Review Buku: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat 







Judul Buku: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Judul Asli: The Subtle Art of Not Giving a Fuck)
Penulis: Mark Manson
Kategori: Self Improvement
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Penerbit Asli: HarperOne-New York)
Cetakan: XVIII/Januari 2019
Jumlah Halaman: 246
ISBN: 978-602-452-698-6
Harga: Rp 67.000,- (Pulau Jawa)


"Apapun masalah Anda, konsepnya sama: selesaikan masalah, lalu berbahagialah. Sayangnya bagi banyak orang, rasanya hidup tidak sesederhana itu. Itu karena mereka menghadapi masalah dengan paling tidak satu dari dua cara berikut: penyangkalan atau mentalitas korban" (hal 37)


Blurb


Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, Mark Manson, seorang blogger superstar menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi "positif" di setiap saat.


Mark Manson

The Reason


Beberapa hari terakhir saya lagi galau beraaaats. Masalahnya sih mungkin sepele bagi yang lainnya, tapi ternyata tidak bagi saya. Saya lagi sedih dan kecewa, gegara komentar berbau nyinyiran, cibiran, ...apapun itu namanya -meski halus bahasanya- yang ada di blog dan akun media sosial saya. 

Saya sih maunya mengabaikan saja, tapi sudah disambi ngopi sambil duduk selonjoran kaki, kok ya masih nyesek di hati. Hiks!

Memang komen apa sih mereka, Dian? Delete aja kenapa? Wis lah, ojo baper, mending maem lemper!

Iya sih maunya enggak baper, bodo amat saja, tapi susahnyaa. 😭

Kemudian saya teringat niatan awal ngeblog dahulu kala. Untuk bersenang-senang dengan untaian kata yang saya tuliskan. Yang jika ternyata itu bermanfaat ya Alhamdulillah. Jika tidak ya sudah! 

Kalaupun kadang ngiklan atau ada postingan berbau kewajiban karena sudah diundang makan, dikirimi hijab, kosmetik, buku, dikasih sangu atau transferan...masak itu salah. Toh, enggak ada keharusan teman-teman baca, ye kan? Kalau suka ya berkomentarlah yang menyenangkan, jika tidak ya abaikan!

It' s a simple...!

Enggak perlu nyindir pencapaian teman -yang enggak seberapa juga. Karena kalian enggak tahu apa yang saya kerjakan itu, sepenuh hati, tenaga dan waktu.

Saya kadang ngeblog sambil nggodog telo atau nggoreng tahu. Nyicil blogwalking sembari menunggu bel pulang sekolah anak berbunyi. Lari-lari sepulang event biar masih bisa jemput anak atau agar enggak keduluan pulang suami. Juga, menajamkan rasa dan hati untuk mencari ide dan materi....#halah

Jadi kalau ada yang nganggap hasil yang saya dapatkan turun dari langit ya maaf saja. Enggak ada yang ujug-ujug ada di depan mata. Pasti ada usaha untuk mendapatkannya. Toh, hasil takkan pernah mengkhianati usaha kan ya? 

(Duh, panjang amat alasannya yaaak!πŸ™ˆ)

Nah, berhubung laper eh baper, saat ke Gramedia melihat buku karya seorang New Yorker yang juga blogger, Mark Manson, berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini nangkring manis di rak Best Seller, saya pun membelinya.

Dan...., yang bikin pertama bikin saya tertarik adalah judulnya yang unik dan menggelitik! Hmmm, memang butuh seni ya untuk bersikap bodo amat ini? Apa saja itu ya? Jadi penasaran saya!

Dan yang menarik lagi, penulisnya ((blogger)) sama kek saya? Yang bener saja?

Dan, ternyata...., seselesainya baca memang buku ini pas bangets dengan suasana hati saya!

Mengapa??? Berikut reviewnya!


Mark Manson

The Review


Jangan Berusaha


Mark Manson, blogger yang punya berjuta-juta pembaca mengawali bukunya dengan kisah hidup Charles Bukowsky, seorang penulis novel dan ratusan puisi yang popularitasnya melampaui harapan setiap orang terutama ekspetasinya sendiri.

Disebutkan, Bukowski dengan kemampuan sederhananya untuk jujur, tidak pernah mencoba untuk menjadi selain dirinya sendiri dengan mengakui hal-hal buruk sekalipun dan membagikannya tanpa segan dan ragu. Karyanya yang pada awalnya dicap menjijikkan, sangat hancur, tidak bermoral, ternyata berhasil jadi pemenang karena Bukowsky merasa "nyaman" dengan cerminan dirinya yang dianggap sebuah kegagalan dan merasa masa bodoh dengan kesuksesan. Dengan berslogan "Jangan Berusaha", Bukowsky tidak mengubah diri jadi seperti yang diinginkan orang melainkan jadi dirinya sendiri hingga menang.

