24/7 Bed & Breakfast Jimbaran - Penginapan Mengesankan Untuk yang Berdana Pas-Pasan



Perjalanan kami yang berawal dari Lovina, lanjut ke Bedugul dan Kintamani. akhirnya sampai di sisi Selatan Bali.

Rencananya, kami akan menghabiskan waktu lebih banyak di sini.

Selain ingin mengunjungi beberapa destinasi yang ada di area Kuta dan Nusa Dua, saya juga ingin mengajak anak-anak ke almamater saya tercinta, Universitas Udayana. 

24/7 Bed & Breakfast Jimbaran
Jadi ingat, tahun 1994 saat ospek dijemur di lapangan depan rektorat 

Jadilah, setelah pilah-pilih, suami memesan penginapan di wilayah Jimbaran.

Pertimbangannya, itinerary selama di sini adalah Kampus Udayana, Pura Uluwatu, Pantai Pandawa, Pantai Kuta dan Garuda Wisnu Kencana.

Nah, menilik lokasi, hotel yang kami pilih ini berada di tengah-tengah dan menjangkau ke semua area tadi.

Selain itu, review beberapa tamu akan hotel ini sangat positif dan mereka merekomendasikannya untuk wisatawan berdana pas-pasan tapi ingin pelayanan yang memuaskan,.... seperti kami hihihi. πŸ˜€


Apalagi, saat memesan, hotel menyediakan kamar bertipe family room. Yang artinya bisa kami tempati berempat tanpa harus menyewa kamar lainnya. 

Ini penting buat saya, bukan hanya masalah menghemat uang untuk sewa kamar kedua. Tetapi juga, kalau kamar terpisah itu kadang terasa kurang hebohnya. Maunya berempat sekamar, jadi bisa ramai cerita itu ini sampai pagi tentang serunya seharian tadi. Kalau kamarnya beda kan enggak seru ngrumpinya...

Akhirnya fixed, ambil satu kamar saja, tipe family room untuk dua malam!

Dulu, setelah lulus Management Trainee McD, penempatan pertama saya di McD Sanur imi

Setelah mengunjungi Pura Besakih, Tirta Empul dan terakhir mampir bernostalgia ke McD Sanur, kami sampai di lokasi sekitar pukul 8 malam. Dari Sanur ke Jimbaran kami menjajal tol Bali Mandara yang jadi tol di atas laut satu-satunya di Indonesia.

Saya paham sekali lokasi ini, dulu saat tinggal di Bali, di periode 1994-2002. Tapi kini, semua sudah berubah pemirsaahh...Sampai-sampai saat melewatinya saya takjub dibuatnya. Areanya jadi padet, ruwet, macet...Padahal dulu enggak seramai ini. Luckily, sudah ada tol Bali ini. Semoga saja tolnya segera nyambung sampai ke Gilimanuk sehingga memudahkan rute Jawa-Bali.

tol laut Bali

Keluar dari tol, kami diarahkan GPS ke kawasan Jimbaran. Merujuk alamatnya, 24/7 Bed & Breakfast ini memang terletak di dalam sebuah kompleks perumahan yaitu, Taman Griya Jimbaran.

Letaknya tak jauh dari gerbang masuk dan deretan ruko di bagian depan yang merupakan warung makan, minimarket, dan beberapa tempat niaga lainnya.

Tapi, begitu masuk ke gangnya, sempat keder juga saya...Lha, di info katanya free parking, tapi kok enggak ada parkiran di dalam ya? Memang sih, keterangannya off-site car park. Tapi, terbiasa di Jakarta, saat parkir sembarangan was-was saja bawaannya hahaha

Jadi nih...bentuknya seperti rumah biasa, yang bagian garasinya dipakai jadi tempat duduk/ruang makan. Begitu juga halaman depan. Nah, parkirnya itu di luar bangunan alias di depan rumah/di pinggir jalan.

Di tengah kebingungan, kami disambut oleh seorang pekerja penginapan yang membantu. Parkirnya ya di sini ini, enggak apa-apa katanya. Karena keamanan penginapan dijaga selama 24 jam.

