Surya Taman Wisata - Wahana Rekreasi yang Asri di Kota Kediri 



Suatu siang saat Ramadan silam...

Panas membara melanda kota kelahiran saya, Kediri tercinta. Si Mas mulai rewel enggak betah di rumah dan ribut minta pergi berenang. Adiknya pun seia sekata, ngajak ngadem ke kolam renang katanya.

NATUR #KuatDariAkar, Lawan Rontok, Rambut Lembut dan Mudah Diatur

NATUR, #KuatDariAkar, Lawan Rontok, Rambut Lembut dan Mudah Diatur

"Invest in Your Hair. It Is The Crown You Never Take Off"
Muka saya bersungut-sungut dengan bibir cemberut ketika diminta Mbak Nies, kakak ketiga saya, duduk diam membelakanginya. Sementara rambut saya yang terurai panjang, tebal dan hitam sudah siap sedia jadi "korban".

Mbak Nies akan ngomel panjang lebar sembari mengoleskan lendir lidah buaya ke seluruh bagian kepala dan rambut saya. Tak lupa, dia juga akan memijat lembut kulit kepala saya dengan jemarinya.




Lain waktu, dia menggantinya dengan abu bakaran merang padi yang dicampur air dan dibiarkan kena embun semalaman. Air ramuan ini akan dibalurkan ke seluruh kulit kepala dan rambut, layaknya keramas memakai shampoo biasa. 

Dan,...masih ada beberapa "ramuan ajaib" lain yang dibuat Mbak Nies untuk merawat rambut, sampai saya lupa apa saja. Karena, meski sambil merengut, saya manut saja diapa-apain plus diomelin. Katanya, saya malas keramas lah, bau asem lah, jadi cewek jorok bener lah,....😝

Pikir saya waktu itu, enggak apa-apa kena omel. Toh, yang nyiapin ramuannya bukan saya. hahaha #jahatbenerrr

Ya, saya yang saat itu masih anak-anak "terpaksa" ngikut saja apa yang Mbak Nies minta. Memang, meski saya punya 5 kakak perempuan di rumah (saya 6 bersaudara perempuan semua), yang berambut panjang cuma ada 2, saya dan dia. Maka, dia yang waktu itu sudah SMA dan sudah lebih peduli dengan aneka macam perawatan diri, jadi "memaksa" saya mengikuti ritualnya.

Tapi ternyata dari keterpaksaan itu, saya merasakan hasil yang membanggakan. Rambut hitam dan tebal jadi andalan saya untuk tampil percaya diri sampai saat kuliah di Bali.

Nah, keadaan pun berubah ketika saya mulai ganjen saat jadi mahasiswi. Waktu itu, saya punya sahabat yang juga teman sekos-an yang berambut ikal. Entah kenapa kami-dua perempuan muda ini, sesuai perkembangan hormonnya, merasa tak puas dengan apa yang dimiliki. Saya iri dengan rambut ikalnya yang mlungker-mlungker cantik sekali. Sementara di matanya, rambut lurus saya begitu menggoda hati.

NATUR Hair Care

Akhirnya, satu hari kami berdua memutuskan ke salon kecantikan dan melakukan dua treatment yang berseberangan. Saya minta rambut "diombakin" (baca: keriting) dan dia minta rambut dilurusin.πŸ™ˆ

Kalau dingat-ingat sekarang, saya sendiri juga heran. Bener-bener kami ini enggak ada rasa syukurnya sama sekali, hihihi...

Apalagi keluar dari salon, kami malah jadi kelihatan "aneh". Gimana enggak aneh coba, biasa ngelihat rambutnya lurus eh jadi kruwel dan sebaliknya...Berasa enggak pantes blassss waktu ngaca! Hiks!

Tapi nasi sudah menjadi bubur, akhirnya enggak pakai lama, pas punya uang sisa, saya ke salon lagi untuk balikin rambut ke kondisi semula.

Dan, inilah awal bencana bagi rambut saya. Paparan zat kimia dari obat keriting dan pelurus tadi, sedikit banyak mulai merusak rambut saya. Apalagi selanjutnya, saat mulai bekerja, saya jadi terbiasa dengan yang namanya hair dryer, hair spray dan teman-temannya. Padahal, saya hampir tidak pernah merawat rambut seperti saat kecil dulu. (Ya iyalah, sudah jauh dari Mbak Nies gitu..huhuhu..)


Review NATUR

Lalu kondisi makin parah, ketika saya mulai mengenakan hijab. Seringkali setelah keramas, enggak pakai nunggu kering dulu, saya langsung tutupi brukut rambut dengan hijab. Atau, buru-buru saya keringkan dengan hair dryer karena mau cepat-cepat.

Andaikan bisa ngomong, ini rambut pasti sudah jejeritan nangis minta disudahi KDRT-nya (Kekerasan Dalam Rambut Tebal)

Belum lagi ketika angka usia bertambah dan menjalani kodrat Illahi, hamil-(tidak sempat menyusui)-hamil-menyusui-hamil-menyusui...

Terus..terus...karena saya tinggalnya di Jakarta yang tingkat polusinya bikin kondisi rambut lebih memungkinkan terpapar zat berbahaya..

Juga...faktor stres mikirin kamu, negara, harga telur dan kawan-kawan yang sudah seperti tanjakan tanpa turunan saja.

Alhasil, apa yang jadi kebiasaan buruk dan beberapa faktor lainnya pun memperparah kondisi rambut saya....Rambut rontok, bercabang, makin tipis dan kusam.😭

Dan saat ini terjadi, saya baru tersadar...Ya ampun sudah saya apain aja nih rambut yaaa? Nyeseeeel dan nyeseeeek jadinya!

Enggak mau berlarut-larut, saya pun ambil tindakan. Melakukan perawatan dengan membeli shampoo dengan beraneka kegunaan. Fokus saya adalah menguatkan akarnya sehingga rambut tebal bisa saya miliki lagi. Selain itu saya lengkapi juga dengan perawatan berupa conditioner, hair tonic dan hair mask yang biasanya memang tersedia sepaket dengan shampoo-nya.

Tapi ternyata, seringkali produk yang saya pakai ini dipakainya terasa panas di kulit kepala. Sepertinya keras gitu komposisinya. Jadi, meski harumnya semerbak mewangi, saya merasa tersiksa.... Kok, di kepala terasa panas begini yaaa..

Dan lagi, sesudah dipakai beberapa lama, kok rasanya enggak jrenggg terbukti hasilnya yaaa..

Tapi, berhubung saya ini sabar, rajin menabung dan suka menolong, maka saya tetap setia dan memakai saja set perawatannya...

Review NATUR

Sampai satu hari, saya mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan oleh NATUR bersama Blogger Muslimah Indonesia.

Dari sini, saya jadi tahu ilmu merawat rambut yang baik dan benar dengan berpegang pada tujuan #kuatdariakar. Sampai-sampai sepanjang acara saya penasaran ingin segera mencoba set perawatan yang dibawakan pulang.

Set ini, terdiri dari shampoo, conditioner, hair tonic dan hair mask dari NATUR.

Lengkaaaap!

Akhirnya, sepulang dari sana, mumpung rambut lagi lepek karena dari siang sampai sore stand by di AkadeMIE Cafe tempat berlangsungnya acara, dan mumpung dapat produk gratisan pula, saya pun mencoba keramas dengannya.