Manson menyikapi kisah ini dengan sebuah pernyataan bahwa kunci kehidupan yang baik memang bukan tentang memedulikan lebih banyak hal tapi tentang memedulikan hal sederhana, hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak dan penting saja.

Mengapa?

Karena ketika kita kurang memedulikan sesuatu kita justru mengerjakan hal itu dengan baik. Dengan kata lain bersikap bodo amat sesungguhnya akan menghasilkan hal yang besar yang membuat kita memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.

Kemudian, bodo amat ini lebih jauh oleh Manson dijabarkan dalam 3 buah seni:

1. Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda dan menikmatinya hingga sampai ke tujuan kita.

2. Untuk bisa mengatakan bodo amat pada kesulitan, pertama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan itu. Jadi pada hal sepele katakan bye-bye!

3. Entah kita sadari atau tidak, kita biasanya memilih suatu hal untuk diperhatikan dan ini akan terus membaik mengikuti tingkat kedewasaan.

Kebahagiaan Itu Masalah


Manson menyebutkan bahwa kebahagiaan datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah. Yang mana kadangkala masalah ini sederhana saja dan konsepnya sama: selesaikan masalah lalu berbahagialah!

Tapi, ternyata beberapa dari kita menyikapi tak sesederhana ini. Karena kita biasanya:

- Menyangkalnya: mengingkari kenyataan sehingga menuntun ke kerapuhan dan pengekangan emosional

- Mengedepankan mentalitas sebagai korban: memilih meyakini bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini padahal bisa jadi kita mampu menghadapi, sehingga menggiring kita pada ketidakberdayaan dan keputusasaan.

Kebahagiaan yang dikatakan Manson yang tumbuh dari masalah inilah yang membutuhkan perjuangan yang akan menentukan kesuksesan di masa depan.


Mark Manson

Kita Tidak Istimewa


Manson kemudian menyadarkan pembacanya, bahwa sejatinya tidak ada dari kita yang istimewa. Karena pada kenyataannya menanamkan keyakinan pada orang bahwa mereka istimewa tidak lantas menjadikan satu populasi penuh dengan orang macam Bill Gates atau Martin Luther King, misalnya. Tapi justru bisa menciptakan tampilan kepercayaan diri di level delusional.

Dan meyakinkan diri sebagai makhluk spesial adalah strategi yang gagal. Lantaran hanya akan membuat kita tinggi hati dan bukan merasa happy.

Pasalnya, pengukuran yang benar tentang penghargaan diri itu bukanlah jika seseorang merasakan pengalaman positifnya tapi justru pengalaman negatifnya. Dan kemalangan serta kegagalan sungguh berguna dan bahkan diperlukan untuk membangun seseorang menjadi orang dewasa yang tangguh dan sukses nantinya.

Jadi, meski terdengar membosankan dan biasa saja, menurut Manson mengapresiasi pengalaman sederhana dalam hidup dan penerimaan terhadap eksistensi diri yang sedang-sedang saja, akan membebaskan kita untuk menuntaskan apa yang sungguh ingin kita selesaikan tanpa penilaian atau ekspetasi yang berlebihan.

Nilai Penderitaan


Manson menjabarkan tentang self improvement yang sesungguhnya adalah dengan memprioritaskan dan memilih nilai-nilai yang lebih baik untuk dipedulikan.

Lantaran, ketika kita peduli pada hal yang lebih baik maka kita akan mendapatkan masalah yang lebih baik sehingga hidup yang kita jalani akan jadi lebih baik lagi.

Kita Selalu Memilih


Dalam buku setebal 243 halaman dan bersampul warna orange ini, Manson juga mengingatkan bahwa sebagai bagian dari hidup dalam sebuah masyarakat yang demokratis dan bebas maka kita semua mesti berhadapan dengan berbagai pandangan termasuk orang yang berseberangan dengan kita.

Kita kemudian disarankan untuk memilih pertempuran dengan hati-hati sambil terus mencoba sedikit berempati terhadap mereka yang kita sebut "lawan". Juga, sebaiknya mendahulukan nilai kejujuran dan keterbukaan serta menerima keraguan yang muncul atas nilai merasa paling benar.


Mark Manson



Kamu Keliru (...dan Saya pun Begitu)


Manson menggarisbawahi lagi hukum kebalikan, semakin kita menerima ketidakpastian dan ketidaktahuan akan sesuatu, kita akan merasa nyaman karena tahu persis yang kita tahu. Manusia yang yakin dirinya mengetahui semua tidak akan mempelajari sesuatu pun.

