Menu Berbuka Terfavorit Keluarga
Saat ngetik judul artikel ini saya sebenarnya agak bingung:
"Menu Berbuka Terfavorit Keluarga".
Hm ada awalan "ter" di situ yang berarti menyatakan paling/superlatif (tertinggi). Jadi mestinya jawabannya satu ya, menu apa gitu...
Nah, berhubung kami sekeluarga punya beberapa menu favorit, jadi saya tulis di sini lebih dari satu jenis menu, boleh ya...
Memang kami tuh menilai makanan hanya dalam 2 kasta: enak dan enak banget. Apalagi saya tipe emak-emak yang tidak ahli memasak. Lebih pandai tunjuk pakai jari alias pesan itu ini. So, enggak pantas menilai makanan tak enak rasanya, wong bikin saja enggak bisa.😀
Nah, setelah meneguk air dan makan kurma lalu apa?
Well, sebenarnya bagi saya, apapun menu berbukanya, yang utama tetaplah kebersamaan dengan keluarga, sebab di situlah rasa syukur, hangatnya cerita, dan kenangan Ramadan benar-benar tercipta.
Kalau di keluargamu, menu berbuka apa yang selalu ditunggu?💗
Kalau di keluargamu, menu berbuka apa yang selalu ditunggu?
Yang jelas sih kami mengawali berbuka puasa biasanya dengan air putih dan kurma, menu berbuka yang dianjurkan dalam Islam karena merupakan sunnah Rasulullah SAW dan memiliki manfaat kesehatan instan. Sebab, kurma kaya akan gula alami (glukosa dan fruktosa) yang cepat mengembalikan energi, kaya serat, serta mengandung nutrisi penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi untuk memulihkan stamina.
Menu Berbuka Terfavorit Keluarga: Cerita Hangat dari Meja Makan
Nah, setelah meneguk air dan makan kurma lalu apa?
Makan gorengan?
Enggak juga. Justru di rumah saya, menu gorengan jarang ada!
Bukannya sudah sadar diri karena gorengan sebaiknya dihindari saat buka puasa, ya. Bukan! Bukan itu...
Kami makan gorengan kok, tapi enggak banyak. Sebab di rumah tuh bukan yang doyan banget sama gorengan. Tapi, sesekali masihlah beli atau bikin sendiri.
Nah menu berbuka puasa di rumah kami bisa beda-beda. tergantung ketersediaan bahan dan mood chef-nya. Saya urut saja sejak hari pertama puasa yang lalu ya..
Hari pertama puasa saya bikin kolak pisang dan ubi. Berbahan 1 pisang tanduk ukuran sedang, 2 potong ubi kuning, gula merah dan santan. Jadi deh 3 mangkuk kecil takjil yang manisnya pas dan hangatnya khas. Kemudian untuk sayurnya saya bikin sayur asem (beli paketan sayur asem lengkap itu), lalu bikin tempe goreng, ayam kalasan dan telur ceplok plus sambal terasi. Ini versi rajin ya, karena masih hari pertama...😀
Kemudian hari kedua, untuk berbuka menunya yang praktis saja: nata de coco (wong coco dugan kelapa muda), beli 1 pak isi 1 kg, masukkan kulkas dulu agar dingin, dibagi pas jadi 3 gelas untuk masing-masing. Lalu, untuk sayurnya saya bikin sayur capcay, lauknya bakwan jagung dan telur dadar. Hari ketiga, saya beli gorengan tahu sumedang dan molen pisang, masak soto ayam dan telur rebus.
dst...
Langsung saja ke menu hari ini ya, hari ke 9: bikin sayur bayam jagung, telur ceplok, tahu goreng, ayam bakar
Apapun Menu Berbuka Terfavorit Keluarga yang Utama Rasa Syukurnya
Sampai hari ke sembilan lauk yang wajib ada T-E-L-U-R, terutama saat sahur. Sebab makan telur saat puasa, khususnya sahur, sangat disarankan karena kandungan protein tinggi dan lemak sehatnya memberikan energi stabil, memperlambat pencernaan, dan membuat kenyang lebih lama. Telur kaya nutrisi (vitamin B12, zat besi, kolin) yang mencegah lemas dan menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa seharian.Tak lupa juga untuk menderas syukur saat berbuka karena:
- Allah telah memberi kesempatan menyelesaikan puasa hari itu. Tidak semua orang diberi kesehatan dan kekuatan untuk berpuasa penuh. Bisa sampai adzan Magrib adalah nikmat yang patut disyukuri.
- Rasa lapar dan haus mengingatkan kita pada nikmat yang sering terlupa. Seteguk air dan sepotong kurma terasa jauh lebih berharga setelah seharian berpuasa.
- Kita belajar mengendalikan diri, bersyukur bahwa selama sehari penuh kita mampu menjaga lisan, hawa nafsu dan emosi.
- Allah menjanjikan pahala besar bagi orang yang berpuasa. Setiap detik puasa, termasuk momen berbuka, adalah bagian dari ibadah yang dicatat sebagai kebaikan.
- Masih diberi rezeki untuk berbuka, tidak semua orang punya hidangan di meja, meski sederhana sekalipun adalah karunia.
- Berbuka mengajarkan rendah hati dan empati, lapar mengingatkan kita pada saudara-saudara yang merasakannya setiap hari.
- Di balik setiap berbuka ada doa yang mustajab, momen menjelang dan saat berbuka adalah waktu terbaik untuk memohon kebaikan.
Menu Berbuka yang Menyimpan Cerita
Pada akhirnya, setiap menu berbuka, apa pun bentuknya, selalu membawa makna yang lebih besar dari sekadar rasa. Pada momen berbuka puasa, kita kembali belajar tentang syukur, kebersamaan, dan cinta yang diwujudkan melalui hidangan-hidangan kecil penuh perhatian.
Ramadan mengingatkan bahwa kenangan tercipta bukan dari kemewahan, melainkan dari momen-momen hangat yang dibangun setiap hari: tawa anak-anak, percakapan ringan, dan doa yang terucap bersama. Itulah yang membuat menu berbuka keluarga begitu istimewa, dan itulah pula yang selalu saya nantikan dari satu Ramadan ke Ramadan berikutnya.
"Challenge Menulis IIDN"
Salam
Dian Restu Agustina
Kalau di keluargamu, menu berbuka apa yang selalu ditunggu?

.png)
Posting Komentar untuk "Menu Berbuka Terfavorit Keluarga"