Bermimpi Mengunjungi Arc de Triomphe? Yuk ke Monumen SLG!


Saya terperangah menatap bangunannya yang megah. Dari tempat parkir kendaraan, sorotan lampu dari berbagai sisi nampak menyinari monumen berbentuk gapura ini. Membuatnya kelihatan berkilauan di tengah gelapnya malam. Tegak berdiri tepat di pertemuan lima jalan, menjadikannya pusat perhatian siapapun yang sedang berjalan atau melintas di atas kendaraan.

Tak perlu menyeberang jalan untuk menghampirinya lantaran ada sebuah terowongan sebagai akses bawah tanah yang melengkapinya. Jalan ini adalah sebuah lorong yang resik dan apik dimana di dinding-dindingnya tergantung beragam foto dan informasi tentang budaya Kediri. Setelahnya, akan ada tangga yang harus dinaiki untuk mencapai pelatarannya. Dan, ketika anak tangga terakhir tiba, terlihat di depan mata bangunan yang berdiri menjulang tinggi dengan gagahnya.


Saya meyakinkan diri bahwa ini bukanlah mimpi. Di Paris kah ini? 

Kekaguman menyeruak menyaksikan penampakan monumen yang mirip sekali dengan gambar Arc de Triomphe yang asli. Sebuah gapura kemenangan yang dibangun oleh Napoleon Bonaparte untuk menghormati jasa para pejuang yang bertempur dan gugur dalam Revolusi Perancis dan Perang Napoleon. Dimana lokasinya diberitakan juga sama, di tengah konfigurasi jalan raya berbentuk bintang lima.

Tapi ini bukan Paris, Perancis! Ini di Kediri!

Tepatnya di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berada di pusat pertemuan lima jalan yang menuju ke Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten. Berjarak sekitar 6 km dari Kota Kediri.


Bangunan bernama Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) ini, kini menjadi ikon Kabupaten Kediri. Bentuk fisiknya yang menyerupai Arc de Triomphe menjadikannya unik dan menarik untuk dikunjungi. Tak heran jika wisatawan pun ramai berdatangan tak hanya dari Kediri saja tapi juga dari luar kota. Termasuk saya yang tak mau melewatkan kesempatan berkunjung setiap pulang kampung.


Pelataran luas yang mengelilingi membuat pengunjung leluasa menikmati keindahan monumen seraya berfoto sana-sini. Jika ingin pemandangan yang jelas dengan latar belakang terang yang ada di kanan dan kiri, waktu yang tepat untuk berkunjung adalah di pagi hari. Apalagi saat hari Minggu atau libur tiba. Kita bisa sambil berolahraga pagi di sekitarnya. Udara yang masih sejuk bisa membuat badan bugar dan pikiran segar.


Monumen Simpang Lima Gumul menempati bangunan seluas 804 meter persegi dengan tinggi 25 meter. Monumen juga disangga 3 buah tangga setinggi 3 meter untuk menuju area utama. Dan, angka-angka tersebut bukan dibuat tanpa maksud. Tapi merupakan lambang dari hari jadi Kabupaten Kediri yakni pada 25 Maret 804 Masehi.


Tak hanya konstruksi yang megah, di dinding ke empat sisi monumen terpahat pula relief–relief yang menggambarkan sejarah. Kisah tentang kebudayaan Kediri tergambar di masing-masing sisi bangunan yang menghadap ke Barat ini. Sementara di sisi depan ada sebuah tulisan besar "Kediri Lagi" yang bersinar terang saat malam hari. Membuat pengunjung takkan menyia-nyiakan kesempatan mengambil gambar berlatar belakang tulisan ini.


Setelah puas berswafoto dari berbagai sudut, kita bisa lanjut mengisi perut di area kuliner dengan melewati terowongan lagi. Jajaran lapak ini buka pagi dan malam hari. Dan akan lebih ramai lagi pada hari Sabtu dan Minggu. Tak heran terkenal dengan sebutan Pasar Tugu (Sabtu-Minggu). Tersedia beragam jajanan khas, makanan dan minuman, souvenir yang bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau sekali. Juga ada arena hiburan anak-anak yang membuat tempat ini tepat jadi tujuan wisata keluarga yang murah meriah. Karena, memang tak perlu membayar tiket masuk untuk berkunjung ke kompleks Monumen SLG. Hanya biaya parkir kendaraan yang dikenakan saat kita meninggalkan tempatnya.