Demikian juga keterbukaan untuk mengakui kesalahan harus ada terlebih dahulu jika kita menginginkan perubahan atau pertumbuhan. Sehingga sebelum kita mencermati nila-nilai dan prioritas dan kemudian mengubahnya jadi lebih baik, pertama kita harus meragukannya lalu mengakuinya.

Dan sebaiknya kita mendefinisikan ulang ukuran kita dengan cara yang biasa saja, jangan jadi unik juga istimewa. Pilih identitas yang biasa saja, misalnya: seorang ibu, suami, rekan kerja, teman atau penikmat makanan.


Kegagalan adalah Jalan untuk Maju


Prinsip "lakukan sesuatu" menjadikan kegagalan tidaklah penting lagi. Ketika standar kesuksesan hanya "melakukan sesuatu" kita akan mendorong diri untuk lebih maju lagi. Kita merasa bebas untuk gagal dan kegagalan inilah yang menggerakkan kita ke depan.

Manson menelaah hal ini dan memberikan kesimpulan bahwa kita adalah sumber inspirasi bagi diri kita sendiri. Kita bisa melakukan apa saja untuk menginspirasi motivasi agar tetap ada bersemayam di diri.

Pentingnya Berkata Tidak


Manson mengedepankan perlunya berkata tidak untuk menolak sesuatu agar kita tidak kehilangan alasan untuk bertahan.

Karena menghindari penolakan akan memberikan kenikmatan sesaat yang membuat kita tanpa kemudi dan tanpa arah jangka panjang.

Jadi untuk mengapresiasi sesuatu kita harus membatasi diri sendiri.

...dan Kemudian Kita Tiada


Tanpa kita sadari kepongahan seringkali melucuti perasaan ke-Tuhan-an kita dan menarik semua perhatian ke dalamnya, membuat kita merasa seakan-akan kitalah pusat dari semua masalah yang ada di alam semesta. Bahwa kita mengalami ketidakadilan dan bahwa kita berhak mendapatkan yang paling besar daripada orang lain hingga kita..... tiada lagi di dunia.


Mark Manson
sumber: booktopia(dot)com(dot)au

Finally...


Mark Manson yang menuliskan argumentasinya dengan jujur, apa adanya, lugas tapi terstruktur ini membuat kita menyadari diri bahwa kita tak sempurna dan ada batasan yang seharusnya bisa kita terima.

Dan, sebaiknya kita menerima itu semua, mengakrabinya, berhenti untuk lari dan mulai menemukan nyali dan rasa percaya diri hingga terwujud apa yang kita cari.

Hiduplah dengan apa adanya tanpa perlu terlalu peduli pada hal yang seharusnya tak perlu dipedulikan. Karena berprinsip bodo amat itu sesungguhnya menyenangkan dan bermanfaat.

Jadi terkait dengan ini, seberapa kerasnya nyinyiran dan cibiran hendaknya saya pakai hukum kebalikan. Bahwa, saya sendirilah yang menganggap itu negatif. Saya keburu menilai itu buruk. Padahal justru komentar-komentar itu akan menjadikan saya menjadi lebih baik dari hari ke hari dan terus melangkah maju.

Maka, bodo amat dan jalani hidup dengan lebih santai ajaaaa ya...

Dan daripada baper, kuy ikutan saya makan lemper, ngemil ager-ager dan minum es doger!😁




Well, this book is really worth to read!

Tak hanya menginspirasi saja tapi juga berisi cerita yang menghibur beserta contoh nyata. Misalnya tentang kisah hidup Manson yang kacau di masa lalu, titik balik kehidupannya, cerita hidup tokoh ternama seperti Letda Hiroo Onoda, Dave Mustaine, Pete Best, William James, Picasso, Malala....yang dituliskan dalam bahasa yang kocak dan sesuai jamannya.

So..., thank you for inspiring me, Manson!😍


Oh ya, rating 4,5/5 yaa...!






Happy Reading

Dian Restu Agustina
























82 comments:

  1. ehmmmm... ini buku yang udah lama saya pantengin... tapi gak sempat juga membelinya. hihihihi

    ReplyDelete
  2. setuju banget, hanya peduli yg benar, penting dan mendesak. walau kadang kita dianggap sombong atau gimana, tapi kita sendiri yg tau keadaan kita. kita berhak bahagia. karena dengan bahagia kita bisa memberi yg terbaik untuk keluarga dan lingkungan

    ReplyDelete
  3. Thank you ulasannya. Sepertinya menarik nih ide Mark Manson dalam menghadapi penderitaan dan putus asa

    ReplyDelete
  4. Lihat buku ini seliweran di beberapa toko buku online yang aku ikutin di FB, judulnya emang sudah menarik ya mbak, aku belum punya siy, tapi dari review yang mbak mbak tulis lengkap begini, bisa nih masuk jadi daftar buruan buku selanjutnya.

