Sendy Hadiat - Songsong Masa Depan Lebih Bersinar Bersama Bipolar



"Menjadi Bipolar bukanlah pilihan, tapi itu adalah karunia dari Allah kepada saya. Maka saya menerima karunia-Nya, karena ternyata banyak hal positif yang bisa saya lakukan setelah memahaminya." (Sendy Hadiat)


Setiap dari kita akan mendapat cobaan dari-Nya. Tanpa kita minta, ujian datang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan. Mungkin ada orang yang berharap hidupnya mulus-mulus saja, tanpa ada aral melintangi jalannya. Padahal, justru itu nggak ada enaknya. Karena sejatinya, segala cobaan yang datang, jika dihadapi dengan sikap positif, akan membawa banyak hikmah dan kebaikan.

Adalah Sendy Hadiat, seorang perempuan penderita gangguan Bipolar atau ODB (Orang Dengan Bipolar) yang telah membuktikannya. Sendy yang dinyatakan menyandang Bipolar sejak tahun 2012 dan mengalami tahun-tahun penuh dengan tekanan. Akhirnya sadar dan menerima Bipolar menjadi bagian dari diri dengan menjaga ketenangan hati dan menghindari faktor stressor yang bisa membuatnya kambuh lagi.

Bipolar, sebuah gangguan perasaan dengan dua kutub (bi-polar) yang berlawanan. Dimana akan ada 2 fase yang dialami oleh penderitanya, fase Depresi dan Mania. Fase Depresi (sedih, putus asa, pesimis) dan fase Mania (bahagia, antusias, semangat), ini akan muncul berganti-ganti tanpa diketahui pola dan waktu yang pasti.

Sendy pun melewati kedua masa itu. Saat sedang fase Depresi ia akan mengalami mood yang menurun sepanjang hari. Minat dan kesenangan juga mengalami penurunan. Demikian pula nafsu makan dan berat badan. Seringkali ia susah tidur atau tidur terus-terusan. Sendy juga merasa malas bergerak atau kebalikannya terlalu banyak gerak. Juga, menjadi lebih sensitif, merasa tidak berarti dan bersalah yang berlebihan.

Sedangkan saat berada pada fase Mania, Sendy mampu begadang atau tidak tidur bahkan tidak merasakan kantuk sampai berhari-hari. Ia akan lebih banyak bicara. Juga, memiliki ide-ide kreatif dan inovatif namun tidak berpikir risiko atau cara yang tepat untuk mewujudkannya. Harga dirinya meninggi. Selain itu, ia merasa diri terlecehkan dan sendirian. Perhatiannya juga mudah teralih kepada hal-hal yang tidak penting dan bahkan tidak relevan.

Pada awalnya, perempuan yang terlahir dengan nama Sendy Winduvitri ini, tidak tahu menahu apa itu bipolar dan bagaimana cara mengatasinya. Sehingga bertahun-tahun ia mengalami masa dimana orang-orang sekitar bahkan terdekatnya mencaci maki dan menghujatnya. 

Akhirnya ia mencari sendiri arti bipolar, penyebab, pencegahan dan cara mengatasinya. Ia banyak membaca buku-buku tentangnya. Lalu ia menemui dokter kejiwaan hingga menjadi pasiennya di Yogyakarta. Dan sampai saat ini, ia masih mengonsumsi obat-obatan dari dokternya. Hanya saja dosis dan pemakaiannya hanya ketika ia sangat membutuhkannya. 

Suami Sendy lah yang selama ini menjadi caregiver yang membantu, menyemangati dan menguatkannya. Suaminya juga menjadi perantara baginya dengan keluarga dan siapa saja, agar mereka bisa mengerti dan memahami tentang Bipolar yang diidapnya. Selain itu suami dan anak-anaknya juga membuat Sendy merasa menjadi perempuan yang lebih berarti.

Kini, saat ditanya apakah ia bahagia, perempuan kelahiran Jakarta, 7 Desember 1984 ini menyatakan diri benar-benar bahagia. Karena akhirnya ia bisa mengenal dan memahami tentang Bipolar. Sendy juga tahu cara pencegahannya, mengatasi fase demi fase sampai ia berada pada tahap yang lebih stabil. Ia menerima diri sebagai Orang Dengan Bipolar. Dan berkeyakinan bahwa menjadi Bipolar memang bukan pilihannya. Namun adalah karunia dari Allah kepadanya. Ia bertekad, banyak hal positif yang bisa dilakukan setelah memahaminya. Dibandingkan sebelumnya, dimana lebih banyak hal negatif yang menjadi pelampiasannya. 

Nah, untuk itulah, Sendy, seorang ibu dari 5 orang anak ini, memutuskan untuk menuliskan kisah sebagai penyandang Bipolar pada sebuah buku yang berjudul: "Menemukan-Mu dan Menemukannya"


Dan, buku ini diselesaikan Sendy hanya dalam waktu dua hari saja, melalui program Private Writing Coaching di Indscript Creative

Harapan Sendy, buku ini bisa memberi inspirasi bagi semua, bahwa keluarga merupakan akar dari kehidupan kita baik mental maupun jiwa. Juga mengingatkan jika kesehatan itu begitu mahal jadi kita wajib menjaganya. Ia meyakinkan pula bahwa persahabatan itu tidak melulu kita dapat dari orang lain, karena sesungguhnya keluarga merupakan sahabat pertama kita. 

Sendy juga memberi inspirasi agar jangan ada keraguan, ketakutan atau rasa malu untuk peduli dengan mental serta kejiwaan diri sendiri. Karena bisa jadi, banyak orang yang menyadari namun tidak peduli. Ia merasa, inilah saatnya kita semua membuka mata hati untuk menerima sahabat-sahabat kita bahwa tidak ada yang memalukan dengan lemahnya kejiwaan. 

Selain itu, Sendy ingin memberikan inspirasi tentang pentingnya menyadari fitrah dan kodrat sebagai anak perempuan, perempuan, istri dan ibu. Dan, ia mengajak semua meyakini bahwa pasti ada hikmah yang baik atas segala kejadian yang Allah berikan dalam setiap episode kehidupan. 

[Masya Allah, mulia banget ya harapannya...!]

Nah, buku inspiratif setebal 160 halaman ini, sudah bisa dipesan langsung pada Sendy Hadiat dengan harga normal Rp 100.000. Dimana ada promo harga khusus pre order Rp 79.000, sampai tanggal 7 Desember 2017 

[lumayan nih diskonnya...πŸ‘]

Selain itu, buku ini membawa sebuah misi sosial juga. Karena, di setiap pembelian, sebesar Rp 2.000, akan di donasikan Sendy untuk perempuan yang terlilit utang riba.

[Alhamdulillah.😍]

Oh ya, Sendy juga mengasuh grup Bipolar Care Healing (Biling) di Facebook. Grup ini mewadahi siapa saja yang ingin memahami dan berdiskusi seputar gangguan Bipolar. Jadi kalau kamu berminat untuk bergabung, boleh bangets..Langsung cusss ke FB yaa..!

Nah, semuanya ini dilakukan Sendy dengan misi ingin mengajak semua penyandang Bipolar, untuk tidak menyerah dan terus melangkah. Serta menyongsong masa depan yang lebih bersinar bersama Bipolar. Salut Sendy Hadiat!πŸ’–




Dian Restu Agustina












































































Yuk, Jadi Muslimah Hebat dengan Berinternet yang Bermanfaat!

Yuk, Jadi Muslimah Hebat dengan Berinternet yang Bermanfaat!

Beberapa tahun silam, ketika internet belum merebak seperti sekarang. Beberapa teman berkomentar negatif saat saya mulai mengunduh berbagai aplikasi di ponsel, aktif di sosial media dan berselancar di dunia maya. Alasannya, itu bisa menyita banyak waktu, membuat kita jadi mantengin HP melulu dan tanpa sadar akan banyak hal baik nanti akan ditinggalkan.


