Yuk, Bawa Bekal ke Sekolah!



"Bahagianya Ibuk-Ibuk itu nggak muluk-muluk. Lihat kotak bekal sekolah habis begini, sudah Alhamdulillah!"


Anak-anak saya terbiasa membawa bekal makanan ke sekolah. Sejak TK, si Mas sudah saya bawakan bekal. Karena saat itu di sekolahnya, Harold Keller Elementary School, Metairie LA, menu makan siang dari cafetaria meragukan saya. Pasalnya, menu yang tersedia tidak dijamin kehalalannya. Siswa di sana memang diberikan dua pilihan, apakah makan siang di cafetaria atau membawa bekal sendiri dari rumah. Makan siang, satu setnya seharga $1. Ini merupakan biaya yang dikenakan ke orang tua murid, setelah dikurangi subsidi dari pemerintah. Set menunya seperti yang sering kita lihat di film-film Amerika. Seperti, kentang goreng/tumbuk, ayam goreng, burger/sandwich, pizza, salad, buah dan  jus/susu. Sementara si Mas, bawa bekal saja dari rumah, dengan menu Nusantara atau ala Amerika. Bahkan, kadang saya samakan dengan jadwal menu di sekolah, agar ia tidak merasa minder lihat bekal yang dibawa temannya. Oh ya, jadwal menu ada diunggah di website sekolah.

Saat pulang dan sekolah lagi di Indonesia. Saya sempat shock lihat kantin dengan jejeran kios yang ada. Kantin di bawah pantauan sekolah, jadi jajanan yang dijajakan pun sudah diawasi. Sementara di luar pagar sekolah, pedagang kaki lima berbagai rasa dan rupa makanan ada. Memang anak-anak tidak diperbolehkan jajan di luar saat jam istirahat. Tapi saat pulang sekolah, bebas saja jika mau membeli.

Akhirnya, saya tetap membiasakan si Mas membawa bekal. Begitu juga si Adik saat mulai sekolah. Ketika si Mas masuknya tambah siang dan bekal sekali bawa tak cukup lagi, saya pesankan katering di sekolah untuk kekurangannya. Katering ini dimiliki oleh orang tua murid. Dan, melewati perijinan sekolah dulu. Sehingga terjamin kebersihannya. Menunya pun bervariasi. Jadi, kalau istirahat pagi, si Mas makan bekal yang dari rumah. Dan, saat istirahat siang, makan kateringnya.

roti, lumpia, nanas, melon

Tapi, ternyata lama-lama ia bosan dengan cara ini. Akhirnya ketika sudah masuk ke SMP (satu lokasi dengan SD-nya), ia nggak mau katering lagi. Maunya bawa bekal saja. Saat istirahat kedua, ia akan beli saja. Saya setujui, sekalian mulai melatihnya mengelola uang dengan memberi uang saku mingguan. Tapi, tetap saya pesan, jajannya musti hati-hati dan nggak sembarangan. Dan, tiap pulang sekolah, saya tanya tadi beli apa. Dan, jawabannya kadang menggelikan, 

"Aku beli Sate Padang, Buk. Satenya seporsi, ketupatnya setengah porsi!"
"Ha? Memang boleh begitu?"
"Iya bolehlah. Kalau ketupat seporsi (2 ketupat) itu banyak sekali, kekenyangan bisa ngantuk nanti. Kadang aku pesannya malah satenya saja!"
"Oh,oke...!" 

Saya rasa penjualnya mungkin heran. Kok tumben, anak sekolah biasanya minta banyak, eh ini malah nggak mau banyak-banyak...😁

Lain waktu, ia bilang beli nasi kucing, jus, es krim atau nggak beli apa-apa, karena sudah cukup dengan bekalnya. Yang utama, ia sudah belajar memutuskan sendiri, perlu beli atau tidak dan mau beli apa. Dan sisa uang mingguan, nantinya diserahkan kembali ke saya untuk ditabung setiap akhir bulan. 

nasi uduk, telur iris, ayam balado, timun, nanas

Masalah bekal sekolah telah sering dikampanyekan berbagai pihak. Dengan membawa bekal, makanan yang dikonsumsi tentu lebih sehat dan hemat. Mungkin banyak ibu yang beralasan, menyiapkan bekal itu memerlukan waktu. Apalagi di Jakarta yang anak sekolahnya masuk pagi, pukul setengah tujuh.

