Belajar Mengelola Kota dari Barcelona



Benvinguda a Barcelona!

Siang hari pukul dua, saya sekeluarga tiba di Barcelona Sants, setelah menempuh perjalanan sejauh 621 km dari Madrid selama sekitar dua jam.

Naik pesawat?
Enggak! Pakai kereta!

Haa?๐Ÿ˜ฎ Beneran?
Iyaaa!
Kereta Renfe AVE yang kerennya... luar biasa! Rutenya: Madrid Puerta de Atocha - Zaragoza Delicias - Lieida - Camp de Terragona - Barcelona Sants.

Dua jam? Cepatnya!!!
Yup!
Renfe AVE (Alta Velocidad Espanola) memang kereta super cepat milik Spanyol yang memiliki jaringan terpanjang di Eropa dan kedua di dunia, setelah China.

Untuk rute Madrid - Barcelona ini, seri yang dipakai adalah Class S 103. Kecepatan maksimalnya bisa sampai 350 km/jam! Dan, merupakan kereta di dunia  yang tercepat,  urutan keempat! Wow! (I'm so blessed! Alhamdulillah)


Tiketnya sendiri sudah kami pesan jauh hari setelah mendapatkan Visa Schengen Spanyol. Perjalanan selama 10 hari, ke 4 kota di 3 negara Eropa, yaitu: Madrid, Barcelona, Paris dan Roma, memang kami jalani dengan moda kereta yang tiketnya dipesan melalui Eurail Passes.

Mengapa kereta?
Karena ini adalah moda yang paling tepat dengan itinerary perjalanan yang kami buat. Mengingat waktu perjalanan yang terbatas, reservasi dilakukan agar mendapatkan kepastian keberangkatan.

Kenapa sih berwisata harus jauh-jauh ke Eropa? Mahal pastinya! Jalan-jalan saja di Indonesia, banyak tempat wisata, enggak kalah bagusnya juga!
Kemanapun perjalanan kita, yang utama adalah hikmah yang bisa kita ambil darinya. Soal mahal, itu relatif! Kami bisa ke Eropa ini, juga karena rezeki.๐Ÿ˜

Jadi ceritanya, suami saya selama dua tahun bekerja di Hassi Messaoud, Aljazair. Selama itu, dia on/off Hassi - Jakarta. Bulan terakhir di sana, saya dan anak-anak menyusulnya. Penginnya sih ngebolangnya di Aljazair. Tapi karena beberapa tempat tidak aman untuk wisatawan, jadilah jalan-jalannya ke negara tetangganya.

Nah, kalau kamu mau jalan-jalan juga, ajukan kreditmu, sisihkan uangmu dan nabung dulu. Jika ingin berhemat saat cari tiket pesawat, di Tiket Pesawat Promo Skyscanner. 


Mengapa Skyscanner bisa menjadi jawabanmu? 
Karena Skyscanner adalah situs travel terpercaya di seluruh dunia yang gratis, jujur serta hemat uang dan waktu!


Oke, balik lagi ke Renfe AVE. Keretanya cakep! Gerbongnya luas, tempat duduknya nyaman, pramugarinya ramah, makanan/minumannya lezat dan kecepatan serta waktunya tepat. Coba KAI punya kereta seperti ini. Untuk menempuh Jakarta - Kediri yang jaraknya 741 km, hanya butuh 3 jam saja. Mudik lebaran jadi enggak perlu macet-macetan dan brexit-brexitan. Cuss, setelah sarapan nasi uduk Betawi, makan siangnya bisa sambal tumpang Kediri. Maknyuss!๐Ÿ˜€

Sesampainya di Barcelona, karena masih di wilayah negara yang sama dengan Madrid, maka tidak ada pemeriksaan keimigrasian. Setelah keluar dari stasiun, kami langsung meluncur ke penginapan memakai taksi. Di sepanjang jalan, sudah mulai nampak hal yang mengagumkan. Lalu lintasnya rapi, kemacetannya tak berarti, banyak pejalan kaki dan pesepeda di sana-sini. 