Review NATUR
MC Acara, Mbak Iecha-Blogger Muslimah, Mbak Sarah-NATUR

Sebelumnya, Mbak Sarah, Brand Excecutive NATUR di awal acara sudah menggoda saya dan teman-teman yang hadir di sana, untuk mencoba mencium bau produk NATUR ini dengan membuka tutup botolnya.

Memang sih, jaman dulu kala, NATUR itu terkenalnya berbau jamuuu..Jadi mau beli tuh rasanya agak malas gituuuu.

Sudah seharian riweuh di dapur bergulat dengan bumbu yang baunya kurang lebih kayak jamu eh lah mosok ya rambutnya habis keramas baunya sama dapur enggak ada bedanya. hahaha

Mending pilih yang lain lah yaa..Yang harum mewangi sepanjang hari dan bikin hati suami enggak bisa pindah kemana-mana lagi hihihi.

Maka dari itu, saat diminta membaui harum shampoo NATUR dan teman-temannya, reaksi pertama saya ..
"Ah, masak ini NATUR sih. Sudah ganti selera rupanya dia. Sekarang nih, bau wanginya lembut dan enggak terlalu tajam. Pokoknya aroma jamu yang dulu begitu melekat pada NATUR sudah lenyap ditelan senyap! Yang ada tinggal wangi yang menenangkan hati saat nyium-nyium rambut sendiri."πŸ˜„

Review NATUR 

Kemudian...

Ketika, saya akhirnya mencoba, kesan pertama saat si shampoo menempel di kepala adalah, widihh..adem gini yaaak! Kulit kepala saya yang sudah merasakan beraneka brand dari yang ternama sampai terheboh iklannya pun, mungkin kalau punya aplikasi WA bakal kirim pesan ke saya: "Adeeem ini cuyy!"😁
NATUR - Natural Extract Shampoo - Aloe Vera Extract  ini di kemasannya menuliskan manfaat yang dipunyai, yakni: "Menutrisi dan Membantu Menjaga Kesuburan Rambut". 
Enggak heran lah, lha wong komposisinya saja mengandung bahan alami Aloe Vera extract yang berfungsi memberikan nutrisi pada rambut dan membantu menjaga kesuburan rambut sehingga rambut tampak sehat dan lebat.

Jadi tinggal dipakai shampoo-an lah: usapkan pada rambut dan kulit kepala yang basah. Pijat dengan lembut hingga menghasilkan busa lalu bilas hingga bersih.

Review NATUR

Oh ya, shampoo ini wujudnya berupa cairan yang berwarna bening kecoklatan dengan tekstur agak kental. Memang sih busanya enggak sebanyak shampoo biasanya. 

Tapiiii...yang perlu diingat, busa yang banyak means kandungan kimianya juga banyak. Kalau chemical ingridients-nya berlebihan, kan efek sampingnya bakal ada nantinya. Sehingga bisa jadi, bukannya bakal merawat, malah bikin kondisi rambut makin gawat!

Duh!

Nah, NATUR dengan bahan natural ini memiliki kandungan bahan kimia yang minimal. Maka, tak perlu heran dengan jumlah busanya yang pas-pasan. Toh, yang ingin kita ambil khasiatnya dan bukan busanya, kan? πŸ˜€

Review NATUR

Selanjutnya, jika sudah keramas, tahapan kedua perawatan adalah pengaplikasian conditioner. Dan yang saya coba adalah:
NATUR Conditioner - Moisturize & Nourish Hair Shaft, yang pada kemasannya tertera khasiatnya, yaitu: Melembutkan, Menutrisi & Menjaga Kesuburan Rambut.
Dimana, pada bagian belakang kemasan disebutkan bahwa varian ini merupakan perawatan rambut alami dengan Olive Oil dan Aloe Vera Extract yang membantu memberikan nutrisi pada helai rambut untuk menjaga kesuburan rambut sehingga rambut tampak lebat, halus, lembut, lembab serta mudah diatur.

Penampakan dari conditioner ini sendiri adalah berwarna putih dan agak kental . Sedangkan untuk cara pakainya adalah dengan mengusapkan NATUR Conditioner Olive Oil & Aloe Vera hingga merata pada helai rambut. Kemudian diamkan sekitar 5 menit, lalu bilas hingga bersih.


Jadi......yang perlu digarisbawahi yakni: conditioner dipakainya di helai rambut saja dan bukan di kulit kepala ya, pemirsaaah. Jangan sampai salah pakai! Karena kalau diusapkannya ke kulit kepala, bikin rambut jadi makin berminyak nantinya.

Dan, efek yang saya rasakan saat pertama kali menggunakan adalah....:

Pertama, saat baru diusapkan, lembut teksturnya terasa di tangan. Dan kekentalannya yang pas membuatnya mudah diaplikasikan ke seluruh helai rambut hingga merata.

Kemudian untuk wanginya, enggak beda jauh dengan shampoo-nya tadi. Harumnya soft dan enggak nyengak! Pokoknya wanginya enak!

Terus, ketika rambut sudah kering, memang rambut terasa lembut dan halus rasanya ketika dipegang. Yang ujung-ujungnya, rambut jadi mudah diatur meski sudah diajakin ke sumur dan ke dapur.

Sampai mikir nih saya, ini NATUR baru sekali pakai, sudah positif begini hasilnya. Terus gimana kalau digunakan seterusnya yaaa...πŸ˜€

NATUR Hair Care


Tapi, jangan berpuas diri dulu...

Next, saya menuju tahapan perawatan berikutnya! Dimana, saya mencoba varian:
NATUR - Natural Extract Hair Tonic - Aloe Vera Extract yang bermanfaat untuk Menutrisi dan Membantu Menjaga Kesuburan Rambut
Untuk hair tonic ini, pada kemasannya terdapat penjelasan: NATUR tonik rambut alami dengan Aloe Vera Extract yang memberikan nutrisi pada rambut dan membantu menjaga kesuburan rambut sehingga rambut tampak sehat dan lebat. Dengan sensasi wangi alami yang memberikan aroma kesegaran pada rambut.

Sedangkan untuk cara pakainya adalah dengan mengocok terlebih dahulu, lalu menuangkan secukupnya dan usapkan ke kulit kepala secara merata. Lalu, pijat kulit kepala secara lembut untuk melancarkan peredaran darah ke akar rambut.


Untuk hair tonic ini sendiri, warnanya coklat bening dengan tekstur encer. Yang memudahkan pengaplikasian ke kulit kepala. Wujud tonic yang pas tingkat keencerannya ini akan memudahkan cairan meresap ke kulit kepala sehingga segera bisa kita dapatkan khasiatnya.

Nah, saat pertama mencoba, yang bikin saya excited adalah tumben-tumbennya ada tonic yang adem saat nyentuh kulit kepala. Karena, biasanya tonic tuh, pertama nyentuh kulit sudah terasa nyossss, panass Boss!

Tapi, NATUR Hair Tonic ini enggak sama sekali...Yang ada, pertama nempel kepala langsung nyessss, bisa bikin tidur nanti malam makin pulesss...πŸ˜„

Usut punya usut hal ini disebabkan karena formula NATUR itu zero alcohol. Pantesan saya enggak ngerasa mak nyosss setelah memakainya.

Oh ya, jangan lupa ketika proses pijat memijat ini, mijitnya pakai bantalan jari ya, dan kalau bisa kuku tangan sedang enggak panjang. Khawatirnya kuku panjang selain akan melukai kulit kepala bakal bisa mengakibatkan produksi minyak makin banyak sehingga rambut lepek jadinya.


Nah, setelah pemakaian tiga rangkaian perawatan dari NATUR tersebut, jujur saya jadi kepincut.

