. Jadi bosan, kan. Seingat saya, saat menginap di hotel lain, menu selang-seling setiap hari untuk memberikan variasi dan pengalaman baru bagi tamu yang menginap lebih dari sehari. Atau paling tidak ada rotasi menu per dua atau tiga hari, biar tamu enggak makan itu lagi dan lagi.

Meski, so far rasa makanannya enaaak ya pemirsa, passss di lidah (Jawa) saya..

Sayangnya fasilitas lainnya seperti kolam renang yang terlihat dari restoran saat sarapan (yang bersih dan berada di ruang terbuka tapi ada atapnya), tidak sempat kami coba karena sejak jelang siang hingga malam jalan-jalan dan kulineran, kecuali hari terakhir yang saya sakit itu huhu, saya memilih menikmati kenyamanan kamar seharian. 

Jadi, apakah PO Hotel Semarang recommended buat jadi tujuan saat dirimu menginap di Semarang? 

Pastiiiinya...! 💙




Happy Traveling

Dian Restu Agustina







Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

7 komentar untuk "Pengalaman Menginap di PO Hotel Semarang"

  1. Duh jadi pingin ke Semarang, leluhur dari pihak ayah saya dimakamkan di sini (di Bergota)
    kayanya harus melewatkan minimal semalam di sini ya, karena vibesnya nyaman banget
    Tentu saja gak pake acara ngebungkus makanan untuk diselundupin ke kamar :D

    BalasHapus
  2. Enak mbak kalau hotelnya menyatu dengan mall, jadi walau ada halangan krn sakit gitu dan akhirnya gak ke mana2 mau cari hiburan atau makan ya melipir mall dulu ya.
    Btw tipenya junior tapi ternyata cukup luas yaaa buat seukuran kamar hotel, asyik banget buat staycation sekeluarga :D
    Hihihi jadi kekurangannya kurang variasi menunya buat sarapan yaa, mungkin mereka milih yang simplenya dan bisa dinikmati semua lidah kali ya, soalnya buat makan pagi :D
    Catet dulu nama hotelnya, kali kapan2 ke Semarang bisa nginep sana juga :D

    BalasHapus
  3. Asyik banget tuh kalau nginep di hotel yang nyatu sama mall. Jadi lagi boring di hotel tapi malas kemana-mana bisa window shopping atau nonton. Hehehe....

    BalasHapus
  4. Paling seneng kalau nemu hotel di daerah dengan harga suite yang ramah di kantong. Apalagi kita maunya sekamar dengan anak-anak yang sudah tidak kanak-kanak. Berasa betul karena biasanya di kamar ada sofa panjang dengan tempat tidur luas. Saya bahkan pernah nemu kasur yang ukuran 2x2m. Pas banget buat bertiga dan satu lagi di sofa panjang.

    Urusan sarapan memang one of the most important thing ya Mbak. Apalagi buat long stay. Meski enak pasti tetap bosan juga. Saya juga pernah mengalami. Akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa saya akan menginap di hotel yang sama maksimum 2 malam saja. Jika masih di kota yang sama, malam ke-3 nya pasti pindah ke hotel lain.

    Gak mematuhi tata kesopanan sarapan beneran mengganggu ya Mbak. Saya bahkan pernah menuliskan tentang ini di blog. Meskipun menggoda buat dibungkus, tata krama tuh harus didahulukan. Suami tuh terkadang malah suka olga jalan kaki sembari cari sarapan kalau kami pergi bareng anak-anak. 2 gratis dan 1 bayar lagi. Atau kalau jauh dari mana-mana ya yang 2 lagi bayar lagi.

    BalasHapus
  5. Menu sarapan yang selalu sama, mengingatkan saya dengan salah satu hotel besar di Bandung. Beberapa tahun lalu pernah menginap di sana lebih dari sarapan dan menu sarapannya selalu sama hehehe.

    Memang enak sih kalau hotel nyambung ke mall. Paling gak urusan makan gak pusing. Kayaknya menarik untuk menginap di sana kalau suatu saat saya ke Semarang.

    BalasHapus
  6. Patut dicoba nih PO Hotel, apalagi menyatu dengan Paragon Mall. Ada kamar suite gitu aman deh kalau bawa anak, tapi udah gede. Udah engga muat nyelip tidur bertiga...hehe...
    Terakhir Mei tahun lalu, nginepnya di hotel yang ada di kawasan perumahan.
    Menarik sekali dengan sarapan yang banyak pilihan. Cocok buat keluarga yang pastinya tiap anggota keluarga punya favorit masing-masing...

    BalasHapus
  7. Mbaaaak, I feel you. Hehehe. Pernah merasakan pengalaman serupa. Perkara fully booked, sakit pas momen yang seharusnya kita happy, sampai catatan kritis soal menu sarapan yang itu-itu lagi. Hehehehe. Aku kebayang banget nyamannya kamar Junior Suite-nya, plus godaan Paragon Mall yang tinggal turun lift 😄 Fix, bikin aku kangen ke Semarang lagi.

    BalasHapus