Sekitar 20 menit di perjalanan, sampailah kami di Room305BCN. Sebuah apartemen yang disewakan harian yang letaknya di pinggiran kota. Kami memang lebih pilih private apartment agar experiencing daily life like a local, lebih terasa. Untuk keluarga, tarifnya juga lebih hemat dibandingkan dengan hotel. Apartemen juga cocok untuk anak-anak karena merasa seperti di rumah sendiri. Pas pula buat saya, karena jadi bisa masak, nyuci, nyapu, ngepel, nyetrika, juga lebih leluasa selonjorannya.

Kalau kamu, suka penginapan model apa? Enggak usah bingung ya, sesuaikan saja budget dan kebutuhanmu, kemanapun tujuanmu, dengan beragam pilihan Hotel, Apartemen dan Hostel yang ada.

Room305BCN
Bangunan apartemen yang kami sewa, terdiri dari 4 lantai dan kami mendapat unit di lantai 1. Lumayan luas, ada 1 master bed, 2 twin bed, full kitchen set, peralatan masak/makan, dining room, bath room, mesin cuci, tempat jemuran dan free wi-fi. 

Malamnya, kami berjalan-jalan di sekitar apartemen sekalian belanja bahan makanan untuk dua hari ke depan. Sebelumnya cek peta dulu, ternyata ada supermarket di dekat situ. Berempat akhirnya masuk dan belanjalah ini itu. Tapi, saat di kasir kami baru tahu, kalau ternyata mereka tidak menyediakan tas belanja, juga tidak menjualnya, karena pembeli membawa sendiri. Berbeda dengan kota Madrid yang kami kunjungi sebelumnya, yang masih memberikan tas plastik/kertas untuk wadah belanja. Akhirnya, air minum, roti, telur, susu, ikan, salad dan buah kami masukkan ke ransel saja.

Paginya, selesai bikin sarapan, saya keluar apartemen untuk membuang sampah. Setelah celingak-celinguk ke jalan di sekitar, saya terkesima melihat 5 bak sampah besar/recyling bins berwarna abu-abu dengan tutup yang berbeda sesuai peruntukannya.
  • Kontainer Kuning: untuk sampah plastik, kaleng, karton susu.
  • Kontainer Hijau: untuk sampah kaca.
  • Kontainer Biru: untuk sampah kertas, karton, koran, majalah, buku.
  • Kontainer Coklat: untuk sampah organik seperti sisa sayuran dan makanan.
  • Kontainer Abu-abu: untuk sampah lainnya yang tidak bisa didaur ulang, misalnya diaper, kapas, tisu bekas, kotoran binatang peliharaan.
Nah, berhubung sampah saya campur aduk, jadilah di situ saya pilah dulu. Untungnya saja cuma seplastik ya..hahaha!

photo by: www.alamy.com
Penasaran, saya pun mencari informasi terkait di internet dan menemukan info menarik. Ternyata, untuk sampah yang tidak termasuk kategori tersebut, akan ada jadwal pengambilan tersendiri. Seperti: furniture yang tak terpakai lagi, binatang peliharaan yang mati atau baju layak pakai, akan ada truk khusus.

photo by: www.villaweb.cat
Selain pengambilan sampah secara manual, di beberapa titik juga tersedia tempat sampah tipe drop-off bin. Tipe ini, akan menyedot sampah ke pipa dalam tanah menuju ke pusat pengolahan sampah. Jenisnya dibedakan menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah organik akan diolah menjadi biogas untuk menghasilkan energi listrik, sedangkan yang non-organik akan didaur ulang.

Sagrada Familia
Selesai dengan sampah, hari pun dimulai dengan mengunjungi proyek gereja abadi, Sagrada Familia. Sebuah gereja megah karya si jenius Antoni Gaudi yang dibangun sejak 1882 dan sampai sekarang belum rampung. Proyek prestisius ini direncanakan bisa menampung 9 ribu orang dan diperkirakan selesai pada tahun 2028. Wow! Sebuah bukti bahwa mewujudkan mimpi memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Benar-benar butuh kerja keras dan perjuangan.

Meski panas, duduknya di atas. Biar leluasa menikmati Barcelona
Selanjutnya, di depan Sagrada Familia, kami membeli tiket Barcelona Bus Turistic. Layanan bis hop on - hop off tour, untuk memudahkan wisatawan berkeliling tempat wisata yang ada di Barcelona.

Kenapa memilih ini? Kok enggak keliling kota  dengan menyewa sepeda?