Gimana enggak coba....Sudah bahannya alami, baunya wangi, enggak banyak kandungan yang bisa bikin rambut rusak, mudah dipakainya dan terbukti khasiatnya!

Kalau begini salah siapa coba, kalau nanti saya bakal mutusin pakai NATUR seterusnya...

Eitss...tapi, jangan dulu jatuh hati...! Masih ada satu produk yang musti saya coba, yaitu:
NATUR Hair Mask - Nutritive Treatment with Aloe Vera Extract & Olive Oil yang bermanfaat untuk menutrisi & menjaga kesuburan helai rambut agar tampak lebat & sehat. Menjaga kelembaban alami rambut. Dan menghaluskan & melembutkan rambut sehingga mudah diatur.

#KuatDariAkar

Oh ya, penampakan NATUR Hair Mask ini: putih, tekstur lembut dan agak kental serta wanginya teteup ..soft!

Sedangkan untuk cara pemakaiannya: setelah keramas, usapkan hair mask hingga merata pada rambut. Pijat batang rambut mulai pangkal hingga ujungnya. Diamkan selama 1-2 menit. Bilas hingga bersih. Dan gunakan satu kali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan rambut kita.

Memang, hair mask ini sifatnya additional treatment bukan daily treatment. Karena fungsinya lebih ditujukan pada rambut yang sudah rusak. Sedangkan untuk perawatan sehari-hari pemakaian ketiga rangkaian, shampoo-conditioner-hair tonic NATUR tadi sudah mencukupi.

Nah.....

Akhirnya saya sudah mencoba rangkaian perawatan dari NATUR Hair Care.

Lalu, apakah saya puas dengan hasilnya?

Tunggu duluuuu...

Kita coba dulu selama dua minggu. Apakah nanti harapan sejalan dengan kenyataan...?? Akankah janji tak teringkari?? Dan, benarkah semua akan terbukti?? #halah


NATUR Hair Care

Dan...D U A  M I N G G U kemudian (jreeeng..jreng..)

Saya PUAS dengan rangkaian perawatan rambut NATUR Hair Care dan merekomendasikan pada teman-teman yang saat ini sedang mencari solusi untuk rambut rontoknya.

Lalu, saya juga memutuskan akan membeli lagi jika persediaan NATUR yang di rumah ini habis nanti.

Mau tahu alasannya?
  • NATUR #lawanrontok
Setelah memakai NATUR, rambut saya jadi berkurang rontoknya. Biasa ketika sisiran atau sesaat setelah keramas helaian rambut rontok akan kelihatan. Tapi ini, meski masih ada, sudah berkurang jumlahnya. Semoga nanti setelah rutin dipakainya, lama-lama normal kerontokannya.
  • NATUR bikin nyeeess bukan nyosss
Pikiran sudah sering panas baca timeline sosial media yang isinya eyel-eyelan, hujat-hujatan dan merasa kubunya paling benar...Jadi yang saya butuhkan adalah hair care yang bikin kulit kepala jadi nyesss bukan nyosss. Karena jika dingin kepalanya maka akan merembet pula pada ke-adem-an pikiran dan perasaan...#eaaa
  • NATUR bikin rambut enggak lepek
Meski saya tutupi dengan hijab, setelah seharian beraktifitas rambut saya enggak over minyaknya dan enggak lepek jadinya. Karena kadangkala shampoo tertentu bikin rambut berminyak  banget, sehingga pas buka kerudung sampai rumah, basah, lengket dan bauuu jadinya.
  • NATUR wangiiiiii
Produk perawatan rambut, wajah dan badan, acapkali ada yang wanginya tuh warbiyasaaah. Maksudnya gonjreeeeng banget sampai bikin kepala mumet.

Nah, NATUR wanginya soft, pas saja, enggak berlebihan. Bahkan bisa jadi aromaterapi bagi diri. Karena rambutnya harum, kita jadi suka nyium-nyium...Hm, apalagi bagi yang sudah punya teman tidur di sebelah. Wangi rambut dari NATUR bikin suami jadi penasaran bertanya-tanya, ini istriku pakai parfum apa yaaa...😍
  • NATUR hemat
Kenapa hemat? Karena bisa dipakai untuk orang serumah. Formulanya yang aman, cocok untuk segala usia (kecuali balita), baik pria maupun wanita. Jadinya pas banget buat saya, suami dan dua anak kami. Jadi hanya perlu beli satu merk shampoo saja untuk stock di kamar mandi....sudah! Enggak perlu nambah!
  • NATUR banyak pilihan
NATUR punya pilihan varian untuk kondisi rambut yang berbeda. Jadi kita tinggal sesuaikan saja. Misalnya untuk Natural Extract Shampoo saja ada 5 varian yaitu: Olive Oil & Vitamin E, Ginseng Extract, Tea Tree Oil Extract, Moringa Olifera Extract dan Aloe Vera Extract.
  • NATUR mudah dibeli
NATUR tersedia di minimarket dekat rumah, toko tetangga terdekat, supermarket, kios kosmetik dan online shopping yang ada. Tinggal pilih sesuai kebutuhan dan siap digunakan
  • NATUR terjangkau harganya
Untuk masalah harga, NATUR terjangkau dan berada di standar wajar dengan harga shampoo lainnya. Kalaupun sebagian dari kita merasa kemahalan pun bakalan worth it kok dengan manfaatnya.

NATUR Hair Care

Oh ya, ada juga lho saudara kandung dari NATUR Hair Tonic Aloe Vera Extract ini, yaitu: NATUR Hair Tonic Ginseng.

Dimana varian ini memiliki fungsi untuk membantu merawat kekuatan akar rambut dan kesehatan kulit kepala. Sehingga rambut tetap sehat dan kuat serta mengurangi rambut yang rontok.

Keunggulan NATUR Hair Tonic Ginseng ini sendiri diantaranya:

  • Tidak bau jamu
  • Telah teruji klinis selama 14 hari pemakaian dapat mengurangi rambut rontok hingga 90%
  • Tidak ada alkohol
  • TOP BRAND selama 2007-2017
Dan, untuk yang belum tahu wujudnya, ini dia penampakan NATUR Hair Tonic Ginseng:




Sementara itu, NATUR juga punya produk terbaruuuu..

Tadaaa...ini dia NATUR Hair Vitamin. Produk terbaru dari NATUR yang terdiri dari 2 varian:
  • Olive Oil dan Vit E : untuk rambut yang diwarnai
  • Aloe Vera & Pro Vit B% untuk semua jenis rambut
Sedangkan keunggulan Hair Vitamin ini, diantaranya:
  • Mempunyai 2 wangi: Sweet Vanilla dan French Rose
  • Tidak lengket
  • Bisa digunakan untuk kulit kepala
  • Berfungsi tidak hanya menutrisi rambut tapi juga menjaga kesuburan rambut

Wah, saya musti hunting segera nih produknya. Biar lengkaaap kaaap kaaap perawatan rambut saya!!

Jadi bagaiman teman-teman, mau coba NATUR juga seperti saya, enggak?

