Review: Apartemen The Jarrdin Cihampelas Bandung



Sabtu pagi, saat berencana pergi bersama Eyang Ti - Ibu Mertua saya yang sedang berkunjung ke Jakarta, tiba-tiba ada ide dari suami kalau jalannya hari itu ke Bandung sajaaa..

Whattt? Ke Bandung? Hadeehh, padahal enggak ada rencana sebelumnya dan belum pesan penginapan pula!!

Pertimbangannya karena kami ngajak Eyang Ti, maka menginap di sana adalah pilihannya. Kalau jalannya berempat saja dari Jakarta - saya, suami dan dua anak kami- enggak masalah kalau malam langsung pulang. Lha kalau sama Eyang Ti , yaa kasihan...Capek sekali pasti!

Dan, akhirnya saya pun grubak-grubuk nyiapin ini itu sementara suami pesan penginapan via aplikasi pemesanan hotel langganan.

Last minute, dengan pertimbangan biar nginap satu tempat maka kami pilih booking apartemen saja. Kalau di hotel, kamarnya bisa terpisah-pisah, karena satu kamar ada batas maksimal jumlah tamunya. Sedangkan kalau apartemen bisa jadi satu pintu sehingga memudahkan saya dan suami untuk mengawasi anak-anak sekaligus menjaga Ibu yang sudah berusia 81 tahun itu. 

Akhirnya...kami pun berangkat dari Jakarta pukul 12 siang dan sampai di Bandung 4 jam lebih kemudian. Biasalah..akhir pekan arah Bandung dari Jakarta padat dan masuk ke dalam kota macetnya tuh warbiyasaaah...!

Dan...kami pun langsung menuju Apartemen The Jarrdin @ Cihampelas yang terletak di Jl. Cihampelas No.10, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung.



Lokasi The Jarrdin Cihampelas terletak di sebelah kiri (masuk gang) sebelum gerbang jalan Cihampelas. Akses masuk ke gerbang apartemen ini sekitar 100 meter dari jalan Cihampelas dengan kontur jalan yang menurun.

Tidak perlu khawatir kebablasan atau nyasar, karena petunjuk arah menuju tempatnya jelas dan ada petugas yang akan membantu akses masuk/keluar mobil di jalan menuju/dari Cihampelas ini.

Bangunan apartemen tinggi menjulang sebanyak 23 lantai. Dengan lahan parkir ada di basement dengan posisi memutari setengah area apartemennya.

Nah, saat memasuki tempat parkir ini, kami bingung mau parkir dimana. Karena sudah penuh parkirannya. Saya sampai nanya ke security, apa benar apartemen yang punya 4 tower dan 2400 unit ini cuma punya parkiran segini? Ternyata memang benar pemirsaaaahh...

Karena saya (((tamu))) maka sudah pasti keduluan penghuni yang mungkin saja sudah parkir sejak tadi.

Pantesan parkirannya padet banget dan bahkan ruwet. Ternyata karena enggak ada pilihan lain lagi selain di sini...

Tapi, karena saya dan suami tipe yang sabar menanti #hihihi...Setelah menunggu beberapa waktu sambil muterin tempat parkir itu, akhirnya ada juga mobil  yang keluar sehingga tempatnya bisa kami isi.

Setelahnya kami kebingungan lagi, lantaran dari basement ini enggak ada sinyal sama sekali. Padahal kami kan musti ngabarin contact person/agen apartemen kalau kami sudah sampai di sini..

apartemen di foto dari lantai L


Dan, setelah berusaha mengejar-ngejar sinyal #halah, kami pun bisa dapat info dan lanjut cuss diminta ke lantai L (lobby) untuk mengambil kunci.

Di sini kami menemui Mas Tarno dari Abdee Group yang tadi waktu di jalan sudah telpon-telpon untuk konfirmasi pemesanan. Dan setelah melakukan pembayaran sebesar 650 ribu/unit, kami pun diantar ke unitnya. 