Kalau cuma berdua suami saja, mungkin iya! Tapi, karena ada dua anak yang kadang kecapekan atau ketiduran, lantaran beda waktu Barcelona 5 jam lebih lambat dari Indonesia, akhirnya kami cari praktisnya saja.


Adalah Bicing, aplikasi penyewaan sepeda di Barcelona dengan terminal yang berdekatan dengan pusat perkantoran, pemukiman, halte bis juga stasiun kereta. Warga setempat bisa membayar biaya langganan dan menggunakannya dari satu tempat, lalu mengembalikannya ke terminal terdekat. Untuk 30 menit pertama, tarifnya termasuk biaya langganan. Moda transportasi jarak dekat yang hemat, ramah lingkungan pun menyehatkan badan. Sedangkan untuk wisatawan, tersedia penyewaan sepeda di beberapa tempat dengan petunjuk yang tertera. Dengan lebih dari 100 km bike lane, Barcelona memang termasuk Top 10 The Most Bike-Friendly Cities in the World.

Parc Guell
Persinggahan pertama kami, Parc Guell. Sebuah taman dengan bangunan indah berarsitektur khas Antoni Gaudi. Saking padatnya pengunjung di sini, sampai ada aturan buka tutup, untuk melindungi bangunan yang dibuka sejak 1926 tersebut. Jumlah ideal pengunjung yang masuk diatur dan ada kuota per harinya. Kelestarian bangunan yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO ini lebih diutamakan daripada Euro dari wisatawan. Hm, seharusnya Candi Borobudur juga memakai sistem pengaturan jumlah wisatawan seperti ini, ya?

Perhatikan 3 bahasa di papan petunjuk: Catalan-Spanish-English
Perjalanan lalu berlanjut ke kandang FC Barcelona, Stadion Camp Nou. Stadion terbesar di Eropa dengan daya tampung hampir 100 ribu penonton. Stadium yang dilengkapi dengan museum, stadium tour, merchandise store dan area multimedia yang tak hanya menyajikan pertandingan laga internasional saja tapi juga konser musik dan acara keagamaan. Terbayang betapa gegap gempita puluhan ribu orang dari penjuru dunia saat ambil bagian menjadi penontonnya.


Oh ya, tak hanya tour bus yang bisa dipakai berkeliling tempat wisata di Barcelona. Karena tersedia juga ​​Transports Metropolitan de Barcelona (TMB), sebuah jaringan bus yang menjangkau seluruh wilayah hingga membuat perjalanan lebih cepat, nyaman dan mudah digunakan. Sistem bus hibrida dipakai untuk mengurangi emisi dan merupakan salah satu armada angkutan umum terbersih di Eropa. Halte bus dengan panel/tenaga surya, dilengkapi layar yang menampilkan waktu tunggu dan jadwal busnya. 

Selain bus, Barcelona juga melengkapi kotanya dengan angkutan massal TRAM, moda kereta listrik yang nyaman. Tiketnya bisa dibeli per satuan atau tiket terusan sesuai kebutuhan warga dan wisatawan. Praktis, efektif dan efisien.


Pantas saja, jalanan Barcelona enggak ada macet-macetnya. Pemakaian kendaraan pribadi ternyata memang minim sekali. Lantaran pemerintahnya sudah menyediakan beragam pilihan angkutan. Membuat saya lantas berkhayal lagi, kapan  ya, Jakarta bisa seperti ini?

penampakan jalan di Barcelona
Perjalanan pun berlanjut menuju tempat lahirnya emas bulutangkis Indonesia di arena olimpiade oleh pasangan Susi Susanti - Alan Budikusuma. The Olympic Stadium, tempat berlangsungnya Summer Oliympics Barcelona 1992. Tempatnya tetap terawat karena sampai kini sering dipakai untuk berbagai pertandingan/konser musik/pertemuan nasional maupun internasional.


Barcelona memang termasuk dalam 5 kota terpopuler sebagai tempat konferensi di dunia. Hal ini tak hanya mendatangkan pendapatan untuk pemerintah dan beragam bidang usaha tapi juga membuka ribuan peluang kerja bagi warganya. 