Atau masih penasaran dan mau kepoin infonya? Cusss ke akun sosial mediaNATUR saja ya:

Facebook: Back To Natur
Instagram: @backtonatur
Twitter: @backtonatur

NATUR | #KuatDariAKar, Lawan Rontok, Rambut Lembut dan Mudah Diatur!πŸ’–






Happy Hair, Happy Life 


Dian Restu Agustina









Tips OOTD yang Enggak Perlu Biaya Gede

Tips OOTD yang Enggak Perlu Biaya Gede. "Being yourself is the prettiest thing a person can be" Hmmm, mau ikutan pasang foto OOTD (Outfit Of The Day), tapi berasa enggak pede. Lantaran pakaian yang dipunya rasanya enggak sekeren punya tetangga di dunia maya....Ingin juga pakai tagar #OOTD buat ngiklanin produk yang dijual, tapi enggak yakin karena barang kita bukan yang berharga mahal! Atau maksud hati niru gaya selebriti yang posenya ketje badai, tapi apa daya barang yang kita punya belinya di I-Te-Ce..! Terus harus gimana yaa?? Barang mahal perlu modal. Padahal penginnya gaya tetap maksimal...!



Rokok - Sebuah Ancaman Bagi Kelompok Rentan



Di dekat tempat tinggal saya di Jakarta Barat, ada sebuah komplek sekolah swasta yang mempunyai 2 jenjang, SMP dan SMK.

Lokasi sekolah ini beberapa ratus meter saja jaraknya dari rumah saya, sehingga setiap antar jemput anak atau mau pergi, saya pasti melewati sekolah ini. 

Dan, setiap hari itu pula saya merasa miris sendiri melewati anak-anak yang duduk di sekitar menunggu jam masuk sekolah berdentang. Pasalnya, beberapa dari mereka sepagi itu sudah asyik ngobrol sambil ditemani sebatang rokok yang terselip di bibirnya. 

Padahal, itu baru jam 6 pagi!

Dan mereka sudah meracuni diri dengan benda yang manfaatnya sungguh diragukan ini. Sampai saya kepikiran, mereka itu tadi sudah sarapan belum yaa? Atau memang rokok yang jadi menu sarapannya?

Hadeeehh!


Sampah di Sana-Sini Jadi Penoda Keindahan Pantai di Bali


Halo Hola!

Saya dan keluarga, menggunakan kendaraan pribadi saat traveling ke Bali di bulan Juni. Karena, perjalanan ini memang sepaket dengan mudik lebaran ke tempat mertua di Madiun dan orangtua saya di Kediri. Hal ini membuat perjalanan dari Jakarta ke Bali pun enggak terlalu terasa jauhnya. Lantaran saya singgah di beberapa tempat dulu sebelumnya.

Lalu, sudah puas belum setelah 5 hari berwisata di Bali?

Beluuuuum!! πŸ˜€

Maunya datang lagi dan lagi nanti! hihihi


Digital ParenThink - Tips Mengasuh Kids Zaman Now

Launching dan Review Buku Mona Ratuliu: Digital ParenThink - Tips Mengasuh Kids Zaman Now

"Setelah lulus SD, Mima saya izinkan menggunakan smartphone. Ternyata sejak itu dia sibuk sendiri dan mulai tidak suka berkegiatan selain aktivitasnya mengutak-atik smartphonenya. Dari situ saya tahu bahwa ketika Mima memiliki smartphone sendiri, risikonya terlalu besar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menghentikan penggunaan smartphone padanya dan mengganti dengan ponsel biasa..." (Mona Ratuliu)

Jlebbbb!!



Jujur saat seorang Mona Ratuliu mengatakan kalimat itu, saya merasa malu! Saya yang memiliki anak hampir sepantaran dengan Mima, putri sulung Mona, ternyata selama ini lebih memilih menyayangi anak dengan cara yang tak seharusnya. Karena, ketika anak saya mulai tergantung pada smartphone-nya, saya belum bisa setegas itu bersikap padanya. Hiks!

Maka, ketika saya bisa hadir bersama teman-teman dari Mom Blogger Community dan mendengar langsung beraneka tips dari Mona Ratuliu berkaitan dengan cara mengasuh kids zaman now, hati saya langsung merasa wow!

Alhamdulillah! Benar-benar tambah ilmu dah...

panggung di Avenue of The Stars - Lippo Mal Kemang

Ya, Mona Ratuliu, seorang artis, istri dari Indra Brasco, yang juga Ibu dari 3 putra-putri, Davina Shava Felisa (Mima), Barata Rahadian Nezar (Raka), dan Syanala Kania Salsabila (Nala), memutuskan menulis buku setelah kebingungan menjadi orangtua di tengah zaman dengan perangkat teknologi yang kian maju.

Dan, setelah sukses menerbitkan buku berjudul ParenThink pada 2015 lalu, Mona Ratuliu kini kembali menyapa orangtua dengan buku terbaru. Masih seputar pola pengasuhan, Mona menitikfokuskan bahasan pada penggunaan gadget pada anak.

Digital ParenThink
registrasi undangan

Dan, buku kedua yang bertajuk "Digital ParenThink | Tips Mengasuh Kids Zaman Now" diluncurkan dalam sebuah acara yang dihelat pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 di Avenue of The Stars, Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.

Sebuah booklaunch yang seru habiss! 

Dimulai pada sekitar pukul 3 dan berakhir pada pukul 6 sore, Mona berhasil membuka mata Ayah Bunda dan undangan yang ada untuk tidak memberikan stigma negatif lagi pada anak-anak kita.

Disampaikannya bahwa julukan generasi micin, generasi nunduk dan istilah berkonotasi negatif lainnya hendaknya jadi penyemangat orangtua untuk menyelamatkan anak-anaknya.

Karena sejatinya jika ada pendampingan dan pengarahan, dunia digital akan sangat membantu orangtua dalam proses pengasuhan.

Lippo Mall Kemang
Undangan booklaunch

Acara booklaunch ini sendiri dihadiri oleh orangtua yang penasaran akan pola asuh yang tepat berkaitan dengan penggunaan gadget. Ada pula sharing dari undangan yang berbagi pengalaman seputar Digital ParenThink. Dan, dimeriahkan juga dengan penampilan musisi remaja Rafi Sudirman dan penyanyi cilik Naura

Pokoknyaaaa, sekitar 3 jam lama durasinya sampe enggak terasa... !!

Tak hanya itu, ada pula Novita Angie dan Ersa Mayorie yang berurutan memandu booklaunch yang meriah dan bertabur hadiah ini!

Buku DigitalParenthink
Mona - Angie

Mona Ratuliu, mengawali acara dengan curhatan bahwa betapa dulu, dia pernah merasa gagal menjadi Ibu.

Whaaaat? Benarkah?

Ya, Mona pernah berada pada masa dimana anak-anaknya seharian sibuk sendiri dengan gadgetnya. Sampai-sampai menemukan juga aktivitas anaknya berselancar di dunia maya yang bikin hampir copot jantungnya.

Nah, beraneka pengalaman dan pelajaran inilah yang membuatnya merasa sayang untuk menyimpan sendiri. Hingga Mona dengan seizin keluarganya pun memutuskan membagikan ceritanya kepada seluruh keluarga Indonesia lewat buku ini.

Digital Parenthink
Mona dan keluarga


Selanjutnya, Mona juga mengatakan bahwa dirinya termasuk orangtua yang agak kewalahan mengejar perkembangan teknologi. Sebagai manusia yang pernah hidup di era sahabat pena, koleksi prangko, koleksi kaset, telepon umum, wartel, mesin ketik, dan hal ‘vintage’ lainnya, sungguh Mona merasa bingung dengan zaman ini. Begitu aku figure publik kelahiran 1982 ini. 

Kebingungan Mona beralasan, dia bimbang antara memperbolehkan anak-anaknya bersentuhan dengan gadget atau tidak. Meski pada akhirnya anak-anaknya tak bisa menghindar dari perangkat teknologi mutakhir tersebut.