Saat itu pengguna internet di Indonesia memang belum seramai kini. Dan seperti trend baru lainnya, selalu ada dua pihak, pendukung dan penolak. Meski, saat waktu berlalu, salah seorang teman yang saya ceritakan di awal itu, ternyata malah mengikuti trend yang ada. Dan, mendapatkan keuntungan dari kebaikan dunia maya. Dengan memiliki online shopping yang akhirnya bisa menambah penghasilan keluarga. Alhamdulillah!

Ya, dunia maya yang gegap gempita, riuh rendah dengan banyak drama bahkan melebihi dunia nyata, memang tak bisa hanya dipandang dampak negatifnya saja. Kembali lagi ke satu hal yang pasti ada baik buruknya yang kita tentu tak bisa menyangkalnya. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mendapatkan kebaikan dan meninggalkan segala keburukan yang menyertainya.

Lalu apa saja sebenarnya kebaikan dari dunia maya yang bisa kita ambil manfaatnya?

  • Mendapat Informasi dengan Cepat
Mau cari info apa saja, tinggal klik, semuaaaa ada! Internet telah memudahkan kita mendapatkan info seputar kesehatan, pendidikan, menonton tayangan olahraga, mencari jawaban PR anak, mendapat resep masakan, berbagai tutorial pembuatan kerajinan tangan dan masih banyak yang lainnya...

Hanya yang perlu diingat, cari info yang akurat dan tepat, bukan abal-abal alias hoax yang bukannya membantu tapi malah menipu.
  • Mendekatkan yang Jauh
Pasangan, orang tua, saudara, teman, siapa saja yang jauh bisa didekatkan oleh dunia maya. Email, aplikasi pesan singkat, video call ataupun aplikasi jejaring sosial akan membantu kita. Teringat saat suami saya bekerja di benua yang berbeda, tapi masih bisa ngobrol dengan saya dan anak-anak setiap waktu jika perlu. Ya, dunia maya telah membuat jarak tak berbatas nyata.
  • Sumber Penghasilan
Berapa banyak dari kita terutama ibu rumah tangga yang bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari dunia maya dengan menjadi reseller, penulis, jual masakan sendiri, membuka kursus jarak jauh dan lainnya. Salah satu teman saya bahkan akhirnya resign dari kerja kantorannya lantaran ingin fokus pada olshop yang dirintis lebih dulu oleh sang istri. Lantaran hasilnya dinilainya lebih menjanjikan dari pada gaji kantoran.
  • Memudahkan Jual Beli 
Baik bagi produsen maupun konsumen, adanya dunia maya benar-benar membantu mendapatkan apa yang diinginkannya. Bagi produsen tentu akan diuntungkan karena penjualan online akan memangkas biaya operasional seperti sewa toko, upah karyawan dan lainnya. Sehingga harga bisa jadi lebih murah. Sementara bagi pembeli tentu akan dimudahkan sekali. Tinggal duduk manis, pilih barang, klik, bayar online, lalu tunggu barang di depan pintu.
  • Hemat Pengeluaran
Berapa banyak biaya perjalanan yang bisa dihemat hanya karena memanfaatkan failitas dunia maya. Dalam bisnis misalnya, conference call telah menjadikan para pelaku usaha tak perlu jauh-jauh bertemu. Karena masalah yang ada bisa dicari solusinya dari meeting di dunia maya. Juga, bagi guru dan murid dalam sebuah kelas jarak jauh. Ilmu yang bermanfaat tetap bisa dibagi dan didapat meski mereka berbeda tempat. 

Nah, tapi nggak cuma kebaikan saja yang dimiliki oleh dunia maya. Buruknya pun banyak pula. Diantaranya:


  • Ketergantungan
Ada yang menjadi sulit dipisahkan dari gawai alias ketergantungan padanya. Main game online terus-terusan, chatting yang tak penting, scroll up and down sosial media dimana saja. Bahkan sampai kecanduan dan sulit untuk dipisahkan.
  • Pornografi Merajalela
Beragam materi bermuatan pornografi yang mengancam merusak moral manusia terutama generasi muda.
  • Tak Peduli Sekitarnya
Dunia maya telah merampas kepedulian orang akan lingkungan sekitar. Sibuk dengan gawai hingga abai pada anak istri dan orang yang duduk di kanan kiri.
  • Cyber Crime
Begitu banyak informasi pribadi kita tersebar di dunia maya menjadikan kemungkinan tercurinya data diri. Sehingga marak terjadi pencurian data rekening bank, penipuan mengatasnamakan kita dan lainnya.
  • Buang Waktu
Gara-gara berselancar terus-terusan jadi banyak waktu produktif yang terbuang. Harusnya bisa selesai baca satu buku atau kelar setrika setumpuk baju, eh nggak jadi karena mantengin FB dan Ig melulu..heuheu..!

Hohoho..ternyata benar juga, berselancar di dunia maya tak hanya maslahat saja yang didapat. Tapi juga banyak mudarat. Jadi, kita mesti hati-hati...

Lalu, sebagai muslimah yang dimuliakan oleh syariat, adakah contoh aktivitas di dunia maya yang membawa manfaat?


  • Cuitan Penguat Iman
Daripada ikut memviralkan sesuatu yang tak pantas ditiru, lebih baik bagikan kisah muslimah yang patut dijadikan guru.

Misalnya tweet seperti: "She believed in me, when people rejected me.." (The Prophet Muhammad talking about his wife Khadeeja). Dan, sertakan link artikel menarik tentang Beliau.
  • Ceritakan Pengalaman 
Jika ada pengalaman mengikuti sebuah kajian, bagikan saja di sosial media, Facebook misalnya. Bukan terfokus pada siapa pematerinya atau foto-foto peserta kajiannya yaaa. Tapi bagikan isi tausiah yang bisa dipetik hikmah.  
  • Bagikan Tentang Seseorang yang Menakjubkan
Misalnya, tampilkan gambar Malala Yousufsai dari Pakistan di Instagram beserta kebaikan menakjubkan yang telah dia lakukan.

Atau seorang muslimah yang ada di sekitar yang bisa menginspirasi diri. Seperti: muslimah yang mencari nafkah dengan berprofesi di bidang yang biasa digeluti lelaki dengan menjadi tukang tambal ban, misalnya. Atau cerita lainnya yang jika kita bagi akan menggugah semangat sesama.
  • Tambahan Penghasilan
Menjual sebuah produk/jasa dengan menjadi agen/reseller, menjual hasil karya sendiri, menjadi endorser, mengadakan kelas belajar online, menjadi marketing online sebuah produk/jasa,...Dan masih banyak peluang lainnya untuk menambah penghasilan keluarga dari dunia maya. Prinsipnya tetaplah jujur dan amanah serta junjung tinggi syariat jual beli meski kita tak berhadapan langsung dengan pembeli.
  • Tuliskan Banyak Kebaikan
Miliki sebuah blog dan tuliskan banyak kebaikan di dalamnya. Saat berwisata, sertakan cerita tentang peninggalan budaya Islam di sana. Berkunjunglah ke masjid setempat dan keunikan yang dipunyai masyarakat. Kunjungi beragam even komunitas muslimah dan ceritakan hasil liputan. Dan, tulislah berbagai artikel berisi kebaikan yang bisa menginspirasi, memotivasi dan menguatkan muslimah lainnya.

Nah, diantara beberapa contoh di atas, blog menjadi wadah yang memiliki ruang paling luas. Sehingga membuat seorang blogger atau penulis blog bisa menuangkan ide dan ekspresi mereka tentang berbagai hal, mulai dari politik hingga ke pembahasan resep masakan. Bahkan blog bisa dijadikan sumber penghasilan jika dikelola secara profesional.

Nah, tentunya ini menjadi kesempatan tersendiri bagi muslimah terutama yang memutuskan untuk berkarya dari rumah, untuk bisa mengembangkan potensi diri. Meski tak menutup kemungkinan bagi muslimah yang berprofesi apa saja di luar sana, untuk ikut berbagi inspirasi pada sesama melalui berbagai informasi yang bermanfaat di blog mereka.

Lalu, adakah tips bagi seorang muslimah agar blognya bermanfaat bagi umat?



