10 Tahun Bersama Facebook



Hai..hai..

Hari ini kita ngobrolin Facebook yuk! 

Itu tuh, berkaitan dengan berita akan ditutupnya akses FB di Indonesia...#telatbangetπŸ˜€

Eits..Tapi saya enggak ngomongin dari sisi kasusnya kok..Karena kalau menurut saya, jika pun ditutup aksesnya, masih banyak jalan menuju Roma..#eh Maksudnya masih ada beberapa pilihan sosial media. Jadi enggak usah bingung lah, kita tinggal pindah ke lain hati saja! 

Nah, yang saya mau ceritakan kali ini adalah, berapa lama Facebook telah membersamai saya...

Profile Picture FB 2009, chubby karena baru 3 bulan lahiran
Memang penting banget ya? Ya, enggak penting-penting amat sih..kwkwk. Tapi karena tahun ini Facebook genap satu dasawarsa menemani, maka enggak ada salahnya kalau ini saya jadikan tema tulisan kali ini.πŸ˜‚

Jadi ceritanya, saya punya akun Facebook itu dibikinin sama adik ipar saya. Saat itu saya baru setahun pindah ke Jakarta dan masih belum melek banget dengan internet apalagi sosial media.

Yang saya ingat, adik ipar saya (yang juga sahabat saya saat SMA), saat itu mengatakan kalau lewat Facebook kita jadi bisa terhubung dengan banyak saudara dan juga teman lama.

Nah, saya yang sekian lama merantau dari kampung halaman untuk kuliah, bekerja lalu mengikuti suami pindah-pindah pun tertarik untuk mencoba. 

Niagara Falls (PP Facebook 2010)
Saya berdua adik ipar pun mulai mencari nama-nama teman kami. Dan, add friend...meminta konfirmasi untuk "diakui berteman"

Sayangnya, saat itu belum banyak teman yang Facebook-an. Jadi kami berdua pun enggak banyak dapat pertemanan. 

Atau, ada teman-teman yang sebenarnya Facebook-an, tapi mereka pakai nama samaran, enggak pakai nama beneran. 

Misalnya, sebenarnya namanya Dian Restu Agustina tapi di Facebook pakai nama: Dian Bunda IvanDian Pramono, Dian Ummu Randy, DR Agustina,... 

Pokoknya nama asli yang ditambahi status terkini atau disingkat, enggak sepanjang nama lengkap. 

Texarkana, perbatasan Texas-Arkansas (PP Facebook 2011)
Oh ya, saat itu belum ngetren pakai nama alay ya seperti: Dian Restu Masih Menunggumu Sepanjang Waktu atau Berakit-rakit ke Hulu Berenang-renang ke Tepian Bersakit-sakit Dahulu Bersenang-Senang Kemudian (Dian).....πŸ˜†

Alhasil, kalau nama yang kita ketikkan di "find friend.." nama asli teman tersebut ya enggak bakal bisa dicari...

Nah, bikin akun sudah, lalu isi data ini itu dan mulailah ketemu teman satu persatu. 

Tapi, saya mendadak merasa kalah telak. Beberapa teman yang tersambung saat itu adalah  yang sudah bersentuhan dengan internet dan sosial media...Dimana saat itu tidak semua kalangan yang bisa mengaksesnya karena biaya pulsa/kuota masih mahal harganya. 

welcome pledge Las Vegas, Nevada (PP Facebook 2012)
Dan teman-teman dengan beraneka kondisi terkini ini, membuat saya bersedih hati. Pasalnya dari akun Facebooknya saya melihat mereka sekarang sudah jadi "orang".

Ada yang sukses dalam studi dan sedang bersekolah di luar negeri, ada yang nama profesinya bikin saya yang baca merasa bukan siapa-siapa dan ada juga yang sudah berfoto dengan latar belakang punya semua-semuanya...

Saya yang saat itu berstatus Ibu Rumah Tangga dan nyaris hanya berkegiatan di rumah saja, pun merasa berada pada titik terendah kurva percaya diri (atau minus malah...) Hiks!

