Cerita Anak: Bolu Keju Buatan Ryu






Genks....

Sebelum ngeblog yang isinya dominan artikel non-fiksi, saya mengawali menulis dari genre fiksi. Seperti menulis cerita anak untuk dikirimkan ke media ataupun diikutkan seleksi antologi ke penerbit yang mengadakannya.

Seperti sebuah proyek antologi yang diadakan FAM Publishing dengan judul Buku "Dunia Kata" - Antologi Cerpen Anak Nusantara ini.


FAM Indonesia - Komunitas Penulis dari Pare Untuk Dunia



FAM Publishing adalah divisi penerbitan dari FAM (Forum Aktif Menulis) Indonesia, sebuah komunitas kepenulisan yang berlokasi di Pare, Kediri yang tepatnya beralamat di:

FAM Indonesia
Jalan Mayor Bismo 28, Pare, Kediri, Jawa Timur
081259821511
email: aktifmenulis@gmail.com

FAM Indonesia ini mewadahi bagi sesiapa saja yang suka menulis (mostly fiksi). Nah, buat dirimu daripada galau bin mellow-nya dicurahkan ke status di sosial media lebih baik gabung dan aktif ke komunitas menulis saja biar tersalurkan, ye kan?

Oh ya, ada banyak ilmu yang bisa didapatkan dan beragam​ lomba penulisan yang tidak dipungut bayaran. Seperti lomba cipta puisi/cerpen/kata mutiara dan lainnya. Silakeun gabung saja yaaa. Biar curhatnya bermanfaat, tulis saja kisahmu, siapa tahu hadiah lomba jadi milikmu. πŸ‘

Dan FAM juga membuka kesempatan penerbitan buku solo atau antologi puisi juga cerpen. Tinggal kirim karyamu. Jika layak cetak, jadi deh buku!

Bagi yang tertarik langsung gabung ke komunitasnya saja, ikuti lomba atau tulis bukumu segera yaaaa... πŸ’–

Sementara, saya yang kini banyak nulis non-fiksi memang sudah enggak aktif lagi di sana. Hiks! Tapi enggak apa-apa yang penting FAM Indonesia pernah menjadi bagian dari kisah hidup saya..#halah.


Buku Dunia Kata - Antologi Cerpen Anak Nusantara



FAM Indonesia



Nah, sekitar Bulan Oktober 2016, FAM Indonesia mengumumkan adanya seleksi antologi untuk cerpen anak bertema "Dunia Kata". Saya pun mengirimkan karya dan Alhamdulillah bisa lolos seleksi.

Akhirnya terbitlah buku Dunia Kata ini pada Mei 2017. Buku dicetak terbatas dan dijual secara indie. Meski demikian saya sudah super hepi karena akhirnya punya buku meski baru antologi. 😍


Oh ya, buku ini setebal 83 halaman dan ditulis oleh 14 penulis yakni:

  • Aisya Alifya Azzahra (Pena Ajaib)
  • Amrin Tambuse (Melepas Sahabat Sejati)
  • Andias Abdillah Ridho (Rindu Ayah)
  • Dian Restu Agustina (Bolu Keju Buatan Ryu)
  • Eko Januarsyah Putra (Mengejar Senja)
  • Haya Najma Putiah ( Boneka Catty)
  • Haya Najma Tsabita (Terima Kasih Ratu)
  • HM Supriyono (Elena:Kuncup Mawar di Bukit Wabigoon)
  • Meike Sumeler (Semurni Kasih Ibu)
  • Mutiara Permata Sari (Siput yang Malang)
  • Nuha Fidaraini (Impian Seorang Azam)
  • Resi Susanti (Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya)
  • Syakira Nabilla Azzahra (Si Kitty Kesayanganku)
  • Walrina ( Gundu Si Gundul)

Buku seharga 45 ribu itu terjual beberapa ratus eksemplar. Dan meski tak seheboh antologi saya Ceria Ramadhan di 5 Benua - 25 Negara yang tembus 30.000 atau 34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia yang cetak 3.000 eksemplar tapi sungguh ada yang bikin beda di buku ini.