    ReplyDelete
  5. Pas baca curhatan bagian atas rasa pengen nangis sendiri. Mbak Dian aja yang sebaik itu ada yang nyinyir apalagi sy yang begini 😭 Jika ada yang nyinyirin sy baper itu pasti, tapi sy pun berusaha memahami Kenapa orang sampai begitu pada sy. Apakah sy Memang salah atau itu memang hanya salah paham aja karena bahasa yg disampaikan orang di blog atau komen di sosmed memang kita sendiri yang menerjemahkannya. Apakah itu negatif atau positif. Hati kita sendiri yang nentuin Karena memang kita nggak bertatap muka. Tapi kalau dibawa baper terus capek juga sy. Akhirnya sy ketularan energi negatif yg bisa jadi itu datang dr diri sy sendiri. Semoga ke depan sy nggak jadi orang yang baperan. Harusnya sy baca buku ini. Udah sering lihat tapi belum punya sampai sekarang.. 😣

    ReplyDelete
  6. udah cetakan ke 18, kemana aja saya selama ini sampai nggak tahu ya?
    hehehe... akibat punya buntut 3, kalau ke toko buku langsung menggiring mereke ke bagian buku anak, sampai melewatkan untuk membeli buku buat diri sendiri.

    Makasih reviewnya mbak, ntar klo ke gramedia lagi mesti disempatkan buat nyari buku ini

    ReplyDelete
  7. hihihi... "bodo amat" bisa juga diartikan "enggak baper", menurut saya sihh... Dan tentunya itu bukan sesuatu yang mudah :)

    ReplyDelete
  8. Takjub pas sampai di bagian ini:

    "... dan kemalangan serta kegagalan sungguh berguna dan bahkan diperlukan untuk membangun seseorang menjadi orang dewasa yang tangguh dan sukses nantinya!"

    Jadi, kemalangan serta kegagalan itu berguna dan bahkan diperlukan!
    Mencerahkan, sungguh!

    Selalu dan selalu aku terinspirasi oleh curahan hatimu, mba...



    ReplyDelete
  9. Pertama liat buku ini, judulnya aja udah eye catching. Review Mba Dian lengkap banget. Setuju banget sama uraian ini "masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda dan menikmatinya hingga sampai ke tujuan kita."

    Aku sedang berusaha masa bodoh pada suatu hal yg selama ini jadi duri dalam daging. Hehhehe thanks reviewnya Mba

    ReplyDelete
  10. Blogger sekelas mbak yg aktif nulis ajah ada yg nyinyir, apalagi saya yg masih bau kencur. Apalagi saat barang2 untuk direview sampai rumah, banyaj tetangga yg bilang kalo saya hobi belanja. Mereka gak tau kalo itu gratis n malah saya dapat duit. Bodo amat masih susah saya lakukan...sedikit2 lah yaaa...belajar dari review buku ini

    ReplyDelete
  11. Bersikap bodo amat memang sangat diperlukan agar saya tetap waras juga. Kadang kalau ada yang nyinyir, makjleb banget di hati dan jadi baper. Kadang bikin sakit banget ngiris di hati.

    Padahal seharusnya biarin aja ya, kita enggak usah mikirin hal-hal begitu.


    Dan mmm, ada gitu yang nyinyirin Mba Dian soal ngeblog? Duh Gusti, padahal mba Dian blognya udah bagus, masih aja ada yg begitu.


    Saya setuju dengan kata-kata 'Kepongahan seringkali melucuti perasaan ke-Tuhan-an'. Betul banget, Mbak... Ketika kita merasa pongah, sombong, besar kepala dan atau sejenisnya, kita jadi jauh dari Tuhan.

    Buku yang menarik dan patut dibaca, karena kita memang perlu bodo amat.

    ReplyDelete
  12. Buku yang menarik ya Mbak. Semenarik kisah pengantarnya.

    ReplyDelete
  13. Kayaknya saya butuh buku ini, deh. Akhir-akhir ini lagi pengen bersikap bodo amat. Memang gak ada hubungannya sama sekali dengan dunia blogger atau dunia maya lainnya. Tetapi, memang lagi pengen bodo amat sama satu hal

    ReplyDelete
  14. Wes penasaran aku ama bukunya sampe mba dian kasih rating tinggi buat buku ini. Buku ini sering aku kiat di postingan IG dan banyak yang bilang bagus. Jadi makin penasaran kan. Kayaknya ini buku jadi wajib ada di list buku terbaru aku bulan depan. Oh ya aku juga baru tahu ternyata penulisnya seorang blogger juga ya hihihi.

    ReplyDelete
  15. Waah setuju banget nih. Emang bener kita tak sempurna ya dan ada batasan yang harus kita terima. Jangan ngoyo.

