Resensi Novel Anak: Hantu Sungai




Judul Buku: Hantu Sungai
Penulis: Novia Syahidah 
Kategori: Novel Anak
Penerbit: Gema Insani
Cetakan/Tahun Terbit: Kedua/2008 
Jumlah Halaman: 88


"Tolooong! Aku ditarik! Hantu itu menarikku!" suara Neti ketakutan.

Memang benar, tubuh Neti semakin terseret dalam. Ia berusaha menggapai-gapai semak di atasnya untuk mempertahankan tubuhnya agar tetap mengapung. Ketika pegangannya pada semak-semak itu terlepas, tubuhnya kian jauh tertelan arus. Kepalanya kini terlihat timbul tenggelam. 

"Toloooong! Tolooong!" seru Yaya dan Azimah berteriak minta tolong.


Novia Syahidah

Penggalan kisah di atas merupakan bagian dari cerita berjudul "Hantu Sungai". Cerita ini merupakan salah satu dari 9 kisah yang ada pada Novel Anak yang berjudul sama karya Novia Syahidah.

Hantu Sungai, sebuah buku yang menceritakan keseharian seorang gadis kecil bernama Yaya yang tinggal bersama Ayah, Bunda, dan kedua kakaknya, Kak Rita dan Bang Fauzan serta kucingnya, si Bayam.

Yaya, gadis belia yang suka makan mangga sampai membuatnya harus bohong pada Bunda. Diam-diam dia akan pergi mencari mangga bersama Neti, sahabatnya, tanpa minta ijin dulu pada Bunda. Sampai-sampai perutnya sakit malam harinya setelah menghabiskan 5 mangga sehingga membuat Bunda memarahinya. Begitulah dikisahkan pada bagian pertama buku dalam cerita berjudul "Yayaaa...!"

Novia Syahidah

Bagian selanjutnya, berjudul "Layar Tancap". Di sini diceritakan kebohongan Yaya pada Bunda pun berlanjut saat pamitan menginap di rumah teman dengan alasan belajar kelompok, padahal sebenarnya ia mau nonton layar tancap bersama sahabat-sahabatnya, Neti, Tary dan Azimah. Tapi, lantaran filmnya kemalaman diputarnya, mereka pun bangun kesiangan. Alhasil, Bunda mengomeli Yaya saat pulang, lantaran kelewat sholat Subuhnya dan jadi buru-buru ke sekolahnya.

Kemudian ada kisah yang dipakai untuk judul novel yaitu "Hantu Sungai" yang menceritakaan saat Yaya, Azimah, Neti dan Tary bermain, makan siang kemudian mandi di sungai. Neti mengingatkan teman-temannya untuk tidak mandi di rimbunan semak yang menuju ke arah hilir sungai. Karena, Emaknya bilang di bawah rimbunan semak-semak itu ada hantu. Awalnya ketiga teman Neti bergidik ngeri. Tapi, mereka terlupa akan cerita hantunya saat mandi dan merasakan kesejukan air sungainya. Sambil tertawa-tawa mereka naik ke atas tanggul sungai dan menghanyutkan diri ke hilir. Namun, keceriaan itu buyar saat Neti hanyut ke arah semak belukar yang katanya tempat si hantu tadi. Yaya, dan Azimah pun berteriak meminta tolong karena kebingungan mendengar teriakan Neti...."Toloooong!"


Novia Syahidah

Selain 3 cerita di atas, ada 6 kisah Yaya lainnya yang tak kalah serunya. Novel Hantu Sungai ini memang menggambarkan masa kanak-kanak yang riang, tanpa beban dan menyenangkan. Kenakalan-kenakalan kecil, ketidakpatuhan pada orang tua, keusilan antar saudara, kehangatan keluarga, persahabatan, rasa hormat pada guru dan rasa sayang pada binatang menghiasi keseharian tokoh Yaya. 

Penulisnya, Novia Syahidah menyatakan bahwa novel ini sangat lekat dengan keseharian seorang Novia Syahidah waktu belia. Penulis mencoba mengenang, menggali dan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman masa kecilnya dan mengolahnya dalam sebuah rangkaian cerita.

Novel ini sarat akan makna tentang nilai-nilai kebaikan yang musti dianut dalam kehidupan. Seperti Bunda yang menanamkan nilai kejujuran pada Yaya dan mengajarkan bahwa kebohongan bagaimanapun ditutupinya pasti akan ketahuan dan akan berkelanjutan. Juga Ayah dan Bunda yang selain menerapkan hukuman untuk sebuah kesalahan juga akan memberikan penghargaan akan prestasi yang dicapai putra-putrinya. Seperti saat Yaya khatam Quran, Ayah menghadiahi sebuah boneka beruang.😍

Pun nilai agama yang dilekatkan dalam kebiasaan shalat lima waktu, rajin mengaji di mushalla dan menjadikan Al Quran sebagai tuntunan hidup manusia. Selain itu juga nilai kasih sayang pada sesama yang tertuang pada hubungan Yaya dengan kedua kakak dan teman-temannya. Juga rasa kasih pada makhluk lain, seperti pada hewan peliharaan dan pohon manggis yang ada di halaman.