Masjid Kubah Emas ( PP Facebook 2013)
Saya pun beberapa waktu membiarkan wall Facebook saya kosong melompong tanpa aktivitas apapun. Termasuk tidak memasang foto untuk profile picture di akun saya. 

Saya hanya membuka Facebook sesekali dan berusaha menahan rasa iri entah pada siapa yang sudah menampilkan pencapaian di wall-nya. 

Yup, saya memilih menjadi silent reader dan setelahnya semakin baper..!

Sampai saya pindah dari Jakarta menemani suami menempuh bea siswa MBA di New Orleans, Amerika, kurva pede saya juga belum banyak bertambah angkanya. 

Cuma bedanya, saya sudah "berani" nulis status, upload foto, juga like dan komen di status teman. Lumayaaaan!

Klenteng Sam Poo Kong (PP Facebook 2014)

Nah, ketika ada haters (#halah) yang mengomentari status jalan-jalan saya saat di Amerika dengan "Wah sekolah kok jalan-jalan melulu yaaa!", "Enake di situ jalan-jalan terus!" atau "Jalan-jalan lagi nih, enggak kuliah?"...Hati saya pun menciut kembali!

Mereka mungkin sekedar komentar tanpa bermaksud apa-apa, tapi karena kondisi ke-pede-an saya saat itu memang labil. Saya pun sering menghapus foto dan status (yang saya sangat sesali kini. Karena ketika semua dokumentasi hilang, saya jadi enggak punya kenangan..hiks!)

HIMARINE - Himpunan Mahasiswa dan Warga Indonesia di New Orleans (PP FB 2015)
Padahal yang mereka enggak tahu, dibalik foto-foto itu ada perjuangan panjaaaang. Dimana saya sekeluarga berhemat diantaranya dengan memilih untuk tidak membeli perabot rumah selama 2 tahun tinggal di sana. Dengan memilih menerima lungsuran dari teman-teman Indonesia yang pindahan atau punya barang yang tak lagi digunakan.

Saya, juga memilih bergabung dengan freecycle community di kota tempat saya tinggal. Yaitu sebuah komunitas online tempat kita memberi dan menerima barang yang masih layak pakai. (FYI, diantaranya saya dapat stroller, mainan dan buku bacaan anak dari keluarga Muslim berkebangsaan Palestina yang menetap di sana)

Sumber Podang, Kediri (PP FB 2016)
Lalu, saya juga sering mengambil barang yang masih oke dari trash bin/tempat sampah di depan apartemen di jalan yang saya lewati saat antar anak.

Eh, tapi bukan ngambil sampah yaaa hahaha...Tapi ambil scooter anak yang masih utuh, kursi putar untuk meja belajar, side table/meja kecil ...dan banyak. Karena kalau orang Amerika, ketika punya barang enggak dipakai dia taruh saja di sisi trash bin, siapa tahu ada orang yang masih perlu. Enggak seperti di Jakarta, kalau kasur enggak dipakai lagi, dibuangnya ke kali..hhhh! 

Ya ampun, di Madiun gethuk, botok, ketan,.. enaaak seribuan! (PP FB 2017)
Nah, balik ke Facebook lagi...

Seiring dengan menuanya dewasa usia, maka saya pun makin bisa menyikapi segala kelebihan dan kekurangan yang saya miliki.

Saya bisa jadi iri pada pencapaian teman, padahal bisa saja dia baper dengan apa yang saya miliki kini. 

Saya menilai bahagia yang seharusnya dengan kriteria yang saya ciptakan dan lupa akan ukuran kebahagiaan yang orang lain terapkan. 

Saya pun tersadar betapa tidak bersyukurnya saya atas segala nikmat yang diberikan-Nya. 