Buku Digital ParenThink
buku yang sudah ditandanatngani penulisnya, beli di sini dapat goodie bag pula!

Mona bercerita, anak pertamanya, Mima, berkenalan dengan gadget sejak kelas 4 SD dan Raka sejak usia lima tahun. Sejak saat itu anak-anaknya mengalami perubahan.

Mona juga mengatakan bahwa dia melengkapi bukunya dengan pengetahuan beberapa pakar di bidangnya masing-masing. Tak ketinggalan, kisah anak-anak yang sukses memanfaatkan gadget, seperti Naura (penyanyi), Naya (pengusaha slime), Keisya (sukses jualan pastry di Instagram), hingga Rafi Sudirman (pemusik).

Jelasnya, Digital ParenThink adalah buku panduan lengkap bagi orangtua dan anak milenial, begitu ungkap Mona.

Buku Mona Ratuliu
Mona-Ersa

Dalam acara, Mona juga mengundang para narasumber yang ikut ambil bagian berbagi pengalaman dalam bukunya. Diantaranya ada Rafi Sudirman dan Mamanya.

Rafi musisi remaja yang memanfaatkan dunia digital untuk belajar sendiri bermusik dan menciptakan aransemen lagu. Merupakan salah satu bukti bahwa jika penggunaannya tepat, gadget bisa bermanfaat.

Buku Mona Ratuliu
thank you flowers

Oh ya, dalam acara yang diselingi tanya jawab seputar buku dan pengasuhan di era digital ini juga disampaikan prinsip yang dijalankan oleh keluarga Mona-Indra, diantaranya: gadget itu milik orangtua, anak hanya pinjam untuk menggunakannya.

Kemudian, ada juga kesepakatan yang dibuat antara orangtua dan anak bahwa kesempatan bermain gadget diberikan asalkan kewajiban si anak sudah dijalankan. Dan proses penulisan buku yang selama 4 bulan plus 2 bulan setelahnya untuk mempercantik kemasan agar enak dibaca siapa saja dan enggak bosenin saat dibaca

Buku Mona Ratuliu
bersama teman-teman dari Mom Blogger Community


Nah, bagi yang penasaran dengan isi buku Digital ParenThink ini, berikut reviewnya:

Judul Buku: Digital ParenThink | Tips Mengasuh Kids Zaman Now
Penulis: Mona Ratuliu
Kategori: Parenting
Penerbit: Noura Publishing
Cetakan/Terbit: 1 / Juli 2018
Jumlah Halaman: 199
ISBN: 978-602-385-513-1
Harga: Rp 69.000,00


Buku Mona Ratuliu
sampul depan buku

Buku bertema parenting bertaburan. Seminar bermateri pola pengasuhan terkini diadakan di sana sini. Diskusi masalah bagaimana mendidik anak dengan cara terkini dihelat di berbagai tempat. Belum lagi beragam penelitian dan tayangan yang bisa diakses orangtua kapan saja dan dimana saja tersaji online dengan mudahnya ditonton atau dibaca!

Lalu, buat apa sih semua itu? Ngapain juga coba, susah-susah belajar jadi ortu? Kan bisa kita contoh saja pola asuh orangtua kita yang sudah terbukti sukses membesarkan kita? Tinggal copy-paste saja...!! Mudah!

Nah, Mona, menggaris bawahi alasan adaptasi pada pola pengasuhan di pembuka bukunya.

Zaman sudah berubah! Percepatan perubahannya pun ngebut sekali sehingga mau tidak mau. orangtua zaman sekarang musti pintar-pintar beradaptasi. (hal 2)

Buku Digital ParenThink
Didiklah anak sesuai zamannya!


Lalu, Mona juga mengingatkan bahwa perbedaan cara pandang antara orangtua dan anak-anaknya kini, diantaranya disebabkan mereka berbeda generasi.

Perbedaan generasi ini akhirnya memicu perbedaan kepercayaan, keyakinan, karier, keluarga, peran gender, lingkungan pekerjaan dan lainnya.

Selanjutnya dipaparkan pula karakteristik masing-masing generasi yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Dimana, disimpulkan bahwa dengan bergantinya zaman, maka begitu banyak hal baru yang ada di keseharian yang membuat orangtua tak boleh berhenti belajar. Karena, jika berhenti berarti akan ketinggalan zaman.

Buku Digital ParenThink
generation gap

Kemudian, Mona merunut istilah gadget  mulai dari pengertiannya dan pengaruhnya pada perkembangan anak dengan menyertakan hasil penelitian terkait juga pengalaman dari guru dan orangtua mengenai anak-anak yang terkena dampak negatif dan merasakan dampak positif.

Diantaranya disampaikan bahwa ada beberapa aspek perkembangan anak yang akan terpengaruh oleh penggunaan gadget, yakni: perkembangan motorik, fisik, moral, sosial, bahasa, identifikasi gender, neurologi dan kognitif

Sedangkan jika penggunaannya sudah overdosis maka penggunaan gadget ini akan bisa memengaruhi: kesehatan fisik (mata, text neck) dan mental (terpapar konten pornografi)

Buku Digital ParenThink
screen time rules


Selanjutnya, Mona mengupas materi dari sisi orang tua zaman now berdasar diskusi bareng psikolog Elizabeth Santosa, yang memberi istilah sebagai lazy parents!

Sebab, ortu sekarang, maunya selonjoran, main hp, ngomel, enggak mau repot, tapi pengin anaknya pinter, hebat, bertanggung jawab, .....de el el. Mana mungkin terwujud, kalau ortu enggak mau usaha! (hal 69) #tutupmuka hiks

Tak sampai di situ, buku Digital ParenThink juga mengulas tentang "Membatasi Anak Bermain Gadget, Mungkinkah?"

Dimana di bab keempat buku ini disampaikan ciri deteksi dini anak yang adiksi pada gadget. Juga beberapa ide permainan menarik yang bisa dilakukan sebagai pilihan bermain seru tanpa gadget. Dan juga, beraneka cara yang bisa dilakukan orangtua untuk membuat kesepakatan dengan anaknya terkait penggunaan gadget.

Buku Digital ParenThink
kesepakatan ortu-anak

Kemudian, buku terbitan Noura Publishing yang bertebal 199 halaman ini juga memaparkan tentang tips bagi orangtua bagaimana caranya mendidik generasi yang tangguh yang tentu harus disesuaikan dengan tipe anaknya.

Dimana Mona lewat bukunya juga mengingatkan orangtua untuk bergaul lahir batin dengan anaknya dengan cara hadir sepenuhnya, melibatkan segala raga, segenap jiwa. (hal 129)

Tak lupa, disarankan agar orangtua menemani anak eksis di media sosial. Dimana hal ini didasari akan batasan umur yang sejatinya diterapkan bagi penggunanya.

Karena dikhawatirkan anak-anak yang masih di bawah batas usia belum bisa berpikir dan bertindak bijak saat menggunakannya diantaranya: mengumbar foto, status, komentar, data pribadi, mengaskses situs kekerasan atau pornografi, menjadi korban cyberstalking atau cyberbullying dan efek kecanduan. (hal 139)

Sekalian ada Dos and Dont's bermedia sosial!

Lengkaaaap, ada!