    ReplyDelete
  16. Bagus banget nih buku. Sikap masa bodoh ini sebenarnya sederhana aja tapi kadang susah dipraktekkan.

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah saya terbentuk sebagai orang yang lempeng alias bodo amat, PRnya tinggal mengelolanya dengan tepat. Karena kalau over dosis jelas ga bagus juga 😁

    ReplyDelete
  18. Wah, wah, wah ... Kalau selevel Mbak Dian aja bisa dibikin baper karena komentar orang, bagaimana dengan diriku? Beberapa waktu lalu sempat vakum lama dalam menulis karena aku lumayan sedih mendengar komentar orang atas tulisanku di sebuah event. Merasa kok mereka tega sekali ya, menyampaikan itu di hadapanku dan diulang-ulang begitu. Tapi semestinya memang kita bersikap bodo amat, sih. Komentar negatif mereka diatur ulang masuk ke memori kita sebagai komentar positif. Jadi ingat kemarin aku belajar hening, meditas, menyadari tentang penerimaan. Wah, nyambung lho ini, Mbakku.

    ReplyDelete
  19. Aku juga udah lihat-lihat buku ini, tapi waktu itu lebih tertarik buku sihir, aduh mak nasib Potterhead garis kenceng, akhirnya yang kebeli malah 3 buku sihir.

    Aku yo sempat mengalami kayak dirimu lho, Mbak. Tapi emang aku sak iki ya agak selow sih, yang penting jalan aja jangan sampai berhenti. Gak perlu terlalu dengerin apa orang bilang. Wis pokok bahagia memang harus kita yang ciptakan.

    Btw, semangat ya. Dan aku suka review plus bukunya yang bakalan jadi next target-ku.

    ReplyDelete
  20. Hmm sepertinya aku harua main ke gramed dan coba beli juga nih tante. Oiya tante masalah orang nyinyir dengan komentarnya aku pun sama tante, berusaha untuk nggak terlalu mikirin itu biar gak baper. Yang perlu aku belajar kayaknya dari tulisan diatas itu adalah point yang belajar berkata tidak. Karna aku seringnya gak enakan jadi selalu mengiyakan padahal mah berat banget itu huhu

    ReplyDelete
  21. Waaa..sudah lama saya pengen mbaca buku ini.. dan membaca reviewnya mbak Dian ini membuat saya jadi lebih pengen lagi.
    Ternyata seni bodo amat itu bukannya semata-mata menjadi kita orang yang cuek tak peduli. Kmaren saya agak ragu mau beli, saya kira ini bukunya membuat kita jadi orang acuh tak acuh gitu. Ternyata bodo amat itu pun ada seninya

    ReplyDelete
  22. wih belajar sikap bodo amat itu penting yes ternyata, saya sering liat buku ini, tapi bodo amat juga enggak ngelirik wkwk. eh ternyata keren isinya, duh duh duh, saya juga pernah merasa di nyinyirin begitu, sedih banget sih pasti ya bun. mau sebaik apapun kita pasti ada ja yang enggak suka. sudah waktunya bodo amat sama perkataan orang, yang penting kita tetap berbuat baik. masyaallah.

    ReplyDelete
  23. Baca reviewnya saja sudah luar biasa, apalagi baca bukunya langsung. Hal-hal yang terkait "Bodo Amat" ini sejatinya dialami oleh hampir semua blogger, terutama tentang Kegagalan adalah jalan untuk maju...Sepakat.

    ReplyDelete
  24. aku keinget terus dng kalimat..."agar engga keduluan pulang suami"
    Koq sama banget sih. Hehe...
    Cocok nih bukunya untuk kita bersikap woles aja...

    ReplyDelete
  25. Lho, ada yg macem2 sama Mbak Dian?
    Katakan siapa orangnya, Mbak. Biar saya pites, hihi...
    Hmm, oalah netijen2. Kalo kita2 jadi IRT (saja) katanya nggak berguna. Giliran udah 'bersinar' kok yo masih aja nggak terima. Fiuhhh...

    Alright, memang harus punya jurusnya yak. Setelah baca review Mbak Dian, buku ini pas banget emang. Sebelumnya saya hanya melihat cover buku ini seliweran, alhamdulillah jadi tau deh maksud 'bodo amat' ala Manson. Kita diajak untuk mawas diri dan apa adanya. Lalu tidak takut melangkah. Berani berbeda; nah ini prinsip say juga, sih. Trus ketika ada kegagalan malah harus dinikmati. Keren ini mah.
    Thanks for sharing ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  26. Wah ternyata Mark Manson seorang blogger? AKu jd kepengen baca bukunya. BBrp kali aku liat di tokbuk tapi males ambil hahaha, khawatir gak relate. Tapi penasaran eui abis baca reviewn ini :D

    ReplyDelete
  27. Reviewnya lengkap.. Jarang banget sempat baca biku. Tapi baca reviewnya dah kayak baca keseluruhannya

    ReplyDelete
  28. Wow mantap bgt ya isinya. Aku jatuh cinta sama artikel ini dan penasaran sama bukunya sejak baca quote pertama

    ReplyDelete
  29. Mau dong es Dogernya.
    Penting juga ya untuk sesekali bersikap masa bodoh.
    Berat jika kita berpikir harus terus bersikap menyenangkan orang.