Oh ya pembayarannya cash only yaa dan belum ada mesin EDC untuk penggunaan kartu debit/kredit, karena kantor agen ini masih baru.

Dan ada tambahan info dari Mas Tarno, nanti jika kami ingin memesan di lain hari, langsung lewat mereka saja, enggak usah lewat aplikasi pemesanan hotel online lagi. Karena harga sewa hanya 500 ribu/hari/unitnya..

Whattt? Bisa hemat 150 ribu dong sayaaa...yeaayy!

Wah...wah harus disimpan deh nomor kontaknya, siapa tahu lain waktu perlu...

Apartemen The Jarrdin
ini kartu nama dari Abdee Group

Apartemen The Jarrdin Bandung
lapak-lapak di lantai L


Lalu, kami pun menuju ke lantai 5 tempat unitnya berada. Unit yang kami pesan ini adalah 2 Bedroom.

Oh ya, The Jarrdin yang merupakan Rusunami ini memiliki dua macam tipe unit yaitu  tipe Studio dan 2 Bedroom.

Akses menuju lantai 5 akan melalui lift yang ada. Di bagian depan lift ini ada jajaran kotak surat di sisi kiri dan lapak-lapak penjual di sisi kanan. Lapak ini kebanyakan terdiri dari warung makan dan laundry. Dua jenis usaha yang tentunya banyak dicari oleh penghuni apartemen seperti ini.

Dan setelah sampai di lantai 5 dan berjalan melewati lorong yang ada, sampailah saya sekeluarga di unitnya.

lantai L - lorong lift


Mas Tarno yang mengantar kami pun membukakann pintu dan menjelaskan ini itu. Dia minta maaf, karena pemesanan kami mendadak maka di unit ini tidak disiapkan tabung gas untuk memasak. Tapi, enggak apa-apa juga...Saya kan enggak ada niat masak, mau liburan juga lah masaknya...kwkwk

Unit ini menurut data pemesanan kami, mungil... berukuran 33 m² dengan 1 kamar utama dan 1 kamar lainnya. Fotonya sih okeee banget di aplikasinya. Tapi tadi Mas Tarno di jalan sudah telepon mengingatkan jika foto enggak sesuai dengan kenyataan. Kami sih iya-in saja....Karena memang biasanya begitu adanya, ye kan?πŸ™ˆ

Dan...tadaaaa!!

Begitu pintu dibuka di sisi kiri ada kitchen set yang ada sink, kompor tanam 2 tungku dan kulkas satu pintu. Sementara di bagian atas dan bawahnya ada beberapa laci dan lemari penyimpanan yang di dalamnya tersedia beberapa peralatan masak dan makan.

Unyuuu-unyu dapurnya!

dapur

Sedangkan di depan dapur, ada kamar mandi yang dilengkapi dengan kran, closet duduk, shower dan pemanas air.

Kamar mandi ini cukup luas dan bersih serta air panasnya berfungsi. Meski waktu dipakai giliran mandi yang mandi terakhir enggak kebagian air panasnya...- dan itu sayaaa haha..padahal pagi-pagi duingiin air di Bandung euy

Juga, kamar mandi ini ternyata airnya yang di lantai enggak bisa mengalir dengan bagus ke lubang saluran airnya. Jadi agak ngembong gitu. Saya concern dengan ini karena ada Ibu Mertua yang jalannya sudah tertatih khawatir terpeleset saat memasukinya.

Oh ya, di kamar mandi tidak tersedia handuk bersih yaa karena ini bukan hotel...Jadi semua self service, maka jangan lupa bawa sendiri yaa!

kamar mandi

Melangkah 2 langkah dari pintu kamar mandi, ada rak TV plus TV layar datar melengkapi. Rak ini berhadapan dengan sofa bed dua dudukan. Dimana jika dibutuhkan sofa ini bisa dipakai sebagai tempat tidur tambahan (ukuran anak-anak)

TV-nya dilengkapi saluran berlangganan (TV kabel) sehingga bisa jadi hiburan saat dibutuhkan.