Baiklah kalau begitu....Dan, kami pun segera turun untuk check in dulu.

Penginapan Backpacker Jimbaran

Memasuki area rumah, saya menemui meja lingkar di bagian depan. Di sini, pemilik penginapan yang seorang bule menyambut kedatangan kami dengan senyum ramahnya. Suami saya pun memberikan kelengkapan check in sambil ngobrol cas cis cus sama si Mister Herman ini.

Oh ya, pemesanan di sini bisa melalui online tanpa membutuhkan persyaratan deposit ataupun kartu kredit. Jadi kami langsung membayar cash untuk family room, 249.500/malam. Sehingga untuk dua malam, 499.000 rupiah. (Dan, saat bayar lima ratus ribu, dibalikinnya seribu-uang kembalian sama si Mister ini πŸ˜€)

Setelah ngobrol sebentar dan menanyakan tentang laundry yang tertera juga di info penginapannya, kami pun segera naik ke lantai dua menuju kamar yang sudah disiapkan mereka. Rasanya seperti di rumah sendiri saja, musti naik tangga..haha

Backpacker Bali
foto: website 24/7 Bed & Breakfast (ini foto lama, sekarang lebih ramai lagi "lobby"nya)

Begitu di ujung tangga, saya mendapati sebuah fitness area. Ada tiga kamar, ada dormitory di sisi terpisah dengan hammock bergelantungan, kamar mandi yang persis berada di sebelah kamar kami dan balkon belakang tempat menjemur pakaian dan shower.

Saya sempat takjub juga...Luasan segini, kreatif juga desainnya. Bisa disewakan setidaknya untuk 8 orang (di 3 kamar) dan ditambah 9 orang (di hammock/dormitory). Itu untuk lantai dua saja, belum lagi di lantai satu.

Oh ya, semua area bersih dan berkesan rumah sendiri. Sayangnya saya enggak bisa bebas mau ambil gambar, karena beberapa tamu (selama 2 hari saya ketemunya bule semua) sedang tiduran di hammocknya atau duduk dan sibuk dengan laptopnya.

Jadi beberapa gambar di sini, saya ambil dari website 24/7 Bed & Breakfast Jimbaran.

Hotel Backpacker Jimbaran
Bapak dan adik latihan tinjuπŸ˜€
Di sisi fitness area inilah kamar yang saya sewa.

Dan, begitu memasuki kamarnya...tadaaa, tercenganglah anak-anak saya...

Ada dua ranjang besi bertingkat yang bersprei ungu tua yang bersih dan wangi. Ruangannya enggak luas banget tapi cukup untuk menyimpan tas kami di sisi yang lainnya. Di sudut kamar ada lemari berkunci yang terdiri dari 4 kabinet, untuk masing-masing penghuni. Dan sebuah selimut serta handuk bersih tergulung rapi di masing-masing kasurnya. Tak lupa 4 gantungan baju tersedia di dinding beserta 4 lubang colokan di steker listriknya. (Biar enggak berantem nih, semua ada empat..kwkwkw)

Simple but nice!

Pertama, saya mengira anak-anak bakal kaget dengan kamarnya. Tapi ternyata mereka kegirangan lantaran baru kali itu akan tidur berempat di ranjang bertingkat. Sampai-sampai mereka berebut mau di sebelah mana tidurnya hahaha. 

Sungguh, pengalaman baru bagi mereka...

Backpacker hotel Jimbaran

Setelah puas ngomongin kamar, kami bergantian bebersih diri. Kamar mandinya shared bathroom, berada di luar kamar dan dipakai bersama dengan dua kamar lainnya. Sebenarnya hotel ini menyediakan kamar dengan private bath room, sayangnya kapasitasnya hanya untuk dua orang saja (double bed), jadi bukan untuk keluarga.

Hotel Backpacker Jimbaran

Oh ya, dari info di webnya, masing-masing kamar berbeda bed-nya, ada yang single, ada yang double.

