Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peringatan Milad ke-74 YPI Al Azhar: Beradab Berkemajuan Gemilangkan Indonesia

Alhamudlillah, pada hari Kamis, 7 April 2026 yang lalu saya berkesempatan menghadiri  peringatan Milad ke-74 Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar yang mengusung tema “Beradab Berkemajuan Gemilangkan Indonesia” di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Jakarta. 

Sebuah kegiatan yang menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan di lingkungan Al Azhar, yang telah menjalin kerja sama dengan 60 yayasan, mengelola 227 sekolah, serta memiliki 64.484 peserta didik di seluruh Indonesia. 

Juga, memiliki 5.388 mahasiswa di Universitas Al Azhar Indonesia, meraih akreditasi unggul, ditetapkan sebagai klaster utama penggerak perguruan tinggi, serta menempati peringkat kedua nasional dalam kategori penguatan unit layanan disabilitas.

Hadir pada acara, Ketua Pembina Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie beserta jajarannya, Ketua Umum Dr. Fuad Bawazier, M.A. beserta jajarannya, Kepala Sekolah TK-SD-SMP-SMA, perwakilan guru dan Jamiyyah se-Jabodetabek serta para undangan.

Acaranya sendiri terbagi dalam dua sesi, pagi acara seremonial di Aula Buya Hamka, dan siangnya Tabligh Akbar bersama Ustadz Das'Ad Latif di Masjid Agung Al Azhar. Oh ya, bagi yang belum tahu, Aula Buya Hamka berada di gedung yang sama dengan Masjid Agung Al Azhar yang berlokasi di Jl. Sisingamangaraja, Selong, Kec. Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

Acara milad berlangsung hangat dan penuh makna sejalan dengan komitmen yang diteguhkan oleh YPI Al Azhar untuk mendidik dengan hati, membangun dengan visi, dan melangkah untuk masa depan negeri.



Milad Ke-74 YPI AL Azhar


Pada acara milad tahun ini ada pesan menarik yang disampaikan oleh Ketua Umum YPI Al Azhar, Dr. Fuad Bawazier, M.A., yakni bahwa YPI Al Azhar terus mencatat berbagai capaian, termasuk peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta pelayanan berbasis teknologi dan kepercayaan masyarakat. Beliau juga menegaskan pentingnya kembali pada khittah Al Azhar yang berfokus pada dakwah, sosial, dan pendidikan seperti yang selalu diperjuangkan oleh para pendiri, pejuang, dan penerusnya.
“Kita harus kembali ke khittah Al Azhar, yaitu dakwah, sosial, dan pendidikan. Itulah yang selalu diperjuangkan oleh para pendiri, pejuang, dan penerusnya,” ujar beliau.
Sementara, Ketua Pembina YPI Al Azhar, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi dan soliditas antar keluarga besar Al Azhar agar terus berkembang secara berkelanjutan. Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kemampuan adaptasi yang kuat.
“Tantangan baru banyak sekali, supaya terus gemilang, kita harus mengikuti kemampuan beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan yang baru,” ujar beliau.
Oh ya, milad ke-74 YPI Al Azhar turut dimeriahkan dengan pengumuman pemenang berbagai lomba, yang mencakup pertandingan olahraga seperti badminton, tenis meja, dan bola voli, serta lomba non-olahraga seperti fotografi dan kantin sehat. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat kebersamaan dan semangat sportivitas di antara keluarga besar Al Azhar.

Juga, ada peluncuran buku autobiografi Sekretaris Pembina YPI Al Azhar, Muhammad Suhadi, S.Kom, berjudul “75 Tahun Memaknai Hidup” yang mengisahkan perjalanan hidup beliau serta kiprahnya sebagai pengajar Al Azhar yang dimulai pada tahun 1973.

Dan tak lupa penampilan dari murid TK-SD-SMP-SMA Al Azhar 1 yang membawakan tari kreasi dan beberapa rangkaian lagu yang membuat acara milad makin seruuuuu!

Tabligh Akbar Ustadz Das'ad Latif

Nah, setelah Salat Zuhur di Masjid Agung Al Azhar rangkaian kegiatan Milad ke-74 YPI Al Azhar dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., sebagai penceramah dengan tema “Membangun Manusia Beradab dan Berkemajuan”.

Mengawali Tabligh Akbar, Ustadz Das'ad Latif menekankan rasa syukur yang mesti dipanjatkan oleh hadirin sekalian karena bisa menghadiri Tabligh Akbar. Pasalnya, setan seringkali berusaha mencegah orang menghadiri pertemuan keagamaan dan mendengarkan khotbah dengan mengalihkan perhatian lewat ponsel mereka. 