  • Luruskan Niat
Ψ₯ِΩ†َّΩ…َΨ§ Ψ§Ω„ْΨ£َΨΉْΩ…َΨ§Ω„ُ Ψ¨ِΨ§Ω„Ω†ِّيَّΨ§Ψͺِ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya.” (hadis pertama Sahih Bukhari)

Niat adalah tolok ukur suatu amalan. Diterima atau tidaknya amalan tergantung niat dan banyaknya pahala yang didapat. Niat adalah perkara hati yang bersifat hakiki. Dan seseorang bisa naik atau turun derajat disebabkan karena niat.

Jadi, pastikan bahwa tujuan kita blogging untuk alasan yang benar dan bukan hanya ingin tenar. Punyai misi bahwa tulisan di blog kita akan memberi banyak manfaat untuk masyarakat. Kuatkan hati meski kita mendapatkan rejeki dari nge-blog ini, ingatlah untuk tetap menuliskan hal yang berfaedah dan bukan artikel sampah.

Jika kita tidak memiliki tujuan yang jelas untuk blog kita, tentu sia-sia belaka waktu yang telah kita sediakan untuk mengelolanya. Juga pastinya akan merugikan pembaca yang ternyata tak mendapatkan manfaat apa-apa. 

Luruskan niat ngeblog kita karena semata-mata untuk mencari rida Allah SWT. Sedangkan printilan rejeki yang menyertai, anggap itu bonusnya.
  • Rencana yang Utama
Segala sesuatu yang direncanakan terlebih dulu akan menghasilkan sesuatu yang indah dan bisa diselesaikan dengan lebih mudah. Jadi punyailah rencana ngeblog yang matang agar tercapai apa yang diharapkan. 

Miliki jadwal rutin, misalnya update blog setiap seminggu dua kali, menyempatkan blogwalking setiap hari, sekali dua dalam sebulan mengikuti lomba yang sreg di hati,...dan seterusnya. Sesuaikan saja dengan jadwal harian kita.
  • Jangan Terlalu Pusing dengan Hal yang Bikin Pening
Awali ngeblog dengan niat dan kerjakan penuh semangat. Tak perlu memikirkan melulu hal-hal yang berbau teknis yang bisa menghalangi misi. Masalah SEO, template, trending topic, dan lainnya bisa sambil jalan saja mikirnya. Karena kalau kita sudah membatasi diri di awal dengan hal itu, bisa-bisa pusing kepala sebelum kelar tulisannya. Jadi, tulis saja! Masalah itu ini dipelajari sambil jalan nanti!
  • Sukai Para Pembenci
Bersiaplah ada yang tak menyukai opini, pendapat atau hal yang kita bahas di blogpost kita. Karena itu wajar saja! Jika menjumpai saran, komentar dan kritikan yang menyakitkan, jawab saja dengan sopan dan elegan. Jika ternyata sudah menyimpang dari bahasan, abaikan! Atau bila perlu hapus saja komentar itu!

Yang perlu kita ingat bahwa kita belum tentu benar. Jadi, lebih baik koreksi diri dan hindari perdebatan yang tak berkesudahan.

  • Pantang Menyerah Jangan Takut Kalah
Sudah rutin update blog, rajin blogwalking, belajar teknik blog terkini, mempercantik blog dengan itu ini....Tapi, kenapa yang berkunjung hanya beberapa orang saja ya? Ah, sedihnya!

Jangan menyerah! Coba periksa lagi! Ada yang kurang pasti. Apakah konten sudah menarik hati? Ataukah membosankan dan temanya pasaran? Apakah desainnya menyakitkan mata karena tampilan templatenya yang ala-ala. Atau bisa jadi kurang promosi?

Nah, coba perluas sebaran blog lewat sosial media kita. Manfaatkan segala lini yang ada. Pergunakan kalimat pemasaran berteknik soft selling di pengantarnya. Sehingga akan menggoda pembaca untuk membuka tautan link-nya.

Perkaya diri dengan bacaan dan pengetahuan terkini. Sehingga materi yang kita sajikan di tulisan pun bersifat kekinian.

Bergabunglah ke berbagai komunitas dan kelas blogging untuk menambah ilmu. Agar kita bisa menjaga semangat untuk meluruskan niat, tahu info blog terbaru, terinspirasi dan termotivasi dan menambah wawasan juga teman. Misalnya dengan bergabung ke komunitas Blogger Muslimah Indonesia. Sebuah komunitas blogger untuk Muslimah Indonesia yang mempunyai visi menjadi mesin penggerak para Muslimah untuk aktif menulis di media sosial khususnya blog.

Nah, jadi sebagai muslimah tak perlu lagi kita anti pada keriuhan dunia maya, ya! Asalkan kita bisa memilah dan memilih kebaikannya, banyak hal berguna yang bisa kita peroleh darinya. Insya Allah!πŸ’–


Happy Blogging,

Dian Restu Agustina


*all pictures by pixabay



Tulisan ini diikutsertakan dalam Pos Tematik November 2017 Blogger Muslimah Indonesia dengan tema "Muslimah, Blog dan Dunia Maya"



















Tips Memilih Produk Perawatan Kecantikan yang Alami, Halal, dan Aman

Tips Memilih Produk Perawatan Kecantikan yang Alami, Halal, dan Aman 

"Beauty is being the best possible version of yourself on the inside and out"


"Beauty is being the best possible version of yourself on the inside and out"

Cantik luar dalam menjadi dambaan setiap perempuan. Hingga berbagai cara dilakukan untuk bisa meraihnya. Apalagi untuk urusan penampilan muka. Sepertinya berbagai cara pun akan dicoba demi menjadi cantik. Sampai-sampai banyak yang tak lagi menimbang sana-sini saat membeli sebuah produk kosmetik. Tak peduli lagi apakah bahan yang dikandung di dalamnya alami. Amankah jika produk dipakai terus menerus setiap hari. Juga, halalkah semua komposisi bahan produknya tadi.

Nah, biasanya kita baru tersadar saat terjadi apa-apa akibat pemakaiannya. Usut punya usut ternyata perawatan kecantikan yang dipakai selama ini mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, misalnya. Belum lagi akibat yang ditimbulkan membuat kulit menjadi ketergantungan. Juga ternyata, legalitas kehalalan produk dari dinas terkait belum ada. Ohhh, tidaaak!!

Hmm, sebenarnya apa saja ya yang harus diperhatikan sebelum memilih produk kecantikan?
  • Kenali Dulu Tipe Kulitmu 
Biar tidak salah beli, kenali dulu tipe kulitmu. Apakah tipe kulitmu normal, kering, berminyak, kombinasi atau sensitif/berjerawat. Hal ini penting, untuk menentukan produk mana yang akurat dan langkah perawatan apa yang tepat.
  • Baca Komposisinya
Sebelum memilih satu produk perawatan kecantikan, perhatikan baik-baik komposisinya. Pastikan bahan-bahannya tidak mengandung zat yang bisa membahayakan diri kita. Seperti: Merkuri, Hidrokuinon, Steroid, Retionat, atau bahan berbahaya lainnya. Periksa juga jika legalitas keamanannya sudah didapatkan dari lembaga berwenang.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang dalam menentukan standar keamanan produk kosmetik adalah BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, pastikan dulu ada atau tidaknya nomor notifikasi produk dari BPOM tertera di kemasan produknya.
  • Periksa Kehalalannya
Kehalalan suatu produk mutlak adanya. Karena produk perawatan nantinya akan bersentuhan langsung dengan tubuh melalui kulit atau dikonsumsi dalam bentuk obat. Padahal produk bisa saja mengandung zat-zat bersifat najis dalam ketentuan syariat Islam. Salah satunya adalah bahan-bahan mentah yang terbuat dari binatang haram.

Kehalalan produk juga akan memberikan manfaat yang besar. Tidak hanya bagi pengguna yang beragama Islam, namun juga manusia secara keseluruhan. Karena Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin, rahmat untuk seluruh alam. Jadi, pastikan ada label halal pada kemasan yang didasarkan pada sertifikat halal yang dikeluarkan oleh badan berwenangnya, yaitu MUI (Majelis Ulama Indonesia).