Buku Mona Ratuliu
batas usia pengguna sosial media


Nah, uniknya buku Digital ParenThink ini juga dilengkapi curhatan beberapa anak zaman now, di bab terakhir buku dalam bahasan "Aku Kids Zaman Now"

Dimana salah satunya, ada Mima, putri sulung Mona yang menyatakan bahwa menurutnya setiap orang harus mencoba at least seminggu tanpa smartphone dan coba melakukan hobi. Enjoy the moment, ngobrol, main bareng dan banyak lain. Believe me, it's worth it! begitu ungkap Mima. (hal 165)

Lalu ada Naura yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi seorang penyanyi. Dimana sebelumnya lewat dunia digital lah dia termotivasi, memulai karir dan bisa sukses memanfaatkannya bagi perkembangan karirnya.

Buku Mona Ratuliu
sampul belakang buku

Lain lagi cerita Naya yang bisnis slime onlinenya berawal dari modal 50 ribu yang diberikan Bundanya dan kini telah beromset puluhan juta dan berpegawai 8 orang. Woow!

Kemudian Keshia yang sukses berbisnis pastry dan berkat promosi di media sosial kini omsetnya mencapai 200-300 juta per bulan. 

Rafi Sudirman juga tak ketinggalan menceritakan bahwa lewat gadget dia bisa menimba ilmu musik hingga kini sukses menjadi salah satu musisi muda berbakat di Indonesia.

Buku Mona Ratuliu
profil penulis

Finally, di akhir buku, Mona Ratuliu menyimpulkan bahwa jika dosisnya tepat maka gadget pasti bisa berdampak positif bagi anak. Pun, dia mengajak orangtua untuk mendampingi anak-anak tumbuh dan berkembang di era digital. Dan senantiasa yakin akan hal baik yang akan terjadi pada anak-anaknya.

Hmmm, benar-benar buku Digital ParenThink merupakan panduan lengkap bagi orangtua dan anak milenial....!!

Teman-teman ingin baca juga? Dapatkan di toko-toko buku di Indonesia yaaa!


Buku Digital ParenThink
Elva, saya dan Mona Ratuliu




Selamat Membaca dan Berjuang Bagi Kesuksesan Anak-anak Kita!


Dian Restu Agustina


Saya dan Makna Kata Merdeka




"....Indonesia Raya, Merdeka Merdeka...Tanahku negeriku yang kucinta, ...Indonesia Raya, Merdeka Merdeka...Hiduplah Indonesia Raya!"

Saya masih mendendangkan syair lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmatnya. Sementara, bulir-bulir air mata menetes di pipi diiringi isak yang tak terbendung lagi. Dan ternyata saya tak sendiri. Di sekitar, saya dengar lagu karya WR Soepratman ini disuarakan dengan gemetaaar....

Suasana begitu syahdu. Hampir tak ada suara lain selain lirik bernada semangat kebangsaan yang mengalun mengiringi bendera merah putih yang dikibarkan oleh tiga orang teman. Bendera sederhana yang berukuran sedang saja dengan tiang besi biasa. Petugasnya pun hanya berpakaian keseharian dengan merah dan putih warna nuansanya. Peserta upacara pun sama, semua berbusana tema Hari Merdeka. Tak ketinggalan warna merah putih ini juga mendominasi hiasan tempat upacara dalam aneka balon, pita dan bendera.

Jangan bayangkan saya sedang berada di sebuah lapangan dengan susunan upacara yang dengan matang direncanakan. Bukan pula dilengkapi formasi petugas yang rapi jali layaknya pasukan pengibar bendera alias paskibra yang asli.

Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Ya, saya hanya mengikuti upacara pengibaran bendera sederhana yang diadakan di halaman belakang sebuah rumah tinggal di kawasan Mandeville, negara bagian Louisiana di Amerika.

Saat itu, tepatnya hari minggu, tanggal 22 Agustus 2010, selang 5 hari dari tanggal 17 Agustus dimana diperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Memang, peringatan musti dimundurkan, diambil pada hari Minggu, agar masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitarnya bisa menghadiri acara itu.

Akhirnya, sekitar 70 orang, pria, wanita, tua muda, bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari upacara pengibaran bendera, beraneka lomba dan ditutup dengan makan siang bersama.

Sebuah peringatan yang idenya murni dari teman-teman dan didanai sendiri secara mandiri. Maka tak heran jika suasana begitu haru....Bahkan dari barisan ibu-ibu, terdengar suara sesenggukan selama menyanyikan lagu.


Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Hal ini wajar, mengingat sebagian besar hadirin adalah warga Indonesia yang sedang menempuh studi (seperti suami saya), pekerja yang bekerja temporary di sini ataupun mereka yang sudah menetap di Amerika karena bekerja atau ikut suami yang warga sana.

Semua peserta upacara dengan latar belakang berbeda, hanyut dalam rasa rindu akan tanah air tercinta yang berada ribuan kilometer jaraknya. Memaknai Hari Merdeka dengan berkumpul bersama saudara sebangsa dan setanah air dengan gembira.

Tapi sebenarnya, sudahkah saya, peserta upacara dan teman-teman  yang sedang membaca artikel ini merasa sudah merdeka juga?

Sejatinya, apa makna merdeka bagi kita? Apakah dengan tinggal di negeri yang sudah 73 tahun merdeka sudah pasti rakyatnya merasakan kemerdekaan juga..?

Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Hmm..pertanyaan yang bisa saja mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari masing-masing kita.

Baiklah, sebelum menjawabnya, yuk mariii coba kita gali dulu arti kata merdeka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia!

Kata merdeka, pada KBBI memiliki 3 arti, yakni:
  • bebas (dari perhambaan, penjajahan); berdiri sendiri
  • tidak terkena atau lepas dari tuntutan
  • tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa

Nah, dari tiga arti itu, mari kita coba telaah satu per satu:

BEBAS

Merdeka berarti bebas. Dan, benar adanya jika kita warga Indonesia sudah bebas dari penjajahan. Setelah para pahlawan berhasil mengusir Belanda yang betah sekali selama 3,5 abad hahahihi mengusai negeri tercinta ini. Juga memaksa Jepang yang 3,5 tahun sok-sokan jadi tuan, untuk angkat kaki kembali menikmati matahari terbit di negerinya sendiri.

Tapi, apakah semua warga sudah bebas murni dari penjajahan di era merdeka ini? Sepertinya belum. Karena masih ada istri yang "dijajah" suaminya (atau sebaliknyaπŸ˜‘). Ada atasan yang jadi penjajah bawahannya. Juga, banyak pekerja yang bekerja bagai budak di rumah majikannya...Ah, kalau begini sepertinya memang kita belum sepenuhnya merdeka!

LEPAS

Merdeka itu artinya lepas. Dimana memang benar adanya, Nusantara sudah lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain yang mengambil paksa kekayaan tanah air tercinta. Yang menjadikan rakyat Indonesia matian-matian bekerja paksa untuk kemakmuran negeri mereka. Dan menindas negara kita agar menuruti semua aturan yang ditentukannya.

Namun, sudahkah kita semua lepas dari belenggu penindasan yang sesungguhnya? Coba kita amati dengan seksama, bisnis ritel yang dikuasai asing, misalnya. Atau industri hiburan yang didominasi tayangan dari negerinya Kim Kardashian, drama Korea juga sinetron India....Sementara orang Indonesia memilih untuk bikin "drama" di sosial media. Hiks! Jadi, sudah bisakah itu dikatakan lepas dari belenggu? Sepertinya sih masih jauh dari itu!