    ReplyDelete
  30. wah, jadi penasaran pengen baca bukunya juga, mbak. Karena ternyata untuk dapat bersikap bodo amat itu ada seninya juga.

    ReplyDelete
  31. Setuju pisan. Saat ini saya sedang berusaha untuk menerapkan sikap "bodo amat", untuk beberapa hal yang saya fikir tidak prioritas. Ini hidup kita, semua yang dilakukan, kita yang mempertanggungjawabkannya. Terima kasih untuk ulasannya.

    ReplyDelete
  32. Wuih ciamik review-nya, banyak yang bilang buku ini Oke walau aku nggak terlalu suka jenis buku gini, tapi emang perlu kok bersikap bodoh amat di zaman now, kalau semua komentar dan nyinyiran di perhatikan bisa sakit hati dewee..

    ReplyDelete
  33. Benar, masa bodoh itu menyenangkan. Saya sering melakukannya. Masa bodoh dengan ocehan orang, perkataan orang atau nyinyiran orang. Yang penting kita ada di jalan yang lurus dan gak bikin yang aneh-aneh. Hidup harus tetap berjalan, tak peduli sebanyak apa pun haters maupun loversmu...

    ReplyDelete
  34. Wah udah lama sih pengen baca buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat ini, gara-gara lihat temen tapi gak dipinjemin. Sempet baca sekilas dan coba terapin ke kehidupan sendiri. Kalau gak sebodo amat mungkin aku gak punya web Travel Blog Indonesia sampai kapanpun. Jadi menarik banget bukunya, dan masih kepengen baca sampai tuntas

    ReplyDelete
  35. Yups....dalam konteks yang positif berfikir 'masa bodoh' dapat membantu individu tertentu dari kerapuhan jiwa.

    ReplyDelete
  36. Reviewnya lengkap & selalu kereen.
    Bodo amat itu klo secara.positif kadang diperlukan...judulnya bikin penasaran.

    ReplyDelete
  37. Setuju banget bahwa bersikap bodo amat itu bikin kita nyaman. Sayangnya agak susah dilakukan, ya. Mau banget ah, baca ini. Biar bisa bersikap bodo amat sama hal-hal yang remeh. Terima kasih ulasannya, Mbak Dian :D

    ReplyDelete
  38. suka banget sama pernyataan mengedepankan perlunya berkata tidak agar kita tidak perlu alasan untuk mengatakan tidak,huhuhu... Kayaknya aku perlu belajar deh

    ReplyDelete
  39. Duh, kadang kita emang butuh bersikap bodo amat dan tutup kuping kayak gitu yah mbaaak!

    Semangat terus yah mbak, yang nyinyir mah akan selalu ada, dihempas dan dikasih kibasan rambut aja sembari melangkah maju yah :))

    ReplyDelete
  40. Asyik banget nih kayaknya buku. Perlu diburu nih. Etapi saya kalo beli buku bingung nyimpennya saat ini. Bakal remuk dalam sekejap sama batita yang lagi demen bereksperimen. *hallah malah curhat. Makasih Mak.

    ReplyDelete
  41. Waaww... Jadi pengen tahu nih mb Dian, moso sih ada yang nyinyirin mb? Kalau aq ada yang nyinyiran sprti biasanya ambil langkah cuek beybehh saja. Toh kita yang tahu tentang apa yg kita kerjakan dan lakukan. Be positive thinking... Hehe..

    Thx reviewnya yo mba... Jgn baper yaa... Semngattt

    ReplyDelete
  42. Mbak Dian galau? Ah ndak percaya saya, aups. Jangan galau lagi dong baca komentar saya.

    Eh bukan saya loh yang nyinyirin Mbak, hehehe apa seh.
    Oh yah, saya kok langsung tertarik sama bukunya Mark Manson itu, entar kalau ke Gramedia mau cari ah. Thanks ya Dian atas reviewnya yang sangat menarik.

    ReplyDelete
  43. Buku "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat" ini kayaknya aku perlu deh hahaha. Makasih reviewnya ya.