  • Cek Kadaluarsanya
Saat membeli produk perawatan kecantikan, jangan lupa perhatikan juga tanggal kadaluwarsanya. Bukan hanya makanan saja, produk kosmetik juga mempunyai masa kadaluwarsa. Pemakaian yang telah lewat masa kadaluwarsa, bisa membuat kulit mengalami iritasi atau masalah kulit lainnya. Hiii, jangan sampai yaaa!
  • Pilih yang Alami
Saat ini banyak produk yang menawarkan pemakaian berbagai campuran bahan. Tetapi sebaiknya memilih yang lebih banyak mengandung bahan alami, karena akan lebih bagus hasilnya nanti. Bahan alami bisa menghindarkan diri dari risiko alergi. Sehingga kulit wajah pun aman dari risiko kerusakan. 
  • Baca Petunjuk Pemakaiannya
Sangat penting untuk membaca instruksi penggunaan produk terlebih dahulu. Dengan demikian kita dapat mengetahui seberapa banyak, kapan, dan pada bagian wajah mana sebaiknya menggunakan produk itu. Penggunaan yang tepat, dapat membantu kita mengetahui produk perawatan mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan jenis kulit kita.
  • Yang Sabar Yaaa...!
Diperlukan kesabaran untuk melihat hasil dari penggunaan berbagai produk perawatan kulit. Biasanya diperlukan beberapa minggu atau bulan untuk melihat hasil atau efek dari penggunaan produk yang digunakan. Oleh karena itu, bersabarlah! Karena produk yang aman biasanya tidak akan memberikan hasil secara instan.


Nah, berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, ada sebuah produk yang bisa jadi pilihan dalam urusan perawatan kecantikan. Dialah, Zalfa Cosmetics. Sebuah brand kosmetik lokal yang hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak Februari 2013.

Zalfa Cosmetics memiliki rangkaian produk yang terfokus pada kategori kosmetik perawatan kecantikan. Dan hadir didasarkan pada keprihatinan, atas maraknya produk-produk sejenis yang beredar di masyarakat tanpa disertai kejelasan dalam hal legalitas produk maupun kualitas keamanan produk. Selain itu Zalfa Cosmetics juga berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai kosmetik dan kecantikan pada masyarakat agar dapat membedakan antara kosmetik yang aman dan yang berbahaya. Duh, kereeen misinya Zalfa Cosmetics ya..!😍

Dan, tadaaaa....Inilah beberapa produk unggulannya:

Zalfa Miracle Lightening Series




Produk yang bermanfaat untuk mencerahkan wajah sehingga terlihat putih cerah alami. Dibuat dari perpaduan ekstrak bahan alami dan hasil riset terbaru menjadikan Cream Pencerah Wajah dari Zalfa Cosmetics sebagai produk unggulan di kelasnya.

Oh ya, Cream Pencerah Wajah dari Zalfa Cosmetics ini dijual dalam bentuk paket. Satu paket perawatan terdiri dari Krim Siang (Day Cream), Krim Malam (Night Cream) dan Sabun Wajah (Facial Wash). Dan semuanya aman untuk digunakan sehari-hari karena bebas bahan berbahaya.



Zalfa Miracle Day Cream,  ditujukan untuk penggunaan pada pagi hingga siang hari. Fungsi utamanya sebagai penangkal radikal bebas serta mencegah dampak negatif pada kulit wajah yang diakibatkan oleh UV-A dan UV-B. Oleh karena itu Zalfa Miracle Day Cream diperkaya dengan SPF-30. Selain itu juga terdapat vitamin E dan ekstrak Aloe Vera di dalamnya.

Hmmm...cocok banget nih buat ojekers seperti saya, saat antar jemput sekolah anak. Dan tentunya pas juga buat kamu semua saat berkegiatan di luar ruangan agar kulit terlindung secara maksimal dari sinar UV matahari.

Sementara Zalfa Miracle Facial Wash, sabun berbentuk cair semi gel untuk membersihkan wajah. Kandungan bahan aktifnya yang merupakan perpaduan dari ekstrak bahan alami dan bahan-bahan tambahan yang telah terjamin keamanannya membuat sabun wajah Zalfa nyaman untuk digunakan secara rutin. Diperkaya dengan kandungan ekstrak Witch Hazel dan Tea Tree Oil, Zalfa Miracle Facial Wash juga efektif untuk mencegah timbulnya jerawat pada kulit wajah kita. Wah, jodoh banget nih sama kulit saya! Secara jerawat sering bertamu ke wajah saya dengan tiba-tiba, tanpa ketuk pintu dulu....πŸ˜€

Oh ya tekstur yang lembut dari Zalfa Miracle Facial Wash membuat nyaman untuk digunakan saat membersihkan wajah. Juga memberikan efek segar hingga wajah terasa bersih. Zalfa Miracle Facial Wash memang dirancang untuk penggunaan rutin harian tanpa perlu dikhawatirkan timbulnya efek samping yang akan membuat tidak nyaman. Selain itu Zalfa Miracle Facial Wash juga membantu menjaga kelembaban kulit wajah sehingga kulit wajah senantiasa sehat.

Ada pula Zalfa Miracle Night Cream yang berfungsi untuk meremajakan dan mencerahkan kulit sehingga tampak lebih putih cerah alami. Bahan aktif yang terkandung di dalamnya akan bekerja lebih efektif bila digunakan pada malam hari menjelang tidur. Zalfa Miracle Night Cream diperkaya dengan Arbutin dan Kojic Acid sebagai agen (bahan aktif) pemutih dan pencerah wajah.

Hmm, coba bayangkan, pagi-pagi elus pipi sendiri setelah memakai Zalfa Miracle Night Cream malam sebelumnya. Kulit jadi terasa lebih halus, cerah bercahaya dan kenyal dipegangnya. Mau nggak kamuu?

Zalfa Miracle Antiaging Serum



Lalu, ada Zalfa Miracle Antiaging Serum yang mempunyai fungsi utama sebagai antiaging. Kandungan Vitamin C yang terdapat di dalam serum wajah ini akan membantu proses pencerahan kulit wajah. Perpaduan bahan aktif yang terdiri dari berbagai bahan alami serta bahan-bahan berkualitas tinggi dapat membuat wajah  tidak hanya terlihat cantik alami namun juga sehat. Juga membantu menjaga kekenyalan kulit wajah serta menyamarkan noda hitamnya.

Penggunaan serum wajah memang menjadi salah satu pilihan utama dalam proses perawatan kecantikan. Pemberian nutrisi secara langsung pada kulit (topikal) dipercaya lebih ampuh dan efektif dibandingkan jika dikonsumsi secara oral. Oleh karena itu, serum wajah menjadi pilihan populer di kalangan perempuan....termasuk saya!😘


Oh ya, produk ini juga membantu memperlambat proses penuaan dini di wajah dengan bahan aktifnya. Karena selain vitamin C, Zalfa Miracle Antiaging Serum juga mengandung Collagen dan ekstrak kedelai untuk memperkuat fungsi antiaging dari serum ini. Bahan ini membantu mengembalikan dan memelihara kekenyalan kulit wajah kita.

Ini cocoook sekali biar kamu nggak dinilai tua lebih dini! Karena meski tua itu pasti, kelihatan lebih muda itu pilihan...😎

Zalfa Miracle Lightening Concentrate Kakadu Plum Intensive Serum


Dan, last but not least, ada Zalfa Miracle Lightening Concentrate Intensive Serum Organic Kakadu Plum. Walahh, panjang kali namanya yaaa! Hahaha..Karena manfaatnya juga sama panjangnya.

Yang utama serum ini berguna untuk melindungi kulit dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kulit lebih cepat menua. Gunakan secara rutin di pagi dan malam hari untuk hasil yang maksimal. Agar kulit bebas kerutan dan tampak lebih muda.



Buah Kakadu Plum yang hanya tumbuh di Australia ini ditanam secara organik. Buah ini memiliki kandungan vitamin C tertinggi di dunia. Mengandung manfaat luar biasa bagi kesehatan dan kulit sebagai anti oksidan serta anti aging yang kuat. Ditambah dengan kandungan Niacinamide, Castor Oil dan Horse Chestnut, sehingga efektif mencerahkan dan meremajakan kulit wajah. Wow, ketjee!!