Padahal sebenarnya, bekal bisa disiapkan pagi sekalian memasak untuk sarapan. Atau diolah malam sebelumnya, jadi pagi tinggal menggorengnya, untuk ayam misalnya. Yang praktis saja, tak perlu terlalu lengkap juga. Nanti kecukupan gizi bisa kita kejar saat makan pagi, makan malam atau camilan saat di rumah.

nasi goreng, telur dadar, semangka, timun, pudding roti

Berikut beberapa tips saat menyiapkan bekal makanan anak:
  • Gunakan wadah makanan/minuman dengan kualitas baik.
Misalnya, tidak memakai botol mineral sebagai wadah minum secara berulang. Hindari juga pemakaian wadah plastik tidak sesuai standar wadah makanan. Ikuti juga petunjuk cara perawatannya.
  • Libatkan anak untuk menentukan menu
Tanyakan sebelumnya, besok mau bawa apa. Sehingga pagi-pagi bisa disiapkan menu sesuai yang anak mau.
  • Siapkan dulu agar tak buru-buru
Malam sebelumnya, bisa dicicil merajang bumbu, mengungkep ayam, menyiangi ikan memotong sayuran, dan lainnya. Sehingga pagi kita tinggal mengolahnya.
  • Kreatif menyajikannya
Bisa dari warna-warni makanannya, bentuk yang unik atau penataan yang menarik.
  • Hindari menu yang sama setiap hari
Kalau hari ini ayam, besok ayam, lusa juga..bosan lah anaknya! Buat variasi menu setiap hari!
  • Perhatikan keseimbangan nutrisi
Jika susah makan sayur, coba masukkan sayur dalam olahan makanan. Sesuaikan komposisi menu lainnya.

opor kentang dan ayam, mangga, melon

Tak harus makanan berat, kadangkala anak bisa membawa camilan/snack dan buah. Misalnya menu berikut ini:

Nugget Udang Roti Tawar

Bahan:
 4 lembar roti tawar
1/4 kg udang (bisa diganti ayam)
1 butir telur
daun bawang
susu, garam, merica secukupnya


Cara Membuat:
Blender semua adonan
Kukus hingga matang
Dinginkan
Goreng (bisa dengan tepung panir) saat akan disajikan
Bisa ditambahkan potongan sayuran

Lalu, sebenarnya apa saja keuntungan membawa bekal dari rumah?
  • Hemat waktu
Kalau jajan, harus pergi ke kantin dulu. Lagi antri..eh, tiba-tiba bel masuk sudah berbunyi.
  • Lebih sehat
Makanan yang diolah di rumah terjaga kebersihannya dan terpantau kualitas bahannya dan cara memasaknya.
  • Hemat uang
Belanja sekalian untuk sarapan dan bekal hingga hemat uang belanja.
  • Makan tepat waktu
Karena sudah bawa bekal, nggak akan telat makan.
  • Sesuai selera
Karena bekal yang dibawa apa yang anak suka, sesuai seleranya.
  • Pas porsinya
Ibu yang tahu kebiasaan makan anak-anaknya. Jadi bawa bekalnya pas porsinya.
  • Mengontrol nutrisi makanan anak
Dengan membawa bekal sendiri akan terpantau kecukupan nutrisi.
  • Menghindari jajan sembarangan
Karena sudah bawa makanan jadi terhindar dari jajan sembarangan yang nggak ketahuan nutrisi dan kebersihannya.


Nah, bawa bekal banyak manfaatnya, kan? Yuk, bawa bekal ke sekolah!