Inilah pertama kali saya punya antologi yang hampir berbarengan dengan antologi hasil lomba penulisan puisi dari FAM juga yang lebih dulu terbitnya.

Juga pertama kali "jualan" buku ke kerabat dan teman-teman saya. Dan ternyata benar adanya seperti kata banyak penulis pemula lainnya, kebanyakan mereka minta gratisaaan..Hiks!

Ada yang bercanda dan ada pula yang serius minta. Hahaha. Tapi ya sudahlah, memang perlu kesabaran ya mengedukasi bahwa penulis buku itu kerjanya pakai otak dan dapat duitnya enggak banyak (kecuali sudah sekelas Dee, JK Rowling,..) Jadi, kalaupun enggak niat beli ya mending muji terus kasih ucapan dan doa selamat agar terus semangat.

Duh jadi #curcol gini...πŸ™ˆ

Nah baiklah, karena buku ini sudah tidak dijual lagi, maka silakan ceritanya dinikmati!

Selamat Membaca!



FAM Indonesia




Bolu Keju Buatan Ryu


Pulang sekolah, begitu masuk rumah, Ryu melihat ada bolu keju kesukaannya di atas meja makan. Langsung diambilnya sepotong dan dimasukkan bulat-bulat ke mulutnya. Hmmm, enak!

“Ryu…!” teriak Ibu dari arah dapur.

“Cuci tangan dulu!” tegur Ibu.

“Ok Bu, maaf,” sambil mengunyah, Ryu berlari menuju kamar mandi.

Bolu keju, memang salah satu camilan kesukaan Ryu. Kalau ingin tahu apalagi yang Ryu suka, jawabannya : banyak! Ia suka semua makanan yang dimasak Ibu bersamanya. Ya, Ryu sejak kecil sudah terbiasa membantu Ibu di dapur. Dari situ, lama-lama Ryu jadi hobi memasak. Ibu dan Ryu bisa betah berlama-lama di dapur untuk mencoba resep ini-itu.

Semua resep yang sudah dicoba, dicatatnya dengan rapi. Dengan tekun Ryu juga 
memperhatikan saat Ibu mengajarinya hal-hal baru. Selain itu, Ryu juga ikut membacatabloid wanita langganan Ibu, yang banyak mengupas tentang dunia masak-memasak.

Ryu dan Ibu sering berdiskusi tentang resep dan tips memasak yang baru. Ayah dan Mas Ryo kadang heran dengan kekompakan keduanya. Meskipun begitu, mereka senang-senang saja, karena pasti akan ada sajian lezat terhidang di meja, hasil racikan Ibu dan Ryu.

Suatu hari sepulang sekolah.

“Bu, ada tugas untuk Selasa depan. Bu Hera meminta kami, menceritakan hobi masing-masing. Juga membawa benda yang berkaitan dengan hobi itu,” cerita Ryu saat makan siang.

“Tugas yang mudah itu. Hobimu kan memasak. Kamu bikin saja kue kesukaanmu. Nanti bisa kamu ceritakan dan peragakan cara membuatnya.”

“Hmm, tapi Bu..,” Ryu nampak tidak setuju.

“Kenapa Ryu?”

“Ryu malu. Tadi di sekolah, Ira cerita tentang hobinya menari balet. Katanya ia akan memakai kostum balet dan memperagakan gerakan tariannya. Terus si Nia yang hobi melukis, akan membawa kanvas dan peralatan lukisnya lalu melukis di kelas. Kalau Ical, katanya sih mau pakai kostum sepak bola, membawa bola dan memamerkan beragam gerakannya. Wah, keren-keren kan Bu! Lha aku, masak bawanya alat-alat dapur sih!”

“Kenapa harus malu Ryu, Orang punya bakat dan hobi masing-masing. Memasak juga hobi yang menarik lho. Tidak semua orang bisa telaten untuk memasak. Ide Ibu, kamu bikin saja bolu keju. Kamu bawa bahan-bahannya, mikser, cetakan, juga oven listrik Ibu. Resepnya kan mudah, sehingga bisa dipraktekkan sendiri oleh teman-temanmu di rumah. Selesainya nanti, bolunya bisa bersama-sama dinikmati.”