Nah, di titik inilah saya mulai membuka diri di sosial media. Saya jadi lebih pede Facebook-an. Tapi tetap berusaha kalau enggak terpaksa untuk tidak menulis curhatan berbau galau, risau atau meloow..πŸ˜€

Muslimah Kekinian di acara Blogger Muslimah (PP FB 2018)
Saya berusaha menjadikan sosial media tempat berbagi kebaikan, menjalin pertemanan dan... pasang iklan  kwkwkw. 

Pokoknya yang baik dan apik sajaaa...!!

Syukur-syukur kalau ada yang terinspirasi dari status saya, termotivasi dengan pencapaian  atau tertular dengan semangat saya untuk menghebat. #eaaa. 

Aamiin..

Yang pasti enggak perlu terlalu berlebihan melihatnya, semua yang ditampilkan di sosial media seperti layaknya dunia maya, bisa saja jauh dari nyata. 

Seperti, status otewe tapi kenyataannya di dapur lagi nggoreng tape. Fotonya selalu dandan padahal kalau disamperin ke rumah banyakan dasteran...πŸ˜…

Nah, yang utama yuk kita semua menjadi pengguna Facebook yang bertanggung jawab. Karena status kita adalah kualitas diri kita. Dan, kapan kita kopdar-an, masak cuma Facebook-an...?? #eh😍

Oh ya, kalau teman-teman, sudah berapa lama Facebook-an?




Be Happy, 


Dian Restu Agustina








25 comments:

  1. kayaknya hampir sama deh mbak hampir sepuluh tahunan mainan facebook, kalau sekarang malahan lebih aktif gunain facebook dari pada dulu, lebih aktif di grup game gitu, jadi bisa sosialisasi dg player indo ataupun luar negeri, maka nya dari itu saya gak setuju banget kalo facebook di blokir di indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..semoga enggak jadi diblokir ya Mas...hiks, saya juga jadi enggak bisa ngklanin blog lagi nanti :(

      Delete
  2. Hihi..kagum sekaligus ngakak di bagian akhir mbak..bener banget, makannya kugak mau ganti foto, karena di rumah isinya dasteran semua :D

    ReplyDelete
  3. wkwkwwk.. samaan ya mba Dian, saya juga bikin FB sejak Okt 2008, dan sepanjang perjalanan FB, namanya pernah alay, jadi Reyne Chayna Ade ampuunn norak, pas barusan nikah juga ganti nama Reyne Ade Kurniawan, sampai-sampai teman FB bingung mana saya, mana akun suami hahaha.

    Pernah juga ada di masa minder saat pertama kali jadi IRT dan jadi gotsong pas tinggal di Jombang.
    Jadinya banyak foto yang akhirnya saya hapus hiks, padahal tinggal di privat kan bisa yaa..

    Baru mulai heboh di status saat tahun 2014.

    Dan saat liat postingan ini, saya kepo dong ama foto profil saya dulu, ampuuunnn, foto saya dulu mengerikan wkwkwk, mba Dian mah cantik dari masa ke masa.

    Kalau saya memang gunakan facebook untuk bisnis sih, jadi untuk blogger hanya pakai FP, IG dan twitter.
    Jadinya FB update yang cantik-cantik saja. padahal mah kalau ada yang datang, shock liat saya yang pakai celpend ama kaos bau ASI hahaha.

    oke, mari kita bikin status OTW menuju pulau kapuk wkwkwkwk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwkww..
      Itu foto dipilih yang bagus. Ambilnya beberapa kali hihihi..Kan, pencitraan!

      Delete
  4. Hmm, brapa tahun ya Mba, bingung juga euy. efek negatif dunia millenial ada aja ya Mba. cerita kita beda-beda karena rezekinya beda-beda untuk saling menyempurnakan kisah :)

    ReplyDelete
  5. Saya juga udah sepuluh tahunan punya akun Facebook, sedihnya banyak yang dulu sering interaksi dengan saya udah pada duluan menghadap Allah, mau dihapus pertemanan kok rasanya gak tega, jadi masih ada di list pertemanan. Saya juga jarang ganti PP FB karena gak pernah bagus kalo difoto jadi gak pede lagian gak pernah kemana-mana, gak kayak dirimu yang udah terbang kemana-mana hehe.