    ReplyDelete
  44. makan lemper ngemil ager2 minum es doger. oke mbak saya jadi ngebayangin lohh...


    berasa ketemu jodoh nggak sih mbak, ketemu buku yang pas banget sama kebutuhan saat ini.

    ReplyDelete
  45. Buku ini juga direkomendasikan teman saya seorang editor. Melihat cetak ulangnya yang sudah bejibun, ditambah review positif dari mba Dian, rasanya buku ini betul2 harus dibaca. Terima kasih ya mba

    ReplyDelete
  46. Kalimat ini bener banget "Manson mengapresiasi pengalaman sederhana dalam hidup dan penerimaan terhadap eksistensi diri yang sedang-sedang saja, akan membebaskan kita untuk menuntaskan apa yang sungguh ingin kita selesaikan tanpa penilaian atau ekspetasi yang berlebihan."

    Kadang penilaian dan ekspektasi yang berlebihan itu yang buat hidup jadi ribet. Banyak-banyak bersyukur untuk Hal sederhana bikin bahagia.

    Ku harus banget baca bukunya"Sebuah seni until bersikap bodo amat" ini.

    ReplyDelete
  47. Udah lama si ngincer buku "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amet". Sepertinya emang harus cepet dibeli setelah baca rview ini. Terima kasih Mbak reviewnya.

    ReplyDelete
  48. Menarik ya kak, aku penasaran baca bukunya. Ternyata masih banyak poin point yang sulit aku lakukan. Butuh usaha sedikit keras buat bisa bener-bener bersikap bodo amat.

    ReplyDelete
  49. Review nya bagus, apalagi bukunya yaa.

    Akhirnya, saya menemukan alasan kenapa harus baca buku ini. Alasan baca buku ini Yang sedang nge-hits, bukan karena hits nya tapi karena memang kontennya bagus.

    Thank you, Mbak Dian 😊

    ReplyDelete
  50. "i dont give a fuck" ini ungkapan yg sering diucapin sama bule-bule.
    akhirnya aku ngerti jg, artinya "gw ga peduli"
    dan ternyata ada bukunya jg. Udh sering liat buku ini di gramed, cowoku jg baca ini dan rekomen. next baca deh

    ReplyDelete
  51. Mbak dian, keren banget reviewnya. Bersikap bodo amat salah satu pe er saya yang baru separuhnya saya kerjakan. pengen bannget bisa total bodo amat. hmmm... jadi pengen cepet2 minjam .. eh beli...

    ReplyDelete
  52. Reviewnya lengkap mba, keren. Saya juga udah baca nih buku seni bersikap bodo amat ini. Bagus, hanya merasa terjemahannya kurang dan kaku. Hehe

    ReplyDelete
  53. Agama juga sudah mengajarkan, jangan berburuk sangka. Jadi hadapilah semua dengan senyuman. Anggap apapun itu sudah ketentuan Nya
    Jangan baper saja intinya. Hahaha.

    ReplyDelete
  54. Wah sepertinya ini buku anti baper ya
    Memang bener sih, kadang-kadang kita perlu bersikap bodo amat terhadap komentar orang
    Kita khan gak bisa ngatur mulut orang
    Tapi kita bisa ngatur hati kita
    Ketika kita menutup pintu untuk baper, galau dan sedih
    Maka kita akan tetap melaju dengan tenang
    Yes, bodo amat!

    ReplyDelete
  55. Kadang perlu bersikap bodo amat ya apalagi untuk hal-hal positif agar bisa maju. Mengutip kata Gus Dur, "gitu aja kok repot."

    ReplyDelete
  56. Aku baca buku ini dan memang setelah diterapkan oke banget. Dulu aku suka terpengaruh dengan omongan orang, entah yg ditujukan langsung atau omongan ttg orang lain. Setelah baca buku ini dan praktikin, hasilnya oke banget. Sekarang mah hidup jadi lebih produktif dan suka bodo amat untuk hal-hal gak penting

    ReplyDelete
  57. buku yang menarik. pengen banget jadi orang yg ga baperan dan bisa bersikap bodo amat yg bijaksana :)

    ReplyDelete
  58. Seni untuk bersikap bodo amat ini sangat penting dipelajari. Apalagi saya, sering banget sakit hati cuma gara-gara komentar orang. Review Kak Dian berhasil bikin saya pengen beli buku sebuah seni untuk bersikap bodo amat ini.