Pasar Tugu

Tak hanya itu, monumen juga dilengkapi terminal angkutan umum yang berlokasi tak jauh dari situ. Sehingga pengunjung dari luar kota yang ingin mengunjunginya pun mudah menjangkaunya dari mana saja. Atau, bagi yang ingin lanjut plesirannya, bisa menuju Water Park Gumul Paradise Island. Sebuah tempat wisata air yang buka dari pukul 8 pagi sampai 5 sore dan berlokasi di seputaran area yang sama. Atau ke Arca Totok Kerot, sebuah prasasti zaman Raja Sri Aji di Kerajaan Pamenang yang berjarak 2 km dari monumen ke arah Kecamatan Pagu. Bisa juga sekalian datang ke obyek wisata Gunung Kelud yang jauhnya sekitar 30 km dari situ.

Rencana ke depannya juga akan dibangun pusat perniagaan (Central Business District) di sekitarnya yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Foto: Simpang Lima Gumul dari atas monumen (kedirikab.go)

Foto: Monumen SLG di malam hari  (kedirikab.go)

Jadi, daripada terus bermimpi ke Arc de Triomphe, yuk ke monumen SLG!





Happy Sharing - Happy Traveling!💖

Dian Restu Agustina


Artikel ini diikutsertakan dalam Gramedia Blog Competition #GramediaHolidaySeason

34 comments:

  1. Mbak Di... next time yuk ke Balikpapan. Main-main ke kampung halaman aku :D

    ReplyDelete
  2. Terakhir ke Kediri, semua itu belum ada..... hiks..hiks...sudah lama berarti enggak ke sana lagi.

    ReplyDelete
  3. Asik bisa poto2, ga perlu ke Paris, di Kediri mirip juga ya bangunannya.

    ReplyDelete
  4. tiap mudik lewat sini, tp gak pernah berhenti untuk pose-pose. Next, harus dijadwal nih...😍

    ReplyDelete
  5. Saya belum pernah loh ke Kediri dan kayaknya cakep banget ya, Mba. Apalagi yang view malamnya :D

    ReplyDelete
  6. Pengen ke sini, tapi ke paris jugaa 😅

    Hem, bener2 mirip ya Mba bangunannya sm di paris. Indah, apalagi kalo malam hari gitu. Kesan megah-nya dapet.

    Satu yang bikin hepi, karena tersedia bnyk angkot di sekitar situ. Jd gak khawatir deh kalo suatu hari mau berswafoto di Monumen Simpang Lima Gumul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..Semoga tercapai dua-duanya..:)
      Yuk, kapan-kapan main ke Kediri Mbak

      Delete
  7. Beberapa bulan lalu saya ke pulang ke Jombang, sempat kepikiran mau jalan-jalan ke Kediri. Tapi nggak jadi, agak nyesel deh belum kesampaian lihat simpang lima Gumul yang terkenal itu hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lain waktu singgah Mbak..Dekat dari Jombang, satu jam perjalanan saja (40 km)

      Delete
  8. Ga perlu jauh2 ya, mba. Ini lebih hemat dan ga kalah keren sama Paris

    ReplyDelete
  9. Waaah, Kapan2 harus jalan2 ke Kediri nih, banyak objek wisata keren2 sepertinya ya.

    TFS ya Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk ah, kapan ke Kediri...pas saya pulang bisa saya temani :)

      Delete
  10. Indonesia menyimpan banyak tempat wisata yg menarik dan gak habis dijelajahi ya. Termasuk di Kediri ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyees Mbak...Banyak pilihan , jadi nggak harus selalu eksplore ke luar, ke dalam negeri sendiri saja dulu :)

      Delete
  11. Keren, Mbak. Semoga ada kesempatan mengunjungi Kediri & monumen SLG biar bisa nengok-nengok pemandangan Paris rasa Jawa kali yess?��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeee..Yuk, kapan-kapan main yak ke Kediri:)

      Delete
  12. Ke simpang gumul dulu yaa sebelum beneran ke Paris. aamiin.

    ReplyDelete
  13. Bikin mupeng!!! Hahahahaha... balada simbok sangkar emas niiiiih

    Semoga suatu saat bisa ke sana ya Mba Dian... #mohon doanya. Sukses terus pokoknya ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan kapan semoga bisa mampir ya simbok...dekat dari Jogjaaa

      Delete
  14. Hehe iaa yaa mbak, sebelum bermimpi jauh ke Paris mending ke Kediri aja dulu yaak mbak. Yang dekat2 dulu. Pemandangannya juga nggak kalah keren tuh. Ah, semoga suatu hari saya bisa ke sana. 😊

    ReplyDelete
  15. Waktu di Kediri belum sempat foto disana, secara dulu belum punya. Sekarang rame yah, Mbak Dian

    ReplyDelete
  16. Bisa jadi alternatif nih kalau nggak kesampaian travelling ke Paris :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak nggak ada Paris Kediri pun jadiiii :D

      Delete
  17. Wahhhh, keren ya mbak! Ga percaya kalau Kediri punya bangunang yang seperti itu. Saya belum pernah jalan-jalan ke Kediri. Hiks hiks

    ReplyDelete