Nah, sekarang jadi tahu, kan! Kalau mau cari produk perawatan kecantikan yang alami, aman dan halal, Zalfa Miracle bisa jadi pilihan.

Oh ya, untuk pembelian bisa lewat distributor dan agen Zalfa yang tersebar di seluruh Nusantara. Jaringan distribusi yang luas menjadi bentuk komitmen keseriusan pelayanan Zalfa untuk bisa menjadi sahabat yang bisa memberikan solusi nyata bagi perempuan Indonesia guna memperoleh produk perawatan kecantikan terbaik. Buktinya pun sudah banyak kalau Zalfa cocok dipakai para perempuan Indonesia, yang diungkapkan melalui berbagai testimoni ini. Dan, kalau mau info tambahan lainnya bisa pantengin di akun FB Zalfa Cosmetics atau akun Instagram Zalfa Miracle.



Jadi, masih mau coba-coba produk yang nggak jelas alami, aman dan kehalalannya? Jangan lagi yaaaa! Pertimbangkan baik-baik semua, sebelum memutuskannya. Dan juga, tak lupa percantik hati agar pancarannya makin menyempurnakan kecantikan diri. πŸ’–



Love,

Dian Restu Agustina


*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog review produk Zalfa Miracle yang diadakan oleh Joeragan Artikel dan Zalfa Miracle



















































Tips Mengunjungi Museum Benteng Vredeburg

Tips Mengunjungi Museum Benteng Vredeburg
"The more you know about the past, the better prepared you are for the future" (Theodore Roosevelt)

Pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang membosankan bagi sebagian siswa di sekolah. Cerita tentang masa lalu yang tertulis panjaaaang membuat mereka seringkali merasa tak tertarik untuk mengulik. Padahal jika kisahnya disampaikan secara menyenangkan melalui media gambar, film, foto dan objek fisik lainnya, bisa jadi membuatnya lebih menarik lagi. Diantaranya adalah dengan mengunjungi sebuah museum. Kini, banyak museum bukan lagi tempat yang menjemukan karena sudah diperbarui sehingga makin kekinian. Salah satu museum menarik itu adalah, Museum Benteng Vredeburg di Jogjakarta, yang saya kunjungi Sabtu lalu.


Amaris Hotel Sagan Jogja

Amaris Hotel Sagan Jogja - Hotel yang Pas Buat Kantong Kita-Kita

"Pulang ke kotamu..Ada setangkup haru dalam rindu...Masih seperti dulu..Tiap sudut menyapaku bersahabat..penuh selaksa makna..Terhanyut akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu. Nikmati bersama..suasana Jogjaaa.."


Saya memang tak pernah tinggal di Jogja. Tapi entah kenapa lagu lama milik Kla Project yang bertajuk Jogjakarta ini juga bisa mengaduk-aduk perasaan saya. Dan, meski saya tak pernah punya kenangan khusus tentang Jogja, tapi saya selalu ingin kembali mengunjunginya. Ya, karena Jogja memang begitu istimewa!

Minggu lalu, saya menyambangi Jogja selama dua hari. Sejatinya untuk sebuah misi menghadiri acara ngunduh temanten ponakan dari keluarga suami. Acaranya sendiri dihelat pada hari Minggu, 12 Novenber 2017 di Sragen. Nah, lho! Kenapa nginepnya di Jogja yaaa? Nggak kurang jauh apa..hahaha!





kondangan di Sragen, nginapnya di jogja..

Alasannya, saya dan suami ingin sekalian mengajak si Adik mengunjungi beberapa tempat menarik di kota Jogja yang kemarin-kemarin luput didatangi. Lho kok cuma bertiga? Iya, karena si Mas sedang ada acara sekolah jadi kali ini tidak ikut serta.

Nah, jadilah kami menginap di Jogja dan karena menginapnya pas weekend, jadi sulit cari harga promo hotel (maklum mata saya ijo kalau ada promo-promo..) Lantaran kami hanya ingin menginap 2 malam, itupun tidak penuh ( karena rencana late check in dan early check out), jadi pilih yang hotel budget saja. Kualifikasi saya saat memesan hotel seperti dalam cerita ini tak berlaku lagi. Sudah nggak perlu yang ada kolam renangnya, karena si Mas lagi nggak ada ...

Nah, akhirnya dengan memesan lewat sebuah situs pemesanan, saya pun memilih Amaris Hotel Sagan Jogja. Sebuah hotel yang berlokasi di Jl. Prof. Herman Yohanes No.16, Terban, Gondokusuman, Jogja.  Sebenarnya kami hanya memilih berdasar nama besar grup yang menaunginya. Ya, Amaris, jaringan budget hotel berbintang dua yang berada di bawah Santika Indonesia, salah satu unit bisnis Kompas Gramedia. Tentu untuk kualitas tak perlu diragukan lagi. Selain itu, kami memang sengaja memilih agak ke pinggiran kota, karena harga hotel sejenis di kawasan Malioboro sudah di atasnya.

Juga setelah cek lokasinya yang dekat dengan UGM, UNY, pusat perbelanjaan dan beberapa tempat lainnya. Dan, jadilah kami menginap Amaris Hotel Sagan dengan harga 380 ribu/malam. Harga yang pas dengan kantong saya...(Semoga untuk kamu juga)


Kami baru check in setelah berkendara sekitar 15 jam dari Jakarta (banyak berhentinya daripada jalannya..hahaha), pada pukul 16.00. Kedatangan kami disambut dengan kiri kanan sekitar yang penuh tempat makan. Wah, pasti dekat cari apa-apa ini, pikir saya. Bangunan hotel bertingkat dengan lahan parkir ada di bagian depan dan basement. Syukur masih dapat tempat parkir di basement. Karena budget hotel, maka satpam sekalian berperan sebagai bellboy yang akan membantu barang bawaan tamu sampai ke lobby. Lalu saat memasuki lobby, kita akan disambut dengan petugas yang ramah di meja front office di sisi kiri. Dan, di sisi kanan ada deretan kursi dan meja makan, yang difungsikan sebagai restoran.


Karena sudah melunasi pembayaran kamar untuk dua malam saat memesan, jadi saya cuma mengisi formulir tamu, mengisi data diri dan menandatanganinya. Lalu dapatlah kunci, kartu tepatnya, untuk pembuka pintu kamar sekaligus menyalakan saklar listriknya. Petugas sekaligus juga memberi tahu username dan password untuk fasilitas Wi-Fi yang tersedia. (free Wi-Fi penting..biar nggak mati gaya yaaa...!)

abaikan sprei, sudah kadung bleg kasur ditiduri..eh lupa difoto

Lalu, kami pun menuju ke kamar di lantai 3 menggunakan lift yang tersedia. Selain lift tersedia pula tangga, yang nantinya lebih sering kami pakai. Oh ya, ini memang trik untuk tetap sehat saat berwisata. Biasanya saat jalan-jalan makan pun terusan. Jadi salah satu tips sehatnya, pergunakan tangga untuk membakar lemak di tubuh Anda..!


Nah, kamar yang kami pilih, Smart Twin Room, lumayan juga. Meski ukuran single bednya memang termasuk kecil. Ada TV layar datar dengan beberapa saluran hiburan. Meja kecil di sudut beserta kursi dilengkapi telepon, 2 botol air mineral, 2 mug, asbak dan kotak tissue. 


Brankas penyimpanan uang di atas meja di dekat gantungan baju. Juga kamar mandi model shower yang dilengkapi amenities, sikat gigi, sandal. Dan dua handuk mandi yang terlipat rapi. 


Ada AC di ruangan juga jendela lebar ynag bisa dibuka dengan penampakan ruang terbuka di bagian dalam/berseberangan dengan jendela kamar lainnya. Oh ya tersedia tempat sampah kecil di dalam kamar, jika tak cukup, di dekat lift ada tempat sampah besar yang tersimpan rapi di dalam dinding, sekalian dispenser jika tamu memerlukan air panas. Ide menarik!

lemari sisi ini dispenser, sisi sebelah bak sampah

Dan, karena kecapekan menempuh perjalanan Jakarta-Jogja, kami pun terlelap tidur setelah makan malam di Bungong Jeumpa.