Novia Syahidah



Novel ini dituliskan dengan pilihan kata yang sederhana sehingga mudah dimengerti saat dibaca oleh anak-anak usia sekolah. Dan hanya perlu beberapa penjelasan jika dibacakan untuk anak usia pra-sekolah.

Jumlah halaman yang tidak terlalu tebal juga cocok untuk anak-anak agar tidak bosan saat membacanya.

Selain itu beberapa ilustrasi yang menyertai membuat imajinasi anak-anak bisa terbawa dan larut ke dalam isi cerita.

Tapi, yang pasti, sebagai pembaca dewasa, saya baper membaca kisah Yaya dalam Hantu Sungai ini. Rasa rindu akan kenangan masa kecil pun mengharu biru. Meski tak semujur Yaya yang memiliki kampung yang asri dengan pohon manggis, pohon mangga, tebing dan sungai tempat bermain. Tapi saya cukup bahagia membayangkan keriangan Yaya dalam menjalani masa kanak-kanaknya.

Dan, berikut profil penulis yang disertakan di halaman 87-88. Tapi, ini profil Beliau 10 tahun lalu. Kini tentu sudah bertambah panjaaaang list-nya. Diantaranya adalah founder komunitas Blogger Muslimah dan pengelola blog tintaperak.









Akhirnya, saya jadi kepo jika benar ini memang kisah seorang uni Novia Syahidah, betapa kecilnya Beliau itu tomboi, penuh ide, badung dan pemberani.😀



Happy Reading ~ Happy Sharing,

Dian Restu Agustina











30 comments:

  1. Pinjem dong Mbak bukunya... :)

    Hantu Sungai, menjadi sesuatu yang menakutkan dialiran sungai didaerah kami, ada orang yang pernah lihat, tapi kami tidak kapok kok mandi disungai.

    Cerita diatas mengingatkan saya pada sungai tempat saya mandi,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya selalu ada cerita hantu di berbagai tempat ya dalam versi masing-masing. Mungkin buat peringatan saja, bisa jadi sungainya dalam atau arusnya deras :)

      Delete
  2. novelnya bagus nih buat dongengan anak2 sebelum tidur, duh..jadi baper kan pingin punya anak :(

    ReplyDelete
  3. Waahh!! Menarik nih buat menghibur anak saya.. Malah terkadang saya suka buat cerpen anak bila ia mau tidur dan minta didongengkan..😄😄😄

    ReplyDelete
  4. Beruntung masih ada yg menulis cerita2 dongeng seperti ini
    lumayan untuk berdongeng untuk anak
    atau untuk sekedar belajar membaca anak, di bawa menjadi sertu karena cerita. Juga terdapat pesan yg bisa kita ajarkan k anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, banyak nilai kehidupan di cerita ini :)

      Delete
  5. Buku yang sarat edukasinya tinggi bagus untuk bacaan anak2. Dan ada nilai agamanya. Rekomen lah ya mbak. Nak nanti ibu belikan dan bacakan buku seperti ini kalau kamu sudah ada ya 😂😂😂

    ReplyDelete
  6. wah jadi penasaran siapa yang narik disungai hahaha...makasih reviewnya mba

    ReplyDelete
  7. saya orang yang males baca,,tapi setelah baca dikit postingan ini jadi penasaran juga

    ReplyDelete
  8. Kayaknya cocok nih buat adik saya yang masih kecil, jadi pengin punya mba, hehe

    ReplyDelete
  9. Sepertinya Novel cerita anak betisi dari gabungan fiksi dan nyata si penulisnya ya

    Aku suka banget dengan cerita anak, anakku bisa betah mendengar aku membacanya hehe

    ReplyDelete
  10. Uni Novia talented banget, ya. Semua ditulisnya dengan apik.

    ReplyDelete
  11. setiap baca nama Novia syahida, seperti enggak asing. Olala..., ternyata penulis. saya punya satu bukunya. Cuma udah tenggelam di bawah tumpukan buku yang lain, karena udah lama. Enggak heran piawai nulisnya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak..bahasanya langsung menyesuaikan..karena ini novel anak ya langsung versi anak pilihan katanya. Hebat!

      Delete
  12. Aiihh beneran ini novel bikin baper, jadi inget kenangan masa kecil yang sering main di sungai hihi
    Bahkan dulu saking asyiknya, kulit punggung saya kena luka bakar karena kelamaan main disungai sepulang sekolah hahaha

    ReplyDelete
  13. mbak novia ini banyak juga karyanya
    aku pernah baca titip rindu buat ibu
    nyess banget
    penasaran sama karya novel anaknya ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komplit Mas karya Mbak Novia..Ini yang buat anak-anak:)

      Delete
  14. Jadi kangen masa lampau kalau liat reviewnya. Dulu gak ada gadget adanya layar tancep dan sungai-sungai masih bersih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak...bikin kangen masa-masa dulu yaa:)

      Delete