Beliau menyoroti bahwa hadir dalam kajian bagi orang-orang beriman sejati, seperti ikan di dalam air yang  menemukan kedamaian di masjid, dan mereka yang tidak mampu melawan setan, secara spiritual "sedang mati."

Ustadz yang ternama karena gaya ceramahnya yang karismatik, komunikatif, dan diselingi humor khas Makassar ini lalu menceritakan sebuah kisah tentang Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril. Di mana seorang malaikat yang bertugas menghitung tetesan hujan tidak dapat menghitung berkah dan pahala yang diberikan kepada orang-orang yang berkumpul termasuk mengirimkan shalawat kepada Nabi. Ini menggambarkan manfaat spiritual yang sangat besar dari amalan ini.

Kemudian penceramah asal Sulawesi Selatan ini mengingatkan bahwa orang bisa masuk surga bukan karena mereka tidak berdosa, sebab semua manusia, termasuk para nabi, telah berdosa. Sebaliknya, masuk surga ditentukan oleh apakah amal baik seseorang lebih besar daripada dosa-dosanya

Karenanya Ustads Das'ad mengajak semua untuk meningkatkan amal baik, seperti mengikuti kajian dan menghindari dosa-dosa tambahan.

Terkait dosa, Ustadz menekankan istilah "Jahiliyah" (ketidaktahuan) itu adalah sebuah masa yang sejatinya bukan periode sejarah, tetapi sebagai sifat karakter yang ditandai dengan kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran. Di mana ada empat penyebab kesombongan: jabatan, ilmu, kekayaan dan popularitas. Ustadz membandingkan hal ini dengan peradaban sejati, di mana peningkatan pengetahuan mengarah pada kerendahan hati yang lebih tinggi

Ustadz Das’ad Latif yang merupakan seorang ulama, akademikus, dan dosen ilmu komunikasi yang aktif mengajar di Universitas Hasanuddin ini selanjutnya menyoroti bahwa perintah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah "Iqra" (bacalah). 

Ini menekankan pentingnya pendidikan dan literasi dalam membangun peradaban. Karenanya Ustadz yang viral sebab mampu menyampaikan pesan agama yang mendalam namun tetap ringan dan menyejukkan hati ini, menyesalkan keengganan generasi sekarang untuk membaca dan menganjurkan untuk memperkenalkan kembali pendidikan moral di sekolah-sekolah untuk menumbuhkan karakter dan tata krama yang baik.

Ustadz menyoroti kondisi generasi muda yang cenderung unggul secara intelektual, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan kekuatan adab. Hal ini tidak terlepas dari semakin berkurangnya penanaman nilai moral serta pemahaman sejarah perjuangan bangsa dalam proses pendidikan.

Menurutnya, kecerdasan tanpa akhlak tidak memiliki makna. Teknologi seperti AI memang mampu mengolah berbagai informasi, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan buruk. Dalam konteks ini, agama memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang utuh.

Terkait keunggulan pengetahuan atas kekayaan, Ustadz lalu mengutip preferensi Imam Ali bahwa pengetahuan sebagai kekayaan sejati yang menuntun pada kemuliaan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Pengetahuan dapat mengarah pada kekayaan, tetapi kekayaan tidak menjamin pengetahuan.

“Puncak dari peradaban itu adalah akhlak,” ujar Ustadz Das’ad Latif yang dikenal sebagai sosok yang berani dalam beramar makruf nahi mungkar dalam ceramah-ceramahnya.

Dalam upaya membangun peradaban yang beradab dan berkemajuan, Ustadz lalu mengingatkan akan tiga prinsip utama, yaitu memperkuat ilmu, menjaga tutur kata, dan mempererat silaturahmi. Tutur kata yang baik mencerminkan kualitas peradaban, sehingga kritik perlu disampaikan secara santun dan konstruktif.

Menutup Tabligh Akbar, Ustadz yang menegaskan bahwa akhlak merupakan hasil akhir dari proses pendidikan. 

Peran pendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter, sehingga proses mendidik menjadi investasi jangka panjang yang terus mengalir pahalanya.

  

Selamat Milad ke-74 Yayasan Pesantren Islam Al Azhar


📅 7 April 1952 – 7 April 2026

Selama lebih dari tujuh dekade, Al Azhar terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang istiqamah dalam membina generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Semoga Al Azhar senantiasa menjadi cahaya peradaban, melahirkan insan unggul yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kekuatan, dan kejayaan di setiap langkah pengabdian.

YPI Al Azhar Beradab, Berkemajuan, Gemilangkan Indonesia.💗



Salam


Dian Restu Agustina








Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

Posting Komentar untuk "Peringatan Milad ke-74 YPI Al Azhar: Beradab Berkemajuan Gemilangkan Indonesia"