Bangun pagi, bersihkan diri. Selalu suka dengan tipe shower di kamar mandi. Semestinya memang hotel yang pakai bath tub yang memerlukan air berliter-liter sudah ditinggalkan. Sayang banget karena air banyak yang terbuang. Termasuk bak mandi yang masih banyak ada di sebagian besar rumah di Indonesia. Seperti rumah saya di Jakarta, bangunan dari pengembang, kamar mandinya cuma berukuran 1x1,5 m dan pakai shower hingga hemat air dan listrik, karena pakai pompa air.


Juga, tersedia kartu berisi informasi, jika kita ingin sprei atau handuk diganti harap ditaruh di atas kasur atau digantung di rak handuk. Ada petunjuknya tertera. Jadi kalau merasa belum kotor banget nggak usah minta ganti baru. Sayang air, deterjen dan listrik yang terbuang untuk mencucinya. Belum lagi limbahnya.. Jadi, yang bijaksana ya...Meski sudah membayar kamar hotelnya bukan berarti kita bisa seenaknya memakainya, bukan! Yuk, sama-sama jaga lingkungan sekitar kita dan lestarikan sumber daya alam yang ada!

Kemudian setelah rapi dan wangi, kami pun turun untuk menikmati free breakfast di @ Xpress restoran yang terletak di lobby hotel sebelum berencana berkeliling Jogja. Sarapannya lumayan lengkap untuk kelas hotel bintang dua. Ada sudut roti bakar dengan varian olesan selai dan toasternya. Meja pemasak telur beserta petugasnya. Deretan menu utama yang didominasi makanan khas Jogja, bubur ayam, buah dan puding, kopi dan teh, dan beberapa makanan ringan lainnya. 








Karena sedang di Jogja, tentu pilihan gudeg Jogjanya layak dicoba. Meski saya tetap sadar diri dengan mengambil secukupnya dan menghabiskan makanan saya.  Sementara, dua tamu perempuan yang berbagi meja dengan kami, dari awal mengambil itu ini, nggak dihabiskan dan ditinggalkan begitu saja di piring-piringnya. Hadeeeh! Intinya kalau model buffet/prasmanan seperti ini adalah ukur dan kontrol diri. Ambil semampu kapasitas perutmu. Secukupnya dan jangan sampai menyisakannya. Ingat, masih banyak orang di luar sana mungkin makanan saja tak punya.


Setelah perut kenyang lalu jalan-jalan....Kelilingnya pakai ojek online saja. Mobil sengaja ditinggal di parkiran hotel, biar nggak pusing macet-macetan di jalan. (Masak di Jakarta dah macet-macetan, lagi liburan juga sama...). Jadi kami pakai grab car dengan tujuan pertama Pasar Beringharjo. Dari Amaris Sagan ke sana hanya 18 ribu tarifnya, 10 menit sampai, nggak perlu nyetir dewe, nggak usah pusing cari parkir...Lalu dari situ kami nantinya baru naik becak ke tujuan selanjutnya. Sorenya balik ke hotel pakai grab car lagi. Capek, malamnya lelap kembali. Oh ya, cerita jalan-jalannya di tulisan berikutnya yaaa..

Besoknya sarapan kembali. Menu sedikit berbeda dari hari sebelumnya dan masih tetap mantaaaap rasanya!

Nah, jika ditanya kesan menginap di Amaris Sagan, saya akan jawab memuaskan. Meski ada sedikit saran, agar tampak cantik dan tidak kaku, lobby yang sekaligus berfungsi sebagai restoran sebaiknya tersedia dalam kursi yang lebih nyaman. Jadi jika ada tamu hotel yang memerlukan tempat untuk berbincang, ngopi cantik, ketemuan dengan teman, lobby tersebut bisa jadi pilihan. 

Baiklah, ceritanya berakhir sudah. Siapa tahu lain waktu, kalau kamu ke Jogja, Amaris Hotel Sagan bisa jadi pilihanmu. πŸ’–



Paklik, Bulik, sepupu saya  yang tinggal di Jogja berkunjung ke hotel kami.




 Love,

  Dian Restu Agustina

When Life Gives You Lemons, Make Lemonade!


"Selama bertahun-bertahun, kupikir aku telah berhasil menghapus memori tentang Emak begitu saja. Entah mengapa aku benar-benar ingin menghapusnya. Namun kini, kenangan itu, meski kecil-kecil, terpecah-pecah, tersebar-sebar, perlahan mulai bertautan kembali. Kali ini setelah Emak pergi, tak kubiarkan pecahan-pecahan itu menghilang lagi." (hal ix)


Judul: Ketika Emak Memakai Celana Dalamku (When Mother Wore My Underpants)

Penulis: Ahmad Zaenudin 

Penerbit: Indie Book Corner

Cetakan: 1/2017 

Halaman: xii+188

Bahasa: Indonesia & Inggris 

ISBN: 978-602-3092-73-4

Harga: Rp 65.000,00

Hidup sering tak memberi kita banyak pilihan. Terkadang begitu banyak hal yang membuat kita merasa, sepertinya begitu sulit menjalaninya. Tapi, apakah yang menimpa kita itu sudah yang paling berat diantara yang lainnya? Ataukah sebenarnya, yang kita hadapi tak ada apa-apanya dibandingkan apa yang menimpa orang lain di sekitar kita. Lalu, bagaimana kita menyikapi masalah itu? Biasanya dengan berduka, bukan? Tapi sesekali, kenapa tak mencobanya dengan tertawa!

Adalah sebuah buku "Ketika Emak Memakai Celana Dalamku" yang menelaah beragam kisah. Dimana sesudah membacanya akan menyadarkan kita bahwa di saat sebuah masalah ada, sejatinya ada dua hal yang menyertainya yaitu air mata dan tawa.

Penulis menceritakan 10 kisah dalam buku dwi bahasa ini, atas dasar kisah nyata yang dihadapi. Kisah yang bisa saja membuat kita tertawa membaca kejenakaan tokoh utamanya dan sekaligus berurai air mata ketika membayangkan sulitnya hidup yang dilakoninya. (Jujur, saya saja nangis saat membacanya...😒)

Ya, sepenggal kenangan penulis akan tokoh Emak, ibu yang melahirkan dan membesarkannya. Sesosok perempuan yang unik dan nyentrik. Yang sejatinya, ketika kisahnya dicerna membuat kita merasa betapa kenestapaan mendera hidup sang Emak. Namun, lantaran cerita disampaikan secara ringan, dalam versi keseharian, maka pembaca pun dibuat tertawa meski dalam hati miris juga. 

Emak, ibu 6 orang anak yang berhasil menempa penulis menjadi sosok yang kini berani menghadapi hidup apapun yang terjadi. Meski tak berpendidikan tinggi, tak punya harta untuk membekali, tak juga ada cukup kebaikan untuk dijadikan teladan. Tapi, Emak yang apa adanya, disadari atau tidak telah meninggalkan kenangan yang meski buram tapi menurut penulis patut untuk dibagikan.

Sepuluh cerita di dalam buku ini masing-masing memang berdiri sendiri sebagai kisah penuh hikmah. Tapi satu sama lain punya benang merah. Sebuah pesan tersampaikan: jika hidup memberimu kepahitan tak musti membuatmu terpuruk dan makin memburuk. Semestinya cari sesuatu yang bisa membuatnya paling tidak menjadi ramuan jamu. Hingga meski asalnya pahit tapi ia bisa berasa manis dan akan menyegarkan dan menyehatkanmu. Yup! When life gives you lemons, make lemonade!


Diantaranya pada cerita: "Ketika Emak Memakai Celana Dalamku". Dikisahkan setahun setelah sunat, barulah penulis mengenal apa itu celana dalam. Itupun atas bantuan dermawan yang memberikan bantuan dana pendidikan kepadanya. Akhirnya dimilikilah 3 buah celana dalam yang tentu saja tak mencukupi jumlahnya di kala musim penghujan tiba. Satu hari, saat yang dua masih basah di tiang jemurannya, harusnya masih ada satu yang kering tersisa. Tapi entah kenapa tak ditemukannya. Padahal ia harus segera berangkat ke sekolah. Di tengah kebingungan, akhirnya ada jawaban. Celana itu nantinya telah molor jadi ukuran kesekian.

