Ayah, di Bahumu Aku Bersandar


Bapak (Pahlawan Hidupku)

Jalannya tertatih raganya mulai letih
Badannya mengurus pipi pun kian tirus
Kulit telah berkeriput, giginya hampir puput
Mata tak lagi awas, tutur tak jua lampias

Kemudaannya direnggut masa
Kegagahannya ditaklukkan kala
Kebugarannya dikalahkan lara
Kenangannya ditumbangkan lupa

Kita memang jarang punya waktu berdua
Kesibukan menyitamu dari pagi hingga senja
Tapi tak pernah kau ujar sambat
Akan tanggung jawabmu yang berat

Kau hanya ucapkan sebaris kalimat
Yang mewalikan beribu amanat
Kau cuma menatapku teduh
Namun lukaku bisa luruh

Tidaklah harta maupun banda
Atau foto bertoga di ruang keluarga
Citamu untuk keenam ananda
Jadi insan yang berguna bagi sesama

Harap terujar doa terpanjat
Semoga Bapak sehat wal afiat
Terima kasih telah berkorban jiwa raga
Yang Kuasa yang bisa membalasnya




Bapak (Belahan Jiwaku)

Sosok gagah sekala menjaga
Hati tegar senantiasa berlapang dada
Paras teduh tak suah mengeluh
Semangat membaja tak jua mengaduh

Bertaruh jasad dan hayat
Abaikan lelah dan penat
Raga berpeluh bersimbah keringat
Silapkan lara dan lasat

Pergi pagi balik petang
Di sini sering kali disana terkadang
Demi meraih sebuh impian
Keluarga yang berkecukupan

Tak lagi peduli pamrih diri
Lena pula hasrat pribadi
Tekad bulat di hati terpatri
Untuk keraharjaan anak istri

Adakalanya kau diam di sudut ruang
Berlidah kelu hampa memandang
Meski pikiran berjebah ganjalan
Tidaklah kau jadikan beban

Terima kasih telah lila mengemban
Tulus ikhlas melakoni peranan
Semoga Yang Kuasa selalu memberi Bapak perlindungan
Anak istrimu selalu mendoakan






Buku Antologi Puisi berisi 120 karya 60 Penulis Nusantara, diterbitkan oleh FAM (Forum Aktif Menulis) melalui divisi penerbitannya FAM Publishing.

famindonesia(dot)com/terbit : Mei 2015/FB Forum Aktif Menulis

No comments:

Post a Comment