    ReplyDelete
  6. Aku udah sebulan ini lagi gak FB an, Mbak Dian. Penat, pengen rehat sejenak

    ReplyDelete
    Replies
    1. bosen juga kadang ya Mbak...aku update status kalau lagi update blog saja ..lagi bosen

      Delete
  7. lupa mb udah berapa lama ya, kayaknya dulu pas lagi anget-angetnya FB muncul, langsung bikin, trus apdet nya lewat FB juga, skrg jarang nulis status di FB

    ReplyDelete
  8. FB juga bisa menambah pertemanan walaupun di dunia maya. Bisa bertukar pengalaman dan ilmu

    ReplyDelete
  9. Ples mines di dunia perfacebookaan ya mba. Tapi bener lho,kedewasaan seseorang sekarang bisa diukur dari postingan akun fbnya.

    ReplyDelete
  10. Seingat saya, saya mulai kenal pesbuk tahun 2009 pas di Batam, deh. Masih gak terlalu aktif. Sekarang pun seperlunya saja sih saya nyetatus, hehe. Yang penting isinya bermutu dan... bisa nyambungin silaturahmi antar teman. Mosok pesbuk isinya gontok2an, huu gak seru!
    Btw, semoga kapan2 bisa kopdaran dengan mbak Dian, aamiin.

    ReplyDelete
  11. Iya ya. Karena tulisan ini aku pun jadi bertanya udah berapa lama ya aku bersama facebook?. Bagiku facebook bukan hanya sekedar buat seneng-seneng, say hay ama temen-temen tapi juga buat tempat belajar. Suka banget klo baca status2 dari ahlinya tentang ilmu yang pengen kita pelajari contohnya seperti parenting. Slain itu facebook juga tempat menyimpan banyak cerita dan kenangan ya Mba 😍

    ReplyDelete
  12. Kalo aku mulai tahun 2010 mbak kenal facebook. Tp saat itu cuma buat jalin pertemanan aja. Th 2013 baru deh FB beralih fungsi buat nyari duit. Aku juga tipikal org yg ga suka dandan mbak, jadinya jarang deh pajang foto cantik. Hehehe.

    ReplyDelete
  13. Ya sama sih sejak 2008. Bikin akun sebenernya mau stalking anak. Haha...Tadinya dia marah, saya stalking dia. Alasan aja, saya bilang mau nyari teman SMP.
    Skrng malah jarang nyetatus...

    ReplyDelete
  14. FB lah yg menemukan teman2 SMP & SMA saya, juga teman2 yg lain. Sampai sekarang kita.tetap bisa berkomunikasi..

    ReplyDelete
  15. aku baru thn 2009 join FB, sempat deactivate account tapi akhirnya dibuka lagi gegara buat juwalan hahahaha... sekarang pakek FB untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman dan membangun networking sekaligus modal nyari duwit. beruntung banget bisa kenal sama orang-orang keren seperti Mba Dian ini.. #tsaaahh

    ReplyDelete
  16. Whuaa itu Las Vegas langitnya bersih banget... Pengeeen iih... Hihii #galfok. Btw aku sejak ada fb langsung bikin cuma yg akun baru ini dr tahun 2015 atau 2016an gt.

    ReplyDelete
  17. Eh aku juga masih njamani loh mbak nama Fb yang alay gak ketulungan itu haha. Nulis perjalanan perFBan bisa lengkap dan detail gini keren banget mbak. Aku jadi pengen ikutan mengenang perjalanan dari Friendster ke FB hihi :)

    ReplyDelete
  18. Wih, kok sy jadi teringat juga kenangan fesbukan dulu yaa 😁😁 Jadi, waktu itu sy masih labil juga, kacau lah pokoknya. Dari yg mulai males pasang foto, komen2an berantem sampe pasang status alay dan curhat gak pada tempatnya. Hahaha. Gak banget isi fesbukku. Alhamdulillah, sudah tersadarkan 😁😁

    ReplyDelete