LELUASA

Merdeka itu maknanya leluasa berbuat atau bertindak dengan sesuka hati. Dan, memang bebar adanya, sejak diproklamasikan kemerdekaan oleh proklamator kita Soekarno-Hatta, Indonesia sudah leluasa untuk menentukan sendiri nasibnya. Tak perlu lagi minta ijin sama Kompeni untuk memilih apakah mau bikin Undang-Undang yang begitu atau begini. Juga, leluasa memutuskan apa yang terbaik buat kesejahteraan rakyatnya.

Tetapi, nyatanya rakyat Indonesia kini belum seleluasa itu. Warga miskin belum leluasa memanfaatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Pendidikan murah yang berkualitas belum leluasa dinikmati oleh generasi penerus bangsa ini. Dan, sarana prasana belum leluasa dirasakan rakyat di seluruh pelosok negeri. 


Arti Kemerdekaan Bagi Saya

Ups...πŸ’¬

Jadi sebenarnya sudah merdeka belum kita?

Kalau saya yang ditanya sih, akan menjawab SUDAH!

Saya sudah MERDEKA!!


Karena makna merdeka menurut saya adalah, jika saya:

  • Bebas menjadi diri sendiri
Saya bukan tipikal pengagum seseorang secara berlebihan. Saya bukan anggota Aytinglicious, Slankers atau Afganisme. Juga bukan pecandu sesuatu, misalkan merek baju, tas atau sepatu tertentu, hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan itu

Saya memilih menjadi diri sendiri, dengan gaya yang sampai kini pun saya enggak yakin berkiblat kemana. Pun, untuk hobi yang saya pilih untuk ditekuni. Ketika saya memutuskan untuk serius nulis, saya tetap membawa gaya penulisan saya. Saya enggak mau niru siapa-siapa, karena masing-masing kita punya gaya bercerita yang personal sifatnya. Dan, ini semua, artinya merdeka bagi saya!
  • Bebas berekspresi
Kini, saya bisa mengekspresikan apa isi kepala melalui tulisan, foto maupun video di akun sosial media dan rumah maya yang saya miliki. Bagi saya, ini adalah sebuah kemerdekaan. Karena saya jadi bebas beropini, berimajinasi, berkreasi serta berbagi informasi pada sesama yang membutuhkan.
  • Bebas menentukan pilihan
Sebagai warga negara, beda dengan jaman dulu, kini saya bebas mau pilih partai berwarna merah, kuning, hijau atau biru. Enggak ada yang memaksa pun mengancam hidup saya. Bahkan berbeda pilihan dengan tetangga, teman bahkan pasangan pun sah-sah saja. Berarti, ini merdeka juga, kan?

Arti Kemerdekaan Bagi Saya
Panitia peringatan HUT RI ke-65, tahun 2010 

  • Bebas menjalani hidup
Enggak kebayang andaikata saya tinggal di negara yang gaya rambut, warna baju bahkan senyum warganya diatur, seperti di Korea Utara. Hadeeeh! Bisa-bisa hidup yang sudah berat ini semakin terasa gawat. Terbayang tekanan hidupnya, pasti warbiyasaaah! 

Alhamdulillaaaah, saya tinggalnya di Indonesia. Dimana kalau mau pakai baju warna-warni bagai pelangi juga monggo saja. Juga, meski harga telur naik turun bikin helaan napas memanjang saat belanja sayur, tapi enggak ada yang ngatur harus tersenyum datar atau lebar di akun sosial media saya.

  • Bebas dari ketergantungan
Saya bukan perokok, peminum alkohol atau pengguna obat terlarang. Saya juga tidak sedang kecanduan game online, judi online, belanja online dan perilaku impulsif lainnya. Dan ini semua, merdeka juga artinya bagi saya! 

  • Bisa mengalahkan diri sendiri
Sejatinya penjajah utama kita adalah diri kita sendiri. Seringkali kemalasan datang membayangi di setiap langkah kaki. Kekhawatiran acapkali memburu saat kita ingin menjadi diri yang lebih baik dari dulu. Dan, ketakutan mendatangi sehingga membuat kita memutuskan mundur dan bahkan pergi. Saya merasa merdeka karena makin hari telah bisa mengalahkan diri untuk menjadi lebih baik lagi. 

Bukankah, pepatah mengatakan: menaklukkan banyak orang belum tentu disebut sebagai pemenang, tetapi mampu mengalahkan diri sendiri, itulah yang disebuat penakluk gemilang?

Arti Kemerdekaan Bagi Saya
Peringatan HUT RI ke-64, tahun 2009 di Fontainebleau State Park, Mandeville, LA


Akhirnya, bagi saya, sebenarnya MERDEKA itu maknanya kita sendiri yang ciptakan. Tak perlu menjadikan standar kemerdekaan orang lain ke diri kita. Karena situasi dan kondisi yang berbeda. 

Juga, jangan terus menjadikan ukuran kemajuan bangsa lain yang sudah ratusan tahun merdeka sebagai pembandingnya. Ingat jika kita masih dalam proses menuju ke sana.

Jadi, daripada terus-terusan membandingkan, lebih baik jadikan acuan untuk menyemangati diri agar bangsa kita bisa sampai di titik yang sama atau bahkan menyalipnya.

Yuk, terus semangat menebar manfaat!

Mari jadi warga negara yang tak hanya ingat hak tapi juga sadar akan kewajiban demi mendukung suksesnya pembangunan dan kemajuan Indonesia!

Nah, kalau bagi teman-teman apa makna kemerdekaan?

Makna kata merdeka
Juara bertahan lomba makan kerupuk tingkat RT


Salam Merdeka!!

Dian Restu Agustina



























Review Buku: Jadi Ibu Terbaik Siapa Takut?

Judul Buku: Jadi Ibu Terbaik Siapa Takut?
Penulis: Srie Ningsih
Kategori: Non Fiksi (Parenting)
Penerbit: Bitread Publishing
Terbit: 2018
Jumlah Halaman: 178
ISBN: 978-602-5804-069
Harga: Rp 61.000,00





"Ibu adalah segalanya - dia adalah hiburan dalam kesedihan kita, harapan dalam penderitaan dan kekuatan dalam kelemahan. Dia adalah sumber cinta, kasih sayang, simpati dan ampunan. Orang yang kehilangan ibunya telah kehilangan jiwa murni yang selalu memberkati dan melindunginya." (Kahlil Gibran - hal 149)

Srie Ningsih


Seorang perempuan, setelah menikah akan berubah statusnya dari gadis menjadi seorang istri. Dimana perubahan status ini acapkali memerlukan waktu tersendiri untuk beradaptasi. Baik itu dengan laki-laki yang menjadi pasangan hidupnya, keluarga besar suami yang kini menjadi keluarga barunya dan segala hal tentang pernak-pernik rumah tangga lainnya.

Kemudian, jika Allah berkehendak, tak lama status istri itu bertambah lagi dengan status baru, yaitu menjadi seorang Ibu. Dan,...tantangan dari sebutan baru ini, makin banyaaak pasti!!

Diantaranya, jika perempuan ini bekerja di luar rumahnya, maka ia harus pintar-pintar membagi waktu agar bisa mengurus rumah tangga dengan tetap profesional pada pekerjaannya. Sedangkan jika ia bekerja di rumahnya, tentunya akan berhadapan dengan segambreng pekerjaan di keseharian yang rasanya seperti tak ada habis-habisnya.

Lalu, sulitkah itu? Tentuuuu...!!

Tapi jika semua ini dijalani dengan keikhlasan hati, mendapat dukungan full dari suami, juga disertai semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri, Insya Allah semua akan berjalan dengan baik dari hari ke hari. 


