Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mini Reuni Pengurus Jamiyyah di FountainHead Cafe & Co-Living Meruya

Ada kalanya, yang kita butuhkan bukan liburan jauh atau agenda yang terlalu serius. Cukup meluangkan waktu untuk bertemu teman-teman, duduk bersama sambil menikmati makanan dan minuman favorit, lalu mengobrol ke sana kemari tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat.

Itulah yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Saya bersama lima teman lainnya, yang merupakan pengurus Jamiyyah SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan periode lama dan periode baru, sepakat mengadakan mini reuni. Meski masa kepengurusan sudah berganti, silaturahmi tentu tetap harus dijaga, dong!

Biar suasananya lebih seru, kami memilih untuk ngafe lagi di kawasan Meruya, Jakarta Barat. Kali ini, pilihan kami jatuh pada FountainHead Cafe & Co-Living, sebuah kafe dengan konsep menarik dan suasana yang berbeda dari tempat-tempat yang pernah kami kunjungi sebelumnya.


FountainHead Cafe & Co-Living, Kafe Estetik di Meruya

FountainHead Cafe & Co-Living berlokasi di Jalan Masjid Al Ihsan No. 6, Blok 38, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Lokasinya berada di kawasan yang cukup akrab bagi kami, sehingga tidak perlu pergi jauh-jauh untuk mencari tempat berkumpul yang nyaman.

Begitu memasuki kafe, kesan yang terasa adalah suasananya yang tenang. Interiornya mengusung gaya minimalis dengan sentuhan elegan yang mengingatkan pada nuansa Eropa. Penataan ruangnya terlihat apik, dengan pencahayaan alami sehingga menciptakan atmosfer yang nyaman untuk duduk berlama-lama.

Sesuai namanya, FountainHead bukan sekadar kafe biasa. Tempat ini memadukan fungsi kafe dengan konsep co-living, sehingga cocok untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, bertemu teman, hingga menikmati waktu sendiri.

Kafe ini terdiri dari dua lantai dengan ruang yang cukup lapang (spacious). Suasananya juga relatif tenang, tidak terlalu ramai oleh suara pengunjung. Buat kami berenam yang ingin mengobrol santai dan bertukar cerita, kondisi seperti ini tentu menjadi nilai tambah.

Apalagi, setelah cukup lama menjalani aktivitas masing-masing, pertemuan semacam ini terasa menyenangkan. Obrolan bisa melompat dari cerita kegiatan Jamiyyah, kabar teman-teman, sampai berbagai hal ringan yang membuat kami tertawa bersama.

Rasanya, inilah salah satu cara sederhana untuk tetap menjaga hubungan baik, meskipun tidak lagi berada dalam satu kepengurusan.


Ruang Estetik dengan Spot Foto Menarik

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah desain interior FountainHead yang estetik. Ada beberapa sudut yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto, baik bersama teman maupun untuk mengabadikan momen saat menikmati kopi.

Buat yang senang berburu foto untuk media sosial, tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi. Nuansa interiornya yang minimalis dan elegan bisa menjadi latar foto yang cantik tanpa perlu banyak properti tambahan.

Namun, menurut saya, daya tarik kafe ini bukan hanya pada tampilannya yang Instagramable. Suasana yang tenang justru menjadi keunggulan tersendiri. Kita bisa menikmati waktu tanpa merasa terburu-buru, entah untuk bekerja dengan laptop, membaca buku, me-time sambil menyeruput kopi, atau reuni kecil seperti yang kami lakukan.

Tagline yang diusung FountainHead Cafe & Co-Living, yaitu “Lebih dari sekadar kafe — bagian dari perjalanan Anda”, terasa sesuai dengan konsep yang ditawarkan.

Sebab, sebuah kafe memang bisa menjadi lebih dari sekadar tempat makan dan minum. Kadang, di sanalah ide-ide baru muncul, pekerjaan selesai, atau pertemanan yang lama tidak bertemu kembali terasa dekat.


Pilihan Menu FountainHead Cafe & Co-Living

Selain suasananya yang nyaman, tentu saja menu makanan dan minuman menjadi pertimbangan saat memilih tempat ngafe.

FountainHead Cafe & Co-Living menyediakan pilihan menu yang cukup beragam, mulai dari appetizer, makanan utama, pasta, menu brunch, hidangan untuk berbagi, dessert, pastry, hingga berbagai minuman kopi dan non-kopi.

Berikut beberapa menu yang tersedia beserta harga yang tercantum saat kami berkunjung.

1. Appetizer

Untuk makanan pembuka atau camilan, ada beberapa pilihan, antara lain: Grilled Chicken Caesar Salad: Rp70.000, Bitterballen: Rp62.000, French Fries: Rp45.000, Gorgeous Platter: Rp58.000

2. Main Course

Bagi yang ingin makan berat, pilihannya cukup menarik, seperti: Millenaire Fried Rice: Rp63.000, Chicken Beurre: Rp60.000, Royal Katsu: Rp68.00, Balinese Fried Rice: Rp68.000

3. Pasta dan Menu Lainnya

Pencinta pasta juga bisa mencoba beberapa pilihan berikut: Pasta Lumiere: Rp68.000, Veloute Royal: Rp72.000, Fusilli Barbeque: Rp58.000. Ada pula Local Platter seharga Rp68.000 untuk menu berbagi. Sementara itu, pilihan brunch antara lain Egg Benedict seharga Rp75.000.

4. Dessert dan Pastry

Kalau ingin menikmati hidangan penutup atau teman minum kopi, tersedia Mon Eche Parfait seharga Rp58.000 dan Brownie seharga Rp32.000. Ada juga pastry unik bernama Messy Croissant Blanket dengan harga Rp68.000.