Dan yang termurah adalah yang tidur bergelantungan di hammock. Disebutkan di pemesanan online, tarifnya 29 ribu rupiah saja!! Ini sepertinya cocok banget buat yang ingin menghemat dana penginapan.

Sayangnya, saya segan mengambil gambar di sisi ini. Maklum ada tamu bule-bule di situ yang sedang hahahihi...Nanti saya dikira papparazi lagi hihihi

Hotel Backpacker Jimbaran

Dan...untuk kamar mandinya, bersih dan dilengkapi dengan shower air panas, wastafel dan closet. Kamar mandi ini disediakan untuk tamu dari 3 kamar yang ada.

Sedangkan untuk dormitory, kamar mandi berupa shower, tersedia di dekat areanya.

Juga, ada beberapa pengumuman tertempel baik di kamar maupun di kamar mandi, seperti matikan lampu dan AC saat tidak diperlukan, letakkan handuk kotor di lantai, dilarang mencuci di kamar mandi dan lainnya.

Oh ya, peralatan mandi tidak disediakan yaa. Jadi kita pakai toiletries pribadi.


Hotel Backpacker Jimbaran

Hotel Backpacker Jimbaran


Hotel Backpacker Jimbaran

Akhirnya setelah bersih dan wangi, kami berempat pun tepar di ranjang masing-masing sampai pagi.

Dan pagi-pagi sekali, kami sudah bergantian mandi, karena ingin segera mengawali hari ke destinasi pertama, Pantai Pandawa.

Sayangnya kami lupa memberi tahu tadi malam, kalau hari ini pergi lebih awal. Karena, pengelola baru menyiapkan sarapan pada pukul 8. Hanya, jika memberi tahu lebih dulu, sarapan akan disiapkan lebih awal untuk tamu.

Hm, ini poin minusnya di sini, sarapan siang banget saudaraaah...

Padahal kalau traveling begini, saya terbiasa paling lambat jam 7 sudah keluar penginapan. Jadi bisa lebih banyak kemana-mana nantinya.

Atau, karena ini WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah) yaaa..Hmm

Karena sudah punya jadwal, kami pun pergi dengan perut belum terisi. Syukurnya ada minimarket dan tempat makan yang sudah buka saat pagi begitu. Bahkan ada yang 24 jam dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki saja dari penginapannya.

Restoran di Jimbaran



Diantaranya, ACK Fried Chicken Taman Griya, sebuah gerai waralaba fried chicken yang unik. Karena di cabang ini, tidak hanya menjual beraneka sajian makanan dan snack yang yummy, souvenir dan ada buku bacaan bagi pengunjungnya. Buku ini bisa dibaca di tempat baik di lantai satu maupun lantai dua.

Pelayanannya cepat, crewnya ramah, tempatnya bersih dan rapi dan makanan/minumannya yummy! Recommended deh buat yang sedang berada di area ini. Oh ya, restoran ini buka 24 jam yaaa...Jadi kalau lapar cuss tinggal datang atau pesan via delivery saja.


Restoran di Jimbaran

Sesudah isi perut di sini sekedarnya saja, kami pun melanjutkan tujuan ke Pantai Pandawa, Pura Uluwatu, Pantai Kuta da Garuda Wisnu Kencana.

(Semuanya akan saya ceritakan terpisah nanti, biar enggak kepanjangan di sini..πŸ˜€)

Malam harinya, kami kembali ke penginapan dan disambut cucian rapi di kamar. 

Memang, pagi sebelum berangkat, saya menanyakan tentang laundry ini ke si Mister. Katanya, pengelola menyediakan layanan laundry kiloan dengan tarif 9 ribu/kilo.

Ini berita bagus bagi saya, karena baju kotor sudah numpuk 4 hari menunggu dicuci. Akhirnya pagi saya serahkan baju kotornya yang malamnya setelah bersih, dia bilang ada 7 kilo beratnya (100 ribu ongkosnya).

Lumayan, balik ke Jakarta, bawa baju yang sudah bersih jadinya.