Di atas rak TV ini disediakan tisu dan sabun mandi oleh pihak pengelola. Siapa tahu penyewa tidak membawanya. Tapi jika pun lupa bawa, kita bisa membelinya di Alfa Express yang ada di lantai lobby yang buka 24 jam.



Di atas TV ada 1 unit AC yang hanya ada 1 buah saja untuk keseluruhan ruangan. Jadi di masing-masing kamar ada ventilasi di atas pintu kamarnya agar AC ini juga bisa dinikmati.

Di dekat TV ini juga ada pintu menuju balkon kecil yang berada di luar ruangan dan view-nya kolam renang di bawah sana. Pintu ini mudah sekali dibuka kuncinya. Jadi tolong diawasi jika kita mengajak putra-putri menginap di sini. Kalau perlu cabut kuncinya dan simpan saja.

Oh ya di dekat pintunya, ada jendela kaca yang mengarah ke luar yang saat dibuka memberi penerangan yang baik dan pemandangan apartemen di tower seberang kita.

 Apartemen The Jarrdin


Apartemen di Bandung

Sementara sofa bed yang ada lumayan juga bisa dipakai untuk tempat tidur sulung saya (sebelumnya sih rebutan berdua Mas-Adik mau tidur di sini..hihihi)

Di dinding di atas sofa bed tergantung cermin besar yang memberi kesan luas pada ruangan.

Kemudian melangkah ke kanan ada dua kamar yang pintunya berdekatan. Kamar utama berukuran double bed dengan dua bantal dan bed cover di atasnya.

Kasurnya lumayan empuk dan nyaman hanya sprei dan selimutnya saja sudah terlihat kusam.

Oh ya, di sudut kamar ini tersedia juga lemari yang bisa dipakai untuk menyimpan baju kita.

Apartemen The Jarrdin
kamar tidur utama
Untuk kamar yang lainnya ukurannya lebih kecil, sekitar 2x1,5 m dan terisi dengan ranjang berukuran single. Dinding di kamar unit ini sudah ada yang terkelupas meski secara keseluruhan kamar cukup bersih.

Ranjang ini dilengkapi satu bantal, guling dan selimut. Juga ada kabinet di atas tempat tidurnya dan side cabinet di sisinya.

Kamar yang cukup nyaman dan bisa ditempati satu orang dewasa atau dua anak-anak.

The Jarrdin Apartemen
kamar lainnya
Setelah sebentar melepas lelah, kami pun semangat untuk pergi malam mingguan di Kota Kembang ini.

Jalan kaki saja perginya karena memang dekat sekali ke Cihampelas yang punya pusat jeans, beraneka toko dan Cihampelas Walk.

Tapiiii...ternyata kami kesulitan saat keluar dari apartemen menuju jalan keluar karena di gerbang masuk tidak ada akses untuk pengguna kursi roda. Ibu Mertua saya memang perlu dibantu kursi roda karena jalannya sudah tidak selancar dulu kala. Jadi untuk melewati tangga yang bertingkat-tingkat ya enggak bisa lagi.

Jadilah kami memutar keluar lewat akses parkir/basement sehingga jalannya lumayan juga..

Tapi itu tak menyurutkan semangat, karena perut kosong kami juga sudah menggeliat kwkwkw


Bebek Garing
Makan di Crispy Duck Ciwalk

Puas makan dan jalan di Ciwalk yang kami tempuh dengan penuh perjuangan, akhirnya jam 10 malam kami balik lagi ke The Jarrdin. Gimana enggak penuh perjuangan cobak...musti dorong Ibu Mertua di kursi rodanya sementara trotoarnya berlubang, sebagian dipakai untuk jualan dan parkiran...Hadehh, enggak di Jakarta, di Bandung pun sama!

