Belanja dengan Bijaksana πŸ‘šπŸ‘–πŸ‘



Image result for belanja dengan bijaksana

Saya memilih untuk belanja dengan bijaksana. Kalau memang di warung tetangga ada - ya beli disana, jika ternyata tak tersedia, bisa beli di tetangga dunia maya, atau di tempat lain yang menjualnya (asal ada uangnyaπŸ˜‚).

Saat sosial media meraja, pengertian "tetangga" memang berkembang.Tetangga bukan hanya orang yang tinggal di dekat rumah kita saja, tapi bertambah dengan orang yang ada di daftar "Teman" akun sosmed kita. πŸ‘πŸ“±

Nah, berarti kita pun bisa membeli dari tetangga sosmed kita, jika barang yang kita butuhkan ada.πŸ‘“πŸ‘œπŸ‘•

Coba lihat teman yang sering menghiasi akunnya dengan beragam barang atau makanan menarik dengan harga ciamik. Kalau tertarik, tinggal klik - inbox an - transfer uang - barang datang - teman riang - kita senang .πŸ‘πŸ’ƒπŸ˜

Bukan hanya barang, banyak teman kita yang menawarkan jasa. Jika kita perlu, kenapa tidak kita kontak dulu. Ada yang terima jasa konstruksi, sewa mobil, les private, training online, service listrik atau jasa penulisan (seperti saya ... hahahaπŸ˜‚). πŸ πŸš—πŸ’»

Namun, berbelanja pada tetangga dunia maya pun perlu etika :

1. Hindari menawar harga dengan mati-matian atau berharap mendapat diskon gede-gedean. Jangan mentang-mentang adik ipar, terus minta beli 1 gratis 1 (kecuali kalau dia jual sepatu - pasti kita dapat satu biji + gratis satu biji) Ingat mereka penjual bukan badan amal.😁

2. Membeli pada mereka berarti menyambung silaturahmi. Yang sudah bertahun-tahun ngga reuni jadi bisa saling mengunjungi (meski uang/ barangnya yang reuni duluan dan orangnya belakangan πŸ˜€)

3. Berbelanja ke mereka artinya ikut mensukseskan program pemberdayaan masyarakat/usaha kecil menengah/wirausaha mandiri. πŸ˜‰πŸ’ͺ

4. Sedangkan, untuk penjual pun ada etikanya. Jangan karena yang beli teman, kirim barang kelamaan, terima kasihnya kelupaan, atau gegara nggak enak ati- padahal nggak ikhlas - tetep kasih diskonanπŸ˜€πŸ˜·

5. Kalau di warung tetangga barang yang dicari tak ada, tetangga sosmed pun tak punya, hak kita sebagai pembeli untuk berbelanja di mana saja, asal dengan bijaksana ( misal : utamakan produksi negeri sendiri, kalo punya uang ya belanja, kalo nggak ya hutang dulu saja..ups maksudnya tunda saja πŸ˜‚ πŸ‘ŒπŸ˜Ž)

9 comments:

  1. setuju mba jangan tawar menawar, biasanya mah klo temen yg jualan udah kasih harga temen jd kasian klo ditawar lg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, iya Mba bener, dah harga spesial masa' mau minta special yg pake telor :D

      Delete
  2. Hehe saling bantu ya mbak. Aku juga kalau tmn yg jual biasanya malah sungkan minta diskon, soalnya pernah jd OS dan ngrasain sendiri ambi untung gk seberapa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak..kalo beli di mal ga ada diskon diem ajaaa..giliran sama temen sendiri, yang pertama ditanya : diskonnya mana? hehe..

      Delete
  3. Betul mbak klu belanja yg pertama x yg d tanya diskon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeheee..Iyaaa, Mbak Arum, kadang temen udah kasih harga temen eeh kita masih minta diskonan pulaaa..teganya..teganya..:D

      Delete
  4. Betul mbak klu belanja yg pertama x yg d tanya diskon

    ReplyDelete
  5. Aku kalo beli malah jarang nawar karena takut salah ntar dimarahin penjualnya πŸ˜‚πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip, kadang lucu aja, di supermarket harga yang tertera langsung kita bayar ngga pake nanya diskonan, eh kalo ke pasar atau sama temen kitanya kekeuh nawar :)

      Delete