    ReplyDelete
  59. Judul bukunya saja sudah nendang banget agar tidak perlu memedulikan yang nggak penting,jalani aja kehidupan dengan tenang meski memang harus bodo amat 😘

    ReplyDelete
  60. Kayaknya aku juga perlu membaca buku seni bodo amat ini, Mbak Dian. Kadang emang pengen masa bodo aja orang ngomong apa, tapi ya gak bisa begitu seja, kepikiran juga. Dan kepikiran dinyinyirin orang itu sungguh tak enak :)

    ReplyDelete
  61. Intinya buku ini ngajak kita kalau ada org nyinyir ya bodo amat yg penting kita do the best gtu ya mbak? AKu bacanya gtu, maaf kalau keliru heehe

    ReplyDelete
  62. reviewnya bagus mbak. lengkap. sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  63. Buku ini lagi hype banget, akupun sering bersikap bodo amat karena ya memang itu bikin enteng beban pikiran dan jiwa raga haha

    ReplyDelete
  64. Toss... Suka dengan infonya pasti bukunya lebih menarik lagi ya, tidak harus mementingkan semua urusan

    ReplyDelete
  65. Setuju, abaikan aja kalau ada yang nyinyir mah, Teh..hehe
    Menarik juga buku ini, sering lihat di berbagai medsos orang yang upload buku ini. Jadi penasaran pengen baca langsung. Bulan depan jajan buku..

    Mau panjang atau pendek alasannya, yang penting plong kalau di uraikan dalam untaian kata ya, Teh..hehe

    Luar biasa ya dalam satu tahun di cetak dalam beberapa kali.

    ReplyDelete
  66. Buku hits. Haha. Aku malah kagum dengan penerjemahnya. Nerjemahin judul dan jadi eye-catching dan malah jadi yang keingat terus judul terjemahan. Biasanya kan yang keingat judul asli.

    ReplyDelete
  67. Kemarin mampir ke Gramedia PIM dan liat buku ini, gak beli (padahal harganya murce untuk sebuah buku best seller). Hiks karena belanjaan buku anakku uwes akeeeh hehehehe.

    Pankapan beli ah.

    ReplyDelete
  68. Ahh kayaknya saya kudu baca buku ini. Gimana ya saya apa2 sering kepikiran, susah mau bersikap bodo amat bahkan untuk hal sepele

    ReplyDelete
  69. rasanya aku perlu buku ini deh, buat memotivasi biar jadi orang yang bodo amat sama hal yang gak penting yang menggangu :D

    ReplyDelete
  70. Aku jadi pengen baca buku ini mba. Soalnya aku ga bisa bersikap bodo amat. Suka kepikiran gitu.

    ReplyDelete
  71. Judulnya bikin penasaran banget ya mbak. Aihh dari kapan hari pengen euy baca buku ini. Belum sempat juga ke toko buku nih.

    ReplyDelete
  72. Aku udha kama denger juduk buku ini tp ga terlalu aware. Kemudian pas bgt bbro minggu laku ada custoner order buku ini. Jadi penasaran. Eh tapi belum sempat beli dan baca. Hihi. Indeed bgt soal berpikir positif itu mba. Susyaaah tapu harus #gimana tuh πŸ˜…

    ReplyDelete
  73. yang bikin heran giliran kita gak mikirin eh ada saja yang sewot hihih

    ReplyDelete
  74. Review buku dan ulasan mba Dian itu renyah, apalagi ini buku sangat menarik yang bisa diambil sudut pandangnya sebagai seorang blogger yg sejatinya tak jauh dgn apa yg kita lakoni saat ini

    ReplyDelete
  75. Noted setelah baca postingan ini, buku Seni untuk bersikap masa bodoh masuk dalam list saya. Tq fyi

    ReplyDelete
  76. Saya udah baca habis buku sebuah seni untuk bersikap bodo amat ini kemarin. Tapi inti yang saya dapat rasanya rada mirip sama buku filsafat Yuval Noah Harari yang judulnya Sapiens, beda tema sih. Ya soalnya yang buku Mark Manson ini lebih mengarah ke semacam motivasi, sedangkan Sapiens lebih mengarah ke filsafat sama sains. Cuman motivasi yang diinclude keduanya nyaris serupa.
    Dilihat dari background, Mark Manson individu biasa macam blogger pada umumnya gitu, cuman bahasanya blakblakan banget. Kalau Yuval Noah Harari guru / profesor, beberapa klausa mesti dibaca ulang biar bisa paham bahasa filsafatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh lupa kak, maaf maksudnya buku Yual Noah Harari yang judulnya Homo Deus, bukan yang Sapiens. Gak bisa edit komen, jadi saya reply saja ya. Takutnya salah pengertian nanti sama yang baca komennya. :(

      Delete
  77. Buku ini mengajarkan kita ut lepas dari tekanan sekeliling kita yang selalu meminta kita untuk berlaku mainstream.

    Padahal banyak hal beda dengan hati kecil kita.

    Nice review mba

    ReplyDelete
  78. Luarrr biasa mba..trims atas review-nya
    Saya masih pendatang baru, blogger pemula
    www.lemariliterasi.com

    ReplyDelete