Kepopuleran tersebut beralasan, lantaran setelah kelar pertemuan, pesertanya bisa puas jalan-jalan. Kota yang indah dengan bangunan berdesain Modernisme yang arsitekturnya membuat decak kagum, siap menyambut mereka.

La Pedrera
"Here in Barcelona, it's the architects who built the buildings that made the city iconic"
Nah, untuk memudahkan wisatawan menemukan berbagai informasi, Barcelona melengkapi diri dengan aplikasi yang terintegrasi yang dengan mudah bisa diunduh di ponsel pintar. Diantaranya aplikasi: TMB, Renfe ticket, Tripadvisor BCN, Bicing, BCN Visual, Ibeach, FCB World, Barcelona Corre, Folletos Carrefour dan lainnya. Kesemua aplikasi ini akan memudahkan warga dan wisatawan untuk mencari transportasi, peta kota, tempat belanja juga jadwal pertandingan Barca.

Arc de Triomf
Setelahnya, jika tempatnya dekat, tak harus naik moda transportasi ke sananya. Karena, berjalan kaki di seputaran Barcelona itu nyaman sekali. Seperti ketika kami mengunjungi Arc de Triomf (bahasa Catalan untuk Ard de Triomphe). Kami berjalan kaki dari apartemen ke bangunan yang didirikan pada 1888, sebagai pintu masuk Barcelona World Fair. Saat itu sedang ada perhelatan Wine Festival. Pengunjung berdatangan, sembari menikmati musik yang disuguhkan. Ada juga yang bercengkerama di kursi taman atau bermain di mini play ground yang bertebaran. Lebar trotoarnya selebar ruas jalan. Sekitar 3-4 meter dan dinaungi pepohonan besar yang rindang. 

photo by: free-barcelona-tours.com
Barcelona yang gemerlap di malam hari, karena diterangi oleh lampu LED yang memakai pengendali jarak jauh sehingga hemat energi. Sistem penyiraman air untuk taman pun memakai cara yang sama. Sedangkan untuk energi listriknya, pemerintah kota Barcelona juga memanfaatkan tenaga surya. Selain itu, ada aturan bahwa beberapa bidang usaha juga harus mempunyai sendiri pengelolaan energi surya ini.

Pemerintah juga telah menyediakan fasilitas e-goverment yang mudah diakses, efektif, dan demokratis bagi warganya, diantaranya:
  • Bรบstia Ciutadana dimana warga bisa mengajukan keluhan, mengajukan laporan masalah kota seperti lampu jalan yang rusak, atau memberi saran. Laporan akan dikirim ke lokasi sentral, dan petugas segera meresponnya.
  • IDBCN, aplikasi ini memungkinkan warga untuk mengidentifikasi diri secara digital dari jarak jauh. Mereka bisa mendapatkan sertifikat tempat tinggal di Barcelona dan bahkan menemukan kendaraan yang disita.
  • 22 @, districte de la innovaciรณ (distrik inovasi), merupakan proyek perencanaan dan kewirausahaan yang berani dan eksperimental. 22 @ adalah proyek regenerasi, penggunaan bangunan yang diperbaharui di bagian Poblenou yang terbengkalai, bekas pusat industri. Para pemimpin kota melibatkan sektor swasta - perusahaan, universitas, penelitian, dan masyarakat bekerja dalam jarak dekat dalam kelompok di gedung-gedung ini untuk mempercepat laju berbagi pengetahuan dan mempercepat inovasi. Mereka juga menciptakan perumahan bersubsidi dan ruang hijau.
  • dan masih banyak lagi kemudahan interaksi dalam era digital antara pemerintah kota Barcelona dengan warganya.
Tiga hari dua malam saja di Barcelona, mampu membuat saya terpesona dengan tatakelola kotanya. Konsep smart city yang dijalankan, tak hanya bersifat top-down, dari pemerintah ke masyarakat. Tetapi lebih pada konsep kota cerdas menjadi perangkatnya dan warga sebagai subjek utamanya. Keterlibatan warga ada sejak perencanaan, hingga evaluasi kebijakan. Karena kota yang pintar membutuhkan masyarakat yang sadar. Pemerintah tak sekedar menyediakan dan warga menggunakan, tapi ada keterlibatan aktif warga dalam tatakelola pemerintahan.