Tapi yang penting semua kenyang dan senang!!

Oh ya, mumpung lewat di Cihampelas kalau mau beli oleh-oleh bisa banget sekalian. Saya sih karena di rumah masih banyak oleh-oleh dari Ranah Minang (hahaha gayaaa) Jadi enggak beli banyak, cuma beli sekotak bolu yang terkenal itu, untuk ganjel perut kalau lapar lagi nanti.

Tak lupa sebelum naik ke lantai 5, saya beli dulu air minum dan keperluan lainnya di Alfa. Dan jam segitu saya lihat orang masih lalu lalang dan ngopi serta ngobrol di sekitar lobby.

Ramaiii...

kolam renang
Dan ternyata..kami mimpi indah malamnya di tengah udara Bandung yang lebih sejuk dari Jakarta.

Pagi-pagi kami sudah bersiap akan check out sekalian turun ke bawah untuk sarapan. Memang kali ini ke Bandung ceritanya cuma mau malam mingguan dan enggak jalan khusus kemana gitu, mengingat kondisi fisik Ibu. 

Itu juga saya pakai acara bujuk si Adik yang minta berenang di bawah sana. Saya kok enggak tega lihat airnya hahaha...Sepertinya enggak bersih banget gitu. penampakannya. Jadi berenangnya di Jakarta saja ya, Dik! kwkwkw

Maka, setelah cakep semua kami sarapan di warung yang ada di lobby. Pilihannya ada beberapa warung makan. Kami pilih Warung Sunda "Dapur Kemayoran" saja..

Warungnya ini sederhana dengan beberapa tempat duduk saja tapi ternyata masakannya juwaraaa..

Kami pesan nasi uduk dan soto ayam juga beberapa minuman. Dan ternyata warung ini juga menyediakan layanan antar jika diinginkan ke unit tempat pemesan. 

Untuk harga standar apartemen ya hahaha. Maksudnya ya lebih mahal daripada warung nasi uduk dekat rumah saya di Jakarta. Nasi uduk pakai telor 20 ribu. Tapi enak kok, jadi enggak protes saya 😁

The Jarrdin Apartemen

Apartemen The Jarrdin

Sesudah sarapan kami pun balikin kunci dan cuss sudah kembali ke Jakarta pada pukul 10 pagi.

Rencana kami akan singgah di Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Karena si Adik dari kapan hari minta diajakin ke waduk karena sedang belajar tentang PLTA.

Tapi ternyata belum rejeki, sudah kadung keluar tol dan menuju ke sana ternyata tempat wisata Waduk Jatiluhur ditutup pemirsaaah..

Ada acara ultah PMI esok hari yang akan dihadiri Presiden Jokowi...

Waduh...enggak ngecek dulu lagi...hihihi..

Kecewa deh si Adik, enggak jadi lihat waduk. Biar enggak kecewa akhirnya putar-putar Purwakarta dan mampir ke Rumah Makan Ayam Bakar Neng Katineung yang (juga) juwaraa rasanya. Alhamdulillah.


Akhirnya, kami pulang dengan riang..meski merasa masih punya hutang. Karena musti ke Waduk Jatiluhur lagi...Semoga lain kali rejeki.

Hmmm..jadi gimana tentang The Jarrdin Apartemennya menurut saya? 

Saya suka dan berniat akan kembali ke the Jarrdin lagi jika ke Bandung nanti. Tapi dengan catatan jika perginya enggak sama Ibu Mertua. Karena kasihan Beliau...Susah akses untuk kursi roda di sini. Jadi si Ibu musti didorong muter dulu. Yang dorong pun jadi lumayan ribet juga, ye kan? Mending kalau ajak Ibu ke tempat yang ada keterangan dissable accessibility. 