“Tapi, Ryu khawatir ditertawakan teman-teman nanti. Anak kecil kok hobinya memasak!” Ryu masih ragu dengan ide Ibu.

“Kamu lihat saja nanti, bisa saja hobimu nanti yang paling dikagumi,” kata Ibu meyakinkan Ryu.

Hari Selasa pun tiba.

Ryu ke sekolah diantar Ibu, dengan membawa bahan-bahan bolu keju. Ada tepung terigu, keju parut, telur, gula, margarin dan pengembang kue. Tak lupa ia membawa mikser, cetakan dan oven listrik.

Satu persatu, murid-murid menceritakan hobinya di depan kelas. Ada Budi yang membawa gitar sambil bernyanyi. Lalu, Rafi yang memakai baju pencak silat dan memperagakan gerakan ilmu bela diri. Juga, Bella yang membawa pianika dan memainkan dua buah lagu untuk teman-temannya. Penampilan mereka diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari semua penonton.

Tiba giliran Ryu.

Di depan kelas, setelah menghela napas,

“Hobiku memasak. Kali ini, aku akan membuat bolu keju,” kata Ryu memulai.

Dengan terampil Ryu mencampurkan bahan-bahan yang sudah disiapkannya dari rumah.

“Kita mulai dengan mengocok gula dan telur,” Ryu mulai mengaduk.

”Lalu masukkan keju parut. Setelah halus dan rata, masukkan tepung terigu dan pengembang kue. Semua diaduk sambil memasukkan margarin cair sedikit demi sedikit. Masukkan adonan ke dalam loyang, taburi keju parut, dan panggang selama lebih kurang 20 menit,” tutup Ryu sambil memasukkan loyang berisi adonan ke oven.

Ryu benar-benar lancar menceritakan cara pembuatan bolu kejunya, Ia juga terampil mempraktekkannya. Karena memang sudah berkali-kali ia membuat sendiri bolu keju itu di rumah.

“Jadi, kita tunggu 20 menit dulu, baru bolu kejunya bisa kita serbu.” canda Ryu seraya tersenyum lega mengakhiri penjelasannya.

Semua yang ada di kelas bertepuk tangan meriah. Mereka terlihat kagum akan kepandaian Ryu memasak.

“Hebat Ryu!” puji Bu Hera sambil mengangkat kedua jempol ke atas.

“Wah, hebat sekali!”

“Bravo Ryu!” Bersahutan pujian datang dari teman-temannya.

Dua puluh menit kemudian.

Bau harum yang menyelimuti ruangan, menambah rasa penasaran semua orang. Ryu mengeluarkan bolu keju dari loyang. Bolu dengan warna yang cantik dan mengembang sempurna, akhirnya terhidang di meja.

Bu Hera membantu memotong kue itu. Sesaat setelah dibagikan, komentar pun bersahutan.

“Ryu, lembut banget ini bolunya!” kata Arum kagum.
“Manis dan gurihnya pas Ryu!” Rizki menimpali.
“Benar-benar ..Maknyuuss Ryu!” Dijah tak mau kalah.

Ryu tersipu malu mendengar pujian dari teman-temannya.

“Wah Ryu, hebat kamu! Kamu sudah bisa nih ikut kompetisi koki cilik di televisi. Suatu saat nanti, kamu pasti bisa punya restoran atau toko kue yang terkenal. Atau menjadi chef di hotel berbintang. Terus berlatih ya, Ryu!” puji Bu Hera sambil menyemangati.

“Oh ya, kamu terima pesanan kan? Ibu pesan dua loyang untuk hari Minggu, ya?” lanjut Bu Hera.

“Aku juga, bulan depan waktu ulang tahunku, aku pesan kuenya ke kamu ya Ryu,” imbuh Galuh.

“Aku juga, Ryu!”

”Catat aku, Ryu!”

Teman-temannya berebutan memesan, membuat Ryu tersenyum kegelian.

“Iya,iya sabar! Nanti kucatat ya.. Sekarang mari kita santap dulu bolu kejunya!”