Srie Ningsih

Apalagi di era digital seperti sekarang ini, para ibu tak perlu pusing lagi jika ingin mempelajari beraneka ilmu pola asuh anak alias parenting. Karena, banyak buku dan majalah yang mengupasnya, berjuta informasi terbagi secara online di gawai kita, bertaburan tayangan ada di layar kaca, juga beragam pelatihan, seminar dan diskusi tersedia melengkapinya. Itu semua masih ditambah lagi dengan begitu banyaknya komunitas ibu-ibu yang bisa menjadi tempat untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman sehingga seorang ibu tak lagi merasa sendirian.

Nah, melengkapi buku-buku parenting yang sebelumnya telah ada, hadir sebuah buku yang layak jadi tempat berburu ilmu bagi para ibu.

Buku itu berjudul "Jadi Ibu Terbaik Siapa Takut?" karya Srie Ningsih yang diterbitkan oleh Bitread Publishing baru-baru ini.


Srie Ningsih


Sebuah buku setebal 178 halaman yang mengupas beragam sisi kehidupan perempuan yang awalnya didominasi urusan domestik saja sedangkan kini sudah berkembang dengan pesatnya sehingga bisa berkarya di semua lini kehidupan masyarakat yang ada.

Sehingga, penulis yang memakai istilah ibu yang bekerja di rumah dengan sebutan Ibu Rumah Tangga Murni dan ibu yang bekerja di luar rumah dengan Ibu Rumah Tangga Bekerja, menjabarkan beberapa alasan kenapa seorang ibu memilih salah satu diantaranya.

Karena bagi penulis, apa pun pilihannya, keduanya sama baiknya. Sama-sama memiliki konsekuensi yang musti dihadapi dan mempunyai dampak positif maupun negatif baik bagi diri sendiri, suami, anak dan  masyarakat sekitarnya.

Juga, kedua pilihan memerlukan persiapan yang matang diantaranya: persiapan mental dan keyakinan, fisik, visi, pengaturan waktu, kreatifitas, kemampuan berkomunikasi dan masih banyak lagi.


Srie Ningsih


Buku ini juga menjabarkan tentang tips untuk menjadi Ibu Terbaik yang berperan tak hanya sebagai Menteri Pendidikan, Manajer, Menteri Keuangan, Psikolog, Sahabat, Dokter, Koki, Baby Sitter, Sopir/Ojek, Bodyguard, Tukang dan peran lainnya di rumahnya.

Selain itu, secara tuntas juga ada serangkaian langkah yang dituliskan berdasarkan pengamatan, penelitian dan pengalaman penulis dalam menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri.

"Seorang Ibu tidak pernah berpikir apa yang dia dapatkan dari anak-anaknya, tapi dia selalu bertanya, apa yang bisa dia berikan untuk anak-anak dan keluarganya." (Srie Ningsih - hal 42)


Uniknya lagi, dalam buku bersampul dominasi warna biru ini, ada beberapa cerita dari para ibu hebat baik dari Indonesia maupun Mancanegara yang berbagi pengalaman bagaimana mereka melakoni peran sebagai Ibu dengan segala tantangannya.

Misalnya, ada Tri Veterani, seorang Ibu yang juga pramugari maskapai penerbangan yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Dimana dikatakan, ia sangat bersyukur dengan kemudahan teknologi saat ini yang sangat membantunya untuk berkomunikasi dengan keluarga meski terpisah ribuan kilometer jaraknya. (hal 138)


Srie Ningsih


Ada juga, Manikarori Rosky di Kuala Lumpur yang menyampaikan bagaimana ia bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan sarapan dan pergi ke kantor dengan LRT serta menyerahkan pengurusan domestik pada asisten rumah tangga yang bekerja secara part time. Tapi, ia masih bisa membimbing sendiri anaknya belajar, berbisnis online dan belajar menulis.(hal 140)

Tak ketinggalan pula kisah dari negeri sendiri, dimana ada Dwi Astuti yang tinggal di Tangerang dan berprofesi sebagai guru. Ia tidak memiliki asisten rumah tangga, sehingga pekerjaan sehari-hari disiasati dengan melibatkan anak-anak untuk bersama-sama menyelesaikannya.(hal 141)

Kemudian agar seimbang, ditampilkan pula pendapat anak-anak tentang ibunya, diantaranya, Chusnul, 17 tahun, yang curhat: memang anak butuh materi, tetapi hati mereka jauh lebih butuh sentuhan dari ibunya. Anak juga ingin bercerita tentang harinya yang lelah, tapi saat anak ingin bercerita sang ibu masih sibuk bekerja dan akhirnya si anak memendam perasaannya sendiri. (hal 151)


Srie Ningsih

Lain lagi dengan komentar  Edwina, 19 tahun, yang beranggapan Mamanya super banget. Meski saat kecil memang sedih kalau ditinggal Mamanya bekerja, tapi ia merasa bangga punya Mama bekerja dan berpengalaman banyak. Ia juga merasa Mamanya selalu ada saat ia membutuhkannya, bahkan ketika ia tinggal jauh dari rumah untuk kuliah Mamanya selalu rutin meluangkan waktu untuk mengunjunginya. (hal 153)

Sementara, tanggapan anak yang ibunya bekerja di rumah misalnya disampaikan oleh Fachrurozi, yang mengatakan ia bahagia dapat melihat senyum indah Mamanya di setiap hari karena Mamanya selalu ada menemani. (hal 154)

Lalu, buku ditutup oleh penulisnya dengan bahasan Ibu Juga Manusia. Dimana, dikatakan bahwa dalam pengabdian untuk orang-orang tercinta, tentu seorang ibu masih punya banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Bahkan kadang sikap kondisionalnya pasti ada dan tidak luput dari salah dan khilaf yang tidak disengaja. Tapi hal ini manusiawi karena nyatanya Ibu Juga Manusia.

Juga, ibu rumah tangga murni maupun bekerja masing-masing punya tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Sehingga apapun pilihan, yang paling penting lakukan semua tugas dengan sebaik mungkin dan penuh tanggung jawab. (hal 175)

Srie Ningsih

Sungguh, buku ini lengkap mengulas tentang apa dan bagaimana menjadi Ibu Terbaik bagi anak-anaknya. Penjabaran disertai alasan, referensi penelitian, pengamatan dan berdasarkan pengalaman, yang bisa jadi bahan acuan bagi ibu-ibu untuk menjadi Ibu terbaik disesuaikan dengan pilihan masing-masing, apakah menjadi Ibu Rumah Tangga Murni ataukah Ibu Rumah Tangga Bekerja.

Lay out yang simpel dengan tulisan rapi nyaris tanpa kesalahan pengetikan membuat buku nyaman dibaca kapan dan dimana saja.

Hanya saja, barisan kata-katanya tidak diselingi tampilan ilustrasi, gambar, foto atau pemakaian huruf yang berbeda. Coba ada, pasti saat baca lebih enak rasanya.πŸ˜‰

Akhirnya, buku ini recommended jadi bacaan bagi calon ibu, ibu baru maupun yang sudah lama menjadi ibu. Karena berisi banyak informasi yang berguna untuk lebih memantaskan diri menjadi ibu yang lebih baik lagi.

Nah, yang ingin memiliki atau memberi kado istimewa untuk istri, silakan langsung pesan buku ke penulisnya di akun FB Srie Ningsih yaaa..

Jadi Ibu Terbaik, Siapa Takut?


Srie Ningsih


Happy Mommy, Happy Family


Dian Restu Agustina