Hm..semoga hal seperti ini diperhatikan para pengembang, pengelola dan pemangku kebijakan sehingga siapa saja punya hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas setara. Aamiin.

But, overall, The Jarrdin oke punya...!!

Nah, bagaimana dengan teman-teman...Pernah nginap di apartemen juga seperti saya?



Selamat Berwisata,

Dian Restu Agustina









50 comments:

  1. Waaah surprise namanya yaa .. , tadinya dibilang ngga ada dapurnya, ternyata ..., dapurnya komplit dan rapi jali 😁
    Makin seru dong ya acara liburannya ..., pulang liburan kumpul masak-masak dan makan bersama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada dapurnya Mas..yang enggak ada tabung gasnya, karena saya mendadak pesannya jadi belum disiapkan

      Delete
  2. Saya belum pernah menginap di apartemen kalau keluar kota. Tulisan ini informatif banget,Mbak. TFS yaa :)

    ReplyDelete
  3. Wah asyikkkk. Aky tau daerah cihampelas itu Bun. Tapi cuma lewat doang sih hihihi. Kalau ke sana aku sukanya maen ke ciwalk hihihi.

    ReplyDelete
  4. wah dalamnya bagus ay, sering lihat dari luar saja

    ReplyDelete
  5. Belum pernah menginap di apartemen kalau ke Bandung, nuhun infonya mba. Ada beberapa apartemen punya teman juga yang disewakan. Tapi yang ini termasuk yang ramah di kantong ya. Noted.

    ReplyDelete
  6. Pertama kali nginep di aprtemen ya waktu di Perth, soale pas itung2 budget kok malah lebih murce, lagipula kalau rame-rame gitu, lebih hemat. Cuma kalau lantainya tinggi banget kaya gitu mikir-mikir jugak sih...

    ReplyDelete
  7. wahh saya kloo ke bandung saya jg kepikiran buat sewa apartement yg ada di airy rooms atau airbnb

    ReplyDelete
  8. Saya di Bandung mba, tapi belum pernah nginep disana hehe, makasih ya infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke kota lain coba Mbak nginep di apartemen, murmer untuk rombongan

      Delete
  9. Apartemen memang menjadi pilihan klo liburan dg keluarga, dibanding hotel. Kita bisa ngumpul disatu tempat apalagi fasilitasnya lengkap....muantab Mba Dian & tq infonya

    ReplyDelete
  10. Makasih infonya, Mba. Memang enak nginep di apartmen biar ga selengkap hotel.

    ReplyDelete
  11. Kebetulan akhir tahun ini yg rencana awalnya ke Malang berubah harus ke Bandung krn ada kondangan. Bisa dipertimbangkan magnet apartment in, aplg di daerah Cihampelas. Lumayan deket me mana-mana

    ReplyDelete
  12. Belum pernah nginap di apartemen tetapi sudah pernah ke Ciwalk. Jalan kaki di Cihampelas itu luar biasa bikin pegal. Eh tapi kapan-kapan mau coba nginap di apartemen saja ah, daripada di hotel yang sempit apalagi kalau perginya ramai-ramai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, lebih sempit hotel ..ini lebih luas Bunda, tapi kalau kebanyakan orang juga sempit jadinya kwkw

      Delete
  13. keren apartment-nya.
    boleh juga nanti kalua ke Bandung

    ReplyDelete
  14. Thank sharingnya mba, jadi tau apartemen the jardin seperti ini. Bagus ulasannya lengkap

    ReplyDelete
  15. The Jardin bisa jadi alternatif penginapan buat wisatawan yang melancong ke Bandung. Fasilitasnya mayan laaah

    ReplyDelete
  16. Waaaa bikin kangen ke Bandung mba Dian ni.. kangen hawa sejuknya hehe. Sehat-sehat buat Eyang Ti ya mba....