Ketika meninggalkan Barcelona, yang terbayang adalah begitu banyak hal baru yang bisa menjadi inspirasi saat kembali ke Indonesia lagi. Konsep smart city-nya paripurna. Indikator smart governance, smart people, smart living, smart mobility, smart economy, smart environment, sudah dimiliki kota ini. Membuat saya bercita-cita untuk bisa punya kota sepintar Barcelona di Indonesia. Tentu dengan cara aktif berperan serta sebagai warga kota maupun warga negara. Apalagi kini kota-kota di Indonesia sudah berlomba-lomba untuk menerapkan konsep ini. Hendaknya kita pun berpartisipasi dalam kesuksesan programnya.

Itulah oleh-oleh saya dari Barcelona. Membuat saya makin merasa, jika traveling itu manfaatnya memang luar biasa! So, be a traveler! Pergilah ke luar rumahmu, kotamu, negaramu. Go somewhere! Itu akan mempertebal rasa syukurmu pada-Nya, menjadikanmu menghargai berbagai perbedaan dengan sesama, membuatmu lebih peduli dengan lingkunganmu dan menginspirasi banyak kebaikan untuk kehidupan.
"The world is a book and those who do not travel, read only a page!"
Oh ya, kalau masih bingung cara perginya bagaimana, pun  jika kegalauanmu masih nyata, kunjungi saja tiket murah. Adalah Skyscanner, sebuah situs pencarian travel global terkemuka yang cerdas dan hemat. Tempat di mana orang terinspirasi untuk merencanakan dan memesan langsung dari jutaan pilihan perjalanan dengan harga terbaik.


Sekitar 60 juta orang telah menggunakannya setiap bulan dan memercayakan pilihan penerbangan, hotel dan penyewaan kendaraan. Rahasia Skyscanner ada dalam teknologi eksklusifnya yang menghubungkan pengguna secara langsung dengan semua industri perjalanan yang ada.

Skyscanner punya tujuan sederhana: untuk menginspirasi wisatawan di seluruh dunia dengan melakukan pencarian perjalanan semudah mungkin melalui teknologi kelas dunia. Kini, aplikasi gratisnya telah diunduh lebih dari 60 juta kali. Dengan produk yang tersedia dalam lebih dari 30 bahasa dan 70 mata uang dunia. Layanannya global tapi lokal!

aplikasi Skyscanner
Sebagai penutup, mari menjadi warga yang cerdas agar kota kita makin berkualitas. Saya, sebagai warga Jakarta, juga mendukung dan berperan aktif dalam konsep Jakarta Smart City, yang sudah dijalankan dan terus dikembangkan sejak 15 Desember 2014 yang lalu.

Caranya dengan meluangkan waktu untuk datang di acara yang digelar Jakarta menurut kalender kegiatan yang ada. Selain itu, menjadi warga yang baik dengan menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi peraturan daerah yang ada (seperti nomor polisi ganjil/genap untuk rute tertentu di Jakarta) dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Juga, sebagai penulis (#ciee..penulis๐Ÿ˜€), mendukung program pemerintah Jakarta dengan menyebarkan informasi mengenai fasilitas, acara, dan berita lainnya di status sosial media dan blog saya, seperti berikut ini:

Berakhir Pekan di Setu Babakan

Piknik di Taman Cattleya yang Cantik

Bagaimana dengan kamu? Kamu ikut berpartisipasi juga untuk menyukseskan program pemerintah di kotamu, bukan? Silakan bagikan ide atau saranmu di kolom komentar ya...

Dan, terima kasih sudah membaca cerita saya.... Semoga bermanfaat! ๐Ÿ˜

Adeu,



Dian



*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Skyscanner Aha Moment Saat Travel. #skyscannerindonesia #ahaskyscanner


32 comments:

  1. wah asyik udah ke Barca
    messinya mana mbak
    sayang ya kemarin ada tragedi
    eh emang bagus
    konsep smart citynnya juara
    paling suka yg masalah buang sampah itu
    sebenarnya beberapa kota di sini udah ada konsep seperti itu
    tapi ya begitulah kesadaran warganya masih jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..Messi lagi cuti:D
      Iya, Mas...sayangnya banyak kota sudah pintar, tapi orangnya yang belum sadar yaaa

      Delete
  2. Waw seruuuu ikh bunda jalan2nya. Jadi pengrn juga. Pasti dsana banyak juga ya nilai edukasi yang di dapat anak2 ๐Ÿ˜ƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..anak-anak banyak tambah wawasan juga:)

      Delete
  3. Mbak Diaaann seru banget..duh senangnya bisa jalan-jalan ke benua lain, semoga saya ketularan. hehehe

    ReplyDelete
  4. Gila, benar2 Keren mba.. hm kapan Qt punya smart city kayak gn ya mba...