5. Minuman Kopi dan Non-Kopi

Pilihan minumannya juga beragam. Untuk pencinta kopi, tersedia Classic Coffee seperti Cortado dan Piccolo, masing-masing seharga Rp38.000. Ada pula Flavoured Cafe, misalnya Parisian Chic seharga Rp42.000, serta minuman non-kopi seperti Pink Lady seharga Rp45.000.

Dengan pilihan menu yang ada, pengunjung bisa menyesuaikan pesanan dengan selera masing-masing, baik datang untuk sarapan, makan siang, maupun sekadar menikmati kopi pada sore hari.

Lychee Tea-Parisian Chic

 

Mencoba Millenaire Fried Rice dan Parisian Chic

Saat berkunjung ke FountainHead Cafe & Co-Living, saya memilih Millenaire Fried Rice sebagai menu makanan dan Parisian Chic untuk minumannya.

Bagaimana rasanya?

Menurut saya, secara keseluruhan rasanya cukup baik. Tidak ada keluhan berarti untuk makanan maupun minuman yang saya pesan. Porsinya dan pengalaman bersantapnya juga terasa sesuai dengan ekspektasi saya.

Untuk harga, memang bukan termasuk kategori murah meriah seperti warung makan sehari-hari. Namun, jika mempertimbangkan suasana kafe, kenyamanan tempat, serta pengalaman berkumpul yang ditawarkan, harganya masih terasa sepadan.

Pelayanannya juga ramah. Waktu tunggu pesanan tergolong sedang, tidak terlalu lama sehingga kami masih bisa menikmati obrolan sambil menunggu makanan dan minuman datang.

Bagi saya, saat memilih tempat berkumpul, rasa makanan memang penting. Namun, kenyamanan tempat dan pelayanan juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Apalagi kalau agendanya adalah reuni bersama teman-teman yang ingin mengobrol panjang lebar.

 

Grilled Chicken Caesar Salad - Carbonara


Tempat yang Cocok untuk WFC hingga Reuni Kecil

Menurut saya, FountainHead Cafe & Co-Living punya beberapa keunggulan yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.

Pertama, suasananya tenang dan nyaman. Ini menjadi nilai plus bagi pekerja lepas atau siapa saja yang ingin bekerja dari kafe alias work from cafe (WFC).

Kedua, interiornya estetik dengan sejumlah sudut menarik untuk berfoto. Cocok bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen bersama teman atau sekadar mempercantik galeri foto.

Ketiga, pilihan menu makanan dan minumannya cukup beragam. Jadi, kita tidak hanya bisa datang untuk minum kopi, tetapi juga menikmati makanan utama.

Keempat, tempatnya cocok untuk berbagai kebutuhan. Mau me-time sambil membaca buku, menyelesaikan pekerjaan, mengerjakan tugas, bertemu rekan kerja, atau berkumpul bersama sahabat, semuanya bisa menjadi pilihan.

Meski demikian, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu area parkir mobilnya terbatas. Jadi, jika berencana datang bersama rombongan yang membawa beberapa mobil, sebaiknya mempertimbangkan hal ini terlebih dahulu.

FountainHead Cafe & Co-Living buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, sehingga cukup fleksibel untuk dikunjungi pada pagi, siang, maupun sore hari.

Millenaire Fried Rice - Katsu Japanese Curry

Menjaga Silaturahmi, Merawat Pertemanan

Bagi saya, mini reuni bersama teman-teman pengurus Jamiyyah SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan ini bukan semata-mata tentang mencoba kafe baru.

Ada kebahagiaan sederhana ketika kami bisa kembali duduk bersama, bertukar kabar, mengenang kegiatan yang pernah dijalani, dan tertawa atas cerita-cerita yang mungkin hanya dipahami oleh kami sendiri.

Pergantian kepengurusan memang menjadi bagian dari perjalanan sebuah organisasi. Ada yang melanjutkan amanah, ada pula yang mulai menjalani kesibukan baru. Namun, hubungan baik yang sudah terjalin selama bersama-sama mengurus berbagai kegiatan tentu layak untuk terus dirawat.

Dan ternyata, menjaga silaturahmi tidak selalu membutuhkan acara besar. Sesekali bertemu berenam di sebuah kafe, menikmati makanan favorit, berfoto bersama, dan mengobrol santai pun sudah cukup membuat hati senang.

FountainHead Cafe & Co-Living menjadi tempat yang menyenangkan untuk pertemuan kecil kami kali ini. Suasananya tenang, tempatnya estetik, dan cukup nyaman untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Semoga setelah mini reuni ini, masih ada agenda ngafe berikutnya di tempat yang berbeda. Sebab, kalau sudah cocok dengan teman-teman ngobrolnya, rasanya selalu ada alasan untuk kembali berjumpa.💖


FountainHead Cafe & Co-Living

📍 Jl. Masjid Al Ihsan No. 6, Blok 38, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat
🕘 Buka setiap hari, pukul 09.00–21.00 WIB
📱 Instagram: @fountainhead.co




Salam


Dian Restu Agustina









Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

1 komentar untuk "Mini Reuni Pengurus Jamiyyah di FountainHead Cafe & Co-Living Meruya"

  1. "Lebih dari sekadar kafe — bagian dari perjalanan Anda” - ini tagline yang pas, sesuai dengan suasana yang disuguhkan Fountainhead Cafe. Tempatnya memorable. Sepertinya berkesan banget ketika dijadikan tempat reunian dalam jumlah terbatas. Yang baca postingan Mbak Dian ini mungkin pengen merasakan sensasinya juga.

    BalasHapus