    ReplyDelete
  17. Wah apartemen emang cocok banget kalo buat nginep rame2 ya mbak, jatohnya lebih murah,krn kalo hotel ada maksimal personnya. btw semoga ibu mertua mba Dian yg berusia 81 taun sehat selalu ya mbak. Aku kemarin juga barusan ajakin mertua ku pergi, meski cuma ke transmart.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin makasih Mbak ..Semoga mertuany juga sehat-sehat yaa

      Delete
  18. Wah boleh juga nih sesekali mengiap di apartemen. Mau coba ah. Untung baca tulisan ini jadi punya rekomendasi kalau mau menginap di apartemen

    ReplyDelete
  19. Aku sering lewat n lihat papan namanya tapi belum sempat nginep disana. Hehe. Makasih mba reviewnya n sharing contact nya jadi bisa lebih hemat y jalan jalan sekeluarga.

    ReplyDelete
  20. Saya mbaaakkk..

    Punya baby yang makannya milih2 mah ke mana2 kudu nginap di apartemen atau semacamnya, harus yang ada fasilitas dapur buat masak makanan si bayi.

    Sekarang udah banyak banget apartemen2 yang disewakan dengan harga terjangkau, jadi gak bingung lagi.

    ReplyDelete
  21. Daku gemes banget lihat dapurnya, selain warnanya yang adem, minimalis gitu, hemm bisa betah nih buat bikin masakan 😁

    ReplyDelete
  22. Woow.. Bisa lebih hemat ya kalau sewa di apartemen itu😍

    ReplyDelete
  23. Belum pernah sih tapi makan nasi uduk dua puluh ribu, berasa di leher. Mpo suka porsi gede.apartemen jaddhen ciampelas. Lumayan kalau cape belanja , nginep dulu aja

    ReplyDelete
  24. Waah sungguh baru tahu ternyata apartemen bs diseea harian hehe kalo sekeliarga besar mah emnang enakan nyewa apartemen. Bisa bareng2 dan lenih hemat ya mba.

    ReplyDelete
  25. Waaa pilihan menginap di apartemen itu banyak plus2nya yak. Ada dapurnya segala dan lebih luas dibanding kamar hotel. Harganya masih masuk juga. Seru banget kayaknya mbak dian

    ReplyDelete
  26. Waah, noted banget nih, kapan-kapan kalau ke Bandung mau nginep, aku ngintip nomornya mas Tarno di sini..

    ReplyDelete
  27. Belum pernah nginep di apartemen, biasanya selalu di hotel. Kayanya sekali-kali bisa dicoba nih, aku save nomor tlpnya juga ya mbak. Siapa tau kalo pas main ke Bandung bisa menhinap di sini

    ReplyDelete
  28. 500rb udah dapet fasilitas kayak gini sih udah oke bangett. Tapi bener ya mba kalo ramean ngajak sodara seperti ini enaknya pilih yg 1 tempat biar ga mencar2 dan kedekatan antar anggota keluarga juga dapet

    ReplyDelete
  29. Aku belum pernah mginap di apartemen, mba. Tapi bermanfaat banget kalau pakai hotel untuk orang banyak tuh jadinya lebih mahal. Senang deh ada info ini biar kalau ke Bandung bisa jadi alternatif tempat buat istirahat

    ReplyDelete
  30. lengkap dan elegan ya Mbak.. enak banget dan nyaman buat dipake bermukim.. apalagi berlokasi di Bandung, kota yang cantik dan oke buat jalan2 :)

    ReplyDelete
  31. Saya pribadi belum pernah mampir atau bersinggah ke apartemen,, jadi penasaran deh gimana rasanya tinggal di apartemen.

    ReplyDelete
  32. oh ini blognya kak dian, kemarin baru liat postingan instagram nya aja.. salam kenal ya kak

    ReplyDelete
  33. Itu kamarnya cat temboknya ngelopek apa bagaimana mba?
    Apakah nyaman keadaan kamar seperti itu?

    ReplyDelete