    ReplyDelete
  5. Mba Dian keren pisan udah liat belahan bumi Alloh sana ๐Ÿ˜ alhamdulilah jd kepengen juga semoga Alloh kasi jalan kesana heehe aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah..terima kasih mba Herva..

      Aamiin, semoga ya:)

      Delete
  6. Kota impian saya yang bebas polusi, bisa kemana-mana naik sepedah, sampah dikelola dengan baik Mak Dian Restu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak saya juga mupeng banget liat sepedanya..padahal panasnya Barcelona sama kayak Jakarta, tapi nggak ada alasan bagi mereka unuk tidak bersepeda:)

      Pengelolaan sampah juga keren habisss

      Delete
  7. Aseli! Kotanya sangat cerdas, ahhh kapan kita punya kota seperti ini?

    ReplyDelete
  8. Masya Allah menjejaknya udah sampai ke Eropa. Moga ada kesempatan juga saya melangkah ke sana. Kenapa jalan2 kok sampai ke Eropa? Indonesia kan juga indah? Karena traveling nggak cuma melihat keindahan. Dengan menengok negara lain, kita bisa nambah ilmu ttg transportasi, culture, termasuk sistem buang sampah kayak yg mba cerita kan, haha... Perjalanan yang luar biasa, mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah..benar Mbak, nambah banyak wawasan, ilmu..biar diri ini pikirannya nggak paling bener melulu...hihihi. Karena di luar sana banyak yang sudah maju.

      Delete
  9. Jalan-jalan ke luar negeri atau dalam negeri, sama baiknya.
    Yang pasti semoga kita bisa mendapat kebaikan dari setiap perjalanan. Aamiin.
    Eropa, menjadi jalan-jalan impian bagiku.
    Semoga bisa ke sana, one day in my life! Aamiin.
    Kog malah curhat, yak. Xixixi...



    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mbak.. Memang, kemanapun perjalanannya yang utama hikmahnya yang kita peroleh darinya.
      Aamiin, semoga nanti juga bisa kesana ya mbak;)

      Delete
  10. Waaaah, bahagianya Mbak Dian dan keluarga. Semoga Allah selalu merahmati kalian ya, mbak. Doakan saya & suami bisa membuat jejak di bumi Allah lain yang tak kalah cantiknya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Terima kasih mbak, doa yang sama untuk mbak Ellany dan keluarga.
      Semoga nanti juga bisa kesana ya... :)

      Delete
  11. Kapan Indonesia serapi ini. Masalah sampah saja, orang-orang suka seenaknya. Yang dekat dengan sungai, langsung dilempar kesana. Apalagi di pantai, seperti tempat pembuangan sampah saja.
    Alhamdulillah mba Dian dan keluarga, bisa menjejakkan kaki ke Eropa. Lihat foto-fotonya mupeng banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak..sepertinya bumi Indonesia dianggapnya tempat pembuangan sampah terluas bagi mereka..buang sampah seenaknya dimana-mana..hadeh!

      Alhamdulillah, semoga suatu saat bis juga traveling ke sana ya Mbak:)

      Delete
  12. Asyiiik udah ke Barca, rapi ya kotanya. nggak semrawut #hehe

    ReplyDelete
  13. Kapan Indonesia bisa begitu ya? Kuncinya kesadaran tiap individu sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup! Benar Mbak..kalau semua sadar kotanya pasti bisa pintar:)

      Delete
  14. Wah keren ya mbak. Semoga suatu saat aku juga bisa kesana ya

    ReplyDelete
  15. Waah jadi pengen Ke sana mbak. Kotanya bersih dan rapi ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak..tertata sekali kotanya...Semoga suatu saat bisa kesana yaaa:)

      Delete