Dan, selain laundry, penginapan ini juga menyediakan rental mobil dan motor sekalian layanan pemandu wisata juga.

hotel backpacker Jimbaran
shared bathroom


Oh ya, si Mister juga memastikan apakah kami besok pergi pagi-pagi lagi. 

Kami memang berencana jalan pukul 6 pagi sekalian check out. Mendengarnya, dia minta maaf jam segitu belum bisa menyediakan sarapan lengkap. Tapi akan ada roti untuk dibawa besok.

Setelah bayar laundry, kami ke kamar, lalu mandi dan tepaaar...

Esok harinya, pukul 6 kami check out dan pamitan ke Mister Herman. Dia minta maaf (lagi) karena sarapan belum ready dan menyerahkan sekardus aneka roti untuk sarapan di jalan (ada 10 roti) juga menyilakan mengambil minuman dari vending machine yang ada.

Wah, Alhamdulillah!

Akhirnya, kami tinggalkan penginapan yang berbudget pas-pasan namun berkesan ini dengan hati lega, menuju destinasi selanjutnya, lalu cusss langsung balik ke Jakarta.

Bali
Pandawa Beach


Hmmm, Bali memang ramah untuk semua yaaa. Tak hanya mengakomodir wisatawan berdana jutaan tapi juga menyambut baik wisatawan berbudget pas-pasan.

Jadi, .....enggak perlu ragu lagi untuk ke Bali...!!😍




Happy Traveling,

Dian Restu Agustina 



18 comments:

  1. Duh asik banget sih, Teh perjalannya. Oh dulu teh Dian ini alumni Udayana toh, jadi tahu kan..he

    Dan asik lagi kalau bersih terlebih berkesan seperti rumah sendiri ya, Teh. Bikin betah kalau gitu mah :D
    Iya sih jadi gak begitu bebas ya ambil gambarnya kalau gitu, tapi tetap bisa diceritakan. Keren juga ada tempat olahraganya gitu.

    Jadi pengen deh punya kamar seperti itu bisa buat saya dan adek. Saya tunggu ceritanya, Teh. Bener sih kalau semuanya di tuangkan disini jadi puangjang banget ya.

    #HappyTravelling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada tempat fitness, biar bugar tamunya :)

      Delete
  2. Okeee catet!
    Yang gini-gini wajib dicatat, lumayan buat irit dana liburan hehehe..

    Keren ya, bule buka usaha di Bali.

    Btw fasilitas laundry nya pas banget ya buat keluarga.
    Biasanya laundry di hotel bikin nangis liat harganya πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu dia mereka cuci sendiri juga, tapi harga laundry kiloan...murmer jadinya. Pas banget memang untuk traveling hemat

      Delete
  3. wah selamat ya udah lulus maangement trainee di MCD teh...

    ReplyDelete
  4. wah aku catet aku catet
    ini pas banget klo rame2 gitu modelnya bunk bed yah
    lumayan loh
    mungkin mereka klo breakfast kan emang agak siangan mbak gak jam enam ato tujuh tet kayak kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas..tempat tidur tingkat..

      mungkin sarapan siangan karena mereka bangunnya siang yaa

      Delete
  5. Susahkah cari kuliner halal selama di Bali, mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang lebih mudah Mbak...kalau enggak nemu, biasa saya beli snack yang bikin kenyang saja atau buah

      Delete
  6. Kalo kategori yang pas-pasan gini rasanya lebih menyatu dengan alam. Hampir rata-rata penghuni alam ini pas pasan.. wkwkwk

    ReplyDelete
  7. jimbaran emang keren kren dah tempatnya, rekomended bangettt :v

    ReplyDelete
  8. Aku mba, kalau nyari hotel mending yang agak luas dikit biar bisa kruntelan, atau nambah bed. Biar ketemu terus, hihi..

    ReplyDelete
  9. Waah kalo ini harus di notes niih ...
    Terjangkau banget soalnya.
    Apalagi sewa hammock permalamnya cuma 29K ...
    Menyenangkan dan cocok untuk backpacker.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, ini yang nginep di hammock rata-rata terus nyewa motor di sini juga. Pas buat backpacker memang

      Delete