Kisah tersebut menghadirkan kepahitan sekaligus kegelian yang pada akhirnya membuat pembaca merasa begitulah memang hidup jika diceritakan. Kadang bisa membuat tawa membahana dan di saat yang sama hati terasa getir saat mendengarnya.

Apakah cerita itu lucu? Iyaaa! Miris? Pasti! Bahkan bikin nangis! Mengingat kelimpahan yang orang sekitar punyai, masih ada yang mengalami kisah seperti yang si tokoh cerita alami.

Beberapa kisah lain juga membuat pembaca mengembara pada bayangan ketangguhan sosok Emak yang meski bukanlah Ibu yang dikategorikan sempurna tapi senyatanya membuat kita bisa meneladaninya. Bahwa menjalani hidup tak perlu seberat itu. Juga hidup tak seharusnya membuat kita melulu menangis tersedu. Emak mencontohkan bahwa diantara tangisan ada tawa lebar yang harusnya bisa dikembangkan. Emak benar-benar hidup untuk saat ini, living in the very real moment. Emak yang hidup tanpa membebani diri pada penyesalan tentang masa lalu pun khawatir sekali tentang masa depan. Ia jalani saja kehidupan dengan menebas segala kekacauan yang datang. Pola hidup versi Emak yang bisa jadi obat mujarab untuk bahagia. Karena meminta kita segera move on dari kenangan dan tak perlu terlalu stres memikirkan hal yang ada di depan. 

Dan akhirnya saya pun merekomendasikan buku ini untuk siapapun, khususnya yang saat ini sedang terpuruk. Karena, kisahnya bisa membuat kita banyak bersyukur pada-Nya. Membuat kita sadar bahwa memang Tuhan hanya akan memberikan beban pada hamba yang kuat menanggungnya. You're given this life because you are strong enough to live it! Seperti penulis yang di masa kecilnya bersama Emak dan 5 kakaknya harus berbagi rumah tanpa kunci pintu, tapi akhirnya bisa meraih apa yang dicita-citakannya. Bisa mengirimi Emak foto wisuda dari satu kampus di Australia, kartu pos bergambar Tembok Besar Cina, foto berlatar Hagia Sofia, surat berstempel negara India dan kisah dari hampir separuh tempat indah dunia yang didatanginya.

Membuat saya setelah selesai membaca, kembali ke pengantar awal dari penulis, mengapa sampai membuat buku yang dipersembahkan untuk sang Emak. "Semua hal tentang Emak yang membuat aku merasa, berkewajiban membawa memori itu untuk selamanya. Dan takkan membiarkan pecahan memori itu pergi begitu saja." (hal ix).

Oh ya, karena buku ini dwibahasa, maka bisa juga dibaca oleh yang bukan pembicara bahasa Indonesia. Atau, bisa untuk menjajal kepiawaian Bahasa Inggris kita saat membaca versi terjemahannya. Karena setelah satu cerita dimuat dalam Bahasa Indonesia, pada lembaran berikutnya ada versi terjemahan dalam Bahasa Inggrisnya. Kereeen, bukan?



Bagaimana, kamu penasaran ingin membacanya? Silakan pesan saja buku bagus ini di www.bukuindie.com. Atau kamu mau berdiskusi dengan penulisnya yang saat ini berdomisili di Perth, Australia? Bisa kontak di emailnya: ahmad_zaenudin@hotmail.com. 

Yakin deh, setelah baca buku ini ada banyak hal yang bisa menginspirasi dan memotivasi diri! Juga mengingatkan kita untuk bersyukur karena firman-Nya: "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman) memang sangat benar adanya.

Selamat membaca!πŸ’—





Happy Sharing - Happy Reading!


Dian Restu Agustina






Bungong Jeumpa - Kuliner Aceh yang Mantap di Jogja

Bungong Jeumpa - Kuliner Aceh yang Mantap di Jogja. Sejak lama saya dan suami menyukai kuliner asli Aceh. Tepatnya, saya yang ketularan dia. Sebelumnya dia yang kenal duluan, karena memang telah lebih dulu tinggal di Sumatera (Bengkulu, Medan, Pangkalan Brandan) selama 6 tahun lamanya sebelum menikahi saya. Lalu, saat saya tinggal bersamanya di Pangkalan Brandan, mulailah saya jatuh cinta pada olahan di rumah makan Aceh ini, khususnya varian mie.




Tak hanya itu, kami juga kadang berburu sampai ke Medan. Yang terkenal adalah Mie Aceh Titi Bobrok. Kami juga sering pergi mencicipi kelezatan rasa mie di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah propinsi Nanggore Aceh Darussalam yang berbatasan dengan Sumatera Utara.

Dan akhirnya, berlanjut saat pindah ke Jakarta, asal lihat warung Mie Aceh, kami pun tertantang merasakan kombinasi rasa pedas, gurih dan lezat bumbu rempahnya.



Nah, hari ini saya sedang berada di Jogja untuk sebuah acara keluarga. Saat tiba di hotel tempat menginap, mata saya langsung tertumbuk pada bangunan merah bertuliskan Bungong Jeumpa Aceh Kuliner. Hingga, lidah saya pun menari minta dituruti.

Akhirnya, makan malam pun tertuju pada deretan menu di rumah makan yang terletak di Jalan Prof Herman Yohanes, Terban, Gondokusuman, Jogja. Tepatnya persis di sudut jalan/pertigaan dengan Jalan Sagan. 

Dominasi warna merah yang dimiliki dinding, interior ruang dan seragam karyawan memang sukses mengundang mata dari kejauhan.

Deretan kursi pilihan tersedia, mau di lantai satu atau dua, di dalam ruangan atau di terasnya, tinggal pilih saja. Menunya pun punya variasi menarik. Ada 21 varian Mie Aceh, 21 Nasi Goreng, 21 Roti Cane dan 17 Martabak. Kisaran harga adalah 10 ribu - 35 ribu rupiah. Selengkapnya ada di daftar menu berikut ini:


Dan diantara deretan menu yang mengundang selera, saya sekeluarga pun memilih: Mie Aceh, Martabak Telur, Mie Aceh Spesial, Martabak Telur Kuah Kari Ayam. Dan, ternyata rasanya..wah, enaknyaaa! 




Sengaja pilih yang sedang saja pedasnya. Karena teringat kalau menu yang original itu biasanya pedasnya, astaga! Nggak kuat saya...hahaha. Apalagi saya keder duluan lihat motto yang ditempelkan di dinding. Sebuah tulisan yang berbunyi:


Sementara, untuk minum, kita bisa mencoba diantara pilihan yang ditawarkan. Rentang harganya seribu sampai 16 ribu rupiah. Nah, karena ini warung kuliner Aceh, nggak sah kalau nggak beli kopi Aceh, bukan? Jadilah suami memesan Es Kopi Aceh. Sementara saya, Kopi Tarik. Anak saya memilih kesukaannya yaitu strawberry float. 


Saya sejatinya teringat kalau kopi tarik itu memakai susu kental manis untuk campuran susunya. Padahal saya nggak suka kalau terlalu manis (maklum merasa diri sudah manis kwkwkw). Nah, benar saja! Kopi Tarik Acehnya ala Jogja. Jadi, manisnyaaaa...hadeeh! Sampai saya minta itu ditambahi air panas lagi...hihihi


Akhirnya 4 set menu makan dan minum pun licin tandas. Alhamdulillah! Dan ucapan Alhamdulillah pun terulang lagi saat saya membayar di kasir, karena totalnya yang hanya seratus ribu rupiah (di Jakarta sudah berapa bayarnya yaaa..)

Nah, buat kamu-kamu yang bosan dengan gudeg Jogja atau lagi pengin coba kuliner Aceh yang nendang pedasnya, coba saja ke Bungong Jeumpa. Kata Mbak Kasirnya sih ada beberapa cabangnya di Jogja. Karena sudah malam nulis cerita ini, kamu googling aja ya sendiri... Oh ya, yang cabang tempat saya makan ini, buka dari pukul 8 pagi sampai 10 malam. Bisa menjadi tempat acara ultah, juga terima pesanan nasi kotak. Itu tulisan yang saya baca pada kertas yang tertempel di dinding kasir. Oke, selamat Menikmati!πŸ’–


Happy Sharing ~ Happy Blogging

Dian Restu Agustina


Memesan Penginapan di Zaman Now, Nggak Bakal Bikin Galau!