Salam,

Dian Restu Agustina


#ODOPOKT17
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia



26 comments:

  1. Aku mau juga dong, dibikinin bekal buat dibawa ke tempat kerja, hihi. Meskipun sudah bekerja, terkadang aku juga bawa bekal ke kantor. Lebih sehat dan tentu saja ngirit wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..bawa bekal ke kantor lebih hemat uang dan hewat waktu yaaa...nggak perlu jalan keluar buat beli makan :D

      Delete
  2. Saat ini di TK anakku udah kasih catering mba jadinya aku ga bekelin sekarang yang aku bekelin masih suami doank semenjak aku bekelin uda 1 tahun lebih ini suami jadi jarang sakit kalaupun sakit paling flu biasa beda saat dulu-dulu suka jajan malah sering sakit bahkan gejala tipes jadi langganan. makanya nanti juga anak-anakku memang mesti bekal cuman di sekolahnya uda sedia makan jadi ga deh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke..siip, Mbak..Memang kadang jajan di luar nggak terjaga kebersihannya ya..Kalau bawa bekal lebih higienis:)

      Delete
  3. Selalu iri dengan ibu2 yang bawain bekal anaknya..bisa setelaten itu..
    untungnya paud si kecil udah ada makan siang. jadi tinggal bawain snack aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anaknya yang minta bawa bekal Mbak...Ya, kalau sudah ada katering syukurlah:)

      Delete
  4. Wah saya juga nti klo Erysha udah sekolah. Mau bekelin anak makanan jga.biar trjamin kebershan dan keamanannya jg ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip, Mbak..sekarang bisa nyicil kumpulin resepnya :)

      Delete
  5. Alhamdulillah walaupun mungkin gak maksimal, menu yang kusiapkan mungkin masih itu-itu saja, tapi anakku setia bawa bekal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak..yang penting anaknya suka:)

      Delete
  6. Saya juga suka bawa bekal ke sekolah, biar gak kelaparan... Itu kalau sempat masak mba..

    ReplyDelete
  7. Lengkap sekali ada resepnya juga...^^. Anak saya juga selalu bawa bekal dua ke sekolah, makan berat dan camilan. Meski di sekolah ada catering, anaknya lebih suka bawa bekal...Jajanan juga cuma ada kantin sekolah aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak..anakku juga maunya bawa saja..:)

      Delete
  8. menunya lengkap banget :) anak2ku katering, mbak, insyaaAllah terjamin. jajannya jarang2 aja, soalnya emaknya selalu wanti2 cerewet, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah..ini lagi bosan katering mbak..akhirnya emaknya yang subuh-subuh nyiapin :D

      Delete
  9. Mbaaa keren banget siihh ...
    Salut deh sama ibuk2 yg rajin n kreatip kyk gini ����

    ReplyDelete
  10. Resep nuggetnya gampang banget ya, mbak. Bisa dicoba buat anak saya yang masih mpasi. Kalau saya setelah menikah jadi lumayan sering bawa bekal makan siang buat di kantor. Moga aja nanti kalau anak sudah sekolah bisa bikinin bekal buat dia juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. Mbak..boleh juga untuk MPASI, tapi bisa diganti daging giling/ayam giling udangnya:)

      Delete
  11. Rayyan kalau bawa bekal requestnya jangan berlauk yang amis. Habislah ide...sering mentok wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah..mentok, itu masalah yang dihadapi tiap hari...jadilah diulang lagi dan lagi menunya hahaha:D

      Delete
  12. Wah bekalnya sedaaappp nih. Kemarin saya sempat ragu memutuskan ikut katering atau tidak untuk anak saya, tapi akhirnya kami putuskan nggak ikut katering karena selera anak agak berbeda. Dia sudah punya makanan favorit dan tiap pagi menentukan menunya sendiri. Takutnya kalau ikut katering malah gak kemakan. Makasih resepnya mbak kapan2 mau praktek ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak, karena selera tiap anak berbeda, dan itu yang paling tahu adalah Ibunya sendiri :)

      Delete
  13. Hampir 3 tahun ini aku juga sll bawain Najwa bekal. Ya emang masalahnya aku suka mentok di ide makanannya, karena Najwa itu agak picky anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi..itu anakku yang nomor dua Mbak..Pilih-pilih makanan dia :(

      Delete