Ryu senang. Ternyata Ibu benar, hobi memasaknya dikagumi teman-teman dan gurunya. Diam-diam Ryu membayangkan, jumlah uang tabungannya yang bertambah hasil dari terima pesanan. 

Ternyata kata Ibu benar, ketekunan akan membuahkan keberhasilan.πŸ’•


FAM Indonesia




Love,

Dian Restu Agustina

16 comments:

  1. Mbak dian ini produktif banget ya membaca dan menulisnya .Salut akutu. Aku iri, pengen juga, hahah.

    Sini mbak bukunya, kalau sudah selesai baca, boleh lempar kr aku loohh

    ReplyDelete
  2. Tulisan mu keren mba. Jadi onget jaman SD dulu aku suka banget bikin cerita mba..sekarang karena ngga diasah jadi ngga terlalu bagus menulis cerita begitu. Beda dgn nulis blog.

    Beneran deh tulisan kamu enak dibaca mba

    ReplyDelete
  3. hihihi gratisan y mba, ya gitu memang kebanyakan. friend us friend, money is different hihihi,

    ReplyDelete
  4. Mbak Dian emang keren, nge blog nya konsisten dan punya buku juga... salut banget deh dengan semangatnya. Semoga aku ketularan dengan semangat Mba Dian... luv U mbaa

    ReplyDelete
  5. Iya sekarang kalau agak miris soal jualan buku di seputaran kita, pasti ditodong gratisan. Mungkin sudah saatnya jualan buku dalam bentuk elektronik

    ReplyDelete
  6. kdg aku heran, sesusah itu ya membeli hasil karya temen ato saudara sendiri. toh 1 buku juga ga mungkin mahal2 amat. kalo memang ga mampu, ya trus terang, tp jgn sampe minta gratisan. aku sih malu yaa :( .

    baguuus ceritanya mba :). aku mau ceritain ntr malam utk anak2 sblm tidur. anakku yg pertama jg seneng bantu2 si mbak di rumah masak. kali aja hobinya memang itu. biar sekalian aku dorong supaya dia makin semangat :)

    ReplyDelete
  7. Apik ceritane. Sederhana, idenya dari sekitar saja, tapi mengena. Pengin bikin cernak ah

    ReplyDelete
  8. selamat bun akhirnya bukunya terbit, wah ceritanya bagus, cernaknya oke. Semoga semakin sukses bun jadi blogger maupun penulis. Aamiin. jangan lupa gandeng saya biar keiikutan sukses, hihi.

    ReplyDelete
  9. Mbak Dian emang keren, saya tahunya Mbak Dian itu blogger profesional, ternyata penulis juga, buku-bukunya keren lagi.

    ReplyDelete
  10. So inspiring.
    Mbakku yang satu ini emang mantul. Nulis semua genre bisa. 😍

    ReplyDelete
  11. Napa saya mendadak ngiler membayangkan bolu keju Ryu, ya? Hebat nih, mba Dian. Multitalenta writer, bisa nulis apa saja...

    ReplyDelete
  12. Ryu... Aku mau dong bolu kejunya, kalau aku di situ pasti borong juga, onti suka keju. Hehehehe... Mbak dian kece deh, aku baru pingin masuk cerita genre anak-anak nih, bisa belajar banyak dari mbak Dian😍

    ReplyDelete
  13. Kebalikan saya ya, mbak dian.

    Saya mulai mengenal literasi dari nulis artikel, eh kesini nya pengen nulis fiksi. Hehe

    Keren mbak, ceritanya menarik, jadi inget si sulung yang pengen banget bisa bikin kue sendiri.

    ReplyDelete
  14. Waww keren mb Dian jmn itu udh bikin buku. Produktif n pngalamnnya kece badai. Fiksi non fiksi dilalap hbs. Sukses u mbaa

    ReplyDelete
  15. Wah, keren main fiksi pula rupanya... hebat nih mbak dian... begitulah ya kalau nulis sudah lancar lama2 fiksi pun lancar.

    ReplyDelete
  16. Sesungguhnya dunia anak itu dunia yang menyenangkan dan bisa dua-duanya fiksi dan non fiksi. Saya ingin belajar lagi lebih dalam

    ReplyDelete