Saya belajar Ilmu Pariwisata saat kuliah dulu. Saat itu yang dipelajari antara lain tentang seluk beluk manajemen hotel. Mulai dari pemesanan, pelayanan, pemasaran, dan segala hal yang berhubungan dengan pengelolaan penginapan.

Misalnya saja untuk memesan penginapan, dulunya masih dilakukan dengan melalui telepon, fax dan surat menyurat. (Oh ya, ini cerita saat saya belajar di zaman baheula yaa, ketika awal kuliah di tahun 1994..Ketahuan tuanya haha...)

Biasanya berdasarkan pemesanan kamar, ada dua tipe tamu hotel yang datang yaitu yang memesan lebih dulu (by reservation) dan tamu tanpa pemesanan (walk in guest). Yang memesan lebih dulu akan mendapat kepastian ketersediaan kamar. Berbeda dengan yang tanpa pemesanan, jika ada kamar kosong berarti rejeki, kalau tidak ya harus cari-cari hotel lagi.

Pemesanan hotel dulunya memang tak perlu dilakukan. Biasanya orang menginap di hotel karena kemalaman sampai tempat tujuan atau kunjungan ke kota yang jauh dari tempat tinggal untuk suatu keperluan. Karena itu, dulu hotel biasanya berlokasi di dekat stasiun kereta api, terminal bus, tengah kota atau bandara.

Tapi, dengan perkembangan tranportasi dan teknologi, juga mobilitas manusia yang makin tinggi, maka hotel makin dibutuhkan sebagai tempat tinggal sementara. Beragam tujuan melatarbelakanginya seperti tujuan berwisata, berbagai pertemuan, acara kantor, helatan organisasi, bisnis pribadi, kunjungan kerja, silaturahmi keluarga dan bermacam gelaran kegiatan lainnya.

Nah, tentu pemesanannya sekarang tak lagi ribet seperti dulu. Berbagai situs dan aplikasi pemesanan kamar hotel telah tersedia dan mudah sekali aksesnya. Beragam pilihan pun ditawarkan, apakah memesan sekalian dengan tiket pesawatnya, tiket tempat wisata atau tiket moda trasnportasi yang lainnya. Semua pilihan ada di tangan kita, tinggal disesuaikan dengan ketersediaan dana.


Untuk itu sebaiknya pemesanan dilakukan sebelumnya. Karena sebenarnya dengan memesan duluan, kita akan diuntungkan, diantaranya:
  • Kita mendapat kepastian bahwa kamar akan tersedia pada saatnya tiba.
  • Kita bisa memperkirakan anggaran yang akan disediakan untuk biaya penginapan selama melakukan perjalanan.
  • Kita terhindar dari kemungkinan bahaya maupun risiko yang mungkin terjadi dalam perjalanan mencari kamar untuk tempat menginap.
  • Kita dapat menikmati pelayanan yang maksimal karena persiapan sudah dilakukan oleh pihak hotel sebelummya.
Tak hanya dari sisi kita sebagai tamu, pihak hotel pun diuntungkan dengan sistem reservasi ini, karena:
  • Hotel dapat memprediksi tingkat hunian kamar pada periode tertentu.
  • Hotel dapat memperkirakan pendapatan, sehingga dapat menyusun program dan penggunaan anggaran.
  • Memudahkan untuk menyusun jadwal bagi karyawan yang akan dipekerjakan.
  • Hotel dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para tamu, sehingga tamu akan merasakan kepuasan.
Lalu apa yang dilakukan pertama kali saat memesan kamar lewat situs pemesanan ini?
  • Masukkan info tempat yang dituju dengan benar. Bisa ketikkan nama kota tujuan, lokasi hotel yang diinginkan atau nama hotel yang mau dipesan. 
  • Pilih waktu pemesanan, tanggal check in kapan dan tanggal check outnya.
  • Isikan berapa kamar yang dibutuhkan dan jumlah tamu yang akan menginap.
  • Log in ke sistem. Jika data kita sudah terdaftar, maka sistem tinggal mencocokkan, jika belum, kita tinggal melakukan pendaftaran.
Setelah semua terisi, sistem akan mencari seperti kualifikasi kamar hotel yang kita butuhkan. Kita tinggal urutkan menurut:
  • Harga kamar
  • Review tamu
  • Popularitas
  • Kualitas layanan (hotel bintang berapa)
  • Fasilitas yang ada: Wi-Fi, tempat parkir, antar jemput bandara, restoran, lift, akses untuk disabilitas, gym, kolam renang, kid corner dan lainnya.
  • Tipe: vila, hotel, hostel, apartemen, dan lain-lain

Semua filter tadi akan mengerucut ke hotel pilihan yang kita inginkan. Misalnya, saya sekarang selalu punya kualifikasi, diantaranya: free Wi-Fi (hari gini, free Wi-Fi lebih penting daripada free breakfast kwkwk), ada kolam renang (kalau nggak ada, anak-anak bisa protes berat), free breakfast dan area parkir (jika bawa mobil sendiri). Sedangkan untuk fasilitas lainnya, saya ikut sajaaa..

Oh ya, jangan lupa untuk membuka juga peta lokasi tempatnya (maps directory). Sehingga kita bisa memastikan letaknya dekat atau jauh dari tempat yang kita inginkan. Jangan sampai kita ingin berwisata kemana ternyata menginapnya di hotel yang jauh dari sana.

Setelah semua sudah sesuai dengan keinginan, tinggal lakukan pembayaran. Pastikan memeriksa Syarat dan Ketentuan yang berlaku lebih dulu. Biasanya berisi tentang kebijakan pembatalan dan ketentuan lain yang berkaitan dengan pemesanan. 

Jika semua sudah oke, lakukan pembayaran. Biasanya ada pilihan apakah memakai kartu kredit, debit, transfer bank dan tunai di gerai mini market yang ditunjuk.

Nah, setelah semua sudah, kita akan dikirimi voucher pemesanan hotel lewat email dan pesan singkat. Voucher ini bisa kita cetak untuk ditunjukkan ke bagian Front Office saat tiba di hotel tujuan. Atau bisa tunjukkan versi mobile-nya saja.

Mudah bukan? Pemesanan hotel secara online zaman now memang simple dan nggak bakal bikin galau!

Kalau kamu lebih senang pilih yang mana, melakukan pemesanan atau langsung datang? Reservasi sebelumnya atau jadi walk in guest saja?

Kalau saya, jika perjalanan memang sudah direncanakan, lebih baik pesan duluan. Pernah kejadian saat saya sedang hamil, bersama suami dan kedua orang tua saya, kemalaman di Brastagi. Tanpa pemesanan sebelumnya putar-putar cari hotel. Dan, karena musim liburan, semua full booked. Jadilah, dapat penginapan dari penjaja vila. Sebuah vila milik PTPN yang dibangun sejak zaman Belanda. Bangunan jadul yang horor banget bikin saya hampir nggak bisa tidur semalaman. Perasaan saya, lukisan yang ada di kamar seperti hidup saja...hahaha. Belum lagi suara air netes sendiri, pintu yang berderit...Aduh, kapok!

Cerita kedua, dulu banget pernah menginap berdua saja sama suami di kawasan stasiun Gambir. Hotel tua dari zaman Belanda juga sepertinya. Nah, sorenya saya taruh sekotak bolen pisang di meja. Semalaman nggak tenang tidur (klisikan, bahasa Jawa). Paginya, itu kue sekotak sudah pindah tempat. Kami berdua sampai lihat-lihatan kebingungan. Beberapa posisi benda di meja juga berganti...Hiiii..!

Jadi, kalau nggak terpaksa sekali mending reservasi. Biar nggak dapat hotel yang hiii...ngeriii!

Stay Safe & Have Fun!πŸ’–


Love,

Dian Restu Agustina